• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI. oleh MUHAMMAD IRHAM FHADILLAH NIM: Program Studi Pendidikan Sejarah FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SKRIPSI. oleh MUHAMMAD IRHAM FHADILLAH NIM: Program Studi Pendidikan Sejarah FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

PERANAN KYAI HAJI ALI UMAR THOYYIB DALAM PENYEBARAN TAREKAT HADDADIYAH DI KECAMATAN

ILIR TIMUR II KOTA PALEMBANG TAHUN 1983-2008 (SUMBANGAN MATERI PADA MATA KULIAH SEJARAH

ISLAM DI INDONESIA)

SKRIPSI

oleh

MUHAMMAD IRHAM FHADILLAH NIM: 06041181722023

Program Studi Pendidikan Sejarah

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA

2021

(2)

ii

(3)

iii

(4)

iv

(5)

v

(6)

vi

(7)

vii HALAMAN PERSEMBAHAN

Bismillahirahmanirrahim

Dengan mengucapkan syukur kepada Allah SWT serta sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Skripsi ini saya persembahkan kepada:

 Kedua orang tuaku tercinta, Ibu Yulyati dan Bapak Alm. Azhar.

Terima kasih telah mendidik, merawat dan membesarkanku hingga saat ini. Terima kasih banyak perjuangannya Bu dan Pak yang selalu mendukung dan memberikan semangat terhadap perjalanan studiku di Universitas Sriwijaya. Berkat doa, nasihat dan semangat yang kalian berikan akhirnya skripsi ini bisa diselesaikan dengan baik.

 Kakakku tersayang M. Ardiandi Saputra dan Adikku tersayang M.

Ridho Fernanda. Terima kasih atas dukungan kakak dan adik selama ini. Berkat doa dan bantuan dari kakak dan adik, akhirnya skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik.

 Pembimbing skripsiku Ibu Dra. Sani Safitri, M.Si. dan Bapak Drs.

Supriyanto, M.Hum. yang telah meluangkan waktu untuk membimbing dan memberikan saran terhadap kemajuan skripsiku.

Berkat saran, nasihat dan motivasi dari Bapak dan Ibu, akhirnya skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik.

 Pembimbing akademikku, Ibu Dra. Sani Safitri, M.Si. yang telah mendidik, membimbing dan memberikan nasihat terhadap perkembangan studiku sejak tahun 2017. Berkat semangat, motivasi dan saran dari Ibu akhirnya Irham dapat menyelesaikan studi S1 Pendidikan Sejarah Universitas Sriwijaya.

 Bapak/Ibu dosen Program Studi Pendidikan Sejarah Ibu Yunani, Bapak Supriyanto, Bapak Alian, Ibu Farida, Bapak Syafruddin Yusuf, Ibu Retno Susanti, Ibu Sani Safitri, Bapak Dedi Irwanto, Ibu Hudaidah, Bapak Syarifuddin, Bapak Adhitya Rol Asmi, Ibu Aulia Novemy Dhita, dan Bapak Muhammad Reza Pahlevi. Terima kasih telah mendidik, membimbing dan memberikan ilmu dalam perjalanan studiku.

(8)

viii

 Teman-teman seperjuangku PP. Palindra Luthfi, Rama, Iqbal, terima kasih atas doa, semangat dan dukungannya selama ini. Sahabat- sahabat perjuangkanku, Rendi dan Akhsay yang telah memberikan warna dan pelajaran hidup untukku.

 Teman-teman di Remaja Masjid Reira, Bapak Choiruddin, Kak Diki, Heri, Herul, Putra, Mahesa, Ridwan, Rayen, Panji, Fadlin yang telah memberikan warna dan pelajaran hidup untukku.

 Guru-guruku terutama kepada Ibu Suryani dan Al-Ustadz Jauhari Nurdin yang telah memberikan doa dan motivasi hidup untukku hingga sukses nanti.

 Teman-teman seperjuanganku Pendidikan Sejarah 2017, Aldi, Aji, Andi, Anis, Arif, Beni, Dandi, Desty, Desi, Dewi, Dian, Diki Ong, Dinda, Egy, Erik, Farida, Fauziah, Fikri, Indah, Iqbal, Irwan, Lutfi, Mela, Nabilah, Nur, Nuril, Puji, Rama, Ratih, Ria, Rima, Sakinah, Sintia, Sumi, Tedi, Tiara, Vina, Yova. Terima kasih telah menemani dan mewarnai perjalanan studiku selama kurang lebih 4 tahun ini.

 Teman-teman seperjuanganku pendidikan Sejarah 2017 kelas Palembang. Terima kasih juga telah menemani dan mewarnai perjalanan studiku selama kurang lebih 4 tahun ini.

 Keluarga besarku HIMAPES 2015, 2016, 2018, 2019 dan 2020

 Semua pihak yang terlibat dalam proses penelitian skripsiku. Terima kasih kepada Ustadz Abul Hasan sebagai pembina Majelis Awwabien, Ustadz Muslimin, Ustadz Nurdin Mansyur, dan Habib Gasim Al-Kaff sebagai ketua masjid Darul Muttaqin.

 Almamater kebanggaanku - Universitas Sriwijaya

MOTTO

“Undzur Maa Qoola Walaa Tandzur Man Qoola”

(Lihat apa yang disampaikan namun jangan lihat siapa yang menyampaikan)

(9)

ix DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL………..i

HALAMAN PENGESAHAN………...…ii

HALAMAN PERNYATAAN………..…v

PRAKATA...vi

UCAPAN TERIMA KASIH………...vii

DAFTAR ISI………...ix

DAFTAR TABEL………xii

DAFTAR LAMPIRAN……….……..……xiii

ABSTRAK……….………...…xv

ABSTRACK……….…...……xvi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ...1

1.2 Rumusan Masalah...4

1.3 Batasan Masalah...4

1.4 Tujuan Penelitian...5

1.5 Manfaat Penelitian...5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Dakwah...7

2.2 Pengertian Tarekat...7

2.3 Masuknya Tarekat Haddadiyah di Indonesia...9

2.4 Masuknya Tarekat Haddadiyah di Palembang...10

2.5 Biografi Kyai Haji Ali Umar Thoyyib...12

2.6 Ratib...13

2.6.1 Pengertian Ratib...13

2.6.2 Ratib al-Haddad...14

2.7 Kondisi dan Situasi Kecamatan Ilir Timur II ...15

2.7.1 Letak Geografi...15

2.7.2 Keadaan Penduduk...16

(10)

x

2.7.3 Pendidikan ...17

2.7.4 Kehidupan Sosial-Ekonomi...18

2.7.5 Mata Pencaharian...19

2.7.6 Sarana dan Prasarana...20

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Sejarah...22

3.2 Langkah-langkah Penelitian...23

3.2.1 Heuristik atau Pengumpulan data...23

3.2.2 Kritik Sumber atau Penilian data...25

3.2.2.1 Kritik Intern...26

3.2.2.2 Kritik Ekstern...27

3.2.3 Interpretasi atau Analisis Data...28

3.2.4 Historiografi atau Penulisan Sejarah...29

3.3 Pendekatan...30

3.3.1 Pendekatan Sosiologi ...31

3.3.2 Pendekatan Agama...31

3.4 Sumbangan Materi Pada Mata Kuliah Sejarah Islam di Indonesia...32

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Peranan Kyai Haji Ali Umar Thoyyib dalam Penyebaran Tarekat Haddadiyah di Kecamatan Ilir Timur II tahun 1983-2008...33

4.1.1 Keutamaan Ajaran Tarekat Haddadiyah dalam Pandangan Kyai Haji Ali Umar Thoyyib...38

4.2 Peranan K.H. Ali Umar Thoyyib dalam Dakwah... 40

4.3 Sumbangan Materi Pada Mata Kuliah Sejarah Islam di Indonesia...50

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan...51

5.2 Saran...52

(11)

xi DAFTAR PUSTAKA...55 LAMPIRAN...61

(12)

xii

Daftar Tabel

Tabel 4.1 Tempat pembacaan ratib haddad yang pernah dikaji oleh

M. Noupal Tahun 2018...37

(13)

xiii

Daftar Lampiran

Lampiran 1 Foto Kyai Haji Ali Umar Thoyyib...62 Lampiran 2 Foto Habib Alwi bin Ahmad Bahsin, guru Ust Ali Umar Thoyyib..62 Lampiran 3 Foto Prof. Habib Abdullah bin Abdul Qodir Bilfaqieh, guru

Ust Ali Umar Thoyyib...63 Lampiran 4 Foto Kyai Bahri bin Pandak, guru ust Ali Umar Thoyyib...63 Lampiran 5 Foto Habib Syeh bin Ali Jufri, guru Ust Ali Umar Thoyyib...64 Lampiran 6 Foto Kyai Ali Umar Thoyyib sedang ziarah bersama para jama’ah

Awwabien...64 Lampiran 7 Foto Ijazah Mursyid Thoriqoh ‘Alawiyyah Kyai Ali Umar

Thoyyib...65 Lampiran 8 Foto Makam Kyai Haji Ali Umar Thoyyib di TPU Kandang

Kawat Palembang...66 Lampiran 9 Foto Makam Kyai Haji Ali Umar Thoyyib di TPU Kandang

Kawat Palembang...66 Lampiran 10 Foto Sekretariat Majelis Awwabien...67 Lampiran 11 Foto Kegiatan Ratib Haddad Arba’in di Sekretariat

Majelis Awwabien...67 Lampiran 12 Foto Kegiatan Pembacaan Ratib Haddad di Masjid Darul

Muttaqin...68 Lampiran 13 Video Kegiatan Malam 14-an Ratib Haddad semasa Ust Ali

Umar Thoyyib di Masjid Darul Muttaqin...69 Lampiran 14 Video Pemakaman Kyai Haji Ali Umar Thoyyib...69 Lampiran 15 Video Ceramah Kyai Haji Ali Umar Thoyyib di Masjid

Agung Palembang...70 Lampiran 16 Foto Pemakaman Kyai Haji Ali Umar Thoyyib...70 Lampiran 17 Foto Kegiatan Ziarah Bulanan yang dilakukan Majelis

Awwabien...71 Lampiran 18 Foto Kyai Ali Umar Thoyyib bertemu dengan Habib Lutfhi

bin Yahya...71 Lampiran 19 Foto Kegiatan Yasinan dan Tahlil...72

(14)

xiv

Lampiran 20 Foto Kegiatan Berzanji atau Marhaban...72

Lampiran 21 Foto Kyai Ali Umar Thoyyib bersama Habib Musa Kashim dalam acara ziarah kubro...73

Lampiran 22 Foto kegiatan Haul ke 12 Alm. Kyai Haji Ali Umar Thoyyib...73

Lampiran 23 Foto Masjid Darul Muttaqien...74

Lampiran 24 Foto Madrsah Diniyah Awwaliyah Darul Muttaqien...75

Lampiran 25 Foto Berita Harian di Koran Palpres...76

Lampiran 26 Foto Berita Harian Kematian Kyai Haji Ali Umar Thoyyib...76

Lampiran 27 Foto Kegiatan acara kesultanan Palembang di Masjid Agung Palembang tahun 2004...77

Lampiran 28 Foto Ust. Ali Umar Thoyyib bersama Kyai Bahri bin Pandak dan Ulama lainnya...77

Lampiran 29 Foto Kyai Ali Umar Thoyyib bersama anaknya Ust. Abul Hasan Al-Syadzliy...78

Lampiran 30 Foto Kyai Ali Umar Thoyyib bersama Ust. Taufik Hasnuri...78

Lampiran 31 Foto Catatan dan Metode ketika Kyai Ali Umar Thoyyib Mengajar...79

Lampiran 32 Peta Kecamatan Ilir Timur II Tahun 1994...80

Lampiran 33 Wawancara beberapa Informan...81

Lampiran 35 Penyampaian Sumbangan Materi Pada Mata Kuliah Sejarah Islam Di Indonesia Prodi Pendidikan Sejarah Unversitas Sriwijaya...84

Lampiran 36 Daftar Pedoman Pertanyaan Wawancara...85

Lampiran 37 RPS...88

Lampiran 38 Berkas-Berkas Penyusunan Skripsi...91

(15)

xv

(16)

xvi

(17)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Kyai Haji Ali Umar Thoyyib lahir pada tanggal 9 November 1952 di Palembang. Ayahnya bernama Umar bin Thoyyib dan ibunya bernama Zainab binti Abdullah Shoddiq. Selain mendapatkan dasar-dasar ajaran agama dari ayahnya sendiri, ia juga memulai pendidikan formalnya di madrasah Al-Khoiriyah kelurahan 3 Ilir Palembang, selanjutnya ia meneruskan studinya ke PGAN Palembang. selesai dari situ. pada tahun 1970 ia memperdalam ilmunya di pondok pesantren Darul Hadits Al-Faqihiyyah Malang Jawa Timur yang dibawah asuhan Prof. Dr. Al-Habib Abdullah bin Abdul Qodir bin Ahmad bin Faqih. Seorang ulama pakar hadits dan mursyid tarekat Hadaddiyah. (Syarifuddin dan Zainuddin, 2013:300).

Selesai dari pendidikannya, beliau pulang ke Palembang dan mengambil jalur tarekat Haddadiyah melalui bimbingan gurunya yang bernama Al-Habib Abdullah Bin Abdul Qadir Bin Ahmad Bilfaqieh, sejak 1975. Kemudian tahun 1983 Kyai Haji Ali Umar Thoyyib menyebarkan ajaran tarekatnya melalui kegiatan pengajiannya di masjid Darul Muttaqin kelurahan 8 Ilir Kecamatan Ilir Timur II (Noupal,2018:105). Dapat dikatakan bahwa Kyai Ali Umar Thoyyib ini, seorang yang bukan keturunan para kaum Alawiyyin, kini dapat mengamalkan sebuah ajaran tarekat Haddadiyah yang berasal dari habaib, hal ini dikarenakan beliau memiliki hubungan yang erat dalam pendidikannya dengan para kalangan sayid atau cucu Rasulullah SAW. (Wawancara dengan Abul Hasan, 8 Oktober 2020).

K.H. Ali Umar Thoyyib juga memiliki peranan penting dalam bidang keagamaan yang tidak terlepas dari aspek-aspek sosial. Agama memiliki peranan penting dalam mendorong perubahan sosial dan fungsi untuk membentuk nilai- nilai yang dapat mempengaruhi tindakan manusia dan memotivasi mereka terhadap proses dalam pembangunan masyarakat (Botty, 2015: 49). Terkait hal tersebut, K.H. Ali Umar Thoyyib memiliki peranan penting dalam bidang keagamaan di kelurahan 8 Ilir kecamatan Ilir Timur 2. Hal ini dapat terlihat dari

(18)

2 dakwah-dakwah yang ia lakukan di masjid Darul Muttaqin kelurahan 8 Ilir Sejak tahun 1983. Beliau juga memiliki kontribusi penting dalam mendirikan Majelis Ta’lim Wat Tadzikir Al-Awwabien Li Ahlis Sunnah Wal Jama’ah Palembang Darussalam atas perintah gurunya yang bernama Al-Habib Alwi Bin Ahmad Bahsin (Hasan, 2016:197).

Kyai Ali Umar Thoyyib yang biasa dipanggil Ustadz Ali, kini dipercaya sebagai penceramah tetap di Masjid Agung Palembang, sejak saat itu beliau mulai melakukan dakwah ke beberapa musholla, masjid dan rumah-rumah penduduk (Syarifuddin dan Zainuddin, 2013: 301). Dari sinilah beliau mulai menunjukkan eksistensinya sebagai seorang pendakwah di Kota Palembang khususnya di kecamatan Ilir Timur 2.

Selain berdakwah, K.H. Ali Umar Thoyyib memiliki peranan penting dalam bidang sosial. Beliau sering dipercaya sebagai pemimpin adat istiadat dan budaya Palembang seperti acara pernikahan, khitanan, marhaban, tahlilan dan ratib (dzikir). Di samping itu, K.H. Ali Umar Thoyyib juga aktif dalam mengembangkan pendidikan Islam di Palembang. Adapun ilmu-ilmu yang ia ajarkan kepada murid-muridnya mulai dari ilmu fiqih, tauhid, hadist, dzikir, dan tasawuf serta akhlak (Wawancara bersama Ustadz Abul Hasan, 8 Oktober 2020).

Berdasarkan uraian di atas, K.H. Ali Umar Thoyyib memiliki banyak peranan penting dalam dalam bidang keagamaan dan sosial di Palembang.

K.H. Ali Umar Thoyyib wafat pada tanggal 19 November 2008 dalam usianya 56 tahun. Beliau menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Boom Baru. Jenazahnya dikuburkan di Taman Pemakaman Umum Kandang Kawat Palembang dengan diiringi ribuan para pengantar dari berbagai lapisan masyarakat (Syarifuddin dan Zainuddin, 2013: 301). Selepas beliau meninggal, anaknya yang bernama Abul Hasan yang meneruskan ajarannya tersebut. Hal ini dibuktikan bahwa Abul Hasan menjadi pembina Majelis Awwabien (Wawancara dengan Ustadz Abul Hasan, 8 Oktober 2020).

Penelitian sejenis yang pernah dibahas dalam beberapa artikel diantaranya, penelitian pertama yang dilakukan oleh Muhammad Noupal yang berjudul “Zikir Ratib Haddad: Studi Penyebaran Tarekat Haddadiyah di Kota Palembang”. Hasil

(19)

3 dari penelitian ini mengungkapkan bahwa maraknya pembacaan zikir ratib haddad di kota Palembang tidak dapat dilepaskan dari peranan Kyai Haji Ali Umar Thoyyib dan para murid yang dari majelis dzikir al-Awwabien. Tetapi maraknya pembacaan zikir ratib ini tidak menunjukkan bahwa tarekat haddadiyah dianut masyarakat Palembang, hal ini dikarenakan zikir Ratib Haddad lebih dianggap sebagai zikir umum yang pembacaanya boleh dilakukan oleh siapa saja yang minat (Noupal,2018:103).

Penelitian Kedua yang dilakukan oleh Waluyo dan Asyari dalam artikelnya yang berjudul “Peran Kiyai Haji Muhammad Azhari dalam Penyebaran Islam di kota Palembang”. Hasil dari penelitian ini adalah beberapa pengaruh yang sangat penting yang dilakukan oleh Kyai Haji Muhammad Azhari dalam pengembangan dakwahnya di Palembang antara lain adalah mengarahkan kesadaran umat agar orientasi dalam beribadah dan kontribusi dakwahnya yang memberikan perlindungan baik terhadap nilai-nilai ajaran dakwah nya sendiri (Waluyo,2015:88).

Penelitian yang ketiga dibahas oleh Abdul Hadi yang berjudul “Pengaruh Dzikir Ratib Al-Haddad terhadap Psychological Well Being pada Jam’ah Majelis Al-Awwabien Palembang Darussalam”. Dari penelitian ini diperoleh hasil yaitu isi kandungan ratib al-Haddad sebagian banyak berasala dari al-Qur’an, Hadist Nabi Muhammad Saw, dan kumpulan doa-doa yang dikarang ulama lalu kemudian dirangkum dalam dzikir ratib al-Haddad. Jama’ah majelis al-Awwabien sebagian diantara yang dulunya menjadi preman, kuranya pengetahuan agama, keberadaan lingkungan masyarakatnya yang ekstrem, mengalami kesulitan ekonomi, gangguan kejiwaan, dan kurangnya kesadaran jiwa. Setelah rutin dan aktif mengikuti kegiatan berzikir ratib al-Haddad dan kegiatan yang lain ada dalam majelis Awwabien, ada perubahan perilaku yang signifikan dalam psychological well being pada jama’ah majelis al-Awwabien dalam menjalani kehidupan mereka sehari. (Hadi, 2018:13).

Beberapa hasil penelitian yang telah dijelaskan di atas, maka penelitian yang mengenai tentang peranan Kyai Haji Ali Umar Thoyyib dalam menyebaran tarekat Haddadiyah, belum ada. Padahal Kyai Haji Ali Umar Thoyyib sangat

(20)

4 berperan dalam mengembangkan tarekat Haddadiyah serta dakwahnya di sekitaran Kecamatan Ilir Timur II Kota Palembang. Oleh karena itu, perlunya untuk mengetahui Peranan Kyai Haji Ali Umar Thoyyib sebagai ulama Palembang.

Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini difokuskan terhadap peranan K.H. Ali Umar Thoyyib dalam Penyebaran tarekat Haddadiyah di Kecamatan Ilir Timur II kota Palembang. Pemilihan tema skripsi ini dilatarbelakangi oleh karena masyarakat palembang hanya sebagian yang mengetahui peranannya dalam menyebarkan tarekat Haddadiyah. Kemudian hasilnya dituang dalam Skripsi dengan Judul “Peranan Kyai Haji Ali Umar Thoyyib Dalam Penyebaran Tarekat Haddadiyah di Kecamatan Ilir Timur II Kota Palembang Tahun 1983-2008 (Sumbangan Materi Pada Mata Kuliah Sejarah Islam di Indonesia)”.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah

1. Bagaimana Peranan Kyai Haji Ali Umar Thoyyib dalam Penyebaran Tarekat Haddadiah di Kecamatan Ilir Timur II kota Palembang tahun 1983- 2008?

2. Bagaiaman Peranan Kyai Haji Ali Umar Thoyyib dalam dakwah di Kecamatan Ilir Timur II Kota Palembang Tahun 1983-2008

1.3 Batasan Masalah 1.3.1 Skup Tematikal

Skup Tematikal merupakan batasan penelitian agar tidak keluar dari tema yang telah ditentukan. Dalam peneltian ini lebih menitik beratkan dalam mengambil tema tentang Peranan Kyai Haji Ali Umar Thoyyib dalam penyebaran Tarekat Haddadiyah di Kecamatan Ilir Timur II Kota Palembang Tahun 1983- 2008?

(21)

5 1.3.2 Skup Spasial

Skup Spasial merupakan batasan wilayah yang akan dijadikan sebagai objek penelitian dan peristiwa yang terjadi. Ruang lingkup spasial dalam penelitian ini adalah wilayah kecamatan Ilir Timur II. Kecamatan Ilir Timur II sendiri merupakan salah satu kecamatan di Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan.

1.3.3 Skup Temporal

Skup Temporal merupakan batasan waktu yang diambil atau kapan peristiwa itu terjadi. Sikap ini digunakan agar supaya penelitian ini tidak melenceng dari rentang waktu yang telah ditentukan. Pada penelitian ini penulis mengambil rentang waktu dari 1983-2008. Dalam tahun 1983—2008 terdapat peranan beliau dalam menyebarkan tarekat haddadiyah berawal dari kegiatan majelis Awwabien di masjid Darul Muttaqin dan dalam rentang waktu tersebut beliau memiliki peranan dalam dakwah yang mengajarkan diberagai bidang seperti fiqih, Tauhid, Tasawuf, Siroh Nabawiyyah dan bahasa Arab.

1.4 Tujuan Penelitian 1.4.1 Tujuan Umum

Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka tujuan umum penelitian ini adalah untuk menjelaskan Peranan Kyai Haji Ali Umar Thoyyib dalam Penyebaran Tarekat Haddadiyah di Kecamatan Ilir Timur II kota Palembang tahun 1983-2008

1.4.2 Tujuan Khusus

Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka tujuan khusus penelitian ini adalah sebagai berikut:

(22)

6 1. Untuk menjelaskan Peranan Kyai Haji Ali Umar Thoyyib dalam Penyebaran Tarekat Haddadiyah di Kecamatan Ilir Timur II kota Palembang tahun 1984-2008.

2. Untuk menjelaskan peranan Kyai Haji Ali Umar Thoyyib dalam dakwah di Kecamatan Ilir Timur II Kota Palembang tahun 1983-2008.

1.5 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diharapkan muncul setalah melakukan penelitian ini di antaranya sebagai berikut:

1. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi pembaca mengenai peranan Kyai Haji Ali Umar Thoyyib dalam Penyebaran Tarekat Haddadiyah di Kecamatan Ilir II Kota Palembang Tahun 1983-2008 dan mempersiapkan diri sebagai calon pendidik

2. Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi para pencinta sejarah dalam mengembangkan wawasannya

3. Penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan karyanya menuju karya yang bersifat nasional.

(23)

7

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman,Dudung.1999.Metode Penelitian Sejarah. Jakarta:Logos Wacana Ilmu.

Achidsti, Sayfa Auliya.2014. Eksistensi Kiai Dalam Masyarakat.Jurnal Kebudayaan Islam. 12(2).Universitas Gadjah Mada.

Alian. (2012). Metodologi Sejarah dan Implementasi dalam Penelitian. Jurnal pendidikan dan Kajian Sejarah. Jurnal Criksetra. 2(2).

Al-Kaf, Idrus. 2019. Tasawuf di Sumatera Selatan dari Abad ke-18 Hingga Abad ke-21. 1: UIN Raden Fatah Palembang

Armando,dkk,2005.Ensiklopedia Islam.Jakarta: Ictiar Baru.

Awaludin. (2016). Sejarah dan Perkembangan Tarekat di Nusantara. Jurnal EL- Afkar. 5(2). IAIN Bengkulu

Azra, Azyumardi. 2013. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII. Jakarta: Kencana Grup.

Boty, Middya. 2015. Agama Dan Perubahan Sosial (Tinjauan Perpektif Sosiologi Agama). Jurnal Istinbath. 15. UIN Raden Fatah.

BPS Kota Palembang (1994). Kecamatan Ilir Timur II Dalam Angka 1994.

Palembang: BPS Kota Palembang.

BPS Kota Palembang.(2007). Kecamatan Ilir Timur II Dalam Angka 2007.

Palembang: BPS Kota Palembang.

BPS Kota Palembang.(2009). Kecamatan Ilir Timur II Dalam Angka 2009.

Palembang: BPS Kota Palembang.

BPS Kota Palembang.(1994). Palembang Dalam Angka 1994. Palembang: BPS Kota Palembang.

BPS Kota Palembang.(1995). Palembang Dalam Angka 1995. Palembang: BPS Kota Palembang.

BPS Kota Palembang.(1997). Palembang Dalam Angka 1997. Palembang: BPS Kota Palembang.

BPS Kota Palembang.(2001). Palembang Dalam Angka 2001. Palembang: BPS Kota Palembang.

(24)

8 BPS Kota Palembang.(2006). Palembang Dalam Angka 2005/2006. Palembang:

BPS Kota Palembang.

BPS Kota Palembang.(2007). Palembang Dalam Angka 2007. Palembang: BPS Kota Palembang.

Daliman.2018.Metode Penelitian Sejarah. Yogyakarta:Ombak.

Departemen Penerangan Republik Indonesia. (1993). Sumatera Selatan Memasuki Era Pembangunan Jangka Panjan Tahap Kedua. Palembang: Departemen Penerangan Republik Indonesia.

Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta:

Pusat Bahasa.

Faizal, Moh.2019. Kajian Kelompok Shalawat Diba’i dan Berzanji Kelompok As- Salamah di Dusun Bamakalah, Pamoroh, Kadur, Pamekasan. Jurnal Al- Makrifat. 4(2). IAIN Madura.

Ghaffar, Nurkhalis. 2015. Tasawuf dan Penyebaran Islam di Indonesia.Jurnal Rihlah. 3(1). UIN Alauddin Makassar.

Gottschalk, Louis. Diterjemahkan oleh Nugroho Notosusanto. Mengerti Sejarah.1984.Jakarta: UI Press.

Haddade, Wahid dkk. 2016. Tradisi Berzanji Dalam Persepsi Masyarakat Kabupaten Bone. Jurnal Diskursus Islam. 4(2). UIN Alauddin Makassar.

Hadi, Abdul. 2018. SEJARAH DAN PERKEMBANGAN TAREKAT DI NUSANTARA (Skripsi). UIN Raden Fatah Palembang.

Hakim, Abdul. 2011.Tarekat Alawiyyah di Kalimantan Selatan. Jurnal AL- Banjar. 10(1). UIN Antasari.

Hasan, Abul.2017.Manaqib K.H.Ali Umar Thoyyib. Palembang: Sekretariat Ratu Sianum.

Hidayat, Mansur.2016. Model Komunikasi Kyai Dengan Santri Di Pesantren.

Jurnal Komunikasi ASPIKOM. 2.(6). UIN Sunan Kalijaga.

Ilhamudin. 2020. Sejarah Kebudayaan Islam di Ogan Hilir. Jurnal Sejarah Peradaban Islam.3(2). UIN Raden Fatah Palembang.

Ismail, Ecep. 2017. Landasan Qur’ani Tentang Zikir dalam Ajaran Al-Qur’an.

Jurnal Syifa Al-Qulub. 1(2). UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

(25)

9 Maesaroh, Mamay.2019. Intensitas Dzikir Ratib Al-Haddad dan Kecerdasan Spritual Santri. Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam. 8(1). UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Munir. 2018. Ajaran Tarekat Awaliyyah Palembang dan Urgensinya dalam Konteks Kehidupan Kontemporer. Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam.

8(1). UIN Raden Fatah Palembang.

Muctar, Aflatun. 2017. Perkembangan Ortodoksi Islam di Palembang Higga Awal Abad XX. Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam. 8(2). UIN Raden Fatah Palembang.

Naoupal, Muhammad. 2018. Zikir Ratib Haddad: Studi Penyebaran Tarekat Haddadiyah di Kota Palembang. Jurnal Intizar. 24 (1).UIN Raden Fatah Palembang.

Nurhasan. 2014. Menelisik Sejarah Dan Kebudayaan Islam Di Ogan Ilir. Jurnal Pendidikan & Kajian Sejarah. 3(5). FKIP Unsri.

Nurkhimah. 2013. Keefektifan Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Terhadap Peningkatan Kualitas Pembelajaran IPA. Jurnal of Elementary Education.2(2). Universitas Negeri Semarang.

Pakar, Sutejo Ibnu. 2015. Tradisi Amaliyah Warga NU/ Tahlilan, Hadiyuwan, Dzikir, Yasinan, Ziarah Kubur. Cirebon: Kamu NU.

Peeters Jeroen. 1997. Kaum Tuo dan Kaum Mudo: Perubahan Religius di Palembang 1821-1942. Jakarta: Perpustakaan Nasional RI.

Poesponegoro, Marwati, dan Notosusanto, Nugroho, 2010. Sejarah Nasional Indonesia 3. Jakarta:Balai Pustaka.

Pragtitis, Anggar. 2015. Kajian Perkembangan Aktivitas Sosial dan Rekreasi di Jalur Pedestrian (Studi Kasus: Jalur Pedestrian Jalan Pahlawan). Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota. 11(2). Planologi Undip.

Rismayanti, Y, Yustian, I & PKS, A.H. (2018). Perkembangan Daerah Permukiman Pada Kecamatan Ilir Timur II Kota Palembang Pada Tahun 1991-2013. Jurnal Swarnabhumi. 3(1): 61-66.

Rokhzi, Mokh.Fatkhur. 2015.Pendekatan Sejarah dalam Studi Islam.3(1).Mojokerto:STITNU Al-Hikmah.

(26)

10 Rosida. 2015.Definisi Dakwah Islamiyyah Ditinjau dari Perspektif Konsep Komunikasi Konvergensi Katherine Miller. Jurnal Qathruna. 2(2). IAIN Sultan Maulana Hasanuddin.

Sair, Alian, dan Irwanto, Dedi.2014.Metodologi dan Historiografi Sejarah.

Yogyakarta:Publisher.

Sudarsono, Agus dan Wijayanti, Agustina. 2016. Pengantar Sosiologi.

Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Soyomukti, Nurani.2010. Pengantar Sosiologi. Yogyakarta:Ar-Ruzz Media.

Syamsuddin, 2016. Pengantar Sosiologi Dakwah. Jakarta: Kencana.

Syarifuddin, Andi, dan Zainuddin. 2012: 101 Ulama Sumsel.Forum Pondok Pesantren Sumatera Selatan.

Thoriquttyas, Titis. 2018. Pemuda, Elit Agama Islam Dan Politik: Preferensi Gus Dan Lora Dalam Kontestasi Politik. Jurnal Sosiologi Human. 2(2).

Universitas Negeri Semarang.

Warisno, Andi. 2017. Tradisi Tahlilan Upaya Menyambung Silaturahmi. Jurnal RI’AYAH. 2(1). STAI An-Nur Lampung.

Wasino, dan Hartatik, Endah Sri. 2018. Metode Penelitian Sejarah: Dari Riset Hingga Penulisan. Yogyakarta:Pustaka Utama.

Yakub.2013. Historiografi Islam Indonesia: Perspektif Sejarawan Informal.Jurnal MIQOT .38(1).Medan:IAIN Sumatera Utara.

Sumber Arsip Koran dan Berita Harian:

News, Palembang. 2014. Warga Padati Haul Syaikh Ali Umar Thoyyib.

Palembang: Palpres.

News.Detik.com/berita/d-1039922/wong-palembang-kehilangan-kh-ali-umar- thoyyib. Rabu, 19 November 2008.

(27)

11

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan menurut Nurhadi (2004:115-116) penggunaan pembelajaran kooperatif metode STAD memiliki keuntungan dalam jangka panjang, antara lain dapat meningkatkan

Wati : “Halo, saya Wati, bisa bicara dengan Mira?” Mira : “O, Wati, saya sendiri, ada apa Wati?”A. Perikan dialog di atas adalah contoh pembicaraan

6.12 Can you tell me when for the men in this community there is 1=Strong activity CIRCLE ACTIVITY LEVEL strong activity, low activity or no activity for the following tasks.

PEMERINTAH KABUPATEN BENGKULU UTARA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ARGA MAKMUR.. PANITIA PENGADAAN BARANG/JASA PEKERJAAN PENGADAAN ALAT- ALAT KEDOKTERAN UMUM TAHUN

Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban

Penelitian ini menemukan terdapat hubungan korelasi yang signifikan antara jumlah pendapatan dengan penggunaan bahasa daerah Karo saat komunikasi antara orang tua kepada anak,

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dalam penelitian ini, maka dapat ditarik simpulan bahwa (1) interaksi sosial siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kartasura tergolong sedang,

 Presesi dan nutasi [rotasi paksa]: rotasi bumi sumbu (dan bidang ekuator yang) tidak terus tetap dalam ruang, yaitu, dalam kaitannya dengan apa yang disebut "fixed-bintang"