BAB III ANALISA
3.1. Analisa Tapak 3.1.1. Lokasi
Lokasi : Berada dalam kawasan sivitas akademika Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang
KDB : 20%
KLB : 0.8
GSB : 10 m
Tinggi Bangunan : 3 lantai (maksimum)
Arah angin : dominan dari arah timur 50 %, utara 30%
Curah hujan : 2000 mm/tahun
Vegetasi : Trengguli (tajuk transparan tekstur halus, tinggi 5-15m) Pohon tangkang (berdaun rapat, tumbuh ditepi jalan) Jenis Tanah : tanah keras dan padat
Lokasi masjid
Gambar 16. Masterplan UNPAD, Jatinangor Sumber : dokumentasi Universitas Padjadjaran
Bentuk tapak secara keseluruhan berbentuk melingkar, terdiri dari lahan yang relatif datar dan lereng bukit dengan kontur sekitar 20’%. Tanah merupakan hasil urug-an, pada tahun 1990 saat pembuatan lapangan sepakbola sebagian tanah ditimbun di tempat ini hingga saat ini tanah tersebut menjadi bukit dan telah memedat.
Pada beberapa tempat telah tumbuh vegetasi eksisting dengan tajuk lebar dan layak untuk dipertahankan.
Lokasi ini dekat dengan lapangan sepakbola dan sekretariat unit kegiatan mahasiswa. Lahan memiliki potensi alam yang sangat besar, dikelilingi oleh Gunung Manglayang dan Gunung Geulis. Adapun karakter lahan sebagai berikut :
• Lahan tandus berupa tanah urug
• Memiliki vegetasi yang cukup banyak
• Lebih tinggi 10 meter dari tinggi jalan
• Sirkulasi pencapaian untuk kendaraan bermotor melalui jalan di samping lapangan tenis
• Sirkulasi pejalan kaki dapat melalui tangga di area penghijauan atau tangga yang berasal dari kompleks asrama mahasiswa.
3.1.2. Alasan Pemilihan Lokasi Tapak
Proyek ini merupakan proyek semi fiktif, pemilihan lokasi telah dilakukan bersama-sama antara pihak pemilik dan perencana yang tertuang dalam masterplan.
Pemilihan dari lahan yang ada dalam satu kawasan didasarkan pada beberapa hal
antara lain daerah ini memiliki potensi alam yang menunjang untuk dikembangkan
menjadi sarana publik, karena view yang ada di sebelah timur masjid (Gunung
Geulis) sangat menarik. Selain itu aksesibilitas baik karena adanya jalan eksisting
dari arah pintu gerbang kampus. Jarak dari gerbang kampus menuju lokasi sekitar
400m. Tapak dikelilingi oleh asrama yang sepanjang waktu mahasiswa yang tinggal
didalamnya melewati tapak saat akan menuju kampus maupun sebaliknya. Kontur
yang memungkinkan pengolahan bangunan lebih menarik karena karakternya yang
khas dan beberapa tanaman eksisting yang tumbuh dengan baik (pohon trengguli).
3.1.3. Data Anallisa Kondisi Tapak 3.1.3.1.Topografi
Tapak berupa lahan datar dan berkontur dengan variasi kemiringan dari 10% - 40%. Pengukuran situasi dilakukan oleh ahli ukur dari geodesi dengan menggunakan alat ukur teodolit DT-5. Pengukuran dilakukan pada hari kamis hingga jumat tanggal 19-20 juli 2007. kondisi cuaca saat pengukuran cerah dan pengukuran situasi mengambil 138 titik bidik.
Gambar 17. Topografi tapak hasil pengukuran di lapangan (atas), posisi tapak yang berada di atas bukit memberikan view yang maksimal (kanan) Sumber : dokumentasi pribadi
3.1.3.2.Aliran Air
Buangan air dari tapak adalah mengarah ke sebelah barat tapak dimana
terdapat saluran pembuangan air yang langsung menuju ke kolam pembuangan di
tengah kawasan kampus. Limpahan air ke sebelah timur mengarah ke lembah yang
pada musim hujan menjadi jalan air. Limpahan ke jalan air ini diarahkan dengan
menggunakan gorong-gorong sehingga mengarah ke saluran pembuangan air di
sebelah barat.
3.1.3.3.Iklim
Curah hujan : 2000 mm/th Suhu : 17-26
oC Kelembaban : 70-90%
Dengan keadaan iklim seperti diatas, maka daerah ini termasuk daerah dengan iklim tropis basah. Tipe komunitas di sekitar lokasi proyek terdiri dari pemukiman penduduk, hutan sekunder, semak belukar dan lahan terbuka yang kini dijadikan kebun secara liar, oleh masyarakat setempat antara lain pisang, mangga, palawija, ketela pohon.
Gambar 18. Perbandingan keadaan tapak saat musim hujan (kiri) dan musim kemarau (kanan).
Sumber : dokumentasi pribadi
3.1.3.4.View
View dari kawasan Masjid Unpad ini dimaksimalkan ke arah timur menuju gunung Geulis dan ke arah penghijauan di sebelah barat. Setiap bangunan diatas tapak memungkinkan untuk melihat ke arah Gunung Geulis. Pada beberapa bagian bangunan akan dirancang sehingga membuat “bingkai” ke arah gunung ini.
Dengan posisi tapak pada lokasi yang lebih tinggi dari bangunan disekitarnya
mengakibatkan masjid memiliki view ke segala arah. Sebaliknya dari lahan yang
lebih rendah masjid dapat terlihat dengan mudah. View bagian samping tapak berupa
asrama mahasiswa, karena masjid direncanakan sebagai penghubung antar asrama
maka sebisa mungkin view asrama dibuka dan sebagian lagi disembunyikan dengan
elemen lunak (vegetasi).
Gambar 19. Pemandangan gunung geulis (atas), deretan pohon diatas lahan penghijauan (kiri), tajuk pohon eksisting (kanan)
Sumber : dokumentasi pribadi
3.1.3.5.Vegetasi
Di sekitar lahan memiliki jumlah vegetasi berupa pohon yang cukup banyak.
Karakter vegetasi yang ada di daerah ini secara kawasan adalah rumput, semak,
tumbuhan berdahan rendah, pohon peneduh, dan pohon bertajuk jarang. Keadaan
pohon ini dapat dimanfaatkan sebagai peneduh dan batas wilayah dari lahan.
Gambar 20. Pola vegetasi sebagai pembatas tapak Sumber : dokumentasi pribadi
3.1.3.6.Orientasi
Orientasi yang sudah terbentuk pada kawasan tercipta oleh aksis utama dan node yang berada diatas masterplan Unpad.
Masjid sendiri memiliki orientasi yang kuat kearah kiblat, dan tidak mem- bingungkan penggunanya untuk mengenali arah kiblat.
Faktor-faktor lain yang mempengaruhi orientasi bangunan antara lain aah datang cahaya matahari, bentuk kontur tapak, arah jalan raya menuju kawasan, dan banguan di sekitar tapak.
Gambar 21. Masterplan Universitas Padjadjaran, Jatinangor.
Sumber : dokumentasi pribadi
3.1.3.7.Sirkulasi
Lokasi lahan yang berbatasan dengan jalan sekunder kampus Unpad, dengan aksesibilitas pejalan kaki lebih tinggi ketimbang kendaraan bermotor. Pencapaian ke lokasi bisa ditempuh selama 7 menit dari pintu gerbang Unpad dengan berjalan kaki.
Lahan terletak dekat dengan perumahan-perumahan penduduk sehingga sering dilalui pejalan kaki menuju asrama dan kost-kost mahasiswa.
Gambar 22. Sirkulasi masuk menuju kawasan dari arah utara sumber : dokumentasi pribadi
3.2.Analisa Fungsional
3.2.1. Pola Sirkulasi dalam Kawasan Masjid Sirkulasi Mahasiswa yang datang melalui Asrama
Plaza Penerima
S e l a s a r
Wudlu/
toilet wanita
Wudlu/
toilet pria Tangga
Masuk utama Asrama (plaza pengumpul)
Side entrance
Masjid
Plaza
perluasan
Sirkulasi Mahasiswa yang shalat
Wudhu/
toiler Pria
Wudhu/
toilet wanita
Ruang shalat
R. Penun jang
R.pengurus masjid
Selasar
Sirkulasi ke Ruang Multifungsi
Toilet
RSG
Innercourt