• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbandingan bioa vailabilitas antara tablet biogesic dan tablet pamol dengan tablet parasetamol generik pada kelinci putih jantan.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perbandingan bioa vailabilitas antara tablet biogesic dan tablet pamol dengan tablet parasetamol generik pada kelinci putih jantan."

Copied!
164
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Vincilia Indriyani
  • Pengajar:
    • Drs. Mulyono, Apt.
    • Rita Suhadi, M. Si., Apt.
    • Christine Patramurti, M. Si., Apt.
    • C. M Ratna Rini Nastiti, S. Si., Apt.
    • Yosef Wijoyo, M. Si., Apt.
  • Sekolah: Universitas Sanata Dharma
  • Mata Pelajaran: Ilmu Farmasi
  • Topik: Perbandingan Bioavailabilitas Antara Tablet Biogesic Dan Tablet Pamol Dengan Tablet Parasetamol Generik Pada Kelinci Putih Jantan
  • Tipe: Skripsi
  • Tahun: 2007
  • Kota: Yogyakarta

I. PENGANTAR

Bagian ini menjelaskan latar belakang penelitian mengenai bioavailabilitas obat generik dan obat bermerek dagang. Penelitian ini penting karena obat yang beredar di masyarakat harus terjamin mutu, khasiat, dan keamanannya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan bioavailabilitas tablet Biogesic dan Pamol dengan tablet parasetamol generik pada kelinci putih jantan. Hal ini relevan dengan tujuan pendidikan di bidang farmasi, di mana mahasiswa diharapkan memahami perbedaan antara obat generik dan bermerek serta pentingnya penelitian farmakokinetika.

1.1. Latar Belakang

Latar belakang penelitian ini menyoroti tingginya permintaan masyarakat akan obat, yang mendorong perkembangan industri farmasi. Penelitian ini mencoba menjawab pertanyaan apakah tablet Biogesic dan Pamol memiliki bioavailabilitas yang sama dengan tablet parasetamol generik, sehingga memberikan wawasan tentang kualitas dan efektivitas obat yang beredar.

1.2. Tujuan Penelitian

Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bioavailabilitas tablet parasetamol generik, Biogesic, dan Pamol. Tujuan khususnya adalah untuk mengetahui perbedaan bioavailabilitas yang bermakna antara kedua jenis tablet tersebut. Hal ini penting untuk membantu mahasiswa memahami bagaimana penelitian dapat memberikan informasi yang berguna dalam pengembangan obat.

II. PENELAAHAN PUSTAKA

Bagian ini mencakup teori-teori dasar tentang nasib obat di dalam tubuh, fase farmakokinetika, dan bioekivalensi. Pemahaman tentang fase-fase ini sangat penting dalam pendidikan farmasi, karena mahasiswa perlu memahami bagaimana obat berinteraksi dalam tubuh dan bagaimana bioavailabilitas dapat mempengaruhi efektivitas obat.

2.1. Nasib Obat di Dalam Tubuh

Dalam bagian ini, dijelaskan tentang fase farmasetik, farmakokinetika, dan farmakodinamika. Pemahaman ini penting bagi mahasiswa farmasi untuk menganalisis bagaimana obat diserap, didistribusikan, dimetabolisme, dan diekskresi dalam tubuh, yang merupakan dasar dari studi farmakokinetika.

2.2. Fase Farmakokinetika

Fase farmakokinetika mencakup absorpsi, distribusi, metabolisme, dan ekskresi obat. Mahasiswa perlu memahami proses ini untuk dapat mengevaluasi efektivitas dan keamanan obat dalam terapi klinis. Pengetahuan ini juga membantu dalam merancang penelitian yang relevan dalam bidang farmasi.

III. METODOLOGI PENELITIAN

Metodologi penelitian ini menjelaskan jenis dan rancangan penelitian, serta prosedur yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Ini merupakan bagian penting dari pendidikan farmasi, di mana mahasiswa belajar tentang desain penelitian yang valid dan analisis statistik yang tepat.

3.1. Jenis dan Rancangan Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan rancangan silang. Mahasiswa diajarkan bagaimana memilih desain penelitian yang sesuai untuk menjawab pertanyaan penelitian serta cara mengontrol variabel yang mungkin mempengaruhi hasil.

3.2. Analisis Hasil

Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis menggunakan ANOVA dengan tingkat kepercayaan 90%. Pemahaman tentang analisis statistik sangat penting bagi mahasiswa untuk dapat mengevaluasi dan menginterpretasi hasil penelitian secara tepat.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Bagian ini menyajikan hasil penelitian dan membahas perbandingan bioavailabilitas antara tablet Biogesic, Pamol, dan tablet parasetamol generik. Diskusi ini penting untuk memahami implikasi klinis dari hasil penelitian dan bagaimana hasil tersebut dapat diterapkan dalam praktik farmasi.

4.1. Uji Sifat Fisik Tablet

Hasil uji sifat fisik tablet memberikan informasi penting mengenai kualitas produk obat. Mahasiswa perlu memahami bagaimana sifat fisik dapat mempengaruhi bioavailabilitas dan efektivitas obat, yang merupakan bagian dari pengetahuan dasar dalam farmasi.

4.2. Perbandingan Bioavailabilitas

Hasil penelitian menunjukkan perbedaan bioavailabilitas yang signifikan antara tablet Biogesic dan Pamol dibandingkan dengan tablet parasetamol generik. Diskusi ini memberikan wawasan tentang pentingnya pemilihan produk obat yang tepat dalam praktik klinis.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa tablet Biogesic bioekivalen dengan tablet generik, sedangkan tablet Pamol bioinekivalen. Ini menunjukkan pentingnya penelitian bioavailabilitas dalam menentukan pilihan obat yang tepat. Saran untuk penelitian selanjutnya juga memberikan arah bagi pengembangan ilmu pengetahuan di bidang farmasi.

5.1. Kesimpulan

Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman tentang bioavailabilitas dapat membantu dalam pengambilan keputusan klinis terkait penggunaan obat. Mahasiswa diharapkan dapat menerapkan pengetahuan ini dalam praktik mereka di masa depan.

5.2. Saran

Saran untuk penelitian selanjutnya mencakup perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi bioavailabilitas. Ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam penelitian dan pengembangan ilmu farmasi.

Gambar

Gambar 4. Struktur Parasetamol (Anonim, 1995)
Gambar 5. Metabolisme parasetamol (Gibson and Skett, 1991)
Gambar 6. Reaksi parasetamol dengan asam nitrat (Connors  et al.
Gambar 7. Reaksi hidrolisis parasetamol menjadi  p-aminofenol (Belal, Elsayed, El-Waliely,
+7

Referensi

Dokumen terkait

4.5 Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Terhadap Konsentrasi Kumulatif Larutan Tablet Furosemida Generik Yang Terabsorpsi Pada Kantung Terbalik ( Everted sac ) Jejunum Kelinci.

Perbandingan mutu fisik dan disolusi produk generik dan merk dagang dilakukan agar dapat menunjukkan kecepatan pelepasan obat dari tablet dan laju pelepasan

Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mengetahui efek hepatotoksik pemberian kombinasi parasetamol-ibuprofen dibandingkan parasetamol pada nekrosis hepar

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa berkat kasih dan penyertaan-Nya sehingga skripsi yang berjudul “Perbandingan Aktivitas Analgesik Parasetamol Dengan Kombinasi

Berhubungan dengan masalah mutu antara tablet generik dengan tablet bermerek dagang, maka dilakukanlah uji mutu yang meliputi uji fisik yang terdiri dari

Pengujian efektivitas gel ekstrak biji kelengkeng terhadap diameter luka bakar digunakan lima ekor kelinci putih jantan dengan masing-masing perlakuan satu ekor

Penelitian ini merupakan penelitian uji laboratorium yang membandingkan profil disolusi dan penetapan kadar ke tiga tablet amlodipin, terdiri dari inovator (tablet A), generik

Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan mutu bebe- rapa tablet amoksisilin 500 mg gene- rik dengan non generik yang beredar di pasaran dan untuk mengetahui ada atau tidak