13
Universitas Kristen Petra
2. KAJIAN PUSTAKA
Manusia sebagai makhluk sosial saling melakukan interaksi antar satu orang dengan yang lainnya, yang bertujuan untuk membangun sebuah hubungan sosial yang mengakrabkan dan menyenangkan hati. Salah satu bentuk kegiatan yang menyenangkan manusia ini diperoleh dari kegiatan hiburan atau entertainment yang tersedia dalam masyarakat. Kegiatan entertainment membutuhkan ruang untuk mewadahi manusia dan interaksi yang terjadi di dalamnya. Salah satu bentuk kegiatan entertainment dalam masyarakat adalah karaoke dan bar, dimana manusia dapat berkumpul sambil menyanyi, mendengarkan musik, dan bersantai. Untuk menyediakan fasilitas ruang karaoke dan bar yang baik dan memenuhi syarat, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu dari segi proteksi kebakaran, akustik, dan keamanan. Selain memperhatikan syarat utama tersebut, desain sebuah ruang karaoke dan bar akan terlihat menarik dari segi desain interiornya yang mampu membangun mood dan suasana intim bersosialisasi. Desain interior ini dapat diciptakan dari adanya pengkomposisian warna, material, dan lighting.
2.1. Tinjauan Psikologi
Mendesain sebuah space cukup sulit dikarenakan desain akan berbeda dipengaruhi oleh karakteristik manusia, kebudayaan dan psikologi yang berbeda juga. Seorang desainer harus mampu mengenali lingkungan manusia di sekelilingnya untuk membuat manusia itu menjadi nyaman dan merasa terlindungi dengan keberadaan ruang, selain itu manusia lebih menyukai ruangan yang fungsional. Maka dalam perencanaan sebuah desain baru, desainer harus memahami bagaimana menciptakan sebuah space fungsional yang mengarahkan manusia untuk mencapai arah kesenangan, inspiratif, persahabatan dengan saling berkomunikasi, namun juga menyediakan space yang memenuhi kebutuhan akan ketenangan dan privasi. Perubahan lingkungan ikut mempengaruhi manusia di sekitarnya, perubahan yang baik akan menciptakan kondisi yang menyenangkan, harmonis, dan bersosialisasi. Desain yang baik dapat memberikan efek psikologi yang nyaman,
14
Universitas Kristen Petra
dapat membantu kita tumbuh berkembang sebagai manusia yang kompeten, dan selalu ada perubahan untuk mengikuti kebutuhan manusia di dalamnya.
Desain space yang baik adalah tempat yang menyediakan kebutuhan manusia yang tinggal di dalamnya untuk mencapai tujuan hidupnya dan dimana manusia dapat berkomunikasi dengan orang di sekelilingnya. Namun selain kebutuhan bersosialisasi, di sisi lain manusia juga membutuhkan adanya privasi dan sangat penting adanya untuk diciptakan ruang khusus.
Personaliti dan kebudayaan manusia penting untuk dipahami dan perilaku yang mempengaruhi psikologi lingkungan untuk membuat manusia itu berhasil.
Personaliti dan mood manusia itu berbeda, mood manusia bisa berubah sewaktu- waktu sedangkan personaliti berubah perlahan sejalan waktu dan dapat mempengaruhi bagaimana manusia berinteraksi dan bersenang-senang dengan dunianya (Augustin 20).
2.2. Tinjauan Material
Pada jaman sekarang perkembangan inovasi material sangat cepat dan banyak, di bawah ini adalah beberapa jenis material yang dapat digunakan pada perancangan sebuah karaoke dan bar. Kriteria yang tepat untuk material sebuah ruang karaoke dan bar sebaiknya kuat, dapat mereduksi suara (segi akustik), tahan api/kebakaran, mudah dibersihkan, tahan lama, dan tidak membahayakan pengguna.
Beberapa material modern yang dapat digunakan antara lain (Wilhide 180) : 2.2.1. Beton Tembus Cahaya (Translucent Concrete)
Karakteristik :
1. Tersedia banyak variasi ukuran blok dan panel.
2. Jenis desain dan pola dapat ditentukan.
3. Struktur sama dengan beton pada umumnya.
4. Dinding dapat tembus cahaya, berapapun tebalnya.
Aplikasi : Dinding atau layar internal atau eksternal, panel interior (efektif bila diberi backlight).
2.2.2. Coloured Laminated Safety Glass
Karakteristik :
1. Banyak pilihan warna
15
Universitas Kristen Petra
2. Menyediakan keamanan tingkat tinggi dan keselamatan jika terjadi kerusakan pada kaca/pecah.
3. Mampu mereduksi sinar UV dan suara (akustik)
4. Tersedia banyak ukuran dan spesifikasi, termasuk double glazing.
Aplikasi : Kaca eksternal maupun internal, pintu, jendela, layar, partisi, dan kaca balkon
2.2.3. Architectural Textured Glass
Karakteristik :
1. Tersedia banyak jenis desain tekstural 2. Tahan lama dan aman
3. Bentuk desain lengkung atau bengkok juga dapat diaplikasikan
Aplikasi : Kaca internal dan external, pintu tanpa frame, partisi, worktops, pagar area shower, area jalan, tangga, dinding dekoratif, dll.
2.2.4. Decorative Laminate
Karakteristik
1. Tersedia bahan pelapis dari jenis kayu, bahan alam lainnya, variasi warna, dan dalam warna metalik.
2. Tingakatan bervariasi, dari panel kaca yang dirancang untuk penggunaan cahaya untuk bahan yang lebih kuat dari kinerja yang lebih tinggi.
Tingkat paling tinggi sangat kuat, stabil, tahan api, dan dapat dipotong menjadi bentuk yang berbeda.
3. Tahan pakai, tahan kelembapan, dan tahan dampak 4. Higienis dan mudah perawatannya
5. Laminasi berkualitas buruk dapat menyebabkan permukaan terkelupas sejalan waktu
6. Panel ukuran besar tersedia agar lebih ekonomis
Aplikasi :
1. Worktop pada dapur, konter, almari simpan, tabeltops.
2. Perabot kamar mandi 3. Furniture built-in 4. Dinding partisi 5. Pintu
16
Universitas Kristen Petra
2.2.5. Sheet Resin
Karakteristik :
1. Tersedia banyak ukuran dan ketebalan 2. Mudah terbakar
3. Ramah lingkungan
4. Dapat diaplikasikan sesuai desain yang diinginkan dan kemungkinan bentuk dekoratif lainnya
5. Tembus pandang dengan finishing clear atau frosted.
6. Dapat menyala baik dari depan atau belakang
Aplikasi :
1. Sebagai elemen vertikal pintu, partisi, dinding tambahan 2. Sebagai elemen horizontal rak, tabletops, konter
2.2.6. Photoluminescent Glass Tile
Karakteristik :
1. Glass tile yang dapat menyala saat gelap
2. Pattern terlihat 2 dimensi saat menyala, dan 3 dimensi disaat gelap 3. Meningkatkan keamanan dengan membuat kaca ‘terlihat’ jelas 4. Tidak beracun dan tidak mengandung radioaktif
5. Tahan air
6. Dapat digunakan secara internal maupun eksternal.
Aplikasi :
Dapat digunakan pada dapur, kamar mandi, sebagai partisi atau pintu.
2.2.7. LED Tiles
Karakteristik :
1. Lampu LED tahan lama hingga 11 tahun
2. Menggunakan peralatan canggih yaitu dapat deprogram untuk beralih antara 2 warna tingkat yang berbeda
3. Lebih terang
Aplikasi :
1. Aksen dekoratif dan aksen lampu pada ruangan
2. Sebagai lampu informasi pada tangga, kamar mandi, dan tempat lainnya dengan tujuan keamanan
17
Universitas Kristen Petra
3. Untuk membuat tampilan pencahayaan warna-warni yang canggih 4. Dapat diaplikasikan pada lantai, dinding, dan plafon
2.2.8. Programmable Electric Tiles
Karakteristik :
1. Panel yang lebih besar dapat diciptakan untuk cakupan yang lebih besar 2. Tersedia banyak macam desain pattern, desain custom juga dapat dibuat
dengan warna atau teks tambahan 3. Sensitif pada sinar UV
4. Dilengkapi dengan power supply yang harus dipasang ke stop kontak dan dikendalikan oleh saklar.
5. Dapat deprogram untuk berjalan secara otomatis atau dapat bersifat interaktif, dipicu oleh berbagai jenis sensor
Aplikasi :
1. Dapat digantung di dinding seperti lukisan, panel, atau kain
2. Dapat dibengkokkan atau ditekuk namun hanya 1 arah saja (vertikal atau horizontal)
2.3. Tinjauan Warna
Harmonisasi warna terus berkembang tiap jamannya, mempengaruhi kegiatan manusia di dalamnya, karena warna dapat mempengaruhi mood dan psikologi seseorang. Penerapan warna sangat bervariasi dilihat dari tiap individu, jalannya waktu, budaya, dan bagaimana manusia memandang aspek penting dari warna itu.
Sebuah fenomena terjadi ketika warna yang sama bisa menghasilkan makna yang berbeda ketika sudah digabungkan dengan lighting, perpaduan keduanya dapat menimbulkan ‘ilusi’ perasaan/keadaan yang ingin dicapai. Selain itu visual seseorang dapat mempengaruhi persepsinya terhadap warna, secara visual warna dapat mempengaruhi reaksi pada mata dan otak. Warna mempunyai kemampuan untuk mengubah desain bentuk/struktur 2D dan 3D dengan manipulasi hue, value, dan chroma. Warna tidak bisa dibilang bagus atau tidak bagus, namun semua tergantung pada tiap manusia yang menerima pesan atau maksud yang ingin disampaikan di balik warna itu.
Berikut adalah beberapa jenis warna dan efek psikologi yang ditimbulkan :
18
Universitas Kristen Petra
Red (merah) : adalah warna api dan darah, merupakan warna terkuat yang ada, member kesan panas, intensif, excitement, dan mengarah pada warna untuk berhati-hati terhadap ancaman kebakaran.
Pink (merah muda) : feminine, hangat, charm and delicacy.
Orange (oranye) : campuran dari warna merah dan kuning. Memberi kesan semangat, persahabatan, dan keceriaan
Yellow (kuning) : termasuk warna hangat, menyenangkan, kesan terbuka, semangat beraktivitas, dan memberi stimulasi yang baik.
Green (hijau) : termasuk warna terhangat dari kategori warna dingin, kesan stabil, kesan natural, kalem, sehat, dan sejuk dilihat mata.
Blue (biru) : tidak memiliki kesan hangat sama sekali, memberi kesan kelem, simplicity, kemurnian, kebenaran, dan wibawa.
Violet (ungu) : memberi kesan ambigu, tegang, mistik, dan menyeramkan;
sehingga jarang digunakan pada ruangan. Namun untuk warna yang lebih pucat dapat memberi kesan light, playful, dan magical.
Brown (cokelat) : warna hangat dan nyaman, namun bisa juga memberi kesan kotor sebagai warna tanah.
White (putih) : murni, bersih, simple, dan clarity.
Black (hitam) : kesan kuat, serius, wibawa, dan formal.
2.4. Tinjauan Sistem Pencahayaan
Ada empat posisi dasar untuk lampu yaitu : Front lighting, Side lighting, Back lighting, Down lighting
Peralatan yang digunakan untuk lighting diantaranya adalah :
Fresnel, PC/ Plano Convex, Profile, CYCA/Asymetric, Food, Scoop, Border lighting, Blinder, PAR64, Follow Spot, intelligent scan, moving head, smoke machine, double sunlight mirror ball, strobe, laserm lighting console/mixer.
Pencahayaan di daerah layanan makanan memerlukan cahaya yang cukup, khususnya sekitar meja kasir. Dalam pelayanan penyajian makanan memerlukan intensitas 400 lux, counter dan meja kasir memerlukan intensitas 600 lux.
19
Universitas Kristen Petra
Pencahayaan yang bagus juga perlu disediakan pada area sirkulasi, dan terutama di atas anak tangga. Terdapat beberapa tingkat penerangan berdasarkan kode penerangan, yaitu :
Meja resepsionis memerlukan 400 lux
Kantor hall memerlukan 200 lux
Anak tangga memerlukan 200 lux
Bar memerlukan 100 lux
Area persiapan makanan 400 lux
Area display makanan 600 lux
Area dapur 900 lux
2.5. Tinjauan Sistem Akustik
Persyaratan-persyaratan tingkat suara, tempo gaung dan resonansi bervariasi sesuai dengan sifar aktivitas dan jenis suara yang ditimbulkannya. Suara-suara yang tidak dikehendaki yang timbul dari luar ruang dapat dikendalikan dengan tiga cara, yaitu :
Mengendalikan suara dengan mengisolasi suara tersebut pada sumbernya
Mengatur denah bangunan sedemikian rupa sehingga daerah yang menimbulkan suara bising diletakkan sejauh mungkin dari daerah yang tenang
Menghilangkan kemungkinan jalur rambatan suaranya - melalui udara atau melalui struktur bangunan – dimana suara bising dapat bergerak dari sumbernya ke dalam ruang
Pemanfaatan peralatan peredam, pemasangan yang tidak kaku, sambungan yang fleksibel, dapat membantu mengurangi suara yang merambat melalui struktur.
Sistem tata suara berdasarkan susunan speaker yang sesuai untuk live music adalah (Ching 64) :
Sistem Stereophonic
Sistem ini menggunakan lebih dari satu microphone yang ditempatkan di depan penyaji pagelaran musik, dan dengan speaker yang susunannya sesuai dengan penempatan microphone tadi, sehingga akan diperoleh kesan suara datang dari komposisi susunan penyaji musik seperti aslinya.
20
Universitas Kristen Petra
Sistem Surround
Sistem ini menciptakan sound effect yang menyebabkan orang bisa menjiwai suatu sajian musik, sehingga ia merasa seolah-olah terlibat atau sedang berada di tengah-tengah suasanan yang tercipta.
Sistem pemasangan speaker secara garis besar dapat dibagi menjadi (Suptandar 261):
Sistem sentral : pemasangan dipusatkan pada satu posisi/tempat
Sistem desentralisasi : pemasangan lebih banyak sehingga hasil suara lebih merata meskipun tiap speaker diberi input yang kecil.
Sistem kombinasi : disesuaikan dengan keadaan ruang yang akan dipasang sound system dimana kombinasi sistem sentral dan desentralisasi ini harus menghasilkan level suara yang merata dengan penempatan speaker yang baik.
2.6. Tinjauan Sistem Proteksi Kebakaran
Pada awal perancangan sebuah bangunan, pemilihan material untuk lantai, dinding, dan plafond sebaiknya tidak mengandung bahan yang mudah terbakar.
Selain dari pemilihan material, bangunan sebaiknya dilengkapi dengan sistem keamanan kebakaran sebagai pencegahan awal.
Untuk kebutuhan keamanan dan pencegahan pertama terhadap kebakaran terdapat beberapa macam teknologi yang bisa digunakan. Untuk mendeteksi terjadinya kebakaran dapat digunakan smoke detector, heat detector, atau fire alarm.
Peralatan proteksi kebakaran ini sering ditemukan pada bangunan umumnya, tidak terkecuali yang berskala kecil-menengah-atas.
Untuk pemadaman, ada beberapa alat yang biasanya digunakan yaitu Fire Extinguisher (sering digunakan karena dapat dipindah dan tidak memerlukan sistem plumbing), Standpipes and Fire Hoses (diinstal bersamaan dengan konstruksi bangunan, tapi pemakaiannya cukup mudah), dan Sprinkler (sensitif terhadap panas dan akan langsung menyala jika kontak langsung dengan api). Namun tidak semua ruangan bisa terkena air, jika berhubungan dengan kabel/buku malah akan semakin membahayakan. Alternatif lain selain menggunakan air, dapat diganti dengan bahan karbon dioksida, larutan kimia, busa, dan bahan non-air lainnya (Harmon 250).
21
Universitas Kristen Petra
Untuk pemenuhan kebutuhan akan proteksi kebakaran, terdapat 3 kategori proteksi yang dapat digunakan dalam bangunan, antara lain (Harmon 250) :
Sistem Pendeteksi
Dimaksudkan untuk mengenali tanda pertama api. Biasanya sistem pendeteksi yang tersedia di pasaran digunakan untuk mendeteksi panas atau asap.
Beberapa jenis sistem pendeteksi yaitu : 1. Detektor Asap
Efektif dalam mendeteksi api yang membara dan tidak menghasilkan panas yang cukup untuk aktivasi sprinkler. Detektor asap dapat dipasang secara individu ataupun kelompok. Berdasarkan jenis detektornya, dapat digunakan untuk mendeteksi satu ruangan saja, atau keseluruhan bangunan. Untuk ruangan yang lebih besar, detector harus dipasang pada jarak 91 meter untuk melindungi sektar 84 m2. Detektor dapat dipasang di langit-langit atau dinding, dan biasanya harus dipasang 10 cm dari dinding atau langit-langit sehingga arus udara tidak menyebabkan asap dan panas.
2. Detektor Panas
Sensitif terhadap perubahan suhu. Detektor panas dapat memonitor suhu di suatu tempat tertentu atau memonitor suhu menurut daerah yang ditunjuk. Kombinasi antara detektor panas dan asap dapat digunakan di daerah-daerah yang sangat sensitif sehingga deteksi terhadap asap atau panas dapat langsung mengaktifkan sistem proteksi kebakaran.
3. Alarm Api Manual
Kotak alarm harus mudah dilihat dan terletak di sisi pintu dan tidak lebih jauh 150 cm dari ambang pintu, karena perangkat ini dimaksudkan untuk digunakan oleh penghuni bangunan. Persyaratan aksesibilitas untuk pemasangan kotak alarm harus diberlakukan.
Ketinggian kotak alarm harus berada dalam jangkauan area yang mudah diakses dan biasanya memiliki jarak bersih sebesar 76-120 cm dari lantai.
22
Universitas Kristen Petra
Sistem Alarm
Sistem alarm dapat diaktifkan secara manual dengan menggunakan perangkat tarik atau secara otomatis oleh sistem deteksi atau sistem sprinkler otomatis.
Ada juga perbedaan antara single-station alarm dan multiple-station alarm.
Single-station alarm akan berbunyi hanya dalam daerah dimana api terdeteksi untuk memperingatkan penghuni di daerah itu saja. Sedangkan untuk multiple-station alarm, sistem alarm kebakaran saling berhubungan sehingga segala indikasi kebakaran akan terdengar dari seluruh gedung, sehingga evakuasi total dapat segera dilakukan (Harmon 254 ).
Beberapa jenis alarm yang ada antara lain (Harmon 254) : 1. Visual and Audible Alarm Systems
Audible alarm merupakan sinyal peringatan dengan suara keras. Bentuk suara yang dihasilkan bisa dalam bentuk suara terompet yang keras, suara dengan bunyi khas tertentu, atau suara bel. Audible alarm harus diatur dalam decibel tertentu dan kisaran tekanan tertentu sehingga dapat melebihi tingkat suara yang berlaku di ruang dimana alarm tersebut digunakan. Meskipun lokasi untuk alarm terdengar tidak ditentukan, alarm harus dipasang cukup tinggi pada dinding. Alarm visual pada dasarnya memiliki lampu flash putih yang digunakan sebagai sinyal alarm dan kadang-kadang disebut sebagai strobis.
2. Emergency Voice / Alarm Communication Systems (EVACS)
Beberapa hunian dan jenis bangunan ada yang menggunakan sistem ini yang langsung dihubungkan dengan sistem alarm kebakarannya.
Biasanya diaktifkan oleh detektor kebakaran otomatis, perangkat sprinkler, atau alarm kotak kebakaran. Kemudian EVACS akan membunyikan nada oeringatan diikuti dengan petunjuk suara.
3. Accessible Warning Systems
Sistem Pemadam
Sistem ini menyediakan kontrol pemadaman kebakaran. Karena dominan menggunakan air, dibutuhkan seorang yang ahli mekanik untuk terlibat sebagai referensi yang sesuai.
23
Universitas Kristen Petra
1. Pemadam Api
Merupakan salah satu sarana pemadaman kebakaran yang dimaksudkan untuk mudah digunakan oleh penghuni bangunan. Pemadam api ini dapat dipasang dimana permukaan ruang yang memungkinkan atau tersembunyi dalam dinding menggunakan lemari khusus.
2. Standpipes and Fire Hoses
Biasanya dipasang selama pembangunan awal gedung. Beberapa diantaranya mudah dikenali lewat kabinet kaca tertutup dan selang biasanya diatur terlipat. Jarak tinggi selang pemadam dari lantai antara 100-152 cm, sedangkan jarak tinggi handel tarik dari lantai adalah 120 cm.
3. Sistem Sprinkler
Adalah perangkat pemadam yang sensitif terhadap panas. Kepala sprinkler yang terkena langsung panas akan aktif dan memancarkan air.
Sistem sprinkler lainnya dapat dihubungkan dan diaktifkan dari alarm kebakarn atau detektor asap. Pada kenyataannya, sistem sprinkler harus dihubungkan dengan sistem alarm sehingga penghuni bangunan, pekerja bangunan, ataupun pihak pemadam kebakaran dapat mengetahui tanda bahaya untuk mengaktifkan sistem sprinkler tersebut.
2.7. Tinjauan Sistem Keamanan
Menurut buku Time Saver Standard for Interior and Space Planning terdapat beberapa sistem keamanan, yaitu :
Gates
Menggunakan tralis pada jendela. Teralis harus diletakkan pada frame jendela dengan mesin atau baut sehingga tidak dapat dilepaskan dari luar. Pintu gerbang dorong merupakan proteksi yang sangat bagus. Pintu gerbang digunakan agar tidak dapat dibongkar dari luar. Pintu gerbang direkomendasikan untuk tempat- tempat komersial, seperti kafe dan toko.
Selecting Alarm System
Sistem ini dapat disebutkan dan dapat juga diperlihatkan keberadaannya.
Diperlihatkan dengan tujuan dapat menghalangi usaha pencurian, sedangkan jika
24
Universitas Kristen Petra
diperlihatkan dengan tujuan menjebak pencuri. Sistem ini untuk menyeleksi agar jika ada pencuri yang membawa barang keluar dari wilayah akan ketahuan.
Alarm Reporting System
Alarm reporting system ini terbagi menjadi dua macam, yaitu local alarm (memiliki bel yang disambungkan ke alat yang dapat memproduksi suara yang keras ketika alaram diaktifkan, ini adalah tipe alaram yang sederhana yang dapat diprogram dengan mudah) dan Central Alarm (Sistem laporan jika diaktifkan, pencuri tidak tahu kalau alarm peringatan telah dikirim ke pusat sehingga meningkatkan kemungkinan penangkapan pencuri).
CCTV (Closed Circuit Television)
Ini adalah sistem menggunakan kamera yang merekam gambar kegiatan di area yang diberi CCTV, gambarnya dikirim dan diamati melalui monitor yang telah dipasang disebuah ruangan.
2.8. Tinjauan Ruang Karaoke
Karaoke adalah sebuah bentuk hiburan di mana seseorang menyanyi diiringi dengan musik dan teks lirik yang ditunjukkan pada sebuah layar televisi. Berikut ini adalah beberapa literatur yang berhubungan dengan perancangan proyek ruang karaoke (Indahwati 22) :
Karaoke adalah kegiatan menyanyi yang dilakukan dengan kecanggihan audio visual. (Kamus Besar Bahasa Indonesia 1990)
Kita mencoba mengerti perasaan orang dari gerak, pandangan, dan sikapnya.
Begitu juga kita mencoba mengenal jiwa seorang pemusik, seniman melalui liku suatu melodi, warna sebuah akord, tegangnya sebuah irama. Musik berwujud bunyi dimana dapat menggambarkan perasaan dan prinsipnya tertinggi adalah keindahan. (Musik Abadi, J. A Duangga dan J. Van Ackeree)
Musik pada hakekatnya adalah gerak indah, yang diungkapkan melalui bunyi atau suara yang diatur dengan bagus. Diperlukan kepekaan dan kejelian untuk dapat merasakan dan mewujudkan aluran gerak irama itu dengan hidup, shingga mampu menggugah orang yang mendengarnya. (Sitompul 10)
Filsafat dari musik adalah suatu kekuatan yang sanggup untuk mengetahui pemikiran dan kelakuan manusia. (Sejarah Musik 7)
25
Universitas Kristen Petra
Pada umumnya ruang atau tempat untuk berkaraoke dibagi menjadi dua amcam, yaitu :
“Singing Alone”, diamana ruang karaoke tersebut dipesan oleh masing- masing pengunjung dengan besaran ruang yang berbeda-beda menurut banyaknya pengunjung dalam satu ruang. Terdapat beberapa ruang yang luasnya berbeda, yaitu ukuran ruang small, medium, large, dan VIP dimana banyaknya pengunjung dari tiap ruang berbeda-beda. Dalam masing-masing ruang, pengunjung diperbolehkan untuk makan dan minum di ruang yang dipesan tersebut, hanya saja makanan dan minuman berasal dari tempat karaoke ini (tidak diijinkan untuk membawa dari luar tempat karaoke tersebut). Masing-masing pengunjung dapat memesan ruang tersendiri agar tercipta privasi sehingga dapat bernyanyi dengan tenang.
“Singing Together”, dimana pengunjung akan bernyanyi tetapi menunggu gilirannya dengan semua pengunjung yang datang ke tempat karaoke tersebut. Pengunjung yang datang diperbolehkan untuk makan sesuai dengan menu yang ada di tempat ini. Pada umumnya, tempat karaoke seperti ini disediakan fasilitas restoran, jadi pengunjung dapat menunggu giliran sambil makan. Pengunjung yang menyanyi duduk di tempatnya masing-masing dengan membaca teks lagu yang ada di layar TV besar di depan (Indahwati 23).
Ruang entertainment yang dapat terdiri dari home cinema, ruang musik, atau ruang karaoke. Ruang tidak dianjurkan seluruh bidang kedap suara , sebab suara yang dihasilkan akan terasa “mati”. Jadi, kerap suara itu ada batasnya, dan itu bergantung pada posisi perangkat yang akan diletakkan. Untuk mengurangi kebisingan atau pantulan bunyi dalam ruang, maka lantai dan dinding menggunakan bahan yang kurang kepadatannya, berbentuk serabut dan banyak pori untuk menyerap bunyi (Indahwati 28).
2.9. Tinjauan Home Theater
Untuk kebutuhan akan ruang karaoke, diambil beberapa esensi dari perancangan sebuah home theater pada rumah, dikarenakan ruang karaoke nantinya
26
Universitas Kristen Petra
akan dibentuk seperti ruang karaoke untuk keluarga dan suasana yang ingin diciptakan adalah akrab dan hangat (Rushing 13).
Ukuran
Sebaiknya memilih layar dengan ukuran sebesar mungkin, namun tetap harus memperhatikan proporsi dengan ruang yang digunakan dan jarak pandangan optimal. Secara normal, ukuran TV lebih besar dari 152 cm dengan model built-in, namun sulit untuk bergerak, dan mengambil banyak area ruang. Keadaan ini disiasati dengan membangun custom cabinet untuk meminimalkan penampilan. Untuk ukuran TV yang lebih kecil dari 152 cm, biasanya ditempatkan pada rak TV yang cukup mendukung beratnya (Rushing 16).
Speaker
Dua speaker diletakkan di depan, biasanya di bagian depan kanan dan kiri, dan speaker utama diletakkan di kedua sisi layar. Untuk speaker tengah diletakkan di atas atau di belakang layar video. Karena perjalanan suara lebih lambat dari cahaya, speaker tengah harus diletakkan dekat layar sehingga tidak muncul suara lipsync.
Dua speaker tambahan ditempatkan di kedua sisi tempat duduk.
Speaker ini bermanfaat untuk mencegah kebisingan dan musik. Subwoofer ditempatkan di sebelah kiri atau kanan TV, untuk menangani tekanan frekuensi rendah di sebuah ruangan.
Sebaiknya jangan meletakkan speaker di sudut ruangan, karena suara akan memantul (menghasilkan gema) dari dinding, plafon, dan lantai (Rushing 21).
Rak TV
Sebaiknya memastikan ukuran yang tepat agar TV tidak menggantung dari tepi rak. Perencanaan penggunaan rak juga harus dapat menampung kebutuhan home theater seperti DVD player, tempat koleksi CD, VCR, satellite receiver, receiver, dan laserdisc player. Gunakan rak yang terbuat dari material khusus yang dapat mengurangi getaran dari speaker dan menyediakan platform stabil untuk sistem audionya.
Pengaturan Kabel
27
Universitas Kristen Petra
Untuk tampilan penataan kabel yang rapi, terdapat beberapa cara untuk mengatasinya, yaitu :
1. Penggunaan Karpet
Kabel ditata rapi dibawah karpet, dan karpet disini dapat memberikan proteksi akustik yang baik bagi ruangan.
2. Sistem Wireless
Merupakan teknologi terbaru tanpa menggunakan kabel, yang lebih cocok diterapkan di ruangan kecil.
3. Penggunaan tiang kabel
Sistem ini dapat dilakukan dengan dilewatkan pada dinding dan pintu.
Kabel dapat dilapisi dengan penutup kabel yang terbuat dari plastik atau karet yang kemudian dapat difinishing cat sehingga tidak terlihat mata (Rushing 39).
2.10. Tinjauan Perancangan Ruang Entertainment (Club)
Penilaian awal mengenai desain meliputi definisi dari lokasi, kebijakan area pintu masuk, kebijakan tentang musik, kebijakan tentang harga, dan kompatibilitas dengan fasilitas dari bangunan di sebelahnya. Kebijakan klasifikasi penerimaan pengunjung adalah yang paling penting dalam mengidentifikasi grup pengunjung yang harus diterima, yang nantinya akan menikmati eksklusivitas dari kelompok tertentu juga. Kebijakan akan music harus diperhitungkan, yang tidak lupa memperhatikan peran penting dari seorang DJ (Disc Jockey). Sebagai ‘pemimpin acara’, seorang DJ mengontrol baik suasana maupun musik.
Pola dasar diperhitungkan dari tempat parkir, pintu masuk, foyer, area penyimpanan jubah, bar atau restoran, area untuk menari, dan ruang untuk menonton atau relaksasi yang tenang. Perencanaan dasar tentang proteksi kebakaran juga menjadi aspek penting, harus dipenuhi standar perlindungan api yang berhubungan dengan peralatan pemadam, finishing material interior, lokasi perlengkapan, dan adanya pencahayaan darurat.
Faktor penting dalam perancangan sebuah ruang entertainment adalah kenikmatan pelanggan. Suasana ruang harus dapat menyampaikan keintiman, kehangatan, dan kesenangan. Tata letak layout, furnishing dan dekorasi dari struktur
28
Universitas Kristen Petra
dasar, serta elemen desain disesuaikan seperti pencahayaan dan suara yang dapat menciptakan mood. Elemen penting dalam perencanaan dan tempat duduk adalah untuk memberikan pelanggan kesempatan untuk berada dalam kelompok mereka sendiri dan juga untuk bertemu dengan orang lain. Pergerakan sirkulasi dari tingkat satu ke tingkat lain, tangga, tempat duduk, seta pengaturan lainnya dapat menghasilkan suasana bersosialisasi.
Pencahayaan dapat dikontrol untuk mengarahkan pengunjung kepada minat untuk fitur lain, seperti cabaret, live band, ketika lantai dansa tidak sedang digunakan. Alternatif lantai dansa yang kosong dapat disamarkan dengan pola proyeksi, layar, atau tirai dengan permainan lampu/film. Pencahayaan pada lantai dansa ditandai dengan penggunaan lampu dansa yang berputar dan berkelap-kelip dan penggunaan cahaya jenis strobo. Pencahayaan dapat disinkronisasikan dengan suara atau frekuensi banding, sehingga peran cahaya disini menjadi analog dari musik.
Peralatan suara dapat terdiri dari dua table disc, ruang untuk menyimpan koleksi disc, dan ruang kontrol. Jumlah speaker yang digunakan tergantung pada ukuran lantai dansa dan ketersediaan ruangan yang ada. Untuk daerah yang lebih tenang, seperti ruang duduk (lounge) dan bar, sebaiknya memiliki distribusi suara yang terpisah pada tingkat tertentu untuk mengurangi kebisingan yang dikendalikan oleh DJ atau pada titik kontrol terpisah (Wilson 125).
2.11. Tinjauan Restoran
Layanan Snackbar
Terbatas pada layanan makanan ringan dan minuman yang dipilih di meja atau diambil oleh customer ke sebuah meja. Makanan biasanya dimasak dalam area yang dapat dilihat proses pembuatannya oleh pelanggan.
Bahan makanan dapat disiapkan setiap hari atau ditempatkan pada dapur kecil yang terpisah yang juga digunakan sebagai tempat persiapan sementara atau mencuci bahan makanan/peralatan. Dalam hal ini, seorang desainer mungkin mengalami kesulitan dengan masalah keterbatasan area, khususnya dalam memberikan akses sirkulasi yang nyaman untuk pengiriman makanan
29
Universitas Kristen Petra
dan pemasangan peralatan teknik, selain itu harus dipertimbangkan untuk memudahkan pembersihan dan pemeliharaannya.
Entertainment Dining
Penekanan pada desain interior biasanya ditempatkan pada penciptaan suasana yang benar menggunakan kombinasi pengaturan tempat duduk, pencahayaan, warna, efek finishing, dan fitur dekoratif untuk menghasilkan kesan yang diinginkan. Furnitur dengan desain khusus biasanya dirancang untuk desain ini dan sering diatur dalam kelompok kecil untuk privasi.
Pilihan makanan tersedia banyak macamnya, namun lebih ditekankan pada kemudahan dan kecepatan dalam persiapannya.
2.12. Tinjauan Bar
Bar sering menjadi vocal point dari daya tarik pengunjung dan dirancang sebagai salah satu fitur yang menarik. Pada dasarnya desain bar dapat dirancang sesuai selera masing-masing, namun masih disesuaikan untuk mencerminkan gaya dan karakter dari restoran untuk menciptakan suasana yang tepat untuk makan.
Dalam tata letak layout, bar biasanya terdiri dari dua loket utama, konter belakang berfungsi sebagai display dan tempat penyimpanan, dan meja depan dimana minuman disajikan. Ketika situasi dan kondisinya memungkinkan, meja depan dapat digunakan oleh pelanggan sebagai tempat minum bar.
Pada desain umumnya, bar didesain bentuk lurus dan parallel,, dipisahkan oleh ruang untuk sirkulasi gerak sebesar 105-115 cm. Dalam kasus lain, bentuk meja bar dapat dibuat seperti bentuk pulau di tengah dengan meja depan yang lebih panjang dan menonjol.
Detail Bar
Bagian atas meja digunakan untuk menempatkan deretan minuman (botol) dan berguna sebagai pembentuk latar belakang dekoratif. Ruang di meja belakang harus disediakan untuk cash register yang harus dalam posisi dapat dilihat oleh pelanggang, nyaman untuk digunakan, tetapi tidak terlalu mengganggu pelayan bar.
30
Universitas Kristen Petra
Counter depan biasanya memiliki ketinggian yang nyaman untuk bersandar pada ketinggian 100-115 cm, ada atau tidaknya tempat duduk di depan bar tergantung dari gaya dan style restoran tersebut. Lebar meja bar ditentukan oleh panjang jangkauan yang normalnya sebesar 60-70 cm dalam dua bagian, bagian atas meja sebesar 45-55 cm dan bawah area meja counter diperlebar sebesar 15 cm untuk mempermudah akses.
Wastafel dengan papan pengering harus disediakan di area bar untuk mencuci gelas, kecuali jika dibuat penyediaan alternatif untuk mencuci gelas- gelas ke area cucian pusat. Di sebuah bar yang besar, area cuci gelas mungkin bisa dipasang ke dalam unit, dengan pertimbangan pipa dan sambungan listrik yang diperlukan. Penyediaan tempat sampah juga harus diperhitungkan untuk tempat menaruh botol kosong, gelas yang rusak, dan sampah lain.
2.13. Tinjauan Corporate Identity
Pada masa kini, peran simbol menjadi semakin penting, dan keberadaannya hampir tidak terbatas dalam kehidupan kita sehari-hari. Dimana-mana kita pergi, kita menemukan simbol-simbol yang mengkomunikasikan pesan tanpa harus menggunakan kata-kata.
Banyak desainer sekarang yang lebih maju dalam pemecahan masalah, menyadari perlunya integrasi dari berbagai disiplin ilmu dalam proses desain masalah. Kemampuan ini harus berhubungan dengan komunikasi, serta estetika, dan harus menyertakan psikologi perilaku dan pemasaran, serta seni grafis. Perancang identitas yang sukses akan peka terhadap semua disiplin ilmu ini.
Sebuah perusahaan mirip seperti manusia, memiliki karakteristik individu, budaya, dan filosofi. Sebuah merek dagang terlihat sebagai bagian dari program identitas perusahaan, membantu untuk memanusiakan suatu perusahaan dengan menghadirkan wajah, kepribadian, dalam bentuk sebuah simbol. Simbol mencerminkan identitas perusahaan dan membantu untuk membentuk citra dengan cara yang positif.
Citra perusahaan adalah cara dimana perusahaan dirasakan oleh publik (konsumen, pesaing, pemasok, pemerintah, dan masyarakat umum). Identitas
31
Universitas Kristen Petra
perusahaan, di sisi lain, adalah simbol yang mencerminkan cara dimana perusahaan ingin dianggap dalam masyarakat. Citra perusahaan dikembangkan melalui kontrak dengan perusahaan, dan dengan menginterpretasikan informasi mengenai perusahaan (Napoles 13).
Citra perusahaan yang baik dan sehat akan menunjukkan atau menimbulkan beberapa dari karakteristik atau tanggapan berikut (Napoles 20) :
Respon emosional yang kuat
Kekuatan respon ini meningkat dalam proporsi langsung dengan jangka watu yang telah digunakan. Sekali citra positif didirikan, hal ini didukung oleh orang-orang di dalam dan di luar perusahaan sama.
Penampilan kekuasaan
Konsumen ingin merasakan kekuasaan dan kekuatan dari suatu perusahaan melalui asosiasi dengan komoditas atau jasa. Pelanggan ingin merasa bahwa mereka berhadapan dengan sebuah organisasi yang stabil dan dapat diandalkan ketika mereka membeli layanan atau berinvestasi di perusahaan tersebut.
Rasa akan pengalaman, keyakinan, dan tradisi
Sebuah perusahaan dengan logo yang didirikan memiliki keuntungan lebih besar atas sebuah perusahaan tanpa satu ketika datang tawaran akan pengambilalihan, tender, atau isu-isu lingkungan, karena dapat berdiri di atas prestasi di masa lalu.
Adanya perlambatan proses
Proses membangun citra adalah proses yang lama, sebuah logo yang telah dibangun setelah periode yang cukup panjang akan terjadi konsistensi di dalamnya yang akan membuatnya diakui di masyarakat.