• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROPOSAL. PENELITIAN STRATEGI NASIONAL Institusi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PROPOSAL. PENELITIAN STRATEGI NASIONAL Institusi"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

PROPOSAL

PENELITIAN STRATEGI NASIONAL Institusi

MODEL PEMBELAJARAN SUPERFLEX

®

UNTUK MENGEKPLORASI KEMAMPUAN KOGNISI SOSIAL Studi pada Siswa di Sekolah Dasar Inklusi Kota Cimahi Jawa Barat

Ketua Tim Peneliti:

Dr. Huriah Rachmah, M.Pd.

NIDN.0416087303

Anggota Tim Peneliti Dr. Rudy Gunawan, M.Pd.

NIDN. 0006076801

Dr. Jajang Hendar Hendrawan, M.Pd NIDN. 0411067101

STKIP PASUNDAN Desember 2017

Kode/Nama Rumpun Ilmu:731/Pendidikan Sosiologi (Ilmu Sosial) Bidang Fokus: Sosial Humaniora – Seni Budaya – Pendidikan

(2)

i

HALAMAN PENGESAHAN SBK RISET TERAPAN

(3)

ii

IDENTITAS DAN URAIAN UMUM

(4)

iii DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN ... i

IDENTITAS DAN URAIAN UMUM ... ii

DAFTAR ISI ... iii

RINGKASAN ... iv

BAB 1. PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 3

1.3 Tujuan ... 3

1.4 Manfaat Khusus ... 3

1.5 Urgensi Penelitian ... 4

1.6 Rencana Capaian Tahun Ke-3 ... 4

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA ... 5

2.1 State of Art ... 5

2.2 Studi Pendahuluan yang Telah Dilaksanakan ... 8

2.3 Peta Jalan Penelitian ... 10

BAB 3. METODE PENELITIAN ... 11

3.1 Lokasi dan Metode Penelitian ... 11

3.2 Ruang Lingkup Kegiatan dan Luaran Penelitian ... 12

3.3 Bagan Alir Sistematika Kegiatan ... 12

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN ... 13

4.1 Anggaran Biaya ... 13

4.2 Jadwal Penelitian ... 15

REFERENSI ... 16

LAMPIRAN ... 18

Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota Tim Pengusul ... 18

Lampiran 2. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas ... 31

Lampiran 3. Surat Pernyataan Ketua Peneliti ... 32

Lampiran 4. Surat Pernyataan Kesanggupan Kerjasama Antar Institusi... 33

(5)

iv RINGKASAN

Penelitian pada tahun ketiga bertujuan untuk: mempresentasikan hasil implementasi Model Pembelajaran Superflex® di forum ilmiah nasional dan internasional sesuai dengan tema seminar; menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan guru Sekolah Dasar Inklusi di Kota Cimahi untuk menyusun perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi Model Pembelajaran Superflex, implementasi Model Pembelajaran Superflex di SD inklusi.

Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Inklusi di Kota Cimahi. Jumlah SD Inklusi yang menjadi mitra sebanyak 18 sekolah dasar inklusi yang menjadi mitra peneliti di Kota Cimahi. Metode penelitian yang akan digunakan adalah metode riset dan pengembangan (R&D), serta survey eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Metode riset dan pengembangan bertujuan untuk menciptakan sesuatu yang baru berdasarkan hasil-hasil kajian sebelumnya. Penelitian tahun ketifa dimulai dengan mengundang guru-guru mitra dari 18 SD inklusi untuk mendiskusikan mekanisme pelaksanaan Model Pembelajaran Superflex di sekolah melalui kegiatan FGD. Uji coba dilakukan selama 10 kali, dengan melibatkan 36 (tiga puluh enam) orang guru. Diharapkan hasil penelitian akan menghasilkan Model Pembelajaran Superflex® yang dapat diterapkan di semua SD inklusi di Indonesia.

Luaran yang akan dihasilkan pada tahun ketiga ini adalah mempresentasikan makalah pada kegiatan seminar internasional dan nasional, publikasi pada jurnal internasional dan nasional, menghasilkan Model Pembelajaran Superflex®, menerbitkan buku ajar dan menghasilkan hak kekayaan intelektual berupa hak cipta.

Kata Kunci: Model Pembelajaran, Superflex, Inklusi, Kognisi Sosial

(6)

1

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pendidikan inklusif adalah layanan pendidikan yang mengikutsertakan anak berkebutuhan khusus (ABK) belajar dengan anak normal (non-ABK) usia sebayanya di kelas reguler/biasa yang terdekat dengan tempat tinggalnya (Nawawi, 2010).

Masih menurut Nawawi, pendidikan inklusif berarti bahwa sekolah harus menerima/mengakomodasi semua anak tanpa kecuali ada perbedaan secara fisik, intelektual, sosial, emosional, bahasa, atau kondisi lain, termasuk anak penyandang cacat dan anak berbakat, anak jalanan, anak yang bekerja, anak dari etnis, budaya, bahasa, minoritas dan kelompok anak-anak yang tidak beruntung dan terpinggirkan (one school for all).

Di Cimahi, jumlah anak ABK yang bersekolah di sekolah-sekolah inklusi, mulai dari Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Menengah Atas berjumlah 818 yang tersebar pada 18 SD, 4 SMP, 3 SMA dan 1 Madrasah Aliyah (http://cimahikota.go.id/news/detail/442, 2013). Ide awal pembentukan sekolah inklusi di Kota Cimahi dimulai pada tahun 2006 dan direalisasikan pada tahun 2007 dengan bantuan kerjasama Depdiknas serta International Development Partners (IDP) Norwey dengan jumlah sekolah SD inklusi pada tahun tersebut sebanyak 5 SD (Sudrajat, 2009).

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Rudiyati (2011) guru sekolah inklusif belum menggambarkan kualifikasi guru sekolah inklusif bagi ABK secara memadai dilihat dari komponen kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Sebagian besar guru reguler masih melakukan strategi pembelajaran yang tidak jauh berbeda dengan pembelajaran anak-anak pada umumnya di sekolah inklusif. Penelitian lain yang dilakukan oleh Sunanto

(http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/196105151987031-JUANG_SUNANTO/Profil-implementasi- pendidikan-inklusi.pdf) menyebutkan bahwa indeks inklusi yang dicapai oleh sekolah dasar di Kota Bandung yang menyelenggarakan pendidikan inklusif baru sebesar 38,58 dari indeks maksimal 54. Hal ini menggambarkan bahwa inklusivitas dalam pembelajaran di sekolah tersebut belum memadai.

(7)

2

Hasil riset yang dilakukan oleh Winner (2014) ternyata masalah ketidakmampuan peserta didik untuk kognisi sosial dapat dilatih dengan model pembelajaran Superflex® dimana peserta didik diajak untuk menjadi detektif sosial yang diajak untuk melakukan pencarian sendiri masalah mengenai perilaku mereka sehingga dapat menjadi seorang pemikir sosial dan memecahkan masalah sosial.

Peserta didik diperlihatkan perilaku yang tidak baik atau tidak masuk akal (unthinkables) sehingga menjadi perilaku yang baik atau masuk akal (thinkables) melalui pemunculan tokoh-tokoh yang menggambarkan sikap anak yang unthinkables. Superflex® adalah sosok manusia superhero yang dimiliki dalam setiap pikiran anak untuk membantu diri sendiri dalam melakukan perbaikan diri, kognisi sosial serta keterampilan sosial. Penelitian ini merupakan pengembangan dari pembelajaran Superflex® di Amerika Serikat yang baru dimulai pada tahun 2008 dan dimaksudkan untuk mengeksplorasi kemampuan kognisi sosial anak melalui pembelajaran Superflex®.

Berdasarkan hasil penelitian tahun pertama (2016) di SD Inklusi Kota Cimahi, jumlah ABK pada setiap sekolah yang menjadi SD inklusi rata-rata di atas 15 orang (tidak termasuk dengan ABK Tunalaras). Namun demikian jumlah guru profesional yang khusus menangani ABK tidak dipunyai oleh seluruh sekolah. Pemahaman tentang ABK lebih condong kepada ABK secara fisik dan mental, masalah perilaku belum dianggap sebagai sesuati yang harus ditangani secara khusus. Model pembelajaran superflex belum pernah dilakukan di sekolah. Terdapat beberapa siswa yang yang mengalami gangguan emosi dan perilaku (tunalaras) dengan ciri-ciri bersikap membangkang, mudah marah, merusak, mengganggu dan melanggar aturan sekolah (Rachmah, Gunawan, & Mulyani, Model Pembelajaran Pembelajaran Superflex untuk Mengeksplorasi Kemampuan Kognisi Sosial (Laporan Penelitian Tahun Pertama), 2016).

Penelitian tahun ke-2 (2017) melaksanakan uji coba Model Pembelajaran Superflex di tiga SD Inklusi Kota Cimahi. Di akhir kegiatan penerapan Model Pembelajaran Superflex, guru menemukan beberapa hal terkait dengan penyempurnaan model, seperti buku panduan yang masih belum jelas langkah kegiatannya dan media pembelajaran yang lebih menarik dan memadai serta

(8)

3

pendampingan dari guru yang sudah berpengalaman menghadapi siswa tunalaras (Rachmah, Gunawan, & Hendrawan, 2017).

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan kebutuhan atas pembelajaran Superflex® dan bukti empiris terjadinya kelainan perilaku sosial di SD inklusi di Kota Cimahi, teori tentang Superflex® serta hasil-hasil penelitian sebelumnya terhadap model ini, maka rumusan masalah pada penelitian tahun ke-3 ini adalah:

1. Bagaimana pelaksanaan Model Pembelajaran Superflex di SD Inklusi Kota Cimahi?

2. Bagaimana kendala yang dihadapi pada saat pelaksanaan Model Pembelajaran Superflex di SD Inklusi Kota Cimahi?

1.3 Tujuan

Tujuan khusus penelitian tahun ke-3 adalah 1. Menghasilkan Model Pembelajaran Superflex.

2. Menerapkan Model Pembelajaran Superflex di 18 (delapan belas) Sekolah Dasar Inklusi di Kota Cimahi.

3. Mempublikasikan Model Pembelajaran Superflex di seminar nasional/internasional serta jurnal nasional/internasional.

4. Menerbitkan buku pedoman pelaksanaan dan media pembelajaran Model Pembelajaran Superflex yang ber-ISBN.

5. Mendaftarkan Hak Cipta buku pedoman pelaksanaan dan media pembelajaran Model Pembelajaran Superflex di Kementerian Hukum dan HAM RI.

1.4 Manfaat Khusus

Berdasarkan tujuan khusus penelitian di tahun ke-3, hasil penelitian ini bermanfaat untuk Guru-guru di Sekolah Dasar Inklusi, yang mempunyai keterbatasan untuk mengatasi anak berkebutuhan khusus tuna laras. Guru akan mempunyai pedoman untuk membantu dalam mengatasi ABK tuna laras sehingga kognisi sosial siswa dapat berkembang dengan baik.

(9)

4 1.5 Urgensi Penelitian

1. Kebutuhan guru di Sekolah Dasar Inklusi akan model pembelajaran yang mengeksplorasi kognisi sosial anak berkebutuhan khusus di kelas terutama yang mempunyai masalah perilaku sosial sehingga peserta didik dapat bersosialisasi secara normal dengan teman lainnya di kelas.

2. Kebutuhan akan Pembelajaran Superflex® sebagai pedoman pelaksanaan bagi guru dalam menjalankan tugasnya di kelas. Saat ini Model Pembelajaran Superflex® belum pernah dicoba di sekolah dasar inklusi padahal model ini dibutuhkan mengingat karakteristik sekolah dasar inklusi berbeda dengan sekolah dasar pada umumnya.

1.6 Rencana Capaian Tahun Ke-3

Temuan/inovasi yang ditargetkan dalam penelitian ini adalah terciptanya Model Pembelajaran Superflex® yang memiliki karakteristik yang dibutuhkan oleh ABK serta terimplementasikannya sistem pembelajaran untuk anak yang mempunyai masalah perilaku sosial. Penerapan dari Model Pembelajaran Superflex® ini diharapkan mampu membantu guru dalam meningkatkan kemampuan kognisi sosial peserta didik di sekolah dasar inklusi.

Tabel 1 Rencana Target Capaian

No Jenis Luaran Indikator

Capaian Kategori Sub Kategori Wajib Tambahan Tahun Ketiga 1 Artikel ilmiah

dimuat di jurnal2)

Internasional bereputasi

published

Nasional Terakreditasi

reviewed

2 Artikel ilmiah

dimuat di

prosiding3)

Internasional Terindeks

published

Nasional published

3 Invited speaker dalam temu ilmiah4)

Internasional draft

Nasional terdaftar

4 Visiting Lecturer5) Internasional - - Tidak ada

5 Hak kekayaan Intelektual (HKI)6)

Hak cipta granted

6 Teknologi Tepat Guna - - Tidak ada

7 Model Penerapan

8 Bahan Ajar9) Sudah Terbit

9 Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT)10) Skala 7

(10)

5

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 State of Art

Kurikulum pembelajaran Superflex® dikembangkan pada tahun 2008 di Amerika Serikat. Superflex® adalah sosok superhero yang fleksibel dan dapat membantu seseorang untuk mencari tahu kebutuhan dan keinginannya serta tetap tenang dalam menunggu giliran untuk berbicara atau bermain selama bersosialisasi dengan orang lain. Superflex® adalah pemecah masalah yang luar biasa dan dapat kognisi berbagai solusi untuk satu masalah (Madrigal & Winner, 2008). Kurikulum ini berasal dari prinsip-prinsip kognisi sosial yang lebih luas dan berdasarkan pengalaman klinis Madrigal & Winner.

Model ini memanfaatkan buku komik sebagai media pembelajaran dan handout superhero yang bernama Superflex® dan sekelompok lawan yang disebut sebagai Unthinkables Team (Tim tidak masuk akal) untuk mengajarkan kognisi fleksibel pada anak-anak yang mempunyai masalah pemikiran sosial (kognisi sosial).

Superflex® adalah pemikir yang fleksibel dan mempunyai kekuatan dalam memecahkan masalah. Unthinkables Team adalah sekelompok lawan yang berjumlah 14 karakter yang mempunyai pemikiran tidak fleksibel. Masing-masing karakter memiliki kekuatan yang berbeda terhadap pola pikir yang mengarah kepada kelainan perilaku sosial (Madrigal & Winner, 2008) dalam (Baker, 2011). Sosok Superflex® dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 1 Superhero Superflex® Sumber: (Madrigal & Winner, 2008)

(11)

6

Pembelajaran Superflex® bertujuan untuk membantu anak untuk menggunakan strategi dalam mengatur dirinya sendiri, pemikiran sosial dan mempunyai keterampilan sosial. Tujuan lainnya adalah membantu seseorang dengan kesulitan pemikiran sosial dan membantu mengembangkan fleksibilitas dalam pemikiran dalam kondisi sosial apapun. Premis utama dari kurikulum ini aalah semua orang dapat menjadi superhero tidak hanya ABK dan tiap orang dihadapkan pada situasi untuk mengatasi Unthinkables Team (Baker, 2011). Pembelajaran melalui petualangan Superflex® membantu setiap individu untuk meminimalkan kekuatan Unthinkables dengan mempelajari bagaimana menggunakan strategi yang dilakukan

oleh Superflex® untuk merubah pemikiran dan perilakunya.

Kurikulum Superflex® dikembangkan berdasarkan pada teori pendekatan perilaku kognitif untuk mengeksplorasi cara berpikir proses sosial. Menurut Attwood (2006) tujuan dari teori perilaku kognitif adalah untuk meningkatkan kesadaran seseorang mengenai dampak perilaku mereka terhadap orang lain dan diri sendiri (http://www.socialthinking.com/what-is-social-thinking/introduction, 2011).

Bagi peserta didik sendiri kurikulum Superflex® dapat membantu mereka dalam meningkatkan pengetahuan mereka tentang harapan sosial, meningkatkan kesadaran diri atas perilaku mereka sendiri serta mempelajarai bagaimana memodifikasi perilaku negatif dengan menggunakan strategi super fleksibel. Kurikulum Superflex® dapat digunakan oleh psikolog, guru dan orang tua dengan mempelajari konsep-konsep kognisi sosial dengan mengacu kepada buku pemikiran sosial (Winner, 2014). Peserta didik yang dapat memanfaatkan dimulai dari peserta didik SD, peserta didik di kelas menengah pertama dan juga menengah atas.

Kurikulum yang dikembangkan mengarah kepada model pembelajaran dimana model merupakan sebuah perencanaan yang bersifat menyeluruh untuk membantu peserta didik mempelajari segala jenis pengetahuan, sikap dan keterampilan tertentu.

Model pembelajaran memiliki dasar teori yang meliputi langkah-langkah pembelajaran tertentu untuk mencapai hasil pendidikan yang diharapkan (Joyce, Weil, & Calhoun, 2009). Menurut Astati (2010) dalam Rachmah (2013) model pembelajaran merupakan kegiatan yang menggambarkan proses dari awal sampai akhir dan disajikan dengan pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran tertentu.

Model pembelajaran superflex dapat membantu siswa dalam meningkatkan

(12)

7

kesadaran diri terhadap perilaku dan mempelajari cara memodifikasi perilaku negatif dengan menggunakan strategi super fleksibel.

Kognisi sosial adalah apa yang dilakukan ketika berinteraksi dengan orang lain dan memikirkan bagaimana cara melakukan interaksi sosial dengan orang lain.

Selain itu juga dalam pemikiran sosial, dihadapkan pada bagaimana cara seseorang berpikir tentang orang-orang yang mempengaruhi perilakunya. Seseorang akan direspon oleh orang lain sesuai dengan perilakunya dan pada akhirnya akan mempengaruhi emosi orang tersebut (http://www.socialthinking.com/what-is-social- thinking/introduction, 2011). Penelitian yang dipublikasian oleh Journal of Autism and Development Disorder pada tahun 2011 menunjukkan bahwa metode berpikir

sosial berhasil mengajarkan kemampuan berinteraksi sosial pada orang yang mempunyai keterbatasan sosial. Kognisi sosial penting untuk dilakukan sepanjang hayat dan dimiliki mulai dari anak-anak sampai dengan orang dewasa. Banyak orang pintar dan mempunyai IQ yang tinggi tetapi tidak mempunyai keterampilan sosial karena tidak mampu berpikir sosial (http://www.socialthinking.com/what-is- social-thinking/introduction, 2011).

Pengembangan kompetensi sosial dapat dilakukan melalui pelatihan kognitif sosial yang diberikan kepada peserta didik. Dalam perspektif kognitif sosial Bandura, manusia sebagai individu dipandang mempunyai kemampuan proaktif dan mengatur diri dari pada sebatas mampu berperilaku reaktif dan dikontrol oleh kekuatan lingkungan. Selain itu teori kognitif sosial berakar pada pandangan bahwa setiap manusia memiliki self-beliefs yang memungkinkan mereka melatih kontrol atas pikiran, perasaan dan tindakan mereka (Mukhid, 2004). Menurut Feist & Feist (2006) dalam (Mahabbati, November 2012) konsep Bandura menggabungkan sisi internal anak berupa kepribadian dan perilaku, dengan sisi eksternal anak berupa lingkungan sebagai model.

Lingkungan sekolah merupakan lingkungan yang tepat dalam mengembangkan kognisi sosial. Sekolah inklusif merupakan sekolah yang mengakomodir peserta didik yang memiliki kelainan fisik emosional, mental, sosial dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa perlu mendapatkan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan hak asasinya (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 70, 2009). Peserta didik yang memiliki kelainan perilaku

(13)

8

merupakan salah satu karakter anak berkebutuhan khusus. Seseorang yang tidak mampu belajar bukan karena faktor intelektual dan kesehatan, tidak mampu untuk melakukan hubungan baik dengan teman dan guru, bertingkah laku atau berperasaan tidak pada tempatnya, secara umum tidak dalam keadaan gembira serta bertendensi ke arah simptom fisik seperti merasa skit atau takut untuk menghadapi orang maka anak tersebut mengalami hambatan emosional atau kelainan perilaku (Delphie, 2006). Tunalaras dapat pula diartikan sebagai anak yang bertingkah laku kurang sesuai dan serting bertentangan dengan norma yang ada di masyarakat (Astati, 2009).

2.2 Studi Pendahuluan yang Telah Dilaksanakan

Peneliti sudah memulai melakukan penelitian tentang keterampilan sosial, yang mana salah satu indikator untuk mencapai keterampilan sosial adalah harus mampu menjadi pemikir sosial. Penelitian diawali pada saat peneliti menempuh pendidikan program Doktor di UPI (2007) dan berkontribusi pada penelitian hibah pasca sebagai anggota (mahasiwa) yang meneliti tentang pengembangan program pembelajaran IPS untuk meningkatkan kompetensi keterampilan sosial untuk tahun pertama.

Penelitian berikutnya dilakukan oleh peneliti (2009) meneliti tentang kontribusi kompetensi guru, proses belajar dan hasil belajar terhadap keterampilan berpikir kritis dan keterampilan sosial peserta didik di Madrasah Aliyah se-Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan Keterampilan berpikir dan keterampilan sosial menghasilkan peserta didik yang cerdas dan komprehensif. Peserta didik dapat belajar untuk memecahkan masalah dalam dirinya maupun lingkungannya serta dapat berinteraksi dengan orang lain.

Tahun 2015 melakukan kajian pustaka dan menghasilkan tulisan yang dipresentasikan di International Seminar for Development of Various Study di Universitas Guangdhong, Guangzhou, Tiongkok (Rachmah, 2015). Masih di tahun 2015, melakukan penelitian tentang pembelajaran kognitif sosial dan diseminarkan pada 2nd UNJ International Conference on Technical and Vocational Education

“TVET in The Changing World of Work” and Traning 2015 di UNJ Jakarta (Rachmah, 2015a). Pada tahun 2016, melakukan kajian pustaka tentang penilaian untuk Model Pembelajaran Superflex dan dipresentasikan pada Konferensi Internasional ICERE 2016 tema “Assesment for Improving Students’ Performance”

(14)

9

yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta (Rachmah, 2016). Tahun 2016 dan 2017, memulai penelitian tahun pertama dan kedua yang didanai oleh Kemenristekdikti (Rachmah, Gunawan, & Mulyani, 2016; Rachmah, Gunawan, &

Hendrawan, 2017).

Studi yang sudah dilakukan terkait dengan penelitian yang akan dilakukan di tahun ketiga. Pada tahun ketiga peneliti dan tim akan mendiseminasikan hasil penelitian di tahun 2016 dan 2017 serta menghasilkan buku panduan Model Pembelajaran Superflex sehingga buku tersebut dapat dimanfaatkan oleh guru-guru di sekolah dasar inklusi di Indonesia dalam menghadapi siswa yang mempunyai kesulitan untuk bergaul dan berperilaku yang sesuai dengan norma sosial yang ada

(15)

10 2.3 Peta Jalan Penelitian

Gambar 2 Road Map Penelitian

(16)

11

BAB 3. METODE PENELITIAN

3.1 Lokasi dan Metode Penelitian

Penelitian dilaksanakan di 18 Sekolah Dasar Inklusi di Kota Cimahi yang mempunyai siswa berkebutuhan khusus tuna laras, masing-masing sekolah melibatkan 2 orang guru sehingga total responden adalah 36 orang. Penelitian di tahun ke-3 merupakan tahap akhir dari proses penelitian riset dan pengembangan.

Pada tahun ke-3 model yang sudah dikembangkan pada tahun pertama dan diujicobakan secara terbatas di 3 (tiga) sekolah, diujicobakan secara luas. Survey eksploratif merupakan salah satu bentuk pendekatan induktif yang bertujuan untuk memperoleh penemuan mengenai apa yang ingin diketahui tentang sebuah situasi yang belum memuaskan (Subagyo, 2004). Studi eksplorasi dimaksudkan untuk memetakan kebutuhan serta pengembangan Model Pembelajaran Superflex® di SD inklusi di Cimahi.

Metode R&D yang digunakan dalam penelitian ini diadaptasi dari penelitian Dewi, Wibowo dan Rasto (2012) yang melakukan pengembangan model dalam usulan penelitian hibah bersaing, digambarkan sebagai berikut:

Bagan 1 Tahapan Metode Research and Development (R&D)

Tahap eksplanatori Tahun (I)

Tahap pengembangan Tahun (II)

Tahap implementasi Tahun (III)

Penyusunan Model Pembelajaran Superflex® dan Meta Analysis

Draft awal Model Pembelajaran Superflex® untuk SD

Inklusi

Menguji pelaksanaan Model Pembelajaran

Superflex® di SD Inklusi (terbatas)

Pengujian Model

Menguji pelaksanaan Model Pembelajaran

Superflex® di SD Inklusi Kota Cimahi

Model Pembelajaran Superflex® yang

efektif

Diseminasi Monitoring dan

evaluasi Umpan balik oleh Pakar

Pendidikan Ilmu Sosial

(17)

12

3.2 Ruang Lingkup Kegiatan dan Luaran Penelitian

Berdasarkan tahapan metode pelaksanaan, berikut adalah ruang lingkup kegiatan yang dilakukan oleh tim peneliti.

Tabel 2 Ruang Lingkup Kegiatan dan Luaran Penelitian

Ruang Lingkup Komponen Kegiatan Pelaksana Kegiatan tahun ke-3

1 Implementasi Model Pembelajaran Superflex® hasil ujicoba yang telah dievaluasi dan

mendapatkan justifikasi dari Pakar Pendidikan Ilmu Sosial di SD Inklusi Kota Cimahi

Dr. Huriah Rachmah, M.Pd.

Dr. Rudy Gunawan, M.Pd.

Dr. Jajang Hendar Hendrawan, M.Pd.

Prof. Dr. Endang Komara, M.Si.

2 Focus Group Discussion, evaluasi, revisi dan justifikasi Model Pembelajaran Superflex® hasil implementasi dari pakar ABK Tunalaras

Dr. Huriah Rachmah, M.Pd.

Dr. Rudy Gunawan, M.Pd.

Dr. Jajang Hendar Hendrawan, M.Pd.

3 Publikasi ilmiah hasil penelitian ke jurnal nasional dan/atau internasional. Publikasi pada seminar nasional dan internasional serta publikasi buku teks Model Pembelajaran Superflex® dan Pengajuan Hak Cipta.

Dr. Huriah Rachmah, M.Pd.

Dr. Rudy Gunawan, M.Pd.

Dr. Jajang Hendar Hendrawan, M.Pd.

3.3 Bagan Alir Sistematika Kegiatan

Gambar 3 Fishbone Diagram Alir Sistematika Pra Penelitian Penelitian Tahun 1

Penelitian Tahun 2 Penelitian Tahun 3

1. Rekomendasi bagi SD Inklusi untuk memberikan nilai tambah dalam proses pembelajaran

2. Artikel penelitian untuk publikasi dalam Jurnal nasional, buku ajar dan HKI Studi literatur dan hasil

penelitian terdahulu

Uji terbatas di SD Inklusi Cimahi Survei awal jumlah SD

Inklusi di Cimahi Meneliti kelemahan proses pembelajaran

Menyusun model

Perbaikan Model

Uji Luas di Seluruh SD Inklusi Cimahi

Penyempurnaan dan Implementasi Model

(18)

13

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN

4.1 Anggaran Biaya

Pembuatan anggaran biaya sesuai dengan PMK 106 Standar Biaya Keluaran dan PMK 33 Standar Biaya Masukan Tahun 2017.

Tabel 3 Anggaran Biaya Tahun ke-2

No Jenis Pengeluaran Biaya yang Diusulkan Tahun ke-3 (Rp)

1 Honorarium 22.720.000

2 Pembelian bahan habis pakai 109.900.000

3 Perjalanan 127.600.000

4 Sewa 39.200.000

Jumlah Biaya yang Diusulkan Tahun ke-3 299.420.000

(19)

14

Tabel 4 Justifikasi Anggaran

Pelaksana 1 (Kordinator Peneliti) 10.000,00 15 32 4.800.000,00 Pelaksana 2 (Pembantu Peneliti) 9.000,00 10 32 2.880.000,00 Pelaksana 3 (Pembantu Peneliti) 9.000,00 10 32 2.880.000,00 Pelaksana 4 (Sekretariat Peneliti) 8.000,00 10 32 2.560.000,00 Pelaksana 5 (Pembantu Lapangan) 7.000,00 10 32 2.240.000,00 Pelaksana 6 (Pembantu Lapangan) 7.000,00 10 32 2.240.000,00 Pelaksana 7 (Pengolah Data Penelitian 7.000,00 5 32 1.120.000,00

Narasumber/Ahli (2 orang) 1.000.000,00 2 2 4.000.000,00

22.720.000,00

Flash disk 16 G Penyimpanan data

bagi Guru

36 100.000,00 3.600.000,00

Kertas HVS A4 Laporan 14 50.000,00 700.000,00

Biaya akses jurnal internasional pembuatan proposal dan pembuatan laporan

1 3.500.000,00 3.500.000,00

Pembelian buku literatur Telaah Pustaka 10 200.000,00 2.000.000,00

ATK Pengumpulan data

dan laporan

1 1.000.000,00 1.000.000,00

Konsumsi (Rapat 8x, Perijinan 2x, Diskusi 16x, Observasi 10x) X 7

Perijinan, Rapat, Diskusi, Observasi kegiatan penelitian

252 50.000,00 12.600.000,00

Publikasi di Jurnal Internasional Biaya Publikasi 1 20.000.000,00 20.000.000,00 Publikasi di Jurnal Nasional Biaya Publikasi 1 5.000.000,00 5.000.000,00 Banner dan Jilid/Fotocopy Laporan

Kemajuan dan Laporan Akhir

Biaya FC dan Banner

1 1.500.000,00 1.500.000,00

FGD (3 x 3 grup) Biaya FGD 9 4.000.000,00 36.000.000,00

Seminar Hasil Penelitian Seminar Internal 1 15.000.000,00 15.000.000,00 100.900.000,00

Perjalanan Observasi (10 x 42 orang) Transport Tim Peneliti dan Guru

420 100.000,00 42.000.000,00

Perjalanan FGD (3x42 orang) Transport Tim Peneliti dan Guru

126 100.000,00 12.600.000,00

Perjalanan Seminar Internasional Pendaftaran, Akomodasi, Transportasi

3 15.000.000,00 45.000.000,00

Perjalanan Seminar Nasional Pendaftaran,

Akomodasi, Transportasi

3 7.500.000,00 22.500.000,00

Perjalanan Pengurusan Hak Cipta Pendaftaran, Akomodasi, Transportasi

1 5.000.000,00 5.000.000,00

Perjalanan Pengurusan Buku Nasional Ber ISBN

Biaya Penerbitan, Akomodasi dan

Transportasi

1 5.000.000,00 5.000.000,00

132.100.000,00

Observasi (18 SD @10x observasi) Sewa Kendaraan 180 225.000,00 40.500.000,00

Tape Recorder Sewa setiap bulan 8 100.000,00 800.000,00

Handycam Sewa setiap bulan 8 300.000,00 2.400.000,00

43.700.000,00

299.420.000,00

1. Honorarium

Honor Honor/jam (Rp) Waktu

(jam/minggu) Minggu Jumlah Honor

Sub Total Honor (Rp) 2. Pembelian Bahan Habis Pakai

Material Justifikasi

Pemakaian Kuantitas Harga Satuan (Rp)

Jumlah Bahan Habis Pakai

Sub Total Peralatan Penunjang (Rp) 3. Perjalanan

Material Justifikasi

Perjalanan Kuantitas Harga Satuan

(Rp) Biaya Perjalanan

Sub Total Biaya Lain-lain (Rp)

TOTAL ANGGARAN YANG DIPERLUKAN TAHUN KE-3 Sub Total Biaya Perjalanan (Rp)

4. Sewa

Material Justifikasi

Pemakaian Kuantitas Harga Satuan

(Rp) Biaya Sewa

(20)

15 4.2 Jadwal Penelitian

Tabel 5 Jadwal Kegiatan Penelitian Tahun 2016-2018

NO Jenis Kegiatan

Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 2 3 4 5 6 7 8 9 1

0 1 1

1 2

1 Persiapan dan

penyusunan proposal 2 Studi Pustaka

3 Penyusunan Instrumen Penelitian

4 Studi Pustaka dan Revisi Instrumen Penelitian 5 Pengumpulan Data 6 Analisis Data 7 Uji Coba terbatas 8 Perbaikan Model 9 Uji Coba Luas 10 Penyusunan Laporan 11 FGD (Konfirmator

Pendapat Ahli)

12 Revisi Penyusunan Hasil Laporan

13 Persiapan Seminar 14 Pembuatan Jurnal 15 Pembuatan draft buku ajar 16 Penerbitan buku ajar 17 Pendaftaran Hak Cipta

(21)

16 REFERENSI

Astati. (2009). Modul 7 Karakteristik dan Pendidikan Anak Tunadaksa dan Tunalaras. Bandung:

UPI.

Baker, K. E. (2011). Detectives and Superheroes: A Pilot Study Teaching Flexible Thinking in Social Situations to a Child with High Functioning Autism. Thesis. St. Catharines, Ontario: Faculty of Social Sciences, Brock University.

Delphie, B. (2006). Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus dalam Setting Pendidikan Inklusi.

Bandung: PT. Refika Aditama.

Dewi, R., Wibowo, L. A., & Rasto . (2012). Model Audit Internal Sekolah untuk Mengevaluasi dan Meningkatkan Efektifitas Risk Mnagement, Pengendalian dan Proses School Governace (Studi pada SMK Bersertifikasi ISO 9001:2008 di Bandung dan Vimahi).

Penelitian Hibah Bersaing. Bandung: UPI.

http://cimahikota.go.id/news/detail/442. (2013, February 14). 26 Sekolah di Cimahi Menyelenggarakan Program Inklusi. Retrieved Maret 29, 2015, from http://cimahikota.go.id/news/detail/442

http://www.socialthinking.com/what-is-social-thinking/introduction. (2011, September 28).

Introduction to Social Thinking. Retrieved from social thinking website:

http://www.socialthinking.com/what-is-social-thinking/introduction

Joyce, B., Weil, M., & Calhoun, E. (2009). Models of Teaching (8 ed.). (A. Fawaid, & A. Mirza, Trans.) Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Madrigal, S., & Winner, M. G. (2008). Superflex: A Superhero Social Thinking Curriculum.

www.socialthinking.com.

Mahabbati, A. (November 2012). Analisa Teori Belajar Sosial Bandura Mengenai Gangguan Perilaku Agresif pada Anak. Jurnal Pendidikan Khusus IX, 1-12.

Maryani, E., Sjamsuddin, H., & Rachmah, H. (2007). Pengembangan Program Pembelajaran IPS untuk Meningkatkan Kompetensi Keterampilan Sosial. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Mukhid, A. (2004). Self-Efficacy (Perspektif Teori Kognitif Sosial dan Implikasinya terhadap Pendidikan. Tadris, 107-122.

Nawawi, A. (2010). Pendidikan Inklusif. Retrieved April 9, 2015, from file.upi.edu:

http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/195412071981121- AHMAD_NAWAWI/PENDIDIKAN_INKLUSIF.pdf

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 70. (2009, Oktober 5). Pendidikan Inklusif bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa. Jakarta, Indonesia.

Rachmah, H. (2009). Kontribusi Kompetensi Guru, Proses dan Hasil Belajar terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Keterampilan Sosial. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Rachmah, H. (2013). Model of Integrative Learning in Indonesia: an Alternative. Seminar Nasional Pendidikan Sejarah "Menyongsong Kurikulum Sejarah 2013". Jakarta: APPS dan Jurusan Sejarah FIS UNJ.

Rachmah, H. (2015). Superflex Learning Model to Improve Social Skill. International Seminar for Development of Various Study. Guangzhou: Universitas Guangdhong.

Rachmah, H. (2015a). Model of Learning Social Cognitive in Vocational School. 2nd UNJ International Conference on Technical and Vocational Education “TVET in The Changing World of Work” and Traning . Jakarta: Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta.

(22)

17

Rachmah, H. (2016). Performance Assessment in Model of Learning Superflex. Konferensi Internasional ICERE 2016 tema “Assesment for Improving Students’ Performance”

Performace Assessment in Model of Learning Superflex . Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Rachmah, H., Gunawan, R., & Hendrawan, J. H. (2017). Model Pembelajaran Superflex untuk Mengeksplorasi Kemampuan Kognisi Sosial (Studi pada Siswa di Sekolah Dasar Inklusi Kota Cimahi Jawa Barat. STKIP Pasundan. Cimahi: DRPM Kemristekdikti dan STKIP Pasundan.

Rachmah, H., Gunawan, R., & Mulyani, M. (2016). Model Pembelajaran Pembelajaran Superflex untuk Mengeksplorasi Kemampuan Kognisi Sosial (Laporan Penelitian Tahun Pertama). Cimahi: STKIP Pasundan.

Rudiyati, S. (2011, Mei 5). Potret Sekolah Inklusif di Indonesia. Retrieved April 7, 2015, from staff.uny.ac.id:

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/130543600/Potret%20Sekolah%20Inklusif%20di

%20Indonesia.pdf

Subagyo, A. B. (2004). Pengantar Riset Kualitatif dan Kuantitatif- Termasuk Riset Teologia dan Keagamaan. Bandung: Kalam Hidup.

Sudrajat, A. (2009, November 23). Cimahi Memilik Lima Sekolah Inklusi. Retrieved from antarajawabarat.com: http://antarajawabarat.com/lihat/berita/18908/CIMAHI-MILIKI- LIMA-SEKOLAH-INKLUSI

Sunanto, J. (http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/196105151987031- JUANG_SUNANTO/Profil-implementasi-pendidikan-inklusi.pdf). Profil Implementasi Pendidikan Inklusif Sekolah Dasar di Kota Bandung. Retrieved April 7, 2015, from file.upi.edu:

http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/196105151987031- JUANG_SUNANTO/Profil-implementasi-pendidikan-inklusi.pdf

Winner, M. G. (2014). Superflex, the Team of Unthinkables and the Five-Step Power Plan.

Retrieved Maret 28, 2015, from social thinking website:

http://www.socialthinking.com/what-is-social-thinking/superflex-the-unthinkables-and- the-five-step-power-plan

(23)

18 LAMPIRAN Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota Tim Pengusul Ketua Tim Pengusul

A. Identitas Diri

1. Nama Lengkap (dengangelar) Dr. Huriah Rachmah, M.Pd

2 Jenis Kelamin Perempuan

3 Jabatan Fungsional Lektor Kepala (TMT, 10-12-2014, Kum 409)

4 NIP/NIK/NIPY 1814057

5 NIDN 0416087303

6 Tempat Tanggal Lahir Bandung, 16 Agustus 1973

7 E-Mail [email protected]mailto:rudyansich@gmail.

com

8 No Telepon/HP 087822707744

9 Alamat Kantor Jl. Permana 32B Kota Cimahi, Jawa Barat

10 Nomor telepon/Faks 022-6628311/022-6630345

11 Lulusan yang telah Dihasilkan

S-2 = 57 orang S-1 = 24 orang

12 Mata Kuliah yang Diampu 1. Pengembangan Profesi Pendidikan IPS (S2) 2. Studi Komparatif Pendidikan IPS (S2) 3. Pengantar Ilmu Sosial (S2)

4. Sistem Perekonomian Indonesia (S2) 5. Akuntansi Biaya (S1)

6. Pengantar Ilmu Sosial (S1)

7. Pengelolaan dan Latihan Pembelajaran (S1) 8. Pengelolaan Pendidikan (S1)

9. Metode Penelitian (S1)

B. Riwayat Pendidikan

S-1 S-2 S-3

Nama Perguruan Tinggi Universitas Pendidikan Indonesia

Universitas Pendidikan Indonesia

Universitas Pendidikan Indonesia

Bidang Ilmu Pendidikan

Akuntansi FPIPS

Pendidikan IPS Pendidikan IPS

Tahun Masuk-Lulus 1991-1996 2003-2005 2006-2009

Judul Skripsi/Tesis/Disertasi Peranan Analisis Kredit dalam Proses Penyaluran Kredit Korporasi di Bank Lippo

Penerapan Model Cooperative Learning Sistem STAD pada Mata Pelajaran Akuntansi (PTK di MAN 1 Kota Bandung)

Kontribusi Kompetensi Guru, Proses dan Hasil Belajar terhadap Keterampilan Kognisi Kritis dan Keterampilan Sosial (Studi pada Peserta Didik Kelas XII MAN Model di Jawa Barat dalam Pembelajaran Akuntansi) Nama Pembimbing/Promotor Drs. Komarudin

Drs.

AnangNarsudjo

Prof. Dr. Rochiati Wiriaatmadja Prof.

Dr. Suryana

Prof. Suryana (Promotor) Prof. Dr. Asmawi Zainul Prof. Dr. Rochiati Wiriaatmadja

Prof. Dr. Enok Maryani C. Pengalaman Penelitian dalam 5 Tahun Terakhir

(24)

19

No Tahun Judul Penelitian Pendanaan

Sumber Jumlah (Rp) 1 2012 Integrasi Pendidikan Keuangan Bank Indonesia 25.000.000 2 2013 Pembelajaran Integratif di SMA STKIP Pasundan 4.000.000 3 2014 Monitoring Edukasi Keuangan di SD

dan SMP Kota Medan dan Semarang

Bank Indonesia 25.000.000 4 2015 Model Pembelajaran untuk

Meningkatkan Keterampilan Sosial

STKIP Pasundan 5.000.000 5 2016 Model Pembelajaran Pembelajaran

Superflex untuk Mengeksplorasi Kemampuan Kognisi Sosial

DIKTI 50.000.000

6 2016 Fenomenologi Fraud Dalam kajian Holistik (sebagai anggota)

DIKTI 100.000.000

7 2017 Model Pembelajaran Pembelajaran Superflex untuk Mengeksplorasi Kemampuan Kognisi Sosial

DRPM Kemristekdikti

70.000.000

8 2017 Fenomenologi Fraud Dalam kajian Holistik (sebagai anggota)

DRPM Kemristekdikti

100.000.000

D. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat 5 Tahun Terakhir

No Tahun Judul Pengabdian Kepada Masyarakat

Pendanaan

Sumber Jumlah (Rp) 1 2012 Training for Trainers Integrasi

Pendidikan Keuangan dalam Mata Pelajaran IPS pada Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama

Bank Indonesia 15.000.000

2 2013 Workshop Guru IPS di Purwakarta STKIP Pasundan 8.500.000 3 2014 Workshop Penyusunan Rencana

Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Model Kurikulum 2013 untuk Guru Mata Pelajaran IPS Tingkat SMP/MTs di Kabupaten Purwakarta

STKIP Pasundan 6.500.000

E. Publikasi Artikel Ilmiah 5 Tahun terakhir

No Judul Artikel Ilmiah Nama Jurnal Volume/Nomor/Tahun 1 Dampak Penerapan Beban Kerja

24 Jam bagi Guru Profesional (Menelaah Dokumen SKB 5 Menteri mengenai Penataan dan Pemerataan Guru IPS)

Jurnal Socius Nomor 6, Juli-Desember 2012. ISSN 2086-0633

2 Nilai-Nilai dalam Pendidikan Karakter Bangsa yang

Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945

E-Journal Widya Non Eksakta

Volume 1 Nomor 1 Juli-Desember 2013.halaman 7-14. ISSN 2337-9480

3 Strategi Pembelajaran Aktif di Sekolah Dasar

Majalah Ilmiah Widya

Majalah Ilmiah. Tahun 29 Nomor 319.

April 2012. ISSN 0215-2800 4 Model Pembelajaran Kognitif

Sosial di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)Model

Pembelajaran Kognitif Sosial Di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional:

Pendidikan Vokasi

Volume 1, No.1. Desember 2015, ISSN 2502-1605

http://journal.unj.ac.id/jurnalunj/?page=v iew&id=77

(25)

20

No Judul Artikel Ilmiah Nama Jurnal Volume/Nomor/Tahun 4 Superflex Learning Model to

Improve Social Skills

Sampurasun e- Journal

Vol 02, No. 01. June 2016

ISSN: 2460-5743 (e-ISSN) and 2460- 5735

http://journal.unpas.ac.id/index.php/samp urasun/article/view/116

5 Penyusunan Model Pembelajaran Superflex® untuk

Mengekplorasi Kemampuan Kognisi Sosial

Jurnal Nasional Terakreditasi

Cakrawala Pendidikan

In Review 19 September 2017 ISSN 0216-1370 (printed) and ISSN 2442-8620 (online)

https://journal.uny.ac.id/index.php/cp/aut hor/submissionReview/15838

6 Superflex: Innovative Learning to Develop Social Attitude Competencies

International Journal of Elementary Education (IJEE)

In Review 9 Oktober 2017

ISSN: 2549 - 6050 (Online) ISSN : 2579-7158 (Print)

https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/

IJEE/author/submissionReview/11999

F. Pemakalah Seminar 5 Tahun Terakhir

No Nama Pertemuan

Ilmiah/Seminar Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat 1 The International

Seminar on Social Movement in The Historical Perspective

Gerakan Guru Pendidikan IPS dalam Meningkatkan Keterampilan Pemikiran Kritis Peserta Didik. ISBN 978-979- 18490-1-2.

Bandung, 16 Februari 2012

2 Seminar Nasional Inovasi Pembelajaran Sebagai Upaya Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran IPS

Inovasi Pembelajaran IPS untuk Generasi Z. ISBN 978-979-17115-5-5

Bandung, 12 Juni 2012

3 Seminar Nasional Pendidikan Sejarah Tema

“Menyongsong

Kurikulum Sejarah 2013

Pembelajaran Integratif di SMA:

Sebuah Alternatif

Jakarta, 17 s.d 19 Mei 2013

4 The APNME 8th Annual Conference

Student Disciplines, Practice Through Example: a Case Study from West Java

Yogyakarta, 26-30 Juni 2013 5 Seminar Internasional

Bahasa dan Sastra 2014

“Bahasa, Sastra dan Nasionalisme”. Kantor Bahasa Provinsi NTB.

Upaya Memunculkan Semangat Nasionalisme melalui Gerakan Rebo Nyunda dan Kamis Inggris di Kota Bandung Jawa Barat

Mataram, 22 s.d. 23 September 2014

6 IPGM Tung Onn Malaysia

Profesi Guru dan Permasalahan dalam Menyusun Karya Tulis Ilmiah

Batu Pahat, 5 April 2015 7 International Seminar for

Development of Various Study di Universitas Guangdhong,

Guangzhou, Tiongkok

Superflex Learning Model to Improve Social Skill

Guangzhou, 30 April 2015

8 2nd UNJ International Conference on Technical and Vocational

Education

“TVET in The Changing World of Work” and Traning 2015 Universitas

Model of Learning Social Cognitive in Vocational School

Jakarta, 27 Oktober 2015

(26)

21

No Nama Pertemuan

Ilmiah/Seminar Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat Negeri Jakarta

9 Seminar Nasional dan Kongres HISPISI

“Penguatan Jatidiri Bangsa untuk

Memperkokoh Integrasi Nasional”

Implementasi Pemahaman Bela Negara bagi Mahasiswa dalam Memperkuat Jati Diri Bangsa

Jakarta, 27-28 Mei 2016

10 Konferensi Internasional ICERE 2016 tema

“Assesment for Improving Students’

Performance”

Performace Assessment in Model of Learning Superflex

Yogyakarta, 29 s.d 31 Mei 2016

11 Seminar Antar Bangsa ASBAM Ke-5

Peranan Saung Angklung Udjo sebagai Pelestari Budaya Sunda dalam

Meningkatkan Keterampilan Sosial Anak

Makasar, 26-27 Juli 2016

12 Seminar Nasional Tahunan FIS UNIMED

Pembelajaran superflex®:

Sebuah pembelajaran inovatif dalam membangun kompetensi sikap sosial siswa

Medan, 17 Mei 2017

13 Seminar Nasional Kopertis Wilayah IV Jabar Banten

Aktualisasi Model Pembelajaran Superflex dalam Meningkatkan Keterampilan Sosial di Perguruan Tinggi

Bandung, 17 Oktober 2017

14 The 2nd International Conference on Teacher Education and

Professional

Development (InCoTepd) 2017

Model of Superflex Learning: Limited Trial

Yogyakarta, 21-22 Oktober 2017

G. Karya Buku dalam 5 Tahun Terakhir

No Judul Buku Tahun Jumlah Halaman Penerbit

1. Pengembangan Profesi Pendidikan IPS

2014 277 Alfabeta

2. Praktek Akuntansi Biaya (Bahan Ajar)

2017 117 FKIP UNPAS

H. Perolehan HKI dalam 5 Tahun Terakhir

No Judul/Tema HKI Tahun Jenis Nomor P/D

1 Pengembangan Profesi Pendidikan IPS.

2014 Buku 073370

I. Pengalaman Merumuskan Kebijakan Publik/Rekayasa Sosial Lainnya dalam 5 Tahun Terakhir No Judul/Tema/Jenis Rekayasa

Sosial Lainnya

Tahun Tempat Penerapan Respon Masyarakat 1 Model Integrasi Pendidikan

Keuangan di Pendidikan Dasar

2012 6 Ibu Kota Provinsi di Indonesia

Baik

(27)

22

J. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir (dari Pemerintah, asosiasi atau institusi lain)

No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Penugasan Penelitian Strategi Nasional Institusi.

Cimahi, 5 Desember 2017 Pengusul,

Dr. Huriah Rachmah, M.Pd NIDN 0416087303

Anggota Tim Pengusul 1

A. Identitas Diri

1. Nama Lengkap : Dr. Rudy Gunawan, M.Pd 2. Jenis Kelamin : Laki-laki

3. Jabatan Fungsional : Lektor Kepala (TMT 1-08-2011, Kum 739) 4. Jabatan Struktural : Ketua Prodi Magister Pendidikan IPS

5. NIP : 196807062005011001

6. NIDN : 0006076801

7. Tempat Tanggal Lahir : Bekasi, 6 Juli 1968

8. Email : [email protected]

9. Telepon/HP : 08161905447

10. Alamat Kantor : Jl. Tanah Merdeka, Kp. Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur 11. Nomor Telepon : 0218400341

12. Mata Kuliah yang Diampu : a. Sejarah Asia Tenggara b. Pendidikan Ilmu Sosial c. Metodologi Penelitian d. Ilmu Sosial Budaya Dasar e. Pendidikan IPS di SD f. Metode Penelitian Sejarah g. Hakekat Pendidikan IPS (S2) i. Manajemen Pendidikan IPS (S2) B. Riwayat Pendidikan

S1 S2 S3

Nama Perguruan Tinggi IKIP Muhammadiyah Jakarta

Universitas Sebelas Maret (UNS)

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bidang Ilmu Pendidikan Sejarah Pendidikan Sejarah Pendidikan IPS

Tahun Masuk-Lulus 1988-1992 1994-1997 2000-2008

Judul Skripsi/Tesis/

Disertasi

Pengaruh Kepemimpinan Sekarmaji Maridjan

Kontribusi Nilai-nilai Kepahlawanan dan Lingkungan Keluarga

Pengaruh Pendidikan Sejarah dan Lingkungan Keluarga terhadap Sikap

(28)

23

S1 S2 S3

Kartosoewiryo dengan Gagalnya Pemberontakan DI/TII

1949-1962 di Jawa Barat

pada Sikap Nasionalisme Siswa SMA se-Kabupaten

Bekasi

Nasionalisme (Penelitian pada Mahasiswa Program

Studi Pendidikan Sejarah UHAMKA Nama Pembimbing Drs. H. Basri Siregar,

M.Pd.

Drs. H. Maas DP, M.Pd

Prof. Dr. H. Soenarwan Prof.Dr. Rochiati Wiriaatmadja, M.A.

Prof. Dr. Helius Sjamsudin Prof. Drs. Kosasih Djahiri

C. Pengalaman Penelitian

No Tahun Judul Penelitian Pendanaan

Sumber Jumlah (Rp) 1. 2010 Profil Pembelajaran IPS di SD, SMP, dan

SMK berstandar Nasional di wilayah Jakarta Timur

Lemlitbang UHAMKA

7.000.000

2. 2012 Pengaruh Pendidikan Sejarah terhadap Sikap Nasionalisme pada Peserta Didik Program Studi Sejarah UHAMKA

Lemlitbang UHAMKA

7.000.000

3. 2014 Budaya Kearifan Lokal dalam Tata Kelola dan Pengembangan Lingkungan Kota (Studi Kasus Kelompok Tani Sangga Buana, Karang Tengah Lebak Bulus)

DIKTI 65.000.000

4. 2016 Model Pembelajaran Superflex® untuk Mengeksplorasi Kemampuan Kognisi Sosial (Studi pada Siswa di Sekolah Dasar Inklusi Kota Cimahi Jawa Barat)

DIKTI 50.000.000

5 2017 Model Pembelajaran Superflex® untuk Mengeksplorasi Kemampuan Kognisi Sosial (Studi pada Siswa di Sekolah Dasar Inklusi Kota Cimahi Jawa Barat) - Anggota

DRPM Kemenristekdikti

70.000.000

D. Pengalaman Pengabdian kepada Masyarakat

No Tahun Judul Pengabdian Kepada Masyarakat Pendanaan

Sumber Jumlah (Rp) 1. 2008 Fasilitator Pelatihan Penulisan Proposal

Pengabdian pada Masyarakat

Lembaga Pengabdian dan

Pemberdayaa Masyarakat UHAMKA

12.500.000

2. 2009 Pelatihan Kemampuan Menulis Karya Tulis Ilmiah bagi Guru-guru di Kota Depok

Lembaga Pengabdian dan

Pemberdayaan Masyarakat UHAMKA

7.500.000

3. 2011 Instruktur Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru

UHAMKA 7.500.000

E. Publikasi Artikel Ilmiah 5 Tahun Terakhir

No Judul Artikel Ilmiah Nama Jurnal Volume/Nomor/Tahun 1. The Role of The Family in

Strengthening Nationalism

Historia UPI Bandung

Vol. X. N0.2. (December 2009). ISSN.

2086-3276. Terakreditasi: SK.

Referensi

Dokumen terkait

Adapun yang menjadi tujuan peran serta masyarakat di lingkungan pendidikan adalah agar lingkungan sekolah atau kampus bersih dari narkoba/bebas narkoba.. Skematisasi kerangka

Pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk mengurangi risiko terjadinya kanker serviks yaitu berperan

Oleh karena itu dibuatlah inovasi desain batik yang dirancang supaya pembatik tidak perlu melakukan gerakan mengambil malam, harapannya setelah penelitian ini

Hal tersebut didorong oleh terbitnya dua buah buku pada tahun 1860 yakni buku Max Havelaar tulisan Edward Douwes Dekker dengan nama samarannya Multatuli, dan buku

Ia tidak menyangka, bahwa Mahisa Agni mampu menghindar dan untuk kemudian menghindari pula ayunan senjatanya yang nggegirisi itu, sehingga dengan demikian usahanya untuk

Meskipun ia tidak tahu, apakah yang menyebabkan Akuwu menjadi seolah-seolah ketakutan, tetapi dengan demikian maka Ken Dedes masih saja menganggap bahwa Akuwu itu berbuat

Tumbuhan obat adalah semua jenis tumbuhan yang dapat digunakan sebagaian ramuan obat, baik secara tunggal maupun campuran yang dianggap dan dipercaya dapat menyembuhkan

Analisis deskriptif variable lingkungan kerja berdasarkan pada delapan pertanyaan yang dapat digunakan untuk mengukur seberapa berpengaruhnya variabel lingkungan kerja, Dari