Universitas Kristen Petra 28
III. METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Penelitian deskriptif yang dilakukan ini merupakan penelitian yang menggunakan metode pendekatan kuantitatif. “Penelitian deskriptif bertujuan untuk menggambarkan karakteristik individu, situasi, atau kelompok tertentu”
(Ruslan, 2003, p.12). Dalam penelitian kuantitatif, pengumpulan data dilakukan dengan metode survei. Survei dilakukan dengan cara terjun langsung ke lapangan dan memberikan kuesioner kepada masyarakat yang dijadikan sebagai responden dalam penelitian. Proses ini melibatkan kegiatan menentukan jenis informasi yang akan diperlukan, cara-cara mengumpulkan informasi tersebut, menyeleksi dan menganalisa informasi yang ada, kemudian mengkomunikasikannya dengan pihak-pihak yang relevan untuk hasil yang ditemukan dari hasil survei ini. Metode ini cocok digunakan untuk populasi yang luas dengan variabel yang terbatas, sehingga hasil riset dapat dianggap sebagai gambaran dari seluruh populasi (Sugiyono, 2005). Dalam penelitian ini akan menggambarkan segmentasi, targeting, dan positioning Nexian Tap.
3.2 Definisi Operasional Variabel
Beberapa konsep yang dipakai dalam penelitian dan perlu untuk didefinisikan agar tidak terjadi kesalahan pemahaman adalah:
1. Segmentasi pasar a. Demografis
1) Usia 15 – 30 tahun 2) Jenis kelamin 3) SES: C – D
C1(Rp 1.000.001 - Rp 1.500.000), C2 (Rp 700.001 - Rp 1.000.000), dan D (Rp 500.001 – Rp 700.000)
4) Pekerjaan
5) Tingkat pendidikan
Universitas Kristen Petra 29
b. Psikografi - Kepribadian - Gaya hidup c. Perilaku
- Manfaat
- Tingkat pengunaan - Status Loyalitas 2. Targeting
Targeting adalah proses membuat target market (pasar sasaran), yaitu satu atau beberapa segmen pasar yang akan menjadi fokus kegiatan-kegiatan pemasaran (Kasali, 2005, p.371). targeting dapat di operasionalkan sebagai berikut:
a. Pria atau wanita yang selalu mengikuti perkembangan teknologi dan suka dengan gadget yang murah
b. Menjadikan handphone tidak hanya sebagai alat komunikasi biasa tetapi juga merupakan sarana hiburan
3. Positioning
Positioning adalah tindakan merancang penawaran dan citra perusahaan sehingga menempati suatu posisi kompetitif yang berarti dan berbeda dalam benak pelanggan sasaran (Kotler, 1997, p.262).
Berikut ini adalah positioning handphone Nexian Tap sebagai berukit:
a. Berdasarkan use/applications positioning:
b. Berdasarkan attribute positioning:
c. Berdasarkan competitor positioning:
3.3 Populasi dan Sampel
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapakan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2003, p.71). Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah konsumen yang memakai handphone Nexian Tap baik laki-laki maupun perempuan berusia 15 – 29 tahun yang tinggal dan menetap di Surabaya, oleh karena itu populasi ini merupakan populasi tak
Universitas Kristen Petra 30
terbatas karena tidak dapat diketahui secara pasti jumlah sebenarnya dari konsumen yang menggunakan ponsel para pengguna Nexian Tap.
Sampel adalah sebuah kelompok anggota yang menjadi bagian dari populasi sehingga juga memiliki karakteristik populasi (Churcill & Brown, p.400). Menurut Malhotra (2003, p.87) sampel adalah subkelompok elemen populasi yang terpilih untuk berpartisipasi dalam studi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling (bagian dari non-probability sampling), dimana pemilihan sekelompok subyek didasarkan atas ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut erat dengan ciri-ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya.
Pertimbangan yang dipakai untuk memilih responden adalah:
a. Pria dan wanita yang berusia 15 – 30 tahun
b. Memiliki dan menggunakan handphone Nexian Tap c. SES C –D
Dalam riset ini, jumlah sampel ditetapkan sebanyak 100 sampel. Peneliti memutuskan untuk mengambil sampel menurut Sarwono & Martadiredja (2008), jika populasi besar maka jumlah sampel dapat dicari dengan menggunakan rumus Cochran (1963), yaitu:
n0 = Z1/2α2pq- (3.1) e2
dimana:
n0 = ukuran sampel
Z1/2α2 = nilai koefisien standar dari Z1/2α2, yang dilihat dari tabel distribusi normal standar
e = nilai error
p = proporsi yang diestimasi suatu atribut yang ada dalam suatu poulasi q = 1 – p, jika p tidak diketahui maka p x q diambil dari 0.5 x 0.5 = 0.25
(karena akan diperoleh hasil penelitian p dan q yang terbesar).
Pada penelitian ini tingkat kepercayaan ditentukan sebesar 95% dan nilai error sebesar ± 10%. Maka berdasarkan rumus diatas:
Universitas Kristen Petra 31
Berdasarkan perhitungan, maka jumlah sampel minimal yang diperlukan adalah 94,04. Pada penelitian ini, sampel dibulatkan menjadi 100.
3.4 Teknik Pengumpulan Data 1. Studi Pustaka
Studi pustaka yaitu suatu metode pengumpulan data yang diperoleh dari buku-buku dan literatur-literatur lain yang berhubungan dengan materi penelitian. Studi kepustakaan yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penggunaan data sebagai teori dasar yang diperoleh serta dipelajari dalam kepustakaan tentang masalah perilaku dan psikografis konsumen.
2. Kuesioner
Dalam suatu penelitian ilmiah, metode pengumpulan data dimaksudkan untuk memperoleh bahan-bahan yang relevan, akurat dan terpercaya. Untuk memperoleh data primer yang diperlukan, teknik yang digunakan adalah pengisian kuesioner. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara menyusun pertanyaan- pertanyaan yang sifatnya tertutup dengan jawaban yang telah disediakan dan harus diisi responden penelitian dengan cara memilih salah satu alternatif jawaban yang tersedia.
Dalam penelitian ini, jawaban yang diberikan responden kemudian diberikan skor dengan skala tertentu. Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menunjang panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan mengahasilkan data kuantitatif (Sugiyono, 1999).
Pernyataan-pernyatan dalam kuesioner dibuat dengan menggunakan skala 1-5 untuk mendapatkan data yang bersifat interval.
Universitas Kristen Petra 32
Contoh untuk kategori pernyataan dengan jawaban sangat tidak setuju/sangat setuju:
Angka-angka di atas adalah bobot atau skor pada masing-masing skala yang telah ditentukan dimana mewakili pernyataan sangat tidak setuju sampai sangat setuju. Prosedur yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dengan melakukan beberapa tahap, yaitu:
1. Mencari responden. Responden yang dimaksud adalah pria atau wanita berusia 15-30 tahun dan tinggal di Surabaya yang memiliki HP Nexian Tap.
2. Meminta kesediaan responden untuk mengisi kuesioner dan memberikan penjelasan tentang cara mengisi kuesioner.
3. Responden mengisi kuesioner yang dibagikan.
4. Mengumpulkan kuesioner yang telah diisi oleh responden kemudian diseleksi sesuai dengan karakteristik populasi dan akhirnya kuesioner diolah dan dianalisa untuk kepentingan penelitian ini.
Kuesioner disebar sebanyak 100 kuesioner. Kuesioner yang disebar terdiri dari tiga bagian besar. Bagian pertama berisi profil responden, bagian kedua berisi segmentasi perilaku (manfaat, tingkat penggunaan dan status loyalitas), segmentasi psikografi (gaya hidup dan kepribadian), dan bagian ketiga berisi tentang pertanyaan wawancara untuk menetukan tergeting.
3.5 Sumber Data
Penelitian ini menggunakan sumber data sebagai berikut:
1. Data primer adalah data yang dikumpulkan dari tangan pertama dan dioleh oleh organisasi atau perorangan (data utama). Sumber data primer berasal dari masyarakat secara langsung melalui kuesioner, wawancara, observasi,
1 2 3 4 5
Sangat Tidak
Setuju Sangat Setuju
Universitas Kristen Petra 33
atau pengamatan lapangan (Malhotra, 2003, p.112). Data primer yang dipakai oleh penulis adalah data kuantitatif, dimana data tersebut diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada responden sebanyak 100 kuesioner.
Data ini digunakan untuk melihat dan menganalisa perilaku dan psikografis konsumen akan HP Nexian Tap.
2. Menurut Malhotra (2003, p.37, n.en), data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber data yang tidak diperoleh secara langsung oleh penulis. Data sekunder yang dikumpulkan penulis pada penelitian ini adalah data eksternal, dimana data diperoleh dari artikel, internet, dan buku yang mendukung penelitian ini.
3.6 Teknik Analisis Data 3.6.1 Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur kevalidan suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid apabila pertanyaan atau pernyataan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Dalam penelitian ini pengukuran validitas dilakukan dengan menggunakan bantuan software SPSS memalui pengujian tingkat signifikan atas hasil korelasi setiap item kuesioner dengan nilai total item kuesioner yang digunakan. Langkah dalam menguji validitas butir pertanyaan pada kuesioner yaitu mencari r hitung (angka korelasi Pearson) dengan rumus sebagai berikut:
(3.2)
Dimana:
r = Pearson Product Moment Correlation n = jumlah sampel (penelitian responden) X = skor tiap item
Y = skor total (Umar, 2002, p.105)
Universitas Kristen Petra 34
Dengan ketentuan bahwa sebuah item kuesioner dinyatakan valid jika nilai r memiliki tingkat signifikasi kurang dari 5% (o.o5).
3.6.2 Uji Reliabilitas Kuesioner
Reliabilitas adalah istilah yang digunakan untuk mengukur sejauh mana suatu hasil pengukuran relatif konsisten dan dapat dipercaya. Ada tiga macam teknik dalam pengukuran reliabilitas yaitu teknik pengukuran ulang, konsistensi internal dan teknik paralel. (Simamora 2004, p.72) Pada penelitian ini digunakan teknik pengukuran reliabilitas koefisien alpha. Nilai rxx ' berkisar antara 0,00 dan 1,00 semakin besar nilai r, maka semakin tinggi reliabilitas suatu alat ukur.
Menurut Kuntjoro, apabila nilai r = 0,8, maka suatu alat ukur sudah dapat dikatakan reliabel (2003, p.154).
3.6.3 Analisa Cluster
Analisa Cluster adalah teknik untuk mengklasifikasikan objek atau kasus ke grup yang relatif homogenous, yang disebut cluster. Objek dalam satu cluster cenderung serupa satu sama lain, dan berbeda dengan objek pada cluster lain.
Tujuan utama analisa cluster adalah untuk menggolongkan individu atau objek yang berhubungan secara mutually exclusive ke dalam jumlah yang lebih kecil.
Fokusnya adalah untuk menentukan bagaimana objek atau individu seharusnya digolongkan untuk memastikan adanya kemiripan anggota dalam satu kelompok dan adanya perbedaan antar kelompok. Sebuah cluster harus memiliki homogenetis internal yang tinggi dan heterogenitas eksternal yang tinggi.
Analisis cluster digunakan untuk memudahkan segmentasi pasar dengan cara mengidentifikasi subjek atau individu yang memiliki kesamaan kebutuhan, gaya hidup, atau respon terhadap strategi pemasaran (Koncoro, 2003, p.242).
dalam penelitian ini analisis cluster digunakan untuk mengetahui gambaran profil dari segmen-segmen konsumen Nexian Tap yang terbentuk berdasarkan karakteristik gaya hidup, manfaat, kepribadian, manfaat yang diperoleh dan tingkat penggunaan handphone.
Menurut Malhotra (1996), tahapan dalam melakukan analisa cluster adalah sebagai berikut:
35
Universitas Kristen Petra 1. Merumuskan permasalahan/struktur data dengan cara meletakkan variabel-
variabel yamg menjadi dasar pengelompokkan konsumen dalam sebuah cluster tertentu.
2. Menetukan ukuran kesamaan dengan jarak euclidian.
3. Menentukan prosedur cluster. Prosedur cluster ada 2 jenis, yaitu hierarchical dan nonhierarchical digunakan saat peneliti dapat memastikan berapa persisnya jumlah cluster yang ingin dibentuk. Pada penelitian ini, akan digunakan prosedur nonhierarchical (K-Means cluster).
4. Menetukan jumlah cluster.
5. Intrepretasi dan pembuatan profil setiap cluster.
3.6.4 Wawancara
Menurut Nasution (2003, p.129 – 130), data dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi ini nantinya akan diolah dengan cara mengikuti langkah-langkah berikut, yakni:
1. Reduksi Data. Data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi akan disingkat, direduksi, disusun lebih sistematis.
Ditonjolkan pokok-pokok yang penting dan diberi susunan yang lebih sistematis sehingga lebih mudah diolah. Cara ini memberikan gambaran yang lebih tajam tentang hasil pengamatan dan mempermudah peneliti untuk mencari kembali data yang diperoleh bila diperlukan.
2. Display Data. Data yang bertumpuk-tumpuk sulit dilihat hubungannya untuk mengambil kesimpulan yang tepat, untuk itu agar dapat melihat gambaran keseluruhannya maka penulis membuat matriks atau tabel untuk display data.
3. Interpretasi Data. Interpretasi data merupakan upaya untuk memperoleh arti dan makna yang lebih mendalam dan luas terhadap hasil penelitian yang sedang dilakukan. Dengan cara meninjau hasil
36
Universitas Kristen Petra penelitian secara kritis dengan teori yang relevan dan informasi yang akurat yang diperoleh dari lapangan.
4. Analisa Data. Analisa ini digunakan untuk menyajikan data kualitatif dalam bentuk narasi dan dilakukan setelah mengklarifikasi dan menginterpretasi data.