• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE WINDOW SHOPPING MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PAI SISWA SMP NEGERI 4 BANJARBARU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE WINDOW SHOPPING MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PAI SISWA SMP NEGERI 4 BANJARBARU"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

659

MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE WINDOW SHOPPING

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PAI SISWA SMP NEGERI 4 BANJARBARU.

Husnul Hatimah

Email : [email protected]

Abstrak

Rendahnya hasil belajar peserta didik dimana rata-rata peserta didik memiliki nilai 59 berdasarkan hasil evaluasi pada penilaian harian yang pertama di semester genap ini. Dengan kata lain nilai peserta didik lebih banyak berada di bawah KKM mata pelajaran yakni 75 secara individu dan ketuntasan belajar yang dicapai yakni 41,7%, masih di bawah ketuntasan belajar yang ditentukan yakni 75%. Diperlukan berbagai upaya perbaikan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan dalam proses pembelajaran di kelas. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan memilih model cooperative learning tipe window shopping karena diduga dapat meningkatkan partisipasi tinggi yakni melalui skenario layanan kooperatif yang variatif dengan menggunakan window shopping (belanja hasil karya).

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan selama dua siklus, hasil seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan model pembelajaran cooperative learning tipe window shopping dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar peserta didik dalam setiap siklus, yaitu siklus I (13,33%) dan siklus II (93,33%). Model pembelajaran cooperative learning tipe window shopping dapat menjadikan peserta didik merasa dirinya mendapat perhatian dan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, gagasan, ide dan pertanyaan. Peserta didik dapat bekerja secara mandiri maupun kelompok, serta mampu mempertanggungjawabkan segala tugas individu maupun kelompok. Penerapan model pembelajaran cooperative learning tipe window shopping mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik.

Kata Kunci: model cooperative learning tipe window shopping, hasil belajar

(2)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

660 Abstract

on the results of the evaluation on the first daily assessment in this even semester.

In other words, the value of more students is below the KKM of subjects, which is 75 individually and the learning completeness achieved is 41.7%, still below the specified learning completeness, which is 75%. Various improvement efforts are needed to overcome problems in the learning process in the classroom. One of the efforts to overcome this problem is to choose a cooperative learning model of the window shopping type because it is suspected that it can increase high participation, namely through varied cooperative service scenarios using window shopping (shopping works).

Based on the results of the research that has been presented for two cycles, the results of all the discussions and analyzes that have been carried out, it can be concluded that the cooperative learning model of window shopping type can improve the quality of learning in Islamic Religion and Character Education which is characterized by an increase in students' learning mastery in each cycle, namely cycle I (13.33%) and cycle II (93.33%). The cooperative learning model of window shopping type can make students feel that they are getting attention and the opportunity to express opinions, ideas, ideas and questions. Students can work independently or in groups, and are able to take responsibility for all individual and group assignments. The application of the cooperative learning model of window shopping type has a positive influence, namely it can increase students' learning motivation.

Keywords: cooperative learning model window shopping type, learning outcomes

Pendahuluan

Dalam kegiatan belajar mengajar yang berlangsung telah terjadi interaksi yang bertujuan. Guru dan anak didiklah yang menggerakannya. Interaksi yang bertujuan itu disebabkan gurulah yang memaknainya dengan menciptakan lingkungan yang bernilai edukatif demi kepentingan anak didik dalam belajar. Guru ingin memberikan layanan yang terbaik bagi anak didik, dengan menyediakan lingkungan yang menyenangkan dan menggairahkan. Guru berusaha menjadi pembimbing yang baik dengan peranan yang

(3)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

661

arif dan bijaksana, sehingga tercipta hubungan dua arah yang harmonis antara guru dengan anak didik.

Ketika kegiatan belajar itu berproses, guru harus dengan ikhlas dalam bersikap dan berbuat, serta mau memahami anak didiknya dengan segala konsekuensinya. Semua kendala yang terjadi dan dapat menjadi penghambat jalannya proses belajar mengajar, baik yang berpangkal dari perilaku anak didik maupun yang bersumber dari luar anak didik, harus guru hilangkan, dan bukan membiarkannya. Karena keberhasilan belajar mengajar lebih banyak ditentukan oleh guru dalam mengelola kelas.

Dalam kegiatan pembelajaran di SMP Negeri 4 Banjarbaru ditemui permasalahan, antara lain: keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran di kelas masih kurang, sebagian besar peserta didik menjadi pasif, gairah belajar peserta didik rendah, dan banyak peserta didik yang kurang berani dalam menjawab pertanyaan dari guru serta kurangnya kepercayaan diri peserta didik dalam mengerjakan tugas latihan dan soal di depan kelas. Hal ini tampak ketika kegiatan belajar-mengajar sedang berlangsung, peserta didik menunjukkan sikap yang kurang antusias, kurang menghargai materi pelajaran yang disampaikan oleh guru. Beberapa peserta didik sering berbicara sendiri dengan teman sebangku atau mengerjakan pekerjaan dari pelajaran lain.

Ketika peserta didik diberi pertanyaan tentang materi yang sedang dijelaskan dan diminta untuk menjelaskan di depan kelas, hanya 1-2 peserta didik saja yang berani menjawab dan tampil ke depan kelas. Kondisi pembelajaran seperti ini terjadi, karena rasa ingin tahu peserta didik yang kurang, tidak ada motivasi dari peserta didik untuk mengembangkan kemampuan yang ada pada diri peserta didik, sehingga peserta didik lebih banyak main-main, mengantuk bahkan cepat merasa bosan dalam belajar. Hal ini

(4)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

662

menjadi salah satu penyebab rendahnya hasil belajar peserta didik dimana rata-rata peserta didik memiliki nilai 59 berdasarkan hasil evaluasi pada penilaian harian yang pertama di semester genap ini. Dengan kata lain nilai peserta didik lebih banyak berada di bawah KKM mata pelajaran yakni 75 secara individu dan ketuntasan belajar yang dicapai yakni 41,7%, masih di bawah ketuntasan belajar yang ditentukan yakni 75%.

Diperlukan berbagai upaya perbaikan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan dalam proses pembelajaran di kelas antara lain dengan mengaitkan mata pelajaran dengan kehidupan sehari-hari, menjelaskan manfaat materi yang dipelajari, pemilihan media dan alat peraga yang menarik serta pemilihan metode mengajar yang merangsang kreativitas dan aktivitas peserta didik, sebagai respon terhadap gejala melemahnya kualitas proses dan hasil pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMP Negeri 4 Banjarbaru.

Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan memilih model cooperative learning tipe window shopping karena diduga dapat meningkatkan partisipasi

tinggi yakni melalui skenario layanan kooperatif yang variatif dengan menggunakan window shopping (belanja hasil karya). Peserta didik dapat berbelanja secara aktif dan

dinamis dengan memajang hasil karya secara kreatif. Dua orang dari masing-masing kelompok menjaga hasil karya mereka (menjaga stand/ toko). Anggota kelompok lainnya mengunjungi stand untuk melihat hasil karya kelompok lainnya (berbelanja) dengan memberi komentar dan penilaian sehingga setiap peserta dalam kelompok dapat memicu kreativitasnya.

Model pembelajaran Cooperative Learning Tipe Window Shopping menurut Wahyuni Rahma (dalam Kurdi, 2017), window shopping adalah model cooperative

(5)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

663

learning berbasis kerja kelompok dengan melakukan berbelanja keliling melihat-lihat hasil karya kelompok lain untuk menambah wawasannya. Berdasar salah satu praktik pembelajaran terbaik dilakukan di SDN 2 Banjarnegara Jawa Tengah menggambarkan bahwa, “model cooperative learning tipe window shopping akan mengantarkan peserta didik pada penanaman karakter kerjasama, keberanian, demokratis, rasa ingin tahu, interaksi antar teman, dan bertanggung jawab. (Mustopa, 2020).

Pembelajaran seperti ini dapat menimbulkan situasi yang menyenangkan, tetapi tetap efektif sesuai tujuan pembelajaran yang dicapai. Pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, salah satu materi yang harus dipahami peserta didik adalah “Mengonsumsi Makanan dan Minuman yang Halal dan Menjauhi yang Haram”.

Materi ini berhubungan dengan Mengonsumsi Makanan dan Minuman yang Halal dan Menjauhi yang Haram yang selalu ada di kehidupan sehari-hari peserta didik.

Berdasarkan permasalahan di atas, maka penulis merasa perlu untuk menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti yang rendah, dengan melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul “Model Cooperative Learning Tipe Window Shopping untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Pada Peserta didik Kelas VIII D SMP Negeri 4 Banjarbaru”

Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Penelitian ini juga termasuk penelitian deskriptif, sebab menggambarkan bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai.

(6)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

664

Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Data kuantitatif, diperoleh melalui tes formatif diakhir pembelajaran pada siklus I dan Siklus II.(2) Data kualitatif, diperoleh melalui lembar observasi aktivitas guru dan angket respon peserta didik dalam proses pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti pada materi Mengonsumsi Makanan dan Minuman yang Halal dan Menjauhi yang Haram dengan menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe window shopping.

Teknik kuantitatif dipakai untuk menganalisis data kuantitatif yang diperoleh dari hasil tes siklus I dan Siklus II. Nilai dari masing-masing siklus kemudian dihitung dan dihitung juga prosentasinya. Teknik kualitatif digunakan untuk menganalisis data kualitatif berupa hasil observasi terhadap aktivitas guru dan angket respon peserta didik. Analisis dilakukan secara deskriptif.

Hasil dan Pembahasan

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus I dilaksanakan pada tanggal 23 mei 2022 di Kelas VIII D dengan jumlah 30 peserta didik. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai pengajar. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran yang telah dipersiapkan. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar dan hasil observasi dalam kategori baik.

Pada akhir proses belajar mengajar peserta didik diberi tes formatif I dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan peserta didik dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Adapun data hasil penelitian pada siklus I adalah sebagai berikut.

(7)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

665

Tabel 1. Rekapitulasi Hasil Tes Formatif Peserta didik Pada Siklus I

No Uraian Hasil Siklus I

1 2 3

Nilai rata-rata tes formatif

Jumlah peserta didik yang tuntas belajar

Persentase ketuntasan belajar

56,33 4 13,33%

Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran cooperative learning tipe window shopping diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar peserta didik adalah 75,00 dan ketuntasan belajar mencapai 13,33% atau ada 4 peserta didik dari 30 peserta didik sudah tuntas belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara klasikal peserta didik belum tuntas belajar, karena peserta didik yang memperoleh nilai di atas 75 hanya sebesar 13,33% lebih kecil dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%. Hal ini disebabkan karena peserta didik masih merasa baru dan belum mengerti apa yang dimaksudkan dan digunakan guru dengan menerapkan model pembelajaran cooperative learning tipe window shopping.

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus II dilaksanakan pada tanggal 30 mei 2022 di Kelas VIII D dengan jumlah peserta didik 30 peserta didik. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai pengajar. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus I, sehingga kesalahan atau kekurangan pada siklus II tidak terulang lagi pada siklus II. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar.

(8)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

666

Pada akhir proses belajar mengajar peserta didik diberi tes formatif II dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan peserta didik dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Instrumen yang digunakan adalah tes formatif II.

Adapun data hasil penelitian pada siklus II adalah sebagai berikut.

Tabel 2. Hasil Formatif Peserta didik Pada Siklus II

No Uraian Hasil Siklus II

1 2 3

Nilai rata-rata tes formatif

Jumlah peserta didik yang tuntas belajar

Persentase ketuntasan belajar

86,33 28 93,33%

Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai rata-rata tes formatif sebesar 86,33 dan dari 30 peserta didik telah tuntas sebanyak 28 peserta didik dan 2 peserta didik belum mencapai ketuntasan belajar. Maka secara klasikal ketuntasan belajar yang telah tercapai sebesar 93,33% (termasuk kategori tuntas). Hasil pada siklus II ini mengalami peningkatan lebih baik dari siklus I. Adanya peningkatan hasil belajar pada siklus II ini dipengaruhi oleh adanya peningkatan kemampuan guru dalam menerapkan model cooperative learning tipe window shopping sehingga peserta didik menjadi lebih terbiasa

dengan pembelajaran seperti ini sehingga peserta didik lebih mudah dalam memahami materi yang telah diberikan.

Melalui hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model cooperative learning tipe window shopping memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman peserta didik terhadap

(9)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

667

materi yang disampaikan guru (ketuntasan belajar meningkat dari siklus I dan II) yaitu masing-masing 13,33% dan 93,33%. Pada siklus II ketuntasan belajar peserta didik secara klasikal telah tercapai.

Aktivitas peserta didik dalam proses belajar mengajar dengan menerapkan model cooperative learning tipe window shopping dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Hal

ini berdampak positif terhadap prestasi belajar peserta didik yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata peserta didik pada setiap siklus yang terus mengalami peningkatan.

Aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti pada pokok bahasan “Mengonsumsi Makanan dan Minuman yang Halal dan Menjauhi yang Haram” dengan model pembelajaran cooperative learning tipe window shopping yang paling dominan adalah, mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru,

dan diskusi antar peserta didik/antara peserta didik dengan guru. Jadi dapat dikatakan bahwa aktivitas peserta didik dapat dikategorikan aktif.

Sedangkan untuk aktivitas guru selama pembelajaran telah melaksanakan langkah-langkah kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan model pembelajaran cooperative learning tipe window shopping dengan baik. Hal ini terlihat dari aktivitas guru

yang muncul di antaranya aktivitas membimbing dan mengamati peserta didik dalam menemukan konsep, menjelaskan materi yang sulit, memberi umpan balik/evaluasi/tanya jawab dimana prosentase untuk aktivitas di atas cukup besar.

Kesimpulan

(10)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

668

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan selama dua siklus, hasil seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan model pembelajaran cooperative learning tipe window shopping dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Pembelajaran model pembelajaran cooperative learning tipe window shopping memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didik yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar peserta didik dalam setiap siklus, yaitu siklus I (13,33%) dan siklus II (93,33%). Model pembelajaran cooperative learning tipe window shopping dapat menjadikan peserta didik merasa dirinya mendapat perhatian dan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, gagasan, ide dan pertanyaan.

Daftar Pustaka

Ali, Muhammad. 1996. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindon.

Apriana, Baiq Nurjihatun. 2020. Model Cooperative Learning Tipe Window Shopping Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Pada Peserta didik Kelas IX-B SMP Negeri 1 Wanasaba. Model Pembelajaran yang Unik dan Menarik. Jurnal Lingkar Widyaiswara, 4 (3): 89-98

Arikunto, Suharsimi. 1993. Manajemen Mengajar Secara Manusiawi. Jakarta: Rineksa Cipta.

Arikunto, Suharsimi. 2001. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineksa Cipta.

Azhar, Lalu Muhammad. 1993. Proses Belajar Mengajar Pendidikan. Jakarta: Usaha Nasional.

(11)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

669

Daroeso, Bambang. 1989. Dasar dan Konsep Pendidikan Moral Pancasila. Semarang: Aneka Ilmu.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineksa Cipta.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineksa Cipta.

Hadi, Sutrisno. 1982. Metodologi Research, Jilid 1. Yogyakarta: YP. Fak. Psikologi UGM.

Hamalik, Oemar. 2002. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Hasibuan K.K. dan Moerdjiono. 1998. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Kurdi, M. (2017). Window Shopping: Model Pembelajaran yang Unik dan Menarik.

Jurnal Lingkar Widyaiswara, 4 (3): 27-34.

Margono. 1997. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta. Rineksa Cipta.

Masriyah. 1999. Analisis Butir Tes. Surabaya: Universitas Press.

Mulyasa. (2003). Kurikulum Berbasis Kompetensi, Konsep, Karakteristik, dan Implementasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Ngalim, Purwanto M. 1990. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Nur, Moh. 2001. Pemotivasian Peserta didik untuk Belajar. Surabaya: University Press.

Univesitas Negeri Surabaya.

Rustiyah, N.K. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.

Sardiman, A.M. 1996. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.

Soekamto, Toeti. 1997. Teori Belajar dan Model Pembelajaran. Jakarta: PAU-PPAI, Universitas Terbuka.

Sudjana, N. 2009.Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja.

Sukidin, dkk. 2002. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. Surabaya: Insan Cendekia.

(12)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

670

Suprapto. 2017. Penerapan Pembelajaran Tsts Dengan Aktifitas Window Shopping Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bangun Ruang Sisi Datar Jurnal Edumath , 3 (2) :138-146

Surakhmad, Winarno. 1990. Metode Pengajaran Nasional. Bandung: Jemmars.

Suryosubroto, B. 1997. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: PT. Rineksa Cipta.

Syah, Muhibbin. 1995. Psikologi Pendidikan, Suatu Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Usman, Moh. Uzer. 2001. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Referensi

Dokumen terkait

Akuisisi Kon generik adalah akuisisi di antara suatu perusahaan atau seseorang dengan 1 (satu) atau lebih perusahaan lain di mana kedua perusahaan tersebut

tahu. Stabilitas harga kedelai sangat penting untuk keberlangsungan produksi tahu. 2) Dengan metode steam boiler mampu menekan biaya bahan bakar dalam biaya

MM, MBA selaku dosen pembimbing tesis dan Direktur Binus International, yang telah bersedia meluangkan dan mengorbankan waktu serta tenaga untuk memberikan bimbingan dan

Mengetahui pengaruh fasilitas, kualitas pelayanan medis, paramedis, dan penunjang medis berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen di Rumah Sakit

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pemahaman peraturan pajak wajib pajak, kualitas pelayanan petugas pajak, dan persepsi atas

membayarkan zakat (seperti pemahaman ahli tafsir umumnya). Namun makna yaknizun juga berarti memenjarakan fungsi uang, yang mana hal ini sama saja dengan menimbun uang. Penimbunan

• Sebanyak 57,53% dari 166 Ibu Melahirkan di Kecamatan Tappalang Barat DITOLONG oleh BUKAN BIDAN, DOKTER ATAU PERAWAT. • Sebanyak 32,53% dari 259 Ibu Melahirkan di Kecamatan Kalumpang

• Sumber Dana yang berasal dari Kementerian/lembaga yang dapat digunakan untuk kegiatan padat karya tunai di desa tahun 2018 dapat berbentuk:?. • Bantuan Pemerintah