• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDAHULUAN EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD Dr. R. SOEDJATI SOEMODIARDJO PURWODADI KABUPATEN GROBOGAN TAHUN 2009.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENDAHULUAN EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD Dr. R. SOEDJATI SOEMODIARDJO PURWODADI KABUPATEN GROBOGAN TAHUN 2009."

Copied!
25
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Kadar Glukosa Darah Sewaktu Dan Puasa Sebagai Patokan
Tabel 2. Sediaan Insulin Eksogen Berdasar Waktu Kerja Menurut
Tabel 3. Penggunaan Obat Hipoglikemik Oral Menurut Pedoman PERKENI 2006
Gambar 1 Algoritma pengelolaan DM tipe-2 yang belum mendapat terapi (Sumber : Anonim, 2006a)
+2

Referensi

Dokumen terkait

Interaksi farmakodinamik yang paling umum terjadi adalah sinergisme antara dua obat yang bekerja pada sistem organ, sel atau enzim yang sama dengan efek farmakologi yang sama.

Dosis merupakan aturan pemakaian yang menunjukkan jumlah gram atau volume dan frekuensi pemberian obat untuk dicatat sesuai dengan umur dan berat badan pasien (Anonim b ,

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran peresepan obat pada pasien DM dan mengetahui kemungkinan adanya interaksi obat berdasarkan literatur antara obat DM dengan obat

1.2.3 Bagaimana pemilihan obat beserta dosis terapi antidiabetik dan antihipertensi pada pasien penderita diabetes mellitus tipe 2 dengan komplikasi gagal ginjal di instalasi

Mengetahui profil terapi yang diberikan pada pasien diabetes mellitus dengan komplikasi stroke yang meliputi kelas terapi, jenis obat, dosis obat, frekuensi pemberian dan

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran peresepan obat pada pasien DM dan mengetahui kemungkinan adanya interaksi obat berdasarkan literatur antara obat DM dengan obat

Sesuai dengan standar pengobatan Diabetes Mellitus tipe 2 (PERKENI 2002) apabila dengan obat hipoglikemik Oral dosis hampir maksimal, baik sendiri- sendiri atau

Karena terapi pengobatan yang diterima pasien hipertensi dengan diabetes mellitus sangat kompleks, maka perlu ketepatan terapi terutama dalam penggunaan obat harus