KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur ke Hadirat Allah SWT atas segala rahmat, taufik dan karunia-Nya, kami telah dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonogiri Tahun 2018. LKjIP SKPD Tahun 2018 merupakan bentuk komitmen nyata Satuan Polisi Pamong Praja dalam mengimplementasikan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang baik, sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
LKjIP adalah wujud pertanggungjawaban pejabat publik kepada masyarakat tentang kinerja lembaga pemerintah selama satu tahun anggaran. Proses kinerja Satuan Polisi Pamong Praja telah diukur, dievaluasi, dianalisis dan dijabarkan dalam bentuk LKjIP.
Adapun tujuan penyusunan LKjIP adalah untuk menggambarkan penerapan rencana strategis (Renstra) dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi dimasing-masing perangkat daerah, serta keberhasiln capaian sasaran saat ini untuk percepatan dalam meningkatkan kualitas capaian kinerja yang diharapkan pada tahun yang akan datang. Melalui penyusunan LKjIP juga dapat memberikan gambaran penerapan prinsip-prinsip good governance, yaitu dalam rangka terwujudnya transparansi dan akuntabilitas dilingkungan pemerintah.
Demikian LKjIP ini kami susun semoga dapat digunakan sebagai bahan bagi pihak-pihak yang berkepentingan khususnya untuk peningkatan kinerja dimasa mendatang.
Wonogiri, Januari 2019
IKHTISAR EKSEKUTIF
Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ( SAKIP ), menyajikan dan mengukur kinerja stiap instansi pemerintah sehingga dapat diketahui tingkat keberhasilan maupun kegagalan instansi dalam mencapai visi maupun misi OPD. Laporan Kinerja instansi Pemerintah (LkjIP) merupakan laporan kinerja instansi pemerintah selama 1 tahun.
Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonogiri di tahun 2018 ini melaksanakan 9 (Sembilan) program yang dituangkan dalam 49 (Empat Puluh Sembilan) kegiatan.
Berdasarkan hasil kegiatan pengukuran, tingkat pencapaian sasaran Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonogiri tahun 2018 sebesar 95,20 %, hal ini menunjukan bahwa capaian seluruh sasaran program Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonogiri tahun 2018 belum mencapai target yang telah ditetapkan dengan harapan semoga di tahun mendatang dapat lebih ditingkatkan untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi yang harus diupayakan semaksimal mungkin dalam pencapaiannya,
Demikian Laporan Kinerja instansi Pemerintah (LkjIP) Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonogiri tahun 2018.
Wonogiri, Januari 2019
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ... i Ikhtisar Eksekutif ... ii Daftar Isi ... iii
I BAB I
PENDAHULUAN ………... 1 1. Dasar Hukum...
2. Kedudukan dan Tugas Pokok...
3. Struktur Organisasi...
4. Pelaksanaan Tugas...
5. Visi ...
6. Misi ...
7. Tujuan ...
8. Aspek Strategis...
9. Permasalahan Utama...
1 1 3 3 5 5 6 7 7
II BAB II
RENCANA KINERJA DAN PERJANJIAN KINERJA... 9 A. Rencana Kinerja Tahun 2018 ... 9
B. Perjanjian Kinerja Tahun 2018 ...
C. Program dan Kegiatan ...
10 11
III BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA ... 15 A. Capaian Kinerja Organisasi ...
1. Membandingan antara Target dan Realisasi Kinerja Tahun ini ...
2. Membandingkan Realisasi kinerja serta Capaian
15
16
Kinerja Tahun ini dengan Tahun lalu ...
3. Analisis Penyebab Kebehasilan,Kegagalan, dan Solusi...
17
24
B. Realisasi Anggaran ………... 25
IV BAB IV
PENUTUP ... 27 A Tinjauan Umum Keberhasilan ... 27
B C
Permasalahan atau Kendala ...
Strategi Pemecahan Masalah……....………..
28 28
LAMPIRAN
1) Struktur Organisasi Satpol PP Kabupaten Wonogiri 2) Perjanjian Kinerja Tahun 2018
3) Realisasi Pelaksanaan Kegiatan APBD Tahun 2018
BAB I PENDAHULUAN
GAMBARAN UMUM ORGANISASI
1. DASAR HUKUM
Dasar hukum pembentukan dan penyelenggaraan tugas Satuan Polisi Pamong Praja adalah :
a. Peraturan Daerah Kabupaten Wonogiri Nomor 13 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan susunan Perangkat Daerah Kabupaten Wonogiri (Lembaran Daerah Kabupaten Wonogiri Tahun 2016 Nomo 22, Tambahan lembaran Daerah Kabupaten Wonogiri Nomor 114);
b. Peraturan Bupati Wonogiri Nomor 58 Tahun 2016 tentang susunan, Kedudukan dan Tata kerja Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Wonogiri (Berita Daerah Kabupaten Wonogiri Tahun 2016 Nomor 58);
c. Peraturan Bupati Wonogiri Nomor 75 tahun 2016 tentang Tugas Pokok dan Fungsi Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonogiri (Berita Daerah Kabupaten Wonogiri Tahun 2016 Nomor 75);
d. Peraturan Bupati Wonogiri Nomor 42 tahun 2017 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Uraian Tugas Jabatan Struktural pada Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonogiri (Berita Daerah Kabupaten Wonogiri Tahun 2017 Nomor 43).
2. KEDUDUKAN DAN TUGAS POKOK
Berdasarkan Dasar Hukum Pembentukan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonogiri yang diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Wonogiri Nomor 13 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Wonogiri, selanjutnya dijabarkan dalam Peraturan Bupati Wonogiri Nomor 75 Tahun 2016 tentang tugas pokok dan fungsi Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonogiri, mempunyai tugas membantu Bupati dalam melaksanakan urusan pemerintahan bidang ketenteraman dan
ketertiban umum dan sub urusan kebakaran yang menjadi kewenangan Daerah dan tugas pembantuan yang ditugaskan kepada Daerah.
Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja mempunyai fungsi sebagai berikut :
1. Perumusan kebijakan teknis pelaksanaan urusan pemerintahan bidang ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat sub urusan ketenteraman dan ketertiban umum dan sub urusan kebakaran;
2. Pelaksanaan kebijakan urusan pemerintahan bidang ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat sub urusan ketenteraman dan ketertiban umum dan sub urusan kebakaran;
3. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang ketenetraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat sub urusan ketenteraman dan ketertiban umum dan sub urusan kebakaran;
4. Pelaksanaan administrasi Dinas dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang ketenetraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat sub urusan ketenteraman dan ketertiban umum dan sub urusan kebakaran;
5. Pelaksanaan fungsi kesekretariatan Dinas; dan
6. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.
3. STRUKTUR ORGANISASI
Sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Wonogiri Nomor 26 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonogiri, Susunan Organisasi Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonogiri terdiri dari :
1. Kepala;
2. Sekretariat, membawahi :
1) Subbagian Perencanaan dan Keuangan;
2) Subbagian Umum dan Kepegawaian;
3. Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah, membawahi : 1) Seksi Pembinaan, Pengawasan dan Penyuluhan;
2) Seksi Penyidikan dan Penindakan;
4. Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum , membawahi : 1) Seksi Ketertiban Umum;
2) Seksi Operasi dan Pengendalian;
5. Bidang Perlindungan Masyarakat, membawahi : 1) Seksi Satuan Perlindungan Masyarakat;
2) Seksi Bina Potensi;
6. UPT Pemadam Kebakaran 7. Kelompok Jabatan Fungsional.
Bagan Organisasi seperti bagan sebagaimana terlampir (Lampiran).
4. PELAKSANAAN TUGAS
Dalam melaksanakan pekerjaan didukung oleh : 1. Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia sebagai pelaksana kinerja Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonogiri terdiri dari 136 Orang Pegawai, yang terdiri dari 56 PNS dan 80 Tenaga Kerja Non Pegawai (Kontrak).
a. Susunan Kepegawaian
Tabel 1
Susunan Kepegawaian SatPol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Wonogiri
PEJABAT JUMLAH
Pejabat Eselon II 1
Pejabat Eselon III 4
Pejabat Eselon IV 9
Pejabat Pelaksana (PNS) Satpol PP 29 Pejabat Pelaksana (PNS) Damkar 13
Pegawai Non PNS Satpol PP 35
Pegawai Non PNS Damkar 45
Jumlah 136
Sumber : Subbag Umum dan Kepegawaian SATPOL-PP Kab. Wonogiri 2018
Tabel 2
Susunan Kepegawaian SatPol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Wonogiri Dilihat Dari Jenjang Pendidikan
TINGKAT PENDIDIKAN JUMLAH
A. PNS 56
SD -
SLTP 1
SLTA 30
Sarjana Muda/Diploma 1
Sarjana 15
Pasca Sarjana 9
B. PEGAWAI NON PNS 80
SLTA 60
Sarjana Muda/Diploma 1
Sarjana 19
JUMLAH 136
Sumber : Subbag Umum dan Kepegawaian SATPOL-PP Kab. Wonogiri 2018
b. Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana kerja sebagai salah satu daya dukung ketatalaksanaan perencanaan pembangunan daerah, di Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonogiri setiap tahunnya mengupayakan peningkatan. Perlengkapan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonogiri mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2013 tentang Pedoman Pakaian Dinas, Perlengkapan dan Peralatan Operasional Polisi Pamong Praja. Yang dimaksud dengan Perlengkapan Polisi Pamong Praja adalah perlengkapan perorangan, senjata peluru gas, semprotan gas, alat kejut listrik, kendaraan dan peralatan komunikasi yang dipergunakan oleh Polisi Pamong Praja.
5. VISI
Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonogiri memiliki visi sebagai berikut : ” Terwujudnya kehidupan yang Aman, Tertib dan dan Tenteram”.
Visi dimaksud mengandung makna sebagai berikut:
1. Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat adalah suatu rangkaian tindakan untuk mewujudkan keadaan yang dinamis, yang memungkinkan Pemerintah, Pemerintah Kabupaten dan Masyarakat melakukan kegiatannya dengan aman , tertib dan teratur.
2. Penegakan Peraturan Daerah adalah tindakan dalam rangka upaya menumbuhkan ketaatan warga masyarakat agar tidak melanggar Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati dengan pendekatan Represif Non Yustisial;
6. MISI
Guna mewujudkan visi tersebut terdapat misi yang harus dilaksanakan, Misi Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonogiri adalah sebagai berikut;
a. Memelihara ketertiban umum dan ketentraman masyarakat;
b. Meningkatkan sinergitas dalam Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah;
c. Memberdayakan tugas dan fungsi Satuan Perlindungan Masyarakat;
d. Meningkatkan penanggulangan dan pencegahan bahaya kebakaran
7. TUJUAN
Guna mewujudkan misi tersebut, terdapat tujuan yang akan dicapai oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonogiri, yaitu :
a. Peningkatan upaya-upaya preventif terhadap terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat dengan meningkatan kepekaan dan daya tanggap aparat dalam menyerap permasalahan yang terjadi di masyarakat;
b. Peningkatan peran serta masyarakat dalam penciptaan keamanan dan ketertiban lingkungannya melalui pembentukan “ pemolisian masyarakat“( community policing);
c. Peningkatan pemberdayaan komunitas untuk mewujudkan keamanan, mencegah dan menyelesaikan konflik-konflik sosial maupun politik, termasuk konflik sumber daya ekonomi dan alam, serta menangani persoalan pasca konflik dilingkungan local;
d. Mendorong dan fasilitasi upaya-upaya penanggulangan kriminalitas untuk menciptakan rasa aman masyarakat;
e. Peningkatan profesionalisme Polisi Pamong Praja dalam menjalankan tugasnya untuk menjaga ketentraman dan ketertiban umum dengan pelaksanaan diklat teknis dan fungsional;
f. Peningkatan bimbingan dan penyuluhan masyarakat mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat;
g. Peningkatan penangulangan dan pencegahan bahaya Kebakaran.
8. ASPEK STRATEGIS
Guna tercapainya tujuan yang telah ditetapkan tersebut maka diperlukan strategi sebagai berikut :
1. Meningkatkan kolaborasi dan sinergitas dengan instansi terkait dalam penegakkan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah.
2. Mengoptimalkan Sumber Daya Manusia dan Sarana prasarana yang dimiliki untuk peningkatan kinerja.
3. Menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam memelihara Keamanan ,Ketenteraman dan Ketertiban masyarakat (Kamtrantibmas).
4. Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan Satlinmas dalam Perlindungan Masyarakat.
9. Permasalahan utama ( Strategic issued )
Ada beberapa faktor yang menjadi permasalahan, antara lain :
1. Sebagian payung hukum yang menjadi dasar Satpol PP melaksanakan tupoksinya terkait dengan pelanggaran trantibum sudah tidak sesuai dengan perkembangan jaman.
2. Jumlah Anggota Satpol PP Kabupaten Wonogiri yang ada tidak sebanding dengan jumlah penduduk dan kondisi geografis Kabupaten Wonogiri.
3. Terbatasnya kemampuan SDM dalam penanganan tugas pokok dan fungsi
4. Hilangnya fungsi Trantib Kecamatan yang mengakibatkan peran Kecamatan dalam penyelenggaraan Ketentraman dan ketertiban umum di wilayahnya menjadi tidak optimal. Hilangnya fungsi Trantib Kecamatan ini juga menyebabkan koordinasi antara Satpol PP Kabupaten dengan kecamatan menjadi kurang efektif.
5. Terbatasnya dukungan koordinasi dari OPD terkait yang ada hubungannya dengan penanganan trantibum
6. Terbatasnya personil PPNS dalam penegakan Peraturan Daerah 7. Penegakan Perda/Perbup yang berkaitan dengan Yustisi belum
dapat dilaksanakan karena keterbatasan Personil dan terbatasnya anggaran.
8. Keterbatasan sarana dan prasarana pendukung operasional.
9 Program pemberdayaan masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan, sesuai dengan Visi Misi Satuan Polisi Pamong Praja meningkatkan profesionalisme Anggota Satlinmas dalam perlidungan masyarakat, dengan sasaran strategis, penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas dan peningkatan kelengkapan sarana prasarana perlindungan masyarakat belum merata dan belum dapat dirasakan oleh semua anggota Linmas.
10. Daya jangkau pelayanan pemadam kebakaran masih terbatas pada kecamatan Wonogiri dan sekitarnya, belum mampu menjangkau seluruh potensi kebakaran di wilayah Kabupaten Wonogiri.
11. Terbatasnya sarana dan perlengkapan Damkar terutama untuk melayani wilayah perumahan padat penduduk dan gedung bertingkat.
BAB II
PERENCANAAN KINERJA
Pada tahun 2018 Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonogiri bermaksud memfokuskan pencapaian sasaran utama yaitu :
a. Terlaksananya penertiban Pelanggaran Perda dan Perbup (Masyarakat/aparatur/badan publik yang melanggar Perda);
b. Terlaksananya penertiban PKL di Kecamatan se Kabupaten Wonogiri, yang rawan gangguan tramtibum
c. Terlaksananya peningkatan kompetensi anggota satlinmas dalam penanggulangan bencana.
d. Terlaksananya ketrampilan dan pengetahuan para warga masyarakat tentang bahaya kebakaran,
e. Tersedianya sarana/prasrana kelengkapan kebakaran.
f. Meningkatnya ketrampilan anggota regu pemadam kebakaran
Sasaran – sasaran dimaksud perlu diprioritaskan dalam rangka untuk mendukung tercapainya visi Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonogiri yaitu : “ Terwujudnya Kehidupan Masyarakat yang Aman, Tertib dan Tenteram “ .
Guna mencapai sasaran dimaksud maka pada tahun 2018, telah menetapkan 9 (sembilan) Program dan 49 (empat puluh sembilan) Kegiatan dengan anggaran sebesar Rp 3.665.540.700,-
A. Rencana Kinerja Tahun 2018
Dalam Rencana kinerja Tahun 2018 Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonogiri, sasaran, indikator dan target yang hendak dicapai adalah sebagaimana tercantum dalam tabel sebagai berikut :
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja/Out Come Target 1 Terlaksananya
Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan ketenteraman Masyarakat
Persentase Penyelesaian Pelanggaran K3 (PKL, PGOT,dll )
100%
2 Terlaksananya Penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati
Persentase Penyelesaian Pelanggaran Perda dan Perbup
100%
3 Terlaksananya Latsar bagi
anggota Satlinmas Persentase Latsar bagi
anggota Satlinmas 14%
4 Terlaksananya penanggulan dan pencegahan bahaya kebakaran
Persentase jumlah Kejadian kebakaran yang tertangani tidak lebih dari 15 menit
100 %
B. Perjanjian Kinerja (PK) Tahun 2018
Perjanjian Kinerja pada dasarnya adalah lembar / dokumen yang berisikan penugasan dari pimpinan instansi yang lebih tinggi kepada pimpinan instansi yang lebih rendah untuk melaksanakan program/kegiatan yang disertai dengan indikator kinerja. Melalui perjanjian kinerja, terwujudlah komitmen penerima amanah dan kesepakatan antara penerima dan pemberi amanah atas kinerja terukur tertentu berdasarkan tugas, fungsi dan wewenang serta sumber daya yang tersedia. Kinerja yang disepakati tidak dibatasi pada kinerja yang dihasilkan atas kegiatan tahun bersangkutan, tetapi termasuk kinerja (outcome) yang seharusnya terwujud akibat kegiatan tahun- tahun sebelumnya. Dengan demikian target kinerja yang diperjanjikan juga mencakup outcome yang dihasilkan dari kegiatan tahun-tahun sebelumnya, sehingga terwujud kesinambungan kinerja setiap tahunnya.
Tujuan disusunnya Perjanjian Kinerja adalah :
1. Sebagai wujud nyata komitmen antara penerima dan pemberi amanah untuk meningkatkan integritas, akuntabilitas, transparansi, dan kinerja Aparatur.
2. Menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur.
3. Sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi dan sebagai dasar pemberian penghargaan dan sanksi.
4. Sebagai dasar bagi pemberi amanah untuk melakukan monitoring, evaluasi dan supervisi atas perkembangan / kemajuan kinerja penerima amanah.
5. Sebagai dasar dalam penetapan sasaran kinerja pegawai.
Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonogiri pada Tahun 2017 telah melakukan Perjanjian Kinerja dengan Bupati Wonogiri untuk mewujudkan target kinerja.
C. Program dan Kegiatan
Satpol PP telah melaksanakan 9 (sembilan) program dengan 49 (empat puluh sembilan) kegiatan yang didukung oleh APBD Kabupaten sebesar Rp 3.665.540.700,-
Tabel C
Program dan Kegiatan setelah Perubahan
NO PROGRAM DAN KEGIATAN Penetapan
APBD TA 2018
Jumlah Anggaran
Setelah Perubahan
1 2 3 4
BELANJA LANGSUNG 3.417.540.700 3.655.540.700
I Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 1.471.240.700 1.519.646.700
1 Penyediaan Jasa Surat Menyurat 1.000.000 1.000.000 2 Penyediaan Jasa Komunikasi, sumber daya
dan Listrik
50.000.000 70.000.000
3 Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan Dinas / Operasional
25.000.000 25.000.000
4 Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor 3.976.700 3.976.700 5 Penyediaan Alat Tulis Kantor 10.000.000 10.000.000 6 Penyediaan Barang Cetakan dan
Penggandaan
5.000.000 5.000.000
7 Penyediaan peralatan dan perlengkapan Kantor
5.000.000 5.000.000
8 Penyediaan bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-Undangan
2.000.000 2.000.000
9 Penyediaan Makanan dan Minuman Rapat 12.000.000 12.000.000 10 Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar
Daerah
55.000.000 75.000.000
11 Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi Dalam Daerah
15.000.000 15.000.000
12 Penyediaan Jasa Tenaga Kerja Non Pegawai 1.287.264.000 1.295.670.000 II Program Peningkatan Sarana dan Prasarana
Aparatur
90.000.000 100.000.000
13 Pemeliharaan rutin / berkala Gedung Kantor 30.000.000 40.000.000 14 Pemeliharaan rutin / berkala kendaraan
dinas / operasional
60.000.000 60.000.000
III Program Peningkatan Kapasitas disiplin aparatur
80.000.000 80.000.000 15 Pengadaan Pakaian Dinas beserta
kelengkapanya
80.000.000 80.000.000
IV Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
15.000.000 15.000.000 16 Bimbingan Teknis / Kursus singkat / Pelatihan /
Sosialisasi / Bintek
15.000.000 15.000.000
V Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
49.000.000 49.000.000 17 Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan
Ikhtisar realisasi kinerja SKPD
6.000.000 6.000.000
18 Penyusunan Laporan Keuangan Semesteran 19.000.000 19.000.000
19 Penyusunan Rencana Kerja SKPD 6.000.000 6.000.000
20 Penyusunan Profil 6.000.000 6.000.000
21 Penyusunan LKjIP 6.000.000 6.000.000
22 Penyusunan RKA dan DPA SKPD 6.000.000 6.000.000 VI Program Peningkatan Keamanan dan
Kenyamanan Lingkungan
24.500.000 24.500.000
23 Pengamanan Aset-aset Daerah 7.000.000 7.000.000 24 Pengamanan Perayaan Hari Besar Agama 10.000.000 10.000.000 25 Pengamanan Kegiatan Seremonial 7.500.000 7.500.000 VII Program Pemeliharaan Kantramtibmas dan
Pencegahan Tindak Kriminal
390.150.000 390.150.000 26 Pengolahan Data Profil Desa / Kelurahan
Fasilitas Pengumpulan Informasi Hasil
Tembakau yang dilekati Pita Cukai Palsu dan Tidak dilekati Pita Culai di kab. Wonogiri (DBHCHT)
50.000.000 50.000.000
27 Pengamanan Tamu-tamu penting (VIP) 7.500.000 7.500.000 28 Pembinaan Ketentraman Umum dan
Ketertiban Masyarakat
15.000.000 15.000.000
29 Pengiriman Gelar Pasukan dan Jambore 50.000.000 50.000.000
30 Penertiban Reklame 147.650.000 147.650.000
31 Pembinaan dan Pengawasan Perda dan Perbup
50.000.000 50.000.000
32 Penyidikan dan Penyelesaian Kasus-kasus Pelanggaran Perda dan Perbup
25.000.000 25.000.000
33 PAM Car Free Sunday 30.000.000 30.000.000
34 Operasi Pengamanan terpadu Lintas Kabupaten
15.000.000 15.000.000
VIII Program Pemberdayaan Masyarakat untuk menjaga Ketertiban dan Keamanan
957.650.000 1.147.244.000 35 Pengamanan Lebaran, Natal, Tahun Baru
dan Hari Besar Lainnya
125.000.000 125.000.000
36 Pengiriman Personil dalam peringatan HUT HANSIP/LINMAS tk Provinsi Jawa Tengah
25.000.000 25.000.000
37 Latsar bagi Anggota Linmas Desa/Kelurahan se kabupaten Wonogiri
200.000.000 200.000.000
38 Pengiriman peserta pembinaan dan pelatihan-pelatihan bagi anggota LINMAS Tingkat Provinsi Jateng
20.000.000 20.000.000
39 PAM Posko penanggulangan Bencana dan Kantrantibmas
5.000.000 5.000.000
40 Pembinaan Pedagang Kaki Lima 20.000.000 20.000.000 41 Pengerahan anggota Linmas Dalam
Upacara Hari Besar Nasional dan Upacara penting lainnya
20.000.000 20.000.000
42 Fasilitasi dan Koordinasi Kelinmasan Kabupaten Wonogiri
10.000.000 10.000.000
43 Pengamanan Terbuka dalam rangka Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah Tahun 2018
432.650.000 432.650.000
44 Fasilitasi Pembinaan dan Pelatihan bagi Calon peserta seleksi penerimaan calon anggota POLRI Tahun 2018
100.000.000 100.000.000
45 Pengamanan Terbuka dalam rangka Pemilihan Kepala Desa se Kabupaten Wonogiri Tahun 2018
- 137.094.000
46 Pengadaan Pakaian PDL Linmas dalam rangka Pileg dan Pilpres
- 52.500.000
IX Program Peningkatan Kesiagaan dan pencegahan Bahaya Kebakaran
340.000.000 340.000.000 47 Sosialisasi norma, standar, prosedur dan
manual pencegahan bahaya kebakaran
40.000.000 40.000.000
48 Pemeliharaan sarana dan prasarana pencegahan bahaya kebakaran
255.000.000 255.000.000
49 Peningkatan pelayanan penanggulangan bahaya kebakaran
45.000.000 45.000.000
JUMLAH 3.417.540.700 3.665.540.700
Secara singkat gambaran mengenai keterkaitan antara sasaran, Indikator dan Target Kinerja ( Penetapan Kinerja ) Tahun 2018 yang telah disepakati antara kepala Satuan Polisi Pamong Praja dengan Bupati Wonogiri, secara lengkap tercantum pada Lampiran.
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pengelolaan dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah.
A. Capaian Kinerja Organisasi
Akuntabilitas kinerja dapat diartikan sebagai kewajiban untuk mempertanggungjawabkan secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam pencapaian Visi dan melaksanakan Misi organisasi kepada pihak-pihak yang berwenang menerima pelaporan akuntabilitas.
Pada pembahasan akuntabilitas kinerja tahun 2018 ada 3 aspek yang akan dibahas yaitu :
1. Pengukuran pencapaian sasaran ( PPS ) 2. Akuntabilitas Keuangan
3. Evaluasi dan analisis kinerja
Untuk memudahkan interpretasi atas pencapaian kinerja sasaran dipergunakan interval nilai sebagai berikut :
No Interval Nilai Kategori
1. 91% < 100% Sangat Tinggi
2. 76% < 90% Tinggi
3. 66% < 75% Sedang
4. 51% < 65% Rendah
5. < 50 % Sangat Rendah
Pengukuran capaian kinerja Satuan Polisi Pamong Praja Tahun 2018 dilakukan dengan cara membandingkan rencana tingkat capaian (target) masing-masing indikator kinerja dengan 1 capaian kinerja nyata (realisasi), membandingkan antara realisasi kinerja Tahun 2018 dengan tahun sebelumnya.
Sesuai dengan perjanjian Kinerja 2018, terdapat 4 Sasaran Strategis yang harus diwujudkan, Yaitu :
1. Sasaran Strategis 1 : Terlaksananya Penyelenggaraan
Ketertiban Umum dan
ketenteraman Masyarakat
2. Sasaran Strategis 2 : Terlaksananya Penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati
3. Sasaran Strategis 3 : Terlaksananya Latsar bagi anggota Satlinmas
4. Sasaran Strategis 4 : Terlaksananya penanggulangan dan pencegahan bahaya kebakaran
1. Membandingkan antara target dan Realisasi kinerja tahun ini 1. Sasaran Strategis 1 : Terlaksananya Penyelenggaraan
Ketertiban Umum dan ketenteraman Masyarakat
Tabel 3.1
Capaian Kinerja Sasaran Strategis
No Indikator Kondisi Awal
2018 Target
Akhir RPJMD
(2021)
% Capaian s/d 2016 terhadap akhir
RPJMD (2021) Target Realisasi %
Capaian
1 Persentase penyelesaian pelanggaran Trantibum (PKL,PGOT)
75% 100% 100% 100% 100% 100%
Indikator kinerja pada sasaran Meningkatkan sinergitas dan ,partisipasi masyarakat dalam memelihara ketentraman dan ketertiban. Wonogiri yang aman, tertib, tentram dan kondusif yaitu Persentase penyelesaian pelanggaran Trantibum (PKL, PGOT). Pada tahun 2018 realisasi indikator tersebut melebihi target yang ditetapkan. Dari yang ditargetkan 100%, terealisasi 100%.
2. Membandingkan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun dan tahun lalu
Pada tahun 2017 Jumlah pelanggaran Trantibum sejumlah 143 kasus dan Tahun 2018 pelanggaran Trantibum Sejumlah 176 kasus.
Realisasinya adalah :
Jumlah penyelesaian pelanggaran Trantibum(PKL,PGOT)
x 100% : Jumlah pelanggaran Trantibum (PKL,PGOT)
176 Kasus
x 100% : 100%
176 Kasus
Permasalahan :
- Sebagian payung hukum yang menjadi dasar Satpol PP melaksanakan tuposinya terkait dengan pelanggaran trantibum sudah tidak sesuai dengan perkembangan jaman.
- Jumlah Anggota Satpol PP Kabupaten Wonogiri yang ada tidak sebanding dengan luas area dan kondisi geografis Kabupaten Wonogiri.
- Terbatasnya SDM dalam penanganan tugas pokok dan fungsi - Hilangnya fungsi Trantib Kecamatan yang mengakibatkan peran
Kecamatan dalam penyelenggaraan Ketentraman dan ketertiban
umum di wilayahnya menjadi kurang optimal.
- Terbatasnya dukungan koordinasi dari OPD terkait yang ada hubungannya dengan penanganan trantibum
Solusi :
- Mendorong OPD terkait untuk melaksanakan perubahan atas landasan/payung hukum sesuai dengan perkembangan jaman - Mengusulkan penambahan anggota Satpol PP yang memenuhi
persyaratan baik dari segi uji kompetensi maupun fisik minimal 2 (dua) regu untuk melaksanakan patroli rutin wilayah dan memantau obyek-obyek vital/aset-aset milik daerah
- Memberdayakan masyarakat untuk ikut menjaga kondusifitas wilayah masing-masing melalui pembentukan kader siaga trantib - Mengusulkan penambahan sarpras dan anggaran untuk
mendukung kinerja Satpol PP guna memenuhi Standar Pelayanan Minimal
2. Sasaran Strategis 2 : Terlaksananya Penegakan
Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati
Tabel 3.2
Capaian Kinerja Sasaran Strategis
No Indikator Kondisi Awal
2018 Target
Akhir RPJMD
(2021)
% Capaian s/d 2016 terhadap akhir
RPJMD (2021) Target Realisasi %
Capaian
2 Persentase Penyelesaiaan pelanggaran Perda
80% 100% 100% 100% 100% 100%
Indikator kinerja pada sasaran Meningkatkan penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati yaitu Persentase penyelesaian pelanggaran Perda. Pada tahun 2018 realisasi indikator tersebut sesuai dengan yang ditetapkan. Dari yang ditargetkan 100%, terealisasi 100%.
Pada tahun 2018 Jumlah pelanggaran Perda sejumlah 2.938 kasus, pelanggaran yang telah diselesaikan sejumlah 2.938 kasus Realisasinya adalah :
Jumlah penyelesaian pelanggaran Perda
x 100% : Jumlah pelanggaran Perda
2.938 Kasus
x 100% : 100%
2.938 Kasus
Permasalahan :
- Terbatasnya personil PPNS dalam penegakan Peraturan Daerah - Penegakan Perda/Perbup yang berkaitan dengan Yustisi belum
dapat dilaksanakan karena keterbatasan Personil.
- Penegakan Perda terkendala dengan luas wilayah Kabupaten Wonogiri dibandingkan dengan personil yang ada.
Solusi :
- Memperkuat kapasitas PPNS melalui peningkatan jumlah PPNS, penambahan sarana prasarana operasional
- Mengirimkan personil untuk mengikuti Diklat PPNS
- Memprioritaskan penegakan perda pada titik lokasi yang strategis dan berdampak luas kepada masyarakat
3. Sasaran Strategis 3 : Terlaksananya Latsar bagi anggota Satlinmas
Tabel 3.3
Capaian Kinerja Sasaran Strategis
No Indikator Kondisi Awal
2018 Target
Akhir RPJMD
(2021)
% Capaian s/d 2016 terhadap akhir
RPJMD (2021) Target Realisasi %
Capaian
3 Presentase Anggota
Satlinmas yang mengikuti Latsar
14% 12% 86%
Indikator kinerja pada sasaran Meningkatkan Kapasitas dan peran Satlinmas yaitu Prosentase Anggota Satlinmas yang mengikuti Latsar. Berdasarkan Keputusan Bupati di Wonogiri Nomor :
36 Tahun 2016 tentang penetapan anggota Satlinmas Kabupaten Wonogiri sejumlah 8.165 orang.
Pada Tahun 2016 anggota satlinmas yang mengikuti latsar sebanya 220 orang, kemudian pada tahun 2017 melaksanakan latsar sejumlah 600 orang (10%) dan Tahun 2018 yang mengikuti Latsar sejumlah 200 orang (12%). Sehingga jumlah anggota Satlinmas sejumlah 8.165 orang yang mengikuti Latsar baru 1020 orang (12%) itu Jumlah akumulatif (Tahun 2016, Tahun 2017, dan Tahun 2018 ). Tidak mencapai target 14% dikarenakan kurangnya anggaran yang tersedia
Realisasinya adalah :
Jumlah Anggota Satlinmas yang mengikuti Latsar
x 100% : % Jumlah Anggota Satlinmas
220 orang + 600 orang + 200 orang
x 100% : 12%
8.165 orang
Permasalahan :
- Program pemberdayaan masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan, sesuai dengan Visi Misi Satuan Polisi Pamong Praja meningkatkan profesionalisme Anggota Satlinmas dalam perlidungan masyarakat, dengan sasaran strategis, penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas dan peningkatan kelengkapan sarana prasarana perlindungan masyarakat belum memahami tentang tugas dan pokok Linmas serta belum terampil / meratanya SDM.
Solusi :
- Guna menunjang program dan kegiatan sesuai dengan sasaran Strategis Perlindungan Masyarakat perlu adanya dukungan peningkatan anggaran dari APBD Kabupaten Wonogiri.
4. Sasaran Strategis 4 : Terlaksananya penanggulangan dan pencegahan bahaya kebakaran
Tabel 3.4
Capaian Kinerja Sasaran Strategis
No Indikator Kondisi Awal
2018 Target
Akhir RPJMD
(2021)
% Capaian s/d 2016 terhadap akhir
RPJMD (2021) Target Realisasi %
Capaian
3 Persentase kejadian
kebakaran yang tertangani tidak lebih dari 15 menit
85% 100% 100% 100%
Indikator kinerja pada sasaran Meningkatkan penanggulangan dan Pencegahan bahaya kebakaran. yaitu Persentase kejadian kebakaran yang tertangani dalam waktu tidak lebih dari 15 menit.
Pada tahun 2018 realisasi indikator tersebut mencapai target yang ditetapkan. Dari yang ditargetkan 100%, terealisasi 100%.
Realisasinya adalah :
Jumlah kejadian kebakaran yang tertangani tidak lebih dari 15 menit
x 100% : % Jumlah laporan kejadian kebakaran di wilayah
manajemen kebakaran
30 kejadian
x 100% : 100%
30 kejadian
Permasalahan :
- Waktu tanggap terhadap pemberitauhan kebakaran tidak lebih dari 15 (lima belas) menit dapat tertangani kejadian kebakaran pada wilayah manajemen kebakaran (WMK), tetapi yang berada jauh dari wilayah manajemen kebakaran (WMK) belum terealisir karena jauhnya wilayah / lokasi.
- Kendaraan Damkar kesulitan untuk masuk wilayah perumahan padat penduduk, karena jalannya sempit sehingga menyulitkan upaya pemadaman.
Solusi :
- Mengusulkan pembetukan POS Pemadam Kebakaran di wilayah Eks Pembantu Bupati, sehingga mempercepat layanan pemadam kebakaran.
- Pengadaan Kendaraan Ranger (berbodi kecil dan ramping) agar bisa menjangkau lokasi padat penduduk dan gang sempit.
3. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan kinerja serta alternative solusi yang telah dilakukan adalah sebagai berikut :
a) Keberhasilan
Faktor keberhasilan pencapaian indikator kinerja dikarenakan pelaksanaan strategi antara lain :
a. Pemberdayaan jumlah personil yang dimiliki dengan pemberian motivasi kerja yang intensif;
b. Mengatur penggunaan sarana dan prasarana yangg terbatas untuk memprioritaskan kegiatan-kegiatan yang mendesak dan urgen;
c. Memaksimalkan personil dalam mendukung kegiatan operasional maupun kegiatan administrasi;
d. Mengatur personil secara bergantian untuk kegiatan administrasi dan operasional;
e. Mengoptimalkan anggaran yang ada dengan selalu mempertimbangkan skala prioritas
b) Kegagalan
Faktor kegagalan pencapaian indikator kinerja dikarenakan pelaksanaan strategi antara lain :
a. Luas wilayah kabupaten Wonogiri mengakibatkan daya jangkau pelayanan terutama pemadam kebakaran dan patroli wilayah belum optimal;
b. Terbatasnya anggaran mengakibatkan berkurangnya biaya operasional untuk melaksanakan kegiatan terutama patroli wilayah dan peningkatan kualitas SDM Linmas Desa/Kelurahan;
c. Terbatasnya jumlah sarana dan perlengkaapan pemadam kebakaran, sehinggga belum mampu menyediakan Pos Pelayanan Damkar di Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) selain Wonogiri Kota dan sekitarnya.
c) Solusi
Solusi untuk mengatasi kegagalan pencapaian indikator kinerja dikarenakan pelaksanaan strategi antara lain :
a. Pembinaan personil yang intensif dan terus menerus;
b. Mengusulkan peningkatan anggaran untuk melaksanakan program dan kegiatan;
c. Merencanakan peningkatan sarana dan prasarana dalam rangka meningkatkan daya jangkau pelayanan di seluruh wilayah Wonogiri.
B. Realisasi Anggaran sebagai berikut :
Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonogiri pada tahun anggaran 2018 mendapatkan anggaran sebesar Rp 3.665.540.700,- (tidak termasuk belanja pegawai) yang bersumber dari APBD Kabupaten Wonogiri. Dalam realisasinya anggaran tersebut terserap sebanyak Rp 3.489.685.174,- atau (95,20 %).
Efisiensi Anggaran Satuan Polisi Pamong Praja Anggaran yaitu sejumlah Rp 9.551.363.992,- Terdiri dari :
➢ Belanja Pegawai Rp. 7.303.085.292,-terealisasi Rp. 6.177.927.149,- ( 84,59% )
➢ Belanja Barang dan Jasa Rp 2.177.258.700,- terealisasi Rp.
2.017.601.174,- ( 92,67% )
➢ Belanja Modal Rp 71.020.000,- terealisasi Rp. 70.675.000,-( 99,51% )
Dari anggaran Rp. 9.551.363.992,- terserap Rp. 8.266.203.323,- atau 86,54 %, tidak terserapnya keseluruhan dari anggaran APBD tahun 2018 dikarenakan Effisiensi Anggaran.
Tabel B
Realisasi Anggaran
Program Realisasi 2017 Anggaran 2018 Realisasi % 1. Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Rp.1.473.881.947 Rp.1.519.646.700 Rp.1.488.750.047 98
2. Program Peningkatan
Sarana dan
Prasarana Aparatur
Rp. 104.983.752 Rp. 100.000.000 Rp. 97.799.816 98
3. Program Peningkatan
Disiplin Aparatur Rp. 74.641.750 Rp. 80.000.000 Rp. 73.926.000 92 4. Program Peningkatan
Kapasitas Sumber Daya Aparatur
Rp. 14.847.760 Rp. 15.000.000 Rp. 14.530.300 97
5. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
Rp. 33.582.600 Rp. 49.000.000 Rp. 48.991.700 100
6. Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan
Lingkungan
Rp. 24.075.043 Rp. 24.500.000 Rp. 23.927.850 98
7. Program Pemeliharaan
Kantramtibmas dan Pencegahan Tindak Kriminal
Rp. 453.663.773 Rp. 390.150.000 Rp. 383.389.958 98
8. Program
Pemberdayaan Masyarakat untuk Menjaga Ketertiban dan Keamanan
Rp. 631.445.230 Rp. 1.147.244.000 Rp. 1.042.868.246 91
9. Program Penataan Peraturan Perundang- undangan
- - -
10. Program Peningkatan Kesiagaan dan Pencegahan Bahaya Kebakaran
Rp. 620.398.003 Rp. 340.000.000 Rp. 315.501.257 93
11. Program Peningkatan Pemberantasan Penyakit Masyarakat ( PEKAT )
Rp. 26.671.800 - -
JUMLAH Rp.3.458.191.658 Rp.3.655.540.700 Rp.3.489.685.174 95%
Laporan Realisasi Anggaran terlampir.
BAB IV PENUTUP
A. Tinjauan Umum Keberhasilan
Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonogiri merupakan OPD yang mempunyai tugas pokok penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati, menyelenggarakan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, serta perlindungan masyarakat, dalam menyelenggarakan tugasnya Satuan Polisi Pamong Praja menyelenggarakan fungsi :
a. Perumusan kebijakan teknis pelaksanaan urusan pemerintahan bidang ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat sub urusan ketenteraman dan ketertiban umum dan sub urusan kebakaran;
b. Pelaksanaan kebijakan urusan pemerintahan bidang ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat sub urusan ketenteraman dan ketertiban umum dan sub urusan kebakaran;
c. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang ketenetraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat sub urusan ketenteraman dan ketertiban umum dan sub urusan kebakaran;
d. Pelaksanaan administrasi Dinas dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang ketenetraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat sub urusan ketenteraman dan ketertiban umum dan sub urusan kebakaran;
e. Pelaksanaan fungsi kesekretariatan Dinas; dan
f. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Dengan memperhatikan uraian serta beberapa data diatas, dapat diketahui bahwa Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonogiri dalam melaksanakan tugasnya dapat dikatakan berhasil, karena
semua target sasaran telah ditetapkan dengan capaian kategori baik.
Hal tersebut didukung dengan data sebagai berikut:
a. Hasil pengukuran Pencapaian Sasaran (PPS) dicapai sebesar 95,20%;
b. Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonogiri menggunakan dana kurang dari anggaran yang ditetapkan. Hal ini berarti terjadi efisiensi anggaran.
B. Permasalahan atau Kendala Yang Berkaitan Dengan Pencapaian Kinerja
Permasalahan atau kendala yang ditemui dalam pelaksanaan kegiatan guna mencapai kinerja yang telah ditargetkan, diantaranya : 1. Terdapat 41 Peraturan Daerah yang bersanksi, baru 10 Peraturan
Daerah yang mampu ditegakkan dan 2 Peraturan Bupati;
2. Semakin banyaknya pelanggaran Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati;
3. Meningkatnya potensi gangguan Keamanan, Ketenteraman dan Ketertiban Masyarakat;
4. Keterbatasan personil Satpol PP untuk menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Wonogiri.
C. Strategi Pemecahan Masalah
Strategi yang dilaksanakan dalam menghadapi permasalahan tersebut adalah :
1. Meningkatkan kolaborasi dan sinergitas dengan instansi terkait dalam penegakkan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah.
2. Mengoptimalkan Sumber Daya Manusia dan Sarana prasarana yang dimiliki untuk peningkatan kinerja.
3. Menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam memelihara Keamanan, Ketenteraman dan Ketertiban masyarakat (Kamtrantibmas).
4. Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan Satlinmas dalam Perlindungan Masyarakat
Demikian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2018 Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonogiri, semoga dapat menjadi bahan pertimbangan / evaluasi untuk kegiatan / kinerja yang akan datang.
Wonogiri, Pebruari 2019