• Tidak ada hasil yang ditemukan

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI PAPUA BARAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI PAPUA BARAT"

Copied!
75
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

2015

ISSN : 2338-2244 No. Katalog : 8301007.91 No. Publikasi : 91540 .16.16

Ukuran Buku

: 18,2 cm x 25,7 cm

Jumlah Halaman

: xi Rumawi + 61 Halaman Penyunting :

Drs. Simon Sapary, M.Sc Hendra Wijaya, SST., M.Si

Naskah :

Seksi Statistik Niaga dan Jasa, Bidang Statistik Distribusi

Gambar Kulit :

Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik

Diterbitkan Oleh :

Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat

Dilarang Mengumumkan, mendistribusikan, mengomunikasikan, dan/atau menggandakan sebagian atau seluruh isi buku ini untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari Badan Pusat Statistik

http://papuabarat.bps.go.id

Seksi Statistik Niaga dan Jasa, Bidang Statistik Distribusi

http://papuabarat.bps.go.id

Seksi Statistik Niaga dan Jasa, Bidang Statistik Distribusi

Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik

http://papuabarat.bps.go.id

Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik

Diterbitkan Oleh :

http://papuabarat.bps.go.id

Diterbitkan Oleh :

http://papuabarat.bps.go.id

Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat

http://papuabarat.bps.go.id

Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat

(4)

2015

TIM PENYUSUN

Penanggung Jawab : Drs. Simon Sapary, M.Sc

Penyunting : Drs. Simon Sapary, M.Sc Hendra Wijaya, S.ST, M.Si Penulis : Elen Nanlohy, S.ST

Pengolah Data : Laurenz Imanuel Kastanja, S.ST, M.Si Elen Nanlohy, S.ST

Penyimpan Draf : Seksi Statistik Niaga dan Jasa,

Bidang Distribusi BPS Provinsi Papua Barat

http://papuabarat.bps.go.id

Drs. Simon Sapary, M.Sc

http://papuabarat.bps.go.id

Drs. Simon Sapary, M.Sc Hendra Wijaya, S.ST, M.Si

http://papuabarat.bps.go.id

Hendra Wijaya, S.ST, M.Si

Elen Nanlohy

http://papuabarat.bps.go.id

Elen Nanlohy, S.ST

http://papuabarat.bps.go.id

, S.ST

Laurenz Imanuel Kastanja

http://papuabarat.bps.go.id

Laurenz Imanuel Kastanja

http://papuabarat.bps.go.id

Elen Nanlohy

http://papuabarat.bps.go.id

Elen Nanlohy

: Seksi Statistik Niaga dan Jasa,

http://papuabarat.bps.go.id

: Seksi Statistik Niaga dan Jasa,

(5)

KATA PENGANTAR

Statistik Transportasi Papua Barat 2015 merupakan kumpulan data dan informasi dari berbagai aktivitas di sektor transportasi, yang mencakup: angkutan darat, angkutan laut, dan angkutan udara.

Data yang disajikan untuk statistik angkutan darat meliputi data panjang jalan dan banyaknya perusahaan Bis Umum serta angkutan truk. Statistik angkutan laut meliputi data mengenai kunjungan kapal, penumpang yang naik dan turun, serta bongkar muat barang. Selanjutnya untuk statistik angkutan udara mencakup data lalu lintas pesawat, penumpang, bagasi, barang , dan pos pada pelabuhan udara di Provinsi Papua Barat.

Pada kesempatan ini kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama dan membantu dalam penyediaan data sehingga publikasi 2013 ini dapat disajikan. Semoga publikasi ini dapat bermanfaat bagi banyak pihak untuk berbagai keperluan. Akhirnya, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan untuk penyempurnaan publikasi ini di masa mendatang.

Manokwari, September 2016 BPS PROVINSI PAPUA BARAT

Kepala,

Drs. Simon Sapary, M.Sc NIP. 19660607 199302 1 001

http://papuabarat.bps.go.id

bongkar muat barang. Selanjutnya untuk statistik angkutan udara mencakup data

http://papuabarat.bps.go.id

bongkar muat barang. Selanjutnya untuk statistik angkutan udara mencakup data lalu lintas pesawat, penumpang, bagasi, barang , dan pos pada pelabuhan udara di

http://papuabarat.bps.go.id

lalu lintas pesawat, penumpang, bagasi, barang , dan pos pada pelabuhan udara di

Pada kesempatan ini kami ucapkan terimakasih kepa

http://papuabarat.bps.go.id

Pada kesempatan ini kami ucapkan terimakasih kepa

telah bekerja sama dan membantu dalam penyediaan data sehingga publikasi 201

http://papuabarat.bps.go.id

telah bekerja sama dan membantu dalam penyediaan data sehingga publikasi 201 ini dapat disajikan. Semoga publikasi ini dapat bermanfaat bagi banyak pihak untuk

http://papuabarat.bps.go.id

ini dapat disajikan. Semoga publikasi ini dapat bermanfaat bagi banyak pihak untuk berbagai keperluan. Akhirnya, kritik dan saran yang membangun sangat kami

http://papuabarat.bps.go.id

berbagai keperluan. Akhirnya, kritik dan saran yang membangun sangat kami empurnaan publikasi ini di masa mendatang.

http://papuabarat.bps.go.id

empurnaan publikasi ini di masa mendatang.

(6)

DAFTAR ISI

Kata pengantar ...

Daftar Isi ...

Daftar Tabel ...

Daftar Gambar...

Daftar Lampiran ...

BAB I. Pendahuluan ...

1.1 Latar Belakang ...

1.2 Maksud dan Tujuan ...

1.3 Ruang Lingkup ...

1.4 Batasan Penulisan ...

1.2 Sistematika Penulisan ...

BAB II. Metodologi ...

2.1 Metode Inventaris Data Statistik Transportasi ...

2.2 Konsep dan Definisi ...

BAB III. Ulasan Singkat ...

3.1 Angkutan Darat ...

3.1.1 Panjang Jalan Provinsi Papua Barat ...

3.1.2 Kendaraan Bermotor...

3.2 Angkutan Laut ...

3.2.1 Kunjungan Kapal Di Pelabuhan Yang Diusahakan ...

3.2.2 Kunjungan Kapal Di Pelabuhan Yang Tidak Diusahakan ...

3.2.3 Bongkar Muat Barang Antar Pulau di Pelabuhan Yang

Halaman

i ii iv v vii

2 2 3 3 4 4

6 6 7

12 12 14 15 16 16 18

http://papuabarat.bps.go.id

...

http://papuabarat.bps.go.id

...

...

http://papuabarat.bps.go.id

...

...

http://papuabarat.bps.go.id

...

...

http://papuabarat.bps.go.id

...

...

http://papuabarat.bps.go.id

...

...

http://papuabarat.bps.go.id

...

...

http://papuabarat.bps.go.id

...

http://papuabarat.bps.go.id

Metode Inventaris Data Statistik Transportasi

http://papuabarat.bps.go.id

Metode Inventaris Data Statistik Transportasi Konsep dan Definisi ...

http://papuabarat.bps.go.id

Konsep dan Definisi ...

http://papuabarat.bps.go.id

Ulasan Singkat ..

http://papuabarat.bps.go.id

Ulasan Singkat ..

(7)

3.2.4 Bongkar Muat Barang Luar Negeri di Pelabuhan Yang Diusahakan ...

3.2.5 Jumlah Penumpang ...

3.3 Angkutan Udara ...

3.3.1 Kunjungan Pesawat ...

3.3.2 Bongkar Muat Barang ...

3.3.3 Jumlah Penumpang ...

21 22

24 25 27 30

http://papuabarat.bps.go.id

(8)

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 1

Tabel 2

Tabel 3

Tabel 4

Tabel 5

Tabel 6

Kunjungan Kapal Dari Dari Dalam Negeri Dan Luar Negeri Pelabuhan Yang Diusahakan Provinsi Papua Barat (Unit) 2013 – 2015 ...

Kunjungan Kapal (Unit) dan GT Kapal di 7 Pelabuhan Yang Tidak Diusahakan Di Papua Barat 2014 - 2015...

Bongkar Muat Barang Angkutan Antar Pulau Di Pelabuhan Yang Diusahakan Provinsi Papua Barat (Ton)

2013–2015 ...

Bongkar Muat Barang Angkutan Luar Negeri Di Pelabuhan Yang Diusahakan Provinsi Papua Barat (Ton) Tahun 2013–

2015 ...

Banyaknya Penumpang Debarkasi dan Embarkasi Menurut Pelabuhan Yang Diusahakan Provinsi Papua Barat

2013– 2015 ...

Banyaknya Kedatangan (landing) dan Keberangkatan (take off) Menurut Pelabuhan Udara Di Provinsi Papua Barat 2013 – 2015 ...

17

18

19

21

23

26

http://papuabarat.bps.go.id

Di Pelabuhan

http://papuabarat.bps.go.id

Di Pelabuhan ...

http://papuabarat.bps.go.id

...

Bongkar Muat Barang Angkutan Luar Negeri Di

http://papuabarat.bps.go.id

Bongkar Muat Barang Angkutan Luar Negeri Di

Papua Barat (Ton) Tahun 201

http://papuabarat.bps.go.id

Papua Barat (Ton) Tahun 201 ...

http://papuabarat.bps.go.id

...

Banyaknya Penumpang Debarkasi dan Embarkasi Menur

http://papuabarat.bps.go.id

Banyaknya Penumpang Debarkasi dan Embarkasi Menur ng Diusahakan Provinsi Papua Barat

http://papuabarat.bps.go.id

ng Diusahakan Provinsi Papua Barat

http://papuabarat.bps.go.id

...

http://papuabarat.bps.go.id

...

Banyaknya Kedatangan (

http://papuabarat.bps.go.id

Banyaknya Kedatangan (landing

http://papuabarat.bps.go.id

landing

http://papuabarat.bps.go.id

) Menurut Pelabuhan Udara Di

http://papuabarat.bps.go.id

) Menurut Pelabuhan Udara Di 5

http://papuabarat.bps.go.id

5 ...

http://papuabarat.bps.go.id

...

(9)

DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar 1 Ruas Jalan Trans Papua Barat Dalam Rencana Aksi

Percepatan Pembangunan Papua Barat 2011-2015 ... 12 Gambar 2 Distribusi Panjang Jalan Menurut Kondisi Jalan

2014 ... 14 Gambar 3 Distribusi Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan

2014 ... 15

Gambar 4 Banyaknya Kendaraan Bermotor Menurut Jenis Kendaraan Bermotor di Provinsi Papua Barat 2014………….. 16 Gambar 5 Bongkar Muat Barang Angkutan Antar Pulau Di Pelabuhan

Yang Diusahakan Provinsi Papua Barat (Ton)

2015 ... 20 Gambar 6 Bongkar Muat Barang Angkutan Luar Negeri Di Pelabuhan

Yang Diusahakan Provinsi Papua Barat (Ton)

2015 ... 22 Gambar 7 Banyaknya Penumpang Debarkasi dan Embarkasi

Menurut Pelabuhan Yang Tidak Diusahakan Provinsi Papua Barat 2015 ... 24 Gambar 8 Banyaknya Kunjungan Pesawat Di Seluruh Pelabuhan

Udara Provinsi Papua Barat 2013-2015 ... 25 Gambar 9 Banyaknya Bongkar Muat Barang Bagasi Di Seluruh

Pelabuhan Udara Provinsi Papua Barat

2013-2015 ... 27 Gambar 10 Banyaknya Bongkar Muat Barang Kargo Di Seluruh

Pelabuhan Udara Provinsi Papua Barat

2013-2015 ... 28

http://papuabarat.bps.go.id

...

http://papuabarat.bps.go.id

...

Banyaknya Kendaraan Bermotor Menurut Jenis

http://papuabarat.bps.go.id

Banyaknya Kendaraan Bermotor Menurut Jenis Provinsi Papua Barat

http://papuabarat.bps.go.id

Provinsi Papua Barat Bongkar Muat Barang Angkutan Antar Pulau

http://papuabarat.bps.go.id

Bongkar Muat Barang Angkutan Antar Pulau rovinsi Papua Barat (Ton)

http://papuabarat.bps.go.id

rovinsi Papua Barat (Ton)

...

http://papuabarat.bps.go.id

...

Bongkar Muat Barang Angkutan

http://papuabarat.bps.go.id

Bongkar Muat Barang Angkutan Yang Diusahakan

http://papuabarat.bps.go.id

Yang Diusahakan P

http://papuabarat.bps.go.id

Provinsi Papua Barat (Ton)

http://papuabarat.bps.go.id

rovinsi Papua Barat (Ton)

...

http://papuabarat.bps.go.id

...

Banyaknya Penumpang Debarkasi dan Embarkasi

http://papuabarat.bps.go.id

Banyaknya Penumpang Debarkasi dan Embarkasi Menurut

http://papuabarat.bps.go.id

Menurut Pelabuhan Yang

http://papuabarat.bps.go.id

Pelabuhan Yang Papua Barat

http://papuabarat.bps.go.id

Papua Barat

Banyaknya

http://papuabarat.bps.go.id

Banyaknya

(10)

Gambar 11 Banyaknya Bongkar Muat Barang Pos Di Seluruh Pelabuhan Udara Provinsi Papua Barat

2013-2015 ... 29 Gambar 12 Banyaknya Penumpang Pesawat Di Seluruh Pelabuhan

UdaraProvinsi Papua Barat 2013-2015 ... 30

http://papuabarat.bps.go.id

(11)

Daftar Lampiran

Halaman Lampiran 1 Panjang Jalan Kabupaten/Kota Di Provinsi Papua Barat

Menurut Kondisi Jalan 2014 (Km)... 32 Lampiran 2 Panjang Jalan Kabupaten Di Provinsi Papua Barat

Menurut Jenis Permukaan Jalan 2014 (Km)... 33 Lampiran 3 Persentase Panjang Jalan Dirinci Menurut

Kabupaten/Kota dan Kondisi Jalan Di Provinsi Papua Barat 2014 (Km)... 34 Lampiran 4 Persentase Panjang Jalan Dirinci Menurut

Kabupaten/Kota dan Jenis Permukaan Di Provinsi Papua Barat 2014 (Km)... 35 Lampiran 5 Jumlah Kendaraan Bermotor Menurut Kabupaten/Kota

Di Provinsi Papua Barat 2012 - 2014 (Km)... 36 Lampiran 6 Kunjungan Kapal Pelayaran Dalam Negeri Dan Pelayaran

Luar Negeri Pada Pelabuhan Yang Diusahakan Di Kota Sorong 2015... 38 Lampiran 7 Kunjungan Kapal Pelayaran Dalam Negeri Dan Pelayaran

Luar Negeri Pada Pelabuhan Yang Diusahakan Di Kabupaten Fakfak 2015... 39 Lampiran 8 Kunjungan Kapal Pelayaran Dalam Negeri Dan Pelayaran

Luar Negeri Pada Pelabuhan Yang Diusahakan Di Kabupaten Manokwari 2015... 40 Lampiran 9 Kunjungan Kapal Pelayaran Dalam Negeri Dan Pelayaran

Luar Negeri Pada Pelabuhan Yang Diusahakan Propinsi Papua Barat 2013 – 2015... 41 Lampiran 10 Banyaknya Bongkar Muat Barang Angkutan Antar Pulau

dan Angkutan Luar Negeri Pada Pelabuhan Yang Diusahakan Di Kota Sorong 2015 (Ton)... 42 Lampiran 11 Banyaknya Bongkar Muat Barang Angkutan Antar Pulau

dan Angkutan Luar Negeri Pada Pelabuhan Yang Diusahakan Di Kabupaten Fakfak 2015 (Ton)... 43

http://papuabarat.bps.go.id

...

http://papuabarat.bps.go.id

...

http://papuabarat.bps.go.id

...

Persentase Panjang Jalan Dirinci Menurut

http://papuabarat.bps.go.id

Persentase Panjang Jalan Dirinci Menurut Di

http://papuabarat.bps.go.id

Di Provinsi Papua

http://papuabarat.bps.go.id

Provinsi Papua ...

http://papuabarat.bps.go.id

...

http://papuabarat.bps.go.id

...

Kendaraan Bermotor Menurut

http://papuabarat.bps.go.id

Kendaraan Bermotor Menurut 2

http://papuabarat.bps.go.id

2 -

http://papuabarat.bps.go.id

- 201

http://papuabarat.bps.go.id

2014

http://papuabarat.bps.go.id

4 (Km)

http://papuabarat.bps.go.id

(Km)

http://papuabarat.bps.go.id

Kunjungan Kapal Pelayaran Dalam Negeri Dan Pelayaran

http://papuabarat.bps.go.id

Kunjungan Kapal Pelayaran Dalam Negeri Dan Pelayaran Luar Negeri Pada Pelabuhan Yang Dius

http://papuabarat.bps.go.id

Luar Negeri Pada Pelabuhan Yang Dius

...

http://papuabarat.bps.go.id

...

Kunjungan Kapal Pelayaran

http://papuabarat.bps.go.id

Kunjungan Kapal Pelayaran Luar Negeri

http://papuabarat.bps.go.id

Luar Negeri Pada Pelabuhan Yang Diusahaka

http://papuabarat.bps.go.id

Pada Pelabuhan Yang Diusahaka Kabupaten Fakfak 2015

http://papuabarat.bps.go.id

Kabupaten Fakfak 2015

http://papuabarat.bps.go.id

Kunjungan Kapal Pelayaran Dalam Negeri Dan Pelayaran

http://papuabarat.bps.go.id

Kunjungan Kapal Pelayaran Dalam Negeri Dan Pelayaran Luar

http://papuabarat.bps.go.id

LuarKabupaten Manokwari

http://papuabarat.bps.go.id

Kabupaten Manokwari

(12)

Lampiran 12 Banyaknya Bongkar Muat Barang Angkutan Antar Pulau dan Angkutan Luar Negeri Pada Pelabuhan Yang Diusahakan Di Kabupaten Manokwari 2015 (Ton)... 44 Lampiran 13 Banyaknya Bongkar Muat Barang Angkutan Antar Pulau

dan Angkutan Luar Negeri Pada Pelabuhan Yang Diusahakan Propinsi Papua Barat 2013 - 2015 (Ton)... 45 Lampiran 14 Banyaknya Penumpang Debarkasi dan Embarkasi Pada

Pelabuhan Yang Diusahakan Menurut Jenis Pelayaran Di Kota Sorong 2015... 46 Lampiran 15 Banyaknya Penumpang Debarkasi dan Embarkasi Pada

Pelabuhan Yang Diusahakan Menurut Jenis Pelayaran Kabupaten Fakfak 2015... 47 Lampiran 16 Banyaknya Penumpang Debarkasi dan Embarkasi Pada

Pelabuhan Yang Diusahakan Menurut Jenis Pelayaran Kabupaten Manokwari 2015... 48 Lampiran 17 Banyaknya Penumpang Debarkasi dan Embarkasi Pada

Pelabuhan Yang Diusahakan Menurut Jenis Pelayaran Provinsi Papua Barat 2013 – 2015... 49 Lampiran 18 Banyaknya Kunjungan Kapal, Kegiatan Bongkar Muat

Barang Dalam Negeri Serta Luar Negeri, Dan Arus Penumpang Pada Pelabuhan Yang Tidak Diusahakan Di Pelabuhan Kokas Kabupaten Fakfak 2015... 50 Lampiran 19 Banyaknya Kunjungan Kapal, Kegiatan Bongkar Muat

Barang Dalam Negeri Serta Luar Negeri, Dan Arus Penumpang Pada Pelabuhan Yang Tidak Diusahakan Di Pelabuhan Kaimana Kabupaten Kaimana 2015... 51 Lampiran 20 Banyaknya Kunjungan Kapal, Kegiatan Bongkar Muat

Barang Dalam Negeri Serta Luar Negeri, Dan Arus Penumpang Pada Pelabuhan Yang Tidak Diusahakan Di Pelabuhan Wasior Kabupaten Teluk Wondama 2015... 52 Lampiran 21 Banyaknya Kunjungan Kapal, Kegiatan Bongkar Muat

Barang Dalam Negeri Serta Luar Negeri, Dan Arus Penumpang Pada Pelabuhan Yang Tidak Diusahakan Di

http://papuabarat.bps.go.id

Banyaknya Penumpang Debarkasi dan Embarkasi Pada

http://papuabarat.bps.go.id

Banyaknya Penumpang Debarkasi dan Embarkasi Pada n Yang Diusahakan Menurut Jenis Pelay

http://papuabarat.bps.go.id

n Yang Diusahakan Menurut Jenis Pelayaran

http://papuabarat.bps.go.id

aran ...

http://papuabarat.bps.go.id

...

http://papuabarat.bps.go.id

...

Banyaknya Penumpang Debarkasi dan Embarkasi Pada

http://papuabarat.bps.go.id

Banyaknya Penumpang Debarkasi dan Embarkasi Pada Pelabuhan Yang Diusahakan Menurut Jenis Pelayara

http://papuabarat.bps.go.id

Pelabuhan Yang Diusahakan Menurut Jenis Pelayara ...

http://papuabarat.bps.go.id

...

Banyaknya Penumpang Debarkasi dan Embarkasi Pada

http://papuabarat.bps.go.id

Banyaknya Penumpang Debarkasi dan Embarkasi Pada Pelabuhan Yang Diusahakan Menurut Jenis Pelayaran

http://papuabarat.bps.go.id

Pelabuhan Yang Diusahakan Menurut Jenis Pelayaran 201

http://papuabarat.bps.go.id

2013

http://papuabarat.bps.go.id

3 –

http://papuabarat.bps.go.id

–2015...

http://papuabarat.bps.go.id

2015...

http://papuabarat.bps.go.id

Banyaknya Kunjungan Kapal, Kegiatan Bongkar Muat

http://papuabarat.bps.go.id

Banyaknya Kunjungan Kapal, Kegiatan Bongkar Muat Barang Dalam Negeri Serta Luar Negeri, Dan Arus

http://papuabarat.bps.go.id

Barang Dalam Negeri Serta Luar Negeri, Dan Arus Penumpang Pada Pelabuhan Y

http://papuabarat.bps.go.id

Penumpang Pada Pelabuhan Y Pelabuhan Ko

http://papuabarat.bps.go.id

Pelabuhan Kokas Kabupaten Fakfak 2015...

http://papuabarat.bps.go.id

kas Kabupaten Fakfak 2015...

http://papuabarat.bps.go.id

Banyaknya Kunjungan

http://papuabarat.bps.go.id

Banyaknya Kunjungan

Barang Dalam Negeri Serta Luar Negeri, Dan Arus

http://papuabarat.bps.go.id

Barang Dalam Negeri Serta Luar Negeri, Dan Arus Penumpang Pada Pelabuhan Yang Tidak Diusahakan

http://papuabarat.bps.go.id

Penumpang Pada Pelabuhan Yang Tidak Diusahakan Pelabuhan Kaima

http://papuabarat.bps.go.id

Pelabuhan Kaima

(13)

Lampiran 22 Banyaknya Kunjungan Kapal, Kegiatan Bongkar Muat Barang Dalam Negeri Serta Luar Negeri, Dan Arus Penumpang Pada Pelabuhan Yang Tidak Diusahakan Di Pelabuhan Manokwari Kabupaten Manokwari 2015... 54 Lampiran 23 Banyaknya Kunjungan Kapal, Kegiatan Bongkar Muat

Barang Dalam Negeri Serta Luar Negeri, Dan Arus Penumpang Pada Pelabuhan Yang Tidak Diusahakan Di Pelabuhan Teminabuan Kabupaten Sorong Selatan 2015... 55 Lampiran 24 Banyaknya Kunjungan Kapal, Kegiatan Bongkar Muat

Barang Dalam Negeri Serta Luar Negeri, Dan Arus Penumpang Pada Pelabuhan Yang Tidak Diusahakan Di Pelabuhan Saonek Kabupaten Raja Ampat 2015………. 56 Lampiran 25 Banyaknya Kunjungan Kapal, Kegiatan Bongkar Muat

Barang Dalam Negeri Serta Luar Negeri, Dan Arus Penumpang Pada Pelabuhan Yang Tidak Diusahakan Di Pelabuhan Arar Kabupaten Kab Sorong 2015……… 57 Lampiran 26 Banyaknya Kunjungan Kapal, Kegiatan Bongkar Muat

Barang Dalam Negeri Serta Luar Negeri, Dan Arus Penumpang Pada Pelabuhan Yang Tidak Diusahakan Di Provinsi Papua Barat 2015... 58 Lampiran 27 Banyaknya Arus Kunjungan Pesawat Terbang dan Arus

Kunjungan Penumpang Menurut Bandar Udara Di Provinsi Papua Barat 2015... 60 Lampiran 28 Banyaknya Bongkar Muat, Bagasi, Barang dan Pos

Menurut Bandar Udara di Provinsi Papua Barat 2015... 61

http://papuabarat.bps.go.id

Banyaknya Kunjungan Kapal, Kegiatan Bongkar Muat

http://papuabarat.bps.go.id

Banyaknya Kunjungan Kapal, Kegiatan Bongkar Muat Barang Dalam Negeri Serta Luar Negeri, Dan Arus

http://papuabarat.bps.go.id

Barang Dalam Negeri Serta Luar Negeri, Dan Arus Penumpang Pada Pelabuhan Yang Tidak Diusahakan Di

http://papuabarat.bps.go.id

Penumpang Pada Pelabuhan Yang Tidak Diusahakan Di Kabupaten Raja Ampat

http://papuabarat.bps.go.id

Kabupaten Raja Ampat 201

http://papuabarat.bps.go.id

2015

http://papuabarat.bps.go.id

5…

http://papuabarat.bps.go.id

Banyaknya Kunjungan Kapal, Kegiatan Bongkar Muat

http://papuabarat.bps.go.id

Banyaknya Kunjungan Kapal, Kegiatan Bongkar Muat Barang Dalam Negeri Serta Luar Negeri, Dan Arus

http://papuabarat.bps.go.id

Barang Dalam Negeri Serta Luar Negeri, Dan Arus Penumpang Pada Pelabuhan Yang Tidak Diusahakan Di

http://papuabarat.bps.go.id

Penumpang Pada Pelabuhan Yang Tidak Diusahakan Di Kabupaten Kab Sorong 2015

http://papuabarat.bps.go.id

Kabupaten Kab Sorong 2015 Banyaknya Kunjungan Kapal, Kegiatan Bongk

http://papuabarat.bps.go.id

Banyaknya Kunjungan Kapal, Kegiatan Bongk

Barang Dalam Negeri Serta Luar Negeri, Dan Arus

http://papuabarat.bps.go.id

Barang Dalam Negeri Serta Luar Negeri, Dan Arus Penumpang Pada Pelabuhan Yang Tidak Diusahakan

http://papuabarat.bps.go.id

Penumpang Pada Pelabuhan Yang Tidak Diusahakan Provinsi Papu

http://papuabarat.bps.go.id

Provinsi Papua Barat 2015

http://papuabarat.bps.go.id

a Barat 2015

http://papuabarat.bps.go.id

Banyaknya Arus Kunjungan Pesawat Terbang dan Arus

http://papuabarat.bps.go.id

Banyaknya Arus Kunjungan Pesawat Terbang dan Arus Kunjungan Penumpang

http://papuabarat.bps.go.id

Kunjungan Penumpang Provinsi Papua Barat 2015

http://papuabarat.bps.go.id

Provinsi Papua Barat 2015

Banyaknya

http://papuabarat.bps.go.id

Banyaknya

Menurut Bandar Udara

http://papuabarat.bps.go.id

Menurut Bandar Udara

(14)

2015

http://papuabarat.bps.go.id

http://papuabarat.bps.go.id

http://papuabarat.bps.go.id

http://papuabarat.bps.go.id

http://papuabarat.bps.go.id

http://papuabarat.bps.go.id

http://papuabarat.bps.go.id

(15)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam rangka menunjang pelaksanaan pembangunan nasional, sektor perhubungan mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis karena kesediaan fasilitas angkutan dan komunikasi berperan sebagai urat nadi perekonomian suatu negara. Perkembangan ekonomi, mobilitas manusia dan perkembangan arus barang serta jasa, memerlukan sarana dan prasarana pendukung berupa transportasi yang memadai dan lancar.

Sektor perhubungan merupakan bagian integral dari kegiatan produksi dan distribusi yang peranannya sangat penting sebagai penunjang maupun perangsang perkembangan ekonomi suatu wilayah dan sektor pembangunan lainnya di wilayah tersebut. Semakin bagus infrastruktur perhubungan yang dimiliki oleh suatu wilayah, maka percepatan perkembangan ekonomi di wilayah tersebut dapat diwujudkan.

Pemerataan pembangunan dan konektivitas berbagai kegiatan ekonomi juga hanya dapat terwujud jika development pada sektor ini secara fokus terus dikembangkan.

Khusus untuk wilayah-wilayah yang ada di Indonesia bagian timur, persoalan sektor perhubungan terhadap perkembangan ekonomi memiliki urgensi yang cukup dominan.

Papua Barat sebagai salah satu wilayah di Indonesia bagian timur, memiliki posisi geografis sangat strategis dibagian barat Pulau Papua. Posisi ini membuat Papua Barat sebagai pintu masuk pada persilangan jalur transportasi dan perdagangan baik untuk wilayah bagian utara maupun bagian selatan wilayah Pulau Papua. Berbagai kapal penumpang, kapal barang dan juga pesawat terbang dari berbagai wilayah di Indonesia menjadikan pelabuhan laut dan pelabuhan udara Papua Barat sebagai jalur transit. Sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa sektor perhubungan di Papua Barat memiliki peranan yang sangat dominan baik bagi perkembangan ekonomi regional, nasional atau bahkan internasional.

http://papuabarat.bps.go.id

perkembangan arus barang serta jasa, memerlukan sarana dan prasarana

http://papuabarat.bps.go.id

perkembangan arus barang serta jasa, memerlukan sarana dan prasarana pendukung berupa transportasi yang memadai dan lancar.

http://papuabarat.bps.go.id

pendukung berupa transportasi yang memadai dan lancar.

Sektor perhubungan merupakan bagian integral dari kegiatan produksi dan

http://papuabarat.bps.go.id

Sektor perhubungan merupakan bagian integral dari kegiatan produksi dan distribusi yang peranannya sangat penting sebagai penunjang maupun perangsang

http://papuabarat.bps.go.id

distribusi yang peranannya sangat penting sebagai penunjang maupun perangsang perkembangan ekonomi suatu wilayah dan sektor pembangunan lainnya di wilayah

http://papuabarat.bps.go.id

perkembangan ekonomi suatu wilayah dan sektor pembangunan lainnya di wilayah tersebut. Semakin bagus infrastruktur perhubungan yang dimiliki oleh suatu wilayah,

http://papuabarat.bps.go.id

tersebut. Semakin bagus infrastruktur perhubungan yang dimiliki oleh suatu wilayah, maka percepatan perkembangan ekonomi di wilayah tersebut dapat diwujudkan.

http://papuabarat.bps.go.id

maka percepatan perkembangan ekonomi di wilayah tersebut dapat diwujudkan.

http://papuabarat.bps.go.id

Pemerataan pembangunan dan konektivitas berbagai kegiatan ekonomi juga hanya

http://papuabarat.bps.go.id

Pemerataan pembangunan dan konektivitas berbagai kegiatan ekonomi juga hanya development

http://papuabarat.bps.go.id

development pada sektor ini secara fokus terus dikembangkan.

http://papuabarat.bps.go.id

pada sektor ini secara fokus terus dikembangkan.

development pada sektor ini secara fokus terus dikembangkan.

development

http://papuabarat.bps.go.id

development pada sektor ini secara fokus terus dikembangkan.

development

Khusus untuk wilayah-wilayah yang ada di Indonesia bagian timur, persoalan sektor

http://papuabarat.bps.go.id

Khusus untuk wilayah-wilayah yang ada di Indonesia bagian timur, persoalan sektor

http://papuabarat.bps.go.id

perhubungan terhadap perkembangan ekonomi memiliki urgensi yang cukup

http://papuabarat.bps.go.id

perhubungan terhadap perkembangan ekonomi memiliki urgensi yang cukup

Papua Barat sebagai salah satu wilayah di Indonesia bagian timur, memiliki

http://papuabarat.bps.go.id

Papua Barat sebagai salah satu wilayah di Indonesia bagian timur, memiliki posisi geografis sangat strategis di

http://papuabarat.bps.go.id

posisi geografis sangat strategis di

(16)

Oleh karena itu untuk melihat perkembangan, perencanaan dan evaluasi di bidang transportasi tersebut dibutuhkan informasi, khusus berupa data statistik transportasi yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi terhadap hasil-hasil yang telah dicapai. Publikasi “Statistik Transportasi Provinsi Papua Barat Tahun 2015”

hadir untuk memenuhi tuntutan kebutuhan tersebut, sehingga diharapkan dengan disusunnya publikasi ini perencanaan dan evaluasi pembangunan sektor perhubungan dapat lebih mudah untuk dilaksanakan.

1.2 Maksud dan Tujuan

Data statistik transportasi mempunyai kegunaan untuk memberikan informasi tentang perkembangan angkutan laut, angkutan darat, angkutan udara serta perkembangan pos dan telekomunikasi.

Selain maksud dan tujuan di atas, data tersebut dapat digunakan dalam perencanaan pembangunan, baik di Daerah Tingkat I maupun Tingkat II serta memberikan informasi kepada masyarakat dan dunia usaha atas perkembangan fasilitas angkutan, jasa pos dan telekomunikasi.

1.3 Ruang Lingkup

Penyajian data Statistik Transportasi Papua Barat 2015 masih terbatas pada:

a. Angkutan Darat

Statistik angkutan Darat meliputi semua panjang jalan di Provinsi Papua Barat baik dibawah wewenang pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, panjang jalan tersebut disajikan menurut kondisi, jenis permukaan dan klasifikasi jalan dan banyaknya perusahaan bis umum dan angkutan truk baik yang beroperasi di dalam kota maupun antar kota di Provinsi Papua Barat.

b. Angkutan Laut

Statistik angkutan laut meliputi laporan banyaknya kunjungan kapal, bongkar muat barang dari pelabuhan-pelabuhan, jumlah penumpang di Provinsi Papua Barat.

http://papuabarat.bps.go.id

Data statistik transportasi mempunyai kegunaan untuk memberikan informasi

http://papuabarat.bps.go.id

Data statistik transportasi mempunyai kegunaan untuk memberikan informasi tentang perkembangan angkutan laut, angkutan darat, angkutan udara serta

http://papuabarat.bps.go.id

tentang perkembangan angkutan laut, angkutan darat, angkutan udara serta

Selain maksud dan tujuan di atas, data tersebut dapat digunakan dalam

http://papuabarat.bps.go.id

Selain maksud dan tujuan di atas, data tersebut dapat digunakan dalam perencanaan pembangunan, baik di Daerah Tingkat I maupun Tingkat II serta

http://papuabarat.bps.go.id

perencanaan pembangunan, baik di Daerah Tingkat I maupun Tingkat II serta memberikan informasi kepada masyarakat dan dunia usaha atas perkembangan

http://papuabarat.bps.go.id

memberikan informasi kepada masyarakat dan dunia usaha atas perkembangan fasilitas angkutan, jasa pos dan telekomunikasi.

http://papuabarat.bps.go.id

fasilitas angkutan, jasa pos dan telekomunikasi.

Penyajian data Statistik Transportasi Papua Barat 201

http://papuabarat.bps.go.id

Penyajian data Statistik Transportasi Papua Barat 201

http://papuabarat.bps.go.id

Angkutan Darat

http://papuabarat.bps.go.id

Angkutan Darat

Statistik angkutan Darat meliputi semua panjang jalan di Provinsi Papua Barat

http://papuabarat.bps.go.id

Statistik angkutan Darat meliputi semua panjang jalan di Provinsi Papua Barat

http://papuabarat.bps.go.id

baik dibawah wewenang pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,

http://papuabarat.bps.go.id

baik dibawah wewenang pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,

(17)

c. Angkutan Udara

Statistik angkutan udara meliputi laporan hasil pengolahan bandar udara yang berada di Papua Barat dirinci menurut banyaknya pesawat terbang yang datang dan berangkat, banyaknya penumpang dan banyaknya barang-barang yang diangkut.

1.4 Batasan Penulisan

Penulisan publikasi Statistik Transportasi Provinsi Papua Barat 2015 ini didasarkan pada inventarisasi data yang berasal dari beberapa survei yang sifatnya tahunan maupun bulanan yang dilaksanakan di Provinsi Papua Barat, untuk survei bulanan, data tahun 2015, dikumpulkan pada masing-masing bulan yang bersangkutan selama tahun 2015, sedangkan untuk survei tahunan yang dikumpulkan pada tahun 2015 adalah data tahun 2014.

1.5 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan publikasi Statistik Transportasi Provinsi Papua Barat 2015 ini dibagi menjadi 3 bab, antara lain:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi pendahuluan yang mencakup latar belakang, maksud dan tujuan, ruang lingkup, batasan penulisan dan sistematika penulisan.

BAB II METODOLOGI

Bab ini menyajikan mengenai metodologi dan konsep definisi.

BAB III ULASAN SINGKAT

Bab ini menyajikan mengenai uraian singkat tentang perkembangan keadaan sarana/fasilitas angkutan darat, laut, dan udara di Provinsi Papua Barat.

http://papuabarat.bps.go.id

pua Barat, untuk survei

http://papuabarat.bps.go.id

pua Barat, untuk survei dikumpulkan pada masing

http://papuabarat.bps.go.id

dikumpulkan pada masing-

http://papuabarat.bps.go.id

-masing bulan yang

http://papuabarat.bps.go.id

masing bulan yang , sedangkan untuk survei tahunan

http://papuabarat.bps.go.id

, sedangkan untuk survei tahunan adalah data tahun 201

http://papuabarat.bps.go.id

adalah data tahun 2014

http://papuabarat.bps.go.id

4.

http://papuabarat.bps.go.id

.

Sistematika penulisan publikasi Statistik Transportasi Provinsi Papua Barat

http://papuabarat.bps.go.id

Sistematika penulisan publikasi Statistik Transportasi Provinsi Papua Barat ini dibagi menjadi 3 bab, antara lain:

http://papuabarat.bps.go.id

ini dibagi menjadi 3 bab, antara lain:

Bab ini berisi pendahuluan yang mencakup latar belakang, maksud dan tujuan,

http://papuabarat.bps.go.id

Bab ini berisi pendahuluan yang mencakup latar belakang, maksud dan tujuan, ruang lingkup, batasan penulisan dan sistematika penulisan

http://papuabarat.bps.go.id

ruang lingkup, batasan penulisan dan sistematika penulisan BAB II METODOLOGI

http://papuabarat.bps.go.id

BAB II METODOLOGI

Bab ini menyajikan mengenai metodologi dan konsep definisi.

http://papuabarat.bps.go.id

Bab ini menyajikan mengenai metodologi dan konsep definisi.

BAB III ULASAN SINGKAT

http://papuabarat.bps.go.id

BAB III ULASAN SINGKAT

(18)

2015

http://papuabarat.bps.go.id

http://papuabarat.bps.go.id

http://papuabarat.bps.go.id

http://papuabarat.bps.go.id

http://papuabarat.bps.go.id

http://papuabarat.bps.go.id

http://papuabarat.bps.go.id

(19)

BAB II METODOLOGI

2.1 Metode Inventaris Data Statistik Transportasi

Sumber data Statistik Transportasi 2015 adalah kompilasi data yang dikumpulkan dari dinas atau instansi atau perusahaan terkait. Kompilasi data terdiri dari kompilasi data tahunan dan bulanan, yang pengumpulannya dilakukan BPS pada tahun 2015 hingga awal 2016. Kompilasi data tahunan dan bulanan sama-sama dilakukan di tahun yang sama, namun berbeda cakupan tahun datanya.

Kompilasi data tahunan meliputi collecting data PJR (Panjang Jalan Raya) yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum di seluruh Propinsi Papua Barat dan collecting data AJR (Angkutan Jalan Raya) yang bersumber dari Dinas Lalu lintas Angkutan Jalan (DLLAJ), Dinas Perhubungan se-kabupaten/kota di Propinsi Papua Barat. Kompilasi data tahunan dikumpulkan secara rutin setiap tahun sekali dengan cakupan data adalah n-1, dengan n merupakan tahun pengumpulan data. Dalam publikasi Statistik Transportasi 2015 ditampilkan data PJR 2014 dan AJR 2015 dari kompilasi data tahunan 2014 dan 2015.

Selanjutnya kompilasi data bulanan meliputi collecting data untuk angkutan laut dan angkutan udara. Data angkutan laut dikompilasi dari laporan SIMOPPEL, yang mana merupakan rekapitulasi arus kunjungan kapal yang dikumpulkan dari PT.

PELINDO dan laporan TII-UPT, yang mana merupakan rekapitulasi arus kunjungan kapal yang dikumpulkan oleh Kantor Administrasi Pelabuhan (ADPEL), Direktur Jenderal Perhubungan Laut. Dalam publikasi Statistik Transportasi 2015 ditampilkan hasil rekapitulasi data SIMOPPEL dan TII-UPT tahun 2015 dari kompilasi data bulanan 2015.

Kemudian untuk data angkutan udara dikompilasi dari laporan bandara Model III/1, yang mana merupakan rekapitulasi arus kunjungan pesawat udara yang dikumpulkan dari seluruh bandara yang berada di Provinsi Papua Barat. Dalam publikasi Statistik Transportasi 2015 ditampilkan hasil rekapitulasi data bandara Model III/1 tahun 2015 dari kompilasi data bulanan 2015.

http://papuabarat.bps.go.id

tahun datanya.

http://papuabarat.bps.go.id

tahun datanya.

PJR (Panjang Jalan Raya)

http://papuabarat.bps.go.id

PJR (Panjang Jalan Raya) Dinas Pekerjaan Umum di seluruh Propinsi Papua Barat dan

http://papuabarat.bps.go.id

Dinas Pekerjaan Umum di seluruh Propinsi Papua Barat dan yang bersumber

http://papuabarat.bps.go.id

yang bersumber Dinas Perhubungan se

http://papuabarat.bps.go.id

Dinas Perhubungan se-

http://papuabarat.bps.go.id

-kabupaten/kota di Propinsi Pa

http://papuabarat.bps.go.id

kabupaten/kota di Propinsi Pa kumpulkan secara rutin setiap

http://papuabarat.bps.go.id

kumpulkan secara rutin setiap n

http://papuabarat.bps.go.id

n merupakan

http://papuabarat.bps.go.id

merupakan kasi Statistik Transportasi 201

http://papuabarat.bps.go.id

kasi Statistik Transportasi 2015

http://papuabarat.bps.go.id

5 ditampi

http://papuabarat.bps.go.id

ditampi 2014

http://papuabarat.bps.go.id

2014 dan 2015

http://papuabarat.bps.go.id

dan 2015

http://papuabarat.bps.go.id

kompilasi data bulanan

http://papuabarat.bps.go.id

kompilasi data bulanan

dan angkutan udara. Data angkutan laut dikompilasi dari

http://papuabarat.bps.go.id

dan angkutan udara. Data angkutan laut dikompilasi dari

merupakan rekapitulasi arus kunjungan kapal yang dikumpulkan dari PT

http://papuabarat.bps.go.id

merupakan rekapitulasi arus kunjungan kapal yang dikumpulkan dari PT dan laporan TII

http://papuabarat.bps.go.id

dan laporan TII

kapal yang dikumpulkan oleh

http://papuabarat.bps.go.id

kapal yang dikumpulkan oleh

(20)

2.2 Konsep dan Definisi

Beberapa konsep dan definisi yang digunakan pada penulisan buku ini antara lain:

Angkutan Darat:

a.) Jalan adalah suatu prasarana perhubungan darat dalam bentuk apapun yang diperuntukkan bagi lalu lintas umum (kecuali jalan kereta api/rel) yang berada di atas permukaan tanah, termasuk jalan yang di bawah tanah (terowongan), jalan layang dan jalan yang melintasi sungai besar.

b.) Jalan Nasional merupakan jalan arteri dan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan antar ibukota provinsi, dan jalan strategis nasional, serta jalan tol.

c.) Jalan Provinsi merupakan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan ibukota provinsi dengan ibukota kabupaten/kota, atau antar ibukota kabupaten/kota, dan jalan strategis provinsi.

d.) Jalan Kabupaten merupakan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang tidak termasuk pada jalan nasional dan jalan provinsi, yang menghubungkan ibukota kabupaten dengan ibukota kecamatan, antar ibukota kecamatan, ibukota kabupaten dengan pusat kegiatan lokal, antarpusat kegiatan lokal, serta jalan umum dalam sistem jaringan jalan sekunder dalam wilayah kabupaten, dan jalan strategis kabupaten.

e.) Jalan Kota merupakan jalan umum dalam sistem jaringan jalan sekunder yang menghubungkan antar pusat pelayanan dalam kota, menghubungkan pusat pelayanan dengan persil, menghubungkan antar persil, serta menghubungkan antar pusat permukiman yang berada di dalam kota.

f.) Jalan Aspal adalah jalan yang permukaannya dilapisi aspal.

g.) Jalan Kerikil adalah jalan yang permukaannya telah diperkeras dan dilapisi kerikil.

h.) Jalan Tanah adalah jalan yang belum diperkeras dan masih terdiri atas lapisan tanah biasa.

http://papuabarat.bps.go.id

merupakan jalan arteri dan jalan kolektor dalam sistem jaringan

http://papuabarat.bps.go.id

merupakan jalan arteri dan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan antar ibukota provinsi, dan jalan strategis

http://papuabarat.bps.go.id

jalan primer yang menghubungkan antar ibukota provinsi, dan jalan strategis

merupakan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang

http://papuabarat.bps.go.id

merupakan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan ibukota provinsi dengan ibukota kabupaten/kota, atau antar

http://papuabarat.bps.go.id

menghubungkan ibukota provinsi dengan ibukota kabupaten/kota, atau antar ibukota kabupaten/kota, dan jalan strategis provinsi.

http://papuabarat.bps.go.id

ibukota kabupaten/kota, dan jalan strategis provinsi.

merupakan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer

http://papuabarat.bps.go.id

merupakan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang tidak termasuk pada jalan nasional dan jalan provinsi, yang

http://papuabarat.bps.go.id

yang tidak termasuk pada jalan nasional dan jalan provinsi, yang

http://papuabarat.bps.go.id

menghubungkan ibukota kabupaten dengan ibukota kecamatan, antar ibukota

http://papuabarat.bps.go.id

menghubungkan ibukota kabupaten dengan ibukota kecamatan, antar ibukota kecamatan, ibukota kabupaten dengan pusat kegiatan lokal, antarpusat kegiatan

http://papuabarat.bps.go.id

kecamatan, ibukota kabupaten dengan pusat kegiatan lokal, antarpusat kegiatan lokal, serta jalan umum dalam sistem jaringan jalan sekunder dalam wilayah

http://papuabarat.bps.go.id

lokal, serta jalan umum dalam sistem jaringan jalan sekunder dalam wilayah kabupaten, dan jalan strategis kabupaten.

http://papuabarat.bps.go.id

kabupaten, dan jalan strategis kabupaten.

Jalan Kota

http://papuabarat.bps.go.id

Jalan Kota merupakan jalan umum dalam sistem jaringan jalan sekunder yang

http://papuabarat.bps.go.id

merupakan jalan umum dalam sistem jaringan jalan sekunder yang

http://papuabarat.bps.go.id

menghubungkan antar pusat pelayanan dalam kota, menghubungkan pusat

http://papuabarat.bps.go.id

menghubungkan antar pusat pelayanan dalam kota, menghubungkan pusat

(21)

i.) Jalan Baik adalah jalan yang dapat dilalui oleh kendaraan dengan kecepatan 60 km per jam dan selama 2 tahun mendatang tanpa pemeliharaan pada pengerasan jalan.

j.) Jalan Sedang adalah jalan yang dapat dilalui oleh kendaraan dengan kecepatan 40-60 km per jam dan selama 1 tahun mendatang tanpa rehabilitasi pada pengerasan jalan.

k.) Jalan Rusak adalah jalan yang dapat dilalui oleh kendaraan dengan kecepatan 20-40 km per jam dan perlu perbaikan pondasi jalan.

l.) Jalan Rusak Berat adalah jalan yang dapat dilalui oleh kendaraan dengan kecepatan 0-20 km per jam.

m.) Kendaraan adalah suatu sarana angkut di jalan yang terdiri atas kendaraan bermotor dan kendaraan tidak bermotor.

n.) Kendaraan Bermotor adalah setiap kendaraan yang digerakan oleh peralatan mekanik berupa mesin selain kendaraan yang berjalan di atas rel. Kendaraan bermotor yang dicatat adalah semua jenis kendaraan kecuali kendaraan bermotor TNI/Polri dan Korps Diplomatik.

o.) Mobil Penumpang adalah kendaraan bermotor angkutan orang yang memiliki tempat duduk maksimal 8 (delapan) orang, termasuk untuk pengemudi atau yang beratnya tidak lebih dari 3.500 (tiga ribu lima ratus) kilogram.

p.) Mobil Bus kendaraan bermotor angkutan orang yang memiliki tempat duduk lebih dari 8 (delapan) orang, termasuk untuk pengemudi atau yang beratnya lebih dari 3.500 (tiga ribu lima ratus) kilogram.

q.) Mobil Barang adalah kendaraan bermotor yang digunakan untuk mengangkut barang selain dari mobil penumpang, mobil bis dan kendaraan roda dua.

Angkutan Laut:

a.) Pelabuhan adalah tempat yang terdiri dari daratan dan perairan di sekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, berlabuh, naik turun penumpang dan atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan

http://papuabarat.bps.go.id

adalah suatu sarana angkut di jalan yang terdiri atas kendaraan

http://papuabarat.bps.go.id

adalah suatu sarana angkut di jalan yang terdiri atas kendaraan

adalah setiap kendaraan yang digerakan oleh peralatan

http://papuabarat.bps.go.id

adalah setiap kendaraan yang digerakan oleh peralatan mekanik berupa mesin selain kendaraan yang berjalan di atas rel. Kendaraan

http://papuabarat.bps.go.id

mekanik berupa mesin selain kendaraan yang berjalan di atas rel. Kendaraan bermotor yang dicatat adalah semua jenis kendaraan kecuali kendaraan

http://papuabarat.bps.go.id

bermotor yang dicatat adalah semua jenis kendaraan kecuali kendaraan bermotor TNI/Polri dan Korps Diplomatik.

http://papuabarat.bps.go.id

bermotor TNI/Polri dan Korps Diplomatik.

kendaraan bermotor angkutan orang

http://papuabarat.bps.go.id

kendaraan bermotor angkutan orang

tempat duduk maksimal 8 (delapan) orang, termasuk untuk pengemudi atau

http://papuabarat.bps.go.id

tempat duduk maksimal 8 (delapan) orang, termasuk untuk pengemudi atau

http://papuabarat.bps.go.id

yang beratnya tidak lebih dari 3.500 (tiga ribu lima ratus) kilogram.

http://papuabarat.bps.go.id

yang beratnya tidak lebih dari 3.500 (tiga ribu lima ratus) kilogram.

kendaraan bermotor angkutan orang yang memiliki tempat duduk

http://papuabarat.bps.go.id

kendaraan bermotor angkutan orang yang memiliki tempat duduk lebih dari 8 (delapan) orang, termasuk untuk pengemudi atau yang beratnya

http://papuabarat.bps.go.id

lebih dari 8 (delapan) orang, termasuk untuk pengemudi atau yang beratnya lebih dari 3.500 (tiga ribu lima ratus) kilogram.

http://papuabarat.bps.go.id

lebih dari 3.500 (tiga ribu lima ratus) kilogram.

Mobil Barang

http://papuabarat.bps.go.id

Mobil Barang

(22)

fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi.

b.) Pelabuhan Laut adalah pelabuhan umum yang menurut kegiatannya melayani kegiatan angkutan laut.

c.) Pelabuhan Yang Diusahakan adalah pelabuhan laut yang dikelola oleh PT (Persero) Pelabuhan Indonesia yang diselenggarakan untuk memberikan fasilitas-fasilitas yang diperlukan bagi kapal yang memasuki pelabuhan untuk melakukan kegiatan bongkar muat barang dan lain-lain.

d.) Pelabuhan Yang Tidak Diusahakan adalah pelabuhan laut yang dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis/Satuan Kerja pelabuhan di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Perhubungan yang pembinaan teknis operasional oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Sedangkan tugas dan fungsinya sama dengan pelabuhan yang diusahakan, tetapi fasilitas yang dimiliki belum selengkap pelabuhan yang diusahakan.

e.) Pelayanan Luar Negeri adalah kegiatan angkutan laut ke atau dari luar negeri yang dilakukan secara tetap dan teratur dan atau dengan pelayaran yang tidak tetap dan tidak teratur dengan menggunakan semua jenis kapal.

f.) Pelayaran Dalam Negeri adalah kegiatan angkutan laut antar pelabuhan di wilayah Indonesia yang dilakukan secara tetap dan teratur (berkala) dan atau dilakukan dengan tidak tetap dan tidak teratur (tidak berkala) dengan menggunakan jenis kapal, termasuk kapal asing yang dioperasikan secara charter oleh perusahaan nasional.

g.) Pelayaran Antar Pulau adalah kegiatan pelayaran antar pelabuhan Indonesia.

h.) Kantor Administrasi Pelabuhan (ADPEL)/Kantor Pelabuhan (KANPEL) adalah unit pelaksana teknis di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Perhubungan Laut.

i.) Kunjungan Kapal adalah kapal yang datang di pelabuhan, baik untuk berlabuh di perairan maupun bersandar di dermaga.

j.) Gross Register Ton (GRT) adalah satuan untuk menghitung volume ruangan di

http://papuabarat.bps.go.id

Unit Pelaksana Teknis/Satuan Kerja pelabuhan di lingkungan Kantor Wilayah

http://papuabarat.bps.go.id

Unit Pelaksana Teknis/Satuan Kerja pelabuhan di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Perhubungan yang pembinaan teknis operasional oleh Direktorat

http://papuabarat.bps.go.id

Departemen Perhubungan yang pembinaan teknis operasional oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Sedangkan tugas dan fungsinya sama dengan

http://papuabarat.bps.go.id

Jenderal Perhubungan Laut. Sedangkan tugas dan fungsinya sama dengan pelabuhan yang diusahakan, tetapi fasilitas yang dimiliki belum selengkap

http://papuabarat.bps.go.id

pelabuhan yang diusahakan, tetapi fasilitas yang dimiliki belum selengkap

adalah kegiatan angkutan laut ke atau dari luar negeri

http://papuabarat.bps.go.id

adalah kegiatan angkutan laut ke atau dari luar negeri yang dilakukan secara tetap dan teratur dan atau dengan pelayaran yang tidak

http://papuabarat.bps.go.id

yang dilakukan secara tetap dan teratur dan atau dengan pelayaran yang tidak tetap dan tidak teratur dengan menggunakan semua jenis kapal.

http://papuabarat.bps.go.id

tetap dan tidak teratur dengan menggunakan semua jenis kapal.

http://papuabarat.bps.go.id

Pelayaran Dalam Negeri

http://papuabarat.bps.go.id

Pelayaran Dalam Negeri adalah kegiatan angkutan laut antar pelabuhan di

http://papuabarat.bps.go.id

adalah kegiatan angkutan laut antar pelabuhan di wilayah Indonesia yang dilakukan secara tetap dan teratur (berkala) dan atau

http://papuabarat.bps.go.id

wilayah Indonesia yang dilakukan secara tetap dan teratur (berkala) dan atau dilakukan dengan tidak tetap dan tidak teratur (tidak berkala) dengan

http://papuabarat.bps.go.id

dilakukan dengan tidak tetap dan tidak teratur (tidak berkala) dengan

http://papuabarat.bps.go.id

menggunakan jenis kapal, termasuk kapal asing yang dioperasikan secara

http://papuabarat.bps.go.id

menggunakan jenis kapal, termasuk kapal asing yang dioperasikan secara oleh perusahaan nasional.

http://papuabarat.bps.go.id

oleh perusahaan nasional.

Pelayaran Antar Pulau

http://papuabarat.bps.go.id

Pelayaran Antar Pulau

(23)

k.) Length Over All (LOA) adalah panjang keseluruhan kapal.

l.) Penumpang Turun/Debarkasi adalah penumpang yang turun dari kapal yang diangkut dari pelabuhan asal.

m.) Penumpang Naik/Embarkasi adalah penumpang yang naik ke dalam kapal untuk berangkat ke pelabuhan tujuan.

n.) Bongkar/Impor Barang adalah pembongkaran barang dari kapal ke darat setelah kapal itu tiba dari dalam negeri atau luar negeri.

o.) Muat/Ekspor Barang adalah pemuatan barang ke kapal sebelum pemberangkatan kapal ke pelabuhan tujuan di dalam negeri atau luar negeri.

Angkutan Udara:

a.) Bandar Udara adalah suatu tempat/area yang memiliki fasilitas dan peralatan untuk menampung kedatangan, keberangkatan dan pergerakan pesawat terbang beserta penumpang dan barang yang diangkutnya.

b.) Berangkat/Muat adalah aktifitas lalu lintas penerbangan di pelabuhan pencatatan untuk kemudian melanjutkan penerbangan ke tempat tujuan.

c.) Transit adalah penumpang yang singgah di pelabuhan pencatatan untuk kemudian melanjutkan penerbangan ke tempat tujuan.

d.) Tiba/Bongkar adalah aktifitas lalu lintas penerbangan di pelabuhan pencatatan yang datang dari pelabuhan asal.

http://papuabarat.bps.go.id

adalah suatu tempat/area yang memiliki fasilitas dan peralatan

http://papuabarat.bps.go.id

adalah suatu tempat/area yang memiliki fasilitas dan peralatan untuk menampung kedatangan, keberangkatan dan pergerakan pesawat terbang

http://papuabarat.bps.go.id

untuk menampung kedatangan, keberangkatan dan pergerakan pesawat terbang beserta penumpang dan barang yang diangkutnya.

http://papuabarat.bps.go.id

beserta penumpang dan barang yang diangkutnya.

adalah aktifitas lalu lintas penerbangan di pelabuhan

http://papuabarat.bps.go.id

adalah aktifitas lalu lintas penerbangan di pelabuhan pencatatan untuk kemudian melanjutkan penerbangan ke tempat tujuan.

http://papuabarat.bps.go.id

pencatatan untuk kemudian melanjutkan penerbangan ke tempat tujuan.

adalah penumpang yang singgah di pelabuhan pencatatan untuk

http://papuabarat.bps.go.id

adalah penumpang yang singgah di pelabuhan pencatatan untuk kemudian melanjutkan penerbangan ke tempat tujuan.

http://papuabarat.bps.go.id

kemudian melanjutkan penerbangan ke tempat tujuan.

http://papuabarat.bps.go.id

adalah aktifitas lalu lintas penerbangan di pelabuhan pencatatan

http://papuabarat.bps.go.id

adalah aktifitas lalu lintas penerbangan di pelabuhan pencatatan yang datang dari pelabuhan asal.

http://papuabarat.bps.go.id

yang datang dari pelabuhan asal.

(24)

2015

http://papuabarat.bps.go.id

http://papuabarat.bps.go.id

http://papuabarat.bps.go.id

http://papuabarat.bps.go.id

http://papuabarat.bps.go.id

http://papuabarat.bps.go.id

http://papuabarat.bps.go.id

(25)

BAB III ULASAN SINGKAT

3.1 Angkutan Darat

Papua Barat merupakan provinsi termuda ketiga di Indonesia yang sedang giat- giatnya melaksanakan pembangunan disemua sektor ekonomi. Untuk itu sarana dan prasarana transportasi yang bagus mutlak diperlukan dan sudah seharusnya menjadi fokus dari pembangunan khususnya di bidang transportasi di Propinsi Papua Barat.

Dalam mendukung kelancaran arus perekonomian daerah, perlu tersedia sarana transportasi yang memadai sehingga arus lalu lintas baik kendaraan bermotor maupun kendaraan tidak bermotor yang digunakan untuk kegiatan ekonomi dapat beroperasi dengan baik.

Gambar 1. Ruas Jalan Trans Papua Barat Dalam Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Papua Barat 2011-2015

Sumber: Bappeda Provinsi Papua Barat, 2011

http://papuabarat.bps.go.id

Dalam mendukung kelancaran arus perekonomian daerah, perlu tersedia

http://papuabarat.bps.go.id

Dalam mendukung kelancaran arus perekonomian daerah, perlu tersedia sarana transportasi yang memadai sehingga arus lalu lintas baik kendaraan bermotor

http://papuabarat.bps.go.id

sarana transportasi yang memadai sehingga arus lalu lintas baik kendaraan bermotor maupun kendaraan tidak bermotor yang digunakan untuk kegiatan ekonomi dapat

http://papuabarat.bps.go.id

maupun kendaraan tidak bermotor yang digunakan untuk kegiatan ekonomi dapat

http://papuabarat.bps.go.id

http://papuabarat.bps.go.id

http://papuabarat.bps.go.id

(26)

Salah satu program pendukung percepatan pembangunan Papua Barat yang terbaru diamanatkan dalam Perpres No 65 Tahun 2011 Tentang Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat adalah Program Pengembangan Infrastruktur Dasar. Program tersebut rencananya akan membangun dan meningkatkan jaringan jalan Trans Papua dan Papua Barat. Pembangunan ruas jalan akan menghubungkan seluruh kabupaten/kota yang selama ini belum terhubung dengan jalan darat. Rencana panjang jalan yang akan dibangun tersebut adalah 1.874,32 Km yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu ruas jalan nasional dan strategis Papua Barat serta ruas jalan tambah Papua Barat.

Ruas jalan nasional dan strategis Papua Barat terdiri dari empat ruas jalan, yaitu Manokwari-Sorong (606,17 Km); Manokwari (Maruni) - Bintuni (217,15 Km);

Fakfak-Hurimber-Bomberay (162,00 Km); dan Sorong-Mega (76,00 Km). Sedangkan Ruas Tambah Papua Barat terdiri dari dua ruas, yaitu Fakfak-Kaimana-Manokwari (609,00 Km) dan Susumuk-Bintuni (204,00 Km). Kini sebagian pembangunan jalan ini sedang dilakukan, meskipun sebagian kabupaten telah terhubung namun belum dibuka untuk umum.

Tersedianya akses transportasi yang memadai dan murah menjadi kebutuhan yang urgen bagi wilayah Papua Barat yang kondisi geografisnya relatif sulit.

Pembangunan akses transportasi terutama jalan darat akan memberikan multiplier effect dari banyak sisi. Akses transportasi yang baik akan memudahkan pemerataan pendidikan, kesehatan, distribusi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Kesulitan dalam transportasi mengakibatkan ekonomi biaya tinggi yang akan berpengaruh pada tingkat harga, baik harga barang maupun jasa. Tingkat harga yang tinggi inilah menjadi penyebab daya beli masyarakat rendah sehingga kemiskinan cenderung tinggi.

http://papuabarat.bps.go.id

Ruas jalan nasional dan strategis Papua Barat terdiri dari empat ruas jalan,

http://papuabarat.bps.go.id

Ruas jalan nasional dan strategis Papua Barat terdiri dari empat ruas jalan, yaitu Manokwari-Sorong (606,17 Km); Manokwari (Maruni) - Bintuni (217,15 Km);

http://papuabarat.bps.go.id

yaitu Manokwari-Sorong (606,17 Km); Manokwari (Maruni) - Bintuni (217,15 Km);

Fakfak-Hurimber-Bomberay (162,00 Km); dan Sorong-Mega (76,00 Km). Sedangkan

http://papuabarat.bps.go.id

Fakfak-Hurimber-Bomberay (162,00 Km); dan Sorong-Mega (76,00 Km). Sedangkan Ruas Tambah Papua Barat terdiri dari dua ruas, yaitu Fakfak-Kaimana-Manokwari

http://papuabarat.bps.go.id

Ruas Tambah Papua Barat terdiri dari dua ruas, yaitu Fakfak-Kaimana-Manokwari ntuni (204,00 Km). Kini sebagian pembangunan jalan ini

http://papuabarat.bps.go.id

ntuni (204,00 Km). Kini sebagian pembangunan jalan ini sedang dilakukan, meskipun sebagian kabupaten telah terhubung namun belum

http://papuabarat.bps.go.id

sedang dilakukan, meskipun sebagian kabupaten telah terhubung namun belum

Tersedianya akses transportasi yang memadai dan murah menjadi kebutuhan

http://papuabarat.bps.go.id

Tersedianya akses transportasi yang memadai dan murah menjadi kebutuhan

http://papuabarat.bps.go.id

yang urgen bagi wilayah Papua Barat yang kondisi geografisnya relatif sulit.

http://papuabarat.bps.go.id

yang urgen bagi wilayah Papua Barat yang kondisi geografisnya relatif sulit.

Pembangunan akses transportasi terutama jalan darat akan memberikan multiplier

http://papuabarat.bps.go.id

Pembangunan akses transportasi terutama jalan darat akan memberikan multiplier effect dari banyak sisi. Akses transportasi yang baik akan memudahkan pemerataan

http://papuabarat.bps.go.id

effect dari banyak sisi. Akses transportasi yang baik akan memudahkan pemerataan pendidikan, kesehatan, distribusi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup

http://papuabarat.bps.go.id

pendidikan, kesehatan, distribusi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup

http://papuabarat.bps.go.id

masyarakat. Kesulitan dalam transportasi mengakibatkan ekonomi biaya tinggi yang

http://papuabarat.bps.go.id

masyarakat. Kesulitan dalam transportasi mengakibatkan ekonomi biaya tinggi yang akan berpengaruh pada tingkat harga, baik harga barang maupun jasa. Tingkat harga

http://papuabarat.bps.go.id

akan berpengaruh pada tingkat harga, baik harga barang maupun jasa. Tingkat harga

(27)

3.1.1 Panjang Jalan Provinsi Papua Barat

Provinsi Papua Barat dengan wilayah yang cukup luas membutuhkan sarana jalan dalam upaya menembus daerah-daerah yang masih terisolir. Dengan demikian potensi perekonomian, khususnya hasil-hasil pertanian yang ada di daerah ini dapat dengan segera dipasarkan. Sebagai konsekuensi dalam upaya mencapai tujuan tersebut maka Pemerintah Daerah Provinsi Papua Barat dari tahun ke tahun berusaha untuk meningkatkan pengembangan prasarana jalan baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya.

Pada 2014, panjang jalan Papua Barat berdasarkan kondisi jalan mencapai 7,672.53 km. 34.53 persen atau sepanjang 2,649.71 km dalam kondisi baik, kemudian 25.81 persen atau sepanjang 1,980.60 km dalam kondisi sedang, 21.57 persen atau sepanjang 1,654.97 km dalam kondisi rusak berat, 18.08 persen atau sepanjang 1,387.25 km dalam kondisi rusak dan 0 persen untuk yang kondisi jalan lainnya atau tidak dirinci. (Gambar 2)

Gambar 2. Persentase Panjang Jalan Menurut Kondisi Jalan 2014

Sumber: Dinas Pekerjaan Umum Se-Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Barat (Diolah) 34.53

25.81 18.08

21.57 0.00

Baik Sedang Rusak Rusak Berat Tidak dirinci

http://papuabarat.bps.go.id

km

http://papuabarat.bps.go.id

km dalam kondisi baik

http://papuabarat.bps.go.id

dalam kondisi baik dalam kondisi sedang

http://papuabarat.bps.go.id

dalam kondisi sedang dalam kondisi rusak berat

http://papuabarat.bps.go.id

dalam kondisi rusak berat dalam kondisi rusak dan

http://papuabarat.bps.go.id

dalam kondisi rusak dan 0 persen untuk yang kondisi jalan

http://papuabarat.bps.go.id

0 persen untuk yang kondisi jalan

http://papuabarat.bps.go.id http://papuabarat.bps.go.id

0.00

http://papuabarat.bps.go.id

0.00

http://papuabarat.bps.go.id

(28)

Gambar 3. Persentase Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan 2014 Sumber: Dinas Pekerjaan Umum Se-Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Barat (Diolah)

Bila dirinci menurut jenis permukaan. 35.80 persen (2,601.78 km) berpermukaan kerikil , 30.41 persen (2,210.38 km) berpermukaan aspal, 2,092.20 km (28.79 persen) berpermukaan tanah dan 5.01 persen (363.95 km) berpermukaan lainnya atau tidak dirinci. (Gambar 3)

3.1.2 Kendaraan Bermotor

Salah satu bagian penting dari angkutan darat adalah kendaraan bermotor yang merupakan sarana subsektor tersebut. Perkembangan yang terjadi pada jumlah kendaraan bermotor secara langsung memberikan gambaran mengenai kondisi subsektor angkutan darat. Jumlah kendaraan bermotor yang cenderung meningkat, merupakan indikator semakin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap sarana transportasi yang memadai sejalan dengan mobilitas penduduk yang semakin tinggi.

Pertumbuhan kendaraan bermotor di Papua Barat pada 2014 pada dasarnya mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Namun, karena ketersediaan data dari Kabupaten/Kota terkait penyusunan publikasi ini belum tersedia hingga

30.41

35.80 28.79

5.01

Aspal Kerikil Tanah Tidak dirinci

http://papuabarat.bps.go.id http://papuabarat.bps.go.id http://papuabarat.bps.go.id http://papuabarat.bps.go.id

Persentase Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan

http://papuabarat.bps.go.id

Persentase Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan

Sumber: Dinas Pekerjaan Umum Se-Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Barat (Diolah)

http://papuabarat.bps.go.id

Sumber: Dinas Pekerjaan Umum Se-Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Barat (Diolah)

Bila dirinci menurut jenis permukaan. 35.80 persen (2,601.78 km)

http://papuabarat.bps.go.id

Bila dirinci menurut jenis permukaan. 35.80 persen (2,601.78 km) berpermukaan kerikil , 30.41 persen (2,210.38 km) berpermukaan aspal, 2,092.20 km

http://papuabarat.bps.go.id

berpermukaan kerikil , 30.41 persen (2,210.38 km) berpermukaan aspal, 2,092.20 km (28.79 persen) berpermukaan tanah dan 5.01 persen (363.95 km) berpermukaan

http://papuabarat.bps.go.id

(28.79 persen) berpermukaan tanah dan 5.01 persen (363.95 km) berpermukaan lainnya atau tidak dirinci. (Gambar 3)

http://papuabarat.bps.go.id

lainnya atau tidak dirinci. (Gambar 3)

3.1.2 Kendaraan Bermotor

http://papuabarat.bps.go.id

3.1.2 Kendaraan Bermotor

Salah satu bagian penting dari angkutan darat adalah kendaraan bermotor

http://papuabarat.bps.go.id

Salah satu bagian penting dari angkutan darat adalah kendaraan bermotor yang merupakan sarana subsektor tersebut. Perkembangan yang terjadi pada jumlah

http://papuabarat.bps.go.id

yang merupakan sarana subsektor tersebut. Perkembangan yang terjadi pada jumlah

http://papuabarat.bps.go.id

Tidak dirinci

http://papuabarat.bps.go.id

Tidak dirinci

http://papuabarat.bps.go.id

(29)

dilaporkan atau ditampilkan dalam publikasi ini. Dimana , pada 2014 ini Kendaraan sepeda motor masih mendominasi sebesar 24,567 unit atau 86.40 persen.

Sedangkan untuk kendaraan mobil penumpang, mobil barang dan bis yang masing- masing sebesar 2,567 unit atau 9,03 persen, 1,267 buah atau 4,46 persen, dan 34 unit atau 0,12 persen (Gambar 4).

Gambar 4. Banyaknya Kendaraan Bermotor Menurut Jenis Kendaraan Bermotor Provinsi Papua Barat 2014

Sumber: Data Diolah dari Publikasi Papua Barat Dalam Angka 2016

3.2 Angkutan Laut

3.2.1 Kunjungan Kapal Di Pelabuhan Yang Diusahakan

Kunjungan kapal di pelabuhan merupakan salah satu indikator yang dapat menggambarkan tingkat kesibukan aktifitas suatu pelabuhan. Tabel 1 menunjukan jumlah kunjungan kapal pada pelabuhan yang diusahakan di Papua Barat menurut jenis pelayaran pada 2013 hingga 2015. Dibandingkan tahun sebelumnya, pada 2015 total frekuensi kunjungan kapal mengalami penurunan sebesar 7.76 persen atau 184 kunjungan. Jika dilihat berdasarkan jenis pelayaran, pada 2015 frekuensi kunjungan dari pelayaran dalam negeri mengalami penurunan sebesar 5.04 persen atau 124

9.03 4.46 0.12

86.40

Mobil Penumpang Mobil Barang Bis Sepeda Motor

http://papuabarat.bps.go.id

Banyaknya Kendaraan Bermotor Menurut Jenis Kendaraan Bermotor

http://papuabarat.bps.go.id

Banyaknya Kendaraan Bermotor Menurut Jenis Kendaraan Bermotor Provinsi Papua Barat

http://papuabarat.bps.go.id

Provinsi Papua Barat

Sumber: Data Diolah dari Publikasi Papua Barat Dalam Angka 2016

http://papuabarat.bps.go.id

Sumber: Data Diolah dari Publikasi Papua Barat Dalam Angka 2016 Angkutan Laut

http://papuabarat.bps.go.id

Angkutan Laut

http://papuabarat.bps.go.id http://papuabarat.bps.go.id http://papuabarat.bps.go.id http://papuabarat.bps.go.id http://papuabarat.bps.go.id http://papuabarat.bps.go.id

Mobil Barang

http://papuabarat.bps.go.id

Mobil Barang

http://papuabarat.bps.go.id

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis Rekayasa Nilai pada proyek Peningkatan Jalan Timika Batas Tugu, didapatkan penghematan biaya pada 1 (satu) alternatif yaitu alternatif penggunaan

yang diwawancara sebagai sumber penelitan).. Entografi standar menunjukkan tingkat keberagaman penggunaan Entografi standar menunjukkan tingkat keberagaman penggunaan bahasa

• Agent meninggalkan Reservoir, melalui pintu ke luar (portal of exit) • Agent ditransmisikan dengan model tertentu (mode transmisi) agar dapat masuk ke Host melalui pintu

Setelah memasukkan kartu memori ke kamera dan menyetel switch daya ke ON, jumlah gambar yang dapat direkam (jika Anda melanjutkan memotret menggunakan pengaturan saat ini)

Diener membagi komponen kesejahteraan subjektif menjadi tiga bagian, yaitu 1 Kepuasan hidup life Satisfaction, yakni suatu keseluruhan yang merupakan evaluasi kognitif terhadap

Hasil ini juga menunjukkan kesesuaian dengan analisis model BCG yang mengemukakan bahwa semakin matang suatu perusahaan, maka ukuran perusahaan juga akan

Terakhir, penelitian yang ditulis oleh Mutiah (2014) tentang kajian postkolonial dalam novel Larasati. Penelitian tersebut menghasilkan tiga temuan yang dapat