BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Dalam dunia arsitektur bangunan, utilitas berarti hal-hal yang menyebabkan bangunan dapat digunakan atau berfungsi sebagaimana mestinya. Utilitas pada mata kuliah semester ini adalah utilitas pada bangunan berlantai banyak atau (multi stories building). Salah satu contohnya yaitu Mall Tatura Palu.
Bangunan berlantai banyak adalah bangunan yang mempunyai jumlah lantai lebih dari tiga dan menghendaki fasilitas dan utilitas diatas standar bangunan sederhana.
Perbedaan antara bangunan sederhana dan bangunan berlantai banyak adalah:
Bangunan sederhana masih menggunakan kaidah-kaidah struktur dan konstruksi konvensional, misalnya bentang gording kayu maksimal 3,5 meter, serta sistem utilitas masih sederhana.
Bangunan berlantai banyak sudah memakai komponen struktur dan utilitas non konvensional, misal bentang gording Baja 7 meter, memakai elevator, lift dan lain sebagainya.
Ciri khas bangunan berlantai banyak adalah :
1.
Sistem struktur advanced, yaitu komponen dan dimensinya non-konvensional.2.
Sistem utilitas advanced, yaitu dalam hal ini banyak bersifat mekanis dan artificial (buatan), misalnya AC.3.
Utilitas yang menghubungkan antar lantai pada pada umumnya diletakkan pada core bangunan gedung.4. Memerlukan ruang kontrol pada tiap lantai pada setiap jenis utilitas yang ada dan memerlukan pengaturan secara khusus.
Jenis utilitas pada bangunan berlantai banyak:
Jaringan Air Bersih dan Air Kotor
Transportasi dalam Bangunan (tangga, elevator, escalator, conveyor, dll)
Jaringan AC (HVAC)
Jaringan Listrik dan Penangkal Petir (Lightning Protection)
Fire protection dan Telekomunikasi
Sistem Plambing merupakan suatu sistem penyediaan atau pengeluaran air (baik air bersih maupun air kotor) yang dikehendaki tanpa ada gangguan atau pencemaran terhadap daerah-daerah yang dilaluinya. Jenis peralatan plambing meliputi peralatan untuk penyediaan air bersih, air panas, air kotor, pemadam kebakaran, gas, oksigen, udara, dll.
Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari dan akan menjadi air minum setelah dimasak terlebih dahulu. Sebagai batasannya, air bersih adalah air yang memenuhi persyaratan bagi sistem penyediaan air minum. Untuk memenuhi kebutuhan air pada suatu bangunan, sumber air bisa didapatkan dari PDAM , sumber sendiri berupa sumur artesistant, deep well, dll ataupun gabungan PDAM dan sumber sendiri. Sistem Distribusi Air Bersih pada bangunan tinggi ada dua cara yaitu, yang pertama dengan cara pipa distribusi dari tangki bawah tanah di pompa dan langsung didistribusikan pada seluruh bangunan. Dan yang kedua yaitu dengan cara air ditampung
terlebih dahulu di tangki bawah kemudian dipompakan ke tangki atas pada lantai tertinggi bangunan kemudian didistribusukan ke seluruh bangunan.
Air buangan/air kotor adalah air bekas pakai yang dibuang. Air kotor dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan hasil penggunaannya yaitu air buangan bekas mencuci, mandi dan lai-lainnya, air yang jatuh ke atas permukaan tanah atau bangunan, air bekas cucian dari kotoran-kotoran dan alat-alat tertentu seperti air bekas dari rumah sakit laboratorium, restoran dan pabrik.
Sampah adalah bahan buangan padat yang sudah tidak terpakai lagi pada saat itu.sampah juga dapat diartikan bahan buangan sisa kegiatan manusia yang keberadaannya bila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan berbagai macam dampak negative.
Jenis sampah sendiri terbagi dua yaitu sampah organic dan anorganik.
Transportasi vertical, adalah moda transportasi digunakan untuk mengangkut sesuatu benda dari bawah ke atas ataupun sebaliknya. Ada berbagai macam tipe transportasi vertikal di antaranya lift, travalator, eskalator dan dumbwaiter. Dari tipe pengangkut vertikal ini masing-masing mempunyai fungsi angkut yang berbeda. Lift sering dijumpai di gedung perkantoran, travalator lebih banyak di bandar udara, sedangkan eskalator lebih banyak di pusat pertokoan besar atau mall sedangkan dumbwaiter lebih banyak digunakan di rumah sakit dan hotel.
Lift adalah angkutan transportasi vertikal yang digunakan untuk mengangkut orang atau barang. Lift umumnya digunakan di gedung-gedung bertingkat tinggi; biasanya lebih dari tiga atau empat lantai.
Escalator dan Travelator adalah sistem transportasi vertikal didalam bangunan gedung untuk memindahkan orang / barang dari satu lantai ke satu lantai yang berikutnya.
Escalator diprioritaskan untuk transportasi orang dengan barang bawaan yang dijinjing sedangkan Travelator untuk transportasi orang dengan barang yang didalam trolley.
Tangga merupakan salah satu alat transportasi dalam bangunan yang menghubungkan antar lantai satu dengan lantai lain dengan system transportasi manual.
Penggunaan tangga pada bangunan bertingkat lebih dari tiga lantai, biasanya digunakan sebagai tangga darurat. Tangga adalah alat transportasi vertikal pada bangunan yang mempunyai pijakan dan kemiringan yang digunakan untuk mencapai ketinggian tertentu.
Tangga Darurat, untuk menyelamatkan diri dari terjadinya kebakaran atau keadaan darurat lainnya sehingga tangga ini harus dilindungi dari api dan asap.
Sistem tata udara pada bangunan bertugas mengolah udara dan menghasilkan kualitas udara yang baik (nyaman dan sehat) bagi penghuninya. Keberadaan sistem tata udara sangat menunjang aktifitas dan produktifitas manusia. Sistem AC (air Conditioning) atau sering disebut juga Sistem Tata Udara merupakan salah satu hal yang penting sekarang ini, baik rumah, gedung perkantoran, mall, bandara dan lain sebagainya. Diantara fungsi dari sistem tata udara adalah mengatur suhu udara, mengatur sirkulasi udara, mengatur kelembaban (humidity) udara, mengatur kebersihan udara.
Dalam proses pendinginan udara, system pendingin udara dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:
mengunakan system direct cooling (system langsung), dan system tidak langsung (indirect cooling).
Dasar Instalasi Listrik Listrik dihantarkan oleh kabel yang berfungsi sebagai konduktor. Kabel yang digunakan beragam jenis dan dengan ukuran yang biasanya disesuaikan dengan penggunaan tingkat tegangan yang perlu dihantarkan. Sistem bisa
menyeluruh mencakup semua perangkat elektronik, bahkan sampai mengatur terang gelap dan sorot lampu, atau parsial (hanya piranti elektronik tertentu seperti sistem lighting dan keamanan). Generator set adalah sebuah alat yang memproduksi energi listrik dari sumber energi mekanikal, biasanya dengan menggunakan induksi elektromagnetik. Proses ini dikenal sebagai pembangkit listrik.
Jaringan tata suara pada bangunan biasanya digabungkan dengan sistem keamanan, sistem tanda bahaya, dan sistem pengaturan waktu terpusat. Sistem tata suara biasanya diintegrasikan sistem tanda bahaya, sehingga bila terjadi kondisi darurat (kebakaran), sistem tanda bahaya mendapatkan prioritas sinyal (signal) dari sistem tata suara untuk membunyikan tanda bahaya (sirine) atau program panduan evakuasi ke seluruh bangunan.
Penggunaan jumlah telepon pada suatu bangunan pada umunya tidak diketahui secara tepat dan oleh karenanya perlu dirancang secara Terpadu dengan perancangan jaringan utilitas lainnya. Meskipun pada saat tahap rancangan jumlah telepon sudah diketahui, pada kenyataanya masih sering terjadi penambahan jumlah dan perubahan jaringan layanan telepon.untuk dapat berfungsinya sistem telekomunikasi di dalam bangunan, diperlukan saluran telepon dari telkom, yang mempunyai fasilitas hubungan local (dalam kota), hubungan keluar interlokal (DDD- Domestic Direct Dialling) atau hubungan keluar internasional (IDD-International Direct Dialling).
Sistem pencegah kebakaran atau perlindungan kebakaran adalah salah satu sistemyang harus dipasang atau diaplikasikan pada sebuah bangunan. Dengan adanya sistem ini pada bangunan, bangunan daapt terlindungi serta nyawa penghuni bangunan tersebut dapat terselamatkan. Setiap pemasangan sistem pencegah kebakaran atau perlindungan kebakaran patut mengikut akta dan standard yang bersesuaian dengan bangunan tersebut. Sistem pendeteksi kebakaran adalah sistem yang menyangkut mengenai cara kerjaalat-alat yang digunakan untuk menganalisa atau mengenali tejadinya kebakaran sejakawal proses timbulnya api atau asap. Sistem pendeteksi kebakaran terdiri dari beberapa komponen diantaranya yaitu dalam bentuk alarm peringatan kebakaran.
Macam-macam Sistem Pemadam Kebakaran yaitu Sistem sprinkler, sistem hydrant, sistem pompa hydrant, sistem Fire Alarm.
Instalasi penangakal petir adalah suatu sistem dengan komponen-komponen dan peralatan-peralatan secara keselurujan berfungsi untuk menangkal petir dan menyalurkannya ke tanah. Sistem tersebut harus dipasang sedemikian rupa sehingga semua bagian dari bangunan beserta isinya atau benda-benda yang dilindunginya terhindar dari bahaya sambaran petir baik secara langsung atau tidak langsung.
Sistem keamanan pada gedung merupakan standarisasi yang harus diterapkan sebagai fasilitas keamanan dan kenyamanan pemakai gedung. Kebutuhan keamanan bisa dipenuhi dengan ystem Access Control yaitu sebuah sistem keamanan yang memungkinkan pemilik bangunan dan property untuk melakukan lebih dari sekedar mengontrol masuk ke daerah yang diproteksi dan Alarm System , alarm secara umum dapat didefinisikan sebagai bunyi peringatan atau pemberitahuan. Pesan ini digunakan untuk memperingatkan operator atau administrator mengenai adanya masalah (bahaya) pada jaringan.
1.2 Tujuan
Adapun Tujuan dari Mata Kuliah Utilitas yaitu memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang kinerja bangunan tinggi khususnya sistem utilitas bangunan yang mendukung aktifitas manusia di dalam dan di luar bangunan.
Adapun Tujuan dari penelitian ini yaitu sebagai berikut : 1. Mengidentifikasi Sistem Plumbing pada Mall Tatura Palu 2. Mengidentifikasi Jaringan Air bersih pada Mall Tatura Palu
3. Mengetahui Jaringan Air kotor, dan Sampah pada Mall Tatura Palu 4. Mengetahui Perancangan Lift dan Escalator pada Mall Tatura Palu
5. Mengetahui Perancangan Tangga darurat/kebakaran pada Mall Tatura Palu 6. Mengidentifikasi Sistem AC sentral pada Mall Tatura Palu
7. Mengetahui sistem Penanggulangan bahaya kebakaran pada Mall Tatura Palu 8. Mengetahui sistem Penangkal petir pada Mall Tatura Palu
1.3 Metode Penelitian
Untuk penulisan laporan ini menggunakan metode deskriptif yang berdasarkan informasi yang dikumpulkan dengan cara :
1. Pengamatan langsung di bangunan Mall tatura 2. Wawancara dengan pihak Mall tatura
3. Pengamatan pada tiap-tiap sistem utilitas pada bangunan Mall tatura
BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Sistem Plumbing
2.1.1 Definisi sistem Plumbing
Plumbing adalah seni dan teknologi pemipaan serta peralatannya untuk menyediakan air bersih, dan pembuang air bekas atau air kotor. Sedangkan Sistem Plumbing adalah sistem penyediaan air bersih dan sistem pembuangan air kotor yang saling berkaitan serta merupakan paduan yang memenuhi syarat; yang berupa peraturan dan perundangan, pedoman pelaksanaan, standar peralatan dan standar instalasinya.
Menurut Alfred Steele (1984), Plumbing adalah sistem perpipaan yang mencakup sistem distribusi penyedian air bersih dan peralatannya, perangkap, limbah, dan pipa ven, saluran pembuangan rumah, sistem air hujan beserta peralatannya serta hubungan antara struktur dan bangunannya.
Sistem peralatan plumbing merupakan suatu system penyediaan atau pengeluaran air ke tempat-tempat yang dikehendaki tanpa ada gangguan atau pencemaran terhadap daerah-daerah yang dilaluinya dan dapat memenuhi kebutuhan penghuninya dalam masalah air.
2.1.2 Jenis sistem Plumbing
Jenis-jenis peralatan plambing dapat dibedakan berdasarkan fungsinya, antara lain (Sumber : e-book rekayasa lingkungan, sistem plambing) :
a. Peralatan untuk penyediaan air bersih/ air minum b. peralatan untuk penyediaan air panas
c. peralatan untuk pembuangan dan Ven d. Peralatan saniter ( Plumbing fixtures ) 2.1.3 Persyaratan sistem Plumbing
Dalam perencanaan pelaksanaan plambing harus diperhatikan syarat-syarat dari bahan plambing yaitu (Sumber : e-book rekayasa lingkungan, sistem plambing) : a. Tidak menimbulkan bahaya kesehatan
b. Tidak menimbulkan gannguan suara c. Tidak menimbulkan radiasi
d. Tidak merusak perlengkapan bangunan e. instalasi harus kuat dan bersih
Kemudian mutu bahannya harus memenuhi syarat sebagai berikut : a. Daya tahan harus lama minimal 30 tahun
b. Permukaan harus halus dan tahan air
c. Tidak ada bagian-bagian yang tersembunyi menyimpan kotoran pada bahan-bahan yang dimaksud
d. Bebas dari kerusakan baik mekanis maupun yang lain e. Mudah memeliharanya
f. Memenuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam perencanaan plambing perlu diperhatikan bahan atau alat plambing Pipa PVC dan pipa tembaga 2 (untuk air panasa) Ukuran yang sering digunakan mulai dari diameter 1/2 sampai dengan 2 sampai dengan 6 untuk bangunan tinggi.
Alat-alat plambing yang merupakan permulaan dari system pembuangan dari instalasi dapat berupa: Kran, kloset, wastafel (lavatory), urinoir, bidet, beth tub, dan shower.
2.1.4 Sistem pemipaan pada bangunan 1. Sistem sambungan langsung
Sistem sambungan langsung adalah sistem dimana, pipa distribusi kebangunan langsung dengan, pipa cabang dari sistem penyediaan air minum secara kolektif (dalam hal ini pipa cabang distribusi PDAM). Karena terbatasnya tekanan air di pipa distribusi PDAM, maka sistem ini hanya bisa untuk bangunan kecil atau bangunan rumah sampai dengan 2 (dua) lantai. Pada umumnya sumber air yang digunakan pada sistem, ini adalah, air yang berasal dan pipa cabang sistem penyediaan air minum secara kolektif (dalam hal ini pipa cabang distribusi PDAM).
Gambar 2.1
Sistem Sambungan Langsung (Noerbambang M, soufyan dkk, 2005) 2. Sistem tangki tekan
Biasanya sistem ini digunakan bila air yang akan masuk kedalam bangunan, pengalirannya menggunakan pompa. Prinsip kerja sistem ini dapat dijelaskan sebagai berikut : Air dari sumur atau yang telah ditampuag dalam tangki bawah dipompakan ke dalam suatu bejana (tangki) tertutup, sehingga air yang ada didalam tangki tertutup tersebut dalam keadaan terkompresi. Air dan tangki tertutup tersebut dialirkan ke dalam sistem distribusi bangunan. Pompa bekerja secara otomatis yang diatur oleh suatu detektor tekanan, yang menutup/membuka saklar motor listlik penggerak pompa. Pompa berhenti bekeria kalau tekanan dalam tangki telah mencapai suatu batas maksimum yang ditetapkan, dan bekerja kembali setelah tekanan dalam tangki mencapai suatu batas minimum yang ditetapkan. Daerah fluktuasi tekanan biasanya ditetapkan antard 1,00 kg/cm2 sampai 1,50 kg/cm2 Pada umumnya sumber air yang digunakan pada sistem ini adalah, air yang berasal dari reservoir bawah (yang sumbernya bisa dari PDAM atau dari sumur atau dan PDAM dan sumur) atau langsung dari sumur (air tanah).
Gambar 2.2 Sistem Tangki Tekan (Noerbambang M, soufyan dkk, 2005) 3. Sistem tangki atap
Apabila sistem sambungan langsung oleh berbagai hal tidak dapat diterapkan, maka dapat diterapkan sistem tangki atap dipompakan ke tangki atas.
Tangki atas dapat berupa tangki yang di simpan di atas atap atau dibangunan yang tertinggi, dan biasa juga berupa menara air. Pada umumnya sumber air yang digunakan pada sistem ini adalah air yang berasal dari reservoir bawah (yang sumbernya bisa dari PDANI atau dari sumur atau dari PDAM dan sumur) atau langsung dari sumur (air tanah).Agar supaya system penyediaan air minum di dalam bangunan gedung (plumbing air minum) dapat berfungsi secara optimal, maka perlu memenuhi beberapa persyaratan diantaranya adalah :
Syarat kualiitas
Syarat kuantitas
Syarat tekanan a. Syarat kualitas
Air minum yang masuk kedalam bangunan atau masuk kedalam sistem plumbing air minum, harus memenuhi syarat kualitan air minum, yaitu syarat fisik, Syarat kimiawi, dan syarat baktereiologi, yang sesuai dengan peraturan pemerintah, dalam hal ini Departmen Kesehatan.
b. Syarat kuantitas
Air minum yang masuk kedalam bangunan atau masuk kedalam sistem plumbing air minum:, harus memenuhi syarat kuantitas air minum, yaitu kapasitas air minum harus mencukupi berbagai kebutuhan air minum bangunan gedung tersebut.Untuk menghitung besarnya kebutuhan air minum dalam bangunan gedung didasarkan pada pendekatan sebagai berikut :
Jumlah penghuni gedung, baik yang permanen maupun vang tidak permanen.
Unit beban alat plumbing .
Luas lantai bangunan
Gambar 2.3 Sistem Tangki Atap (Noerbambang M, soufyan dkk, 2005)
2.2 Jaringan Air Bersih
Perancangan kebutuhan Air Bersih a. Kebutuhan keseharian
Penggunaan air bersih pada tiap-tiap gedung berbeda tergantung jumlah penghuninya dan luas dari bangunan tersebut.berikut table kebutuhan keseharian air bersih.
b. Sistem jaringan air bersih
Gambar 2.4 Skema Umum Jaringan Air Bersih
(Sumber:http://www.academia.edu/6779570/UTILITAS_HOTEL_AMARIS_YOGYAKARTA)
c. Sistem distribusi air bersih 1. Up Feed System
Gambar 2.5 Up Feed System
(Sumber:http://www.academia.edu/6779570/UTILITAS_HOTEL_AMARIS_YOGYAKARTA)
Dalam sistem ini pipa distribusi langsung dari tangki bawah tanah (ground tank) dengan pompa langsung disambungkan dengan pipa utama penyediaan air bersih pada bangunan, dalam hal ini menggunakan sepenuhnya kemampuan pompa. Karena terbatasnya tekanan dalam pipa dan dibatasinya ukuran pipa
cabang dari pipa utama tersbut, sistem ini terutama dapat diterapkan untuk perumahan dan gedunggedung kecil yang rendah.
2. Down Feed System
Gambar 2.6 Down Feed System
(Sumber:http://www.academia.edu/6779570/UTILITAS_HOTEL_AMARIS_YOGYAKARTA)
Dalam sistem ini, air ditampung terlebih dahulu di tangki bawah (ground tank), kemudian dipompakan ke tangki atas (upper tank) yang biasanya dipasang di atas atap atau di lantai tertinggi bangunan. Dari sini air didistribusikan ke seluruh bangunan.
d. Pipa Distribusi
Pipa distribusi harus terbuat dari bahan-bahan tahan karat dengan jenis sebagai perbikut:
a. Logam (baja, besi atau tembaga yang digalvanis) b. Plastik (PE, PVC)
Pipa-pipa yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
a. Pipa yang dipakai tidak korosif pada permukaan aliran
b. Pipa mempunyai ketahanan terhadap tekanan air sesuai dnegan desain jaringan dengan angka kenyamanan yang cukup
c. Kecepatan aliran dalam pipa tidak melebihi kecepatan standar (berkaitan dnegan noise yang ditimbulkan) batas-batas kecepatan tertinggi (biasanya 2m/detik atau kurang).
Sambungan memenuhi syarat dalam hal:
• Kekuatan sambungan
• Bahan
• Sistem sambungan
• Menahan tekanan
d. Pipa memenuhi syarat-syarat yang berkaitan dengan bahan dan aspek encemaran, misalnya pipa tidak boleh bereaksi terhadap cairan yang mengalir di dalamnya e. Sistem yang dipilih pipa harus dirancang dan dipasang sedemikian rupa sehingga
udara maupun air kalau perlu dapat dibuang/dikeluarkan dengan mudah (mudah diperbaiki dan diganti)
f. Pipa mendatar pada sistem pengaliran ke atas sebaiknya dibuat agak miring ke atas (searah aliran) sedangkan pada sistem pengaliran ke bawah dibuat agak miring ke bawah. Kemiringan sekitar 1/300
g. Pemipaan yang tidak merata, agak melengkung ke atas atau melengkung ke bawah harus dihindarkan (misalnya ada erombakan gedung) hendaknya dipasang katup pelepas udara.