• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB V HASIL PENELITIAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

29 BAB V

HASIL PENELITIAN

5.1 Pemeriksaan Kualitatif Bahan Penelitian

Hasil pemeriksaan kualitatif bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstrak daun kumis kucing, dan bahan pembawa tablet laktosa, mg stearate, dan primogel ditunjukkan pada tabel V1-V5.

5.1.1 Pemeriksaan Kualitatif Ekstrak Daun Kemuning

Hasil pemeriksaan kualitatif ekstrak daun kemuning dapat dilihat pada tabel V.1 dan lampiran 7.

Tabel V 1. Hasil Pemeriksaan Kualitatif Ekstrak Daun Kemuning

Pemeriksaan Pengamatan Pustaka

Organoleptis Bentuk Warna Bau Rasa

Organoleptis Kental dan lengket Hijau kehitaman Aromatik Pedas dan pahit

Organoleptis

Belum tercantum dipustaka Belum tercantum dipustaka Khas aromatik

Sedikit pedas, pahit dan kelat

Uji KLT Timbul adanya warna

hijau kuning pada Plat KLT yang menghasilkan nilai Rf 0,68

Noda warna hijau kuning dari senyawa tanin dengan Rf 0,62*

Uji Reaksi Warna Penambahan FeCl₃ menjadikan perubahan warna hijau kehitaman

Adanya penambahan FeCl₃ menghasilkan warna hijau kehitaman  menunjukaan ekstrak positif

mengandung tanin

*)Kusumo et al., 2017

Hasil pemeriksaan kualitatif ekstrak daun kemuning (tabel V.1) dengan uji KLT menunjukkan adanya noda berwarna hijau kuning dengan nilai Rf 0,68 yang sesuai dengan pustaka. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak daun kemuning mengandung senyawa tanin. Dilanjutkan dengan pemeriksaan uji reaksi warna, sehingga didapat hasil berwarna hijau kehitaman yang menunjukkan adanya senyawa golongan tanin, hasil tersebut sesuai dengan pustaka yang menunjukkan bahwa hasil uji warna positif mengandung tanin dengan terbentuknya warna hijau kehitaman pada larutan uji.

(2)

5.2 Pemeriksaan Kualitatif Bahan Pembawa

Pemeriksaan kualitatif bahan pembawa bertujuan untuk memastikan bahwa bahan pembawa pada penelitian ini berupa daun kemuning adalah benar.

Pemeriksaan ini dilakukan dengan analisis gugus fungsi spekra inframerah dari senyawa laktosa, primogel, dan mg stearate dengan uji reaksi warna.

5.2.1 Pemeriksaan Kualitatif Laktosa

Hasil pemeriksaan kualitatif laktosa dengan analisis gugus fungsi dapat dilihat pada tabel V.2 dan spektra inframerah dapat dilihat pada lampiran 7.

Tabel V 2. Hasil Pemeriksaan Kualitatif Laktosa

Pemeriksaan Pengamatan Pu

Organoleptis Bentuk Warna

Bau Rasa

Organoleptis Serbuk hablur Serbuk warna putih Tidak berbau Sedikit manis

Organoleptis *) Serbuk Hablur Serbuk warna putih Tidak berbau Sedikit manis Spektrum Inframerah

Gusus:

Bilangan Gelombang (cm-1)

Bilangan Gelombang (cm-1) **)

O-H 3516,23 3521,5

C-H 3284,77 3380,7

C-H 2895,15 2899,9

C-O 947,05 987,6

*) Depkes RI, 2014, **) Raunt M. D., et al., 2011

Hasil pemeriksaan gugus fungsi dengan menggunakan spektrofotometri infra merah (tabel V.2) menunjukkan bahwa bahan yang diteliti yaitu laktosa sesuai dengan pustaka.

5.2.2 Pemeriksaan Kualitatif Primogel

Hasil pemeriksaan kualitatif primogel dengan analisis gugus fungsi dapat dilihat pada tabel V.3 dan spektrum inframerah dapat dilihat pada lampiran 7.

(3)

Tabel V 3. Hasil Pemeriksaan Kualitatif Primogel

Pemeriksaan Pengamatan Pustaka

Organoleptis Bentuk Warna Rasa Bau

Organoleptis Serbuk halus Putih kekuningan Tidak berbau Tidak berasa

Oranoleptis *) Serbuk halus Putih kekuningan Tidak berbau Tidak berasa Spectrum Inframerah

Gugus:

Bilangan Gelombang (cm-1)

Bilangan Gelombang (cm-1) **)

O-H 3041,74 2900

C-H 1002,98 1000

C-O 1325,10 1334,74

*) Rowe R.C. et al, 2009, **) Chaund, M.V, et al., 2013

Hasil pemeriksaan gugus fungsi dengan menggunakan spektrofotometri infra merah (tabel V.3) menunjukkan bahwa bahan yang diteliti yaitu primogel sesuai dengan pustaka.

5.2.3 Pemeriksaan Kualitatif Mg Stearat

Hasil pemeriksaan kualitatif Mg Stearat dengan analisis gugus fungsi dapat dilihat pada tabel VII dan spectrum inframerah dapat dilihat pada lampiran 7.

Tabel V 4. Hasil Pemeriksaan Kualitatif Mg Stearat

Pemeriksaan Pengamatan Pustaka

Organoleptis Organoleptis Organoleptis *)

Bentuk Serbuk sangat halus Serbuk

Warna Putih Putih

Bau Berbau asam Berbau samar asam

Rasa Khas Khas

Spectrum Inframerah Gugus:

Bilangan gelombang (cm-1)

Bilangan gelombang (cm-1) **)

-CH2 2854,65 2849

2906,73 2916

-C=O 1591,27 1579

*) Rowe et al., 2009 **) Hattori et al., 2017

Hasil pemeriksaan gugus fungsi dengan menggunakan spektrofotometri infra merah (tabel V.4) menunjukkan bahwa bahan yang diteliti yaitu mg stearat sesuai dengan pustaka.

(4)

5.3 Pemeriksaan Mutu Fisik Granul

Sebelum granul dicetak menjadi tablet, dilakukan pemeriksaan mutu fisik granul meliputi: kecepatan alir dan sudut diam, kandungan lengas, kadar fines, kompresibilitas dan kompaktibilitas (1 ton dan 2 ton). Hasil pemeriksaan mutu fisik granul dapat dilihat pada tabel V.5. Hasil pemeriksaan keseluruhan dapat dilihat pada lampiran 10.

Tabel V 5.Hasil Pmeriksaan Mutu Fisik Granul

Pemeriksaan G1 G2 G3 G4

Kecepatan alir (g/dt)a 9,50±0,37 9,41±0,11 9,27±0,02 9,09±0,01 Sudut diam (α)a 27,40±0,81 26,52±0,43 26,30±0,39 26,20±0,17 Kandungan lengas (%)a 1,40±0,04 1,47±0,03 1,28±0,12 1,26±0,31 Kadar fines (%)c 5,44±0,19 6,77±0,86 7,31±0,74 6,85±1,14 Kompresibilitas (%) 7,98±1,57 5,33±0,51 4,83±0,76 2,16±0,28 Kompaktibilitas 1 ton (kg)b 6,45±0,10 5,85±0,24 4,60±0,41 4,30±0,27 Kompaktibilitas 2 ton (kg)b 7,50±0,30 7,10±0,11 6,85±0,37 6,27±0,39 a) data rata-rata 3 kali pengukuran, b) 5 kali pengukuran, c) 2 bets pengukuran

Keterangan:

G1 : Granul ekstrak daun kemuning tanpa primogel G2 : Granul ekstrak daun kemuning dengan primogel 1 % G3 : Granul ekstrak daun kemuning dengan primogel 3 % G4 : Granul ekstrak daun kemuning dengan primogel 5%

Pada hasil evaluasi granul yang dilakukan (tabel V.5) dari formula G1, untuk kandungan lengas, dan kadar fines sudah memasuki persyaratan. Pada formula G2, G3, dan G4 hasil evaluasi dikatakan baik karena seluruhnya memasuki persyaratan. Granul secara umum cukup baik untuk dilanjutkan ke proses tabletasi.

Uji kompaktibilitas dilakukan dengan tekanan yang berbeda yaitu 1 ton dan 2 ton, sehingga didapatkan hasil yang berbeda pada kekerasannya. Kompaktibilitas tablet ekstrak daun kemuning dengan tekanan 1 ton dan 2 ton pada formula G1, G2, G3, dan G4 memenuhi persyaratan kekerasan tablet. Untuk mengetahui adanya perbedaan tekanan terhadap kompaktibilitas granul dapat dilihat pada Gambar 5.1 lampiran 10

(5)

Gambar 5 1.Histogram Pengaruh Tekanan Terhadap Kompaktibilitas Tablet Dari hasil pemeriksaan kompaktibilitas (Gambar 5.1) dapat diketahui dengan adanya perbedaan tekanan memberikan pengaruh terhadap kekerasan tablet.

Dikarenakan, semakin tinggi tekanan yang diberikan, kekerasan tablet semakin meningkat.

Hasil uji kompaktibilitas dengan tekanan 1 ton telah menghasilkan tablet dengan kekerasan yang baik. Selanjutnya, dipilih tekanan 1 ton untuk pengembangan formula tablet ekstrak daun kemuning.

5.4 Pemeriksaan Mutu Fisik Tablet Ekstrak Daun Kemuning

Untuk mengetahui pengaruh kadar primogel terhadap mutu fisik tablet ekstrak daun kemuning yang akan dilakukan beberapa uji meliputi: pemeriksaan kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur. Hasil dapat dilihat pada tabel V.6 dan lampiran 11.

Tabel V 6. Hasil Pemeriksaan Mutu Fisik Tablet Ekstrak Daun Kemuning

Pemeriksaan F1 F2 F3 F4

Kekerasan (kg)a 6,20±0,26 5,80 ± 0,25 5,20 ± 0,25 4,72 ± 0,25 Kerapuhan (%)b 0,48±0,01 0,54 ± 0,02 0,64 ± 0,02 0,71 ±0,02 Waktu Hancur (mnt)b 16,00±0,61 11,19±0,16 7,70±0,19 4,30±0,16 a) data rata-rata 10 kali pengukuran, b) data rata-rata 3 kali pengukuran

0,10

0,24

0,41

0,27

0,47 0,11 0,26

0,39

0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 7,00 8,00 9,00

F1 F2 F3 F4

Kompaktibiltas

Formula

1 Ton 2 Ton

(6)

Keterangan:

F1 : Formula tablet ekstrak daun kemuning tanpa primogel F2 : Formula tablet ekstrak daun kemuning dengan primogel 1%

F3 : Formula tablet ekstrak daun kemuning dengan primogel 3%

F4 : Formula tablet ekstrak daun kemuning dengan primogel 5%

Hasil mutu fisik tablet (Tabel V.6) menunjukkan bahwa perbedaan kadar primogel memberikan pengaruh terhadap kekerasan, kerapuhan, dan waktu hancur tablet setiap formula. Perbedaan yang didapatkan dikarenakan adanya penambahan bahan penghancur pada setiap formula yang berbeda-beda. Semakin meningkat kadar primogel yang digunakan akan menurunkan kekerasan tablet, meningkatkan kerapuhan, serta waktu hancur tablet yang semakin cepat.

5.5.1 Analisis Mutu Fisik Tablet

Berdasarkan mutu fisik tablet dibuat hubungan histogram dari pengaruh kadar dan uji statistika dari mutu fisik tablet meliputi kekerasan, kerapuhan, dan waktu hancur.

5.5.1.1 Analisis Kekerasan Tablet

Pengaruh kadar bahan penghancur primogel terhadap kekerasan tablet dapat dilihat pada gambar 5.2

Gambar 5 2.Histogram Pengaruh Kadar Primogel Terhadap Kekerasan Tablet Ekstrak Daun Kemuning

0,26 0,25

0,25

0,25

0 1 2 3 4 5 6 7

F1 F2 F3 F4

Kekerasan (kg)

Formula

(7)

Pada histogram kekerasan tablet (gambar 5.2) menunjukkan bahwa peningkatan kadar primogel 1%, 3%, dan 5% memberikan kekerasan tablet yang menurun. Formula dengan bahan pengikat telah memenuhi persyaratan kekerasan tablet 4-8kg.

Hasil analisis statistika kekerasan tablet dapat dilihat pada tabel V.6 dan V.7 Tabel V 7.Hasil Analisis Statistik Kekerasan Tablet Ekstrak Daun Kemuning

Formula Kekerasan

F Hitung F Tabel Rata-rata ± SD (Kg) P

F1 F2 F3 F4

6,20±0,26 5,80±0,25 5,20±0,25 4,72±0,25

0.000 0.000 0.000 0,000

49,000 0,8038

Hasil analisis statistik (tabel V.7) menunjukan bahwa harga F hitung (49,000) lebih besar dibandingkan F tabel (0,8038) sehingga dapat dikatakan bahwa antar formula dengan derajat kepercayaan 95% (α=0,05) menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna. Selain itu, untuk hasil uji Tukey HSD kekerasan tablet dapat dilihat pada tabel V.10.

Tabel V 8.Hasil Uji Tukey HSD Kekerasan Tablet Ekstrak Daun Kemuning

F1 F2 F3 F4

F1 - + + +

F2 + - + +

F3 + + - +

F4 + + + -

Keterangan:

( + ) : Ada perbedaan yang bermakna ( - ) : Tidak ada perbedaan yang bermakna

Dari uji Tukey HSD terhadap kekerasan tablet menunjukkan bahwa masing- masing formula antara F1, F2, F3 dan F4 adanya perbedaan yang bermakna.

5.5.1.2. Analisis Kerapuhan Tablet

Pengaruh kadar bahan penghancur primogel terhadap kerapuhan tablet ektrak daun kemuning dapat dilihat pada gambar 5.3.

(8)

Gambar 5 3. Histogram Pengaruh Kadar Primogel Terhadap Kerapuhan Tablet Ekstrak Daun Kemuning

Pada histogram kerapuhan tablet (gambar 5.3) menunjukkan bahwa peningkatan kadar primogel 1%, 3%, dan 5% berpengaruh terhadap peningkatan kerapuhan tablet ekstrak daun kemuning. Formula dengan bahan penghancur telah memenuhi persyaratan.

Hasil analisis statistika Kerapuhan tablet dapat dilihat pada tabel V.9 dan V. 10

Tabel V 9.Hasil Analisis Statistik Kerapuhan Tablet Ekstrak Daun Kemuning

Formula Kerapuhan

F Hitung F Tabel Rata-rata ± SD (%) P

F1 F2 F3 F4

0,48±0,01 0,54±0,02 0,64±0,02 0,71±0,02

0,109 0,109 0,001 0,000

23,139 4,06

Hasil analisis statistik (tabel V.9) menunjukkan bahwa harga F hitung (23,139) lebih besar dibandingkan F tabel (4,06) sehingga dapat dikatakan bahwa antar formula dengan derajat kepercayaan 95% (α=0,05) menunjukkan adanya perbedaan bermakna. Selain itu, untuk hasil uji Tukey HSD kerapuhan tablet ekstrak daun kemuning dapat dilihat pada tabel V.12.

0,01

0,02

0,02

0,02

0 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7 0,8

F1 F2 F3 F4

Kerapuhan (%)

Formula

(9)

Tabel V 10.Hasil Uji Tukey HSD Kerapuhan Tablet Ekstrak Daun Kemuning

F1 F2 F3 F4

F1 - - + +

F2 + - + +

F3 + + - -

F4 + + - -

Keterangan

( + ) : Ada perbedaan yang bermakna ( - ) : Tidak ada perbedaan yang bermakna

Dari hasil uji Tukey HSD terhadap kerapuhan tablet (tabel V.10) menunjukkan bahwa formula F1:F2, F1:F3, F1:F4, F2:F3, dan F2:F4 memiliki perbedaan yang bermakna. Sedangkan pada formula F3:F4 tidak ada perbedaan yang bermakna.

5.5.1.3 Analisis Waktu Hancur Tablet

Pengaruh kadar bahan penghancur primogel terhadap waktu hancur tablet ektrak daun kemuning dapat dilihat pada gambar 5.4.

Gambar 5 4. Histogram Pengaruh Kadar Primogel Terhadap Waktu Hancur Tablet Ekstrak Daun Kemuning

Pada histogram waktu hancur tablet, (gambar 5.4) menunjukkan bahwa peningkatan kadar primogel 1%, 3%, dan 5% dapat meningkatkan waktu hancur tablet.

0,61

0,16

0,19

0,16

0 2 4 6 8 10 12 14 16 18

F1 F2 F3 F4

Waktu Hancur (menit)

Formula

(10)

Hasil analisis statistika waktu hancur tablet ekstrak daun kemuning dapat dilihat pada tabel V.11 dan V.12

Tabel V 11.Hasil Analisis statistik Waktu Hancur Tablet Ekstrak Daun Kemuning

Formula

Waktu Hancur

F Hitung F Tabel Rata-rata ± SD (menit) P

F1 F2 F3 F4

16,00±0,61 11,19±0,16 7,70±0,19 4,30±0,16

0,000 0,000 0,000 0,000

1163,538 4,06

Hasil analisis statistika (tabel V.11) menunjukkan bahwa harga F hitung (1163,538) lebih besar dibandingkan F tabel (4,06) sehingga dapat dikatakan bahwa antar formula dengan derajat kepercayaan 95% (α=0,05) menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna. Selain itu, untuk hasil uji Tukey HSD waktu hancur dapat dilihat pada tabel V.12

Tabel V 12.Hasil Uji Tukey HSD Waktu Hancur Tablet Ekstrak Daun Kemuning

F1 F2 F3 F4

F1 - + + +

F2 + - + +

F3 + + - +

F4 + + + -

Keterangan:

( + ) : Ada perbedaan yang bermakna ( - ) : Tidak ada perbedaan yang bermakna

Hasil uji Tukey HSD terhadap waktu hancur tablet (tabel V.12) menunjukkan bahwa setiap formula antara F1, F2, F3, dan F4 memiliki perbedaan yang bermakna.

Gambar

Tabel V 1 .  Hasil Pemeriksaan Kualitatif  Ekstrak Daun Kemuning
Tabel V 2. Hasil Pemeriksaan Kualitatif  Laktosa
Tabel V 3.    Hasil Pemeriksaan Kualitatif Primogel
Tabel V 5. Hasil Pmeriksaan Mutu Fisik Granul
+7

Referensi

Dokumen terkait

3 Tahun 2004, laporan ini berfungsi untuk dua maksud utama, yaitu: (i) sebagai perwujudan nyata dari kerangka kerja antisipatif yang mendasarkan pada prakiraan ekonomi dan inflasi

Misalnya mesg Anda dalam posisi y maka user lain bisa menampilkan pesan di layar Anda dengan write atau talk... [root@localhost root]#mesg y atau

Melihat gejala dan fakta seperti itu, maka peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitian tentang model prediksi waktu optimal pada cabang olahraga renang

hubungan yang signifikan iklan rokok dengan perilaku merokok pada siswa. laki-laki Madrasah Aliyah Negeri 2 Boyolali dengan kategori

The data was collected by administering both objective multiple choice test (MC) and sentence transformation test were applied to measure the ability of students in using

Penulisan tugas akhir ini dilaksanakan dalam rangka memenuhi syarat untuk mencapai gelar Ahli Madya Keperawatan pada Program Keperawatan DIII Fakultas Ilmu Kesehatan

L Sinuar Yosephus, Etika Bisnis Pendekatan Filsafat Moral terhadap Perilaku Pebisnis Kontemporer , Pustaka Obor Indonesia, 2010, hlm.. entah bisnis atau bahkan organisasi

Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu pemilihan sampel dengan kriteria tertentu, sehingga didapat sampel dalam penelitian ini sebanyak 36