(Studi Kasus Mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis UPN “Veteran” Jatim)
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyar atan Dalam Memperoleh Gelar Sar jana Ilmu Administrasi Bisnis pada FISIP UPN “Veteran” Jawa Timur
Oleh :
Adilla Cindy Apr ilia
1042010024
YAYASAN KESEJAHTERAAN PENDIDIKAN DAN PERUMAHAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAWA TIMUR
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI BISNIS
Disusun Oleh :
ADILLA CINDY APRILIA 1042010024
Telah dipertahankan dihadapan dan diterima oleh Tim Penguji Skripsi Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan
Nasional “Veteran” Jawa Timur Pada tanggal 23 Juni 2014 Menyetujui,
PEMBIMBING TIM PENGUJI: 1. Ketua
Dr. Eddy Poernomo, SE, MM Dra. Ec. Hj. Suparwati, M.Si
NIP. 195408251984031001 NIP. 195507181983022001
2. Sekretaris
Dr. Eddy Poernomo, SE, MM NIP. 195408251984031001 3. Anggota
Dra. Siti Ning Farida, M.Si
NIP. 196407291990032001
Mengetahui,
DEKAN
(Studi Kasus Mahasiswa Program Studi Ilmu Administr asi Bisnis UPN “Veteran” J atim)
Oleh :
ADILLA CINDY APRILIA 1042010024
Telah Disetujui Untuk Mengikuti Ujian Skripsi
Menyetujui, Pembimbing utama
Dr. Eddy Poernomo, SE, MM NIP. 195408251984031001
Mengetahui, DEKAN
berkat dan rahmatNya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Skripsi dengan judul “Pengaruh Positioning Terhadap Keputusan Mahasiswa Dalam Memilih
Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis Pada Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (Studi Kasus Mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis UPN “Veteran” Jawa Timur)”.
Selesainya penyusunan laporan Skripsi ini tidak lepas dari adanya arahan dan bimbingan dari Bpk. Dr. Eddy Poernomo, SE, MM sebagai dosen pembimbing yang dengan segala perhatian dan kesabarannya rela meluangkan waktu untuk penulis.
Pada kesempatan ini penulis juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak-pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan laporan Skripsi ini, diantaranya :
1. Ibu Dra. Hj. Suparwati, M.Si selaku dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
2. Ibu Dra. Lia Nirawati, M.si selaku ketua Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
kepada penulis dalam menyelesaikan laporan skripsi ini.
Penulis menyadari segala keterbatasan kemampuan dan pengetahuan, sehingga saran dan kritik bersifat membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan penulisan ini. Akhir kata, penulis berharap semoga laporan skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.
Surabaya, Juni 2014
LEMBAR PERSETUJUAN ... ii
LEMBAR PENGESAHAN ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR TABEL ... x
DAFTAR GAMBAR ... xii
ABSTRAKSI ... xiii
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Perumusan Masalah ... 7
1.3 Tujuan Penelitian ... 7
1.4 Manfaat Penelitian ... 8
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Penelitian Terdahulu ... 9
2.2 Landasan Teori ... 9
2.2.1 Pemasaran ... 9
2.2.1.1 Pengertian Pemasaran ... 9
2.2.1.2 Pengertian Manajemen Pemasaran ... 10
2.2.1.3 Konsep Pemasaran ... 11
2.2.2 Pemasaran Jasa ... 13
2.2.2.1 Pengertian Jasa ... 13
2.2.3.1 Pengertian Positioning ... 19
2.2.3.2 Tujuan Positioning ... 23
2.2.4 Pengertian Perilaku Konsumen ... 23
2.2.5 Pengambilan Keputusan Konsumen ... 24
2.2.6 Pengaruh Positioning Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen ... 34
2.3 Kerangka Berpikir ... 35
2.4 Hipotesis ... 36
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel ... 37
3.1.1 Definisi Operasional ... 37
3.1.2 Pengukuran Variabel ... 40
3.2 Populasi, Sampel & Teknik Penarikan Sampel ... 41
3.2.1 Populasi ... 41
3.2.2 Sampel ... 41
3.2.3 Teknik Penarikan Sampel ... 42
3.3 Teknik Pengumpulan Data ... 43
3.3.1 Jenis Data ... 43
3.3.2 Sumber Data ... 43
3.3.3 Metode Pengumpulan Data ... 43
3.4 Uji Validitas, Uji Realibilitas, dan Uji Asumsi Klasik ... 44
3.4.3.2 Heterokedastisitas ... 46
3.4.3.3 Uji Normalitas ... 46
3.5 Teknik Analisis dan Uji Hipotesis ... 47
3.5.1 Teknik Analisis ... 47
3.5.2 Uji Hipotesis ... 48
3.5.2.1 Uji F ... 48
3.5.2.2 Uji t ... 50
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Obyek Penelitian dan Penyajian Data ... 52
4.1.1 Sejarah Singkat UPN “Veteran” Jawa Timur ... 52
4.1.2 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ... 53
4.1.3 Progdi Ilmu Administrasi Bisnis ... 55
4.1.4 Struktur Organisasi FISIP ... 57
4.2 Deskripsi Karakteristik Responden ... 62
4.3 Analisis Deskriptif per Variabel ... 64
4.3.1 Analisis Deskriptif Variabel Attribute ... 64
4.3.2 Analisis Deskriptif Variabel Benefit ... 65
4.3.3 Analisis Deskriptif Variabel Use or Application ... 66
4.3.4 Analisis Deskriptif Variabel User ... 67
4.3.5 Analisis Deskriptif Variabel Competittor ... 69
4.3.6 Analisis Deskriptif Variabel Price ... 70
4.4.2 Uji Reliabilitas ... 74
4.5 Uji Asumsi Klasik ... 75
4.5.1 Uji Multikolinieritas ... 75
4.5.2 Uji Heterokedastisitas ... 76
4.5.3 Uji Normalitas ... 77
4.6 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda ... 79
4.7 Koefisien Determinasi (R²) ... 81
4.8 Pengujian Hipotesis ... 82
4.8.1 Uji Simultan (Uji F) ... 83
4.8.2 Uji Parsial (Uji t) ... 85
4.9 Pembahasan ... 93
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 99
5.2 Saran ... 101 DAFTAR PUSTAKA
Tabel 3.1 Pengelompokan Sampel ... 42
Tabel 4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 62
Tabel 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ... 63
Tabel 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Angkatan ... 63
Tabel 4.4 Frekuensi Jawaban Variabel Attribute (Atribut/X1) ... 64
Tabel 4.5 Frekuensi Jawaban Variabel Benefit (Manfaat/X2) ... 66
Tabel 4.6 Frekuensi Jawaban Variabel Use or Application (Penggunaan atau Aplikasi/X3) ... 67
Tabel 4.7 Frekuensi Jawaban Variabel User (Pemakai/X4) ... 68
Tabel 4.8 Frekuensi Jawaban Variabel Competittor (Pesaing/X5) ... 69
Tabel 4.9 Frekuensi Jawaban Variabel Price (Harga/X6) ... 70
Tabel 4.10 Frekuensi Jawaban Variabel Keputusan Mahasiswa Memilih Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis (Y) ... 71
Tabel 4.11 Hasil Uji Validitas ... 73
Tabel 4.12 Hasil Uji Reliabilitas ... 75
Tabel 4.13 Hasil Uji Multikolinieritas ... 76
Tabel 4.14 Hasil Uji Heterokedastisitas ... 77
Gambar 2.2 Kerangka Berpikir ... 35
Gambar 3.1 Kurva Uji F ... 50
Gambar 3.2 Kurva Uji t ... 51
Gambar 4.1 Struktur Organisasi FISIP – UPN “Veteran” Jatim ... 57
Gambar 4.2 Grafik Statistik Normalitas ... 78
Gambar 4.3 Daerah Penerimaan dan Penolakan Uji F ... 84
Gambar 4.4 Kurva Daerah Penerimaan atau Penolakan Variabel X1 ... 86
Gambar 4.5 Kurva Daerah Penerimaan atau Penolakan Variabel X2 ... 87
Gambar 4.6 Kurva Daerah Penerimaan atau Penolakan Variabel X3 ... 88
Gambar 4.7 Kurva Daerah Penerimaan atau Penolakan Variabel X4 ... 90
Gambar 4.8 Kurva Daerah Penerimaan atau Penolakan Variabel X5 ... 91
By:
Adilla Cindy Aprilia 1042010024
ABSTRACT
Educational organization have an important role in realizing the dream of every citizien through educational programs capable and qualified. Many countries believe that the education sector provides an important role for the development. So many countries to give priority to the development of their education sector. This affects the positioning of the organization that provides educational services where positioning focused on achieving the desired positioning in the minds of customers and only a feware directly related to the product. This study aims to determine the effect of positioning the student’s decision in choosing a course of study Business Administration at the Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” East Java.
This study used quantitative research methods with proportional stratified random sampling technique. The independent variables held that attribute, benefit, use or application, user, competitor and price with the dependent variable is the student’s decision in choosing a course of study Business Administration. The population in this study is a student of Business Administration from batch 2010 until batch 2013 at the Faculty of Social and Political Sciences UPN “Veteran” East Java, with total sample of 100 people. The type of data used is primary data. While data collection techniques using a questionnaire. Furthermore, the data were analyzed using multiple linier regression techniques.
The result showed, that the variable attribute, benefit, use or application, user, competitor and price simultaneously significantly influence the student’s decision in choosing a course of study Business Administration. In partial, competitor and user have a significant impact on the student’s decision in choosing a study program Business Administration, while variable attributes, benefits, use or application, and the price does not have a significant impact on a student’s decision in choosing a course of study Business Administration.
Oleh:
ADILLA CINDY APRILIA 1042010024
ABSTRAKSI
Organisasi pendidikan memiliki peranan penting dalam mewujudkan cita-cita setiap warga negara melalui program-program pendidikan yang mumpuni dan berkualitas. Berbagai negara meyakini bahwa sektor pendidikan memberikan peran penting bagi pembangunan. Sehingga banyak negara memberikan prioritas bagi pembangunan sektor pendidikan mereka. Hal ini berpengaruh pada positioning dalam organisasi yang menyediakan jasa pendidikan
dimana positioning berfokus pada pencapaian posisi yang diinginkan dalam benak pelanggan
dan hanya sedikit berkaitan langsung dengan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh positioning terhadap keputusan mahasiswa dalam memilih program studi Ilmu Administrasi Bisnis pada Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik proporsional stratifikasi random sampling. Variabel bebas yang dimiliki yaitu attribute, benefit, use or application, user, competittor dan price dengan variabel terikat yaitu keputusan mahasiswa
dalam memilih program studi Ilmu Administrasi Bisnis. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi Ilmu Administrasi Bisnis dari angkatan 2010 sampai angkatan 2013 pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPN “Veteran” Jawa Timur dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang. Jenis data yang digunakan adalah data primer. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Selanjutnya data dianalisis menggunakan teknik regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan, bahwa variabel attribute, benefit, use or application, user, competittor dan price secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan
mahasiswa dalam memilih program studi Ilmu Administrasi Bisnis. Secara parsial variabel
user dan competittor memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan mahasiswa
dalam memilih program studi Ilmu Administrasi Bisnis, sedangkan variabel attribute, benefit, use or application, dan price tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
keputusan mahasiswa dalam memilih program studi Ilmu Administrasi Bisnis.
BAB I PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Pendidikan merupakan hak bagi setiap warga negara. Sesuai dengan UUD 1945, dimana salah satu tujuan negara Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu pendidikan merupakan sesuatu hal yang mutlak diperlukan oleh setiap warga negara untuk mampu menciptakan negara dengan bangsa yang berintelektual.
Organisasi pendidikan memiliki peranan penting dalam mewujudkan cita-cita setiap warga negara melalui program-program pendidikan yang mumpuni dan berkualitas. Berbagai negara meyakini bahwa sektor pendidikan memberikan peran penting bagi pembangunan. Sehingga banyak negara memberikan prioritas bagi pembangunan sektor pendidikan mereka.
Berbeda dengan produk fisik suatu jasa pelayanan pendidikan tidak bisa disimpan. Ia diproduksi dan dikonsumsi secara bersama. Jasa pendidikan tidak bisa dilihat dan dirasakan oleh konsumen sebelum konsumen membeli atau mendapatkan penyedia jasa pendidikan secara langsung. Konsumen juga tidak dapat memprediksi apa hasil yang akan diperoleh dengan mengkonsumsi jasa pendidikan tersebut kecuali setelah membelinya.
Dewasa ini, persaingan antar sekolah semakin interaktif. Khususnya pada perguruan tinggi. Berbagai perguruan tinggi yang ada pada saat ini berlomba-lomba untuk mempromosikan diri menjadi perguruan tinggi terbaik dan berkualitas untuk mempengaruhi para siswa yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Menurut Setiadi (2003:415), pengambilan keputusan konsumen adalah proses pengintegrasian yang mengkombinasikan pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau lebih, prilaku alternatif dan memilih salah satu diantaranya. Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa keputusan seseorang untuk memilih jasa pendidikan merupakan bagian atau salah satu elemen penting perilaku seorang siswa.
Pemasaran yang baik diperlukan bagi penyedia jasa pendidikan. Hal ini dikarenakan untuk mempengaruhi seorang konsumen, setiap penyedia jasa pendidikan harus mengetahui apa saja atribut-atribut yang dimilikinya sehingga konsumen tertarik untuk memilih produk mereka dibandingkan dengan yang lain.
Sama dengan sebuah perusahaan industri, penyedia jasa pendidikan juga harus mempunyai strategi pemasaran untuk produk yang ditawarkannya, yaitu langkah pertama dengan menentukan segmentasi pasar, kedua menentukan target sasaran dan yang ketiga adalah positioning yaitu tindakan membangun dan mengkomunikasikan manfaat produk di dalam pasar.
Hal ini berpengaruh pada positioning produk dimana positioning berfokus
pada pencapaian posisi yang diinginkan dalam benak pelanggan dan hanya sedikit berkaitan langsung dengan produk. Positioning dapat dipengaruhi oleh semua unsur bauran pemasaran jasa selain promosi, contohnya melihat dari segi atribut positioningnya dimana perusahaan memosisikan dirinya berdasarkan atribut-atribut tertentu.
Yang dimaksud dengan posisi (position) menurut Tjiptono (2005:73) dalam
Attribute positioning atau positioning berdasarkan atribut merupakan suatu
jalan mengasosiasikan suatu produk dengan atribut tertentu, karakteristik khusus, atau dengan manfaat bagi pelanggan.
Benefit positioning atau positioning berdasarkan manfaat, dimana produk
diposisikan sebagai pemimpin dalam suatu manfaat tertentu.
Use or application positioning atau positioning berdasarkan penggunaan atau
aplikasi, dimana produk diposisikan sebagai alternatif terbaik untuk situasi pemakaian atau aplikasi tertentu.
User positioning atau positioning berdasarkan pemakai, yaitu produk
diposisikan sebagai pilihan terbaik untuk kelompok tertentu.
Competittor positioning atau positioning berdasarkan pesaing terhadap
pesaing utama.
Quality or price positioning atau positioning berdasarkan kualitas atau harga,
yaitu perusahaan berusaha menciptakan kesan atau citra berkualitas tinggi lewat harga premium atau sebaliknya menekankan harga murah sebagai indikator nilai.
Hal ini akan mempengaruhi para pemasar jasa pendidikan untuk berlomba-lomba mencari cara untuk memodifikasi strategi pemasaran, maka terbentuklah startegi positioning yang dapat memberikan gambaran akan suatu produk dalam benak pelanggan dalam hal ini calon mahasiswa.
UPN “Veteran” Jawa Timur hingga saat ini memiliki 6 fakultas dengan 17 Program Studi dan Program Pasca Sarjana dengan 3 Program Studi. Salah satu fakultas yang dapat menjadi pilihan calon mahasiswa, salah satunya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Pada fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik terdapat 4 program studi, diantaranya
1. Program studi Ilmu Komunikasi
2. Program studi Ilmu Administrasi Bisnis
3. Program studi Ilmu Administrasi Negara
4. Program studi Hubungan Internasional
Diantara keempat (4) program studi tersebut salah satu yang memiliki akreditasi A yaitu Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 022/BAN-PT/Ak-SURV-III/SI/III/2012.
Pada program studi Ilmu Administrasi Bisnis, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur mahasiswa yang memilih program studi ini dari tahun 2010 sampai 2013 dapat dilihat pada tabel 1.1
Tabel 1.1
Jumlah Mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis
Tahun Jumlah Mahasiswa
Sumber : Subbag Admik FISIP UPN “Veteran” Jawa Timur, 2014
Berdasarkan Tabel 1.1 dapat dilihat jumlah mahasiswa yang ada pada program studi Ilmu Administrasi Bisnis, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur mengalami fluktuatif. Terlihat dari data yang ada jumlah mahasiswa paling sedikit terdapat pada tahun 2010 dengan jumlah mahasiswa 48 mahasiswa dan mahasiswa terbanyak terdapat pada tahun 2013 dengan jumlah mahasiswa 109 mahasiswa.
Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut, peneliti akan melakukan penelitian terhadap masalah positioning pada program studi Ilmu Administrasi Bisnis dengan judul “Pengaruh Positioning Terhadap Keputusan Mahasiswa Dalam
1.2Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya maka permasalahan yang dikemukakan dalam penulisan ini adalah :
1. Apakah terdapat pengaruh signifikan secara simultan variabel attribute, benefit, use or application, user, competittor, price terhadap keputusan mahasiswa
dalam memilih program studi Ilmu Administrasi Bisnis pada Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur?
2. Apakah terdapat pengaruh signifikan secara parsial variabel attribute, benefit, use or application, user, competittor, price terhadap keputusan mahasiswa
dalam memilih program studi Ilmu Administrasi Bisnis pada Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur?
1.3Tujuan Penelitian
Penelitian ini mempunyai tujuan :
1. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh signifikan secara simultan variabel attribute, benefit, use or application, user, competittor, price terhadap
keputusan mahasiswa dalam memilih program studi Ilmu Administrasi Bisnis pada Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
2. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh signifikan secara parsial variabel
attribute, benefit, use or application, user, competittor, price terhadap keputusan
1.4 Manfaat Penelitian
1. Secara Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi di kepustakaan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, khususnya dibidang pemasaran jasa yang berkaitan dengan keputusan konsumen.
2. Secara Praktis
2.1 Penelitian Terdahulu
Herdy Satriaputra (2011) meneliti dengan judul “ Faktor-Faktor Yang Dipertimbangkan Mahasiswa Dalam Memilih Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis Pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPN “Veteran” Jawa Timur”. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif, dimana jenis penelitian ini menguraikan kondisi yang ada dan memberikan analisis terhadap fenomena yang ada. Responden pada penelitian ini yaitu sebanyak 45 responden dan data diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Dimana responden diambil dengan menggunakan teknik proportional purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari
faktor-faktor yang diamati dalam penelitian yaitu minat, motivasi, biaya, reputasi, fasilitas pendidikan, kualitas dan kuantitas dosen, hal tersebut yang dipertimbangkan oleh mahasiswa pada saat mereka memilih progdi Ilmu Administrasi Bisnis FISIP UPN “Veteran” Jawa Timur.
2.2 Landasan Teori 2.2.1 Pemasaran
2.2.1.1 Pengertian pemasaran
Menurut Tjiptono (2002:8), definisi pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu atau kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan, pewarnaan dan pertukaran segala sesuatu yang bernilai dengan orang atau kelompok lain.
Sedangkan menurut Assauri (2007 : 5) pemasaran diartikan sebagai kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran.
2.2.1.2 Pengertian Manajemen Pemasaran
Menurut Kotler (2000:9), manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran penetapan harga, promosi serta penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukran yang memenuhi sasaran-sasaran individu dan organisasi.
Sedangkan menurut Kotler dan Amstrong (2001:18) manajemen pemasaran merupakan analisis perencanaan, diciptkana untuk memangun dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan pemeli dengan sasaran untuk mencapai tujuan pemasaran.
2.2.1.3 Konsep Pemasaran
Pemasaran kemungkinan besar akan berhasil mencapai tujuannya apabila pemasaran cenderung menitik beratkan pada pemuasan kebutuhan dan keputusan konsumen. Pada umumnya, setiap perusahaan menganut salah satu konsep atau filosofi pemasaran, yaitu falsafah atau anggapan yang diyakini perusahaan sebagai dasar dari setiap kegiatannya dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Disinilah pemasaran berperan menjembatani masalah tersebut sehingga memungkinkan bagi konsumen untuk membuat pilihan yang nantinya akan dipenuhi oleh penjual.
Menurut Kotler dan Amstrong (2001) konsep pemasaran mengatakan bahwa untuk mencapai tujuan organisasi tergantung pada penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran dan memuaskan pelanggan secara lebih efektif dan efisien dari pada yang dilakukan pesaing.
Menurut Assauri (2007:61) konsep pemasaran adalah suatu falsafah manajemen dalam bidang pemasaran yang berorientasi kepada kebutuhan dan keinginan konsumen dengan didukung oleh kegiatan pemasaran terpadu yang diarahkan untuk memberikan kepuasan konsumen sebagai kunci keberhasilan organisasi dalam usahanya mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
tingkat kepuasan langganan yang melebihi dari kepuasan yang diberikan oleh para saingan.
Dalam pemasaran terdapat lima konsep yang merupakan dasar pelaksanaan kegiatan pemasaran suatu organisasi menurut Tjiptono (2005), yaitu :
1. Konsep Produksi
Pemasar yang berpegang pada konsep ini berorientasi pada proses produksi atau operasi (internal). Asumsi yang diyakini adalah konsumen hanya akan membeli produk-produk yang murah dan gampang diperoleh . dengan demikian, kegiatan organisasi harus difokuskan pada efisiensi biaya (produksi) dan ketersediaan produk (distribusi) agar perusahaan dapat memperoleh keuntungan.
2. Konsep Produk
Dalam konsep ini, pemasar beranggapan bahwa konsumen lebih menghendaki produk-produk yang memiliki kualitas, kinerja, fitur (features), atau penampilan superior. Konsekuensinya, pencapaian tujuan bisnis perusahaan dilakukan melalui inovasi produk, riset dan pengembangan, dan pengendalian kualitas secara berkesinambungan.
3. Konsep Penjualan
agar penjualan dapat meningkat. Sehingga tercapai laba maksimum sebagaimana menjadi tujuan perusahaan.
4. Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran berorientasi pada pelanggan (lingkungan eksternal), dengan anggapan bahwa konsumen hanya akan akan bersedia membeli produk-produk yang mampu memenuhi kebutuhan dan keinginannya serta memberikan kepuasan.
5. Konsep Pemasaran Sosial
Pemasar yang menganut konsep ini beranggapan bahwa konsumen hanya bersedia membeli produk-produk yang mampu memuaskan kebutuhan dan keinginannya serta berkontribusi pada kesejahteraan lingkungan sosial konsumen. Tujuan aktivitas pemasaran adalah berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat, sekaligus memperbaiki hubungan antara produsen dan masyarakat demi peningkatan kesejahteraan pihak-pihak terkait.
2.2.2 Pemasaran Jasa 2.2.2.1 Pengertian Jasa
Menurut Kotler (2000:383), jasa adalah setiap kegiatan atau manfaat yang dapat diberikan oleh suatu pihak kepada pihak lainnya yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak pula berakiat pemilikan sesuatu.
dikonsumsi dan diproduksi pada saat bersamaan, memberikan nilai tambah dan secara prinsip tidak berwujud (intangible) bagi pembeli pertamanya.
Secara umum jasa adalah setiap tindakan atau perbuatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain dimana produk yang ditawarkan bisa berupa produk fisik maupun tidak dimana jika produk itu berupa produk fisik yang didalam tahapannya akan melalui beberapa perubahan sehingga nantinya akan memuaskan keinginan konsumen atau pelanggan tersebut.
Jadi, pada dasarnya jasa merupakan semua aktivitas ekonomi yang hasilnya tidak merupakan produk dalam bentuk fisik atau kontruksi, yang biasanya dikonsumsi pada saat yang sama dengan waktu yang dihasilkan dan memberikan nilai tambah (seperti misalnya kenyamanan, hiburan, kesenangan atau kesehatan) atau pemecahan atas masalah yang dihadapi konsumen. (Lupiyoadi, 2005) .
2.2.2.2 Klasifikasi Jasa
Tjiptono (2005:23), jasa bisa diklasifikasikan berdasarkan beragam kriteria :
1. Berdasarkan sifat tindakan jasa
Jasa dikelompokkan ke dalam sebuah matriks yang terdiri dari dua sumbu, dimana sumbu vertikalnya menunjukkan sifat tindakan jasa (tangible actions dan intangible actions), sedangkan sumbu horizontalnya merupakan
2. Berdasarkan hubungan dengan pelanggan
Jasa dikelompokkan ke dalam sebuah matriks yang terdiri atas dua sumbu, di mana sumbu vertikalnya menunjukkan tipe hubungan antara perusahaan jasa dan pelanggannya (status keanggotaan dan hubungan temporer). Sedangkan, sumbu horizontalnya sifat penyampaian jasa (penyampaian secara berkesinambungan atau kontinu dan penyampaian diskrit).
3. Berdasarkan tingkat customization dan kemampuan mempertahankan standar konstan dalam penyampaian jasa
Jasa diklasifikasikan berdasarkan dua sumbu utama, yaitu tingkat customization karakteristik jasa sesuai dengan kebutuhan pelanggan individual (tinggi dan rendah) dan tingkat kemampuan penyedia jasa dalam mempertahankan standar yang konstan (tinggi dan rendah).
4. Berdasarkan sifat permintaan dan penawaran jasa
5. Berdasarkan metode penyampaian jasa
Jasa dikelompokkan ke dalam sebuah matriks yang terdiri atas dua sumbu di mana sumbu vertikalnya menunjukkan sifat interaksi antara pelanggan dan perusahaan jasa (pelanggan mendatangi perusahaan jasa; perusahaan jasa mendatangi pelanggan; serta pelanggan dan perusahaan jasa melakukan transaksi melalui surat atau media elektronik). Sedangkan, sumbu horizontalnya adalah ketersediaan outlet jasa single site dan multiple site).
2.2.2.3 Karakteristik Jasa
Menurut Tjiptono (2005:18), perusahaan harus mempertimbangkan lima karakteristik jasa tertentu ketika merancang program pemasaran, antara lain :
1. Intangibility
Jasa berbeda dengan barang. Bila barang merupakan suatu objek, alat, atau benda; maka jasa adalah suatu perbuatan, tindakan, pengalaman, proses, kinerja (performance), atau usaha. Oleh sebab itu, jasa tidak dapat dilihat,
dirasa, dicium, didengar, atau diraba sebelum dibeli dan dikonsumsi.
2. Inspirability
3. Variability/heterogeneity/inconsistency
Jasa bersifat sangat variabel karena merupakan non-standardized output,
artinya banyak variasi bentuk, kualitas dan jenis, tergantung kepada siapa, kapan dan dimana jasa tersebut diproduksi.
4. Perishability
Perishability berarti, jasa tidak tahan lama dan tidak dapat disimpan. Jasa
tidak dapat disimpan untuk penjualan atau pemakaian yang akan datang. Tidak tahan lamanya jasa bukanlah masalah apabila permintaan selalu ada. Tapi ketika permintaan berfluktuasi, perusahaan jasa sering kali mengalami masalah sulit. Oleh karena itu perusahaan jasa sering kali merancang strategi agar lebih baik lagi menyesuaikan permintaan dengan penawaran.
5. Lack of ownership
Lack of ownership merupakan perbedaan dasar antara jasa dan barang. Pada
pembelian barang, konsumen memiliki hak penuh atas penggunaan dan manfaat produk yang dibelinya. Mereka bisa mengkonsumsi, menyimpan, atau menjualnya. Di lain pihak, pada pembelian jasa, pelanggan mungkin hanya memiliki akses personal atas suatu jasa untuk jangka waktu yang terbatas (misalnya kamar hotel, bioskop, jasa penerbangan dan pendidikan).
2.2.2.4 Jenis-Jenis Jasa
Menurut Lovelock jasa pada dasarnya dapat dibedakan menjadi 3 macam sebagaimana dikemukakan dalam Sudarminto (2002) yang membedakannya adalah sebagai berikut :
1. Rented Goods Service
Dalam jenis ini konsumen menyewa dan menggunakan suatu produk berdasarkan tarif yang telah ditetapkan selama jangka waktu tertentu konsumen hanya dapat menggunakan produk tersebutm sedangkan kepemilikannya tetap berada pada pihak perusahaan atau perorangan yang menyewakannya. Contoh : perusahaan penyewaan mobil penyewaan hotel, computer, apartemen dan sebagainya.
2. Owned Goods Service
Dalam jenis ini produk-produk yang dimiliki konsumen dikembangkan atau dirawat oleh perusahaan jasa. Jenis jasa ini juga mencakup perubahan bentuk produk (barang) yang dimiliki konsumen. contoh : jasa perbaikan mobil, AC, salon kecantikan dan sebagainya.
3. Non Goods Service
Dalam jenis ini adalah jasa personal bersifat intangible (tidak berbentuk
2.2.3 Positioning
2.2.3.1 Pengertian Positioning
Banyak definisi positioning diberikan oleh pakar marketing dengan versi dan model mereka masing-masing. Pengertian positioning pertama kali diperkenalkan oleh Al Ries and Jack Trout, dalam bukunya yang berjudul The Battle For Your Mind. Menurut Al Ries and Jack Trout “Positioning is not what you do to a product. Positioning is what you do to the mind of prospect”. Positioning adalah bukan apa
yang anda lakukan terhadap produk, melainkan bagaimana memposisikan produk anda dibenak calon pelanggan..
Yang dimaksud dengan posisi (position) menurut Tjiptono (2005:73) dalam
konteks pemasaran adalah cara produk, merek atau organisasi perusahaan dipersepsikan secara relatif dibandingkan dengan para pesaing oleh pelanggan saat ini maupun calon pelanggan.
Menurut Kotler (2007:375), penentuan posisi (positioning) adalah tindakan
merancang penawaran dan citra perusahaan sehingga menempati suatu posisi yang khas (dibandingkan para pesaing) di dalam benak pelanggan sasarannya. Penentuan posisi dimulai dengan produk, suatu barang, jasa, perusahaan, atau bahkan orang. Tetapi penentuan posisi adalah apa yang anda lakukan terhadap pikiran calon pelanggan.
Latar belakang pemikiran positioning adalah untuk menciptakan citra (image)
Positioning harus memberi arti dan arti itu harus penting bagi konsumen
dengan kata lain positioning suatu tindakan atau langkah-langkah dari produsen untuk mendesain citra perusahaan dan pemasaran nilai dimana konsumen didalam suatu segmen tertentu mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu perusahaan dibandingkan dengan pesaingnya
Berdasarkan hal ini positioning berorientasi pada pemikiran atau persepsi konsumen. Jadi positioning adalah usaha untuk menemukan suatu celah di benak
konsumen agar konsumen mempunyai image yang khusus terhadap produk atau
merk produk bahkan terhadap perusahaan. Begitu pula dengan atribut atau karakteristik produk harus dapat dianggap penting oleh konsumen yang dalam hal ini adalah sasaran pasarnya.
Atribut-atribut yang dikombinasikan tersebut harus mengandung arti, begitu juga dengan atribut-atribut yang dipilih harus unik, atribut yang hendak ditonjolkan harus dapat dibedakan dengan yang sudah diakui milik para pesaing. Positioning
harus diungkapkan dalam berbentuk suatu pernyataan (positioning statement).
Pernyataan ini selain memuat atribut-atribut yang penting bagi konsumen, harus dinyatakan dengan mudah, enak didengar dan harus dapat dipercaya.
Product Positioning Strategy
Product positioning sangat berhubungan dengan segmentasi pasar karena
penempatan produk tersebut ditujukan untuk melayani target market tertentu. oleh karena itu, pengertian startegi product positioning sebagai suatu strategi yang
produk tersebut telihat menonjol di bandingkan dengan produk pesaing. Fokus utamanya adalah bagaimana caranya sehingga konsumen mempunyai persepsi yang sama dengan yang diharapkan produsen tentang produk yang ditawarkan.
Umumnya strategi positioning yang bisa dipilih setiap perusahaan meliputi
beberapa hal sebagai berikut (Fandy Tjiptono, 2005:74) :
1. Attribute positioning (Atribut)
Yakni perusahaan memosisikan dirinya berdasarkan atribut tertentu, misalnya ukuran, keamanan, komposisi bahan, pengalaman dalam bidang yang digeluti, dan seterusnya.
2. Benefit positioning (Manfaat)
Dalam pengertian ini produk diposisikan sebagai pemimpin dalam suatu manfaat tertentu. misalnya pasta gigi untuk memutihkan gigi, mencegah kerusakan gigi, menyegarkan mulut, menjaga kesehatan gusi dan seterusnya.
3. Use or application positioning (Penggunaan atau Aplikasi)
4. User positioning (Pemakai)
Yakni produk diposisikan sebagai pilihan terbaik untuk kelompok tertentu, misalnya minuman kesehatan untuk para atlet, kamera instan untuk para amatir, dan kamera canggih untuk para pemakai profesional.
5. Competittor positioning (Pesaing)
Yakni klaim produk dihubungkan dengan posisi pesaing terhadap pesaing utama, misalnya Avis menyatakan dirinya sebagai “We’re number two, so we try harder”, 7up memosisikan dirinya sebagai “The Un-Cola”, dan Pepsi menempatkan dirinya sebagai Generation Next.
6. Product category positioning (Kategori Produk)
Disini produk diposisikan sebagai pemimpin dalam kategori produk. Misalnya permen Kopiko diposisikan sebagai Kopi dalam bentuk permen, bukan permen rasa kopi.
7. Quality or price positioning (Kualitas atau Harga)
2.2.3.2 Tujuan Positioning
M. Ali dalam Lupiyoadi (2001) menyatakan tujuan positioning adalah
sebagai berikut :
1. menempatkan atau memposisikan produk dipasar sehingga produk tersebut terpisah atau berbeda dengan merek-merek yang bersaing.
2. Memposisikan produk sehingga dapat menyampaikan beberapa hal pokok para pelanggan.
3. Untuk mencapai hasil yang diharapkan
a. Pemenuhan sejauh mungkin kebutuhan segmen-segmen pasar yang spesifik.
b. Meminimumkan atau membatasi kemungkinan terjadinya perubahan yang mendadak dalam penjualan.
c. Menciptakan keyakinan pelanggan terhadap mereka yang ditawarkan
2.2.4 Pengertian Perilaku Konsumen
The American Marketing Association dalam Setiadi (2003:3) mendefinisikan
perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis antara afeksi dan kognisi, perilaku, dan lingkungannya dimana manusia melakukan kegiatan pertukaran dalam hidup mereka.
Berdasarkan uraian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen erat kaitannya dengan suatu proses pengambilan keputusan oleh konsumen atau keputusan untuk memilih program studi.
2.2.5 Pengambilan Keputusan Konsumen
Keputusan yang telah dipilih seorang untuk membeli atau tidak membeli suatu produk atau jasa merupakan saat yang penting bagi pemasar. Perilaku konsumen dan implikasinya menyatakan bahwa perilaku konsumen adalah proses pengintegrasian yang mengkombinasikan pengetahuam untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternatif dan memilih salah satu diantaranya. Dari pengertian tersebut maka pengertian dari pengambilan keputusan konsumen menurut Kotler dan Keller (2007:214) adalah suatu proses psikologis dasar yang memainkan peranan penting dalam memahami bagaimana konsumen secara aktual mengambil keputusan pembelian.
Menurut Setiadi (2003:415) menyatakan bahwa pengambilan keputusan konsumen (consumer decision making) adalah proses pengintegrasian yang
mengkombinasikan pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternatif, dan memilih salah satu diantaranya.
masalah yang dikumpulkan oleh seorang konsumen, dan mewujudkannya dengan tindak lanjut yang nyata. Setelah proses tersebut, barulah konsumen itu dapat mengevaluasi pilihannya, dan menentukan sikap yang akan diambil selanjutnya.
Proses Pengambilan Keputusan
Sumber :Kotler (2006)
Gambar : 2.1 Proses Pengambilan Keputusan
Menurut Kotler (2006:224) mengemukakan ada lima tahap yang dinilai konsumen dalam proses keputusan pembelian, yaitu ;
1. Pengenalan masalah
Proses pembeli dimulai pada saat pembeli mengenali masalah atau kebutuhan. Seorang pemasar harus mengidentifikasi keadaan yang memicu kebutuhan tertentu. dengan mengumpulkan informasi ke sejumlah konsumen, pemasar dapat mengidentifikasi rangsangan yang paling sering memangkitkan minat akan suatu kategori produk. Pemasar kemudian dapat mengembangkan strategi pemasaran yang memicu minat konsumen.
2. Pencarian informasi
Konsumen yang tergugah kebutuhan akan mencari informasi yang lebih banyak. Pencarian akan informasi dapat di bagi akan dua tingkat. Situasi pencarian dinamakan pencarian yang menguat. Pada tingkat itu seseorang hanya menjadi leih peka terhadap informasi akan produk. Pada tingkat itu
seseorang hanya menjadi lebih peka terhadap informasi akan produk. Pada tingkat itu seseorang mencari masa pencarian aktif informasi dengan mencari bahan bacaan, menelpon teman dan mengunjungi toko untuk mempelajari produk. Yang menjadi perhatian pemasar adalah sumer-sumer informasi utama yang menjadi perhatian konsumen dan pengaruh relatif tiap sumber terhadap keputusan pembelian selanjutnya. Sumer informasi di golongkan sebagai berikut :
a. Sumber pribadi : Keluarga, teman, tetangga, kenalan
b. Sumber komersil : Iklan, waraniaga, penyalur, pemasar, pajang di toko
c. Sumber publik : Media massa, organisasi tertentu konsumen
d. Sumber pengalaman : Penangan, pengkajian dan pemakaian produk
3. Evaluasi alternatif
4. Keputusan pembelian
Dalam tahap evaluasi, konsumen membentuk referensi atas merek-merek dan kumpulan pilihan. Konsumen juga membentuk niat untuk membeli produk yang disukai. Ada dua faktor yang mempengaruhi kecenderungan untuk melakukan keputusan pembelian. Faktor yang pertama adalah sikap orang lain, sejauh mana sikap orang lain mengurangi alternatif yang disukai.
5. Perilaku pasca pembelian
Setelah membeli produk konsumen akan mengalami level kepuasan atau level ketidakpuasan tertentu. Tugas pemasar tidak berakhir saat produk dibeli melainkan berlanjut hingga periode pasca pembelian. Selain itu pemasar harus dapat memantau tiga perilaku pasca pembelian, yaitu
a. Kepuasan pasca pembelian
Yang menunjukkan bagaimana pembeli sangat puas,, puas atau tidak puas setelah melakukan pembelian. Kepuasan pembeli merupakan fungsi dari seberapa dekat harapan pembeli terhadap suatu produk dengan kinerja yang dirasakan pembelian atas produk tertentu.
b. Tindakan pasca pembelian
sebaliknya, mereka akan mengambil tindakan produk seperti mengajukan keluhan ke perusahaan, pergi ke pengacara atau mengaju ke kelompok-kelompok lain (seperti lembaga-lembaga bisnis, swasta atau pemerintah).
c. Pemakaian dan pembuangan pasca pembelian
Pemasar juga harus memantau bagaimana pembeli memakai dan membuang produk. Jika konsumen menyimpan barang tersebut ke dalam lemari, maka kemungkinan produk tersebut tidak begitu memuaskan. Jika mereka menjual atau memperdagangkan produk, penjualan produk baru akan menurun. Jika konsumen menemukan kegunaan baru dari produk, pemasar harus mengembangkan produk tersebut. Jika konsumen menjual produk tersebut pemasar harus mengetahui bagaimana mereka menjalankannya, terutama jika produk tersebut bisa merusak lingkungan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses keputusan pembelian
Dalam proses keputusan pembelian konsumen konsumen dipengaruhi oleh beberapa faktor utama yang berasal dari karakteristik konsumen itu sendiri. Menurut Kotler (2006), menjelaskan faktor-faktor utama yang mempengaruhi keputusan pembelian adalah :
1. Faktor budaya
Faktor budaya terdiri dari :
Merupakan penentu keinginan dan perilaku yang paling mendasar seseorang menciptakan kumpulan nilai, persepsi, referensi dan perilaku dari keluarganya serta lembaga-lembaga penting lainnya.
b. Sub Budaya
Masing-masing terdiri dari sub budaya yang lebih kecil yang memberikan lebih banyak ciri-ciri dan sosialisasi khusus bagi anggota-anggotanya. Su budaya terdiri dari kebangsaan, agama, kelompok ras, daerah geografis. Banyak sub budaya yang membentuk segmen pasar penting dan pemasar sering merancang produk dan program pemasar yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
c. Kelas sosial
Pada dasarnya semua masyarakat memiliki strata sosial. Stratifikasi tersebut kadang-kadang terbentuk sistem kasta dimana anggota kasta yang erbeda di esarkan dalam peran tertentu dan tidak dapat mengubah keanggotaan kasta mereka, stratifikasi lebih sering ditemukan dalam kelas sosial.
2. Faktor sosial
a. Kelompok acuan
Seorang terdiri dari semua kelompok yang memiliki pengaruh langsung (tatap muka) atau tidak langsung terhadap sikap atau perilaku seseorang. Kelompok yang memiliki pengarug langsung terhadap seseorang dinamakan kelompok keanggotaan seperti keluarga, teman, tetangga rekan profesional dan asosiasi pelanggan.
b. Keluarga
Keluarga merupakan organisasi pembelian konsumen yang sangat penting dalam masyarakat dan telah menjadi objek penelitian yang luas. Anggota keluarga dibedakan menjadi keluarga orientasi dan keluarga proreaksi. Keluarga orientasi terdiri dari orang tua dan saudara kandung seseorang mendapatkan orientasi atas agama. Politik dan ekonomi serta ambisi pribadi, harga diri dan cinta. Sedangkan pengaruh yang lebih langsung terhadap perilaku pembelian sehari-hari disebut dengan keluarga proreaksi yang terdiri dari pasangan dan anak-anak seseorang.
c. Peran dan status
3. Faktor pribadi
Keputusan pemelian juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi,, karakteristik pribadi tersebut terdiri dari :
a. Usia dan tahap siklus hidup
Setiap orang membeli barang-barang yang berbeda pada tingkat usia tertentu dan tingkat manusia terhadap pakaian, perabot, reaksi juga berhubungan dengan usia. Konsumsi juga dibentuk oleh siklus hidup keluraga, konsumsi yang sudah berkeluarga dan mempunyai anak.
b. Pekerjaan dan lingkungan ekonomi
Pekerjaan seseorang juga mempengaruhi pola konsumsinya. Seorang direktur perusahaan akan mempunyai pola konsumi yang ereda dengan seorang dokter dan lain sebagainya. Pilihan produk juga sangat dipengaruhi oleh keadaan ekonomi sesorang, maka pemasar arang-arang yang peka terhadap harga terus menerus memperhatikan kecenderungan penghasilan pribadi, tabungan, dan tingkat suku bunga.
c. Gaya hidup
d. Kepribadian dan konsep diri
Kepriadian diartikan sebagai karakteristik psikologis seseorang yang berbeda dengan orang lain yang menyeabkan tanggapan yang relatif konsisten dan bertahan lama terhadap lingkungannya juga berkaitan dengan kepribadian adalah konsep diri atau citra pribadi seseorang. Pemasar selalu berusaha mengbangkan citra merek yang sesuai dengan pribadi pasar yang dituju.
4. Faktor Psikologis
Pilihan pembelian seseorang dipengaruhi oleh empat faktor utama psikologis yaitu :
a. Motivasi
b. Persepsi
Merupakan proses yang digunakan oleh seorang individu yang memilih mengorganisasi, menginterprestasi masukan-masukan informasi guna menciptakan gambaran dunia yang memiliki arti.
c. Pembelajaran
Meliputi peruahan perilaku seseorang individu yang timul dari pengalaman atau sebagian besar perilaku adalah hasil belajar. Ahli teori pembelajran yakin bahwa, pemelajran dihasilkan melalui perpaduan kerja antara dorongan, rangsangan, petunjuk bertindak, tanggapan dan penguatan.
d. Keyakinan dan sikap
2.2.6 Pengaruh Positioning Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen
Menurut Craven dalam Yuli (2002) bahwa positioning memegang peran yang
sangat besar dalam strategi pemasaran. Setelah melakukan analisis pasar dan analisis pesaing dalam suatu analisis internal perusahaan alasannya dunia sekarang dilanda over komunikasi, terjadi ledakan barang, media maupun iklan. Akibatnya pikiran para prospek menjadi ajang pertempuran oleh karena itu agar dapat berhasil dalam suatu masyarakat perusahaan apapun sebaiknya mampu menciptakan suatu posisi yang mempertimbangkan tidak hanya kekuatan dan kelemahan pesaingnya dalam pikiran prospeknya. Berdasarkan hal ini positioning berorientasi pada pemikiran atau
persepsi konsumen. Jadi positioning merupakan usaha untuk menemukan suatu celah
di benak konsumen agar konsumen mempunyai image yang khusus terhadap produk
pelanggan yaitu alasan yang meyakinkan mengapa pasar sasaran harus membeli produk itu. Apabila ternyata pikiran konsumen telah terbentuk, biasanya produsen lain mengalami kesulitan untuk merubah apalagi pesaingnya tidak tinggal diam melakukan reposisi.
2.3 Kerangka Berpikir
Berdasarkan dari latar belakang perumusan masalah dan landasan teori yang telah ada, maka peneliti membuat alur berpikir sebagai berikut :
Gambar 2.2 : Kerangka berpikir
Positioning merupakan salah satu strategi yang dianggap penting terutama dalam menumbuhkan persepsi yang positif dan membangun kepercayaan konsumen terhadap suatu produk tertentu dimata konsumen. Dan pada akhirnya, hal tersebut akan menjadi salah satu faktor yang akan menimbulkan keputusan pembelian pada konsumen.
Attribute (X1)
Benefit (X2)
Use or Application (X3)
User (X4)
Competittor (X5)
Price (X6)
Keputusan Mahasiswa Memilih Program Studi
2.4 Hipotesis
Hipotesis merupakan keputusan sementara yang perlu diuji kebenarannya. Dalam penelitian ini hipotesis yang penulis ajukan adalah :
1. Secara simultan variabel attribute, benefit, use or apllication, user, competittor
dan price, berpengaruh signifikan terhadap keputusan mahasiswa dalam memilih
program studi Ilmu Administrasi Bisnis pada Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
2. Secara parsial variabel attribute, benefit, use or apllication, user, competittor
dan price, berpengaruh signifikan terhadap keputusan mahasiswa dalam memilih
3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel 3.1.1 Definisi Operasional
Definisi operasional adalah segala sesuatu yang menjadi obyek pengamatan dalam suatu penelitian berdasarkan atas sifat atau sesuatu yang dapat didefinisikan, diamati dan diobservasikan. Dalam hal ini, variabel bebas (X) merupakan
Positioning, yang terdiri dari attribute (X1), benefit (X2), use or application (X3), user (X4), competittor (X5), price (X6), sedangkan keputusan mahasiswa memilih
program studi Ilmu Administrasi Bisnis (Y) sebagai variabel terikat. Definisi operasional tersebut adalah sebagai berikut :
1. Attribute (X1)
Merupakan atribut yang dimiliki oleh program studi ilmu administrasi bisnis, ciri atau karakteristik khusus atau dengan manfaat bagi mahasiswa. Indikator yang digunakan yaitu :
a. Akreditasi program studi b. Reputasi program studi
c. Tenaga pengajar atau dosen yang ada pada program studi dan alumni yang sukses.
e. Laboratorium pada program studi 2. Benefit (X2)
Sesuatu yang diperoleh mahasiswa kaitan dengan jasa yang telah dibelinya, yaitu program studi Ilmu Administrasi Bisnis. Indikator yang digunakan yaitu :
a. Prospek karir setelah lulus menjanjikan. b. Dapat membangun jaringan atau link. 3. Use or application (X3)
Memposisikan program studi sesuai dengan pemakaian atau pengaplikasian oleh mahasiswa. Indikator yang digunakan yaitu :
a. Ilmu yang didapat bisa digunakan di masyarakat atau untuk membuka usaha baru.
b. Ilmu yang didapat bisa digunakan oleh mahasiswa sebagai pelaku di dunia kerja di masanya sesuai dengan kebutuhan.
4. User (X4)
Memposisikan program studi Ilmu Administrasi Bisnis untuk sejumlah kelompok mahasiswa. Indikator yang digunakan yaitu :
a. Keinginan dari pribadi mahasiswa untuk menambah pengetahuan b. Ingin memiliki gelar sebagai Sarjana Administrasi Bisnis (S.Ab) c. Ingin menjadi seorang wirausaha atau entrepreneur
5. Competittor (X5)
Memposisikan program studi Ilmu Administrasi Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur dengan pesaing yang ada yaitu program studi Ilmu Administrasi Bisnis dari universitas lain. Indikator yang digunakan yaitu :
a. Adanya mata kuliah yang disertai dengan praktikum.
b. Konsentrasi bidang mata kuliah yang ditawarkan oleh program studi. 6. Price (X6)
Sesuatu yang harus dibayarkan oleh mahasiswa kaitan dengan jasa yang telah dibelinya. Indikator yang digunakan yaitu :
a. Biaya uang pangkal, biaya spp, biaya sks, dan biaya praktikum terjangkau. 7. Variabel terikat (Y)
Dalam hal ini variabel terikatnya yaitu keputusan mahasiswa dalam memilih program studi Ilmu Administrasi Bisnis. Indikator yang digunakan yaitu : a. Mahasiswa memutuskan memilih program studi Ilmu Administrasi Bisnis
karena memiliki akreditasi dan reputasi yang baik.
b. Mahasiswa memutuskan memilih program studi Ilmu Administrasi Bisnis karena prospek karir setelah lulus menjanjikan.
d. Mahasiswa memutuskan memilih program studi Ilmu Administrasi Bisnis karena dapat mengajarkan mahasiswa untuk berwirausaha.
e. Mahasiswa memutuskan memilih program studi Ilmu Administrasi Bisnis karena materi kuliah yang ditawarkan berbeda dengan program studi Ilmu Administrasi Bisnis Universitas lain.
f. Mahasiswa memutuskan memilih program studi Ilmu Administrasi Bisnis karena harga yang dimiliki terjangkau baik harga biaya uang pangkal, SPP, SKS dan praktikum.
3.1.2 Pengukuran Variabel
Pengukuran variabel di atas menggunakan skala likert. Menurut Sugiyono (2005) skala likert yaitu skala yang digunakan untuk mengukur pendapat, persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.
Peneliti menggunakan skala 1 sampai 5 untuk keperluan analisis kuantitatif penelitian ini seperti berikut :
No Pertanyaan Skor
1 Sangat Setuju (SS) 5
2 Setuju (S) 4
3 Kurang Setuju (KS) 3
4 Tidak Setuju (TS) 2
3.2 Populasi, Sampel dan Teknik Penarikan Sampel 3.2.1 Populasi
Populasi merupakan obyek atau subyek yang berada pada suatu wilayah dan memenuhi syarat-syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian. Menurut Sugiyono (2006) mengemukakan bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek-objek, yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini, adalah mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur, program studi Ilmu Administrasi Bisnis tahun 2010 – 2013 sebanyak 316 orang. 3.2.2 Sampel
Menurut Umar (2009:77) sampel merupakan bagian kecil dari suatu populasi. Sampel diambil dengan menggunakan rumus slovin, yaitu :
Dimana :
n = jumlah sampel N = Ukuran populasi E = Standart eror (10%) Sehingga jumlah sampel menjadi :
n =
( )
n =
( , ² )
Dalam penelitian ini jumlah sampel dibulatkan menjadi 100 orang. 3.2.3 Teknik Penarikan Sampel
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Proposional Stratifikasi Random Sampling. Menurut Sugiyono (2006:118) teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota yang tidak homogen dan berstrata secara proposional.
Tabel 3.1
Pengelompokan sampel
Strata Tahun angkatan mahasiswa Jumlah
I Mahasiswa angkatan 2010 48
II Mahasiswa angkatan 2011 91
III Mahasiswa angkatan 2012 68
IV Mahasiswa angkatan 2013 109
Jumalah 316
Sumber: Subbag Admik FISIP UPN “Veteran” Jatim, 2014 Pengambilan sampel dari masing-masing strata adalah :
a. 15 mahasiswa angkatan 2010 b. 29 mahasiswa angkatan 2011 c. 22 mahasiswa angkatan 2012 d. 34 mahasiswa angkatan 2013 3.3 Teknik Pengumpulan Data 3.3.1 Jenis Data
Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu data yang dikumpulkan atau diperoleh secara langsung dari obyek penelitian. Data primer berupa hasil jawaban responden atas kuesioner yang memilih program studi Ilmu Administrasi Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “’Veteran” Jawa Timur. 3.3.2 Sumber Data
Data yang digunakan pada penelitian ini bersumber dari data internal dan data eksternal. Data Internal yaitu data yang berasal dari program studi Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dari tahun 2010 – 2013. Sedangkan data eksternal yaitu data yang diperoleh dari berbagai media informasi. Sumber dalam penelitian ini adalah data eksternal, yaitu mahasiswa yang memilih program studi Ilmu Administrasi Bisnis, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur dengan menyebarkan kuesioner.
3.3.3 Metode Pengumpulan Data
jurnal-jurnal-jurnal yang ada pada program studi Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur dan dengan cara kuesioner yaitu dengan memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab.
3.4 Uji Validitas, Uji Reliabilitas, dan Uji Asumsi Klasik 3.4.1 Uji Validitas
Uji validitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana ketepatan dan keakuratan suatu alat ukur dalam menjalankan fungsi ukurnya. Uji validitas akan diuji dengan menggunakan rumus sebagai berikut
Keterangan :
X = Skor pertanyaan Y = Skor total
N = Jumlah pertanyaan
Menurut santoso, dasar pengambilan keputusan, yaitu sebagai berikut :
a. Jika r hitung positif, serta r hitung > r tabel, maka butir atau item pertanyaan terseut
valid.
b. Jika r hitung positif, serta r hitung < r tabel, maka butir atau item pertanyaan
tersebut tidak valid.
r
=
(∑ ) (∑ ∑ )3.4.2 Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas adalah pengujian yang dimaksudkan untuk menunjukkan sifat suatu alat ukur dalam pengertian apakah alat ukur yang digunakan cukup akurat. Stabil atau konsisten dalam mengukur apa yang ingin diukur. Pengukuran reliabilitas menggunakan nilai cronbach alpha, suatu kuesioner dikatakan reliabel bila memiliki
nilai cronbach alpha lebih besar dari 0,60 (Ghozali, 2001 : 133) dengan rumus :
α = ∑ √
Keterangan :
α = Reliabilitas Alpha Cronbach
k = Jumlah item
∑Si² = Jumlah varian skor total
Si² = Varian data ke i R alpha > 0,6
3.4.3 Uji Asumsi Klasik
3.4.3.1Multikoliniearitas
Multikoliniearitas berarti ada hubungan yang pasti antara beberapa atau semua variabel independen dari model regresi. Pendekatan terhadap multikolinierlitas dapat dilakukan dengan melihat nilai variance inflation factor (VIF) dari hasil regresi, jika nilai VIF > 10, maka terdapat gejala multikolinieritas yang tinggi. Dan jika sebaliknya VIF < 10, maka model bebas dari gejala multikolinieritas.
3.4.3.2Heterokedastisitas
Heterokedastisitas diuji dengan menggunakan metode glejser dengan cara menyusun regresi antar nilai absolud residual dengan variabel bebas. Jika masing-masing variabel bebas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap absolud residual (α = 0,05), maka dalam model regresi tidak terjadi gejala heterokedastisitas. Bila nilai absolud residual diregresi dengan variabel ternyata untuk X1 nilai probabilitas
(sig) lebih besar dari α = 0,05. Artinya variabel bebas persediaan tidak signifikan pengaruhnya terhadap variabel absolud residual. Demikian juga untuk variabel X2
nilai probabilitas yang kesemuanya lebih besar dari α = 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi linier berganda bebas dari gejala heterokedastisitas.
3.4.3.3Uji Normalitas
Pedoman dalam mengambil keputusan apakah sebuah distribusi data mengikuti distribusi normal adalah :
a. Jika nilai signifikansi (nilai probabilitasnya) lebih kecil dari 5%, maka distribusi adalah tidak normal.
b. Jika nilai signifikansi (nilai probabilitasnya) lebih besar dari 5%, maka distribusi adalah normal.
3.5 Teknik Analisis dan Uji Hipotesis 3.5.1 Teknik Analisis
Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi berganda. Analisis regresi berganda digunakan untuk mengukur pengaruh antara lebih dari satu variabel bebas terhadap variabel terikat.
Persamaan regresi linier berganda yaitu sebagai berikut :
Y = a + b1 X1 + b2 X2 + b3 X3 + b4X4+ b5X5+ b6X6+e
Keterangan :
Y = Keputusan mahasiswa a = Konstanta
X1 = Attribute
X2 = Benefit
X3 = Use or application
X4 = User
X5 = Competittor
X6 = Price
b1b2b3 = Koefisien regresi untuk variabel X1X2X3
3.5.2 Uji Hipotesis 3.5.2.1Uji F
Uji F adalah alat uji untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara simultan terhadap variabel terikat adapun langkah-langkah pengujian sebagai berikut:
a. Merumuskan hipotesis statistik
H0 : b1, b2, b3, b4 = 0, tidak ada pengaruh antara variabel bebas (X)
terhadap variabel terikat (Y)
H1 : b1, b2, b3, b4 ≠ 0, ada pengaruh antara variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y).
b. Menentukan level of significance (α) sebesar 5%
c. Tingkat signifikan yang digunakan adalah 0,05 dengan derajat bebas (df) = n – k – 1
Dimana :
n = jumlah pengamatan (jumlah sampel) k = jumlah parameter (jumlah variabel) d. Menentukan nilai Fhitung
Rumus :
Fhitung = R2 / k (Sugiyono, 2010:257)
(1 – R2) / n – k- 1 Dimana :
n = jumlah sampel
menerangkan varian bebas terhadap variabel terikat. Sebaliknya, jika R²
mendekati 0 maka semakin lemah model regresi dalam menerangkan varian
variabel bebas terhadap variabel terikat.
e. Kriteria Pengujian
f. Jika Fhitung > Ftabel, maka Ho ditolak dan H1 diterima artinya secara simultan
terdapat pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat.
g. Jika Fhitung < Ftabel, maka Ho diterima dan H1 ditolak artinya secara simultan
tidak ada pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat.
3.5.2.2Uji t
Uji t dipergunakan untuk mengetahui pengaruh secara parsial variabel bebas
X1, X2, X3, X4, X5, X6 terhadap variabel terikat Y dengan prosedur pengujian, yaitu
sebagai berikut :
e. Merumuskan hipotesis
H0 : βi = 0, artinya secara parsial terdapat pengaruh tidak signifikan antara
variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y)
H0 : βi ≠ 0, artinya secara parsial terdapat pengaruh signifikan antara
variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y).
f. Menentukan level of signifikan (α) sebesar 5%
g. Menentukan nilai thitung
Rumus :
thitung = rp √n−2 (Sugiyono, 2010:260)
1−
Dimana :
rp = Jumlah korelasi yang ditemukan
n = Jumlah sampel
thitung = t hasil perhitungan
h. Tingkat signifikan yang digunakan adalah 0,05 dengan derajat bebas
(df) = n – k – 1
Dimana :
n = Jumlah pengamatan (jumlah sampel)
i. Kriteria Pengujian
1. Jika -ttabel < thitung < ttabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak, artinya secara
parsial variabel attribute, benefit, use or application, user, competitor dan
price tidak terdapat pengaruh terhadap keputusan mahasiswa memilih
program studi Imu Administrasi Bisnis.
2. Jika –thitung < ttabel atau thitung > ttabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya
secara parsial variabel attribute, benefit, use or application, user, competitor
dan price terdapat pengaruh terhadap keputusan mahasiswa memilih
program studi Ilmu Administrasi Bisnis.
Gambar 3.2 Kurva Uji t
-Ttabel Ttabel
Daerah Penerimaan
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Obyek Penelitian dan Penyajian Data
4.1.1 Sejarah singkat UPN “Veteran” Jatim
Pada awalnya UPN “Veteran” Jawa Timur berdiri sejak tahun 1959 berstatus
cabang dari UPN “Veteran” Yogyakarta. Konsekuensi dari status tersebut maka UPN
“Veteran” Jawa Timur dipimpin oleh Dekan koordinator (Dekor). Sejak tahun 1959
berdasarkan surat keputusan Menhakam nomor : Kep/01/II/1993 tanggal 27 Februari
1993 tentang Penataan UPN “Veteran”, maka UPN “Veteran” Jawa Timur berdiri
sendiri dan dipimpin oleh Rektor.
Sejalan dengan hal tersebut, maka UPN “Veteran” Jawa Timur yang
berkedudukan di Surabaya berdasarkan surat keputusan rektor UPN “Veteran” Jawa
Timur Nomor: Skep/17/IV/1993, tanggal 31 mei 1993 tentang perubahan nama
Fakultas Teknik Kimia dan penambahan Fakultas baru, memiliki 5 Fakultas yang
terdiri dari :
1. Fakultas Ekonomi memiliki 3 Progdi
2. Fakultas Pertanian memiliki 2 Progdi
3. Fakultas Teknologi Industri memiliki 4 Progdi
4. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik memiliki 4 Progdi
4.1.2 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Berdasarkan keputusan rektor UPN “Veteran” Jawa Timur Nomor:
Skep/101/IX/2005 tanggal 6 mei 2005 pergantian nama Ilmu Administrasi UPN
“Veteran” Jawa Timur menjadi FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik).
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik berdiri sejak tahun 1993. Pada awalnya
memiliki 2 Progdi, yaitu : Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Administrasi Niaga.
Pada perkembangannya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik membuka satu Progdi
lagi pada tahun 1994 yaitu Ilmu Komunikasi. Sejak tahun 1994 Fakultas Ilmu Sosial
dan Ilmu Politik memiliki Program Studi yaitu :
1. Ilmu Administrasi Negara / Publik
2. Ilmu Administrasi Bisnis / Niaga
3. Ilmu Komunikasi
Sejalan dengan hal tersebut, status UPN “Veteran” berubah dari perguruan
tinggi kedinasan menjadi perguruan tinggi swasta dibawah kopertis wilayah VII
sesuai dengan surat keputusan bersama antara menhakam dengan mendikbud:
0307 / 0 / 1994 KEP/10/XI/1994
Tanggal 29 November 1995 tentang peningkatan pengabdian UPN “Veteran” melalui
pelaksanaan keterkaitan dan keterpaduan. Mulai TA. 2009/2010 menambah progdi
baru yaitu Ilmu Sosial dan Ilmu Politik memiliki 4 progdi yaitu :
1. Ilmu Administrasi Negara / Publik
2. Ilmu Administrasi Bisnis / Niaga
3. Ilmu Komunikasi
Dalam menyelenggarakan pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
berdasarkan pada visi, misi dan tujuan yang telah ditetapkan antara lain :
Visi :
Menjadikan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik terdepan, modern, mandiri dalam
mengembangkan Tridharma, sebagai pioneer pembangunan yang professional dan
inovatif di bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dilandasi moral pancasila.
Misi :
1. Menyelenggarakan pendidikan yang menjamin kelancaran kemajuan
pelaksanaan proses belajar mengajar di progdi-progdi.
2. Mengkoordinir dan memperlancar kegiatan penelitian dan pengabdian pada
masyarakat di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
3. Menyelenggarakan kegiatan yang dapat menciptakan suasana akademis yang
mendukung.
Tujuan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik:
1. Menghasilkan lulusan yang memiliki kualitas akademis professional di dalam
ilmu sosial dilandasi mental spiritual dan kebangsaan.
2. Menghasilkan karya ilmiah dan penelitian untuk mengembangkan ilmu
administrasi dan menerapkannya pengabdian pada masyarakat.
3. Mewujudkan suasa akademis yang kondusif di lingkungan fakultas untuk
mendukung kelancaran kegiatan pendidikan.
Pejabat Struktural di Lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Dekan : Dra. Hj. Suparwati, M.Si