KARYA TULIS ILMIAH
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS
FROZEN SHOULDER DEKTRA
DI RSUD SUKOHARJO
Diajukan guna melengkapi tugas-tugas memenuhi
Syarat-syarat menyelesaikan program
Pendidikan Diploma III Fisioterapi
Disusun oleh :
DWI WASIATI
NIM : J 100 110 020
PROGRAM STUDI FISIOTERAPI
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
vi MOTTO
“Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya.
Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu” (Q.S. At-Thalaq : 3)
Ilmu itu lebih baik dari sekedar harta, karena ilmu menjaga kamu dan kamu menjaga harta. Harta berkurang bila dimanfaatkan, sedangkan ilmu makin bertambah bila diberikan kepada orang lain, dan apa yang kamu peroleh melalui harta akan hilang bersama hilangnya harta.
vii
HALAMAN PERSEMBAHAN Karya Tulis Ilmiah ini Dipersembahkan untuk :
Allah S.W.T yang telah memberikan segala nikmatnya kepadaku, sehingga aku dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik.
Ayah dan Ibu tercinta, yang telah memberikan segala dukungan, semoga aku bisa membahagiakan kedua orang tuaku.
Kakak dan Adikku yang aku sayangi.
Bapak dan Ibu Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta Jurusan Fisioterapi. Sahabat dan Teman – temanku yang Kusayangi.
viii
KATA PENGANTAR
Puji Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat serta hidayahNya, atas petunjuk dan kemudahan yang diberikan
sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Karya Tulis Ilmiah dengan judul
“Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Frozen Shoulder Dextra di RSUD
Sukoharjo”. Karya Tulis Ilmiah ini disusun sebagai tugas akhir dan melengkapi
persyaratan untuk menyelesaikan Program Pendidikan Diploma III Jurusan Fisioterapi
Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini, tidak
lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian penulisan Karya Tulis
Ilmiah ini, yakni:
1. Bapak Prof. Dr. Bambang Setiadji, selaku Rektor Universitas Muhammadiyah
Surakarta.
2. Bapak Dr. Suwaji, M.Kes selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas
Muhammadiyah Surakarta.
3. Ibu Isnaini Herawati, S.Fis, S.Pd, M.Sc selaku Kepala Program Studi DIII
Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.
4. Bapak Agus Widodo, SST.FT. selaku pembimbing dalam penyusunan Karya
Tulis Ilmiah ini yang telah meluangkan waktu dan tenaga dalam memberikan
bimbingan serta arahan kepada penulis.
5. Ibu Utami, selaku pembimbing praktek lahan RSUD Sukoharjo yang selalu
ix
6. Segenap dosen Program Studi Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas
Muhammadiyah Surakarta yang telah mendidik penulis selama masa
pendidikan.
7. Bapak dan Ibuku tercinta yang telah memberikan doa, kasih sayang dan
dorongan baik materil maupun nonmaterial.
8. Kakakku tersayang : Ida Susanti dan Adikku tercinta Tri Subagio terima kasih
atas doa dan dukungannya selama ini.
9. Buat semua saudara keluarga besar dari bapak ibu, mbah kakung mbah putri,
pakdhe budhe, sepupu-sepupu semuanya terima kasih atas doa dan
dukungannya selama ini.
10.Mas Agus Triono terima kasih atas doa, dukungan, semangat dan motivasinya
selama ini.
11.Teman-teman kontrakan terima kasih atas doa dan dukungannya selama ini
12.Teman-teman Fisioterapi angkatan 2011 terima kasih buat kalian, semoga kita
semua sukses!!!
13.Dan semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu-persatu
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan Karya
Tulis Ilmiah ini. Oleh karena itu penulis mohon maaf sebesar-besarnya dan berharap
adanya kritik serta saran yang bersifat membangun agar Karya Tulis Ilmiah ini
menjadi sempurna.
x
Surakarta, 14 Juni 2014
xi
PENATALAKSANAAN FISIOTERPI PADA KASUS FROZEN SHOULDER DEXTRA DI RSUD SUKOHARJO
( Dwi Wasiati, 2014, 59 Halaman )
Abstrak
Latar Belakang : Frozen shoulder merupakan tempat untuk semua gangguan pada sendi bahu yang menimbulkan nyeri dan pembatasan lingkup gerakan akibat gangguan miofacial dengan keterbatasan gerak pola kapsuler ( eksorotasi > abduksi > endorotasi. Keluhan utama yang dialami adalah penurunan kekuatan otot penggerak sendi bahu dan keterbatasan LGS terjadi secara aktif maupun pasif.
Metode : metode dalam penanganan kasus tersebut menggunakan infrared, manipulasi dan terapi latihan, yang dievaluasi dengan metode pengukuran nyeri (VDS), pengukuran kekuatan otot (MMT), pengukuran LGS dengan Goneometri, dan kemampuan fungsional dengan spadi.
Tujuan : Untuk mengetahui apakah ada manfaat penatalaksanaan fisioterapi pada kasus frozen shoulder terhadap penurunan nyeri, lingkup gerak sendi, kekuatan otot dan meningkatnya kemampuan fungsional pada kasus Frozen shoulder dengan menggunakan modalitas Infrared (IR), Manipulasi, dan Terapi latihan.
Hasil : Setelah dilakukan terapi sebanyak 6 kali didapatkan hasil penilaian penurunan nyeri, peningkatan LGS, terjadi peningkatan MMT, serta peningkatan kemampuan fungsional.
Kesimpulan : Infrared dapat mengurangi nyeri pada bahu kanan dalam kondisi Frozen Shoulder Dextra, Manipulasi dapat meningkatkan lingkup gerak sendi pada bahu kanan dalam kondisi Frozen Shoulder Dextra, dan Terapi Latihan (TL) dapat meningkatkan kekuatan otot dan Kemampuan fungsional pada kasus Frozen shoulder Dextra.
xii
CASE MANAGEMENT IN FROZEN SHOULDER FISIOTERPI DEXTRA IN HOSPITAL SUKOHARJO
(Dwi Wasiati, 2014, page 59)
Abstract
Background: Frozen shoulder is a place for all disorders of the shoulder joint that causes pain and restriction of movement due to the scope of miofacial disorders with reduced mobility capsular pattern (eksorotasi> abduction> endorotasi. Primary complaint is that experienced a decrease in the strength of shoulder flexors and limitations LGS occurs actively or passively.
Method: The method in handling such cases using infrared, manipulation and exercise therapy, which is evaluated by the method of measuring pain (VDS), measurement of muscle strength (MMT), with Goneometri LGS measurements, and functional ability with spadi.
Objective: To determine whether there are benefits of physiotherapy in the management of cases of frozen shoulder to decrease pain, range of motion, increased muscle strength and functional ability in the case of Frozen Shoulder by using modalities Infrared, manipulation, and exercise therapy.
Results: After treatment as much as 6 times the assessment showed a decrease in pain, increase in LGS, an increase in MMT, as well as increased functional ability.
Conclusion: Infrared can reduce pain in the right shoulder in a state of Frozen Shoulder Dextra, manipulation can increase the range of motion in the right shoulder in the condition Dextra Frozen Shoulder, and Exercise Therapy can improve muscle strength and functional ability in the case of Dextra Frozen shoulder.
xiii
HALAMAN PERSEMBAHAN ... vii
KATA PENGANTAR ... viii
xiv
3. Etiologi ... 12
4. Patofisiologi... 13
5. Tanda dan Gejala Klinis... 14
6. Prognosis ... 15
7. Diagnosa Banding... 15
B. Problematika fisioterapi ... 17
C. Tehnologi intervensi fisioterapi ... 18
BAB III PROSES FISIOTERAPI A. Pengkajian fisioterapi ... 26
1. Anamesis... ... 26
2. Pemeriksaan fisik ... 29
3. Problem Fisioterapi ... 38
4. Tujuan Fisioterapi ... 41
5. Pelaksanaan fisioterapi ... 42
6. Edukasi ... 50
7. Evaluasi……….. 50
xv
GAMBAR TABEL
Tabel 3.1 Pemeriksaan Nyeri dengan VDS……… 30
Tabel 3.2 Hasil Pemeriksaan Nyeri dengan VDS……….. 30
Tabel 3.3 Pemeriksaan Lingkup Gerak Sendi……… 31
Tabel 3.4 Pemeriksaan Kekuatan Otot……….. 33
Tabel 3.5 Index Spadi ……….. 34
Tabel 3.6 Hasil Evaluasi Derajat Nyeri dengan VDS……… 48
Tabel 3.7 Hasil Evaluasi LGS……… 49
Tabel 3.8 Hasil Evaluasi MMT……… 49
Tabel 3.9 Hasil Evaluasi Kemampuan Fungsional……… 50
xiv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Otot Penggerak Sendi Bahu………. 10
Gambar 2.2 Ligamen Sendi bahu………. 11
Gambar 2.3 Gerakan Translasi………. 24
Gambar 2.4 Codman pendular exercise………... 27
Gambar 2.5 Gerakan Appley strech test………... 42
Gambar 3.1 Traksi lateroanterocranial……… 47
Gambar 3.2 Glide sendi bahu ke arah posterolateral………... 48
Gambar 3.3 Gliding sendi bahu ke arah caudal……… 49
Gambar 3.4 Gliding ke arah anteromedial……… 50
Gambar 3.5 Latihan Codman pendular exercise………. 52