KURIKULUM 2013
PEDOMAN GURU MATA PELAJARAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI
Untuk
Sekolah Dasar (SD)
PUSAT KURIKULUM DAN PERBUKUAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2014
Pengarah :
Ramon Mohandas, Ph.D.
Penanggungjawab :
Dr. Herry Widyastono, APU, M.Pd.
Koordinator :
Dra. Mariati Purba, M.Pd.
Anggota :
1. Drs. Djuharis Rasul, M.Ed.
2. Leli Alhapip, S.Pd.
3. Mohamad Irfan
Pengembang Pedoman Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti :
1. Faisal
KATA PENGANTAR
Sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, dokumen kurikulum merupakan perangkat operasional untuk memfasilitasi pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian kurikulum. Salah satu dokumen kurikulum yang disediakan oleh Pemerintah adalah dokumen kurikulum setiap mata pelajaran. Dokumen tersebut dikemas dalam sebuah dokumen yang dinamakan pedoman mata pelajaran. Disamping Pedoman mata pelajaran untuk setiap mata pelajaran, Pemerintah juga menyediakan pedoman pembelajaran tematik terpadu.
Pedoman mata pelajaran yaitu dokumen yang berisikan antara lain karakteristik mata pelajaran, kompetensi inti dan kompetensi dasar, silabus, desain pembelajaran, model pembelajaran, penilaian, media dan sumber belajar, serta guru sebagai pengembang budaya sekolah. Sedangkan pedoman pembelajaran tematik terpadu antara lain berisikan konsep pembelajaran tematik, desain pembelajaran tematik terpadu, dan guru sebagai pengembang budaya sekolah.
Kami menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada para pakar yang berasal dari berbagai Perguruan Tinggi, guru-guru mata pelajaran dan tematik, dan staf teknis Pusat Kurikulum dan Perbukuan yang telah bekerjasama dengan baik sehingga pedoman mata pelajaran dan pedoman pembelajaran tematik terpadu ini dapat diselesaikan.
Jakarta, Juni 2014
Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan TTD.
Ramon Mohandas, Ph.D
TIM PENGEMBANG PEDOMAN ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... iv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Tujuan dan Sasaran ... 2
1. Tujuan ... 2
2. Sasaran ... 2
C. Ruang Lingkup ... 3
BAB II KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR ... 5
A. Kompetensi Inti ... 5
B. Kompetensi Dasar ... 6
1. Kelas I ... 7
2. Kelas II ... 11
3. Kelas III ... 15
4. Kelas IV ... 19
5. Kelas V ... 24
6. Kelas VI ... 28
BAB III DISAIN DASAR PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI ... 33
A. Pengembangan Standar Proses ... 33
B. Karakteristik Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti ... 35
C. Disain Dasar Pembelajaran Pelajaran PAI dan Budi Pekerti ... 37
BAB IV MODEL-MODEL PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN ... 42
A. Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) ... 47
B. Model Pembelajaran Kooperatif ... 52
C. Model Pembelajaran Kontekstual ... 55
D. Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah (Problem Based Instruction) ... 64
BAB V MEDIA DAN SUMBER BELAJAR MATA PELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI ... 67
A. Media Belajar PAI dan Budi Pekerti ... 67
B. Sumber Belajar PAI dan Budi Pekerti ... 71
BAB VI BUDAYA BELAJAR YANG DIKEMBANGKAN 75
A. Kegiatan Intrakurikuler Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ... 76
B. Kegiatan Kokurikuler Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ... 76
C. Kegiatan Ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ... 77
BAB VII GURU SEBAGAI PENGEMBANG KULTUR SEKOLAH ... 85
BAB VIII PENUTUP ... 91
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan keterampilan serta membentuk sikap, dan kepribadian peserta didik dalam mengamalkan ajaran agama Islam.
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dilaksanakan melalui mata pelajaran pada semua jenjang pendidikan, yang pengamalannya dapat dikembangkan dalam berbagai kegiatan baik yang bersifat kokurikuler maupun ekstrakurikuler.
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti adalah pendidikan yang berlandaskan pada aqidah yang berisi tentang keesaan Allah Swt sebagai sumber utama nilai-nilai kehidupan bagi manusia dan alam semesta.
Sumber lainnya adalah akhlak yang merupakan manifestasi dari aqidah, yang sekaligus merupakan landasan pengembangan nilai-nilai karakter bangsa Indonesia. Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti adalah pendidikan yang ditujukan untuk dapat menserasikan, menselaraskan dan menyeimbangkan antara iman, Islam, dan ihsan yang diwujudkan dalam:
1. Hubungan manusia dengan Allah Swt.
Membentuk manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Allah Swt serta berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur.
2. Hubungan manusia dengan diri sendiri
Menghargai, menghormati dan mengembangkan potensi diri yang berlandaskan pada nilai-nilai keimanan dan ketakwaan.
Menjaga kedamaian dan kerukunan hubungan inter dan antar umat beragama serta menumbuhkembangkan akhlak mulia dan budi pekerti luhur.
4. Hubungan manusia dengan lingkungan alam.
Penyesuaian mental keislaman terhadap lingkungan fisik dan sosial.
B. Tujuan dan Sasaran 1. Tujuan
Tujuan penyusunan pedoman ini adalah:
a. Menjadi acuan bagi para guru PAI dan Budi Pekerti jenjang SD/
MI dalam merencanakan, melaksanakan, dan melakukan penilaian terhadap proses dan hasil pembelajaran.
b. Meningkatkan kemampuan guru PAI dan Budi Pekerti dalam merencanakan, melaksanakan, dan menilai pembelajaran PAI.
c. Meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di sekolah sehingga menghasilkan lulusan yang berkualitas.
2. Sasaran
Sasaran yang hendak dicapai pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti adalah untuk memenuhi kebutuhan guru dalam upaya menciptakan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan.
Pembelajaran yang dimaksud, mencakup pengembangan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dikembangkan pada setiap satuan pendidikan sesuai dengan strategi implementasi kurikulum 2013 dengan menggunakan pendekatan scientific dan penilaian authentic.
C. Ruang Lingkup
Ruang lingkup pedoman ini meliputi:
1. Urgensi implementasi kurikulum 2013 dalam mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti.
2. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti jenjang SD/MI kelas I-VI.
3. Disain dasar pembelajaran mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti.
4. Model-model pembelajaran mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti.
5. Media dan sumber belajar mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti.
6. Budaya belajar yang dikembangkan.
7. Guru sebagai pengembang kultur sekolah.
8. Penutup.
BAB II
KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR
A. Kompetensi Inti
Isi Kurikulum 2013 dikembangkan dalam bentuk Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD). Kompetensi Inti dikembangkan dari Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan merupakan kualitas minimal yang harus dikuasai peserta didik di kelas untuk setiap mata pelajaran. Kompetensi Inti terdiri atas jenjang kompetensi minimal yang harus dikuasai peserta didik di kelas tertentu, isi umum materi pembelajaran, dan ruang lingkup penerapankompetensi yang dipelajari.Jenjang kompetensi dalam KI meningkat untuk kelas-kelas berikutnya, KI tidak memuat konten khusus mata pelajaran tetapi konten umum yaitu fakta, konsep, prosedur,metakognitif dan kemampuan menerapkan pengetahuan yang terkandung dalam setiap mata pelajaran. Perluasan penerapan kompetensi yang dipelajari dinyatakan dalam KI, dimulai dari lingkungan terdekat sampai ke lingkungan global.
Dalam desain Kurikulum 2013, Kompetensi Inti berfungsi sebagai pengikat bagi Kompetensi Dasar. Oleh karena itu, setiap Kompetensi Dasar yang dikembangkan harus mengacu kepada Kompetensi Inti.
Kompetensi Inti terdiri atas empat dimensi yang satu sama lain saling terkait.Keempat dimensi tersebut adalah: sikap spiritual (KI 1), sikapsosial (KI 2), pengetahuan (KI 3), dan keterampilan (KI 4),yang tercantum dalam pengembangan Kompetensi Dasar, Silabus, dan RPP. Dalam proses pembelajaran, KI 1 dan KI 2 dikembangkan di setiap kegiatan sekolahdengan pendekatan pembelajaran tidak langsung (indirect teaching). Sedangkan KI 3 dan KI 4 dikembangkan oleh masing-masing mata pelajaran dengan pendekatan pembelajaran langsung (direct teaching). Kompetensi Inti 3 (KI 3)menitikberatkan pada pengembangan pengetahuan (faktual, konseptual,
mengingat sampai mencipta. Sedangkan KI4 merupakan penerapan dari apa yang dipelajari pada KI 3 dalam proses pembelajaran yang terintegrasi ataupun terpisah.Pembelajaran terintegrasi mengandung makna bahwa proses pembelajaran KI 3 dan KI 4 dilakukan pada waktu bersamaan baik di kelas, laboratorium maupun di luar sekolah. Pembelajaran terpisah mengandung makna bahwa pembelajaran mengenai KI 3 terpisah dalam waktu dan/atau tempat dengan KI 4.
Selanjutnya, setiap KI dijabarkan dalam bentuk Kompetensi Dasar (KD).
Kompetensi Dasar (KD) dari masing-masing KI menjadi rujukan guru dalam pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP merupakan rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih.
RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD).
Lingkup kompetensi minimal pada jenjang SD/MI Kelas I-VI SD/MI meliputi lingkungan keluarga, teman, gurudan tetangga.Kompetensi minimal tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut oleh satuan pendidikan yang telah memenuhi standar nasional pendidikan.
B. Kompetensi Dasar
Kompetensi Dasar (KD) adalah kemampuan untuk mencapai Kompetensi Inti yang harus diperoleh peserta didik melalui pembelajaran. Kompetensi Dasar setiap mata pelajaran dikembangkan dengan merujuk kepada Kompetensi Inti dan setiap KI memiliki KD yang sesuai. Dengan perkataan lain, KI 1 memiliki KD yang berkaitan dengan sikap spiritual, KI 2 memiliki KD yang berkaitan dengan sikap sosial, KI 3 memiliki KD yang berkaitandengan pengetahuan dan KI 4 memiliki KD yang berkaitan dengan keterampilan.KI-1, KI-2, dan KI-4 dikembangkan melalui proses pembelajaran setiap materi pokok yang tercantum dalam KI-3. KI-1 dan
KI-2 tidak diajarkan langsung, tetapi indirect teaching pada setiap kegiatan pembelajaran.
Setiap kompetensi berimplikasi terhadap tuntutan prosespembelajaran dan penilaian. Hal ini bermakna bahwa pembelajaran danpenilaian pada tingkat yang sama memiliki karakteristik yang relatif sama danmemungkinkan terjadinya akselerasi belajar dalam 1 (satu) tingkatKompetensi. Selain itu, untuk tingkat kompetensi yang berbeda menuntutpembelajaran dan penilaian dengan fokus dan penekanan yang berbeda pula.Semakin tinggi Tingkat Kompetensi, semakin kompleks intensitas pengalamanbelajar peserta didik dan proses pembelajaran serta penilaianKompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang dimaksud diatas mulai dari jenjang SD/MI Kelas I sampai dengan Kelas VI.
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang dimaksud diatas mulai dari Kelas I sampai dengan Kelas VI sebagaimana terdapat dalam tabel-tabel berikut ini.
1. Kelas : I ( Satu )
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar
1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya
1.1 Terbiasa berdoa sebelum dan sesudah belajar sebagai bentuk pemahaman terhadap Q.S. Al-Fatihah
1.2 Meyakini adanya Allah SWT yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
1.3 Mensyukuri karunia dan pemberian sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Fatihah dan Q.S. Al-Ikhlas 1.4 Terbiasa bersuci sebelum beribadah 1.5 Terbiasa membaca Basmalah setiap
memulai aktivitas
2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru
2.1 Memiliki sikap jujur sebagai implementasi dari pemahaman sifat
“shiddiq” Rasulullah SAW
2.2 Memiliki perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru sebagai implementasi dari pemahaman Q.S.
Luqman (31): 14
2.3 Memiliki perilaku hormat kepada sesama anggota keluarga sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. An- Nisa (4): 36
2.4 Memiliki sikap pemaaf sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW 2.5 Memiliki sikap percaya diri sebagai implementasi dari pemahaman Q.S.
Al-Ikhlas
2.6 Memiliki sikap yang baik ketika berbicara sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Baqarah (2): 83 2.7 Memiliki perilaku rajin belajar sebagai
implementasi dari pemahaman Q.S. Al-
’Alaq (96): 1-5
2.8 Memiliki perilaku bersih badan, pakaian, barang-barang, dan tempat sebagai implementasi pemahaman makna bersuci
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar 3. Memahami
pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca]
dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah
3.1 Mengetahui huruf-huruf hijaiyyah dan harakatnya secara lengkap
3.2 Mengenal pesan-pesan yang terkandung di dalam Q.S Al Fatihah, Al Ikhlas dan Al ’Alaq (96): 1-5
3.3 Mengenal makna Asmaul Husna: Ar- Rahman, Ar-Rahim, Al-Malik
3.4 Mengenal makna dua kalimat syahadat sebagai bagian dari rukun Islam yang pertama
3.5 Mengenal makna do’a sebelum dan sesudah belajar
3.6 Mengenal tata cara bersuci
3.7 Memahami salat dan kegiatan agama yang dianutnya di sekitar rumahnya melalui pengamatan
3.8 Mengenal kisah keteladanan Nabi Adam a.s.
3.9 Mengenal kisah keteladanan Nabi Idris a.s.
3.10 Mengenal kisah keteladanan Nabi Nuh a.s.
3.11 Mengenal kisah keteladanan Nabi Hud 3.12 Mengetahui kisah keteladanan Nabi a.s
Muhammad SAW
3.13 Memahami perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru
3.14 Memahami perilaku saling menghormati antarsesama anggota keluarga
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
4.1 Melafalkan huruf-huruf hijaiyyah dan harakatnya secara lengkap
4.2.1 Melafalkan Q.S. Al-Fatihah dan Q.S.
Al-Ikhlas dan Al ’Alaq (96): 1-5 den- gan benar dan jelas
4.2.2 Menunjukkan hafalan Q.S. Al-Fatihah dan Q.S. Al-Ikhlas dengan benar dan jelas
4.3 Melafalkan Asmaul Husna: Ar-Rah- man, Ar-Rahim, Al-Malik
4.4 Melafalkan dua kalimat syahadat den- gan benar dan jelas
4.5 Melafalkan doa sebelum dan sesudah belajar dengan benar dan jelas.
4.6 Mempraktikkan tata cara bersuci 4.7.1 Melaksanakan salat dan kegiatan agama
yang dianutnya di sekitar rumahnya melalui pengamatan
4.7.2 Mencontohkan kegiatan agama yang dianutnya di sekitar rumahnya 4.8 Menceritakan kisah keteladanan Nabi
Adam a.s.
4.9 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Idris a.s.
4.10 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Nuh a.s.
4.11 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Hud a.s
4.12 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW
4.13 Mencontohkan perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar
4.14 Mencontohkan perilaku saling meng- hormati antarsesama anggota keluarga
2. Kelas : II ( Dua )
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar
1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya
1.1 Terbiasa berwudhu sebelum salat 1.2 Menunaikan salat sebagai wujud dari
pemahaman rukun Islam
1.3 Terbiasa berdoa sebelum dan sesudah makan
1.4 Meyakini adanya Allah SWT Yang Maha Mencipta segala yang ada di alam 2. Menunjukkan
perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru
1.1 Memiliki sikap jujur sebagai
implementasi dari pemahaman Q.S. Al- Maidah (5): 119
1.2 Memiliki perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, dan guru dan sesama anggota keluarga sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. An-Nisa (4): 36 1.3 Memiliki perilaku kasih sayang kepada
sesama sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Fatihah
1.4 Memiliki sikap kerja sama dan tolong- menolong sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Maidah ayat 2 1.5 Memiliki sikap berani bertanya sebagai
implementasi dari pemahaman Q.S. An- Nahl ayat 43
1.6 Memiliki sikap berlindung diri kepada Allah SWT sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. An-Nas
1.7 Memiliki perilaku disiplin sebagai implementasi dari pemahaman Q.S.
Al-’Ashr
1.8 Memiliki perilaku hidup sehat dan peduli lingkungan sebagai implementasi dari pemahaman makna berwudhu
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca]
dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah
1.1 Mengetahui huruf hijaiyyah bersambung sesuai dengan makharijul huruf.
1.2 Mengetahui keesaan Allah SWT Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Suci berdasarkan pengamatan terhadap dirinya dan makhluk ciptaan- Nya yang dijumpai di sekitar rumah dan sekolah
1.3 Mengenal makna Asmaul Husna: Al- Quddus, As-Salam, Al-Khaliq
1.4 Mengenal hadits yang terkait dengan anjuran menuntut ilmu
1.5 Mengenal hadits yang terkait dengan perilaku hidup bersih dan sehat
1.6 Mengenal makna Q.S. An-Nas dan Q.S.
Al-‘Ashr
1.7 Mengenal doa sebelum dan sesudah wudhu
1.8 Mengenal tata cara salat dan bacaannya 1.9 Mengenal makna doa sebelum dan
sesudah makan
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar
1.10 Memahami perilaku kasih sayang kepada sesama sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Fatihah
1.11 Memahami sikap kerja sama dan saling tolong menolong sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Maidah ayat 2 1.12 Mengetahui kisah keteladanan Nabi
Shaleh a.s.
1.13 Mengetahui kisah keteladanan Nabi Luth a.s.
1.14 Mengetahui kisah keteladanan Nabi Ishaq a.s.
1.15 Mengetahui kisah keteladanan Nabi Ya‘qub a.s.
1.16 Mengetahui kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
1.1 Melafalkan huruf hijaiyyah bersambung sesuai dengan makharijul huruf.
1.2 Melakukan pengamatan terhadap diri dan makhluk ciptaan Allah yang dijumpai di sekitar rumah dan sekolah sebagai implementasi iman kepada Allah SWT Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Suci
1.3 Melafalkan Asmaul Husna: Al-Quddus, As-Salam, Al-Khaliq dan maknanya 1.4 Menunjukkan perilaku rajin menuntut
ilmu
1.5 Menunjukkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai implementasi dari
1.6 pemahaman makna hadits tentang kebersihan dan kesehatan
1.1.1 Melafalkan Q.S. An-Nas dan Al ‘Ashr dengan benar dan jelas
1.1.2 Menunjukkan hafalan Q.S. An-Nas dan Al ‘Ashr dengan benar dan jelas
1.1 Mempraktikkan wudhu dan doanya dengan tertib dan benar
1.2 Memperaktikkan salat dengan tata cara dan bacaan yang benar
1.3 Mempraktikkan doa sebelum dan sesudah makan
1.4 Mencontohkan perilaku kasih sayang kepada sesama sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Fatihah
1.5 Mencontohkan sikap kerja sama dan saling tolong menolong sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al- Maidah ayat 2
1.6 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Shaleh a.s.
1.7 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Luth a.s.
1.8 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Ishaq a.s.
1.9 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Ya’qub a.s.
1.10 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW
3. Kelas : III ( Tiga )
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar
1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya
1.1 Menunaikan salat secara tertib sebagai wujud dari pemahaman Q.S. Al-Baqarah (2): 3
1.2 Terbiasa berzikir dan berdoa setelah selesai salat sebagai wujud dari pemahaman Q.S. Al-Kautsar 1.3 Meyakini adanya Allah SWT Maha
Mengetahui, Maha Melihat dan Maha Mendengar.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangganya
2.1 Memiliki sikap jujur sebagai
implementasi dari pemahaman Q.S. An- Nisa ayat 135
2.2 Memiliki perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, dan guru dan sesama anggota keluarga sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Isra ayat 23 2.3 Memiliki perilaku peduli terhadap sesama
sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al Kautsar.
2.4 Memiliki sikap bersyukur sebagai implementasi dari pemahaman Q.S.
Ibrahim ayat 7
2.5 Memiliki sikap disiplin dan tertib sebagai implementasi pemahaman makna ibadah salat.
2.6 Memiliki perilaku tawadlu, Ihlas, dan tanggungjawab sebagai implementasi dari pemahaman sifat Allah qiyamuhu binafsihi, wahdaniyat, Qudrah dan Iradah
2.7 Memiliki sikap rasa ingin tahu, sabar, dan rela berkorban sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s.
2.8 Memiliki sikap kerja keras sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al- An‘am ayat 132
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca]
dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah
3.1 Mengetahui keesaan Allah Yang Maha Pencipta berdasarkan pengamatan terhadap dirinya dan makhluk ciptaanNya yang dijumpai di sekitar rumah dan sekolah.
3.2 Mengetahui makna Asmaul Husna: Al- Wahhab, Al-‘Alim, As-Sami‘
3.3 Mengetahui hadits yang terkait dengan perilaku mandiri, percaya diri, dan tanggung jawab
3.4 Mengerti makna salat sebagai wujud dari pemahaman Q.S. al-Kautsar 3.5 Mengerti makna zikir dan doa setelah
salat
3.6 Mengetahui hikmah ibadah salat melalui pengamatan dan pengalaman di rumah dan sekolah
3.7 Mengetahui kalimat-kalimat dalam Q.S.
An-Nashr dan Al-Kautsar dengan benar 3.8 Mengetahui perilaku tawaduk, ikhlas,
dan mohon pertolongan sebagai implementasi dari pemahaman sifat Allah Qiyamuhu binafsihi, wahdaniyat, Qudrah, dan Iradah
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar
3.9 Memahami sikap peduli terhadap sesama sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Kautsar.
3.10 3.10 Memahami sikap bersyukur sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Ibrahim ayat 7
3.11 Mengetahui kisah keteladanan Nabi Yusuf a.s.
3.12 Mengetahui kisah keteladanan Nabi Syu‘aib a.s.
3.13 Mengetahui kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s. (rasa ingin tahu, sabar, dan rela berkorban, hormat dan patuh kepada orangtua) 3.14 Mengetahui sikap percaya diri dan
kemandirian sebagai wujud dari keteladanan nabi Muhammad SAW 4. Menyajikan
pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
4.1 Melakukan pengamatan terhadap diri dan makhluk ciptaan Allah yang dijumpai di sekitar rumah dan sekolah sebagai implementasi iman terhadap keesaan Allah Yang Maha Pencipta 4.2 Membaca Asmaul Husna: Al-Wahhab,
Al-‘Alim, As-Sami‘ dan maknanya 4.3 Mencontohkan perilaku mandiri,
percaya diri, dan tanggung jawab sebagai implementasi hadits
1.1.1 Menunjukkan contoh makna salat sebagai wujud dari pemahaman Q.S.
al-Kautsar
1.1.2 Mempraktikkan tata cara salat yang baik dan benar
1.4 Mempraktikkan tata cara zikir dan doa setelah salat secara benar
1.5 Menceritakan pengalaman pelaksanaan ibadah salat di rumah dan sekolah 1.1.1 Membaca kalimat-kalimat dalam Al-
Quran dengan benar
1.1.2 Menulis huruf hijaiyyah dalam Al- Quran dengan benar
1.1.3 Menunjukkan hafalan Q.S. An-Nashr dan Al-Kautsar dengan lancar
1.7 Mencontohkan perilaku tawaduk, ikhlas, dan mohon pertolongan sebagai implementasi dari pemahaman sifat Allah Qiyamuhu binafsihi, wahdaniyat, Qudrah, dan Iradah
1.8 Mencontohkan perilaku peduli terhadap sesama sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Kautsar.
1.9 Mencontohkan sikap bersyukur sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Ibrahim ayat 7
1.10 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Yusuf a.s.
1.11 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Syu’aib a.s.
1.12 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s.
1.13 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW
4. Kelas : IV ( Empat )
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya
1.1 Menerapkan ketentuan syariat Islam dalam bersuci dari hadats kecil dan hadats besar
1.2 Menunaikan salat secara tertib sebagai wujud dari penghambaan diri kepada Allah Swt.
1.3 Menerapkan kebajikan sebagai implementasi dari pemahaman ibadah salat
1.4 Menghindari perilaku tercela sebagai implementasi dari pemahaman ibadah salat
1.5 Meyakini keberadaan malaikat-malaikat Allah Swt.
1.6 Meyakini adanya Rasul-rasul Allah Swt.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya
1.1 Memiliki sikap jujur sebagai implementasi dari pemahaman Q.S At-Taubah (9): 119 1.2 Memiliki perilaku hormat dan patuh
kepada orangtua, dan guru dan sesama anggota keluarga sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Lukman (31): 14 1.3 Memiliki sikap santun dan menghargai
teman, baik di rumah, sekolah, dan di masyarakat sekitar sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Hadiid (57): 9 1.4 Memiliki sikap yang dipengaruhi oleh
keimanan kepada para malaikat Allah SWT yang tercermin dari perilaku kehidupan sehari-hari.
1.5 Memiliki sikap gemar membaca sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-
‘Alaq (96): 1-5
1.6 Memiliki sikap amanah sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladan Nabi Muhammad SAW
1.7 Memiliki sikap pantang menyerah sebagai implementasi dari kisah keteladanan Nabi Musa a.s.
1.8 Memiliki sikap rendah hati sebagai implementasidari pemahaman Q.S. Al- Isra (17): 37
1.9 Memiliki perilaku hemat sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al- Isra (17): 27
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar 3. Memahami
pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain
3.1 Mengetahui Allah itu ada melalui pengamatan terhadapmakhluk ciptaan- Nya di sekitar rumah dan sekolah.
3.2 Mengertimakna iman kepada malaikat- malaikat Allah berdasarkan pengamatan terhadap dirinya dan alam sekitar.
3.3 Mengerti makna Asmaul Husna: Al- Bashir, Al-‘Adil, Al-‘Azhim
3.4 Memahami tata cara bersuci dari hadats kecil dan hadats besar sesuai ketentuan syariat Islam
3.5 Memahami makna ibadah salat
3.6 MengetahuiQ.S. Al Falaq, Al-Ma‘un dan Al-Fil dengan baik dan benar 3.7 Memahamisikap santun dan menghargai
teman, baik di rumah, sekolah, dan di masyarakat sekitar
3.8 Memahami sikap rendah hati sebagai implementasidari pemahaman Q.S. Al- Isra ayat 37
3.9 Memahamiperilaku hemat sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al- Isra ayat 27
3.10 Mengetahuikisah keteladan Nabi Ayyub a.s.
3.11 Mengetahuikisah keteladan Nabi Dzulkifi a.s.
3.12 Mengetahuikisah keteladan Nabi Harun a.s.
3.13 Mengetahuikisah keteladan Nabi Musa a.s.
3.14 Mengetahuikisah keteladanan wali Songo
3.15 Mengetahuisikap santun dan menghargai sesama dari Nabi Muhammad SAW 4. Menyajikan
pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
4.1 Melakukan pengamatan terhadap makhluk ciptaan Allah di sekitar rumah dan sekolah sebagai upaya mengenal Allah itu ada.
4.2 Melakukan pengamatan diri dan alam sekitar sebagai implementasi makna iman kepada malaikat-malaikat Allah 4.3 Membaca Asmaul Husna: Al-Bashir,
Al-‘Adil, Al-‘Azhim dan maknanya 4.4 Memperaktikkan tata cara bersuci dari
hadats kecil dan hadats besar sesuai ketentuan syariat Islam
1.1.1 Memberikan contoh-contoh makna ibadah salat
1.1.2 Menceritakan pengalaman melaksanakan salat di rumah dan masjid lingkungan sekitar rumah.
1.1.1 Membaca Q.S. Al Falaq, Al-Ma‘un dan Al-Fil dengan tartil
1.1.2 Menulis kalimat-kalimat dalam Al Falaq, Al-Ma‘un dan Al-Fil dengan benar 1.1.3 Menunjukkan hafalan Q.S. Al Falaq, Al
Ma‘un dan Al-Fil dengan lancar.
1.6 Mencontohkan sikap santun dan menghargai teman, baik di rumah, sekolah, dan di masyarakat sekitar
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar
1.7 Mencontohkan sikap rendah hati sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al- Isra ayat 37
1.8 Mencontohkan perilaku hemat sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al- Isra ayat 27
1.9 Menceritakan kisah keteladan Nabi Ayyub a.s.
1.10 Menceritakan kisah keteladan Nabi Dzulkifli a.s.
1.11 Menceritakan kisah keteladan Nabi Harun a.s.
1.12 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Musa a.s.
1.13 Menceritakan kisah keteladanan wali Songo
1.14 Mencontohkan sikap santun dan menghargai sesama dari Nabi Muhammad SAW
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar 1. Menerima,
menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya
1.1 Terbiasa membaca Al-Quran dengan tartil.
1.2 Menyakini Al-Quran sebagai kitab suci terakhir dan menjadikannya sebagai pedoman hidup
1.3 Menunaikan kewajiban puasa
Ramadhan sebagai implementasi dari pemahaman rukun Islam
1.4 Menunaikan salat tarawih dan tadarus Al-Quran di bulan Ramadhan sebagai wujud ketaatan kepada Allah dan rasul- Nya
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar 2. Menunjukkan
perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air
1.1 Memiliki sikap jujur sebagai
implementasi dari pemahaman Q.S.Al- Ahzab (33): 23
1.2 Memiliki perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, dan guru dan sesama anggota keluarga sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Baqarah ayat 83
1.3 Memiliki sikap suka menolong sebagai implementasi dari pemahaman Q.S.
Al-Ma’un
1.4 Memiliki sikap saling mengingatkan dalam kebajikan sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-‘Ashr 1.5 Memiliki sikap menghargai pendapat
sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Az-Zumar ayat 18
1.6 Memiliki sikap sabar dan pengendalian diri sebagai implementasi dari
pemahaman puasa Ramadhan 1.7 Memiliki sikap sederhana sebagai
implementasi dari pemahaman Q.S. Al- Furqon ayat 67
1.8 Memiliki sikap ikhlas sebagai
implementasi dari pemahaman Q.S. Al- Bayyinah ayat 5
1.9 Memiliki sikap tabligh sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladan Nabi Muhammad SAW
3. Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati, menanya dan mencoba
berdasarkan rasa ingin tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain
1.1 Mengenal nama-nama Rasul Allah dan Rasul Ulul Azmi
1.2 Memahami makna diturunkannya kitab-kitab suci melalui rasul-rasul-Nya sebagai implementasi rukun iman 1.3 Mengetahui makna Q.S. Al-Ma’un dan
Q.S. At-Tin dengan benar
1.4 Mengerti makna Asmaul Husna: Al- Mumit, Al-Hayy, Al-Qayum, Al-Ahad 1.5 Mengetahui hikmah puasa Ramadhan
yang dapat membentuk akhlak mulia 1.6 Mengetahui kisah keteladanan Nabi
Dawud a.s.
1.7 Mengetahui kisah keteladanan Nabi Sulaiman a.s.
1.8 Mengetahui kisah keteladanan Nabi Ilyas a.s.
1.9 Mengetahui kisah keteladanan Nabi Ilyasa’ a.s.
1.10 Mengetahui kisah keteladanan Luqman sebagaimana terdapat dalam Al-Quran
4. Menyajikan
pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis,
1.1 Membaca Q.S. Al-Ma’un dan Q.S. At- Tin dengan baik dan benar
1.2 Menulis kalimat-kalimat dalam Q.S. Al- Ma’un dan Q.S. At-Tin dengan baik dan benar
1.3 Menunjukkan hafalan Q.S. Al-Ma’un dan Q.S. At-Tin dengan baik dan benar
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar dalam gerakan yang
mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
1.4 Mencontohkan perilaku saling mengingatkan dalam hal kebajikan sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. At Tin
1.5 Mencontohkan perilaku suka menolong sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Ma’un
1.6 Mencontohkan sikap menghargai pendapat sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Az-Zumar ayat 18 1.7 Mencontohkan sikap sederhana sebagai
implementasi dari pemahaman Q.S. Al- Furqon ayat 67
1.8 Mencontohkan sikap ikhlas sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al- Bayyinah ayat 5
1.9 Mencontohkan sikap tabligh sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladan Nabi Muhammad SAW 1.10 Menceritakan kisah keteladanan Nabi
Dawud a.s.
1.11 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Sulaiman a.s.
1.12 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Ilyas a.s.
1.13 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Ilyasa’ a.s.
1.14 Menceritakan kisah keteladanan Luqman sebagaimana terdapat dalam Al-Quran
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar 1. Menerima,
menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya
1.1 Terbiasa membaca Al-Quran dengan tartil.
1.2 Meyakini adanya Hari Akhir sebagai implementasi dari pemahaman Rukun Iman
1.3 Menyakini adanya Qadha dan Qadar 1.4 Menunaikan kewajiban berzakat sebagai
implementasi dari pemahaman rukun Islam
1.5 Terbiasa berinfaq sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Maidah (5): 2 1.6 Terbiasa bersedekah sebagai
implementasi dari pemahaman Q.S. Al- Maidah (5): 2
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar 2. Menunjukkan
perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air
2.1 Memiliki sikap jujur sebagai
implementasi dari pemahaman Q.S. Al- Ahzab (33): 70
2.2 Memiliki perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, dan guru dan sesama anggota keluarga sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. An-Nisa (4): 36 2.3 Memiliki sikap toleran dan simpati
kepada sesama sebagai implemantasi dari pemahaman isi kandungan Q.S. Al- Kafirun dan Q.S. Al-Maidah (5):2 2.4 Memiliki sikap berbaik sangka
kepada sesama sebagai implentasi dari pemahaman Q.S. Al-Hujurat (49): 12 2.5 Memiliki perilaku hidup rukun sebagai
implementasi dari pemahaman Q.S. Al- Hujurat (49):13
2.6 Memiliki perilaku yang mencerminkan iman kepada Hari Akhir
2.7 Memiliki perilaku yang mencerminkan iman kepada Qadha dan Qadar
2.8 Memiliki sikap berserah diri kepada Allah SWT sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-An’am (6):162-163 2.9 Memiliki sikap fathanah sebagai
implementasi dari pemahaman kisah Nabi Muhammad SAW
3. Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati, menanya dan mencoba
berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain
3.1 Mengetahui makna Q.S. Al-Kafirun dan Al-Maidah (5): 2 dengan benar
3.2 Mengerti makna Asmaul Husna: Ash- Shamad, Al-Muqtadir, Al-Muqadim, al-Baqi
3.3 Memahami hikmah beriman kepada Hari Akhir yang dapat membentuk perilaku akhlak mulia
3.4 Memahami hikmah beriman kepada Qadha dan Qadar yang dapat membentuk perilaku akhlak mulia 3.5 Memahami hikmah zakat , infaq dan
sedekah sebagai implementasi dari rukun Islam
3.6 Mengetahui kisah keteladanan Nabi Yunus a.s.
3.7 Mengetahui kisah keteladanan Nabi Zakariya a.s.
3.8 Mengetahui kisah keteladanan Nabi Yahya a.s.
3.9 Mengetahui kisah keteladanan Nabi Isa a.s.
3.10 Mengetahui kisah Nabi Muhammad SAW
3.11 Mengetahui kisah keteladanan sahabat- sahabat Nabi Muhammad SAW 3.12 Mengetahui kisah keteladanan Ashabul
Kahfi sebagaimana terdapat dalam Al- Quran
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar 4. Menyajikan
pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
4.1 Membaca Q.S. Al-Kafirun dan Al- Maidah (5): 2 dengan jelas dan benar 4.2 Menulis Q.S. Al-Kafirun dan Al-Maidah
(5): 2 dengan benar
4.3 Menyebutkan arti Q.S. Al-Kafirun dan Al-Maidah (5): 2 dengan benar 4.4 Mencontohkan perilaku toleran dan
simpati sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al Kafirun dan Q.S.
Al-Maidah (5): 2
4.5 Menunjukkan contoh Qadha dan Qadar dalam kehidupan sehari-hari sebagai implementasi dari pemahaman rukun Iman
4.6 Mencontohkan sikap berbaik sangka kepada sesama sebagai implentasi dari pemahaman Q.S. Al Hujurat (49): 12 4.7 Mencontohkan perilaku hidup rukun sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Hujurat (49): 13
4.8 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Yunus a.s.
4.9 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Dzakariya a.s.
4.10 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Yahya a.s.
4.11 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Isa
4.12 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW
4.13 Menceritakan kisah keteladanan
sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW
4.14 Menceritakan kisah keteladanan Ashabul Kahfi sebagaimana terdapat dalam Al-Qur’an
BAB III
DISAIN DASAR PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI
A. Pengembangan Standar Proses
Standar Proses adalah kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran padasatuan pendidikan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan.
Standar Proses dikembangkan dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi yang telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahanatas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Proses Pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didikuntuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagiprakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Untuk itu setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan prosespembelajaran serta penilaian proses pembelajaran untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan.
Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi, maka prinsip pembelajaran yang digunakan adalah:
1. dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu;
2. dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber belajar;
3. dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan ilmiah;
kompetensi;
5. dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu;
6. dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi;
7. dari pembelajaran verbalistis menuju keterampilan aplikatif;
8. peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan keterampilan mental (softskills);
9. pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjanghayat;
10. pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan(ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyomangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalamproses pembelajaran (tut wuri handayani);
11. pembelajaranyang berlangsung di rumah, di sekolah, dan dimasyarakat;
12. pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru,siapa saja adalah siswa, dan di mana saja adalah kelas.
13. pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran; dan
14. pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik.
Terkait dengan prinsip-prinsip di atas, dikembangkan standar proses yang mencakup perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan prosespembelajaran, penilaian proses dan hasil pembelajaran, dan pengawasan prosespembelajaran.
B. Karakteristik Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti
Karakteristik pembelajaran PAI dan Budi Pekerti pada setiap satuan pendidikan terkait erat padaStandar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi.
Standar Kompetensi Lulusanmemberikan kerangka konseptual tentang sasaran pembelajaran yang harusdicapai. Standar Isi memberikan kerangka konseptual tentang kegiatan belajardan pembelajaran yang diturunkan dari tingkat kompetensi dan ruang lingkupmateri.
Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan, sasaran pembelajaran PAI dan Budi Pekertimencakuppengembangan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dielaborasiuntuk setiap satuan pendidikan.Ketiga ranah kompetensi tersebut memiliki lintasan perolehan (prosespsikologis) yang berbeda. Sikap diperoleh melalui aktivitas menerima,menjalankan, menghargai, menghayati, dan mengamalkan. Pengetahuandiperoleh melalui aktivitas mengingat, memahami, menerapkan,menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Keterampilan diperolehmelaluiaktivitas mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, danmencipta.Karaktersitik kompetensi beserta perbedaan lintasan perolehanturut serta mempengaruhi karakteristik standar proses. Untuk memperkuat pendekatan ilmiah (scientific), dan tematik internal (dalam suatu mata pelajaran) perlu diterapkan pembelajaranberbasis penyingkapan/penelitian (discovery/inquiry learning). Untukmendorong kemampuan peserta didik menghasilkan karya kontekstual,baik individual maupun kelompok maka sangat disarankan menggunakanpendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya(project based learning),dan berbasis pemecahanmasalah (problem based learning).
Rincian gradasi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai berikut
Sikap Pengetahuan Keterampilan
Menerima Mengingat Mengamati
Menjalankan Memahami Menanya
Menghargai Menerapkan Mencoba
Menghayati Menganalisis Menalar
Mengamalkan Mengevaluasi Menyaji
Mencipta
Adapun karakteristik mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti adalah:
1. Pendidikan Agama Islamdan Budi Pekerti merupakan mata pelajaran yang dikembangkan dari materi pokok pendidikan agama Islam (al- Qur’an dan Hadis, aqidah, akhlak, fiqih dan sejarah peradaban Islam).
2. Ditinjau dari segi muatan pendidikannya, PAI dan Budi Pekerti merupakan mata pelajaran pokok yang menjadi satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dengan mata pelajaran lain yang bertujuan untuk pengembangan moral dan kepribadian peserta didik. Maka, semua mata pelajaran yang memiliki tujuan tersebut harus seiring dan sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti.
3. Diberikannya mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti bertujuan untuk terbentuknya peserta didik yang beriman dan bertakwa kepada Allah Swt., berbudi pekerti yang luhur (berakhlak yang mulia), dan memiliki pengetahuan yang cukup tentang Islam, terutama sumber ajaran dan sendi-sendi Islam lainnya, sehingga dapat dijadikan bekal untuk memelajari berbagai bidang ilmu atau mata pelajaran tanpa harus terbawa oleh pengaruh-pengaruh negatif yang mungkin ditimbulkan oleh ilmu dan mata pelajaran tersebut.
4. PAI dan Budi Pekertiadalah mata pelajaran yang tidak hanya mengantarkan peserta didik dapat menguasai berbagai kajian keislaman, tetapi PAI lebih menekankan bagaimana peserta didik mampu menguasai kajian keislaman tersebut sekaligus dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat. Dengan demikian, PAI dan Budi Pekertitidak hanya
menekankan pada aspek kognitif saja, tetapi yang lebih penting adalah pada aspek afektif dan psikomotornya.
5. Secara umum mata pelajaran PAI dan Budi Pekertididasarkan pada ketentuan-ketentuan yang ada pada dua sumber pokok ajaran Islam, yaitu al-Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad saw.,juga melalui metode ijtihad (dalil aqli), para ulama dapat mengembangkannya dengan lebih rinci dan mendetail dalam kajian fiqih dan hasil-hasil ijtihad lainnya.
6. Tujuan akhir dari mata pelajaran PAI dan Budi Pekertiadalah terbentuknya peserta didik yang memiliki akhlak yang mulia (budi pekerti yang luhur), yang merupakan misi utama diutusnya Nabi Muhammad saw di dunia. Hal ini tidak berarti bahwa pendidikan Islam tidak memerhatikan pendidikan jasmani, akal, ilmu, ataupun segi-segi praktis lainnya, tetapi maksudnya adalah bahwa pendidikan Islam memerhatikan segi-segi pendidikan akhlak seperti juga segi- segi lainnya.
C. Disain Dasar Pembelajaran Pelajaran PAI dan Budi Pekerti 1. Perencanaan
Perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengacu pada Standar Isi. Perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran dan penyiapan media dan sumber belajar, perangkat penilaian pembelajaran, dan skenario pembelajaran.
Penyusunan Silabus dan RPP disesuaikan pendekatan pembelajaran yang digunakan.
a. Silabus
Silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap bahan kajian mata pelajaran. Silabus paling sedikit memuat:
1) Identitas mata pelajaran
kelas;
3) Kompetensi inti, merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi dalam aspeksikap, pengetahuan, danketerampilan yang harus dipelajari peserta didikuntuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran;
4) kompetensi dasar, merupakan kemampuan spesifik yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terkait muatan atau mata pelajaran;
5) tema(khususSD/MI);
6) materi pembelajaran;
7) pembelajaran,yaitukegiatan yang dilakukan oleh pendidik danpeserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan;
8) penilaian, merupakan proses pengumpulan dan pengolahaninformasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar pesertadidik;
9) alokasi waktu sesuai dengan jumlah jam pelajaran dalam struktur kurikulum untuk satu semester atau satu tahun;
dan
10) sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik,alam sekitar atau sumber belajar lain yang relevan.
Silabus dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan danStandar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah sesuaidengan pola pembelajaran pada setiap tahun ajaran tertentu.Silabusdigunakan sebagai acuan dalam pengembangan rencana pelaksanaanpembelajaran.
b. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaranpeserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). Setiappendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secaralengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secarainteraktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasipeserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yangcukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai denganbakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis pesertadidik.RPP disusun berdasarkanKD atau subtemayang dilaksanakandalamsatu kali pertemuan atau lebih.
Komponen RPP terdiri atas:
1) identitas sekolahyaitunamasatuanpendidikan 2) identitasmatapelajaranatautema/subtema;
3) kelas/semester;
4) materipembelajaran;
5) alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untukpencapaian KD dan beban belajar dengan mempertimbangkanjumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yangharus dicapai;
6) kompetensi dasar danindikatorpencapaiankompetensi;
7) materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan proseduryang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai denganrumusan indikator ketercapaian kompetensi;
8) media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untukmenyampaikan materi pelajaran;
elektronik,alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan;
10) langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasikan), dan penutup; dan
11) penilaian hasil pembelajaran.
c. Prinsip Penyusunan RPP
Dalam menyusun RPP hendaknya memerhatikan prinsip- prinsipsebagai berikut.
1) Perbedaan individual peserta didikantara lain kemampuan awal,tingkat intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar,kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus,kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/ataulingkungan peserta didik.
2) Partisipasi aktif peserta didik.
3) Berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar,motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi dankemandirian.
4) Pengembangan budaya membaca dan menulisyang dirancanguntuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahamanberagam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.
5) Pemberian umpan balik dan tindak lanjutRPP memuat rancanganprogram pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan,dan remedi.
6) Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduanantara KD, materipembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator
pencapaian
7) kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhanpengalaman belajar.
8) Mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
9) Penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.
a. Pelaksanaan Pembelajaran
Pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP, meliputikegiatan pendahuluan, inti dan penutup.
1) Kegiatan Pendahuluan
Dalam kegiatan pendahuluan, guru:
a) menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikutiproses pembelajaran;
b) memberi motivasi belajar siswa secara kontekstual sesuai manfaatdan aplikasi materi ajar dalam kehidupan sehari- hari, denganmemberikan contoh dan perbandingan lokal, nasional daninternasional;
c) mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuansebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
d) menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akandicapai; dan
e) menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuaisilabus.
2) Kegiatan Inti
Kegiatan inti menggunakan model pembelajaran, metode
pelajaran. Pemilihan pendekatantematik dan/atau scientificdan/
atauinkuiridan penyingkapan (discovery) dan/ataupembelajaran yangmenghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project basedlearning)disesuaikan dengan karakteristik kompetensi dan jenjangpendidikan.
a) Sikap
Sesuai dengan karakteristik sikap, maka salah satu alternatif yangdipilih adalah proses afeksi mulai dari menerima,me njalankan,menghargai,menghayati,hingga mengamalkan.
Seluruhaktivitas pembelajaran berorientasi pada tahapan kompetensi yangmendorong siswa untuk melakuan aktivitas tersebut.
b) Pengetahuan
Pengetahuan dimiliki melalui aktivitas mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, hingga mencipta. Karakteritik aktivititas belajar dalam domain pengetahuan ini memiliki perbedaan dan kesamaan dengan aktivitas belajar dalam domain keterampilan.
Untuk memperkuat pendekatan scientific, dan tematik sangat disarankan untuk menerapkan belajar berbasis penyingkapan penelitian(discovery/inquiry learning). Untuk mendorong peserta didik menghasilkan karya kreatif dan kontekstual, baik individual maupun kelompok, disarankan menggunakan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based learning).
c) Keterampilan
Keterampilan diperoleh melalui kegiatan mengamati,
menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta.
Seluruh isi materi (topikdan subtopik) mata pelajaran yang diturunkan dari keterampilan harus mendorong siswa untuk melakukan proses pengamatan hingga penciptaan.
Untuk mewujudkan keterampilan tersebut perlumelakukan pembelajaran yang menerapkan modus belajar berbasis penyingkapan/penelitian (discovery/inquirylearning) dan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based learning).
3) Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru bersama siswa baik secara individual maupun kelompok melakukan refleksi untuk mengevaluasi:
a) seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yangdiperoleh untuk selanjutnya secara bersama menemukan manfaatlangsung maupun tidak langsung dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung;
b) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
c) melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas,baik tugas individual maupun kelompok; dan
d) menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.
b. Penilaian
Penilaian proses pembelajaran menggunakan pendekatan penilaian otentik (authentic assesment) yang menilai kesiapan siswa, proses, dan hasil belajar secara utuh. Keterpaduan penilaian ketiga komponen
siswa atau bahkan mampu menghasilkan dampak instruksional (instructional effect) dan dampakpengiring (nurturant effect) dari pembelajaran.
Penilaian merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkah- langkah perencanaan, penyusunan alat penilaian, pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar peserta didik, pengolahan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar peserta didik. Dalam PAI, penilaian yang dilakukan adalah penilaian proses dan outcome yang dilaksanakan melalui berbagai cara, seperti penilaian unjuk kerja (performance), penilaian sikap, penilaian tertulis (paper and pencil test), penilaian proyek, penilaian produk, penilaian melalui kumpulan hasil kerja/karya peserta didik (portfolio), dan penilaian diri.
a. Penilaian Unjuk Kerja
Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti: Praktik salat, baca al-Qu’ran, presentasi, diskusi, bermain peran, dll.
b. Penilaian Tertulis
Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Tes Tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar dan lain sebagainya.
c. Penilaian Proyek
Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu.
Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data.
d. Penilaian Produk
Penilaian produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk. Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti hasil karya seni kaligrafi Arab dan lain sebagainya.
e. Penilaian Portofolio
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didik, hasil tes (bukan nilai) atau bentuk informasi lain yang terkait dengan kompetensi tertentu dalam Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, antara lain: seni kaligrafi Arab, resensi buku/literatur, laporan kerja individu atau kelompok, dan lain sebagainya.
f. Penilaian Diri (Self Assessment)
Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif, afektif dan psikomotor.
BAB IV
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN
Dari sekian banyaknya model-model pembelajaran, ada beberapa model pem- belajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti diantaranya:
A. Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction)
Direct Instruction diartikan dengan Instruksi Langsung dikenal juga den- gan active learning atau ada juga yang menamakan whole-class teaching.
Hal ini mengacu pada gaya mengajar guru yang mengusung isi pelajaran kepada peserta didik dan mengajarkannya secara langsung kepada mereka.
Karena model ini masih merupakan rentetan dari model pembelajaran behavioral, maka sasaran yang dilakukan oleh guru adalah pencapaian tingkah laku yang lebih positif dan lebih baik dari sebelumnya, kepada seluruh peserta didik Dalam model ini juga, guru menjelaskan mengenai suatu konsep baru kepada peserta didik. Pembelajarannya ditekankan pada aspek modelling, reinforcement (penguatan), feedback (respon balik), suc- cessive approximation (perkiraan suksesif), yang pada akhirnya tercipta tingkah laku peserta didik yang lebih positif.
Oleh karena karakternya yang seperti itu, tidak semua materi dapat meng- gunakan model ini, model ini hanya dapat diterapkan pada materi-materi yang membutuhkan latihan, meskipun demikian model ini mempunyai track record empiris yang cukup solid.
Untuk pembelajaran PAI dan Budi Pekerti misalnya, guru dapat melak- sanakan model ini pada materi memahami surah dalam al-Qur’an dan ma- teri praktik bersuci atau salat.
Prinsip-prinsip rancangan dalam model Direct Instruction ini adalah : a. Konseptualisasi performa pembelajaran ke dalam tujuan-tujuan
dan tugas-tugas;
b. Menguraikan tugas-tugas tersebut ke dalam komponen-komponen yang lebih kecil;
c. Mengembangkan aktivitas-aktivitas latihan;
d. Memastikan adanya penguasaan;
e. Menyusun seluruh situasi pembelajaran ke dalam rangkaian- rangkaian yang memastikan adanya transfer antara satu komponen dengan komponen yang lain;
f. Terpenuhinya prasyarat pembelajaran sebelum menapaki pembelajaran berikutnya.
2. Keunggulan
Keunggulan dari model direct instruction ini adalah : a. Fokus terhadap pencapaian akademik peserta didik;
b. Arahan dan kontrol guru sangat dominan c. Harapan yang tinggi untuk peserta didik;
d. Sistem manajemen waktu sangat ketat sehingga dalam jangka waktu tertentu pencapaian kemampuan akademik peserta didik dapat terpenuhi.
Dari keunggulan-keunggulan yang dipaparkan di atas, dapat ditarik satu kesimpulan bahwa model ini dirancang sedemikian rupa untuk mem- buat sebuah lingkungan pembelajaran yang berorientasi pada pencapaian prestasi akademik dan mengharuskan peserta didik untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan pada saat melaksanakan tugas-tugasnya.
Dalam bagian sebelumnya, telah dipaparkan, bahwa model Direct Instruc- tion ini adalah model pembelajaran yang terdiri dari; penjelasan guru men-
genai konsep baru, menguji pemahaman peserta didik di bawah bimbingan guru, dan mendorong mereka untuk terus melaksakan Praktik. Adapun pelaksanaan dari model ini terbagai menjadi tiga tahap yaitu :
1) Tahap Persiapan
Sebelum melaksanakan model ini, guru membuat ‘kontrak belajar’
yang berisi :
a) Menentukan materi pelajaran;
b) Melakukan peninjauan terhadap materi sebelumnya dan mengaitkan dengan materi yang akan datang (appersepsi);
c) Menentukan tujuan pelajaran
d) Menentukan prosedur pengajaran diantaranya adalah ;
• arahan yang jelas dan eksplisit tentang tugas yang harus dilakukan;
• penjelasan tentang aktivitas yang harus dilakukan dan dijalani selama proses pembelajaran;
• Membuat rekapitulasi hasil pelajaran (daftar nilai).
2) Tahap Pelaksanaan
a) Presentasi yang dilakukan oleh guru adalah sebagai berikut :
• Menyajikan materi dengan singkat, padat dan memikat;
• Menyediakan beragam contoh tentang keterampilan baru;
• Memberi gambaran mengenai tugas pembelajaran;
• Menghindari digresi, tetap dan konsisten dalam satu topik;
• Menjelaskan poin yang sulit.
b) Praktik yang terstruktur
• Guru menuntun peserta didik dengan cara memberi contoh
• Peserta didik merespons;
• Guru memberikan koreksi terhadap kesalahan dan memperkuat paraktek yang benar.
Peserta didik melakukan Praktik lagi di bawah bimbingan guru
• Guru menyuruh peserta didik melakukan Praktik secara bergiliran.
d) Diskusi
Guru menguji pemahaman peserta didik tentang skill yang baru diajarkan dengan cara menanyakan pertanyaan yang efektif kepada mereka, dengan cara :
• Mengajukan pertanyaan yang konvergen yaitu pertanyaan yang mengarah pada satu jawaban;
• Memastikan bahwa seluruh peserta didik memiliki kesempatan untuk merespons;
• Mengajukan pertanyaan pada mereka selama beberapa waktu;
e) Menghindari pertanyaan yang tidak berhubungan dengan akademik. Guru memberi respons balik
Dalam memberikan respons balik, hendaknya seorang guru menjadi guru yang efektif dengan kriteria :
• Apabila jawaban peserta didik salah, guru tidak menghakimi;
• Tanggap terhadap peserta didik;
• Guru menjelaskan dengan objektif apabila peserta didik mempunyai nilai baik.
3) Tahap Akhir
Tahap akhir dari rangkaian model Direct Instruction ini adalah dengan melaksanakan praktikmandiri, dengan langkah-langkah sebagai berikut :
a) Peserta didik melakukan Praktik secara mandiri di kelas atau di rumah
b) Guru menunda memberikan respons terhadap peserta didik apabila mereka belum menyelesaikan seluruh rangkaian materi pelajaran.
c) Praktik mandiri dilakukan beberapa kali, dalam jangka waktu yang lama.
Pada bagian ini penulis akan memaparkan beberapa hal yang merupakan stressing dari model pembelajaran Direct Instruction ini, yaitu :
(1) Dengan model ini, peserta didik menghabiskan 50-70% waktu untuk mengeksplorasi kemampuannya seorang diri, oleh karena itu guru harus dapat mengarahkan dan membimbing secara produktif, sehingga mereka menjadi aktif. Cara yang dapat ditempuh oleh guru dalam mengarahkan mereka adalah dengan persiapan yang matang dan penyajian yang optimal.
(2) Inti dari model ini adalah aktivitas Praktik peserta didik.
Tingkat Praktik yang dimaksud adalah ; (a) Memperkenalkan skill baru, dengan cara :
• Membuat pengelompokan
• Peserta didik melaksanakan Praktik
• Peserta didik melaksanakan Praktik mandiri
• Peserta didik menguasai dengan kesalahan yang minimal.
(b) Penggunaan waktu yang optimal, karena panjang pendeknya sesi berdasarkan pada satu asumsi; semakin sering seseorang untuk memPraktikan sebuah skill, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk melupakannya. Sebaliknya semakin jarang seseorang untuk memPraktikan sebuah skill, semakin sedikit waktu yang dibutuhkan untuk melupakannya.
(c) Kebutuhan akan pemantauan skill peserta didik
• Peserta didik sangat membutuhkan respons balik dari guru yang sifatnya korektif untuk mencegah prosedur yang tidak benar
• Mendorong peserta didik untuk mencapai tingkat prestasi akademik antara 85-90%.
Peserta didik tidak dibiarkan untuk tidak mengulang- ulang skillnya, langkah ini merupakan antisipasi supaya mereka tidak melupakannya.
B. Model Pembelajaran Kooperatif
Cooperative learning mencakup suatu kelompok kecil siswa yang bekerja sebagai sebuah tim untuk menyelesaikan sebuah masalah, menyelesakan suatu tugas, atau untuk mengerjakan sesuatu untuk mencapai tujuan bersama lainnya. Bukanlah cooperative learning jika siswa duduk bersama dalam kelompok-kelompok kecil dan mempersilahkan salah seorang diantaranya untuk menyelesaikan pekerjaan seluruh kelompok. Cooperative learning menekankan pada kehadiran teman sebaya yang berinteraksi antar sesamanya sebagai sebuah tim dalam menyelesaikan atau membahas suatu masalah atau tugas.
Ada beberapa hal yang perlu dipenuhi dalam cooperative learning agar lebih menjamin para siswa bekerja secara kooperatif, hal tersebut meliputi:
pertama para siswa yang tergabung dalam suatu kelompok harus merasa bahwa mereka adalah bagian dari sebuah tim dan mempunyai tujuan bersama yang harus dicapai. Kedua para siswa yang tergabung dalam sebuah kelompok harus menyadari bahwa masalah yang mereka hadapi adalah masalah kelompok dan bahwa berhasil atau tidaknya kelompok itu akan menjadi tanggung jawab bersama oleh seluruh anggota kelompok itu.
Ketiga untuk mencapai hasil yang maksimum, para siswa yang tergabung dalam kelompok itu harus berbicara satu sama lain dalam mendiskusikan masalah yang dihadapinya.
Pembelajaran kooperatif dapat didefinisikan sebagai sistem kerja/belajar kelompok yangn terstruktur. Yang termasuk di dalam struktur ini adalah lima unsur pokok, yaitu saling ketergantungan positis, tanggung jawab individual, interaksi personal, keahlian bekerja sama, dan proses kelompok.