• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI SHALAT BERJAMAAH KELAS VII-5 SMPN 1 BANDAR SRIRIBHAWONO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI SHALAT BERJAMAAH KELAS VII-5 SMPN 1 BANDAR SRIRIBHAWONO"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

282

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA

MATERI SHALAT BERJAMAAH KELAS VII-5 SMPN 1 BANDAR SRIRIBHAWONO

Umi Khoiriyah

IAIN Palangka raya Pendidikan Profesi Guru Email : [email protected]

ABSTRAK

Umi khoiriyah, 2022, Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning SMPN 1 Bandar Sribhawono, Tahun Pelajaran 2022/2023.

Tujuan Penelitian ini adalah untuk Meningkatkan hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa kelas VII-5 Sribhawono kecamatan Bandar Sribhawono kabupaten lampung Timur tahun 2022 menggunakan Model Pembelajaran Problem based Learning (PBL), dengan jumlah 32 siswa. Waktu penelitian ini dilakukan melalui dua siklus, siklus I tanggal 22 Agustus – 10 September 2022, Siklus II Tanggal 12 – 27 September 2022. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Model Pembelajaran Problem based Learning (PBL) dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII-5 SMPN 1 Sribhawono Kecamatan Bandar Sribhawono Kabupaten Lampun Timur tahun 2022. Hal ini dapat dilihat dari Hasil belajar siswa siklus I terdapat 24 siswa yang telah tuntas belajar dan yang tidak tuntas sebanyak 8 siswa. Jika di presentasikan sebanyak 75% siswa yang tuntas. Pada siklus II, hasil ketuntasan belajar siswa secara individu maupun klasikal dapat dikatakan sangat baik.

Hal ini terjadi karena dari 32 siswa ada 27 siswa yang memenuhi kriteria ketuntasan belajar, sedangkan ada 5 siswa yang tidak tuntas. Pada siklus II ini diperoleh

(2)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

283

ketuntasan belajar siswa sebesar 84%. Hal tersebut telah melebihi kriteria ketuntasan klasikal kelas, yaitu sebesar 84%

Kata Kunci : : Hasil Belajar, Pendidikan Agama Islam, Model Pembelajaran Problem Based Learning

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Pendidikan sebagai suatu usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa agar menjadi manusia seutuhnya berjiwa Pancasila. Dalam Undang- Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan Nasional juga menyatakan sebagai berikut:

“Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab”

Disamping itu, pendidikan juga merupakan suatu sarana yang paling efektif dan efisien dalam meningkatkan sumber daya manusia untuk mencapai suatu dinamika yang diharapkan.

Proses pembelajaran memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan pendidikan. Siswa akan merasa benar benar merasakan makna belajar jika proses pembelajaran didesain dengan baik dan interaktif oleh guru. Dalam prakteknya banyak sekali pembelajaran yang masih menggunakan metode metode konvensional, seperti; ceramah dan lainnya. Hal ini kurang cocok diterapkan karena membuat siswa pasif, sedangkan seharusnya yang terjadi adalah proses pembelajaran yang menekankan keaktifan siswa didalamnya (Suhartina, 2021). Keaktifan siswa ini berbasis student centered learning akan membuat pebelajar memiliki kesempatan untuk menemukan dan membangun secara mandiri pengetahuannya dari pengalaman belajar yang dilaluinya (Yasin et al., 2020)

(3)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

284

Pembelajaran banyak menawarkan berbagai macam model pembelajaran yang dapat digunakan oleh para guru. Sehingga guru harus memahami konsep pembelajaran yang merujuk pada proses dan dapat tercapai tujuan dari pembelajaran tersebut. Guru harus kreatif dalam mengembangkan model pembelajaran tersendiri yang sesuai dengan kondisi nyata ditempat kerja masing-masing .

Pada dasarnya tidak ada model yang paling ideal. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri. Hal ini sangat bergantung pada strategi implementasi guru, ketersediaan fasilitas dan kondisi siswa. Proses belajar akan lebih efektif jika guru dapat mengkondisikan semua siswa terlibat aktif dan terjadi hubungan yang dinamis dan saling mendukung antar siswa satu dengan siswa yang lain

Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di kelas VII-5 SMPN 1 Bandar Sribhawono, terungkap masih banyak siswa yang kurang memperhatikan penjelasan guru ketika proses penjelasan. Siswa cenderung pasif ketika proses pembelajaran berlangsung, siswa mengantuk dan bosan saat guru menjelaskan materi, serta hasil penilaian harian masih banyak yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang diharapkan yaitu 72 keatas, 44% atau 14 Siswa hasil nilai harian masih dibawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebelum remedial dan 56% atau 18 siswa sudah mencapai ketuntasan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peserta didik membutuhkan inovasi model pembelajaran baru untuk merangsang daya tarik dan juga untuk meningkatkan hasil belajar Peserta Didik. Maka dari itu, peneliti ingin menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning untuk

meningkatkan hasil belajar siswa.

Berdasarkan hal tersebut, penulis tertarik untuk mengadakan suatu penelitian dengan judul “PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VII-5 SMP NEGERI 1 BANDAR SRIBHAWONO”

B. RUMUSAN MASALAH

Memperhatikan situasi diatas, kondisi yang ada saat ini adalah a. Peserta didik cenderung Pasif

(4)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

285

b. Belum ada kolaborasi antara guru dan peserta didik, dalam artian masih berpusat pada guru

c. Rendahnya Nilai harian peserta didik dalam mata pelajaran PAI Maka permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut:

1. Bagaimana penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VII-5 SMP Negeri 1 Bandar Sribhawono pada Pembelajaran PAI materi Shalat berjamaah?

2. Apakah penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VII-5 SMP Negeri 1 Bandar Sribhawono pada Pembelajaran PAI materi Shalat berjamaah?

C. TUJUAN PENELITIAN 1. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah:

a. Untuk mengetahui cara penerapan pembelajaran dengan model Problem Based Learning dalam mengukur hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).

b. Untuk mengetahui seberapa besar penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).

A. MANFAAT PENELITIAN

Dalam penelitian ini,dapat diperoleh beberapa manfaat yaitu :

a. Bagi peneliti: Untuk mengetahui seberapa besar keberhasilan guru dalam mengajarkan materi menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning.

b. Bagi peserta didik: Proses belajar mengajar dapat menjadi menarik dan menantang serta hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat meningkat.

c. Bagi lembaga: Meningkatkan mutu sekolah melalui peningkatan hasil belajar peserta didik pada materi pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).

(5)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

286

E. HIPOTESIS Berdasarkan dari uraian diatas maka penelitian ini direncanakan terbagi dalam 2 siklus, setiap siklus dilaksanakan mengikuti prosedur perencanaan (planning), tindakan (acting), pengama-tan (observing), refleksi (reflection).

Melalui kedua siklus tersebut dapat diamati peningkatan hasil belajar siswa.

Dengan demikian, dapat dirumuskan hipotesis tindakan sebagai berikut:

1. Dengan diterapkannya model pembelajaran Problem Based Learning dapat mengukur hasil belajar siswa kelas VII-5 dalam pembelajaran pendidikan agama islam di SMP Negeri 1 Bandar Sribhawono

2. Dengan diterapkannya model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII-5 dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Bandar Sribhawono

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Research Action). Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang memaparkan terjadinya sebab-akibat dari perlakuan, sekaligus memaparkan apa saja yang terjadi ketika perlakuan diberikan, dan memaparkan seluruh proses sejak awal pemberian perlakuan sampai dengan dampak dari

perlakuan tersebut. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah jenis penelitian yang memaparkan baik proses maupun hasil, yang melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di kelasnya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran (Arikunto & Dkk, 2021, pp. 1–2).

Penulis akan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan hasil belajar siswa kemudian melihat dampak dari penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) tersebut yang dapat dilihat dari siklus I hingga siklus II. Hasil dari penelitian ini dapat menjadi pertimbangan untuk melanjutkan atau mengganti model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

(6)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

287

(7)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

288 B. Pendekatan Penelitian

Menurut Hamid Darmadi, pendekatan penelitian merupakan metode atau cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan kegunaan tertentu.

Pendekatan penelitian yang digunakan oleh peneliti pada PTK ini adalah pendekatan kualitatif, sebab dengan pendekatan kualitatif peneliti dapat menguraikan data yang diperoleh.

C. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMPN I Kecamatan Bandar Sribhawono Kabupaten Lampung Timur Propinsi Lampung pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2022/2023. SMP Negeri 1Bandar Sribhawono adalah salah satu satuan pendidikan dengan jenjang smp di Sribhawono, Kec. Bandar Sribhawono, Kab. Lampung Timur, Lampung.

Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sribhawono Lampung Timur yang selanjutnya disebut SMP Negeri 1 Sribhawono beralamatkan di Jalan Raya Ir sutami Desa Sribhawono Kecamatan Bandar Sribhawono kabupaten Lampung Timur , Posisi SMP Negeri 1 Sribhawono ini sangat strategis karena berada di pinggir jalan raya , hal ini mempermudah jalur transportasi menuju lokasi sekolah. Sehingga siswa SMP Negeri 1 Sribhawono banyak juga yang berasal dari wilayah kecamatan-kecamatan di luar kecamatan Sribhawono, seperti kecamatan Mataram baru, kecamatan Pugung raharjo.

D. Subjek Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan sampel kelas VII-5 SMP Negeri 1 Sribhawono Kecamatan Bandar Sribhawono Kabupaten Lampung Timur Propinsi Lampung Tahun Pelajaran 2022/2023 yang berjumlah 32 siswa

E. Teknik Pengumpulan Data

Menurut Sugiyono (2017,194) cara atau teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan interview (wawancara), kuesioner (angket), observasi

(pengamatan), dan gabungan ketiganya.

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan beberapa cara sebagai berikut :

1. Observasi

(8)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

289

Jenis observasi dalam penelitian ini adalah observasi terstruktur, yaitu observasi yang pelaksanaannya telah dirancang secara sistematis dengan

menggunakan instrumen lembar observasi. Lembar observasi yang berisi catatan pengamatan pada saat pelaksanaan penelitian yang didapat selama kegiatan proses pembelajaran di kelas berlangsung. Kegiatan observasi juga dilaksanakan pada saat pelaksanaan diskusi untuk menilai hasil belajar siswa dalam bidang psikomotor.

2. Tes

Tes yang dilaksanakan pada penelitian ini adalah tes tulis dalam bentuk Post-test yang dilaksanakan pada akhir setiap siklus. Post-test dilaksanakan untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi dengan melihat hasil belajar siswa setelah menggunakan model Problem Based Learning (PBL).

3. Dokumentasi

Dokumentasi adalah data yang bersumber dari dokumen-dokumen yang terdapat pada saat pelaksanaan penelitian berlangsung. Data

dokumentasi pada penelitian ini berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaraan (RPP), hasil tes siswa, dan hasil observasi selama kegiatan penelitian

berlangsung.

4. Wawancara

Wawancara ini dilakukan oleh peneliti dengan kolabolator, yaitu teman sejawat guru bidang studi kelas VII-5 SMPN 1Sribhawono kecamatan Bandar Sribhawono Kabupaten Lampung Timur yang dilakukan pada akhir siklus.

5. Angket

Angket diberikan oleh peneliti kepada siswa kelas VII-5 SMPN 1 Sribhawono kecamatan Bandar Sribhawono Kabupaten Lampung Timur pada akhir pembelajaran siklus 2 dengan cara online.

F. Tekhnik Analisis Data

Adapun tekhnik analisis data yang digunakan dalam PTK ini adalah Analisis kualitatif deskriptif yaitu analisis yang menekankan pada

pembahasan data-data dan subjek penelitian dengan menyajikan data-data secara sistematik dan tidak menyimpulkan hasil penelitian.

(9)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

290

Analisis kualitatif deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa. Analisis ini meliputi nilai rata- rata dari nilai harian siswa, nilai tugas dan PR, nilai maksimum, nilai

minimum, dan skor ideal. Selain itu, analisis kualitatif deskiptif digunakan untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa, kemampuan guru dalam

mengelola pembelajaran, dan respon siswa selama pembelajaran.

G. Prosedur Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan minimal sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri atas 1 kali pertemuan (3 x 40 menit). Perubahan tindakan dilakukan pada setiap siklus sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Pelaksanaan penelitian untuk kedua siklus adalah;

1. Siklus I dilaksanakan dengan 1 kali pertemuan, sebanyak 3 jam pelajaran (3x40 menit) dengan materi Shalat berjamaah. Meliputi, pengertian, syarat syah salat berjamaah, makmum masbuq, halangan shalat bejamaah

2. Siklus II dilaksanakan dengan 1 kali pertemuan, sebanyak 3 jam pelajaran (3x40 menit) dengan materi. , pengertian, syarat syah salat berjamaah, makmum masbuq, halangan shalat bejamaah.

HASIL PENELITIAN

Berdasarkan hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran PBL dapat meningkatkan ketuntasan atau hasil belajar siswa.

Hasil belajar siswa pada pra siklus menunjukkan presentase yang sangat rendah, yaitu 56% sebanyak 18 siswa. Namun pada siklus I mulai terlihat peningkatan hasil belajar. Terdapat 24 siswa yang telah tuntas belajar dan yang tidak tuntas sebanyak 8 siswa. Jika di presentasikan sebanyak 75% siswa yang tuntas. Pada siklus II, hasil ketuntasan belajar siswa secara individu maupun klasikal dapat dikatakan memuaskan. Hal ini terjadi karena dari 32 siswa ada 27 siswa yang memenuhi kriteria ketuntasan belajar, sedangkan ada 5 siswa yang tidak tuntas. Pada siklus II ini diperoleh ketuntasan belajar siswa sebesar 84% .

KESIMPULAN

Dari pembahasan yang telah diuraikan, maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa penggunaan model Problem Based learning dapat meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya mata pelajaran PAI. Hal ini terbukti pada penelitian yang dilakukan oleh penulis bahwa saat pra siklus tingkat ketuntasan hanya 56%. Sedangkan setelah menggunakan model

(10)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

291

Problem Based learning di siklus 1, tingkat kelulusan naik menjadi 75%. Pada siklus 2 dengan penerapan model yang sama, tingkat kelulusan makin

meningkat lagi yakni menyentuh 84% ketuntasan.

Selain itu, model Problem Based learning membuat siswa lebih antusias dalam belajar dan mencari sumber bahan belajar, juga membuat guru

perannya berkurang dalam mendominasi kelas.

(11)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

292

DAFTAR PUSTAKA

Rosdakarya. Arikunto, Suharsimi dkk. 2011. Penelitian Tindak Kelas.

Jakarata: PT Bumi Aksara, 2011

Baharudin dan Esa Nur Wahyuni. 2010. Teori Belajar Dan Pembelajaran.

Yogyakarta: Ar Ruzz Media

Riyanto, Yatim. 2001. Metodologi Penelitian Pendidikan. Surabaya:

Penerbit Sic.

Sugiono, Agus. 2011. Cooperative Learning, Yogyakarta: Pustaka

UU Sistem Pendidikan Nasional UU RI No. 20 tahun 2003. 2008. Jakarta:

Sinar Grafika Warsono. 2013. Pembelajaran Aktif. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan proses tersebut program kegiatan yang telah ditetapkan pengasuh seperti Thaffudz AlQuran, Mudzakarotut Tafsir, Tadarus AlQuran bersama dan Ta‟limul Quran

Pada saat tegangan output memiliki nilai sebesar 11,7 Volt arus pada output bernilai menjadi 1.5 A sehingga menandakan proses pengisian batere telah berpindah

Pengumpulan data sekunder diperoleh dari BPS, Bakosutranal, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Pemerintah Daerah, Asosiasi Pengusaha Kelapa

Adapun upaya yang seharusnya dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang mungkin akan muncul sesuai dengan penjelasan di atas adalah dengan cara membuat kebijakan

Pertemuan terakhir melakukan isian lembaran yang telah sesuai format dengan cara memperhatikan aspek berbicara yang didapatkan oleh anak setelah menggunakan

Dari suatu barisan aritmatika, suku ketiga adalah 36, jumlah suku kelima dan ketujuh adalah 144.. Jumlah sepuluh suku pertama deret tersebut

bekerja mengalami peningkatan namun jumlah penduduk yang bekerja di Sektor Pertanian mengalami penurunan dari 2,50 juta pada Agustus 2014 menjadi 2,48 juta pada Februari

Atasan banyak memberi kan ilmu Visi misi belum disampai kan Kurang lebih mendapat kan ilmu baru Visi misi belum pernah disampaik an Memberik an ilmu baru Memiliki visi misi namun