• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN POLICY BRIEF. Edisi 4 Th. 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN POLICY BRIEF. Edisi 4 Th. 2020"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Edisi 4 Th. 2020

POLICY

BRIEF

(2)

RINGKASAN EKSEKUTIF

Inisiatif Peningkatan

Kesejahteraan Masyarakat Sekitar Hutan Berbasis

Pengelolaan Hutan Berkelanjutan.

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ditjen KSDAE berperan penting dalam mendukung upaya peningkatan kesejahteraan dan mutu kehidupan manusia melalui sasaran strategis yaitu memanfaatkan potensi sumber daya hutan dan lingkungan hidup secara lestari untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan, dan melestarikan keseimbangan ekosistem, keanekaragaman hayati serta keberadaan SDA sebagai sistem penyangga kehidupan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Ditjen KSDAE telah mengimplementasikan pengarusutamaan gender dalam program-program dan kegiatannya, khususnya dalam meningkatkan perekonomian rumah tangga berbasis kelestarian hutan.   ini menggambarkan tentang upaya Ditjen KSDAE dalam meningkatkan perekonomian rumah tangga dengan memasukkan dimensi pemberdayaan perempuan dengan tetap menjaga kelestarian hutan.

Edisi 4 Th. 2020

POLICY

BRIEF

Foto: Menyusuri Sungai Koran, Permata Hitam Kalimantan, Taman Nasional Sebangau.

(3)

TUJUAN PEMBANGUNAN

Aspek Ekonomi dan Ekologi pada Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem

Berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 1990 disebutkan bahwa Konservasi Sumber Daya Alam merupakan tanggungjawab dan kewajiban pemerintah serta masyarakat secara

keseluruhan (baik perempuan dan laki-laki).

Untuk “mendukung upaya peningkatan kesejahteraan dan mutu kehidupan manusia”.

Dalam upaya perlindungan terhadap keanekaragaman hayati, diperlukan sebuah pengelolaan yang efektif pada kawasan konservasi. Salah satu metode penilaian efektivitas pengelolaan kawasan konservasi di Indonesia yang digunakan oleh Kementerian LHK adalah 

   (METT). Sampai dengan tahun 2019 telah dilakukan penilaian efektivitas pengelolaan kawasan sebanyak 422 unit (75,17%) dari 554 kawasan, dan sebanyak 255 unit kawasan telah mempunyai nilai efektivitas minimal 70. Skor tersebut menggambarkan bagaimana pengelolaan kawasan konservasi dilakukan, dengan penggunaan sumberdaya yang dimiliki, yaitu sumber daya anggaran, sumber daya manusia, serta sarana prasarana. Salah satu instrumen untuk menilai METT adalah partisipasi    termasuk keterwakilan dari keragaman suku, agama, kelompok pengguna serta gender. Selain ini, ada pula instrumen berbunyi “proses perencanaan mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi dari keputusan yang diambil”.

Hutan merupakan bagian integral dan tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat yang hidup di sekitarnya. Oleh karena itu, kelangsungan hidup dari masyarakat dan hutan sangat tergantung dari ketersediaan sumber daya hutan yang ada di sekitar lingkungannya. Partisipasi masyarakat (baik laki-laki maupun perempuan) pada pengelolaan hutan akan berdampak pada aspek ekonomi dan aspek ekologi. Dampak ekonomi berupa peningkatan pendapatan masyarakat, sedangkan dampak ekologi berupa menjaga kelestarian hutan.

SASARAN STRATEGIS

Melestarikan keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati serta keberadaan SDA sebagai

sistem penyangga kehidupan untuk mendukung pembangunan

berkelanjutan.

Memanfaatkan potensi Sumber Daya Hutan dan Lingkungan Hidup secara lestari untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang

berkeadilan.

RINGKASAN EKSEKUTIF

Inisiatif Peningkatan

Kesejahteraan Masyarakat Sekitar Hutan Berbasis

Pengelolaan Hutan Berkelanjutan.

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ditjen KSDAE berperan penting dalam mendukung upaya peningkatan kesejahteraan dan mutu kehidupan manusia melalui sasaran strategis yaitu memanfaatkan potensi sumber daya hutan dan lingkungan hidup secara lestari untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan, dan melestarikan keseimbangan ekosistem, keanekaragaman hayati serta keberadaan SDA sebagai sistem penyangga kehidupan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Ditjen KSDAE telah mengimplementasikan pengarusutamaan gender dalam program-program dan kegiatannya, khususnya dalam meningkatkan perekonomian rumah tangga berbasis kelestarian hutan.   ini menggambarkan tentang upaya Ditjen KSDAE dalam meningkatkan perekonomian rumah tangga dengan memasukkan dimensi pemberdayaan perempuan dengan tetap menjaga kelestarian hutan.

Edisi 4 Th. 2020

POLICY

BRIEF

(4)

TARGET KINERJA TAHUN 2020-2024 ADA 5 IKP

Pengarusutamaan Gender pada Ditjen KSDAE

70 Juta Ha

Pengarusutamaan Gender (PUG) pada Ditjen KSDAE dilakukan melalui beberapa kegiatan, yaitu:

Luas kawasan yang terverifikasi sebagai

perlindungan keanekaragaman hayati

10,5 Trilyun

Jumlah nilai ekspor pemanfaatan TSL dari

hasil penangkaran

4500 Desa

Jumlah desa yang mendapatkan akses pengelolaan kawasan Konservasi dan peningkatan

Usaha Ekonomi Produktif

552 Unit KK

Jumlah kawasan konservasi yang ditingkatkan efektivitas

pengelolaannya

700 M

Jumlah nilai PNBP dari pemanfaatan jasa lingkungan

Kawasan Konservasi dan TSL

Target peningkatan usaha ekonomi produktif masyarakat tertuang dalam IKK pada IKP ke 4, yaitu jumlah desa di kawasan konservasi yang mendapatkan akses pemanfaatan KK dan peningkatan usaha ekonomi produktif (4.500 desa)

Penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat sekitar

kawasan hutan konservasi dengan

tujuan meningkatkan perekonomian rumah tangga dengan tetap

menjaga kelestarian hutan.

Membuat program pemberdayaan masyarakat yang

dilakukan oleh kelompok perempuan di desa

penyangga kawasan Taman

Nasional.

Mengusulkan kebutuhan personal

polisi hutan perempuan mengingat semakin

banyaknya permasalahan

gangguan/

kejahatan kehutanan yang semakin beragam

dan berkaitan dengan perempuan.

Patroli

pengamanan hutan yang melibatkan

perempuan dan laki-laki.

1 2 3 4

(5)

TARGET KINERJA TAHUN 2020-2024 ADA 5 IKP

Pengarusutamaan Gender pada Ditjen KSDAE

70 Juta Ha

Pengarusutamaan Gender (PUG) pada Ditjen KSDAE dilakukan melalui beberapa kegiatan, yaitu:

Luas kawasan yang terverifikasi sebagai

perlindungan keanekaragaman hayati

10,5 Trilyun

Jumlah nilai ekspor pemanfaatan TSL dari

hasil penangkaran

4500 Desa

Jumlah desa yang mendapatkan akses pengelolaan kawasan Konservasi dan peningkatan

Usaha Ekonomi Produktif

552 Unit KK

Jumlah kawasan konservasi yang ditingkatkan efektivitas

pengelolaannya

700 M

Jumlah nilai PNBP dari pemanfaatan jasa lingkungan

Kawasan Konservasi dan TSL

Target peningkatan usaha ekonomi produktif masyarakat tertuang dalam IKK pada IKP ke 4, yaitu jumlah desa di kawasan konservasi yang mendapatkan akses pemanfaatan KK dan peningkatan usaha ekonomi produktif (4.500 desa)

Penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat sekitar

kawasan hutan konservasi dengan

tujuan meningkatkan perekonomian rumah tangga dengan tetap

menjaga kelestarian hutan.

Membuat program pemberdayaan masyarakat yang

dilakukan oleh kelompok perempuan di desa

penyangga kawasan Taman

Nasional.

Mengusulkan kebutuhan personal

polisi hutan perempuan mengingat semakin

banyaknya permasalahan

gangguan/

kejahatan kehutanan yang semakin beragam

dan berkaitan dengan perempuan.

Patroli

pengamanan hutan yang melibatkan

perempuan dan laki-laki.

1 2 3 4

KEGIATAN DITJEN KSDAE DAN DANA DI TAGGING DALAM GENDER BUDGET STATEMENT

Jumlah desa di kawasan konservasi yang mendapatkan akses pemanfaatan KK dan peningkatan Usaha Ekonomi Produktif Layanan Dukungan Manajemen Eselon 1 Layanan Sarana dan Prasarana Internal

Data ini menunjukkan tersedianya dana untuk mendukung kegiatan peningkatan usaha ekonomi Produktif sebesar 36,40% dari total anggaran yang di tagging.

 

33,802

Milyar 45,839 Milyar 46,393

Milyar

Luasnya kawasan hutan yang dikelola dan banyaknya permasalahan gangguan/

kejahatan kehutanan yang semakin beragam dan berkaitan dengan perempuan, dibutuhkan personel polisi hutan perempuan lebih banyak.

(6)

Keluarga adalah rumah tangga yang memiliki hubungan darah atau perkawinan atau menyediakan terselenggaranya fungsi-fungsi instrumental mendasar dan fungsi-fungsi ekspresif keluarga bagi para anggotanya yang berada dalam suatu jaringan. Dalam sebuah rumah tangga, ada suami, istri yang menjalankan peran mereka masing-masing.

Pada umumnya, seorang suami dikonstruksi sosial budaya sebagai pencari nafkah untuk kebutuhan rumah tangganya, dan seorang istri dikonstruksi sosial budaya sebagai ibu rumah tangga. Namun seiring berkembangnya zaman, telah terjadi pergeseran peran perempuan dari semula hanya di rumah saja menjalankan peran-peran domestiknya menjadi berperan pula dalam peran mencari nafkah bagi keluarganya. Hal ini merupakan manifestasi dari adanya kesetaraan gender, di mana perempuan memiliki kesamaan akses, partisipasi, kontrol maupun memperoleh manfaat pembangunan. Hal ini selaras dan sejalan dengan salah satu misi KLHK yaitu mengoptimalkan manfaat ekonomi sumber daya hutan dan lingkungan secara berkeadilan dan berkelanjutan.

Transformasi Peran Gender dalam Perekonomian Keluarga

KEGIATAN DITJEN KSDAE DAN DANA DI TAGGING DALAM GENDER BUDGET STATEMENT

Jumlah desa di kawasan konservasi yang mendapatkan akses pemanfaatan KK dan peningkatan Usaha Ekonomi Produktif Layanan Dukungan Manajemen Eselon 1 Layanan Sarana dan Prasarana Internal

Data ini menunjukkan tersedianya dana untuk mendukung kegiatan peningkatan usaha ekonomi Produktif sebesar 36,40% dari total anggaran yang di tagging.

 

33,802 Milyar 45,839 Milyar 46,393 Milyar

Foto: Keindahan panorama gugusan gunung di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

(7)

Ditjen KSDAE adalah salah satu unit kerja yang berada pada KLHK dengan tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya. Fungsi Ditjen KSDAE antara lain:

Perumusan, pelaksanaan, koordinasi dan sinkronisasi kebijakan di bidang penyelenggaraan pengelolaan taman nasional dan taman wisata alam, pembinaan pengelolaan taman hutan raya, pengelolaan, cagar alam, suaka margasatwa serta taman buru, konservasi keanekaragaman hayati spesies dan genetik baik insitu maupun eksitu, pemanfaatan jasa lingkungan dan kolaborasi pengelolaan kawasan, dan pengelolaan ekosistem esensial.

Penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang penyelenggaraan pengelolaan taman nasional dan taman wisata alam, pembinaan pengelolaan taman hutan raya, pengelolaan cagar alam, suaka margasatwa serta taman buru, konservasi keanekaragaman hayati spesies dan genetik baik insitu maupun eksitu, pemanfaatan jasa lingkungan dan kolaborasi pengelolaan kawasan, dan pengelolaan ekosistem esensial.

Pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan penyelenggaraan pengelolaan taman nasional dan taman wisata alam, pembinaan pengelolaan taman hutan raya, pengelolaan cagar alam, suaka margasatwa serta taman buru, konservasi keanekaragaman hayati spesies dan genetik baik insitu maupun eksitu, pemanfaatan jasa lingkungan dan kolaborasi pengelolaan kawasan, dan pengelolaan ekosistem esensial di daerah.

Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan pengelolaan taman nasional dan taman wisata alam, pembinaan pengelolaan taman hutan raya, pengelolaan cagar alam, suaka margasatwa serta taman buru, konservasi keanekaragaman hayati spesies dan genetik baik insitu maupun eksitu, pemanfaatan jasa lingkungan dan kolaborasi pengelolaan kawasan, dan pengelolaan ekosistem esensial.

Peran Ditjen KSDAE dalam mendukung Peningkatan Perekonomian Keluarga KEGIATAN DITJEN KSDAE DAN DANA DI TAGGING

DALAM GENDER BUDGET STATEMENT

Jumlah desa di kawasan konservasi yang mendapatkan akses pemanfaatan KK dan peningkatan Usaha Ekonomi Produktif Layanan Dukungan Manajemen Eselon 1 Layanan Sarana dan Prasarana Internal

Data ini menunjukkan tersedianya dana untuk mendukung kegiatan peningkatan usaha ekonomi Produktif sebesar 36,40% dari total anggaran yang di tagging.

 

33,802 Milyar 45,839 Milyar 46,393 Milyar

Foto: Keindahan panorama Ranu Kumbolo di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

(8)

Foto: Salah satu kelompok masyarakat binaan TN Taka Bonarate, Kelompok Usaha Produktif (KUP) Melati Desa Tambuna Kelompok kini memanfaatkan ikan hasil tangkapan nelayan lokal untuk diolah menjadi kerupuk ikan.

Program Ditjen KSDAE yang sudah dilakukan untuk mewujudkan peningkatan perekonomian rumah tangga adalah pemberdayaan berbasis gender di Taman Nasional (TN) Taka Bonerate sejak tahun 2012. Bentuk pemberdayaan yang dilakukan adalah melalui pembentukan kelompok yang memiliki arti/ nilai ekonomi bagi kelompok masyarakat sehingga mereka sadar akan pentingnya kelestarian lingkungan kawasan TN Taka Bonerate sebagai sumber pendapatan mereka, dan pada akhirnya diharapkan akan memberikan dampak kepada masyarakat lain di sekitarnya untuk turut serta menjaga kelestarian lingkungan.

Kelompok ini memanfaatkan ikan hasil tangkapan nelayan lokal untuk diolah menjadi produk makanan hasil perikanan yang awet dan tahan lama, yaitu kerupuk ikan.

Selain itu, pada tahun 2018 pemberdayaan perempuan juga dilakukan di Desa Padira Tana. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk role model yang dilaksanakan dan menjadi kontrak kinerja Balai Taman Nasional Matalawa dalam mendukung pariwisata.

TN Matawala telah merumuskan strategi mulai dari melakukan identifikasi dan pemetaan wilayah, membentuk kelompok kerja, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan pemberdayaan serta pendampingan secara kontinu kepada kelompok. Dengan adanya program pemberdayaan perempuan tersebut telah terbentuk kelompok masyarakat pemberdayaan perempuan di Desa Padira Tana dengan nama Rambu Langgaliru yang diketuai oleh Rambu Ana U Ndata dengan anggota mencapai 90 orang tersebar pada 3 (tiga) wilayah dusun di Desa Padira Tana.

(9)

KEGIA TAN DIT

JEN KSD AE DAN D

ANA DI TA

GGING TEMENT UDGET STA DALAM GENDER B

Jumlah desa di kawasan konservasi yang

mendapatkan akses pemanfaatan

KK dan peningkatan Usaha Ekonomi Produ

ktif

Layanan Dukungan Manajemen Eselon 1 Layanan Saran a dan Prasarana Internal

Data ini menunjukkan tersedianya dana untuk mendukung kegiatan

peningkatan usaha yang di tagging. 36,40% dari total anggaran ekonomi Produktif sebesar







 

33,802 Milyar 45,839

Milyar

46,393 Milyar

Lain cerita dengan di Desa Manua Sadap yang merupakan salah satu desa penyangga bagi Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum. Berbagai kegiatan pemberdayaan telah dilakukan oleh Balai Besar Tana Bentarum bersama para mitra, salah satu mitranya adalah Warlami yang telah melakukan kegiatan pembinaan pada perajin tenun ikat di Desa Manua Sadap dan Desa Pelaik. Warlami merupakan perkumpulan perajin, pelaku kriya tekstil, akademisi, dan pemerhati yang memiliki panggilan untuk mencapai kemandirian menuju swasembada sandang. Misinya adalah menjaga kelestarian budaya dan tradisi luhur nenek moyang dalam penggunaan warna alam untuk kain tradisional secara lestari dan meningkatkan manfaat ekonomi masyarakat perajin kain tersebut. Salah satu kegiatan Warlami adalah membina dan memberikan pelatihan mengenai penggunaan pewarna alam kepada para artisa kain yang tersebar di berbagai kawasan nusantara.

Beberapa kegiatan lain yang dilakukan melalui kegiatan pemberdayaan perempuan antara lain:

• Pengolahan sampah organik dan pembuatan ecobrick di BTN Kepulauan Seribu.

• Kampanye perlindungan satwa visit to school.

• Pelatihan pengemasan di TN Sebangau.

• Pembinaan Kelompok Masyarakat Pengolahan keripik pisang dan pengemasan Madu Hutan di BBKSDA Sulawesi Selatan.

• Pembinaan Kelompok Petani Anggrek di BBKSDA Papua.

• Pembuatan bibit oleh masyarakat TN GN Rinjani.

Foto: Bali TN Matalawa telah menyerahkan bantuan pengembangan usaha ekonomi yaitu itik sebanyak 1.500 ekor DOD (day old duck) kepada kelompok Rambu Langgaliru di Desa Padiratama. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk mendongkrak perekonomian masyarakat sehingga masyarakat lebih mandiri, maju, dan dapat meminimalisir tingkat ketergantungan masyarakat kedalam kawasan dengan demikian kawasan menjadi lestari.

(10)

KEGIATAN DITJEN KSDAE DAN DANA DI TAGGING DALAM GENDER BUDGET STATEMENT

Jumlah desa di kawasan konservasi yang mendapatkan akses pemanfaatan KK dan peningkatan Usaha Ekonomi Produktif Layanan Dukungan Manajemen Eselon 1 Layanan Sarana dan Prasarana Internal

Data ini menunjukkan tersedianya dana untuk mendukung kegiatan peningkatan usaha ekonomi Produktif sebesar 36,40% dari total anggaran yang di tagging.

 

33,802

Milyar 45,839 Milyar 46,393

Milyar

Potensi sumber daya alam, khususnya hutan di Indonesia termasuk besar yaitu mencapai 99,6 juta hektar atau 52,3% dari luas wilayah Indonesia. Luas hutan yang besar tersebut dijumpai di Papua, Kalimantan, Sulawesi dan Sumatra. Selain itu, hutan Indonesia juga menyimpan kekayaan flora dan fauna yang sangat besar. Bahkan tidak sedikit diantaranya merupakan species endemik atau hanya ditemukan di Indonesia, seperti hewan Komodo, Harimau Sumatra, tanaman Kantong Semar, dan masih banyak lagi.

Potensi sumber daya hutan yang bisa dimanfaatkan bukan hanya kayu. Seperti contohnya di hutan tropis juga menghasilkan tanaman buah-buahan dan obat-obatan.

Foto: Sosialisasi program pemberdayaan perempuan diselenggaran oleh Balai TN Matalawa bersama instansi terkait (Bappeda, Dinas Koperasi, Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Tengah), Forum Jamatada, serta Forum Perempuan Sumba (Forimba). Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyamankan persepsi, sekaligus memantapkan dukungan banyak pihak guna terlaksananya kegiatan pemberdayaan perempuan di Desa Padira Tana, Kecamatan

Hambatan Peningkatan Perekonomian Rumah

Tangga berbasis Kelestarian Hutan

(11)

Potensi-potensi tersebut jika dikelola dengan baik akan memberikan kemanfaatan ekonomi maupun kemanfaatan ekologi. Perwujudan keadilan dan kesetaraan gender dalam peningkatan perekonomian rumah tangga seringkali menghadapi hambatan karena masih adanya stereotip di kalangan masyarakat bahwa peran perempuan adalah di ranah domestik dan peran laki-laki di ranah publik. Stereotip ini terkadang juga terjadi pada lembaga penyelenggara kegiatan (dalam hal ini Ditjen KSDAE) yang terkadang belum memiliki sensitivitas gender dalam menjalankan program atau kegiatannya. Akibatnya kepekaan untuk menemu kenali perbedaan perempuan dan laki-laki dalam mendukung program kegiatan kurang dapat teridentifikasi dengan baik sehingga peran-peran yang diberikan kepada perempuan bersifat stereotip gender.

Selain stereotip gender, sering terjadi fenomena sub-ordinasi di mana terkadang perempuan diberi peran kurang penting dibandingkan laki-laki, terutama dalam struktur kepengurusan organisasi. Sedikitnya representasi perempuan dalam kepengurusan membuat perempuan kurang memiliki kekuatan untuk menyuarakan aspirasinya.

Masalah gender lainnya adalah adanya marjinalisasi di mana perempuan seringkali terpinggirkan secara ekonomi karena tidak menguasai informasi dan teknologi sehingga peran-peran yang dilakukannya tidak sepenting peran laki-laki. Selain ke-empat bentuk ketidakadilan gender, terdapat pula kemungkinan terjadinya kekerasan berbasis gender, baik berbentuk kekerasan psikologis, kekerasan fisik, kekerasan ekonomi maupun kekerasan seksual.

KEGIA TAN DIT

JEN KSD AE DAN D

ANA DI TA

GGING TEMENT UDGET STA DALAM GENDER B

Jumlah desa di kawasan konservasi yang

mendapatkan akses pemanfaatan

KK dan peningkatan Usaha Ekonomi Produ

ktif

Layanan Dukungan Manajemen Eselon 1 Layanan Saran a dan Prasarana Internal

Data ini menunjukkan tersedianya dana untuk mendukung kegiatan peningkatan usaha

ekonomi Produktif sebesar 36,40% dari total anggaran

yang di tagging.







 

33,802 Milyar 45,839

Milyar

46,393 Milyar

KEGIATAN DITJEN KSDAE DAN DANA DI TAGGING DALAM GENDER BUDGET STATEMENT

Jumlah desa di kawasan konservasi yang mendapatkan akses pemanfaatan KK dan peningkatan Usaha Ekonomi Produktif Layanan Dukungan Manajemen Eselon 1 Layanan Sarana dan Prasarana Internal

Data ini menunjukkan tersedianya dana untuk mendukung kegiatan peningkatan usaha ekonomi Produktif sebesar 36,40% dari total anggaran yang di tagging.

 

33,802

Milyar 45,839 Milyar 46,393

Milyar

(12)

KEGIATAN DITJEN KSDAE DAN DANA DI TAGGING DALAM GENDER BUDGET STATEMENT

Jumlah desa di kawasan konservasi yang mendapatkan akses pemanfaatan KK dan peningkatan Usaha Ekonomi Produktif Layanan Dukungan Manajemen Eselon 1 Layanan Sarana dan Prasarana Internal

Data ini menunjukkan tersedianya dana untuk mendukung kegiatan peningkatan usaha ekonomi Produktif sebesar 36,40% dari total anggaran yang di tagging.

 

33,802 Milyar 45,839 Milyar 46,393 Milyar

Ditjen KSDAE berperan strategis dalam meningkatkan perekonomian rumah tangga.

Mengingat hutan di Indonesia memegang peran penting dalam mata pencaharian masyarakat miskin pedesaan, terutama melalui hasil hutan bukan kayu, maka ekosistem hutan harus dijaga sehingga peningkatan perekonomian rumah tangga dapat dilakukan dengan tetap menjaga kelestarian hutan. Kegiatan-kegiatan Ditjen KSDAE meningkatkan perekonomian rumah tangga berbasis kelestarian hutan perlu memperhitungkan kesetaraan akses, partisipasi, kontrol dan manfaat pembangunan terhadap perempuan dan laki-laki. Karena itu, hal-hal yang perlu dilakukan antara lain:

• Meningkatkan sensitivitas gender seluruh perencana maupun pelaksana program di Ditjen KSDAE sehingga memiliki kepekaan dalam merespon perbedaan kebutuhan perempuan dan laki-laki sesuai dengan jenis kelaminnya dan peran gendernya.

• Meningkatkan kapasitas dan kemandirian kelompok/ paguyuban perempuan dalam mengembangkan keberlanjutan usahanya dalam mendukung perekonomian keluarga.

• Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan-kegiatan peningkatan perekonomian masyarakat agar mampu menjaga kelestarian hutan.

1. Ditjen KSDAE. (2019). Laporan Kinerja Sekretariat Direktorat Jenderal KSDAE 2019. Jakarta:

Ditjen KSDAE

2. Ditjen KSDAE. (2019). Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem 2019. Jakarta: Ditjen KSDAE.

3. Damayatanti, P.T. (2011). Upaya Pelestarian Hutan Melalui Pengelolaan Sumber Daya Hutan Bersama Masyarakat. Komunitas, 3(1), 70-82

4. Ditjen KSDAE. (2020). Pengarusutamaan Gender Ditjen KSDAE. Paparan Lomba Pengarusutamaan Gender Lingkup Eselon I KLHK

5. Setiawan, S. (2020). Pengertian Keluarga. Guru Pendidikan. Diakses dari: https://www.

gurupendidikan.co.id/pengertian-keluarga/

6. Ditjen KSDAE. (201%). Rencana Strategis Tahun 2015-2019. Jakarta: Ditjen KSDAE.

7. Pranajaya, A. (2019). Pemberdayaan Berbasis Gender di TN Taka Bonerate. Ditjen KSDAE.

Diambil dari: http://ksdae.menlhk.go.id/info/5753/pemberdayaan-berbasis-gender-di-tn- taka-bonerate.html,

8. Ditjen KSDAE. (2018). Langkah Awal Program Pemberdayaan Perempuan Balai TN Matalawa di Desa Padira Tana. Ditjen KSDAE. Diambil dari: http://ksdae.menlhk.go.id/

info/2568/langkah-awal-program-pemberdayaan-perempuan-balai-tn-matalawa-di- desa-padira-tana.html.

9. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum. (2018). Perempuan Peng- giat Pewarna Alami. TNBKDS. Diambil dari: http://tnbkds.menlhk.go.id/index.php/home/8- berita/82-perempuan-penggiat-pewarna-alami.html

10. Guruku. (2020). Potensi Sumber Daya Hutan. Guruku. Diambil dari: https://gds2020.

com/potensi-sumber-daya-hutan/#:~:text=Potensi%20sumber%20daya%20hutan%20 Indonesia,%2C%20Kalimantan%2C%20Sulawesi%20dan%20Sumatra.&text=Potensi%20 sumber%20daya%20hutan%20sebenarnya%20tidak%20hanya%20sekadar%20kayu

Rekomendasi

Referensi

(13)

Pokja Pengarusutamaan Gender Biro Perencanaan

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Referensi

Dokumen terkait

Sumber: Policy Paper: Kebijakan Pengembangan Biodiesel Berbasis Sawit, 2020, Pusat Litbang Sosial Ekonomi Kebijakan Dan Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan

Tujuan dari kegiatan-kegiatan terkait dengan pengarusutamaan gender yang dilakukan oleh BLI antara lain meningkatkan akses dan pengetahuan atas pengelolaan lingkungan hidup dan

Pilihan kegiatan KBR dengan pelibatan penyandang difable merupakan bukti adanya pengakuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, khususnya Direktorat Jenderal PDASHL

Ditjen PKTL telah berkomitmen untuk mengintegrasikan gender dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan, sesuai dengan Bab III RENSTRA PKTL 2020-2024, dimana peran Ditjen PKTL

Proyek ini bertujuan untuk mengurangi dan menghilangkan pelepasan merkuri dari Artisanal dan Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) dengan cara memberikan bantuan teknis, transfer

Data primer antara lain: kohesi tanah (c), berat volume kering tanah (γ), sudut geser (φ) tanah dan tinggi lereng (H) berdasarkan pengukuran di lokasi; sedangkan

Gudang batu bara yang telah dilengkapi dengan sistem pengerukan digunakan untuk mengatasi penyumbatan batubara, namun karena karakteristik batubara basah tersebut membuat

Sementara menurut Hasbullah (2007: 93), Komite Sekolah juga berfungsi dalam hal: (1) mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat untuk berpartisipasi