PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT : Studi Kuasi Eksperimen terhadap Siswa Kelas VIII SMP Negeri 35 Bandung.

Teks penuh

(1)

Gilang Pasca Fitriani, 2014

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

DENGAN STRATEGI REACT

(Studi Kuasi Eksperimen terhadap Siswa Kelas VIII SMP Negeri 35 Bandung)

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Metematika

Oleh :

Gilang Pasca Fitriani

0706750

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA

FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

(2)

Gilang Pasca Fitriani, 2014

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH

MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN

MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT

Oleh

Gilang Pasca Ftriani

0706750

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar

Sarjana Pendidikan Matematika

© Gilang Pasca Ftriani

Universitas Pendidikan Indonesia

Juni 2014

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhnya atau sebagian,

(3)

Gilang Pasca Fitriani, 2014

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT

(4)

Gilang Pasca Fitriani, 2014

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP dalam

Pembelajaran Matematika dengan Strategi REACT

ABSTRAK

Penelitian ini mengkaji tentang penerapan pembelajaran matematika melalui

strategi REACT untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah

matematis siswa SMP. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen

dengan desain yang digunakan adalah “Nonequivalent Control Group Design”. Subjek penelitian ini adalah 38 orang di kelas eksperimen dan 38 orang di kelas kontrol. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan

kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapat

pembelajaran matematika melalui strategi REACT dan siswa yang

mendapatkan pembelajaran matematika konvensional serta untuk

mendeskripsikan respon siswa terhadap pembelajaran matematika melalui

strategi REACT. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes tertulis

kemampuan pemecahan masalah matematis, angket dan lembar observasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan

masalah matematis siswa yang mengikuti pembelajaran melalui strategi

REACT lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran matematika

konvensional serta sebagian besar siswa menunjukkan respon positif setelah

mengikuti pembelajaran matematika melalui strategi REACT.

(5)

Gilang Pasca Fitriani, 2014

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Improved Mathematical Problem Solving Ability Junior High School

Students in Learning Math with REACT Strategy

ABSTRACT

This research examines the application of mathematics learning through

REACT strategy to improve mathematical problem-solving ability junior high

school students. This research is a quasi experimental with design using

"Nonequivalent Control Group Design ". The subjects of this research were

38 people in the experimental class and 38 in the control class. This research

aims to describe the increase in mathematical problem-solving ability of

students who received learning mathematics through REACT strategy and

students who received conventional mathematics learning as well as to

describe the response of students towards learning mathematics through

REACT strategy. The research instrument was used a written test

mathematical problem solving ability, questionnaires and observation sheets.

The results showed that the increase in mathematical problem-solving ability

of students who take lessons through the REACT strategy better than students

who take conventional mathematics learning and most students showed a

positive response after participating in learning mathematics through REACT

strategy.

(6)

Gilang Pasca Fitriani, 2014

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR ISI

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis ... 7

B. Pembelajaran Matematika dengan Strategi REACT ... 10

C. Hasil Penelitian yang Relevan ... 14

D. Hipotesis ... 14

BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian ... 15

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ... 29

1. Analisis Data Kuantitatif ... 29

(7)

Gilang Pasca Fitriani, 2014

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

b. Analisis Data Posttest ... 32

c. Analisis Data Indeks gain ... 35

2. Analisis Data Kualitatif ... 39

a. Analisis Data Lembar Observasi ... 39

b. Analisi Data Angket ... 40

B. Pembahasan ... 48

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 52

B. Saran ... 52

DAFTAR PUSTAKA ... 54

LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 57

(8)

Gilang Pasca Fitriani, 2014

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Klasifikasi Koefisien Validitas ... 18

Tabel 3.2 Validitas Tiap butir soal ... 19

Tabel 3.3 Klasifikasi Koefisien Reliabilitas ... 20

Tabel 3.4 Klasifikasi Daya Pembeda ... 21

Tabel 3.5 Interpretasi Daya Pembeda ... 21

Tabel 3.6 Klasifikasi Koefisien Indeks Kesukaran ... 22

Tabel 3.7 Indeks Kesukaran Butir Soal ... 22

Tabel 3.8 Rekapitulasi Analisis Data Hasil Uji Instrumen ... 23

Tabel 3.9 Kriteria Indeks Gain ... 27

Tabel 3.10 Interpretasi Persentase Angket ... 28

Tabel 4.1 Deskripsi Statistik Data Pretest ... 30

Tabel 4.2 Hasil Uji Normalitas Data Pretest ... 31

Tabel 4.3 Hasil Uji Mann-Whitney Data Pretest ... 32

Tabel 4.4 Deskripsi Statistik Data Posttest ... 33

Tabel 4.5 Hasil Uji Normalitas Data Posttest ... 34

Tabel 4.6 Hasil Uji Mann-Whitney Data Posttest ... 35

Tabel 4.7 Deskripsi Statistik Data Indeks Gain ... 36

Tabel 4.8 Hasil Uji Normalitas Data Indeks Gain ... 37

Tabel 4.9 Hasil Uji Mann-Whitney Data Indeks Gain ... 38

Tabel 4.10 Pendapat Siswa terhadap Pembelajaran melalui strategi REACT ... 40

Tabel 4.11 Pendapat Siswa terhadap Manfaat Pembelajaran Matematika melalui Strategi REACT ... 42

Tabel 4.12 Respon Siswa selama Pembelajaran melalui Strategi REACT ... 45

Tabel 4.13 Pendapat Siswa mengenai LKS yang Diberikan selama Pembelajaran melalui Strategi REACT ... 47

(9)

Gilang Pasca Fitriani, 2014

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN A ... 57

A.1. RPP Kelas Eksperimen ... 58

A.2. RPP Kelas Kontrol ... 78

A.3. LKS Kelas Eksperimen ... 90

LAMPIRAN B ……….. ... 102

B.1. Pedoman Penskoran Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis ... 103

B.2. Kisi-Kisi Pretest dan Posttest Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis ... 105

B.3. Soal Pretest Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis ... 119

B.4. Soal Posttest Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis ... 120

B.5. Kisi-Kisi Angket Sikap Siswa ... 121

B.6. Angket Sikap Siswa ... 122

B.7. Lembar Observasi ... 123

LAMPIRAN C ... 125

C.1. Hasil Uji Instrumen ... 126

LAMPIRAN D ... 131

D.1 Hasil Analisis Data ... 132

LAMPIRAN E ... 137

E.1. Hasil Jawaban Tes Instrumen Siswa ... 138

E.2. Hasil Jawaban Pretest ... 148

E.3. Hasil Jawaban Posttest ... 156

E.4. Hasil Jawaban LKS ... 170

E.5. Hasil Jawaban Angket Sikap Siswa ... 182

(10)

Gilang Pasca Fitriani, 2014

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

LAMPIRAN F ……….. ... 193

F.1. Surat Tugas ... 194

F.2. Surat Izin Penelitian ... 195

F.3. Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian. ... 196

(11)

15

Gilang Pasca Fitriani, 2014

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Metode dan Desain Penelitian

Dalampenelitianini, subjek yang akanditelitimerupakansiswa-siswa yang

sudahtedaftardalamkelasnyamasing-masing,

sehinggatidakmemungkinkanuntukmembuatkelompokbarusecaraacak.

Olehkarenaitu, metode yang

digunakandalampenelitianiniadalahmetodekuasieksperimen, dandesain yang

digunakanadalah“Nonequivalent Control Group Design” (Sugiyono, 2008: 116).

Padadesainini, penelitimengelompokkantidaksecaraacak,

tetapipenelitimemilihduakelompoksecaraacak.Satukelompokdijadikansebagaikelo

mpokeksperimendansatukelompokdijadikankelompokkontrol.Keduakelompokdib

erikantesawal (pretest) dantesakhir (posttest).

Padakelompokeksperimendiberikanperlakuanberbedadengankelompokkontrol.Pen

ggunaanstrategiinibertujuanuntukmengetahuisejauhmanapengaruhvariabelbebasda

nvariabelterikat.Dalampenelitianinivariabelbebasnyaadalahpembelajarandenganstr

ategi REACT

danvariabelterikatnyaadalahkemampuanpemecahanmasalahmatematissiswa SMP.

Desain penelitiannya dapat digambarkan sebagai berikut:

O1X O2

O3O4

Keterangan :

O1 = O3 = Pretest kemampuanpemecahanmasalahmatematis

O2 =Posttestkemampuanpemecahanmasalahmatematiskelompokeksperimen

O4 = Posttestkemampuanpemecahanmasalahmatematiskelompokkontrol

X =Pembelajaran matematika dengan strategi REACT

B. Populasi dan Sampel Penelitian

(12)

16

Gilang Pasca Fitriani, 2014

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

yang terdiri dari beberapa kelas. Dari populasi tersebut, dipilih dua kelas

secara acak untuk dijadikan sampel penelitian. Pemilihan kelas dilakukan

dengan cara pengundian hingga diperoleh 8C sebagai kelas eksperimen dan 8A

sebagai kelas kontrol.

C. Instrumen penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan seperangkat

instrumen, yaitu:

1. Instrumen Pembelajaran

Instrumen pembelajaran adalah instrumen yang dipakai selama proses

pembelajaran. Instrumen pembelajaran dalam penelitian ini terdiri dari

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS).

a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

RPP merupakan pedoman metode dan langkah-langkah yang

digunakan setiap kali pertemuan di kelas. RPP merupakan persiapan

mengajar yang di dalamnya mengandung program terperinci sehingga

keberhasilan kegiatan pembelajaran sudah terumus dengan jelas. RPP

untuk kelas eksperimen menggunakan RPP sesuai dengan strategi

REACT, sedangkan kelas control di sesuaikan dengan pembelajaran

konvensional.

b. Lembar Kerja Siswa (LKS)

LKS berisikan soal-soal latihan sebagai bahan diskusi dan untuk

mengukur tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran, di mana

LKS ini diberikan sesuai dengan sub pokok bahasan yang sedang diajarkan

pada pertemuan tersebut dan diberikan pada setiap pertemuan.

2. Instrumen Pengumpulan Data

Data yang diperoleh dari penelitian ini berasal dari instrumen tes dan non

tes.

a. Instrumen tes

Instrumen tes dalam penelitian ini adalah tes tertulis kemampuan

(13)

17

Gilang Pasca Fitriani, 2014

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

uraian yang berkaitan dengan materi pelajaran. Dalam penelitian ini ada 2

tahap tes yang diberikan yaitu pretest dan posttest. Pretest yaitu tes yang

dilaksanakan sebelum diberikan perlakuan, baik pada kelas eksperimen

maupun pada kelas kontrol, yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan

awal siswa. Kemampuan awal siswa yang dimaksudkan adalah kompetensi

pemecahan masalah siswa. Sedangkan posttest adalah tes yang

dilaksanakan setelah diberikan perlakuan. Posttest tidak hanya

dilaksanakan di kelas eksperimen tetapi juga di kelas kontrol. Soal-soal

yang diberikan saat posttest sama bobotnya dengan soal-soal yang

diberikan pada saat pretest. Tipe soal yang digunakan adalah tipe soal

uraian. Peneliti menggunakan soal tipe uraian mempertimbangkan

berbagai hal sebagai berikut ;

1) Tipe tes soal uraian akan menimbulkan sikap kritis pada siswa

dan hanya siswa-siswa yang telah menguasai materi secara benar

yang dapat memberikan jawaban yang benar (Rusefendi,

2005:118).

2) Tes uraian memungkinkan peneliti melihat sejauh mana

penguasaan konsep dan kemampuan pemecahan masalah siswa.

3) Peneliti diharapkan mengetahui kesulitan yang dialami siswa

serta kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal.

4) Terjadinya bias hasil evaluasi dapat dihindari, karena tidak ada

sistem tebakan atau untung-untungan seperti yang sering terjadi

pada soal pilihan ganda.

Alat evaluasi berupa tes ini sebelum diberikan kepada siswa yang

menjadi sampel penelitian, dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dosen

pembimbing dan guru matematika di sekolah, kemudian diujicobakan

kepada siswa di luar siswa pada kelas eksperimen dan kontrol. Setelah data

hasil uji coba tersebut terkumpul, data-data tersebut kemudian dianalisis

untuk mengetahui validitas, reliabilitas, indeks kesukaran dan daya

(14)

18

Gilang Pasca Fitriani, 2014

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

1) Uji Validitas

Validitas berkenaan dengan tingkat keabsahan suatu instrumen

sehingga betul-betul mengukur apa yang seharusnya diukur.

Perhitungan koefsien validitas tiap butir soal digunakan rumus

korelasi product moment dengan memakai angka kasar (row score).

Rumusnya (Suherman, 2003) adalah

= −

( 2 2) 22

Keterangan:

= Koefisien korelasi (koefisien validitas)

N = Banyak siswa (testi)

= Jumlah skor dari tiap soal

= Jumlah total dari skor

Adapun klasifikasi koefisien korelasi menurut Guilford (dalam

Suherman, 2003: 113) disajikan dalam tabel berikut :

Tabel 3.1 Klasifikasi Koefisien Validitas Nilai Interpretasi

0,90 < ≤1,00 validitas sangat tinggi

0,70 < ≤0,90 validitas tinggi

0,40 < ≤0,70 validitas sedang

0,20 < ≤0,40 validitas rendah

0,00 < ≤0,20 validitas sangat rendah

≤0,00 Tidak valid

Untukmenghitungvaliditastiapbutirsoal, penelitimenggunakan program

(15)

19

Gilang Pasca Fitriani, 2014

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Tabel 3. 2 Validitas Tiap Butir Soal No. Soal Koefisien

Korelasi

Suatu alat evaluasi disebut reliabel jika hasil evaluasi tersebut

tetap jika digunakan untuk setiap subyek yang berbeda (Suherman,

2003: 131). Karena instrumen tes yang digunakan adalah tes tipe

uraian, maka untuk mengetahui reliabilitas instrumen ini digunakan

rumus alpha, yaitu sebagai berikut:

11 = −

1 1− �2 2

Keterangan:

11 = Koefisien reliabilitas

n= Banyak butir soal

12= Jumlah varians skor tiap butir soal 2= Varians skor total

Varians skor dihitung dengan menggunakan rumus:

2 = �− 2

mengetahui interpretasi mengenai besarnya derajat reliabilitas alat

(16)

20

Gilang Pasca Fitriani, 2014

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Tabel 3.3 Klasifikasi Koefisien Reliabilitas Nilai �� Interpretasi

0,90 ≤ r11 < 1,00 Derajat reliabilitas sangat tinggi

0,70 ≤ r11 < 0,90 Derajat reliabilitas tinggi

0,40 ≤ r11 < 0,70 Derajat reliabilitas sedang

0,20 ≤ r11 < 0,40 Derajat reliabilitas rendah

r11 < 0,20 Derajat reliabilitas sangat rendah

Penelitijugamengunakanbantuan program

kemampuan butir soal tersebut mampu membedakan antara siswa

yang mengetahui jawabannya dengan benar dengan siswa yang tidak

dapat menjawab soal tersebut (Suherman, 2003 : 159). Dengan kata

lain, daya pembeda sebuah butir soal adalah kemampuan butir soal

untuk membedakan antara siswa yang pandai atau berkemampuan

tinggi dengan siswa yang berkemampuan rendah. Untuk tes tipe

uraian, rumus yang digunakan untuk mengetahui daya pembeda setiap

butir soal adalah sebagai berikut:

��= −

��� Keterangan:

DP = Daya pembeda

= Rata-rata skor siswa kelompok atas

= Rata-rata skor siswa kelompok bawah

(17)

21

Gilang Pasca Fitriani, 2014

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Klasifikasi interpretasi untuk daya pembeda butir soal yang

digunakan berdasarkan Suherman (2003, 161) disajikan dalam table

berikut.

Tabel 3.4 Klasifikasi Daya Pembeda

Nilai DP Interpretasi

0,70 < DP ≤ 1,00 Sangat baik

0,40 < DP ≤ 0,70 Baik

0,20 < DP ≤ 0,40 Cukup

0,00 < DP ≤ 0,20 Jelek

DP ≤ 0,00 Sangat jelek

Berdasarkan perhitungan yang dilakukan dengan bantuan

program Anates, diperoleh daya pembeda untuk setiap butir soal

instrumen tes yang disajikan pada Tabel 3.5 berikut

Tabel 3.5InterpretasiDayaPembeda

4) Uji Indeks Kesukaran Soal

Indekskesukaranbutirsoalmerupakanbilangan yang

menunjukkantingkatkesukaranbutirsoal (Suherman,

2003:170).Untuktipesoaluraian, rumus yang

(18)

22

Gilang Pasca Fitriani, 2014

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Keterangan:

IK = Indekskesukaran

= Rata-rata skor

SMI = Skormaksimal ideal

Klasifikasiindekskesukaranbutirsoal yang

digunakanberdasarkanSuherman (2003, 161) disajikandalam table

berikut :

Tabel3.6KlasifikasiKoefisienIndeksKesukaran Nilai IK Interpretasi

IK = 1,00 Soal terlalu mudah

0,70 < IK ≤ 1,00 Soal mudah

0,30 < IK ≤ 0,70 Soal sedang

0,00 < IK ≤ 0,30 Soal sukar

IK = 0,00 Soal terlalu sukar

Perhitunganindekskesukaransoalujicobainstrumen

denganmenggunakanbantuan program AnatesdisajikanpadaTabel

3.7sebagaiberikut.

Tabel 3.7 Indeks Kesukaran Butir Soal No. Soal IK Interpretasi

1 0, 460 Sedang

2 0,235 Sukar

3 0,580 Sedang

(19)

23

Gilang Pasca Fitriani, 2014

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

5 0,230 Sukar

Secaraumum, analisis data

hasilpengujianinstrumenpenelitiandapatdilihatpadatabelberikutini.

Tabel 3.8 RekapitulasiAnalisis Data HasilUjiInstrumen No.

Soal

Validitas DayaPembeda IndeksKesukaran Keterangan

1 0,635 0,52 Sedang Soaldigunakan

2 0,588 0,43 Sukar Soaldigunakan

3 0,751 0,50 Sedang Soaldigunakan

4 0,631 0,43 Sedang Soaldigunakan

5 0,606 0,38 Sukar Soaldigunakan

b. Instrumen non tes

Instrumen non tes yang digunakan untuk memperoleh data kualitatif.

Data kualitatif diolah atau dianalisis dengan cara membandingkan antara

data yang diperoleh dengan teori yang ada. Instrumen yang digunakan

dalam penelitian ini berupa angket dan lembar observasi.

1) Lembar Observasi

Observasi ini dilakukan untuk melihat sikap siswa, aktivitas

guru, dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung,

dengan harapan agar hal-hal yang tidak teramati oleh peneliti ketika

penelitian berlangsung dapat ditemukan. Dan selanjutnya dijadikan

masukan-masukan bagi peneliti untuk melakukan perbaikan-perbaikan

pada pertemuan selanjutnya. Setiap pernyataan dalam lembar

observasi terdiri dari aktivitas guru dan siswa yang memuat dua

katagori ya dan tidak.

(20)

24

Gilang Pasca Fitriani, 2014

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Angket dalam penelitian ini menggunakan skala likert. Hal ini

dikarenakan peneliti menghendaki jawaban benar-benar mewakili

sikap dan respon siswa terhadap pembelajaran yang diterima,

sehingga peneliti memberikan empat alternatif pilihan jawaban.

Angket terdiri dari dua pernyataan, positif dan negative. Setiap

pernyataan diberi empat pilihan jawaban yaitu SS (Sangat Setuju), S

(Setuju), TS (Tidak Setuju), STS (Sangat Tidak Setuju). Pilihan R

(ragu-ragu) atau N (netral) tidak digunakan untuk mendorong

kecenderungan pilihan siswa dan menghindari jawaban aman. Angket

ini hanya diberikan kepada siswa kelas eksperimen di akhir

pembelajaran.

D. Prosedur Penelitian 1. Tahap Persiapan

a. Menentukan topik permasalahan.

b. Menyusun proposal.

c. Melaksanakan seminar proposal.

d. Membuat instrumen penelitian.

e. Mengurus perijinan penelitian.

f. Menguji instrumen penelitian.

g. Merevisi instrumen penelitian.

h. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan bahan

ajar.

2. Tahap Pelaksanaan

a. Memberikan pretest terhadap kelas eksperimen dan kelas kontrol.

b. Menerapkan pembelajaran matematika melalui strategi REACT di

kelas eksperimen.

c. Memberikan angket kepada kelas eksperimen.

d. Melakukan observasi yang dibantu oleh guru dan atau rekan

mahasiswa.

(21)

25

Gilang Pasca Fitriani, 2014

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

3. Tahap Pengolahan Data

a. Mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif.

b. Mengolah dan menganalisis data kuantitatif.

c. Mengolah dan menganalisis data kualitatif.

d. Mengonsultasikan dengan dosen pembimbing.

4. Tahap Penulisan Laporan

a. Menyusun laporan hasil penelitian.

b. Merevisi hasil laporan setelah melakukan bimbingan.

E. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan pada setiap kegiatan siswa dan situasi yang

berkaitan dengan penelitian menggunakan instrumen pengumpulan data, yaitu

seperangkat soal pretest dan posttest, angket, serta lembar observasi, Seperangkat

soal pretest dan posttest yang diberikan kepada kelas eksperimen dan kelas

kontrol. Sedangkan angket dan lembar observasi. Angket diberikan kepada kelas

eksperimen untuk melihat respon siswa terhadap pembelajaran matematika

melalui strategi REACT. Untuk menunjang kebenaran dari jawaban siswa

terhadap pengisian angket, maka dilengkapi dengan lembar observasi yang diisi

oleh observer.

F. Teknik analisis data

1. TeknikAnalisis Data Kuantitatif

Data yang telah diperoleh kemudian dikategorikan ke dalam jenis data

kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif meliputi data hasil pengisian angket

dan lembar observasi, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari hasil pretest

dan posttest. Setelah data diperoleh, kemudian dianalisis dengan

(22)

26

Gilang Pasca Fitriani, 2014

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

a. Teknik Analisis Data Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

Setelah dilakukan pretest dan posttest di kelas eksperimen dan

kontrol, maka dilakukan pengolahan dan analisis data untuk mengetahui

kemampuan awal dan akhir siswa serta peningkatan kompetensi

pemecahanmasalahmatematis siswa (indeks gain) di masing-masing kelas.

Menganalisis data tersebut dapat menggunakan bantuan software SPSS 16.0

for Windows, dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1) Uji normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk menentukan apakah data yang

didapat berdistribusi normal atau tidak. Untuk melakukan uji

normalitas, digunakan uji Saphiro-wilkkarenajumlah data yang

lebihdari 30.Jika kedua data berasal dari distribusi normal, maka

dilanjutkan dengan uji homogenitas.Jika salah satu atau kedua data

yang dianalisis tidak berdistribusi normal, maka tidak dilakukan uji

homogenitas, sedangkan untuk pengujian hipotesis dilakukan uji

statistik non parametik, seperti uji Mann-Whitney.

2) Uji Homogenitas

Uji homogenitas

digunakanuntukmengetahuiapakahkeduakelompoksampelmempunyaiva

rians yang samaatautidak. Apakahkeduakelompok (sampel)

mempunyaivarians yang samamakakeduakelompoktersebuthomogen.

UjihomogenitasdilakukandenganujiLevene.Sedangkanjikahasilpengujia

nmenunjukkan data tidakberdistribusi normal

makatidakdilakukanujihomogenitas.

3) Uji dua rerata

Uji dua rerata dilaksanakan untuk tes awal, tes akhir, dan indeks

(23)

27

Gilang Pasca Fitriani, 2014

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

menggunakan rumus uji-t setelah mengetahui bahwa data berdistribusi

normal dan homogen.Untuk distribusi normal tetapi tidak homogen

digunakan uji hipotesis dengan uji t’. Sementara itu untuk data

yangtidak berdistribusi normal, uji dua rerataan dilakukan dengan uji

non parametik Mann-Whitney.

b. Teknik Analisis Data Gain

Analisis data gain

dilakukanuntukmelihatpeningkatankompetensipemecahanmasalahmatematissi

swakelaseksperimensetelahmemperolehpembelajaranmatematikamelaluistrate

gi REACT dankelaskontroltidakdiberiperlakuan. Analisis data gain

dilihatdaripretest danpostestkeduakelompoktersebut.

Rumus untuk normalized gain (gain ternormalisasi) menurut Meltzer

(dalam Fauziah, 2010) adalah:

= �� − ��

��� − �

Indeks gain (normalized gain) diinterpretasikan dengan menggunakan kriteria

seperti yang diungkapkan Hake (Wardhani, 2006:39) sebagai berikut:

Tabel3.9 Kriteria IndeksGain Indeks gain Kriteria

> 0.7 Tinggi

0.3 < ≤ 0.7 Sedang

≤ 0.3 Rendah

2. Teknik Analisis Data Kualitatif

Untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran matematika

melalui strategi REACT maka dilakukan analisis terhadap data kualitatif yang

diperoleh.

a. Lembar Observasi Dari

hasilobservasidianalisisdandiinterpretasikanberdasarkanhasilpengamatan

(24)

28

Gilang Pasca Fitriani, 2014

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Dalammengolahlembarobservasi , data yang diperolehadalah data

kualitatif.

Olehkarenaituanalisisterhadaplembarobservasidilakukandenganmembuat

uraian yang mendeskripsikanhasilpengamatan observer.

b. Angket

Untukmengolah data

angketinidilakukandenganmenggunakanskalaLikert.Setiapjawabandiberi

bobotskortertentusesuaidenganjawabannya, yaitu 1 (STS), 2 (TS), 4 (S)

dan 5 (SS) untukpernyataanfavorable, sebaliknya 1 (SS), 2 (S), 4 (TS)

dan 5 (STS) untukpernyataan

unfavorable.Pengolahandapatdilakukandenganmembandingkanrerataskor

subjekdenganrerataskoralternatifjawabannetraldarisemuabutirpertanyaan

(Suherman, 2003).Jikarerataskorsubjeklebihbesardaripada 3

(rerataskoruntukjawabannetral) makaiabersikappositif,

n =Banyaknyasiswa (responden)

Penafsiran data

angketdilakukandenganmenggunakankategoripersentase yang

disajikandalamtabelberikut:

Tabel 3.10

InterpretasiPersentaseAngket

Persentase Data Interpretasi

P = 0 % Takseorang pun

(25)

29

Gilang Pasca Fitriani, 2014

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

25 % ≤ P < 50 % Hampirsetengahnya

P = 50 % Setengahnya

50 % < P < 75 % Sebagianbesar

75 % ≤ P < 100 % Hampirseluruhnya

(26)

52

Gilang Pasca Fitriani, 2014

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada tahapan penelitian, maka

diperoleh beberapa kesimpulan berkaitan dengan penerapan pembelajaran

matematika melalui strategi REACT untuk meningkatkan kemampuan pemecahan

masalah matematis siswa Kelas VIII di SMP Negeri 35 Bandung, yaitu:

1. Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang

mendapatkan pembelajaran melalui strategi REACT lebih tinggi

dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang

mendapatkan pembelajaran konvensional.

2. Respon siswa positif setelah siswa mendapatkan pembelajaran melalui

strategi REACT. Hal ini berdasarkan hasil angket sikap siswa yang didukung

oleh hasil observasi menunjukkan respon positif. Siswa yang menggunakan

pembelajaran matematika melalui strategi REACT terlihat lebih aktif dan

antusias selama pembelajaran. Hal itu terlihat dari hasil angket dan lembar

observasi yang pada umumnya siswa menyukai pembelajaran matematika

melalui strategi REACT.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan, penulis menyarankan hal-hal

sebagai berikut:

1. Pembelajaran matematika melalui strategi REACT menunjukkan hasil yang

baik. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan kemampuan pemecahan masalah

matematis siswa yang menggunakan strategi REACT yang lebih baik

daripada kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang

menggunakan pembelajaran konvensional. Selain itu, pembelajaran melalui

strategi REACT memberikan kesempatan pada siswa untuk berimprovisasi

(27)

53

Gilang Pasca Fitriani, 2014

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

menginvestigasi berbagai strategi yang diyakininya sesuai dengan

kemampuan elaborasinya. Oleh karena itu pembelajaran melalui strategi

REACT dapat dijadikan salah satu alternatif pembelajaran matematika di

sekolah.

2. Bahan ajar yang dibuat sebaiknya lebih banyak mengeksplorasi soal-soal

kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.

3. Peneliti menyarankan agar penelitian ini dilanjutkan dalam aspek penelitian

yang lain pada kajian yang lebih luas, misalnya pada materi, populasi atau

(28)

54

Gilang Pasca Fitriani, 2014

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR PUSTAKA

BSNP. (2006). Draf Final Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan : Standar

Kompetensi Mata Pelajaran Matematika SMP dan Mts. Jakarta : Badan

Standar Nasional Pendidikan.

Cord. (2007). The REACT Strategy. [online]. Tersedia

:http://www.texascollaborative.org/TheREACTstrategy.htm.[7 Maret 2011].

Crawford, Michael L. (2001). Teaching Contextually Research, Rationale,

andTechniques forImproving Student Motivation and Achievement

inMathematics and Science. Texas:CCI Publishing.

Fauziah, A. (2010). Peningkatan Kemampuan Pemahaman dan Pemecahan

Masalah Matematik Siswa SMP melalui Strategi REACT (Relating,

Experiencing, Applying, Cooperating, Transferring). Tesis PPS UPI.

Bandung: tidak diterbitkan.

Firdaus. (2004) Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SLTP

melalui Pembelajaran menggunakan Tugas Bentuk Superitem, Thesis. UPI

Bandung:Tidak diterbitkan.

Gregory, P. (2004). Motivating Computing Students to Learn Mathematics.

MSOR Connections 2004 Vol 4 No.3. University of Central Lancashire.

Hake, R, R. (1999). Analyzing Change/Gain Scores. AREA-D American

Education Research Association’s Devision. D, Measurement and

Research Methodology.

Jihad, Asep. (2006). Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika

Siswa dengan Metode IMPROVE disertai Pemberian Embedded Test.

(29)

55

Gilang Pasca Fitriani, 2014

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

NCTM (1989) Curriculum and Evaluation Standard for school Mathematics.

Virginia: The National Council of Teachers of Mathematics Inc.

Murtado, S. dan Tambunan, G. (1987) . Materi Pokok Pengajaran Matematika:

Jakarta Karunika.

Polya, G. (1985) Mathematical Discovery on Understanding, Learning an

Teaching Problem Solving. New york: John Wiley & Sons.

Ruseffendi, E.T. (2001). Dasar-Dasar Penelitian Pendidikan dan Bidang Non

Eksakta Lainnya. Semarang: IKIP Semarang Press.

Ruseffendi, E.T. (2004). Dasar-Dasar Penelitian Pendidikan dan Bidang Non

Eksakta Lainnya. Bandung: Tarsito.

Russefendi, H. E. T. (2005). Dasar-dasar Penelitian dan Bidang Non-Eksakta

Lainnya. Bandung: Tarsito.

Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung:

Alfabeta.

Suherman. (2001). Pendekatan Kontekstual dalam Pembelajaran Matematika.

[on-line]. Tersedia : http://educare.e-fkipunla.net. [5 maret 2012].

Suherman, E. (2003). Evaluasi Pembelajaran Matematika (Individual Textbook).

Bandung: UPI.

Suhena, Ena. (2009). Pengaruh Strategi REACT dalam Pembelajaran

Matematikaterhadap Kemampuan Pemahaman, Penalaran, dan Komunikasi

MatematisSiswa SMP. Disertasi Jurdikmat FPMIPA UPI Bandung.

Sumarmo, U. (1993) Peran Kemampuan Logik dan Kegiatan Belajar terhadap

Kemampuan Pemecahan Masalah pada Siswa SMA di Kodya

Bandung.Laporan Penelitian. Bandung: FPMIPA IKIP Bandung ( tidak

(30)

56

Gilang Pasca Fitriani, 2014

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Sumarmo, U. (1994). Suatu Alternatif Pengajaran untuk Meningkatkan

Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMA di Kodya

Bandung. LaporanPenelitian IKIP Bandung. Tidak Dipublikasikan.

Sumarmo, U. (2004). Pembelajaran Matematika untuk Mendukung

PelaksanaanKurikulum Berbasis Kompetensi. Makalah pada Pertemuan

MGMP Matematika SMPN I Tasikmalaya.

Tapilouw, Marthen. (2009). Pengembangan Kemampuan Matematis Siswa SMP

melalui Pembelajaran Kontekstual Dengan Pendekatan REACT. Disertasi

Jurdikmat FPMIPA UPI Bandung.

Yuniawatika. (2011). Penerapan Pembelajaran Matematka dengan Strategi

REACT untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi dan Representasi

Figur

Tabel 3.1 Klasifikasi Koefisien Validitas

Tabel 3.1

Klasifikasi Koefisien Validitas p.14
Tabel 3. 2 Validitas Tiap Butir Soal

Tabel 3.

2 Validitas Tiap Butir Soal p.15
Tabel 3.3 Klasifikasi Koefisien Reliabilitas

Tabel 3.3

Klasifikasi Koefisien Reliabilitas p.16
Tabel 3.5InterpretasiDayaPembeda

Tabel 3.5InterpretasiDayaPembeda

p.17
Tabel 3.4 Klasifikasi Daya Pembeda

Tabel 3.4

Klasifikasi Daya Pembeda p.17
Tabel 3.7 Indeks Kesukaran Butir Soal

Tabel 3.7

Indeks Kesukaran Butir Soal p.18
Tabel 3.8 RekapitulasiAnalisis Data HasilUjiInstrumen

Tabel 3.8

RekapitulasiAnalisis Data HasilUjiInstrumen p.19
Tabel 3.10

Tabel 3.10

p.24

Referensi

Memperbarui...