ANALISIS IZIN PEMERIKSAAN TERHADAP ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT OLEH APARAT PENEGAK HUKUM
DIKAITKAN PRINSIP NEGARA HUKUM
(STUDI PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 76/PUU- XII/2014)
Penulisan Hukum (Skripsi)
Disusun dan Diajukan untuk Melengkapi Persyaratan Guna Meraih Derajat Sarjana S1 dalam Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Sebelas
Maret Surakarta
Oleh Dwi Lestari NIM. E0012125
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2016
ii
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Penulisan Hukum (Skripsi)
ANALISIS IZIN PEMERIKSAAN TERHADAP ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT OLEH APARAT PENEGAK HUKUM
DIKAITKAN PRINSIP NEGARA HUKUM
(STUDI PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 76/PUU- XII/2014)
Oleh : Dwi Lestari
E 0012125
Disetujui untuk dipertahankan di hadapan Dewan Penguji Penulisan Hukum (Skripsi) Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta
Surakarta, 03 Mei 2016 Dosen Pembimbing Skripsi
Dr. Isharyanto, S.H., M.Hum. Achmad, S.H., M.H.
NIP. 19780501 2002121002 NIP. 19820506 2010121001
iii
iv
SURAT PERNYATAAN
Nama : Dwi Lestari NIM : E0012125
Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa penulisan hukum (skripsi) berjudul : ANALISIS IZIN PEMERIKSAAN TERHADAP ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT OLEH APARAT PENEGAK HUKUM DIKAITKAN PRINSIP NEGARA HUKUM (STUDI PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 76/PUU-XII/2014) adalah betul-betul karya sendiri. Hal-hal yang bukan karya saya dalam penulisan hukum (skripsi) ini diberi tanda citasi dan ditunjukkan dalam daftar pustaka. Apabila di kemudian hari terbukti pernyataan saya tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan penulisan hukum (skripsi) dan gelar yang saya peroleh dari penulisan hukum (skripsi) ini.
Surakarta, 13 Mei 2016 Yang Membuat Pernyataan,
Dwi Lestari NIM. E0012125
v MOTTO
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
(Q.S Al Insyirah : 8)
Pendidikan merupakan perlengkapan paling baik untuk hari tua.
(Aristoteles)
Orang-orang hebat di bidang apapun bukan baru bekerja karena mereka terinspirasi, namun mereka menjadi terinspirasi karena mereka lebih suka
berkerja. Mereka tidak menyia-nyiakan waktu untuk menunggu inspirasi.
(Ernest Newman)
Kebanggan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal tetapi bangkit kembali setiap kali kita jatuh.
(Confusius)
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kamu. Dan boleh jadi kamu mencintai sesuatu padahal ia amat buruk bagi kamu. Allah Maha
Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.
(Q.S Al Baqarah : 216)
vi
PERSEMBAHAN
Dengan mengucap syukur, Penulis mempersembahkan karya ini kepada :
Allah SWT, yang memberikan anugerah kehidupan dan selalu mebimbing di jalan kebenaran bagi setiap umat manusia yang beriman dan bertakwa.
Nabi Muhammad SAW, yang senantiasa memberikan teladan kepada seluruh umatnya termasuk Penulis, dimana mendorong Penulis untuk selalu ingin menjadi
orang yang lebih baik lagi.
Mama Lilis Dwi Korawati, Bapak Sugiyono, Papa Wahyudi, Kakakku Indah Kusumawardani, dan Adikku Rama Aditya Evandra Putra yang telah menemani, mendampingi, selalu menasehati, dan memberikan semangat moril serta meteriil
kepada Penulis.
Almamater Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta tercinta, serta para pihak yang tertarik akan isu serupa semoga dapat dijadikan kajian dan acuan
terhadap penelitian-penelitian sejenis pada tahap selanjutnya.
vii ABSTRAK
Dwi Lestari. 2016. E0012125. ANALISIS IZIN PEMERIKSAAN TERHADAP ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT OLEH APARAT PENEGAK HUKUM DIKAITKAN PRINSIP NEGARA HUKUM (STUDI PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 76/PUU- XII/2014). Penulisan Hukum (Skripsi). Fakultas Hukum, Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Penelitian ini mendeskripsikan dan mengkaji permasalahan, pertama mengapa konstruksi perizinan pemeriksaan anggota dewan perwakilan rakyat (DPR) oleh aparat penegak hukum diubah memerlukan izin dari Presiden. Kedua, apakah izin tersebut memiliki relevansi dengan prinsip negara hukum.
Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif bersifat preskriptif.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kasus dan pendekatan perundang-undangan. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dan melalui cyber media, selanjutnya teknis analisis yang digunakan adalah metode deduktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan konstruksi izin Pemeriksaan terhadap anggota DPR oleh aparat penegak hukum menjadi memerlukan persetujuan dari Presiden karena Mahkamah Kehormatan Dewan merupakan lembaga etik yang tidak memiliki hubungan langsung dengan sistem peradilan pidana. Selain itu, berdasarkan Putusan terdahulu Nomor 73/PUU- IX/2011, DPR sebagai pejabat negara harus diimbangi dengan perlindungan hukum yang memadai dan proporsional, serta upaya menegakkan mekanisme check and balances antara pemegang kekuasaan legislatif dengan pemegang kekuasaan eksekutif. Kemudian izin pemeriksaan terhadap anggota DPR tidak relevan apabila dikaitkan dengan kedua prinsip negara hukum yaitu prinsip persamaan dalam hukum dan prinsip peradilan yang bebas dan tidak memihak.
Kata Kunci : Izin, Izin Pemeriksaan, DPR, Prinsip Negara Hukum
viii ABSTRACT
Dwi Lestari. E0012125. 2016. Analysis Review of Prior Permission for Probe Parliament (DPR) members by Law Enforcement Related to the Principles of the Rule of Law (The Study of Constitutional Court Decision Number 76 / PUU-XII / 2014). Legal Writing (Thesis). Faculty of Law Sebelas Maret University Surakarta.
The research aims to determine why the construction of prior permission for probe parliament (DPR) members become need the approval of the President.
As well as to determine, its relevance to the principles of the rule of law.
This research is a prescriptive normative law. The research approach is an approach based on the case and the approach of the legislation. Legal materials are used in primary and secondary legal materials. data collection techniques used is the study of literature and through the cyber media, while technical analysis is a deductive method.
The results showed that the change in prior permission for probe construction of Parliament (DPR) members by law enforcement be require approval by the President because Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) is the institution of ethics that have no direct relationship with the criminal justice system. In addition, based on the previous Constitutional Court decision Number 73/PUU-IX/2011, the DPR as State officials must be balanced with adequate judicial protection and proportionate, as well as an effort to uphold the mechanism of checks and balances between the holder of legislative powers and the holder of the executive power. Then prior permission for probe members of Parliament are not relevant when it is associated with both the principle of rule of law, namely the equality before the law principle and independent and impartial judiciary principle.
Keywords: permission, prior permission for probe, parliament (DPR), the principles of the rule of law.
ix
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan hukum (Skripsi) ini sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Dalam penulisan hukum ini penulis mengangkat judul “ANALISIS IZIN PEMERIKSAAN TERHADAP ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT OLEH APARAT PENEGAK HUKUM DIKAITKAN PRINSIP NEGARA HUKUM (STUDI PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 76/PUU-XII/2014”.
Penulis menyadari keberhasilan penulisan hukum ini tidak lepas dari bantuan, saran bimbingan dan dorongan dari berbagai pihak. Oleh itu penulis dengan tulus hati menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada :
1. Bapak Prof. Dr. Supanto, S.H., M.Hum. selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta, yang telah memberikan izin dan kesempatan kepada penulis untuk menyelesaikan penulisan hukum ini.
2. Bapak Dr. Isharyanto, S.H., M.Hum. selaku Pembimbing Penulisan Hukum (Skripsi) Pertama yang telah memberikan banyak motivasi, arahan, bantuan dan dengan penuh ketelitian membimbing penulis dimulai dari awal hingga akhir penyusunan skripsi ini.
3. Bapak Achmad, S.H., M.H. selaku Pembimbing Penulisan Hukum (Skripsi) Kedua yang telah memberikan banyak motivasi, arahan, bantuan dan dengan penuh ketelitian membimbing penulis dimulai dari awal hingga akhir penyusunan skripsi ini.
4. Bapak Dr. Pujiyono, S.H., M.H. selaku Pembimbing Akademik yang telah membimbing dan memberikan motivasi dan nasehat kepada penulis agar bersemangat meningkatkan prestasi akademik.
5. Dosen-dosen Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta atas segala ilmu, wawasan dan pelajaran yang telah diberikan kepada penulis.
x
6. Orang tuaku, Ibu Dra. RR. Lilis Dwi Korawati dan Bapak Sugiyono Bsc.
serta Bapak dr. Wahyudi yang telah memberikan memberi semangat, dukungan moril dan materiil, doa, serta mendampingi Penulis sehingga Penulis dapat menyelesaikan proses pengerjaan penulisan hukum ini.
7. Saudara-saudara penulis, Indah Kusumawardani dan Rama Aditya Evandra Putra, terimakasih telah memberikan dukungan dan telah menghibur penulis dalam penyusunan skripsi ini.
8. Sahabat-sahabatku di Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta, Eva, Neni, Indah, Linov, Sigit, Marcel, Agung, kalian memberikan arti persahabatan yang sesungguhnya bagi Penulis.
9. Teman-teman Novum Fakultas Hukum kepengurusan Tahun 2015-2016, kalian memberikan pengalaman dan pembelajaran yang berharga bagi Penulis.
10. Teman-teman KKN Bubakan Girimarto Wonogiri 2015 dan KMM Kejaksaan Tinggi Jogja 2015. Terimakasih atas pengalaman bersama kalian.
11. Sahabat-sahabatku, Afi, Bayu, Mas Yono, dan Ardi terimakasih atas pembelajaran, canda dan tawa yang telah kalian berikan.
12. Seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang membantu penulis baik secara langsung ataupun tidak langsung dalam menyelesaikan penulisan hukum ini.
Akhir kata penulis berharap penulisan hukum ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkannya. Aamiin.
Surakarta, 13 Mei 2016 Penulis
Dwi Lestari
xi DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii
HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI ... iii
HALAMAN PERNYATAAN ... iv
HALAMAN MOTTO ... v
HALAMAN PERSEMBAHAN ... vi
ABSTRAK ... vii
ABSTRACT ... viii
KATA PENGANTAR ... ix
DAFTAR ISI ... xi
DAFTAR BAGAN ... xiii
DAFTAR LAMPIRAN ... xiv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan Masalah ... 5
C. Tujuan Penelitian ... 6
D. Manfaat Penelitian ... 6
E. Metode Penelitian ... 7
F. Sistematika Penulisan Hukum ... 10
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 12
A. Kerangka Teori ... 12
1. Tinjauan Mengenai Izin ... 12
2. Tinjauan Mengenai Lembaga Perwakilan ... 13
3. Tinjauan Mengenai Prinsip Negara Hukum ... 17
B. Kerangka Pemikiran ... 25
BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 27
A. Analisis Perubahan Konstruksi Izin Pemeriksaan terhadap Anggota DPR oleh Aparat Penegak Hukum menjadi Memerlukan Persetujuan dari Presiden ... 27
xii
B. Analisis Relevansi Izin Pemeriksaan terhadap Anggota DPR Dikaitkan dengan Prinsip Negara
Hukum ……….. 46
BAB IV PENUTUP ... 60
A. Kesimpulan ... 60
B. Saran ... 61
DAFTAR PUSTAKA ... 63
LAMPIRAN ... 65
xiii
DAFTAR BAGAN
Gambar 1. Kerangka Pemikiran ... 25
xiv
DAFTAR LAMPIRAN
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 76/PUU-XII/2014 ... 65