Evaluasi penggunaan antibiotika dengan motede DDD (Defined Daily Dose) pada pasien anak rawat inap di sebuah Rumah Sakit pemerintah di Yogyakarta periode Januari Juni 2013
Teks penuh
Dokumen terkait
Populasi adalah pasien yang didiagnosis demam tifoid dengan jumlah pasien terbanyak pada bulan September dan November tahun 2010. Sedangkan DDD/pasien-hari paling
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan data penggunaan antibiotika yang dikaji dari segi kuantitas dengan menggunakan metode Prescribed Daily Dose (PDD) pada pasien
Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa didalam golongan sefalosporin generasi ketiga, sefotaksim memiliki nilai PDD tertinggi lalu diurutan kedua yaitu
Adanya perbedaan kasus yang dihadapi, menunjukkan bahwa jenis antibiotik dengan besar konsumsi antara pasien rujukan dan pasien biasa (non rujukan) berbeda, dimana pada
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai Prescribed Daily Dose (PDD) penggunaan antibiotika pada pasien anak di bangsal INSKA II RSUP Dr.. Sardjito Yogyakarta
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Subyek pada penelitian ini adalah semua pasien diare anak berusia 2-11
Adanya perbedaan kasus yang dihadapi, menunjukkan bahwa jenis antibiotik dengan besar konsumsi antara pasien rujukan dan pasien biasa (non rujukan) berbeda, dimana pada
Hasil ini menunjukkan bahwa nilai total DDD/100 pasien-hari pemakaian antibiotika rumah sakit ini masih lebih tinggi dibandingkan dengan hasil penelitian yang dilakukan Ridwan 2019 pada