• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. KAJIAN PUSTAKA. 7 Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "2. KAJIAN PUSTAKA. 7 Universitas Kristen Petra"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

2. KAJIAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Salon

Salon kecantikan adalah sebuah tempat usaha yang bergerak di bidang jasa kecantikan yang berhubungan dengan perawatan kecantikan dan kosmetik untuk pria dan wanita. Dimana salon kecantikan sebagai tempat untuk memperindah dan mempercantik tubuh dengan menyediakan perawatan yang berkaitan dengan kesehatan kulit, keindahan rambut,estetika wajah, perawatan kaki, perawatan kuku, waxing atau hair removal lainnya, dan sebagainya yang berhubungan dengan pelayanan kecantikan tubuh. (Siregar 7)

2.2. Fungsi & Tujuan Salon

Siregar mengatakan fungsi utama dari salon sendiri pastinya sebagai wadah atau tempat utama untuk menyediakan jasa dan layanan yang berhubungan dengan mempercantik fisik dan sekaligus melakukan perawatan tubuh. Sementara untuk tujuan adalah sebagai berikut (7) :

 Memberikan penampilan baru bagi klien yang ingin mengubah penampilan.

 Mengembalikan keseimbangan tubuh dengan melakukan perawatan kecantikan.

 Tempat untuk mempercantik penampilan, karena dengan mempercantik penampilan dapat membuat seseorang merasa semakin percaya diri.

2.3. Sejarah Salon

Sejak dulu, orang-orang telah peduli akan kesehatan dan tampilan rambut, namun pada masa itu definisi cantik sangat berbeda dengan jaman sekarang.

Sesuai dengan perkembangan jaman, definisi cantik sangat berbeda-beda dan tren kecantikan kebanyakan sangat tidak biasa. Peralatan untuk memotong dan menata rambut telah ditemukan direruntuhan yang ada sejak 3500 SM di Mesir. Pada saat itu, segala bentuk penataan rambut masuk di klasifikasi pangkas rambut atau

(2)

barbering. Pemangkasan rambut pria dilakukan oleh pemangkas rambut pria, begitu pula dengan wanita penataan rambutnya juga dilakukan oleh wanita.

Seiring berkembangnya budaya dan teknologi di dunia, begitu pula dengan pangkas rambut (barbering). Pada tahun 1800-an, para wanita dari kalangan bangsawan pada masa itu memiliki penata rambut pribadi yang akan datang ke rumah mereka khusus untuk menata rambut. Tempat untuk memangkas rambut (barber shop) pada saat itu hanya khusus untuk pria saja, walaupun banyak juga para pria dari kalangan bangsawan yang tetap memangkas rambut dirumah mereka masing-masing.

Lama kelamaan, seiring dengan berkembangnya dunia mode, istilah

„penata rambut‟ pun menjadi populer, terutama di Perancis yang memang tempat lahirnya mode di dunia. Para bangsawan menganggap bahwa peran dari penampilan mereka sangat penting walaupun masih banyak yang melakukan pemangkasan dan penataan rambutnya di rumah. Dengan berkembangnya teknik- teknik penataan rambut yang semakin bervariasi yang akhirnya menuntun penataan rambut menjadi sebuah profesi di Perancis.

Sampai pada akhir tahun 1800-an salon rambut, yang awalnya berasal dari tempat pangkas rambut (barber shop), banyak bermunculan dikarenakan tingginya permintaan dan keinginan orang-orang terutama para wanita untuk tampil cantik dan banyak para penata rambut yang membuka tempat usaha khusus untuk memotong atau menata gaya rambut, dan pada abad ke 20 disaat kosmetika sedang berkembang, salon rambut juga berkembang dan tidak hanya sekedar memotong dan menata rambut, namun juga terdapat perawatan kulit, kesehatan rambut dan estetika lain sehingga istilah salon kecantikan pun dipakai. Dan dengan berkembangnya teknologi, peralatan salon pun turut berkembang, seperti adanya pengering rambut, pewarna rambut, pengeritingan rambut, teknik penataan rambut yang semakin bervariasi dan sebagainya, yang semakin memudahkan penata rambut untuk menata rambut pelanggannya. Jika sebelumnya peraturan latihan untuk menjadi seorang penata rambut bisa dilakukan secara singkat, sekarang ini telah muncul sekolah khusus untuk penata rambut dan memperoleh lisensi. Ini menunjukan bahwa industri salon kecantikan yang terus berkembang

(3)

pesat dan akhirnya menjadi salon kecantikan seperti yang kita tahu sekarang ini.

(Siregar 8-9)

2.4. Tipe – Tipe Salon

 Beauty Salon

Beauty Salon tidak hanya menawarkan servis untuk rambut saja, namun juga mencakup perawatan kulit tubuh, perawatan kuku tangan dan kaki, perawatan muka, pengaplikasian kosmetik, hair removal dan sebagainya yang berhubungan dengan kecantikan tubuh.

 Hair Salon

Hair Salon tidak menawarkan perawatan lain seperti perawatan kuku, perawatan kulit, dan lain-lain seperti halnya Beauty Salon. Namun hanya menawarkan servis khusus yang berhubungan dengan perawatan rambut saja, seperti pemangkasan rambut, penataan, pewarnaan, pencucian dan perawatan spesial seperti penyambungan rambut (hair extensions) atau penghilangan rambut di daerah tertentu (hair removal).

 Salon & Day Spa

Salon & Day Spa memiliki banyak kesamaan dengan beauty salon karena terdapat segala jenis perawatan kecantikan seperti perawatan kulit tubuh, perawatan kuku tangan dan kaki, perawatan muka, pengaplikasian kosmetik, hair removal dan sebagainya. Namun pada Salon dan Day Spa juga memiliki perawatan intensif dari sebuah Spa, seperti reflexy, pemijatan tubuh, dan lainnya yang berhubungan dengan relaksasi. Adanya Salon & Day Spa memenuhi kebutuhan pelanggan yang ingin tampil cantik dan juga mendapatkan relaksasi.

 Barber Shop

Barber Shop merupakan salon khusus kaum pria. Tidak hanya memangkas rambut atau menata rambut pria, namun juga mencukur rambut di muka seperti kumis dan jenggot. Selain itu sekarang ini banyak barber shop yang menyediakan produk dan perawatan kesehatan rambut seperti creambath dan sebagainya.

 Nail Salon

(4)

Walaupun di beberapa salon kecantikan telah memiliki perawatan khusus kuku, banyak terdapat Nail Salon yang memang khusus hanya untuk perawatan kuku saja dan dikerjakan oleh teknisi kuku yang biasa disebut

“manicurists” atau “nailists”. Salon kuku ini menyediakan semua perawatan khusus kuku kaki dan tangan dan kesehatan kulit lainnya, juga Nail Art yang bervariasi.

 Bridal Salon

Salon khusus yang menyediakan perlengkapan khusus untuk pengantin, seperti penataan rambut, tata rias untuk pengantin bahkan lengkap dengan menyediakan banyak pilihan gaun dan jas untuk pengantin beserta aksesorisnya.

 Tanning Salon

Salon ini banyak ditemukan di negara barat yang mayoritas penduduknya berkulit putih yang menginginkan kulit mereka menjadi kecoklatan tanpa harus berjemur di bawah terik matahari. Salon ini menyediakan sunbed atau tanning bed yang akan mengeluarkan sinar UV yang dapat membuat kulit menjadi coklat. Selain itu, salon ini juga menyediakan Sunless Spray Tanning yaitu teknik pencoklatan kulit tanpa sinar matahari atau UV buatan, namun hanya dengan memakai spray khusus yang merupakan bahan kosmetika yang disemprotkan ke kulit dan mempunyai efek yang terlihat sama dengan mencoklatkan kulit memakai sinar UV. (Siregar 9- 10)

2.5. Jenis – Jenis Perawatan

Berikut ini adalah penjabaran mengenai jenis – jenis perawatan yang biasa ditawarkan di Salon (Siregar 10-13), seperti :

 Penataan Rambut

Perawatan yang berhubungan dengan penataan rambut sehingga memberikan image atau penampilan yang berbeda pada orang yang melakukan penataan rambut. Penataan rambut mencakup :

o Pemotongan rambut.

o Pewarnaan rambut.

(5)

o Pencucian rambut yang dilanjutkan dengan hair styling seperti blow dry dan catok.

o Pelurusan atau pengeritingan rambut permanen (rebonding, smoothing dan perming).

o Hair extention.

o Penataan rambut seperti sanggul variasi dan lainnya.

 Perawatan Rambut

Perawatan yang difokuskan untuk kesehatan rambut yang biasanya dilanjutkan juga dengan pemijatan kepala, leher dan punggung. Juga dengan pemberian vitamin rambut setelahnya. Jenis perawatan rambut, seperti :

o Creambath.

o Hair mask atau hair spa.

o Ozon Theraphy.

 Perawatan tubuh

Perawatan yang fokus pada kecantikan dan keindahan kulit tubuh, seperti : o Pemijatan badan atau body massage.

o Body scrub.

o Body whitening.

o Firming.

 Perawatan Muka

Perawatan khusus untuk keindahan kulit muka, seperti : o Facial.

o Masker muka.

 Manicure

Perawatan yang mengkhususkan keindahan dan kesehatan tangan, terutama pada kuku. Perawatan manicure, seperti :

o Nail care yaitu perawatan kesehatan kuku dengan memakai produk- produk tertentu.

o Pemotongan kuku.

(6)

o Nail art yaitu penataan kuku yang dibuat semenarik mungkin dengan memakai berbagai macam warna kuteks ataupun dengan glitter dan manik-manik.

o Pemijatan telapak dan keseluruhan tangan.

 Pedicure

Perawatan khusus untuk kesehatan dan keindahan pada kaki, terutama pada kuku dan kulit telapak kaki. Berikut jenis-jenis perawatan Pedicure, seperti :

o Pemotongan kuku kaki.

o Pemijatan kaki.

o Penggosokan kulit telapak kaki dengan batu khusus untuk menghilangkan sel-sel kulit mati yang banyak terdapat di telapak kaki.

o Nail art, sama seperti manicure, dalam perawatan pedicure juga disediakan Nail art, namun biasanya pengaplikasiannya tidak terlalu berlebihan seperti pada kuku tangan.

 Penghilangan Bulu atau Hair Removal

Merupakan perawatan yang khusus untuk menghilangkan bulu atau rambut yang tidak diinginkan pada bagian-bagian tubuh, seperti alis mata, bawah lengan (ketiak), kaki, tangan, maupun pada bagian intim.

Jenis-jenis penghilangan bulu, sebagai berikut :

o Waxing yaitu proses penghilangan bulu dengan mengoleskan lilin cair ke bagian yang diinginkan, lalu dicabut memakai strip.

o Threading yaitu teknik penghilangan bulu dengan memakai benang.

o Laser hair removal yaitu teknik penghilangan bulu permanen dengan memakai laser. Tidak semua salon menyediakan fasilitas ini karena memang teknik dan alatnya ini masih terbatas.

 Make-Up

Tata rias wajah dengan menggunakan peralatan kosmetik untuk memperoleh estetika pada wajah yang dapat mengubah penampilan.

2.6. Klasifikasi Aktifitas

 Pelanggan

(7)

o Reservasi perawatan & tempat.

o Konsultasi mengenai info perawatan.

o Menikmati perawatan.

o Melakukan pembayaran.

 Resepsionis

o Menerima order.

o Konfirmasi janji.

o Pendataan pelanggan.

o Memberikan konsultasi perawatan.

o Menerima transaksi pembayaran.

 Penata rambut

o Menata rambut.

o Mencuci rambut.

o Memberikan konsultasi mengenai kesehatan rambut.

o Memberikan perawatan rambut.

 Terapis khusus

o Konsultasi perawatan.

o Menjelaskan tahap perawatan.

o Memberikan perawatan tangan dan kaki.

o Memijat badan, waxing, juga memijat atau facial muka.

 Karyawan (Office Boy/Cleaning Service) o Membersihkan area lingkungan.

o Membersihkan ruang treatment atau area salon setelah dipakai.

 Owner/Manager

o Supervisi kegiatan yang ada di salon.

o Mendata.

o Koordinasi tugas masing-masing karyawan.

o Briefing dengan karyawan.

2.7. Klasifikasi Fasilitas

 Meja resepsionis.

 Area tunggu.

(8)

 Wall display produk.

 Kaca dan meja rias salon (styling stations).

 Kursi salon (styling chair).

 Kursi cuci rambut (backwash system/shampoo area).

 Alat steamer atau dryer rambut.

 Meja & kursi manicure.

 Kursi pedicure.

 Kursi manicure.

 Facial beds.

 Massage Beds.

 Ruang Waxing.

 Peralatan salon (salon cart equipment).

 Stool.

 Toilet dan ruang ganti.

 Salon Dispensary (tempat penyimpanan produk salon).

 Ruang Linen atau Laundry.

 Ruang staff dan pengelola (back office).

2.8. Persyaratan Salon

Dalam buku The Official Guide to the City & Guilds Certificate in Salon Services (John Armstrong, 2006, Thomson Learning) hal-hal yang perlu diperhatikan untuk keselamatan dan kesehatan lingkungan sebuah salon adalah sebagai berikut :

 Penghawaan setiap ruangan di tempat kerja.

 Perlunya diperhatikan ventilasi dan kelembaban udara di setiap ruangan.

 Fasilitas penting seperti toilet dan area pencucian peralatan salon harus diperhatikan.

 Adanya area sirkulasi atau koridor dan tidak boleh ada halangan.

 Pemilihan lantai yang baik, tidak boleh licin agar tidak mengganggu aktifitas salon.

(9)

 Pemeliharaan peralatan elektronik dalam salon seperti hair dryer, catokan, dan sebagainya, harus disimpan dengan benar dan selalu dilakukan pemeriksaan apakah ada kerusakan.

 Kebersihan peralatan salon.

 Penyediaan pembuangan limbah khusus karena adanya bahan-bahan kimia yang digunakan dalam salon, seperti pewarna rambut, shampo, dan sebagainya.

 Memiliki peralatan lengkap untuk pemadaman kebakaran, juga perlunya koridor untuk evakuasi.

 Melaporkan apabila ada kerusakan dalam segala hal, seperti peralatan, kaca, lemari, dan sebagainya yang dapat menjadi membahayakan.

Persyaratan produk yang terkait dengan aktivitas salon adalah perlu diperhatikannya sirkulasi yang terdapat didalam ruangan agar tidak mengganggu aktivitas potong rambut dan nail art, selain itu pemeliharaan mebel dengan menjaga kebersihannya juga sangat penting, selain untuk menarik minat pengunjung juga berpengaruh pada faktor kesehatan yang berkaitan dengan saluran pernapasan.

Berikut ini juga adalah studi antropometri pada pembuatan ruang sebuah salon terhadap dimensi manusia, seperti pada area styling, area tunggu, area pengeringan rambut dan juga pada pos pencucian rambut (shampoo unit).

Gambar 2.1. Standar jarak pada area styling Sumber: Panero & Zelnik (2003, p.212)

(10)

Gambar 2.2. Standar tinggi kursi area styling Sumber: Panero & Zelnik (2003, p.212)

Gambar 2.3. Standar tinggi kursi optimal Sumber: Panero & Zelnik (2003, p.213)

Gambar 2.4. Sirkulasi area tunggu dan pengeringan Sumber: Panero & Zelnik (2003, p.213)

(11)

Gambar 2.5. Standar sirkulasi pos pencucian rambut Sumber: Panero & Zelnik (2003, p.214)

Gambar 2.6. Pos pencucian rambut pria dan wanita Sumber: Panero & Zelnik (2003, p.214)

2.9. Pengertian Mebel dan Fleksibel 2.9.1. Mebel

Kata mebel dalam bahasa Inggris diterjemahkan menjadi furniture. Istilah

“mebel” digunakan karena sifat bergeraknya atau mobilitasnya sebagai barang lepas di dalam interior arsitektural. Kata mebel berasal dari bahasa Perancis yaitu meubel, atau bahasa Jerman yaitu mobel.

Baryl (1977) menjelaskan pengertian mebel secara umum adalah benda pakai yang dapat dipindahkan, berguna bagi kegiatan hidup manusia, mulai dari duduk, tidur, bekerja, makan, bermain dan sebagainya, yang memberi kenyamanan dan keindahan bagi pemakainya (dalam Marizar p.91).

(12)

Mebel juga merupakan salah satu produk kayu olahan yang pertumbuhannya amat pesat dalam beberapa dekade terakhir ini. Berawal dari pekerjaan rumah tangga, produk mebel kini telah menjadi industri yang cukup besar dengan tingkat penyerapan tenaga kerja terdidik yang tidak sedikit. Produk jenis ini secara prinsip dibagi dalam dua kategori yaitu mebel untuk taman (garden) dan interior dalam rumah (Manullang,1991).

2.9.2. Fleksibel

Fleksibilitas atau Kelentukan merupakan efektivitas seseorang dalam menyesuaikan diri untuk segala aktivitas dengan penguluran tubuh pada bidang sendi yang luas. Kelentukan sangat di perlukan hampir di semua cabang olahraga yang banyak menuntut banyak ruang gerak sendi seperti senam, loncat indah, beberapa nomor atletik, permainan-permainan dengan bola, anggar, gulat, dan sebagainya (Harsono,163).

Fleksibel meliputi segala hal yang erat kaitannya dengan dinamisasi dalam hal bentuk dan sistem. Bentuk yang dinamis mengandung arti bersifat adaptif terhadap perubahan. Untuk dapat mewujudkan sifat tersebut dibutuhkan sebuah sistem yang ditunjang dengan konstruksi yang tepat.

2.10. Pengertian Kayu

Kayu adalah bagian batang atau cabang serta ranting tumbuhan yang mengeras karena mengalami lignifikasi (pengayuan). Kayu digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari memasak, membuat perabot (meja, kursi), bahan bangunan (pintu, jendela, rangka atap), bahan kertas, dan banyak lagi.( Wikipedia ,“Kayu”).

2.10.1. Jenis-Jenis Kayu

 Kayu Jati

Kayu jati sering dianggap sebagai kayu dengan serat dan tekstur paling indah. Karakteristiknya yang stabil, kuat dan tahan lama membuat kayu ini menjadi pilihan utama sebagai material bahan bangunan. Termasuk kayu dengan Kelas Awet I, II dan

(13)

Kelas Kuat I, II. Kayu jati juga terbukti tahan terhadap jamur, rayap dan serangga lainnya karena kandungan minyak di dalam kayu itu sendiri.

 Kayu Merbau

Kayu Merbau termasuk salah satu jenis kayu yang cukup keras dan stabil sebagai alternatif pembanding dengan kayu jati.

Merbau juga terbukti tahan terhadap serangga. Warna kayu merbau coklat kemerahan dan kadang disertai adanya highlight kuning.

Merbau memiliki tekstur serat garis terputus putus. Pohon merbau termasuk pohon hutan hujan tropis. Termasuk kayu dengan Kelas Awet I, II dan Kelas Kuat I, II. Merbau juga terbukti tahan terhadap serangga. Warna kayu merbau coklat kemerahan dan kadang disertai adanya highlight kuning. Kayu merbau biasanya difinishing dengan melamin warna gelap / tua. Merbau memiliki tekstur serat garis terputus putus. Pohon merbau termasuk pohon hutan hujan tropis. Pohon Merbau tumbuh subur di Indonesia, terutama di pulau Irian / Papua.

 Kayu Kamper

Kayu kamper telah lama menjadi alternatif bahan bangunan yang harganya lebih terjangkau. Meskipun tidak setahan lama kayu jati dan sekuat bangkirai, kamper memiliki serat kayu yang halus dan indah sehingga sering menjadi pilihan bahan membuat pintu panil dan jendela. Karena tidak segetas bangkirai, retak rambut jarang ditemui. Karena tidak sekeras bangkirai, kecenderungan berubah bentuk juga besar, sehingga, tidak disarankan untuk pintu dan jendela dengan desain terlalu lebar dan tinggi.

 Kayu Kelapa

Kayu kelapa adalah salah satu sumber kayu alternatif baru yang berasal dari perkebunan kelapa yang sudah tidak menghasilkan lagi (berumur 60 tahun keatas) sehingga harus ditebang untuk diganti dengan bibit pohon yang baru. Sebenarnya pohon kelapa termasuk jenis palem. Semua bagian dari pohon

(14)

kelapa adalah serat/fiber yaitu berbentuk garis pendek-pendek.

Anda tidak akan menemukan alur serat lurus dan serat mahkota pada kayu kelapa karena semua bagiannya adalah fiber. Tidak juga ditemukan mata kayu karena pohon kelapa tidak ada ranting/cabang. Pohon kelapa tumbuh subur di sepanjang pantai Indonesia. Namun, yang paling terkenal dengan warnanya yang coklat gelap adalah dari Sulawesi. Pohon kelapa di Jawa umumnya berwarna terang.

 Kayu Meranti Merah

Kayu meranti merah termasuk jenis kayu keras, warnanya merah muda tua hingga merah muda pucat, namun tidak sepucat meranti putih. selain bertekstur tidak terlalu halus, kayu meranti juga tidak begitu tahan terhadap cuaca, sehingga tidak dianjurkan untuk dipakai di luar ruangan.

 Kayu Karet

Kayu Karet, dan oleh dunia internasional disebut Rubber wood pada awalnya hanya tumbuh di daerah Amzon, Brazil.

Kemudian pada akhir abad 18 mulai dilakukan penanaman di daerah India namun tidak berhasil. Lalu dibawa hingga ke Singapura dan negara-negara Asia Tenggara lainnya termasuk tanah Jawa. Warna Kayu Kayu karet berwarna putih kekuningan, sedikit krem ketika baru saja dibelah atau dipotong. Ketika sudah mulai mengering akan berubah sedikit kecoklatan.

 Kayu Gelam

Kayu gelam sering digunakan pada bagian perumahan, perahu, kayu bakar, pagar, atau tiang tiang sementara. Kayu gelam dengan diameter kecil umumnya dikenal dan dipakai sebagai steger pada konstruksi beton, sedangkan yang berdiameter besar biasa dipakai untuk cerucuk pada pekerjaan sungai dan jembatan. Kayu ini juga dapat dibuat arang atau arang aktif untuk bahan penyerap.

 Kayu Ulin

(15)

Kayu ini banyak digunakan untuk bahan bangunan rumah, kantor, gedung, serta bangunan lainnya. Berdasarkan catatan, kayu ulin merupakan salah satu jenis kayu hutan tropika basah yang tumbuh secara alami di wilayah Sumatera Bagian Selatan dan Kalimantan. Jenis ini dikenal dengan nama daerah ulin, bulian, bulian rambai, onglen, belian, tabulin dan telian.

 Kayu Sungkai

Karakteristik Sungkai (Peronema canescens) sering disebut sebagai jati sabrang, ki sabrang, kurus, sungkai, sekai termasuk kedala famili Verbenaceae. Daerah penyebarannya di Indonesia adalah Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan seluruh Kalimantan. Tempat tumbuh di dalam hutan tropis. Tinggi pohon mencapai 20–30 m panjang batang bebas cabang mencapai 15 m, dengan diameter 60 cm atau lebih, batang lurus dan sedikit berlekuk dangkal, tidak berbanir, dan ranting penuh bulu halus. Kulit luar berwarna kelabu atau sawo muda, beralur dangkal, mengelupas kecil-kecil dan tipis. Kayu teras berwarna krem atau kuning muda. Tekstur kayu kasar dan tidak merata. Arah serat lurus, kadang-kadang bergelombang dengan permukaan kayu agak kesat. Kegunaan Kayu sungkai dalam kegunaannya diperuntukkan sebagai kayu bangunan, kayu perkakas, lantai, papan, seni ukir dan pahat, finir mewah serta sebagai kayu ornamentil.

Jenis kayu yang cocok dengan produk penulis berkaitan dengan aktivitas adalah kayu sungkai karena merupakan kayu yang tergolong cukup bagus dengan harga yang relatif murah sehingga lebih hemat biaya, kemudian memiliki warna yang bagus juga memiliki tekstur kayu yang kasar, selain itu kayu sungkai mudah ditemukan, mudah dibentuk dan dipotong sehingga tidak ada kesulitan ketika memprosesnya, kursi salon dengan material kayu sungkai diharapkan dapat menjadi investasi yang menguntungkan bagi bisnis salon.

(16)

2.11. Pengertian Kulit Sintetis

Kulit Sintetis adalah kulit imitasi yang tidak menggunakan kulit hewan.

Kulit imitasi telah dibuat berbagai macam jenis yang sangat mirip dengan kulit asli. Mulai dari glossy, motif, warna dan bahkan bisa jauh lebih baik mengembangkan motif sesuai selera.

Kulit sintetis ditemukan sejak sekitar tahun 1850, dikembangkan dengan komposisi karet atau pyroxylin zat sintetis. Sejak perang dunia kedua, bahan polimer vinil telah ditemukan dan menjadi sangat umum.

2.11.1. Jenis atau Tipe Kulit Sintetis

 Kulit Sintetis Plastik

Plastic Leather, terkadang dikenal dengan nama Pleather, adalah kulit sintetis yang terbuat dari plastik. Pleather ini mempunyai permukaan yang mengkilap, mirip seperti kulit. Tetapi cenderung lebih kaku daripada kulit asli. Dari awalnya pleather ini sebagian besar terbuat dari PVC, tapi perkembangan sekarang kadang-kadang dibuat dari polyurethane (PU).

 Penggunaan Kulit Sintetis

Sepatu, dompet, tas, organizer, dan masih banyak lagi jenis produk fashion yang saat ini menggunakan bahan kulit sintetis. Mengkilap, elegan,murah, disesuaikan dengan selera konsumen.

 Penyesuaian

Tidak semua bahan kulit sintetis sama. ada beberapa bahan yang bisa dicuci dan bisa kering karena beberapa ada yang struktur pori yang baik.

Tetapi ada juga beberapa yang tidak baik struktur porinya, walau semua bisa bersihkan dengan mudah, PVC terkadang tidak bisa kering karena zat yang terkandung dan dapat membuat permukaan atau kulit tersebut menjadi kaku bahkan rusak.

2.12. Pengertian Multipleks

Multipleks, dilihat dari asal katanya terdiri dari Multy, dan Ply. Jadi awalnya adalah Multyply, tapi di Indonesiakan menjadi multipleks.

Multipleks adalah material buatan yang terdiri hanya dari beberapa lapisan, yaitu

(17)

lapisan atas bawah berupa veneer / kulit kayu dan lapisan tengah berupa isian dari kayu. Hanya perlu diingat bahwa jumlah total lapisan harus selalu angka ganjil ( misalnya 5,7,9,11, dstnya). Pemilihan veneer bisa bermacam-macam tergantung dari kebutuhan. Dipasaran banyak kita temukan tripleks yang memakai veneer dari Kayu Sungkai misalnya, atau dari kayu jati, atau dari kayu yang lainnya.

2.13. Finishing Mebel

Menurut Mulyati (2016, par.3-20), macam-macam bahan finishing kayu/mebel adalah sebagai berikut :

 Melamine

Finishing berbahan dasar melamine adalah finishing yang tergolong baru dan sedikit lebih mahal.Pada saat ini banyak konsumen lebih memilih mebel yang finishingnya menggunakan melamine, tuntutan pasar inilah yang membawa pengaruh pada para pengrajin mebel untuk menggunakan melamine sebagai bahan dasar finishing mebelnya.

Finishing dengan melamine ini mampu memberi kepuasan tersendiri yaitu dapat menjadikan furnitur terkesan mewah dan elegan, namun finishing melamine ini hanya cocok untuk barang furnitur yang ditempatkan di dalam rumah ( interior ).

 Teak Oil

Teak oil adalah bahan dasar finishing kayu yang sangat sederhana dan mudah cara aplikasinya, karena teak oil tidak membentuk film dan cara penggunaannya cukup dengan membasahi kain ( kain yang berbahan kaos ) dengan teak oil tersebut kemudian mengoleskannya pada furniture yang akan di finishing,atau bisa juga dengan cara melumuri memakai kuas,dengan demikian teak oil akan masuk kedalam pori-pori kayu.Setelah itu diamkan beberapa saat kemudian dibersihkan menggunakan lap kain yang kering. Finishing dengan bahan dasar teak oil ini sangat sederhana dalam penggunaannya dan hasilnya tidak tahan lama, tidak tahan terhadap air dan cepat pudar sehingga membutuhkan pengulangan olesan teak oil kembali.

 Pernis

(18)

Pernis adalah salah satu bahan finishing yang sudah sejak lama digunakan untuk melapisi kayu atau perabotan rumah tangga karena harganya yang cukup murah dan pengaplikasiannya sangat mudah baik untuk para pekerja pemula.Pengaplikasiannya secara manual cukup meratakan cairan pernis pada permukaan furniture yang akan kita finishing dengan menggunakan kuas, dengan catatan kayu atau furniture yang akan difinishing harus dipastikan terlebih dulu sudah benar benar rata dan halus.

Finishing dengan pernis bertujuan untuk melindungi furniture / permukaan kayu dari panas matahari, goresan, noda, dan air.

 Politure

Finishing berbahan dasar shellac (serlak) adalah finishing mebel yang banyak digunakan oleh para pengrajin mebel dari dulu sampai sekarang.

Shellac wujutnya berupa serpihan berwarna kuning, dan ada juga yang berupa batangan, shellak dicairkan dengan menggunakan alkohol atau spirtus.Aplikasi finishing berbahan dasar shellak ini bisa dikerjakan dengan cara disemprotkan menggunakan spray gun / spet, juga bisa dilakukan secara manual.Pengerjaan manualnya bisa menggunakan kuas atau kain kaos yaitu membasahi kain (kain berbahan kaos ) dan memoleskan pada permukaan mebel secara berkala, sehingga mendapatkan lapisan tipis / film, semakin banyak polesan yang kita lakukan secara berkala dan berulang ulang akan membuat politure ini semakin tebal dan indah.

 Cat Bakaran

Finishing bakaran adalah finishing barag-barang mebel yang proses kegiatannya dengan menyemburkan api ke permukaan kayu / berang mebel menggunakan alat penyembur api dengan jarak kurang lebih 50 cm dari alat agar kondisi barang lebih aman dan hasilnya baik. Kemudian barang yang sudah dibakar disikat dengan sikat baja yang halus dan dibilas dengan air hingga debu bakaran hilang dan serat kayu nampak menonjol, setelah kering dilanjutkan dengan pewarnaan dan pewarnaannya memakai bermacam macam warna cat mobil dan lanjutkan dengan cat tembok warna hitam untuk mengisi pori pori kayu. Setelah kering lakukan

(19)

pembersihan cat tembok dengan air sampai bersih hingga tertinggal yang masuk kedalam pori-pori kayu, diamkan setelah kering lakukan penyemprotan tampilan akhir. Dan untuk lapisan akhir menggunakan melamine atau pernis yang berfungsi sebagai pelindung dari goresan, juga berfungsi sebagai penguat warna cat.

 Cat Duco NC

Nitro Celuloose / NC bahan ini sangat tipis dan tidak menggunakan bahan pengering berbahaya, sehingga jenis bahan finishing ini menjadi standarisasi Internasional sebagai bahan finishing food grade. Tampilan yang halus dan tipis menjadikan ciri utama dari Nitro Celuloose / NC.

 Politur Air

Politur air / aqua politur merupakan pewarnaan kayu yang bersifat transparan,tidak menutup dekorasi / serat kayu. Finishing politur air saat ini banyak diminati para pengrajin mebel dengan pertimbangan mudah pengaplikasiannya dan harganya relatif murah karena pengencernya berbahan dasar air, beberapa jenis politur air yang banyak tersedia di toko bangunan diantaranya, Mowilex water based, Balezo wood stain, Propan aqua politure dll.

Dari berbagai macam finishing di atas, finishing yang cocok untuk mebel yang penulis rancang adalah politur air karena bersifat transparan sehingga tidak menutup serat dan merubah warna asli dari kayu sungkai yang digunakan, selain itu mudah dalam pengaplikasian dan memiliki harga yang relatif murah karena pengencernya yang berbahan dasar air.

2.14. Engsel

(“Macam-macam engsel dan kegunaannya”, par.2-11) :

 Engsel Kupu-kupu

Engsel ini modelnya seperti kupu-kupu makanya engsel ini disebut juga engsel kupu-kupu. Engsel ini bentuknya tipis dan bahannya ada yang terbuat dari logam besi ada juga yang terbuat dari bahan kuningan. Engsel ini biasanya dipakai untuk beban yang tidak terlalu berat misalnya untuk

(20)

jendela, lemari, loker, peti dan sebagainya. Engsel ini mempunyai beberapa ukuran mulai dari 1,5inch, 2inch, 2,5inch, 3inch, dan 4inch.

 Engsel Panel

Engsel ini bentuknya seperti engsel kupu-kupu namun lebih tebal dan lebih kokoh sehingga engsel ini bisa dipakai untuk beban yang lebih berat lagi ketimbang engsel kupu-kupu. Engsel ini bisa digunakan untuk pintu panel (pintu yang terbuat dari kayu) makanya engsel ini suka disebut engsel Panel. Untuk jendela yang bebannya berat diharuskan memakai engsel ini sehingga engselnya tidak cepat rusak. Engsel ini mempunyai beberapa ukuran ada yang 3inch, 4inch, 5inch dan 6inch. “Untuk jendela”

biasanya memakai ukuran 3inch.

 Engsel Patrom / Engsel H

Engsel Patrom adalah engsel yang berbentuk huruf H makanya engsel ini disebut engsel H. Engsel ini berfungsi untuk Pintu yang bebannya tidak terlalu berat.

 Engsel Piano (Continuous Hinge)

Engsel ini dulunya dipakai untuk daun penutup piano makanya disebut engsel piano. Namun sekarang engsel ini juga banyak dipakai untuk lemari, bufet, tempat tidur, jendela, peti dan sebagainya. Engsel ini biasanya dijual gulungan. 1 gulungan panjangnya biasanya sekitar 3meteran.

 Engsel Sendok (Concealed Hinge)

Engsel ini bentuknya seperti sendok makanya suka disebut engsel sendok. Engsel ini biasanya dipakai untuk pintu lemari, peti dan kabinet.

Engsel ini mempunyai 2 model yakni model lurus dan model bengkok, Engsel Bengkok Digunakan untuk pintu dalam, artinya permukaan pintu ketika tertutup akan sama rata dengan sisi tebal dinding samping kabinet sehingga sisi tebal dinding kabinet akan terlihat. Untuk posisi ini anda perlu menggunakan tipe engsel sendok dengan bukaan sudut 110°-125°., sedangkan Engsel Lurus sesuai untuk pintu Luar, Pada hasil akhir pemasangan hanya bagian pintu yang nampak dari luar. Sisi tebal dinding samping tertutup oleh daun pintu.

(21)

 Engsel Koboi (Double Action Hinge)

Engsel koboi berguna untuk mengayunkan daun pintu dengan jangkauan gerak pintu yang penuh dan berfungsi untuk menutup pintu dengan menggunakan tekanan per di dalam. Engsel ini dapat disesuaikan untuk berbagai gaya (tegangan) penutupan. Engsel ini banyak kita jumpai di tempat tempat bisnis seperti restoran, kafe, yang mana pintu ini bisa diayunkan dua arah kedalam juga keluar.

 Engsel Gudang

Engsel ini biasanya digunakan pada pintu kayu gudang atau garasi.

Engsel ini mempunyai bentuk yang panjang dan mengerucut. Untuk beban pintu yang lebih berat engsel ini harus dipasang berjejer sesuai dengan beratnya daun pintu.

(22)

(halaman ini sengaja dikosongkan)

Referensi

Dokumen terkait

Apabila dalam penilaian pegawai ditujukan untuk mengetahui bagaimana prestasi pegawai dalam melakukan pekerjaannya maka sifat-sifat yang dinilai adalah sifat-sifat yang dianggap

Keterbatasan utama model pasif ini adalah gagal mengenali bahwa konsumen memainkan peran yang sama, bahkan dominan dalam berbagai situasi pembelian, kadang-kadang dengan

Sistem Tender dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) pada Unit Perbekalan Universitas Kristen Petra.. Unit Perbekalan Universitas Kristen Petra adalah salah satu

• Promosi Penjualan (Sales Promotion) terdiri dari kumpulan alat-alat insentif yang beragam yang dirancang untuk mendorong pembelian suatu produk atau jasa tertentu secara

Menurut Cuttle dalam Agustin (11), penggunaan tata lampu memiliki 2 tujuan, yaitu untuk menciptakan suasana yang nyaman sesuai keinginan atau untuk menarik

Pada tanah – tanah podzolik merah kuning dan tanah yang mengandung banyak pasir kwarsa, pertumbuhan kedelai kurang baik, kecuali bila diberi tambahan pupuk organik atau kompos

Mendirikan restoran tidak terlepas dari persiapan awal tata ruang dan rancangan bangunan yang sesuai dengan kebutuhan operasional restoran secara keseluruhan,

Untuk pemadaman, ada beberapa alat yang biasanya digunakan yaitu Fire Extinguisher (sering digunakan karena dapat dipindah dan tidak memerlukan sistem plumbing), Standpipes