• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prosiding Pertemuan dan Presentasi I/miah P3TM-BATAN, Yogyakarta 14-15Ju/i 1999 Buku II

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Prosiding Pertemuan dan Presentasi I/miah P3TM-BATAN, Yogyakarta 14-15Ju/i 1999 Buku II"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Prosiding Pertemuan dan Presentasi I/miah

P3TM-BATAN, Yogyakarta 14-15Ju/i 1999 Buku II 191

s

PERBANDINGA]~ JALUR PEMBUATAN BAHAN BAKAR KERNEL UO2 MELALUI PROSES REKA Y ASA SENDIRI DAN PROSES KEMA

Sukarsono, Wardaya, Bangun Wasito, lndra Suryawan P3TM-Batan. Jl. Babarsari Kotak Pas 1008. Yogyakarta 55010

ABSTRAK

PERBANDINGAN JALUR PEMBUA TAN BAHAN BAKAR KERNEL UOz MELALUI PROSES REKA VASA SENDIRI DAN PROSES KEMA. Telah dilakukan studi perbandingan jalur pembuatan bahan bakar kernel UO2 melalui proses Nukem dan proses Kema. Mengacu pada pustaka tentang berbagai proses yang pemah diteliti dan dikembangkan, telah disusun suatu rangkaian proses (blok diagram) yang lebih sedemana dan hemal bahan yang memungkinkan untuk dikembangkan guna membuat bahan bakar kernel UO2 .Untuk menguji beberapa tahapan proses yang t4~lah disusun, maka dilakukan penelitian ini. Telah diperoleh kondisi optimum dati beberapa langkah prosesnya. Hasil tersebut dicoba dan dibandingkan dengan hasil yang telah diperols'h dati proses yang lain,yaitu proses KEMA. Dati hasil-hasil yang telah diperoleh menunjukkan bahwa jalur proses yang disusun dapat menghasilkan bahan bakar kernel UO2 dengan cukup meyakinkan. Hasil optimum yang diperoleh adalah menggunakan uranil nitrat 200 -250 ~r/l, dan penambahan PVA sebanyak 80 gl/. Lan/tan kemudian diaging selama 5 hati, kemudian digelasi menggunakan amoniak 5 M. Gel yang terbentuk dicuci dan direndam 6 jam menggunakan amoniak encer 5 %, dan diketingkan pada 80 DC, selanjutnya dikalsinasi pada 275 °c dan selanjutnya direduksi pada suhu 90o"C.

ABSTRACT

COMPARISON STUDY ON PREPARATION OF UOl MICROSPHERES USING PROPOSED PROCESS AND KEMA ',S PROSESS. A comparison study on preparation of UO2 microspheres using proposed method and KEMA's process for High Temperature Reactor (HTR) fuel was done. Based on some methods for preparation of UO2 microspheres that have been applied in the laboratory and in the pilot scale, an altemative of more simple process flow sheet was prepared. In order to exi~mine some steps of processes in the flow sheet, some experimental works were carried out The optimum conditions of the processes have been obtained. The experimental optimum conditions, were compare to the result of KEMA processes. From the experimental results show that the prepared process route can be proceeded to prepare UO2 microspheres with sufficiently confidence. The optimum experiment results were uranyl nitrate used was 200-250 gII, with 80 g// addition. Solution then was gelled using column contain 5 M ammonia. Gel formed was washed by dilute ammonia (5%), dried at 800C and calsined at 275 DC. Microspheres then was reduced using H2 gas at 90ifc.

PENDAHULUAN

larutan sol rase air menggunakan medium rase organik atau sebaliknya.(1,2,j';4,5,6).

Proses sol-gel yang pernah diteliti menggunakan prinsip yang berbeda-beda.

Laboratorium ORNL memakai larutan sol rase air yang mengandung uranium (IV) yang diteteskan ke dalam kolom yang berisi rase organik 2 etil hexanol, sehingga terjadi proses extraksi air dan larutan sol berubah menjadi padatan gel(I); Proses yang dilakukan di Lab. KEMA Belanda dan KF A Jerman larutan uranil nitrat distabilkan dengan urea dan diberi hexametilen tetramin (HMTA) sebagai donor amoniak (1,2), Larutan tersebut diteteskan kedalam kolom minyak parafm panas sehingga terjadi reaksi B ahan bakar kernel UOz sc~bagai bahan bakar

Reaktor Temperatur Tinggi dapat dibuat dengan berbagai jalur proses yang pada umumnya melewati proses sol-gel clan modifIkasinya. Bentuk bola yang dimiliki oleh kernel UOz dibentuk saat perubahan rase sol menjadi rase gel. Untuk mencapai maksud tersebut ada banyak kemungkirlan pelaksanaannya.

Proses-proses tersebut didasarkan pada pembentukan tetes larutan sol y.mg tidak bercarnpur dengan rase medium, clan pacta saat yang sarna larutan sol diubah menjadi gel. Sebagai contoh

ISSN 0216-3128

Sukarsono, dkk TeknoloQi Proses

(2)

Prosiding Perlemuan den Presentasi IImiah P3TM-BATAN, Yogyakarla 14-15Juli 1999

192 Buku II

TATA KERJA

Bahan yang digunakan

Larutan manit nitrat ( 200 gil uranium), Polivinilalkohol (PV A); Larutan Amoniak

peruraian HMTA yang men~~asilkan amoniak dan selanjutnya terjadi reaksi pen!~endapan uranium oleh amoniak sehingga tetes larut~n berubah menjadi butir gel. Proses yang dilakukan di Lab. NUKEM Jerman larutan uranil nitrat dicampur bahan aditif, emulgator dan parafm .Ketiganya diaduk sampai terbentuk emulsi yang tidak larut dalam rase air.

Emu)si tersebut diteteskan k,edalam kolom larutan amoniak sehingga terjadi re~tksi pengendapan dan tetes emulsi berubah menjadi butir gel (3); Proses yang dilakukan di Jepang larutan sol uranium digelembungkan kedalam kolom CC4 yang mengandung amoniak. I~eaksi pengendapan berlangsung dan gelembung larutan sol berubah menjadi butir gel (6). Masih banyak proses-proses lain untuk membuat kernel yang tidak penulis sebutkan. Dalam pelaksana~mnya masing-masing proses mempunyai banyak talhapan-tahapan proses disamping variabel proses dan operasi yang berpengaruh terhadap keberhasilan pembentukan butir maupun stabilitas butir.

Berdasarkan hasil k~uian dan pengalaman laboratorium, kini sedang dilakukan upaya untuk mendapatkan jalur proses y~mg diharapkan lebih hemat terhadap jenis clan jumlah bahan yang dipakai, maupun lebih pendek tahapan prosesnya.

Blok diagram proses' yang direncanakan adalah sebagai berikut.

Alat yang digunakan

Pemanas daD Pengaduk magnet, Gelas beker daD alat-alat gelas yang lain, Kolom gelasi daD alat penetes

Lar.ur~H

Cara kerja

a. Membuat larutan umpan, yaitu : menambahkan PV A ke dalam 1 liter larutan uranil nitrat sambil diaduk dan dipanaskan sekitar 60 °C sampai larut, jumlah PV A dan kadar U divariasi.

b. Melakukan aging (membiarkan) terhadap larutan umpan sesuai dengan variasi waktu aging.

c. Meneteskan larutan umpan ke dalam kolom larutan amoniak sesuai dengan variasi yang diharapkan sehingga diperoleh butir -butir gel.

d. Mencuci butiran gel sesuai dengan variasi yang dilakukan

e. Mengeringkan butiran gel pacta suhu 80 °c.

f. Melakukan uji kalsinasi pacta suhu 275 °c selama 3 jam dilanjutkan sampai 850 °C.

g. Dilakukan pengamatan hasil proses untuk mengevaluasi dan menentukan variabel proses yang baik.

HASIL DAN PEMBAHASAN.

Bahan bakar R1T yang berupa kernel UO2 dapat dibuat melalui berbagai rangkaian proses.

Dari pengkajian berbagai proses pembuatan bahan bakar kernel UO2 disusun diagram alir alternatif yang lebih efisien untuk proses tersebut (Gambar 1) dan dilanjutkan dengan penelitian untuk pengujian proses yang direncanakan tersebut. Variabel- variabel yang telah diteliti adalah pengaruh jumlah Gambar 1. B/ok diagram proSE~ pembuatan

ISSN 0216-3128 Teknologi Proses Sukarsono, dkk

(3)

Prosiding Perlemuan dan Presentasi /lmiah

P3TM-BATAN, Yogyakarla 14 -1S,,'uli 1999 Buku 1/ 193

Pacta penelitian pengaruh waktu aging, waktu aging larutan umpan (Iarutan UN -PYA) divariasi 0; I; 2; 3; 4; 5 dan 6 hari. Masing-masing larutan diproses seperti diatas dan dilanjutkan dengan pengeringan pacta suhu 100 °c. Hasil pengamatan terlihat pacta Tabel3.

Tabel3. Pengaruh aging terhadap Sifat butir gel (medium gelasi larutan amoniak 5 N)

Sifat gel Stabilitas gel terbentuk pada

L~rendaman

Stabilitas gel pada

~nQerinqan erosi kuninQ Pecah

~

~retak retak utuh utuh

,~aktul No aging,

r hari I

1-=1,iTc

i rapuh, kuning rapuh, kuningI

~enya!, oranye I kenyal, oran~

I

kenyal. oranv~

PV A, konsentrasi larutan ur;~nil nitrat (UN), lama waktu aging, konsentrasi larutan amoniak, konsentrasi bahan pencuci clan waktu perendaman.

Selanjutnya dilakukan uji kalsinasi pada suhu 275

°C selama 3 jam clan kalsinasi lebih lanjut pada suhu 850 °C selama 2 jam.

Pada penelitian pengaruh jumlah PV A, dipilih larutan uranil nitrat dengan kadar 200 g/l uranium dengan variasi PYA 20; 40; 60; 80; 100 gram. Masing-masing ditambahkan ke dalam satu liter larutan uranil nitrat dan diaduk pacta suhu 60 °C hingga larut. Larutan yarlg diperoleh (tanpa dilakukan aging) diteteskan kl: dalam kolom larutan amoniak 5 N. Gel yang diperoleh dicuci dengan larutan amoniak 2,5 %. Hasil penelitian dapat dilihat pacta Tabel 1.

Tabell. Pengaruh Jumlah PV A terhadap keberhasilan pembentukan butir gel

I stabil,oranyeI stabil, oranye stabil. oranye []:= I~ I. kenyal oranv~

ll' ~ I kenyal, orany~

Stabilitas butir gel saat dicuci

I

Keberhasilan pemben-tukan butir ael

Pada Tabel 3 tampak bahwa waktu aging sangat berpengaruh terhadap sifat dan stabilitas butir gel yang dihasilkan. Waktu aging yang diperlukan untuk menghasilkan butir yang stabil sampai pada proses pengeringan adalah lima hari. Waktu aging diperlukan untuk membentuk larutan umpan homogen, karena serbuk Polivinilalkohol (PV A) sulit larut (terhidrolisa) dalam jumlah 80 gram dalam satu liter larutan uranil nitrat. Pelarutan PV A yang belum sempuma mengakibatkan butir gel mudah pecah pada saat pencucian/perendaman karena butir gel menyerap air yang mengakibatkan timbulnya tekanan dalam butir. Untuk penelitian selanjutnya dipilih lama waktu aging minimal 5 hari karena gel tidak pecah sampai pada proses pengeringan.

Pada penelitian pengaruh variabel konsentrasi larutan amoniak dilakukan variasi konsentrasi 1; 3; 5; 7 dan 9 M. Umpan yang telah dilakukan aging selama 5 hari diproses seperti di atas. Hasil pengamatan seperti terlihat pada Tabel 4.

Tabel4. pengaruh larutan amoniak terhadap sifat

gel -

Stabilit~s Qel Dada

~

Lar.

No NH3, N

1 1

Sifat gel terbentuk tidak terbentuk butir kunino. raDuh

IDeffindamanl.penqennQan '-PYA

No , 11

i 1 20 ITidak terbentuk bUtlr geT - 2 40 Iterbentuk butir gel, rapuh Butir pecah I 3 60 terbentuk butir gel, bagus Butir pecah

4 80 terbentuk butir gel, bagus Butir tidak pecah 5 100 terbentuk butir el, berekor Butir tidak pecah Pada pemakaian PV A 20 gil tidak terbentuk butir gel karena rase umPan masih mudah bercampur dengan rase medium akibatnya tidak terjadi tetes butir. Pada pemakalian PV A 40 gil, butir gel masih rapuh dan mudah pecah pada proses pencucian. Pada pemakaian PV A 60 gil, butir gel tampak bagus tetapi masih pe(;ah saat dicuci. Pada pemakaian PV A 80 gil, butir gel bagus dan stabil pada proses pencucian. Pada pemakaian PV A 100 gil, larutan umPan terlalu keJlltal sehingga waktu diteteskan tetes tampak berekor, demikian juga butir gel yang terbentuk. Untuk p,~nelitian selanjutnya dipilih pemakaian PV A 80 gil.

Pada penelitian pengaruh konsentrasi uranium, kadar uranium divariasi 100; ISO; 200;

250; 300 dan 350 g/l, ditamba11 80 gram PV A dan diproses seperti diatas. Hasil pengamatan dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Pengaruh konsentrasi uranium terhadap keberhasilan pembentukan butir gel dan stabilitas gel saat dicuci

12:1 3 Erosi, hancur

Stabil I

Stabil

stabil stabil Stabilitas Butir gel

saat dicuci

I

Kadar U-

Jar. UN, g/l 100

I oranye, keny~r I g~~~~~: ~~~~~! I

I 5 I 9" i oranye, kenyal Stabil stabil Konsentrasi amoniak berpengaruh terhadap stabilitas butir gel. Pada konsentrasi amoniak 1 N, tidak terbentuk butir gel karena reaksinya lambat, akibatnya tetes umpan tidak segera membentuk padatan/gel dan masih berupa cairan pada saat mencapai dasar kolom. Pada konsentrasi amoniak 3 N, butir yang terjadi rapuh karena reaksi yang No Keberhasilan pemt.en-

tukan butir gel - Ti~k~rbentuk gel

!

1 I

m

--1- 150 Tidak terbentUk gL

T erbentuk butir el, tlaQus , Butir pecah I Terbentuk butir gel, t~1 Bulirlidak cecah I

Terbentuk butir gel, tidak bulat

j 6-l 350 I Terbentuk butir gel, rapuh I butir pecah I

ISSN 0216-3128 Teknologi Proses

Sukarsono, dkk

(4)

Prosiding Pertemuan dan Presentasi ttmiah P3TM-BA TAN, Yogyakarta 14 -15 Juti 1999

194 Buku II

selama 3 jam, daD direduksi pada suhu 900°C selama 4 jam sehingga diperoleh basil gel berupa butir VO2 diameter sekitar 1 rom.

Kalau dibandingkan antara kedua cara seperti terlihat pada tabel 6, maka sampai tahap kalsinasi maka basil yang diperoleh lebih baik pada proses rekayasa sendiri menggunakan PV A, Alasan untuk mengambil kesimpulan adalah basil butiran VO2 tidak banyak yang rusak, dan dengan kisaran perubahan variabel yang cukup besar, basil butir tetap utuh, tidak retak.

Tabel6. Perbandingan basil penelitian proses dengan PV A daD proses KEMA.

terjadi belum sempurna" Sedangkan pacta konsentrasi 5; 7 dan 9 N terbj~ntuk butir yang stabil.

Hasil yang dipilih untuk penelitian selanjutnya adalah konsentrasi amoniak 5 N.

Pada penelitian pengaruh bahan pencuci digunakan larutan amoniak dengan variasi kadar 0;

1; 2; 3; 4 dan 5 % .Butir gel yang diperoleh dari proses di atas dicuci dan direndam sampai 6 jam dengan bahan pencuci yanl~ berbeda. Kemudian dikeringkan pada suhu 80 O(; dan dikalsinasi pacta suhu 275 °C selama 3 jam. fI[asil pengamatan dapat dilihat pacta Tabel 5.

Tabel5. Pengaruh bahan pencuci dan waktu perendaman terhadap stabilitas gel basil

cucian Proses KEMA

Perlu suhu <100C pada bahan I sulit,

perlu urn a ang a proses iebuhbesar

Proses baru Tidak perlu suhu dingin Perendaman, Qam), ,jikeringkan pada 80 °C

dan dikalsinasi pada 275 OC Pencuci,

% NH40H Pembuatan sol hanya perlu 1

macam bahan(~VA) 1

2 3 4 5 6 I 18 i

0

l~I~I~ltlajkl~rba[klbaik

I Pembentukan gel mudah

J~-,~i!

)!>aik-l-tlaikl~I~I~ikl

2 3 4 5

J_~~I~I~~I~I_ba!k

I baik I Proses gelasi pada suhu kamar

I baik .I baik I baik I t'aik I baik I baik I ~!_J

umlah langkah proses lebih kecil

~Ibaik-l baik I tlaik I baik I baik I baik I

1~1~lbaIk-11;aikTbalk

I baik I baik I

Dari perbandingan kedua basil, berdasar pertimbangan butiran U3Og yang dibuat, untuk sementara proses menggunakan PV A lebih menguntungkan. Perbandingan yang sesungguhnya juga semestinga setelah dilakukan uji metalurgi

seperti pengujian mikrostruktur.

KESIMPULAN

Dari penelitian variabel ini, semua gel tetap baik terhadap perlakuan penc:ucian dan tidak pecah pacta kalsinasi suhu 275 DC, namun terjadi sedikit perubahan bentuk dari benttlk bola menjadi agak pipih, Hal ini terjadi karena pacta saat dipanasi disamping terjadi penyusutan volume akibat terjadi dekomposisi juga mengalami tahapan gel menjadi lunak. Akibatnya butir gel yang posisinya diam bentuknya berubah karena ad;mya gaya berat. Untuk menghindari masalah tersebut dapat diupayakan pencarian suhu atau cara p'~manasan yang tepat, menggunakan tungku putar atau dengan sistem fluidisasi. Pacta Uji coba kalsinasi lanjutan pacta suhu 850 DC butir tidak pecah..

Hasil penelitian dlengan menggunakan diagram alir seperti pacta gambar I, diatas, dapat dibandingkan dengan basil penelitian dengan menggunkan proses KEM!\ (6). Dengan proses KEMA, larutan yang digunakan adalah 500 gUn, dengan menggunakan aditif berupa urea dengan perbandingan

Menurut penelitian yang terdahulu(7), dalam proses KEMA kondisi operasi yang paling baik adalah sbb: larutan unarlil nitrat digunakan konsentrasi 350-500 g/J. yang kemudian ditambahkan urea dengan perbandingan urea/U = 2, kemudian didinginkan sampa,i suhu dibawah 10DC.

Larutan uranil nitrat kemudiatl ditambahkan HMT A dengan perbandingan HMT11.fU= 2,3 dan digelasi dalam kolom berisi parafm pacta suhu 60DC. Gel yang terbentuk kemudian clicuci dengan larutan amrnoniak 2,5 %, dikering~~an pacta suhu 100DC

Telah disusun diagram alir alternatif untuk proses pembuatan bahan bakar kernel UO2 untuk bahan bakar R TT dan dilakukan penelitian untuk menguji keberhasilan serta untuk mendapatkan kondisi proses yang baik pacta jalur proses yang disusun tersebut.

Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa untuk membuat gel yang baik dengan diagram alir yang disusun diperlukan umpan yang dibuat dari satu liter larutan uranil nitrat kadar U 200 g/l, ditambah PV A 80 g, dipanaskan 60 °C dan diaduk sampai larut serta dilakukan aging selama 5 hari. Pembentukan gel dilakukan dengan meneteskan umpan ke dalam kolom larutan amoniak 5 N. Pencucian gel dilakukan dengan menggunakan air atau larutan amoniak sampai 5 %. Psoses ini mempunyai banyak keuntungan dibandingkan dengan proses KEMA.

Pacta uji kalsinasi, gel dikeringkan dulri pacta suhu 80 °c. Kalsinasi dibuat bertahap pacta

suhu 275 °c selama 3 jam dan dilanjutkan pacta suhu 850 °c selama 2 jam, dihasilkan kernel

Sukarsono, dkk Teknologi Proses

ISSN 0216-3128

(5)

Buku II 195

berwarna hitam yang tidak pecah namun bentuknya berubah menjadi agak pipih.

Dari hasil-hasil yang diperoleh diatas jalur proses yang direncanakan tersebut memberikan harapan yang sangat baik untuk diteliti daD dikembangkan lebih lanjut untuk proses pembuatan bahan bakar kernel UO2 untuk R'n".

DAFTAR PUSTAE:A

Gambar 3. Blok diagram NUKEM

emulsifikasi proses

1. NICKEL, "Entwicklung yon besichteten Brenstoffieilchen ", KFA Bericht, JUL 687-RW (Augus 1970)

2. FORTHMAN, A., NOUMIDIS, H. NICKEL,

"Untersuchung zur He~stelung kugelfonniger Brenstoffteilchen nacb Einem Sol-Gel Verfahren", KFA Berichr JUL-583 (Marz 1968) 3. GUNTER, G. K., "StanIS of Qualification of

High Temperature Reactor Fuel Elemen Spheres". Nuclear Tecrulology, Vol 69, Apr 1985

4. RINGEL H.D., "Washing of Gel Particle in Wet Chemical Manufacture of Reactor Fuel Particle", Kernforschungsanlage Joelich G.m.b.H,

Gennany 1980.

5. TURNER C. W., "Cololld Chemistry and Its Aplication to the Production of Recycled Fuel by Sol-Gel Process". AECL-S:062, Ontario, 1986 6. YAMAGASI, S. and TAKASHI, Y. "

Preparation of ThO2 Sol Suitable for Gellation into Microspheres In CCIL~ -Ammonia Media".

Journal of Nuclear Science and Technology, Vol. 22 No. 11, pp. 915-916

7. ESTER WIJA Y ANTI, Pembuatan Bahan Bakar Kernel UO2 menurut Proses Kema", Fak. T.

Nuklir UGM, Yogyakarta, 1990.

LAMPIRAN

ISSN 0216-3128 Teknologi Proses

Sukarsono, dkk

(6)

Prosiding Pertemuan dan Presentasi I'miah P3TM-BATAN, Yogyakarta 14-15Juli 1999

196

Buku II

Pemb entukanbuti rge.!,parafin 95 .G

Bangun Wasito

~ Dalarn penelitian ini tidak rnernakai r.J35 diperkaya.

~ Secara proses sarna, karena sifat-sifat fisis r.J35 dan r.J38 sarna. Bedanya hanya pada neutronisnya.

Endang S.:

~ Mohon dijelaskan mekanisme reaksi pada kondisi yang dipilih sehingga kondisi tersebut maksimum (baik).

Bangun Wasito

~ Secara detail rnekanisrne reaksinya belurn diternukan. Narnun dengan rnengacu pustaka yang rnirip dengan in; dapat karn; tuliskan sbb.:

H

C c -

H I 0

C -C

I I U02

UOz(No,p 2HNo,

OH 0

C H

c

TANYA JAWAB

Sugondo

~ Apakah fungsi daripada penambahan PV A pada proses gel?

Bangun Wasito

-.c>- Fungsi PVA sebagai agen pembentukan gel agar terjadi suatu jaringan polimer

"crosslink ".

M. Setyadji

>- Mohon penjelasan makna bahan bakar kernel VOl yang dihasiIkan cukup meyakinkan.

Apakah ada data analisis pendukung baik makro maupun mikro strukturnya, sehingga hasilnya lebih kuantitatir?

Bangun Wasito

-.c>- Pada saat ini belum, tetapi dalam penelitian lanjutan tahun anggaran 1999/2000 pertanyaan anda dimasukkan dalam

rencana.

Damunir

>- Vntuk membuat gel UOl dengan PV A diperlukan zat aditif (amoniak). Tetapi pada percobaan Bapak hanya menggunakan PV A saja. Diperoleh gel yang baik pada 200 sid 80 g/l PV A pada suhu 60 °C. Bagaimana kualitas gel VOl -PV A tanpa ditambah aditif dengan yang ditambah aditif?

Sigit

~ Apa yang dimaksud dengan rekayasa sendiri?

Apa metoda Nukem, atau yang ditemukan oleh Almarhum Jr. Wardaya?

~ Basil yang diperoleh ap;:lkah yang rekayasa sendiri?

Bangun Wasito

-<>- Metode ini tidak semuanya merupakan rekayasa sendiri, tetap'i sebagian mengacu pada proses yang telah ado dalam literatur.

Namun demikian, dart pengalaman menunjukkan bahwa sebagian besar yang ada do/am literatur tidak dimasukkan, sebagai contoh masalah aging setelah pencampuran dengan PV A.

-<>- Proses yang paling de~;at dengan proses ini adalah proses Nukem, sehingga proses ini bisajuga disebut modifi'kasi Nukem.

Imam Dahroni

~ Berapa tingkat pengayaarl uranium VZ35 dari cuplikan yang bapak gunakan?

~ Apakah perlakuan proses pembuatan gel VOz terse but masih sarna apabil;l kadar VZ35-nya :!: 20

% bahkan lebih.

Sukarsono, dkk Teknologi Proses

ISSN 0216-3128

(7)

"

Prosiding Pertemuan dan Presentasi Ilmiah

P3TM-BATAN, Yogyakarta 14-15.Ju/i 1999 Buku II 197

uraian tidak dibahas proses kema, sedangkan dalam kesimpulan ada perbandingan proses denganjalur rekayasa sendiri. Mohon dijelaskan.

R. Sukarsono

-<}. Proses kema yang dimaksud sudah dipublikasikan tersendiri, sehingga dalam makalah ini disebut hasilnya saja.

Bangun Wasito

-<>- Dalam percobaan ini ammoniak sebagai donar NH) berasa! dari media yang digunakan yaitu narutan ammonia. Pada kondisi yang dipilih b;utir gel yang diperoleh mempunyai sifat fisik yang baik (butirnya, kekerasannya, dsb.).

Abdul Latif

» Dari dengan judul rekayasa berbunyi sendu'i. Perbandingan Kemudian Jalur dalam

ISSN 0216-3128 Teknologi Proses

Sukarsono, dkk

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan :disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara ekspansi thoraks dan indeks massa tubuh dengan VO 2 max pada lanjut usia (lansia).. Kata kunci : ekspansi

Untuk mewujudkan pelaksanaan pengembangan dan peningkatan kapasitas (capacity building) di bidang keciptakaryaan perlu disiapkan sumber daya manusia (SDM) dari

Member control and insurance Real Network event Number of user Ready made communication tools COTS function function Mobile phone, Circular, News board and so on 1 out

Total Yeast, pH, Cita rasa Asam dan Cita rasa Alkohol pada Es Krim dengan Penambahan Starter Saccharomyces cerevisiae pada Lama Pemeraman yang Berbeda, penelitian yang

Penghasilan perseroan turun menjadi US$201,2 juta dari penghasilan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$206,69 juta.. Pabrik biosimilar milik Kalbe Farma

Imam Thabari mengatakan dalam menafsirkan ayat ini bahwa maksud ayat tersebut adalah, “Zakatkanlah sebagian yang baik yang kalian peroleh dengan usaha kalian, baik

layak pakai telah tersedia di lokasi pekerjaan panas. d) Berdasarkan hasil gas test dan kesiapan mitigasi risiko Pemberi Ijin menentukan apakah pekerjaan panas aman

~ Integrated fine mesh water filter ~ Garden hose adapter A3/4” ~ High-pressure hose 6 m ~ Detergent suction hose with filter ~ Trigger gun with Quick Connect ~ Vario-power spray