• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. TINJAUAN PUSTAKA. 7 Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "2. TINJAUAN PUSTAKA. 7 Universitas Kristen Petra"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Ritel (Ritelling) 2.1.1. Definisi Retailing:

Menurut Levy and Weitz (18), Retailing adalah satu rangkaian aktivitas bisnis untuk menambah nilai guna dari barang dan jasa yang dijual kepada konsumen untuk dipergunakan pribadi atau rumah tangga.

Menurut Berman dan Evan dalam buku “Manajemen Ritel” (70), retailling atau ritel merupakan semua aktivitas yang langsung berhubungan dengan penjualan produk dan jasa kepada konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan bisnis.

2.2. Furniture 2.2.1. Modular

Definisi kata modular menurut Muharam adalah umumnya berdiri sendiri dalam bentuk modul yang dapat dipisahkan sehingga memiliki kemampuan untuk digunakan dan dipindahkan dengan mudah.

Menurut The Free Dictionary, arti kata modular adalah sebuah komponen atau konstruksi yang distandarkan, seringkali dapat ditukartukar dalam proses pemasangannya yang dirancang untuk mempermudah perakitan ataupun penggunaan yang fleksibel. (dalam Eka, 8)

2.2.2. Knockdown

Menurut Agustin (11), furniture knock-down adalah sebuah kontruksi pada

produk mebel yang dalam pembuatannya menggunakan sistem lepasan atau

bongkar pasang. Furniture knockdown dapat diartikan sebagai furniture yang bisa

dibongkar pasang (dibongkar lalu dirakit kembali). Jadi, kekuatan furniture

knockdown pada umumnya terletak pada komponen-komponen penyambungan

(biasanya berasal dari baut atau sekrup).

(2)

2.2.3. Sepuluh Perintah Desain

Menurut Herbert Lindinger dalam Wagiri (40), desain yang baik dalam kategori Die Gute Form yang dapat memenuhi sepuluh perintah (The Ten Commandments) yakni :

- Tingkat kegunaan atau fungsi yang tinggi - Aman

- Produk berumur panjang atau tidak cepat using - Ergonomis

- Mempunyai watak mandiri dari segi teknis maupun bentuk - Mempunyai tingkat kesesuaian yang tinggi dalam lingkungannya - Ramah lingkungan

- Cara kerja produk mudah dipahami - Kualitas bentuk yang tinggi

- Mampu menstimulasi perasaan.

2.3. Booth

2.3.1. Pengertian Indoor Booth

Berdasarkan kutipan dari Agustine, dalam Agustin (7), Indoor booth atau sering disebut stan memiliki beberapa definisi dari berbagai sumber, diantaranya sebagai berikut :

a. The definition of in-door is done, living, located, or used inside a building.

b. The definition of a booth is a stall for a business at a convetion, a place to vote, a partially enclosed place to sit at a restaurant, or a place to house a telephone.

c. Booth is a partialy encosed area or a small and usually temporary building where things are sold or displayed or service are provided.

2.3.2. Sifat Booth

Menurut Augustine dalam kutipan Agustin (7), booth memiliki sifat sebagai :

a. Complaying (pemenuhan)

b. Communicating (berkomunikasi)

(3)

c. Comforting (nyaman)

2.3.3. Jenis Booth

Menurut Lawson dalam Agustin (8), jenis booth dalam pameran terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:

a. Display Booth, terbuat dari frame aluminium dengan latar yang dapat diganti.

b. Modular Booth, tipe ini menggunakan komponen terpisah yang dapat dipasang langsung dilokasi secara cepat, menghemat waktu dan biaya.

Ukuran standar dari booth tipe modular adalah 3m x 3m, namun dapat diperluas sesuai kebutuhan pengguna.

2.4. Display

2.4.1. Definisi Display

Menurut Widjaja (18), Display merupakan salah satu bagian terpenting dalam keseharian operational market. Display memiliki fungsi untuk meletakan barang-barang produk yang dijual, bahan kebutuhan sehari-hari, makanan, pakaian, dan sebagainya. Display yang dibuat saat ini sangatlah inovatif dan beragam, terutama sejak semakin banyaknya usaha yang memahami konsep dan pemanfaatan alat bantu display (visual merchandise) yang kini semakin menjadi populer

2.4.2. Tujuan Display

Menurut Kotler dalam Wagiri (36), tujuan display, yaitu sebagai attention dan interest customer yang akan menimbulkan desire dan action pada customer sehingga timbul keinginan untuk memiliki barang-barang yang sedang dipamerkan.

2.4.3. Macam-macam Display

Menurut Widjaja (18), Terdapat enam macam jenis display yang dikenal, yaitu :

- Open Display, display yang bersifat terbuka (misal: tas, sepatu).

- Island Display, display yang posisinya terletak ditengah-tengah toko. Display

tipe island memudahkan pengunjung untuk melihat-lihat.

(4)

- Wall Display, display yang menempel pada dinding toko, jadi barang yang ingin ditampilkan diletakkan pada sisi dinding.

- Accent Display, display ini diperuntukkan untuk barang-barang baru atau untuk menonjolkan barang yang menurutnya dapat menarik perhatian konsumen.

- Close Display, Jenis display ini tertutup, sehingga tidak dapat disentuh atau diganggu oleh pengunjung.

- Special Display, display dirancang khusus untuk produk yang tidak dapat disentuh, dipegang, tanpa pengawasan dan pelayanan dari pegawai toko.

Sering disebut sebagai ‘point of purchase’ ata pusat visual merchandising.

2.4.4. Penempatan Display

Menurut Barr dan Broudy dalam Widjaja (19), penempatan display sebaiknya dilokasi terbuka atau dapat dibatasi dengan dinding partisi yang tidak terlalu tinggi. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menata produk, yaitu :

- Menganalisa karakteristik produk sebelum menatanya dalam rak display - Produk yang di display pada akhirnya menjadi pusat perhatian pengunjung,

karena itu perhatikan dahulu lingkungan sekitarnya - Membuat alternatif display

- Sistem display dibuat sefleksibel mungkin untuk menghindari penataan yang diluar jangkauan mata pengunjung.

2.4.5. Standar Dimensi Display

Luas area kerja yang dibatasi oleh lemari (E) untuk pameran makanan dan

minuman, sebaiknya disediakan ukuran bersih minimal 121,9 cm (dilihat gambar )

(5)

Gambar 2.1. (E). Jarak bersih minimum antar kabinet Sumber : Panero, Julius, dan Martin Zelnik (158)

Pada gambar (I), lebar zona kerja yang baik adalah 91,4 cm dengan minimum lebar zona kerja sebesar 45,7cm (H).

Gambar 2.2. (I) Lebar zona kerja minimum Sumber : Panero, Julius, dan Martin Zelnik (159)

Zona area untuk memproses makanan memiliki ketinggian standar, yaitu (O)

zona meletakkan peralatan dapur minimal setinggi 88,9 – 92,1 cm. (K)

Kedalaman kabinet sebaiknya antara 61,0-69,9 cm.

(6)

Gambar 2.3. Zona area memasak

Sumber : Panero, Julius, dan Martin Zelnik (162)

Standar area display yang baik bagi pengunjung adalah (J) ketinggian standar meja display antara 88,9-96,5 cm dengan (G) lebar meja antara 45,7-61 cm; (K) ketinggian maksimum display dinding, yaitu maks.182,9 cm dengan (I) lebar display dinding antara 45,7-55,9 cm.

Gambar 2.4. Area display

Sumber : Panero, Julius, dan Martin Zelnik (162)

(7)

2.5. Lighting

2.5.1. Sistem Pencahayaan

Menurut Cuttle dalam Agustin (11), penggunaan tata lampu memiliki 2 tujuan, yaitu untuk menciptakan suasana yang nyaman sesuai keinginan atau untuk menarik perhatian orang terhadap obyek atau suasana tertentu. Jika tujuannya untuk menentramkan, tata lampu diatur sedemikian rupa sehingga tidak mencolok. Sedangkan jika tujuannya untuk menarik perhatian, penempatan tata lampu yang tepat dapat menghasilkan tipuan mata tertentu dengan memanfaatkan tata lampu, kita dapat menekankan pada suasana atau karakter tertentu yang ingin dicapai pada suatu interior.

Cahaya yang menyinari material dalam interior dapat menimbulkan efek yang berbeda, seperti kaca atau plastik transparan lebih kompleks, karena mereka mungkin meneruskan atau menghasilkan cahaya dengan hasil yang berbeda dari material biasanya. Oleh karena itu, sebelum meletakan lampu kita harus sudah tahu efek yang akan muncul pada material yang akan dikenai cahaya.

Menurut Lawson (196), tata cahaya yang digunakan dalam pameran dimaksudkan untuk menciptakan stimulasi visual. Sedangkan lampu general digunakan untuk menyeimbangkan latar supaya mencegah timbulnya glare.

Tingkat cahaya yang digunakan juga dipengaruhi darimana obyek yang akan dilihat, kurang lebih 500-1000 lux. Untuk obyek, penggunaan spotlight dan track lighting dapat menimbulkan bayangan yang diinginkan.

Mengurangi efek cahaya yang dapat merusak obyek pameran seperti lukisan atau material organik, pemilihan iluminasi cahayanya harus dibawah 150 lux dan 100 lux untuk obyek berupa kertas artikel.

Kejelasan warna merupakan hal penting dalam pameran. Sumber cahaya

yang berbeda diperlukan untuk material yang berbeda pula. Secara umum, untuk

dapat membedakan warna biru, ungu, dan biru-kehijauan, diperlukan sumber

cahaya hangat (warm-toned), sedangkan sumber cahaya dingin paling baik

digunakan untuk membedakan warna merah, kuning, dan kuning kehijauan.

(8)

2.5.2. Jenis Lampu

Beberapa jenis lampu dan efek yang dihasilkan menurut Wildhide (87), yaitu:

a. Uplight/ Uplighter

Uplight/ uplighter berfungsi memancarkan cahaya ke atas, dengan langit- langit sebagai reflektornya. Lampu ini mencitakan suasana yang lembut dan menghasilkan lebih sedikit bayangan. Sebagai lampu latar, uplight cocok digunakan untuk ruang dengan langit-langit tinggi dengan warna langit-langit putih atau terang. Karena cahaya yang dihasilkan tidak langsung dan tidak menyilaukan, uplight menciptakan warna background yang terang dan tepat.

Lampu uplight juga bisa digunakan sebagai lampu aksen.

b. Downlight memancarkan cahaya dari atas ke bawah. Lampu ini sangat berguna dalam commercial space, karena desain yang simple namun menghasilkan fungsi yang maksimal. Kelebihan downlight adalah keleluasaannya, yang memampukan lampu ini untuk dikombinasikan dalam segala jenis ruang. Dengan dimmer kita juga dapat mengatur intensitas cahayanya. Selain itu, dimmer juga mengurangi glare (kilau). Downlight juga sangat bagus untuk memberi aksen suatu objek.

c. Spotlight digunakan untuk memfokuskan perhatian penonton pada suatu area.

Di rumah, spotlight tidak hanya digunakan sebagai aksen tetapi juga menciptakan suasana. Alikasi spotlight tidak hanya pada display, tetapi juga pada background, dengan menciptakan overlapping ambient atmosfer yang muncul pada background lebih menarik. Dalam penggunaan spotlight, peletakannya perlu diperhatikan dengan benar.

d. Track lighting mirip dengan spotlight. Kelebihannya adalah dapat menggunakan cahaya yang berbeda pada satu lintasan. Dalam pemasangannya, track lighting tidak dapat dipindah pada satu titik namun masih dapat diputar-putar sesuai angle/ sudut yang diinginkan. Track lighting bisa dipasang secara horizontal dan vertikal.

e. Wall light menciptakan refleksi pada dinding yang menimbulkan suasana

lembut. Wall light memiliki berbagai macam bentuk, dan tampak sesuai

dipasang berpasangan.

(9)

f. Cetral dan hanging light memberikan cahaya terang keseluruh ruangan.

g. Table lamp menyediakan cahaya yang menentramkan, nyaman, dan memikat.

Dengan meletakkan table lamp pada suatu ruang akan menciptakan suasana yang dramatis.

h. Floor lamp atau standing lamp saat ini sudah tidak banyak digunakan karena dinilai Old-fashioned. Namun standing lamp dapat memberikan cahaya yang sesuai pada armchair atau sofa.

i. Task light dikenal juga sebagai lampu baca, lampu ini memfokuskan pada kebutuhan akan pekerjaan.

j. Decorative light muncul dalam berbagai bentuk serta warna. Bentuk yang paling sederhana adalah string atau rangkaian senar. Lampu ini berfungsi untuk menciptakan suatu ekspresi akan kegembiraan melalui pendaran dan bentuknya yang unik.

2.6. Warna

Pemilihan warna dalam sebuah desain adalah hal yang penting. Warna memiliki makna dan karakter sehingga dapat menimbulkan efek psikologis yang berbeda-beda bagi setiap orang. Aplikasi warna disesuaikan dengan konsep perusahaan. Tugas desainer adalah menemukan model warna yang dapat menampilkan citra perusahaan.

Menurut Portillo (100), warna memiliki 5 fungsi yang berbeda, yaitu:

a. Warna sebagai compositional element, membentuk ruang.

Elemen pembentuk ruang mencakup warna, pencahayaan, dan material.

Beberapa warna dapat dikomposisikan untuk menyatukan ruang interior.

Warna juga menciptakan focal point dan dapat mengkamuflasekan area.

Kunci dalam komposisi warna adalah kompleksitas, keseimbangan, kontras, hubungan, interaksi, dan integrasi.

b. Warna sebagai communication, menciptakan makna.

Manusia berkomunikasi dengan menafsirkan arti warna. Warna yang ekspresif dapat menjadi simbol. Kunci warna sebagai alat komunikasi adalah identitas, konsep, suasana, waktu, dan ruang.

c. Warna sebagai preference, merefleksikan individualistis atau tren pasar.

(10)

Hal ini mempengaruhi proses desain, karena antara desainer dan klien memiliki warna favorit yang berbeda. Kesenangan seseorang akan warna juga dapat dipengaruhi oleh tren pasar saat ini. Kunci warna sebagai tren pasar adalah warna khas, identitas diri, dan warna pasar.

d. Warna sebagai response, membangkitkan emosi dan respon.

Warna mempengaruhi berbagai macam emosi manusia. Hubungan keduanya nyata, namun tidak dapat sepenuhnya dipahami. Kunci warna sebagai pembangkit emosi dan respon yaitu tentang psikologi, respon perilaku termasuk di dalamnya orientasi spasial dan kinerjanya.

e. Warna sebagai pragmatics, merespon sekitar.

Warna dalam desain juga merefleksikan realita. Kondisi yang ada juga mempengaruhi pemilihan warna. Biasanya pemilihan warna tergantung pada keadaan material yang digunakan, kemudian warna yang lain mengikuti agar sesuai. Kunci warna sebagai respon lingkungan adalah sumbernya, kondiri, perawatan, dan faktor ketahanan.

2.7. Kuliner

2.7.1. Makanan Ringan

Menurut Winarti (29), makanan ringan, cemilan, atau snack adalah istilah bagi makanan yang bukan merupakan menu utama (makan pagi, makan siang, atau makan malam). Makanan yang dianggap makanan ringan adalah sesuatu yang dimaksudkan untuk menghilangkan rasa lapar seseorang sementara waktu, memberi sedikit pasokan tenaga ke tubuh, atau sesuatu yang dimakan untuk dinikmati rasanya.

2.7.2. Dessert

2.7.2.1.Pengertian Dessert

Menurut Winarti (30), dessert adalah hidangan yang disajikan setelah hidangan utama (main course) sebagai hidangan penutup atau pencuci mulut.

Dessert biasanya mempunyai cita rasa yang manis dan menyegarkan, terkadang

ada yang berasa asin atau kombinasi. Kadang kala, hidangan penutup ini terlihat

sebagai makanan terpisah atau sebagai makanan ringan (snack).

(11)

2.7.2.2.Jenis-jenis Dessert Western Dessert :

a. Cake

Cake adalah salah satu bentuk makanan yang menyerupai roti. Umumnya cake berbentuk bundar yang mengandung kombinasi tepung, gula, telur, mentega, minyak dengan topping bervariasi sebagai pengisinya

b. Coockies

Cookies berasal dari bahasa Belanda yang berarti “kokje” yaitu “kue kecil”.

Awal penemuan cookies pada saat seseorang mencoba adonan cake dibuat lebih kecil untuk dipanggang. Dari situlah muncul kue kering yang ternyata lezat dan tahan lama untuk disimpan.

Indonesian Dessert :

Indonesia terkenal akan kulinernya yang beragam, tidak hanya makanan tradisional, Indonesia juga memiliki berbagai macam kue-kue tradisional yang biasa disebut sebagai jajanan pasar. Kue tradisional ala Indonesia sangat beragam diantaranya kue basah, lapis legit, kue lumpur, onde-onde, pisang hijau, dan berbagai macam kue lainnya.

2.7.3. Minuman

Definisi minuman menurut Winarti (35) adalah segala sesuatu yang dapat dikonsumsi dan dapat menghilangkan rasa haus. Minuman umumnya berbentuk cair, namun ada pula yang berbentuk padat seperti es krim atau es lilin.

2.7.4. Restaurant Service System (Sistem Servis Restoran)

Menurut Lawson dalam Felix (19), sistem pelayanan di restaurant terbagi menjadi empat sistem, yaitu:

a. Self service, yaitu pengunjung melakukan pelayanan bagi dirinya sendiri.

Pengunjung datang, kemudian menuju ke bagian kasir untuk melakukan transaksi pembayaran. Setelah itu pengunjung mengambil makanan dan minuman yang mereka inginkan dan segera menuju ke tempat duduk yang telah disediakan untuk menyantap makanan tersebut.

b. Waiter/ Waitress to table, pengunjung akan dilayani sepenuhnya oleh pelayan

restoran sesudah demikian maka menu akan diberikan.

(12)

c. Counter Service, yaitu dimana terdapat area khusus yang terdapat display makanan yang ada, biasanya digunakan untuk pelayanan yang cepat dan service tidak formal.

d. Automatic Vending, yaitu pelayanan makanan dengan menggunakan mesin

otomatis, terdapat beberapa jenis makanan lalu apabila kita menginginkannya,

kita memasukkan koin/uang kertas kemudian kita memencet tombol tertentu

dan memperoleh barang atau makanan sesuai yang kita inginkan.

Gambar

Gambar 2.3. Zona area memasak

Referensi

Dokumen terkait

• Promosi Penjualan (Sales Promotion) terdiri dari kumpulan alat-alat insentif yang beragam yang dirancang untuk mendorong pembelian suatu produk atau jasa tertentu secara

Genetic Algorithm merupakan sebuah metode untuk memindahkan satu populasi kromosom ke suatu populasi yang baru dengan menggunakan seleksi alam dan operator genetik seperti

Elemen penting lain dalam pendekatan ini adalah untuk menekankan bahwa teks media (dari awal atau makna ‘program’) memiliki banyak makna alternatif potensial yang

Untuk menciptakan suatu ruang/gedung pertunjukan yang baik, dan dapat menghasilkan kualitas suara yang optimal, maka sebaiknya memenuhi beberapa persyaratan-persyaratan,

Keterbatasan utama model pasif ini adalah gagal mengenali bahwa konsumen memainkan peran yang sama, bahkan dominan dalam berbagai situasi pembelian, kadang-kadang dengan

Brand loyalty, merupakan tingkat kesetiaan konsumen terhadap sebuah brand (Aaker, 1996). Tanpa kesetiaan, sebuah brand akan sangat rentan dan mudah tergantikan oleh brand

Peningkatan proses menghasilkan hasil yang baik ketika dilakukan dalam kerangka kerja dari metode penyelesaian masalah atau problem solving method (Besterfield et al.,

Proses untuk merencanakan dan mengeksekusi konsep produk, harga, promosi dan distribusi barang / jasa menurut American Marketing Association (AMA) yang disebutkan di atas