Analisis Kinerja PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk ( PT. Telkom ) Periode 2005-2008 dengan Menggunakan Analisis Rasio Keuangan.

21 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

 

vii Universitas Kristen Maranatha   

ABSTRACT

The purpose of this research is for get to know the performance of PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (PT.TELKOM) at 2005 to 2008 period from the financial ratios calculation result, that is a liquidity ratio, solvability, activity, and profitability. Beside that, for get to know performance PT. TELKOM Tbk from 2005 to 2008 period, the raising or lowering performance financial in totality. For get to know performance financial, it can see from financial statements. Financial statements such as balance sheet and income statements. This analysis arranged with fuse the digit in income statement and balance sheet. Ratio analysis such as liquidity ratio, solvability ratio, activity ratio and profitability ratio. The result mentioned we hope can become information well for side who having an interest like a manager and capital supplier. Be based on the calculation result and analysis who already doing, so it can concluded that PT. TELKOM in condition nonlikuid that is the company can’t capable to fill short term liabilities or current liabilities exact on time with use current asset they have. PT. TELKOM so in nonsolvable condition that is the company can’t capable to fill financial liabilities (short term liabilities and long term liabilities) when the company on liquidation at that time. From activity side and profitability, PT. TELKOM performance fluctuate and inclined decline from year to year.

(2)

viii Universitas Kristen Maranatha   

ABSTRAK

Tujuan yang ingin dicapai oleh penulis dalam mengadakan penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui hasil kinerja keuangan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk ( PT TELKOM ) pada periode 2005 sampai dengan 2008 dari hasil perhitungan rasio-rasio keuangan, yaitu rasio-rasio likuiditas, solvabiltas, aktifitas dan profitabilitas. Selain itu untuk mengetahui kelangsungan kinerja PT. TELKOM Tbk dari periode 2005 sampai dengan 2008, apakah terjadi peningkatan atau penurunan kinerja keuangan secara keseluruhan. Untuk dapat mengetahui kinerja keuangan, dapat dilihat dari laporan keuangan. Laporan keuangan terdiri dari laporan neraca dan laporan laba rugi. Analisis rasio merupakan salah satu teknik yang digunakan dalam laporan keuangan. Analisis ini disusun dengan menggabungkan angka dalam laporan laba rugi dan neraca. Analisis rasio terdiri dari rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktifitas dan rasio profitabilitas. Hasil–hasil rasio tersebut diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi pihak yang berkepentingan seperti manajer dan pemasok modal. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa PT. TELKOM dalam keadaan tidak likuid yaitu perusahaan tidak mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya atau hutang lancar tepat pada waktunya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki. PT. TELKOM juga dalam keadaan tidak solvabel yaitu perusahaan tidak mampu memenuhi kewajiban keuangannya (hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang) apabila perusahaan dilikuidasi saat itu. Dari segi aktivitas dan profitabilitas kinerja PT. TELKOM berfluktuasi dan cenderung menurun dari tahun ke tahun.

(3)

 

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI………...iii

SURAT PERNYATAAN………iv

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian……….4

1.4 Kegunaan Penelitian……….5

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN………..6

2.1 Kajian Pustaka………...6

2.1.1 Perusahaan………....6

2.1.2 Manajemen Keuangan……….…….8

2.1.3 Laporan Keuangan………....9

2.1.3.1 Pengertian Laporan Keuangan………...9

2.1.3.2 Tujuan Laporan Keuangan………...11

2.1.3.3 Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan………...13

2.1.3.4 Pihak Berkepentingan Dalam Laporan Keuangan….14 2.1.3.5 Keterbatasan Laporan Keuangan………...15

(4)

x Universitas Kristen Maranatha   

2.1.4.1 Pengertian Analisis Laporan Keuangan…………....17

2.1.4.2 Metode dan Teknik Analisis………..19

2.1.4.3 Metode Pendekatan Analisis Laporan Keuangan…..21

2.1.4.4 Sifat-sifat Analisis Laporan Keuangan………..21

2.1.5 Analisis Rasio……….22

2.1.5.1 Pengertian Analisis Rasio………...22

2.1.5.2 Jenis-jenis Rasio……….24

2.1.5.3 Keterbatasan Analisis Rasio Keuangan………..31

2.1.6 Kinerja Keuangan………...32

2.2 Kerangka Pemikiran………...35

BAB III METODE PENELITIAN………..……….36

3.1 Objek Penelitian……….36

3.1.1 Sekilas PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk………...36

3.1.2 Visi PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk……….……...38

3.1.3 Misi PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk………38

3.1.4 Layanan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk…………...38

3.1.5 Sejarah PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk………….……..42

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian………..44

3.3 Metode Penelitian………...44

3.4 Metode Analisis Data………..45

3.5 Teknik Pengumpulan Data………..45

3.6 Alat Analisis………....45

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN………..48

4.1 Kinerja Keuangan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (PT. TELKOM) dengan menggunakan Analisis Rasio………..48

4.2 Hasil Perhitungan………...48

4.2.1 Analisis Rasio Likuiditas (liquidity ratio)………..49

4.2.1.2 Rasio Lancar (current ratio)………...49

4.2.1.2 Net Working Capital………...51

(5)

 

xi Universitas Kristen Maranatha   

4.2.2.1 Debt to Equity Ratio (DER)………..52

4.2.2.2 Debt to Asset Ratio (DAR)………....54

4.2.2.3 Time Interest Earned Ratio (TIER)………56

4.2.2.4 Equity Multiplier………....58

4.2.3 Analisis Rasio Aktivitas………...59

4.2.3.1 Receivable Turnover………..59

4.2.3.2 Average Age of Receivable………61

4.2.3.3 Total Assets Turnover ………62

4.2.4 Analisis Rasio Profitabilitas………63

4.2.4.1 Operating Profit Margin Ratio (OPM……….64

4.2.4.2 Net Profit Margin Ratio (NPM)………..65

4.2.4.3 ROI atau ROA………67

4.2.4.4 Return On Equity (ROE)………69

4.2.4.5 Earning Per Share (EPS)………70

BAB V SIMPULAN DAN SARAN………..73

5.1 Simpulan ………73

5.2 Saran………...77

DAFTAR PUSTAKA……….80

(6)

xii Universitas Kristen Maranatha   

DAFTAR GAMBAR

Halaman

(7)

 

xiii Universitas Kristen Maranatha   

DAFTAR TABEL

Halaman

(8)

xiv Universitas Kristen Maranatha   

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Laporan Neraca dan Laporan Rugi Laba PT. Telekomunikasi

Indonesia Tbk (PT. TELKOM). Per 31 Desember 2005 dan 2006.

Lampiran 2 Laporan Neraca dan Laporan Rugi Laba PT. Telekomunikasi

Indonesia Tbk (PT. TELKOM). Per 31 Desember 2006 dan 2007.

Lampiran 3 Laporan Neraca dan Laporan Rugi Laba PT. Telekomunikasi

(9)

Bab 1 Pendahuluan

1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dunia semakin cepat berubah, dalam beberapa tahun terakhir ini

perkembangan sistem telekomunikasi di Indonesia berjalan dengan demikian

pesatnya dan memberikan dampak yang menyentuh segala aspek kehidupan

manusia.

Komunikasi adalah sebuah proses interaksi untuk berhubungan dari satu

pihak ke pihak lainnya, yang pada awalnya berlangsung sangat sederhana yaitu

dimulai dengan sejumlah ide dalam pikiran seseorang untuk menyampaikan

informasi yang kemudian dikemas menjadi sebuah pesan yang disampaikan secara

langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan bahasa berbentuk kode

visual, kode suara atau kode tulisan.

Sarana komunikasi yang berupa telepon rumah (fixed line), telepon selular

(mobile phone) dan internet telah berkembang dengan sangat cepat. Sehingga

masyarakat mulai sadar akan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi

yang semakin canggih dan semakin memudahkan kebutuhan mereka dalam hal

informasi terutama proses komunikasi.

Perkembangan dunia telekomunikasi yang berjalan dengan demikian

pesatnya ini juga dapat dilihat dari berjamurnya perusahaan-perusahaan di bidang

telekomunikasi. Perusahaan-perusahaan tersebut saling bersaing untuk dapat

menguasai pasar. Dengan semakin berkembangnya dunia telekomunikasi dewasa ini,

(10)

Universitas Kristen Maranatha ketat. Untuk menjaga kesinambungan hidup perusahaan dalam menghadapi

persaingan ketat tersebut diperlukan penanganan dan pengelolaan yang baik,

penanganan dan pengelolaan tersebut hanya dapat dilakukan oleh manajemen yang

baik pula. Manajemen selain dituntut untuk dapat menghasilkan

keputusan-keputusan yang menunjang terhadap pencapaian tujuan serta mempercepat

perkembangan perusahaan, salah satu aspek yang sangat penting bagi perusahaan

ialah aspek keuangan. Oleh karena itu manajer keuangan suatu perusahaan dituntut

untuk bisa mengelola keuangan perusahaan secara baik. Berhubungan dengan tugas

manajer keuangan suatu perusahaan, manajer keuangan secara aktif mengelola

urusan yang berkaitan dengan keuangan seperti perencanaan keuangan, manajemen

kas, dan usaha memperoleh dana. Untuk melaksanakan tugasnya tersebut, manajer

keuangan memerlukan pedoman yang sangat penting bagi manajer keuangan yaitu

laporan keuangan.

Informasi akuntansi sebagaimana tersaji di dalam laporan keuangan tahunan

yang dipublikasikan perusahaan memberikan gambaran mengenai kondisi keuangan

perusahaan pada saat tertentu, prestasi operasi dalam suatu rentang waktu, serta

informasi lainnya yang berkaitan dengan perusahaan yang bersangkutan. Ditinjau

dari sudut pandang manajemen, laporan keuangan merupakan media bagi para

manajer untuk mengkomunikasikan performance keuangan perusahaan yang

dikelolanya kepada pihak-pihak yang berkepentingan, sedangkan ditinjau dari sudut

pandang pemakai, informasi akuntansi diharapkan dapat digunakan untuk mengambil

keputusan yang rasional dalam praktek bisnis yang sehat.

Untuk dapat menginterpretasikan informasi akuntansi yang relevan dengan

(11)

3

Bab 1 Pendahuluan

Universitas Kristen Maranatha yang didasarkan pada laporan keuangan yang dipublikasikan. Salah satu teknik

tersebut yang populer diaplikasikan dalam praktek bisnis adalah analisis rasio

keuangan.

Analisis rasio keuangan merupakan instrumen analisis prestasi perusahaan

yang menjelaskan berbagai hubungan dan indikator keuangan, yang ditujukan untuk

menunjukkan perubahan dalam kondisi keuangan atau prestasi operasi di masa lalu

dan membantu menggambarkan trend pola perubahan tersebut, untuk kemudian

menunjukkan resiko dan peluang yang melekat pada perusahaan yang bersangkutan.

Makna dan kegunaan rasio keuangan dalam praktek bisnis pada kenyataannya

bersifat subjektif tergantung kepada untuk apa suatu analisis dilakukan dan dalam

konteks apa analisis tersebut diaplikasikan (Helfert, 1991).

Dalam skripsi ini, penulis memilih PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (PT.

TELKOM) sebagai objek penelitian karena PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (PT.

TELKOM) merupakan salahsatu perusahaan informasi dan komunikasi (infocom)

serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap (full service and

network provider) yang terbesar di Indonesia. PT. TELKOM menyediakan jasa

telepon tidak bergerak kabel (fixed wire line), jasa telepon tidak bergerak nirkabel

(fixed wireless), jasa telepon bergerak (cellular), data internet, network dan

interkoneksi baik secara langsung maupun melalui perusahaan asosiasi.

Agar tetap menjadi perusahaan Infocomm terkemuka di kawasan regional,

tetap unggul dan menjadi leading pada seluruh produk dan layanan telekomunikasi,

maka PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (PT. TELKOM) harus memiliki kinerja

yang semakin baik khususnya kinerja keuangan. Berdasarkan hal-hal tersebut, maka

(12)

Universitas Kristen Maranatha “ANALISIS KINERJA PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (PT.TELKOM)

PERIODE 2005-2008 DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS RASIO

KEUANGAN”.

1.2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat diidentifikasikan hal-hal

sebagai berikut :

1. Bagaimana kinerja keuangan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (PT.

TELKOM) periode 2005-2008 ditinjau dari segi likuiditas, solvabilitas,

aktivitas dan profitabilitas?

2. Apakah kinerja keuangan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (PT.

TELKOM) periode 2005-2008 mengalami peningkatan atau penurunan

berdasarkan analisis rasio keuangan?

1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian

Maksud penelitian :

Maksud dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengumpulkan data dan

informasi tentang kinerja keuangan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (PT.

TELKOM) sebagai bahan penyusunan skripsi yang akan diajukan oleh penulis

sebagai syarat untuk menempuh Ujian Sidang Sarjana pada Jurusan Manajemen

Universitas Kristen Maranatha Bandung.

Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui kinerja keuangan PT. Telekomunikasi Indonesia (PT.

TELKOM) Tbk ditinjau dari segi likuiditas, solvabilitas, aktivitas dan

(13)

5

Bab 1 Pendahuluan

Universitas Kristen Maranatha 2. Untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan atau penurunan kinerja PT.

Telekomunikasi Indonesia Tbk (PT. TELKOM) pada periode 2005-2008

berdasarkan analisis rasio keuangan.

1.4. Kegunaan Penelitian

Penulis mengharapkan agar penelitian ini dapat berguna untuk :

1. Manfaat bagi akademis

Yaitu sebagai sarana untuk melengkapi dan menerapkan pengetahuan teoritis

yang diperoleh selama bangku kuliah, dan dari literatur-literatur yang telah

ada.

2. Manfaat bagi praktisi bisnis

Yaitu sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan-perusahaan

telekomunikasi serta sebagai bahan masukan bagi perusahaan, khususnya

bidang keuangan dalam menilai hasil keputusan bagi pihak PT. TELKOM.

Diharapkan hasil penelitian ini sebagai bahan pertimbangan dalam

(14)

73 Universitas Kristen Maranatha 

 

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

Berdasarkan hasil analisis rasio keuangan terhadap laporan keuangan PT.

Telekomunikasi Indonesia (PT. TELKOM) periode 2005 sampai dengan 2008 maka

dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Berdasarkan analisis rasio likuiditas, PT. TELKOM Tbk dalam keadaan tidak

likuid yaitu perusahaan tidak mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya

atau hutang lancar tepat pada waktunya dengan menggunakan aktiva lancar

yang dimiliki. Keadaan ini berdasarkan pada Current Ratio selama 4 tahun

kurang dari 200% dan berfluktuasi, tingkat likuiditas perusahaan sangat

rendah sehingga tidak menjamin bahwa perusahaan dapat melunasi

kewajiban jangka pendek yang sudah jatuh tempo dengan menggunakan

aktiva lancarnya, Hal ini terjadi karena adanya peningkatan hutang lancar

yang lebih besar dibandingkan peningkatan aktiva lancar dari tahun

2006-2008. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jumlah kewajiban lancar PT.

TELKOM lebih besar daripada aktiva lancarnya; Net working capital bernilai

negatif dan cenderung menurun, berarti jumlah hutang lancar PT. TELKOM

lebih besar dibandingkan aktiva lancarnya dan perusahaan tidak mampu

membayar dan melunasi hutang lancar dengan menggunakan aktiva

lancarnya.. Keadaan perisahaan yang tidak likuid ini disebabkan hutang

lancar yang dimiliki perusahaan sangat besar dan terus meningkat tiap

(15)

74 

Bab 5 Simpulan dan Saran

Universitas Kristen Maranatha 

 

dimiliki perusahaan. Seharusnya perusahaan hutang lancarnya hanya untuk

mendanai aktiva lancar sehingga likuiditas perusahaan dapat terjaga. Jadi dari

segi likuiditas, keadaan perusahaan tidak likuid dan kinerja keuangan PT.

TELKOM mengalami penurunan dari tahun ke tahun dan semakin buruk,

struktur modal perusahaan tidak seimbang karena peningkatan hutang lancar

tidak diimbangi dengan pningkatan aktiva lancar perusahaan.

2. Berdasarkan rasio solvabilitas, PT.TELKOM Tbk dalam keadaan tidak

solvabel yaitu perusahaan tidak mampu memenuhi kewajiban keuangannya

(hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang) apabila perusahaan

dilikuidasi saat itu. Keadaaan ini didasarkan pada hasil perhiutungan rasio

solvabilitas yaitu DER dan DAR selama 4 tahun berfluktuatif dan cenderung

menurun (DER > 100% dan DAR >50%); TIER perusahaan berfluktuatif dan

TIER tahun 2008 mengalami penurunan dari tahun sebelumnya; Equity

Multiplier perusahaan berfluktuatif dan cenderung meningkat (tahun 2006

dan 2008 mengalami peningkatan). Keadaaan perusahaan yang tidak solvabel

ini disebabkan struktur modal perusahaan yang tidak seimbang secara

kuantitatif karena selama 4 tahun jumlah modal sendiri lebih kecil

dibandingkan jumlah hutang/modal asing. Selama 4 tahun modal yang

diperoleh perusahaan tidak diinvestasikan dalam keseimbangan yang baik

dalam berbagai pos aktiva. Tahun 2008 perusahaan tidak mampu

meningkatkan penjualan dan mendapatkan laba bersih sebelum bunga dan

pajak (EBIT) yang semakin besar dan kemampuan perusahaan membayar

(16)

Universitas Kristen Maranatha 

 

segi solvabilitas, keadaan perusahaan tidak solvabel dan kinerja PT.

TELKOM berfluktuasi dan cenderung mengalami penurunan.

3. Berdasarkan rasio aktivitas, PT. TELKOM Tbk mempunyai kinerja yang

berfluktuasi. Hal ini didasarkan pada hasil perhitungan rasio aktivitas yaitu

perputaran persediaan (receivable turnover) tahun 2006--2007 yang

mengalami peningkatan dan tahun 2008 mengalami sedikit penurunan,

kinerja perusahaan menurun dalam mengelola piutangnya atau dalam

menagih piutang yang dimiliki dan perusahaan sehingga risikokemungkinan

tidak tertagihnya piutang semakin besar; Average age of receivable tahun

2006-2007 kinerja mengalami peningkatan karena mampu menagih piutang

dalam waktu yang semakin cepat dan risiko kemungkinan tidak tertagihnya

puitang semakin kecil karena perusahaan semakin mampu menagih piutang

tepat pada waktunya dan tahun 2008 kinerja perusahaan menurun karena

perusahaan tidak mampu menagih piutang dalam waktu yang semakin cepat

dan tepat pada waktunya; TATO tahun 2005-2008 kurang dari 1, ini berarti

PT. TELKOM tidak produktif karena mempunyai jumlah aktiva yang lebih

besar dibandingkan jumlah penjualan netto, perusahaan mempunyai

kelebihan investasi dalam aktivanya berupa aktiva tetap sehingga perusahaan

tidak produktif dan tidak efektif dalam mengelola aktivanya untuk

menghasilkan penjualan netto. Jadi dari segi aktivitas, kinerja PT. TELKOM

Tbk berfluktuasi dan cenderung menurun.

4. Berdasarkan rasio profitabilitas, PT. TELKOM Tbk, mempunyai kinerja yang

berfluktuasi dan cenderung menurun, perusahaan tidak mampu menghasilkan

(17)

76 

Bab 5 Simpulan dan Saran

Universitas Kristen Maranatha 

 

ketidakmampuan perusahaan memperoleh laba kotor, EBIT dan laba bersih

setelah bunga dan pajak (NIAT) yang semakin menurun dari penjualan bersih

yang dilakukan. Hal ini didasarkan pada rasio profitabilitas yaitu:

berdasarkan OPM kinerja perusahaan berfluktuasi, kinerja tahun 2005-2007

meningkat karena perusahaan semakin efisien dalam mengendalikan biaya

operasi untuk menghasilkan penjualan netto, sedangkan kinerja tahun 2008

menurun ini berarti perusahaan tidak dapat mengendalikan biaya operasi

untuk menghasilkan penjualan netto; berdasarkan NPM kinerja perusahaaan

berfluktuatif, kinerja tahun 2005-2007 mengalami peningkatan, perusahaan

semakin efisien dam mengendalikan semua biaya yang dikeluarkan untuk

menghasilkan penjualan netto sehingga perusahaan mendapatkan laba bersih

yang semakin besar dari penjualan netto. Namun kinerja tahun 2008

mengalami penurunan, berarti perusahaan tidak mampu mengendalikan

semua biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan penjualan netto sehingga

perusahaan mendapatkan laba bersih yang semakin kecil dari penjualan netto.

ROE mengalami peningkatan di tahun 2006, hal ini terjadi karena perusahaan

mampu mendapatkan laba bersih yang semakin meningkat dari penggunaan

modal sendiri atau kenaikkan laba bersih diikuti dengan kenaikkan modal

sendiri dalam jumlah yang lebih kecil. Namun ROE 2005, 2007, 2008

mengalami penurunan artinya laba bersih yang didapatkan semakin menurun

tiap tahunnya dari penggunaan modal sendiri; ROA tahun 2005-2007

meningkat berarti perusahaan semakin efektif dalam mengelola biaya operasi

(NPM meningkat dari tahun 2005-2007) dan tidak efektif dalam mengelola

(18)

Universitas Kristen Maranatha 

 

menurun ini berarti perusahaan tidak efektif dalam mengelola biaya operasi

dan aktivanya untuk menghasilkan penjualan netto (NPM menurun dan

TATO < 1); berdasarkan EPS dapat disimpulkan bahwa kinerja PT.

TELKOM cenderung mengalami penurunan karena perusahaan tidak mampu

meningkatkan jumlah laba bersih yang lebih besar dibandingkan perubahan

jumlah lembar saham yang beredar. Jadi dari segi profitabilitas, kinerja PT.

TELKOM Tbk berfluktuatif dan cenderung menurun.

5.2 Saran

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, penulis ingin memberikan

saran-saran yang diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan PT. Telekomunikasi

Indonesia Tbk (PT. TELKOM). Khususnya bagi pimpinan perusahaan sebagai dasar

pertimbangan dalam membuat kebijakan dimasa yang akan datang agar kinerja

keuangan perusahaan meningkat dan semakin baik. Adapun saran–saran tersebut

adalah sebagai berikut :

1. Perusahaan dapat meningkatkan tingkat likuiditasnya agar perusahaan

menjadi likuid dengan membuat kebijakan agar nilai aktiva lancar yang

dimiliki perusahaan lebih besar dari nilai hutang lancarnya dan

perusahaan dapat menyeimbangkan sumber dan penggunaan modal secara

kualitatif dangan cara menggunakan hutang lancar untuk mendanai aktiva

lancar dan hutang tidak lancar untuk mendanai aktiva tidak lancar dan

aktiva lancar, sehingga perusahaan dapat melunasi kewajiban jangka

pendeknya pada saat ditagih atau jatuh tempo dengan aktiva lancar yang

(19)

78 

Bab 5 Simpulan dan Saran

Universitas Kristen Maranatha 

 

modalnya, dengan menekan jumlah hutang lancar perusahaan agar tidak

semakin besar dan meningkat tiap tahunnya dan mengusahakan agar nillai

hutang lancar tersebut lebih kecil daripada nilai aktiva lancar perusahaan.

2. Perusahaan berusaha agar mencapai keadaan solvabel dengan

menyeimbangkan struktur modal secara kuantitatif dengan cara

menggunakan modal sendiri atau modal pemegang saham dalam jumlah

yang lebih besar dibanding jumlah modal asing dalam pendanaan

aktivanya, menyeimbangkan sumber dan penggunaan dana dengan cara

menginvestasikan modal yang diperoleh perusahaan pada berbagai pos

aktiva dengan seimbang agar tidak ada over investment pada aktiva

tertentu sehingga perusahaan dapat lebih produktif dalam mengelola

aktivanya dan resiko kemungkinan perusahaan tidak dapat melunasi

seluruh hutangnya semakin kecil. Perusahaan sebaiknya mengurangi dana

yang tertanam dalam aktiva tetap yang sangat besar nilainya sehingga

dapat mengurangi hutang perusahaan pada pihak luar dan semakin

produktif. Perusahaan harus dapat menekan jumlah modal asing dalam

pendanaan aktiva agar tidak semakin besar dan meningkat tiap tahunnya

dan mengusahakan agar nilai modal asing tersebut lebih kecil daripada

modal sendiri.

3. Perusahaan berusaha agar semakin efektif dalam mengelola aktivanya

seperti piutang dan persediaan agar piutang dan persediaan yang dimiliki

perusahaan semakin likuid dengan mengusahakan perputaran piutang dan

persediaan perusahaan dalam satu tahun semakin banyak. Cara yang

(20)

Universitas Kristen Maranatha 

 

baik pada pembeli agar piutang dapat diubah menjadi kas dalam waktu

relatif singkat, bagian penagihan kredit yang semakin berkinerja baik

dengan berusaha mengumpulkan / menagih piutang tepat pada waktunya,

mencegah adanya over investment dalam persediaan sehingga mampu

melakukan penjualan neto.

4. Perusahaan harus dapat meningkatkan penjualannya, lebih efektif dalam

meningkatkan laba perusahaan dan lebih efisien dalam pengendalian

(21)

80 Universitas Kristen Maranatha 

 

DAFTAR PUSTAKA

Gitman, Lawrence J. (2006). Principles of Managerial Finance. . Adisson Wesley.

Fuad. (2003). Manajemen Keuangan, hal 7, 30-31, dan 67.

Hanafi, Mamduh M., Halim, Abdul. (1993). Analisa Laporan Keuangan.Yogyakarta: Erlangga.

Harahap, Sofyan Syafri. (1998). Analisa Kritis atas Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

James. (1997). Prinsip-prinsip Manajemen Keuangan. Edisi Kesembilan, hal 3. Jakarta.

Martono. (2004). Manajemen Keuangan. Cetakan Keempat, hal 14.

Munawir, S. Drs. (1993). Analisa Laporan Keuangan. Yogyakarta Liberty.

Munawir. S. Drs. (2002). Analisa Laporan Keuangan. Edisi keempat. Cetakan ke-13. Yogyakarta: Liberty.

Nazir, Ph. D. (1998). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia

Prastowo, Dwi dan Rifka. (2002). Analisis Laporan Keuangan, hal 5, 6 dan 18

Syafrudin. (1993). Analisis Laporan Keuangan hal 107-111.

Van Horne, James C. dan John M. Wachowics. Prinsip - prinsip Manajemen

Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.

Weston, J. Fred, Copeland, Thomas E. (1995). Manajemen Keuangan. Edisi Kesembilan (Revisi). Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Weston, J. Fred dan Brigham, Eugene F. (1994). Dasar-dasar Manajemen

Keuangan. Edisi kesembilan . Jilid 1. Jakarta Erlangga.

www.google.co.id diakses pada bulan Maret sampai dengan Juli 2009.

www.telkom.co.id diakses pada bulan Maret sampai dengan Juli 2009.

www.yahoo.com diakses pada bulan Maret sampai dengan Juli 2009.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...