Liga Bangsa Bangsa kegagalan palestina

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur mari kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang mengatur Semesta alam yang mana atas Hidayah, Inayah dan Karunianya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas dari guru sejarah kami Ibu Sri Mulyana yang membahas tentang Liga Bangsa-Bangsa (LBB).

Makalah ini dibuat berdasarkan sistematika penulisan yang ditentukan. Dalam Paper ini kami mengkaji materi dari berbagai sumber yang diketahui. Makalah ini dibuat dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan yang luas bagi para siswa mengenai Liga-Liga Bangsa.

Semoga makalah ini dapat memberikan kontribusi yang positif. Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini yang jauh dari

kesempurnaan tetapi hal itu tidaklah disengaja, karena itulah kemampuan dan keterbatasan ilmu penulis. “Tak ada gading yang tak retak” oleh sebab itu , saran dan kritik yang

membangun sangat diharapkan oleh kami .

Kami ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu atas selesainya makalah ini. Semoga Allah Yang Maha Kuasa memberikan kemudahan dan keikhlasan kepada kita semua untuk menyambut masa depan esok yang cerah dan lebih baik, amin.

Sila, 04 November 2014

(2)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... .i

DAFTAR ISI... .ii

BAB I PENDAHULUAN...1

BAB II PEMBAHASAN

A. Sejarah berdirinya Liga Bamgsa- Bangsa...2

B. Keanggotaan... 3

C. Tujuan pembentukan LBB... 3

D. Sifat dan tugas LBB... 3

E. Struktur Oragnisasi... 4

F. Keberhasilan dan Kegagalan LBB...4

G. Perbedaan LBB dan PBB...5

(3)

BAB I

PENDAHULUAN

Pada masa Perang Dunia I, dunia mengalami suatu peristiwa yang sangat dramatis menyangkut peradaban manusia, dimana perang tersebutlah telah mengakibatkan korban yang besar. Hal ini tidak terlepas dari kemajuan perlengkapan dan senjata tempur yang efektif. Perang Dunia I telah memasuki babak baru kemajuan teknologi, khususnya

persenjataan dan sistem angkutan atau logistik yang sudah mengenal kapal mesin dan kereta api.

Dalam masa Perang Dunia I ini muncul dua fenomena sekaligus, yaitu pada satu sisi, meningkatnya semangat nasionalisme dan patriotisme dan segala upaya untuk mendorong usaha pemenang perang. Semangat ini sering kali memicu semangat berperang juga menambah rasa kebencian dan permusuhan antar pihak yang berkonflik. Sedang sisi lain mulai muncul usaha-usaha yang kuat untuk menghentikan permusuhan dan kebencian, serta usaha mencegah munculnya perang kembali. Walaupun tidak semua tokoh masyarakat dan pemimpin dunia percaya, bahwa kerjasama internasional sebagai jalan terbaik (best way) untuk dapat mencegah perang atau bahkan menghilangkan perang di masa depan.

Sejak pecahnya Perang Dunia I yang memilukan karena menelan banyak korban, ada banyak optimisme bahwa organisasi internasional dapat memecahkan konflik militer, dapat mencegah perang. Oleh karena itu, ada upaya-upaya kerjasama internasional mencegah dan menghilangkan perang. Namun akibat adanya kekuatan-kekuatan kontradiktif dari semangat nasionalisme, warisan “kebencian” perang dan sebagainya, usaha ini tidak mudah.Bahkan sebagian semangat tersebut masih terus terbawa ke dalam organisasi internasional yang kemudian terbentuk. Tidak ada pemimpin negara-negara nasional yang bersedia menyerahkan sebagian kewenangan dan kedaulatannya kepada organisasi internasional berkait isu-isu yang berhubungan dengan persoalan nasionalisme. Jadinya, organisasi internasional global ini seolah-olah tanpa kekuatan riil, tanpa kemampuan kekuasaan (toothless international

organizazitions). Disamping itu juga mekanisme pengaturan yang cenderung menguntungkan pada pihak pemenang PD I dan cenderung tidak ramah terhadap bekas musuh dalam PD I, mengakibatkan tidak ada semangat merangkul semua pihak, termasuk musuh dalam PD I.

Beberapa pengaturan yang tidak kondusif bagi pengelolaan perdamaian yang langgeng, antara lain:

 Pertama, pihak negara-negara musuh dalam PD I tidak diterima menjadi anggota, dan baru dapat diterima jadi anggota hanya apabila direkomendasikan oleh negara-negara besar sekutu.

 Kedua, dominasi negara-negara besar diproteksi melalui mekanisme sebagai anggota tetap dan mencegah pemberian sanksi bagi negara-negara besar, dengan ditetapkan sebagai anggota tetap Liga Bangsa Bangsa, dan punya hak veto yang dapat

(4)

Isi perjanjian Versailes :

Koloni-koloni Jerman di serahkan kepada Inggris, Perancis dan Jepang atas nama mandat Liga Bangsa-Bangsa Jerman menyerahkan wilayah Elsas dan Lotaringen kepada Perancis serta Eupen dan Malmedy pada Belgia.

Daerah Saar berada di bawah mandat LBB selama 15 tahun. Jerman hanya boleh memiliki pasukan 100.000 orang.

Jerman harus mengganti kerugian perang 132 miliar mark kepada sekutu. Danzig menjadi kota merdeka di bawah mandat LBB.

Daerah Jerman sebelah barat sungai Rhein diduduki sekutu selama 15 tahun

BAB II

PEMBAHASAN

A. Sejarah Berdirinya Liga Bangsa-Bangsa

Liga Bangsa-Bangsa (LBB-League of Nations) didirikan sebagai hasil dari perjanjian Versailes. Setelah Jerman dan pendukungnya menyerah kepada sekutu pada November 1918 yang menandakan berakhirnya Perang Dunia I. Negara-negara

pemenang perang menyelenggarakan konferensi di Paris pada 28 Juni 1919, dan pada tanggal inilah awal terbentuknya LBB. Peserta konferensi yg menentukan adalah the big four ( AS, Inggris, Perancis dan Italia ), Konferensi memutuskan dibentuk LBB dan menghukum Jerman seberat-beratnya.LBB mulai berkerja aktif pada tanggal 10 Januari 1920.

Perjanjian Paris yang ditandatangan di Versailles (Perjanjian Versailles) tersebut merupakan kunci bagi terciptanya perdamaian. Para delegasi menaruh harapan yang besar pada konferensi tersebut untuk menciptakan perdamaian dunia. Harapan-harapan tersebut sesuai dengan gagasan Presiden Amerika Serikat, Woodrow Wilson yang telah diucapkan pada 8 Januari 1918. Pada bulan ini, Wilson mengajukan empat belas usulan (Wilson Fourteen Point) yang isinya antara lain sebagai berikut:

1. Pelarangan diplomasi rahasia 2. Pengurangan senjata.

3. Pengakuan hak untuk menentukan nasib sendiri.

4. Pembentukan suatu badan gabungan bangsa-bangsa, yang kemudian dikenal dengan nama LBB (Liga Bangsa-Bangsa)

(5)

LBB tidak mempunyai angkatan bersenjata dan bergantung kepada kekuatan internasional untuk menjaga agar resolusi-resolusinya dipatuhi. Meskipun awalnya menunjukkan keberhasilan dalam menjalankan tugasnya, LBB akhirnya gagal mencegah berbagai serangan yang dilakukan Kekuatan Poros pada tahun 1930-an. Munculnya Perang Dunia II kembali memperjelas keadaan bahwa LBB telah gagal dalam tugasnya mencegah pecahnya perang. Setelah Perang Dunia II, pada 18 April 1946, LBB resmi dibubarkan dan digantikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa(PBB).

B. Keanggotaan

Sifat dari keanggotaan LBB adalah sukarela, tidak mengikat, walaupun ada sangsi berupa boikot untuk negara-negara yang melanggar tetapi negara lain sukarela

menjalankan atau tidak. Maka dengan hal tersebut pada akhirnya LBB mengalami kegagalan dan tidak mampu menciptakan perdamaian dikarenakan negara-negara besar menggunakan LBB untuk kepentingan sendiri.Disamping hal tersebut LBB tidak

mempunyai alat kekuasaan yang nyata untuk memaksa suatu negara yang menentangnya untuk tunduk kembali ke LBB.

Nama Negara Nama Negara Nama Negara Nama Negara

Kanada Liberia Turki Iraq

Inggris Panama Ireland Ekuador

Czechoslovakia Iran Perancis Columbia

Bolivia Estonia Greece Abysinia

Norway Bulgaria Republik dominika Latvia

Netherland Meksiko Mesir Uruguay

Cuba Polandia sweden Argentina

Portugal Afghanistan Lithuania Thailand

New Zealand China Belgium India

Afrika Selatan British Empire Yugoslovia Australia

C. Tujuan Pembentukan LBB

Liga Bangsa Bangsa beranggotakan 28 negara sekutu dan 14 negara netral. Tujuan pembentukan LBB pada waktu itu adalah untuk:

1. Memelihara perdamaian dan keamanan dunia

2. Memajukan dan memelihara hubungan persahabtan antarbangsa dan negara. 3. Menegakan hukum serta berusaha agar perjanjian antar bangsa dipatuhi.

4. Memajukan dan memelihara kerjasama internasional di bidang ekonomi, sosial, pendidikan dan kebudayaan.

D. Sifat Dan Tugas LBB

1. Merupakan badan untuk pemeliharaan perdamaian dan menjadi badan pengawas daerah perwalian atau daerah mandat LBB.

2. Merupakan badan untuk mencegah perang dan menyelesaikan perselisihan secara damai.

3. Berusaha mengatasi masalah yang menyangkut ancaman perang. 4. Berusaha mengintegrasikan dan mengoordinasikan lembaga-lembaga.

5. Berusaha meningkatkan kerja sama dalam lapangan kesehatan, social, keuangan, pengangkutan, perhubungan, dan lain-lain.

(6)

E. Struktur Organisasi

Organ Inti dari LBB yaitu:

 Dewan Keamanan Anggota yang terdiri atas empat anggota permanen, yaitu Inggris, Perancis, Italia dan Jepang.

 Sekertaris bertugas untuk menyiapkan agenda dan mengumumkan laporan pertemuan.

 Majelis Umum, majelis yang melakukan pertemuan setahun sekali, anggotanya adalah perwakilan dari negara anggota dan pergantiannya tiga tahun sekali.

 Mekanisme Kerja

 Dalam mengatur keuangannya, majelis umum LBB memiliki enam komite, di mana komite kelimalah yang memiliki wewenang untuk mengatur anggaran dan keuangan. Komite ini melakukan drafting yang diajukan ke majelis umum, kemudian disepakati oleh anggota dari LBB. Setelah disepakati, maka anggota LBB harus membayar sejumlah yang disepakati.

F. Kegagalan dan Keberhasilan LBB 1. Keberhasilan LBB

Dalam melaksanakan tugasnya sebagai lembaga dunia, Liga Bangsa-Bangsa (LBB) meraih beberapa keberhasilan, yaitu :

 Menyelesaikan persengketaan-persengketaan kecil, misalnya di Silesia Hulu.

Wilayah yang semula menjadi sengketa antara Jerman dan Polandia tersebut akhirnya menjadi milik Polandia.

 Menyelesaikan daerah-daerah mandat. Daerah ini perwaliannya diserahkan kepada negara tertentu untuk kemudian satu demi satu diberi pemerintahan sendiri.

 Menyelesaikan masalah-masalah yang bersifat darurat, misalnya membangun kembali perekonomian Eropa yang hancur dalam masa antarbellum.

Persoalaninternasional yang berhasilditanganiolehligaantara lain

 Diadakanberbagaikonferensiinternasional yang

sangatbermanfaatbaikmengenaimasalahekonomi, perdaganganmaupunkesehatan.

 Dibidangpembinaanligaberhasilmengumpulkan ,mendaftar, menyusundanmengumumkanperjanjian-perjanjianinternasional..

 Dibidangkemanusiaanligaberhasilmemberibantuankepada para korbanperang, menggulangiperdaganganwanitadananak-anak.

2. Kegagalan LBB :

Bukti kegagalan LBB dapat dilihat pada ketidakmampuannya mencegah agresi yang dilakukan oleh suatu negara atas negara lain, misalnya:

 Penyerbuan Jepang atas Manchuria (1931)

 Pendudukan Italia atas Abbessynia (1935)

 Penyerbuan Jerman atas Polandia (1939)

Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa menjalankan tugasnya disebabkan kelemahan dalam tubuh lembaga tersebut:

 Tidak ada aturan yang bersifat mengikat karena semua didasarkan atas sukarela.

 Tidak mempunyai kekuatan untuk menghukum negara-negara yang melanggar aturan Liga Bangsa-Bangsa.

(7)

 Liga Bangsa-Bangsa menjadi alat politik negara-negara besar.

 Walaupun demikian LBB telah meletakkan dasar bagi manusia untuk memelihara hubungan antarbangsa. Struktur Liga Bangsa-Bangsa juga kemudian mengilhami struktur Perserikatan Bangsa-Bangsa.

G. Perbedaan PBB dan Liga Bangsa-Bangsa

Pembubaran Liga Bangsa Bangsa tidak boleh menghilangkan kenyataan bahwa Piagam PBB berhutang banyak kepada pengalaman Liga Bangsa Bangsa, dan karena ketentuan-ketentuannya banyak berasal dari tradisi, praktek dan perangkat Liga Bangsa Bangsa. Namun walaupun PBB adalah pengganti Liga Bangsa-Bangsa dan dalam banyak hal mencontohnya, terdapat perbedaan-perbedaan yang mendasar antara kedua lembaga ini:

a. Kewajiban-kewajiban negara anggota PBB dinyatakan dalam istilah-istilah yang sangat umum, misalnya menangani perselisihan secara damai, memenuhi kewajiban-kewajiban mereka seperti tertera dalam Piagam secara jujur, dan sebagainya. Di lain pihak, kewajiban-kewajiban negara-negara anggota Liga Bangsa Bangsa dinyatakan dan didefinisikan dalam Covernant Liga itu dengan cara yang sangat khusus, misalnya prosedur yang sangat rinci dalam penyelesaian perselisihan tanpa menggunaka jalan perang (Pasal 12, 13 dan 15).

b. Dalam PBB, selain Sekertariat, ada lima organ utama, yakni Majelis Umum, Dewan Keamanan, Dewan Ekonomi dan Sosial, Dewan Perwalian (Trusteeship) dan

Mahkamah Internasional, dan bidang masing-masing organ ditetapkan dengan teliti untuk menghindari overlapping. Dalam Liga Bangsa-Bangsa, selain Sekertariat, hanya ada dua organ, yakni Majelis dan Dewan, dan masing-masing bisa menangani “setiap permasalahan dalam bidang kegiatan Liga Bangsa Bangsa atau yang

mempengaruhi perdamaian dunia” (Pasal 3 dan 4 dalam Covenant).

c. Di dalam Piagam lebih menekankan masalah-masalah ekonomi, sosial, kebudayaan dan kemanusiaan daripada di dalam Covenant.

d. Terdapat perbedaan besar antara ketentuan-ketentuan “sanksi” dalam Pasal 16 Covenant Liga dan ketentuan-ketentuan untuk “tindakan pencegahan” dan tindakan pemaksaan” dalam Bab VII Piagam PBB. PBB (melalui Dewan Kemanan) tidak dibatasi dalam mengambil “tindakan pemaksaan”, sebagaimana halnya dengan Liga Bangsa-Bangsa, terdapat situasi di mana negara-negara anggota berperang dengan melanggar perjanjian dan kewajiban mereka menurut Piagam; PBB bisa mengambil tindakan seperti itu, jika ada suatu ancaman saja terhadap perdamaian, atau jika pelanggaran terhadap perdamaian atau suatu tindakan agresi telah dilakukan. Selain itu, para anggota PBB telah setuju untuk menyediakan angkatan bersenjata dengan syarat-syarat yang akan disepakati dengan Dewan Keamanan dan Dewan Keamanan akan dinasihati dan dibantu oleh Komite Staf Militer dalam mengarahkan angkatan bersenjata (pasukan) ini. Dalam Covenant Liga tidak ada ketentuan-ketentuan seperti ini.

(8)

rekomendasi tentang perselisihan itu, tetapi (b) keefektifan Covenant Liga tergantung pada ketaatan para anggotanya dan bukan pada keputusan-kepurusan organik badan-badan Liga, sementara menurut Piagam PBB, tekanan diberikan kepada keputusan-keputusan badan-badan seperti Dewan Keamanan, dan kurang ditekankan pada kewajiban-kewajiban khusus para anggota.

f. Covenant dari Liga Bangsa Bangsa berisi 26 pasal yang singkat dan lebih pendek serta mudah dibaca dibandingkan dengan UUD Amerika Serikat, yang di dalamnya memuat ketentuan tentang kemungkinan untuk membuat amademen. Perjanjian Versailles yang ditandatangani antara kekuatan-kekuatan sekutu dan gabungan dengan Jerman pada tahun 1919 antara lain ketentuan-ketentuan khususnya memuat bebagai modifikasi hukum internasional yang merupakan tambahan dalam penyusunan 26 pasal Covenant Liga Bangsa Bangsa tersebut. (Covenant itu juga muncul sebagai 26 pasal pertama dalam Perjanjian-perjanjian Germain, Trianon dan Neudly yang

(9)

BAB III

ANALISIS

Liga Bangsa Bangsa merupakan organisasi Internasional yang dibentuk sejak Perang Dunia I telah berakhir. LBB sebenarnya merupakan alat yang bersifat imperialistik bagi negara-negara Barat.LBB dibangun melalui perjanjian khusus (konferensi perjanjian Paris 1919) dengan basis keinginan untuk mewujudkan kerjasama yang damai antar negara dan memberikan jaminan yang saling menguntungkan atas kemerdekaan politik dan integrasi wilayah bangsa besar dan kecil namun organisasi ini kemudian dalam jangka waktu panjang, seiring dengan meletusnya PD II, LBB tidak pernah menjadi organisasi internasional yang kuat karena tidak mampu mengendalikan negara-negara yang ingin berkuasa dan juga sangat agresif, terlebih lagi terdapat sistem pengambilan keputusan yang berinti padaayat 16

(10)
(11)

JULKAHFI

NURCAHYANI AC

KHUSNUL FADILLAH IIS FARDYANTI

DZULKIFLI BAGUS SR ALIFAH NAJMIATUN

MAKALAH SEJARAH

L

G

I

B

A

N

A

G

S

2

A

GURU PEMBIMBING : SRI MULYANA

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...