• Tidak ada hasil yang ditemukan

Evaluasi penggunaan antibiotika dengan motede DDD (Defined Daily Dose) pada pasien anak rawat inap di sebuah Rumah Sakit pemerintah di Yogyakarta periode Januari Juni 2013

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Evaluasi penggunaan antibiotika dengan motede DDD (Defined Daily Dose) pada pasien anak rawat inap di sebuah Rumah Sakit pemerintah di Yogyakarta periode Januari Juni 2013"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)

Referensi

Dokumen terkait

Populasi adalah pasien yang didiagnosis demam tifoid dengan jumlah pasien terbanyak pada bulan September dan November tahun 2010. Sedangkan DDD/pasien-hari paling

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan data penggunaan antibiotika yang dikaji dari segi kuantitas dengan menggunakan metode Prescribed Daily Dose (PDD) pada pasien

Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa didalam golongan sefalosporin generasi ketiga, sefotaksim memiliki nilai PDD tertinggi lalu diurutan kedua yaitu

Adanya perbedaan kasus yang dihadapi, menunjukkan bahwa jenis antibiotik dengan besar konsumsi antara pasien rujukan dan pasien biasa (non rujukan) berbeda, dimana pada

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai Prescribed Daily Dose (PDD) penggunaan antibiotika pada pasien anak di bangsal INSKA II RSUP Dr.. Sardjito Yogyakarta

Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Subyek pada penelitian ini adalah semua pasien diare anak berusia 2-11

Adanya perbedaan kasus yang dihadapi, menunjukkan bahwa jenis antibiotik dengan besar konsumsi antara pasien rujukan dan pasien biasa (non rujukan) berbeda, dimana pada

Hasil ini menunjukkan bahwa nilai total DDD/100 pasien-hari pemakaian antibiotika rumah sakit ini masih lebih tinggi dibandingkan dengan hasil penelitian yang dilakukan Ridwan 2019 pada