• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. KAJIAN PUSTAKA. 4 Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "2. KAJIAN PUSTAKA. 4 Universitas Kristen Petra"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

2. KAJIAN PUSTAKA

2.1. Pengertian E-Sports

E-Sports sendiri terdiri dari 2 kata, yaitu Electronic dan Sports. Dalam hal ini Electronic memiliki definisi sesuatu yang bekerja dengan menggunakan banyak komponen kecil khususnya microchip dan transistor, yang mengendalikan suatu arus listrik. Sedangkan Sports artinya adalah suatu aktifitas fisik atau ketangkasan yang dilakukan oleh individu atau kelompok yang bertanding melawan individu atau kelompok lainnya. Olahraga elektronik (juga dikenal sebagai permainan kompetitif, pro gaming, elektronik sports, eSports) merupakan suatu istilah untuk kompetisi permainan video multiplayer yang dimainkan oleh pemain professional.

2.2. Pengertian Arena E-Sports

Arena adalah istilah umum yang merujuk kepada suatu tempat yang digunakan untuk berlatih dan bertanding satu atau beberapa cabang olah raga.

Istilah lain dari arena adalah gelanggang yang memiliki pengertian sama. Bentuk bangunan yang menjadi ciri arena antara lain :

a.) Tempat duduk penonton dibuat bertingkat, semakin mendekati tempat pertunjukan/pertandingan semakin rendah.

b.) Pertunjukan/pertandingan dapat disaksikan dari berbagai sisi, kecuali teater arena, kebanyakan hanya dari tiga sisi

Mengacu pada perjalanan E-Sports event terbesar di dunia “The International” adalah kompetisi yang diadakan di berbagai tempat di seluruh dunia dan diselenggarakan setiap tahun, event ini memiliki kapasistas penonton selalu lebih dari 500 penonton yakni :

• Stadium Olahraga

• Convention Hall dan Exhibition Hall

• Theater

(2)

5

Sumber : www.wikipedia.org/wiki/The_International_2016

Sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/The_International_2017

2.3. Pengertian IeSPA

IeSPA (Indonesia e-Sports Association) atau Asosiasi e-Sports Indonesia dimulai dari sebuah ide dan gagasan terinspirasi dari perkembangan industri e- Sports di dunia yang berkembang dengan pesat sejak tahun 2000-an. Kegiatan gaming yang awalnya hanya sekedar hobi berkembang menjadi sebuah industri yang menjanjikan bagi seluruh stakeholders didalamnya. Pentingnya sebuah

Gambar 2.1 The international 2016 - key arena, seattle, washington, usa

Gambar 2.2 The international 2017 - key arena, seattle, usa

(3)

asosiasi yang mewadahi komunitas dan stakeholders lainnya menjadi sangat penting saat ini. Di beberapa negara yang industri e-Sportsnya sudah maju seperti Swedia, Taiwan, China, Korea, Singapore, asosiasi e-sports di negara tersebut sepenuhnya didukung oleh pemerintah negara melalui berbagai kementerian. Oleh karena fakta tersebut, IeSPA didirikan dan sepenuhnya kami merasa perlu mencari dukungan dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebagai pelindung melalui FORMI (Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia) sebagai pembina.

IeSPA paling tepat berada dibawah FORMI dikarenakan bidang e-Sports merupakan salah satu kegiatan rekreasi bagi masyarakat di Indonesia. IeSPA kedepannya akan menjadi wadah resmi satu-satunya bagi komunitas dan stakeholders di bidang e-sports, yang diakui dan dilindungi oleh pemerintah untuk memajukan industri e-sports di Indonesia melalui penyelenggaraan event pertandingan, workshop, seminar, dan lain-lain.

2.4. Pengertian Arena

Arena adalah istilah umum yang merujuk kepada suatu tempat yang digunakan untuk berlatih dan bertanding satu atau beberapa cabang olah raga.

Istilah lain dari arena adalah gelanggang yang memiliki pengertian sama. Bentuk bangunan yang menjadi ciri arena antara lain ( Santoso, 2008 )

a.) Tempat duduk penonton dibuat bertingkat, semakin mendekati tempat pertunjukan/pertandingan semakin rendah.

b.) Pertunjukan/pertandingan dapat disaksikan dari berbagai sisi, kecuali teater arena, kebanyakan hanya dari tiga sisi.

2.5. Pengertian Teater

Teater berasal dari kata Theatron, yang memiliki arti “tempat di ketinggian” sebagai tempat meletakkan sesajian persembahan bagi dewa pada zaman Yunani Kuno. Sedangkan dalam KBBI, teater adalah sebuah gedung atau ruangan tempat pertunjukan sandiwara, film, dan lain sebagainnya. Namun pengertian tersebut berkembang yang kemudian teater tidak hanya tempat, tetapi

(4)

7

diartikan lebih luas menjadi segala hal yang dipertunjukkan di depan orang disebut teater.

2.6. Jenis Jenis Panggung Teater

Panggung adalah tempat berlangsungnya sebuah pertunjukkan dimana interaksi antara lako, sutradara, dan aktor ditampilakan dihadapan penonton. Di atas panggung inilah semua laku lakon ditampilkan dengan maksud agar penonton menangkan maksud cerita yang ditampilakn. Untuk menyampaikan maksud tersebut pemain teater mengolah dan menata panggung sedemikian rupa untuk mencapai maksud yang diinginkan. (Santoso, 2008)

a) Panggung Arena

Menurut Santoso dalam Seni Teater Jilid II, Panggung arena adala panggung yang penontonnya melingkar atau duduk mengelilingi panggung.

Penonton sangat dekat sekali dengan pemain. Agar semua pemain dapat terlihat dari setiap sisi maka penggunaan set dekor berupa bangunan tertutup vertikal tidak diperbolehkan karena dapat menghalangi pandangan penonton. Karena bentuknya yang dikelilingi oleh penonton, maka penata panggung dituntut kreativitasnya untuk mewujudkan set dekor. Segala perabot yang digunakan dalam panggung arena harus benar-benar dipertimbangkan dan dicermati secara hati-hati baik bentuk, ukuran, dan penempatannya. Semua ditata agar enak dipandang dari berbagai sisi.

Sumber : Santosa, Eko dkk, 2008, Seni Teater Jilid 2.

Gambar 2.3 Panggung area

(5)

Panggung arena biasanya dibuat secara terbuka (tanpa atap) dan tertutup.

Inti dari pangung arena baik terbuka atau tertutup adalah mendekatkan penonton dengan pemain. Kedekatan jarak ini membawa konsekuensi artistik tersendiri baik bagi pemain dan (terutama) tata panggung. Karena jaraknya yang dekat, detil perabot yang diletakkan di atas panggung harus benar-benar sempurna sebab jika tidak maka cacat sedikit saja akan nampak. Misalnya, di atas panggung diletakkan kursi dan meja berukir.

Jika bentuk ukiran yang ditampilkan tidak nampak sempurna - berbeda satu dengan yang lain - maka penonton akan dengan mudah melihatnya. Hal ini mempengaruhi nilai artistic pementasan. Lepas dari kesulitan yang dihadapi, panggun arena sering menjadi pilihan utama bagi teater tradisional. Kedekatan jarak antara pemain dan penonton dimanfaatkan untuk melakukan komunikasi langsung di tengah-tengah pementasan yang menjadi ciri khas teater tersebut. Aspek kedekatan inilah yang dieksplorasi untuk menimbulkan daya tarik penonton.

Kemungkinan berkomunikasi secara langsung atau bahkan bermain di tengah- tengah penonton ini menjadi tantangan kreatif bagi teater modern. Banyak usaha yang dilakukan untuk mendekatkan pertunjukan dengan penonton, salah satunya adalah penggunaan panggung arena. Beberapa pengembangan desain dari teater arena melingkar dilakukan sehingga bentuk teater arena menjadi bermacam- macam.

b) Panggung Proscenium

Panggung proscenium bisa juga disebut sebagai panggung bingkai karena penonton menyaksikan aksi aktor dalam lakon melalui sebuah bingkai atau lengkung proscenium (proscenium arch). Bingkai yang dipasangi layar atau gorden inilah yang memisahkan wilayah akting pemain dengan penonton yang menyaksikan pertunjukan dari satu arah. Dengan pemisahan ini maka pergantian tata panggung dapat dilakukan tanpa sepengetahuan penonton. Panggung proscenium sudah lama digunakan dalam dunia teater. Jarak yang sengaja diciptakan untuk memisahkan pemain dan penonton ini dapat digunakan untuk menyajikan cerita seperti apa adanya. Aktor dapat bermain dengan leluasa seolah-

(6)

9

olah tidak ada penonton yang hadir melihatnya. Pemisahan ini dapat membantu efek artistik yang dinginkan terutama dalam gaya realisme yang menghendaki lakon seolah-olah benar-benar terjadi dalam kehidupan nyata.

Tata panggung pun sangat diuntungkan dengan adanya jarak dan pandangan satu arah dari penonton. Perspektif dapat ditampilkan dengan memanfaatkan kedalaman panggung (luas panggung ke belakang). Gambar dekorasi dan perabot tidak begitu menuntut kejelasan detil sampai hal-hal terkecil. Bentangan jarak dapat menciptkan bayangan arstisitk tersendiri yang mampu menghadirkan kesan. Kesan inilah yang diolah penata panggung untuk mewujudkan kreasinya di atas panggung proscenium. Seperti sebuah lukisan, bingkai proscenium menjadi batas tepinya.

Penonton disuguhi gambaran melalui bingkai tersebut. Hampir semua sekolah teater memiliki jenis panggung proscenium. Pembelajaran tata panggung untuk menciptakan ilusi (tipuan) imajinatif sangat dimungkinkan dalam panggung proscenium.

c) Panggung Trust

Panggung thrust seperti panggung proscenium tetapi dua per tiga bagian depannya menjorok ke arah penonton. Pada bagian depan yang menjorok ini penonton dapat duduk di sisi kanan dan kiri panggung. Panggung thrust nampak seperti gabungan antara panggung arena dan proscenium.

Gambar 2.4 Panggung proscenium

(7)

Sumber : Santosa, Eko dkk, 2008, Seni Teater Jilid 2.

Untuk penataan panggung, bagian depan diperlakukan seolah panggung Arena sehingga tidak ada bangunan tertutup vertikal yang dipasang. Sedangkan panggung belakang diperlakukan seolah panggung proscenium yang dapat menampilan kedalaman objek atau pemandangan secara perspektif. Panggung thrust telah digunakan sejak Abad Pertengahan (Medieval) dalam bentuk panggung berjalan (wagon stage) pada suatu karnaval. Bentuk ini kemudian diadopsi oleh sutradara teater modern yang menghendaki lakon ditampilkan melalui akting para pemain secara lebih artifisial (dibuat-buat agar lebih menarik) kepada penonton.

Bagian panggung yang dekat dengan penonton memungkinkan gaya akting teater presentasional yang mempersembahkan permainan kepada penonton secara langsung, sementara bagian belakang atau panggung atas dapat digunakan untuk penataan panggung yang memberikan gambaran lokasi kejadian.

2.7. Sistem Layar dan Bangku Pertunjukkan

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan kualitas pandang visual yang nyaman diantaranya :

1. Garis Pandang

Garis pandang yaitu garis-garis yang menghubungkan titik-titik di layar proyektor dengan titik mata penonton. Garis mata penonton yang duduk di baris

Gambar 2.5 Panggung thrust

(8)

11

belakang tidak boleh terhalang oleh penonton yang berada di depannya. Perbedaan tinggi antara garis pandang penonton bagian belakang dengan titik mata penonton yang berada di depannya minimal 10 cm.

2. Jarak Pandang

Jarak pandang yaitu jarak yang masih memungkinkan penonton untuk dapat melihat pertunjukan film dengan jelas pada layar proyektor, yaitu sekitar 25cm.

3. Sudut Pandang

Horizontal pada obyek di panggung terhadap garis sumbu panggung dengan garis yang dihubungkan antara penonton paling tepi dengan titik tengah panggung tidak boleh lebih dari 600. Untuk penonton pada kursi paling tepi di baris terdepan, sudut pandang maksimum 300, dan bagi penonton pada kursi teratas maksimum pandangan ke bawahnya 300 dengan pertimbangan. bahwa sudut pandang tidak akan mengganggu penonton, baik secara horizontal maupun vertikal.

4. Layar Pertunjukkan

Ukuran layar akan mempengaruhi lebar sinema secara keseluruhan dan juga kenyamanan bagi penonton dalam melihat kejelasan gambar terproyeksi ke layar.

• Lebar layar maksimal:

a. 20 m untuk film 70

b. 13 m untuk film 35 - Rasio tinggi layar : lebar layar yang ideal = 3 : 4

2.8. Penataan Kursi Penonton

Lay-out kursi penonton lebih kepada efisiensi ruang dan keamanan. Penataan kursi dibuat berselang-seling antara kursi depan dan belakang, untuk memperluas area pandang. (Joseph De Chiara, 2001)

Gambar 2.6 Penataan kursi penonton

(9)

Penataan Straight Rows :

Tidak nyaman untuk penonton diposisi samping, memiliki kenyamanan yang beda pada tiap kursi, semakin tengah semakin nyaman

Penataan Straight, Canted Side-banks :

Memiliki kekurangan yang sama dengan Straight Rows, tetapi dengan tingkat kenyamanan yang sedikit lebih tinggi.

2.9. Persyaratan Akustik Perancangan Teater

Persyaratan tata akustik gedung pertunjukan yang baik dikemukakan oleh Doelle yang menyebutkan bahwa untuk menghasilkan kualitas suara yang baik, secara garis besar gedung pertunjukan harus memenuhi syarat yakni :

• Kekerasan (Loudness) yang Cukup

• Pemilihan Bentuk Ruang yang Tepat

• Distribusi Bunyi yang Merata

• Ruang harus bebas dari cacat-cacat akustik

2.10. Fungsi Tata Cahaya Teater

• Mengadakan pilihan bagi segala hal yang diperlihatkan, maksudnya adalah dengan tata cahaya mencoba membiarkan penonton dapat melihat dengan enak dan jelas.

• Membuat komposisi, yaitu menggunakan unsur cahaya berdasar atas rancangan, sehingga melahirkan suatu komposisi yang menunjang kehadiran para pemerannya. Cahaya lampu harus diatur sedemikian rupa sehingga dapat memusatkan perhatian penonton pada setiap gerakkan pemeran dan menimbulkan gagasan baru.

• Menciptakan suasana, yaitu dengan menata cahaya maka diharapkan akan menimbulkan perasaan atau efek kejiwaan penonton. Cara yang ditempuh yaitu dengan pemakaian warna dan cahaya keteduhan.

(10)

13 2.11. Jenis- Jenis Booth

a) Linear Booth

Linear booth, juga disebut "in-line" stand, adalah booth yang diatur dalam garis lurus dan pengunjung pameran berada di sisi kanan dan kiri booth.

b) Perimeter Booth

Perimeter Booth bentuknya sama dengan linear booth namun dengan arah yang membelakangi ke dinding bagian luar

Gambar 2.7 Linear booth

Gambar 2.8 Perimeter booth

(11)

c) Split Island Booth

Split Island Booth adalah peninsula booth yang membagi dinding belakangnya dengan peninsula booth yang lain

d) Peninsula Booth

Peninsula Booth adalah booth yang meng-exposed lorong pada tiga sisi yang terdiri dari minimal empat stand. Ada dua jenis peninsula booth;

yang pertama adalah booth dengan membelakangi Linier Booth dan booth yang membelakangi peninsula booth lainnya yang juga disebut sebagai

“Split Island Booth”.

Gambar Error! No text of specified style in document..2 Split-Island Booth

Gambar 2.10 Peninsula booth Gambar 2.9 Spit island booth

(12)

15 e) End-Cap Booth

End-Cap Booth pada dasarnya adalah sebuah stan in-line (linier) yang ditempatkan dengan osisi peninsula atau split island display.

Gambar 2.11 End cap booth

Gambar

Gambar 2.1 The international 2016 - key arena, seattle,  washington, usa
Gambar 2.3 Panggung area
Gambar 2.4 Panggung proscenium
Gambar 2.5 Panggung thrust
+5

Referensi

Dokumen terkait

Konsultasi ini sangat penting untuk pemasangan intensive green roof karena memiliki media tumbuh yang dalam, berat struktur yang lebih besar, dan tanaman penutup yang

Perlu diketahui juga, tipe ruang rapat seperti apa yang dibutuhkan dalam kantor, siapa saja yang nantinya akan menggunakan ruang rapat tersebut dan bagaimana frekuensi

Suatu keadaan yang menimbulkan besarnya biaya kualitas yang harus dikeluarkan adalah ketika konsumen menemukan adanya cacat pada produk yang sudah dipasarkan (external failure

Pernis adalah salah satu bahan finishing yang sudah sejak lama digunakan untuk melapisi kayu atau perabotan rumah tangga karena harganya yang cukup murah dan

Mendirikan restoran tidak terlepas dari persiapan awal tata ruang dan rancangan bangunan yang sesuai dengan kebutuhan operasional restoran secara keseluruhan,

Untuk mengaplikasikan perlindungan katodik pada struktur bangunan yang lebih besar, metode Sacrificial Anode tidak dapat lagi diterapkan karena arus yang dihasilkan dari

Metode pertama yang digunakan adalah dengan menambahkan NaOH sebanyak 1% dari berat pengikatnya, lalu metode yang kedua adalah dengan melakukan proses curing pada beton

Display area merupakan pusat dari retail store. Display area sebagai tempat untuk mempresentasikan produk yang ditawarkan kepada pengunjung, maka dari itu haruslah