• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL INOVASI PENDIDIKAN BERBASIS KEUNG (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "JURNAL INOVASI PENDIDIKAN BERBASIS KEUNG (1)"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

INOVASI PENDIDIKAN BERBASIS (KEUNGGULAN, MUTU DAN KUALITAS)

Oleh : Fauza Azmi Rambe (34153035)

Pendidikan Bahasa Inggris 2/ Semester III. Universitas Islam Negeri Medan

2016 1. Pendahuluan

Pendidikan adalah salah satu aspek terpenting dalam kemajuan suatu negara. Negara maju identik dengan pindidikannya yang maju. Pendidikan mengambil peran penting dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa.

Seperti yang kita tahu negara Indonesia adalah negara berkembang dengan sistem pendidikan yang kurang memadai sehingga menghambat pertumbuhan kemajuan negara kita. Untuk itu seharusnya sebagai negara berkembang yang ingin maju, pemerintah harus lebih fokus dalam membenahi sistem pendidikan di Indonesia.

Dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia perlu diadakannya inovasi. Inovasi berasal dari kata latin, innovation yang berarti pembaruan dan perubahan. Kata kerjanya innnovo yang artinya memperbaharui dan mengubah. Inovasi adalah suatu perubahan yang baru yang menuju kearah perbaikan.

(2)

2. Kajian Teoritik

2.1 Pengertian Inovasi Pendidikan

Dalam kamus besar bahasa Indonesia (1990:333), Inovasi diartikan pemasukan atau pengenalan hal hal yang baru: penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya (gagasan, metode atau alat).

(Subroto, 1990:127) Maksud pengertian inovasi pendidikan disini ialah suatu perubahan yang baru dan bersifat kualitatif , berbeda dari hal yang ada sebelumnya serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan dalam rangka pencapaian tujuan tertentu dalam pendidikan. Maksud kata baru dalam pengertian tersebut adalah apa saja yang belum dipahami, diterima, atau dilaksanakan oleh sipenerima inovasi meskipun mungkin bukan merupakan hal yang baru bagi orang lain, sementara itu maksud kata kualitatif adalah bahwa inovasi tersebut memungkinkan adanya reorganisasi atau pengataran kembali unsure-unsur dalam pendidikan, jadi bukan semata-mata penambahan atau penjumlahan unsur.

Ibrahim (dalam Fuad Ihsan 2011:190), mengemukakan bahwa inovasi pendidikan adalah inovasi dalam bidang pendidikan atau inovasi untuk memecahkan masalah pendidikan. Jadi inovasi pendidikan adalah suatu ide, barang, metode, yang dirasakan atau diamati sebagai hal yang baru yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau memecahkan masalah pendidikan.

(dalam Imam Wahyudi, (2012:

http://infodantutorial.blogspot.co.id/2012/04/pengertiandefinisiarti-inovasi-menurut.html). Pengertian, Definisi, arti Inovasi menurut para ahli) inovasi adalah suatu ide, gagasan, praktek atau objek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi.

(3)

permasalahan pendidikan maupun untuk meningkatkan mutu dan kualiatas pendidikan.

Dalam konteks ini pengertian inovasi disamakan dengan pembaharuan meskipun pada esensinya inovasi dan pembaharuan memiliki pengertian yang sedikit berbeda, dimana pada inovasi hanya menyangkut perubahan perubahan tertentu yang dalam arti kecil atau terbatas, sedangkan pembaharuan biasanya perubahan yang terjadi menyangkut berbagai aspek bahakan mungkin perubahan secara total.

2.2 Inovasi Pendidikan berbasis (Mutu, Kualitas dan Keunggulan) Kualitas dan Mutu

Kualiatas dalam bahasa inggris yaitu quality , kata ini sesungguhnya berasal dari bahasa latin qualitas.

Dikutip dalam buku System Informasi Manajemen Pendidikan oleh Eti Rochaety (2006:105) Pengertian kualiatas dan mutu menurut beberapa ahli sebagai berikut:

1. Menurut Deming W.E (1986) , mutu adalah fitness for use, yaitu kesesuaian dengan kebutuhan atau keinginan.

2. Menurut Crosby, P,B (1999) mutu adalah conformance to requirement, yaitu sesuaian dengan yang disyaratkan atau yang distandarkan oleh cacat nol , kesempurnaan dan kesesuaian.

3. Menurut Feigemembaum A.V (1986) mutu adalah kepuasan yang sepenuhnya (full customer satisfaction)

4. Menurut Garvin dan Davis (2001) mutu adalah kondisi yang dinamis terkait produk , tenaga tugas dan lingkungan yang dapat memenuhi dan melebihi keinginan dan harapan.

(4)

antara sumber-sumber yang dibutuhkan dengan yang tersedia, guna mengurangi hambatan-hambatan dalam mencapai tujuan pendidikan.

Anwar (2013:106) meskipun definisi mutu sangat bervariasi, namun dapat dirumuskan sejumlah batasan tentang mutu pendidikan sebagai berikut:

a. Mutu pendidikan merupakan masesuaikan layanan dengan spesifikasi atau sandar yang telah diciptakan..

b. Mutu pendidikan merupakan kemampuan layanan dalam memenuhi atau melampaui kebutuhan pengguna jasa pendidikan.

c. Mutu pendidikan mencakup pengetahuan , tenaga pendidik, proses dan lingkungan.

d. Mutu pendidian merupakan sesuatu yang bersifat global dan dinamis serta berkembang sesuai dalam masyarakat.

Sudradjad (2005 : 17) pendidikan yang bermutu adalah pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan atau kompotensi, baik kompetensi akademik maupun kompetensi kejuruan, yang dilandasi oleh kompetensi personal dan sosial, serta nilai-nilai akhlak mulia, yang keseluruhannya merupakan kecakapan hidup (life skill), lebih lanjut Sudradjat megemukakan pendidikan bermutu adalah pendidikan yang mampu menghasilkan manusia seutuhnya (manusia paripurna) atau manusia dengan pribadi yang integral (integrated personality) yaitu mereka yang mampu mengintegralkan iman, ilmu, dan amal.

Husaini Usman (2006 : 411) mengemukakan 13 (tiga) belas karakteristik yang dimiliki oleh mutu pendidikan yaitu :

 Kinerja (performa) yakni berkaitan dengan aspek fungsional sekolah meliputi : kinerja guru dalam mengajar baik dalam memberikan penjelasan meyakinkan, sehat dan rajin mengajar, dan menyiapkan bahan pelajaran lengkap, pelayanan administratif dan edukatif sekolah baik dengan kinerja yang baik setelah menjadi sekolah vaforit

(5)

 Handal (reliability) yakni usia pelayanan bertahan lama. Meliputi pelayanan prima yang diberikan sekolah bertahan lama dari tahun ke tahun, mutu sekolah tetap bertahan dan cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

 Data tahan (durability) yakni tahan banting, misalnya meskipun krisis moneter, sekolah masih tetap bertahan

 Indah (aesteties) misalnya eksterior dan interior sekolah ditata menarik, guru membuat media-media pendidikan yang menarik.

 Hubungan manusiawi (personal interface) yakni menunjung tinggi nilai-nilai moral dan profesionalisme. Misalnya warga sekolah saling menghormati, demokrasi, dan menghargai profesionalisme.

 Mudah penggunaanya (easy of use) yakni sarana dan prasarana dipakai.

Misalnya aturan-aturan sekolah mudah diterapkan, buku-buku perpustakaan mudah dipinjam di kembalikan tepat waktu.

 Bentuk khusus (feature) yakni keuggulan tertentu misalnya sekolah unggul dalam hal penguasaan teknologi informasi (komputerisasi).

 Standar tertentu (comformence to specification) yakniu memenuhi standar tertentu. Misalnya sekolah tetlah memenuhi standar pelayanan minimal.

 Konsistensi (concistency) yakni keajengan, konstan dan stabil, misalnya mutu sekolah tidak menurun dari dulu hingga sekarang, warga sekolah konsisten dengan perkataanya.

 Seragam (uniformity) yakni tanpa variasi, tidak tercampur. Misalnya sekolah melaksanakan aturan, tidak pandang bulu, seragam dal berpakaian.

(6)

 Ketepatan (acuracy) yakni ketepatan dalam pelayanan misalnya sekolah mampu memberikan pelayanan sesuai dengan yang diinginkan pelanggan sekolah.

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa mutu atau kualitas adalah sesuatu yang dapat diginakan sesuai dengan harapan. Mutu pendidikan dapat dilihat dari prosesnya sehingga menghasilakan efisiensi, produktifitas, relevansi dan lain-lain yang mendukung proses pendidikan dan dapat menghasilakn anak didik yang berkualiatas.

Keunggulan

(Anwar, 2013:11) Pengembangan visi keunggulan dalam system penyelenggaraan pendidikan dapat dilakukan dengan dua cara. pertama, penciptaan iklim yang kondusif secara makro institusional terhadap pengembangan wawasan keungggulan dalam keseluruhan aktivitas pendidikan yang diselenggarakan, antara lain memeberikan motivasi berprestatsi kepada semua pihak , kesadaran mengembangkan keahlian dan professional. Kedua, menciptakan iklim kompetitif yang positif dalam semua aktivitas pendidikan. Dalam hal ini dibutuhkan system yang terbuka dan adil dalam memberikan reward dan punishment kepada semua pihak yang terlibat. System yang demikian memungkinkan terciptanya ketekunan dan dedikasi kerja yang tinggi bagi setiap orang.

(Anwar, 2013: 13) Bagi sekolah visi keunggulan menempati posisi sentral agar mampu meningkatkan efektifitas dan efensiensi baik secara internal mapun eksternal. Efektivitas dan efisiensi internal berarti sekolah mampu menghasilkan lulusan (output) yang berkualitas dengan biaya yang kompetetif (cost effectiveness) dibanding dengan jenis pendidikan lainnya.sedangkan efektivitas dan efesiensi eksternal berarti sekolah mampu meningkatkan relevansi pendidikan (outcome) dengan tntutan profesi lulusan.

(7)

sekolah : (1) memiliki sense of quality (2) memahami kebutuhan pasar ; (3) menetapkan wawasan mutu dan wawasan keunggulan ; dan (4) mengubah pola pengajarannya dari pengejaran mata pelajaran ke program berbasis kompetensi.

Salah satu aplikasi inovasi pendidikan berbasis keunggulan ialah

keunggulan local. Mengutip Akhmad Sudrajat (2008:

https://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/08/13/konsep-dasar-pendidikan-berbasis-keunggulan-lokal-pbkl/comment-page-1/) Keunggulan lokal adalah segala sesuatu yang merupakan ciri khas kedaerahan yang mencakup aspek ekonomi, budaya, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi, dan lain-lain. Sumber lain mengatakan bahwa Keunggulan lokal adalah hasil bumi, kreasi seni, tradisi, budaya, pelayanan, jasa, sumber daya alam, sumber daya manusia atau lainnya yang menjadi keunggulan suatu daerah . Dari kedua pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa Keunggulan Lokal (KL) adalah suatu proses dan realisasi peningkatan nilai dari suatu potensi daerah sehingga menjadi produk/jasa atau karya lain yang bernilai tinggi, bersifat unik dan memiliki keunggulan komparatif.

Mengutip dari Cahya Surya ( 2009:

https://csuryana.wordpress.com/2009/05/24/mutu-dan-keunggulan-pendidikan-1/ ) Konsep excellence mulai dipopulerkan oleh Tom Peters dan Robert Waterman (1982) dalam buku yang berjudul “In Search of Excellence”. Keunggulan dalam hal ini adalah suatu karya dengan kualitas terbaik sebagai ciri utamanya. Dapat dikemukakan “bahwa Keunggulan = Kualitas Terbaik”. Lembaga pendidikan dikatakan unggul jika mampu menunjukkan kualitas terbaiknya dibandingkan dengan lembaga pendidikan lain. Oleh karena itu, makna keunggulan tidak pernah terlepas dari kualitas. Keunggulan dalam kehidupan sehari-hari sering dimaknai sebagai ‘kelebihan’, ‘lebih baik’, atau ‘lebih berkualitas’. Istilah keunggulan sering pula digunakan untuk memposisikan suatu produk (barang atau jasa) dalam persaingan. Dalam hal ini dikenal dua jenis keunggulan yaitu keunggu-lan komparatif dan keunggulan kompetitif.

(8)

namun juga bidang ekonomi maupun budaya, dengan memnfaatkan kekayaan alam yang ada di Indonesia sehingga kehidupan berbangsa menjadi lebih maju.

3. Pembahasan 3.1 Tujuan Inovasi

Menurut Susanto (dalam Fuad Ihsan 2011: 192) tujuan utama inovasi yakni meningkatkan sumber sumber tenaga, uang dan sarana, termasuk struktur dan prosedur organisasi.

Fuad Ihsan ( 2011:194) Tujuan inovasi pendidikan adalah meningkatkan efisiensi , relevansi, kualitas, dan efektifitas: sarana serta jumlah peserta didik sebanyak-banyaknya, dengan hasil pendidikan sebesar-besarnya (menurut criteria kebutuhan peserta didik, masyarakat, dan pembangunan)

Madyo (dalam Hasbullah 2012:194) inovasi pendidikan merupakan perubahan pendidikan yang didasarkan atas usaha-usaha sadar, terencana, berpola dalam pendidikan yang bertujuan untuk mengarahkan, sesusai dengan kebutuhan yang dihadapai dan tuntutan zamannya. Dalam inovasi pendidikan gagasan baru hasil pemikiran kembali haruslah mampu memecahkan persoalan yang tidak terpecahkan oleh cara cara tradisional yang bersifat komersial.

Dari beberapa pendapat diatas dapat kita simpulkan bahwa didalam dunia pendidikan butuh adanya inovasi dalam rangka meingkatkan kualitas dan mutu pendidikan. Selain itu inovasi diadakan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan yang mungkin belum terselesaikan maka dari itu harus ada inovasi. Zaman terus berubah dan teknologi semakin berkembang oleh karena itu pendidikan juga harus mengkuti perkembangan agar tidak tertinggal dari Negara-negara maju, maka dari itu pendidikan di Indonesia juga harus maju dengan adanya inovasi.

3.2 Faktor yang Memperngaruhi Inovasi Pendidikan

(9)

sebagai makhluk yang dapat dididik dan harus didik akan tumbuh menjadi manusia dewasa dengan proses pendidikan yang dialaminya. Menurut tim dosen FIP IKIP Malang (Hasbullah 2012: 195), sejak kelahirannya, manusia telah memiliki potensi dasar yang universal, berupa:

a. Kemampuan untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk (moral identity)

b. Kemampuan dan kebebasan untuk mengembangkan diri sendiri sesuai dengan pembawaan dan cita-citanya (individual identity)

c. Kemampuan untuk berhubungan dan kerja sama dengan orang lain (social identity)

d. Adanya ciri khas yang mampu membedakan dirinya dengan orang lain (individual differences)

Setiap anak akan mengalami proses pendidikan secra alamiah, yaitu yang ia dapatkan dari pergaulan dalam lingkungan. Dengan upaya pendidikan , potensi universal anak akan tumbuh dan membentuk diri anak yang unik sesuai dengan pembawaan, lingkungan, budaya dan zamannya.

Usaha-usaha pendidikan dilandasi oleh pandangan hidup orang tua, lembaga-lembaga penyelenggara pendidikan, masyarakat dan bangsanya. Pandangan hidup bangsa menjadi norma pendidikan nasional keseluruhan. Seperti diketahui bahwa kehidupan ini selalu mengalami perubahan, tujuan pembangunan bangsa mengalami pergeseran dan peningkatan dan perubahan sesuai dengan waktu, kedaaan dan kondisnya.

Masyarakat Indonesia harus mempersiapkan anak sejak kecil dengan upaya pendidikan. Tujuan pendidikan untuk kebahagian individu, keselamatan masyarakat, dan kepentingan Negara. Karena danya visi yang kuat dari pendidikan menjadi factor penting dalam mempengaruhi inovasi pendidikan agar tercapainya visi pendidikan.

3.3 Masalah-Masalah yang Menuntut Inovasi

(10)

a. Perkembangan ilmu pengetahuan menghasilkan kemajuan teknologi yang mempengaruhi kehidupan social, ekonomi, politik, pendidikan dan kebudayaan bangsa Indonesia.

Pendidikan sangat erat kaitannya dengan transformasi sosial. Sebab pendidikan juga bagian dari sistem sosial. Relevansi antara dunia pendidikan dengan dunia riil menjadi kebutuhan mendesak untuk direalisasikan. Inovasi pendidikan telah dilakukan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat yang peduli terhadap pendidikan. Inovasi ini tidak hanya tataran konseptual strategik tetapi juga terjadi proses inovasi pada tataran praktis. Mulai dari kurikulum, pola manajemen, pembelajaran, hingga promosi lulusan lembaga pendidikan pada setiap jenjang.

Diakui bahwa system pendidikan yang kita miliki dan kita laksanakan selama ini masih belum mampu mengikuti dan mengendalikan kemajuan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga dunia pendidkan masih belum dapat menghasilkan tenaga-tenaga pembangun yang kreatif , aktif, dan terampil. Bagaimanpun berkembangnya ilmu pengetahuan modern menghendaki dasar-dasar pendidikan yang kokoh dan penguasaaan kemampuan yang terus-menerus.

b. Laju eksplosi penduduk yang cukup pesat, yang menyebabkan daya tampung, ruang dan fasilitas pendidikan yang sangat tidak seimbang.

Laju eksplosi penduduk yang cukup pesat tentunya menuntut adanya perubahan, sekaligus bertambahnya keinginan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang secara komulatif menuntut tersedianya sarana pendidikan yang memadai. Hal inilah yang menyebabkan sulitnya mennetukan bagimana relevansi pendidikan dengan dunia kerja karena tidak seimbangnaya out put lembaga pendidikan dengan kesempatan yang tersedia.

c. Melonjaknya aspirasi masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik, sedangkan (dipihak lain) kesempatan sangat terbatas.

(11)

mempengaruhhi aspirasi masyarakat. Pada umumnya mereka mendambakan pendidikan yang lebih baik, padahal disatu sisi kesempatan itu sangat terbatas sehingga terjadilah kompetisi atau persaingan yang sangat ketat. Berkenaan dengan ini pula sekrang bermunculan sekolah sekolah favorite, plus bahkan ungulan.

d. Mutu pendidikan yang dirasakan semakin menurun, yang belum mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kualitas pendidikan yang dirasakan menurun menuntut sejumlah perubahan , bila tidak demikian, jelas akan berakibat fatal dan akan terus ketinggalan.

e. Belum mekarnya alat organisasi yang efektif serta belum timbulnya suasana yang subur dalam masyarakat untuk mengadakan perubahan perubahan yang dituntut oleh keadaaan sekarang dan yang akan datang.

Kenyataan yang seperti ini disebabkan masih minimnya pengetahuan dan wawasan masyarakat untuk membangun dirinya pada kemajuan-kemajuan.

Itulah bebrapa masalah sekaligus factor-faktor yang mendorong adanya inovasi dalam pendidikan guna menyelesaikan masalah -masalah yang terjadi didunia pendidikan yang mana dapat kita lihat fenomena pendidikan di Indonesia masih perlu dibenahi.

3.4 Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan

Peningkatan mutu pendidikan merupakan isu sentral dinegara Negara berkembang termasuk Indonesia. Masalah ini sudah lama dicoba diatasi namun hasilnya belum optimal adapun cara-cara yang dikemukan oleh Eveline (2004:2) antara lain :

1. Media Pembelajaran Sebagai Pilihan dalam Srategi Pembelajaran.

(12)

tujuan pembelajaranya. Tujuan pembelajaran harus bersifat behavioral atau berbentuk tingkah laku yang dapat diamati dan measurable atau yang dapat diukur.

Kegunaan media komunikasi dalam pembelajaran ;  Memberikan Pengetahuan Tentang Tujuan Belajar  Memotivasi Siswa

 Menyajiakn Informasi  Merangsang Diskusi

 Mengarahkan Kegiatan Siswa  Melaksanakan Latihan Dan Ulangan  Menguatkan Belajar

 Memberikan Pengalam Simulasi.

2. Penerapan Konsep dan Prinsip Pembelajaran Konntekstual dan Desain Pesan Dalam Pengembangan Pembelajaran dan Bahan Ajar.

Masalah-masalah yang melatarbelakangi diperkenankannya konsep pembelajaran kontekstual adalah bahwa sebagian besar siswa tidak dapat menghubungkan apa yang telah mereka pelajari dengan cara pemanfaaatan pengetahuan tersebut dikemudian hari. Beberapa pertanyaan yang perlu dijawab oleh para pendidik dalam membelajarkan siswa antara lain :

a. bagaimana suatu materi pelajaran dapat dipahami dalam hubungannya dengan materi yang lain sehingga merupakan satu kesatuan yang bulat?

b. bagaimana guru dapat mengkomunikasikan kepada siswa tentang alasan , makana, dan relevansi materi yang mereka pelajari?

3. Strategi Pembelajaran Berbasis Multiple Intelegences Untuk Mencapaian Kopetensi dalam Pembelajaran.

dalam buku Rinda Hedwig konsep mutu dalam pendidikan menurut Prof.Dr Sukadji Ranuwihardjo dikutip dalam media kompas 26 januari 1999 ialah “masalah yang erat kaitannya dengan perbaikan mutu pendidikan perguruan tinggi adalah system pengelolaan perguruan tinggi yang sekarang dirasaakan sudah tidak lagi memenuhi kebutuhan”.

(13)

Seperti yang kita lihat banyak guru yang kurang professional dan bermutu salah satu penyebab hal ini terjadi ialah banyaknya perguruan tinggi yang kurang selektif dan teliti dalam meluluskan mahasiswa calon guru, maka dari itu perlu adanya pembenahan dan pembaharuan diperguruan tinggi agar menghasilkan sumber daya manusia yang mampu meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia.

3.5 Pengaplikasian Inovasi Pendidikan

Contoh inovasi didalam dunia pendidikan antara lain adanya perubahan cara belajar, target pencapaiaan pembelajaran, waktu belajar, ruangan kelas, hal-hal seperti ini termasuk contoh tindakan inovatif. Karena besar dan kompleksnya permasalahan pendidikan kita sekarang inovasi dalam dunia pendidikan sangat diperlukan, contohnya dikehidupan masyarakat sekarang ini banyak kita lihat lulusan-lulusan sarjana tidak mendapat pekerjaan atau bahakn mereka bekerja tidak sesuai dengan jalur pendidikannya, selain adanya keterbatasan dana dalam dunia pendidikan, ternyata sumber daya manusianya juga kurang memadai. Hal ini perlu dipertanyakan tentang lembaga pendidikan di Indonesia yang masih sangat minim menghasilkan sumber daya manusia yang baik.

Selain itu tindakan inovaif lainnya ialah, pendidikan mampu meningkakan dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di Indonesia, seperti yang kita ketahui Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat luas, maka dari itu generasi muda harus mampu mengolahnya dengan baik dan terarah. salah satunya adalah melalui pendidikan, dengan memanfaatkan SDA serta meningkatkan kualitas SDM

3.6 Konsep Sekolah Berkeunggulan Lokal

Sumber daya alam di Indonesia bisa dikatakan cukup kaya, setiap daerah memiliki keunggulan masing-masing contohnya anak-anak yang hidup didaerah laut tentu saja kebanyakan dari mereka bahkan orang tua mereka adalah nelayan dan mungkin bisa jadi suatu saat mereka juga akan menjadi soerang nelayan.

(14)

menjadi program pendidikan untuk anak nelayan. Sesungguhnya banyak yang bisa dipelari dan dikembangkan dari kehidupan pesisir dan laut: ilmu perbintangan, ilmu perikanan, ilmu pembuatan kapal, ilmu konservasi alam dan hutan mangrove, ilmu menghasilkan energi dari angin dan gelombang air laut dsbnya.

Mengutip dari Salahudin Yuswa ( 2012: http://salahudin-yuswa.blogspot.co.id/2012/04/pendidikan-berbasis-keunggulan-lokal.html) Setiap daerah memiliki potensi dan keragaman karya yang dihasilkan sebagai ciri khas daerah tersebut. Misalnya, di Dompu ada keunggulan keunggulan di bidang pertanian dan peternakan, yaitu padi, kambing, sapi dan Kuda. Di Bima ada keunggulan lokal bahari dan pertanian, Sumbawa ada pertambangan dan peternakan, Lombok ada pariwisata dan pertanian, serta keunggulan lokal di daerah lain. Satuan pendidikan yang berbasis keunggulan lokal merupakan paradigma baru pendidikan untuk mendorong percepatan pembangunan di daerah berdasarkan potensi yang dimiliki oleh masyarakat lokal.

Ditinjau dari fungsinya, pendidikan merupakan salah satu lembaga pelayanan public bidang jasa. Sehingga pendidikan perlu meningkatkan pelayanan pada masyarakat yang salah satunya adalah dengan menyesuaikan materi pembelajaran sesuai kebutuhan masyarakat sebagai pengguna jasa pendidikan. Semakin tinggi kesesuaian materi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat maka akan semakin bagus pelayanan pendidikan yang diberikan pada masyarakat. Untuk itu, pendidikan perlu memanfaatkan sumberdaya lokal sebagai acuan untuk meningkatkan mutu dan layanan pendidikan. Selama ini model pendidikan Indonesia masih belum sinergi antara materi dengan kebutuhan lokal. Sehingga output lembaga pendidikan belum memiliki keterampilan, pengetahuan, dan kecakapan hidup yang memadai di tengah-tengah masyarakat.

Upaya peningkatan mutu pendidikan perlu mempertimbangkan beberapa aspek, yaitu:

(15)

(2) penyelenggaraan pendidikan lebih banyak dilakukan pada tingkat satuan pendidikan, dan

(3) penyesuaian kurikulum pendidikan dengan kebutuhan lokal. Pernyataan ini menuntut penyelenggaraan pendidikan yang diarahkan pada pemenuhan kebutuhan masyarakat lokal. Siswa diajarkan bagaimana cara menggali dan mengelola potensi daerah sehingga menjadi karya yang bisa memperbaiki taraf hidup masyarakat dalam berbagai bentuknya.

Dari paparan di atas menegaskan bahwa model Lembaga Pendidikan berbasis keunggulan lokal telah menjadi kebutuhan dalam sistem pendidikan di Indonesia. Tentunya dengan berbagai pertimbangan, diantaranya adalah perubahan masyarakat yang cenderung menuntut keterampilan dan pengetahuan spesifik. Kebutuhan lokal menjadi salah satu tuntutan yang harus dijawab oleh dunia pendidikan.

Model sekolah berbasis keunggulan ini perlu dikembangkan pada setiap jenis dan jenjang pendidikan. Tidak hanya SMK saja, tetapi juga sangat mungkin dikembangkan pada sekolah umum dan madrasah. Sebab pendidikan saat ini perlu diarahkan pada multi skill. Sehingga lulusan bisa memenuhi kebutuhan pasar. Hal ini bisa dilakukan dengan cara meningkatkan mata pelajaran keterampilan yang menjadi kebutuhan masyarakat setempat. Potensi lokal menjadi bahan pertimbangan utama dalam memilih materi pelajaran berbasis keunggulan lokal ini.

(16)

Dengan demikian, model sekolah berbasis keunggulan lokal menjadi penting untuk direalisasikan dan dikembangkan pada semua jenis dan jenjang pendidikan. Selain untuk memenuhi tuntutan masyarakat dalam menyelesaikan masalah hidup juga meningkatkan daya eksistensi sekolah di daerah.

4. Kesimpulan

Inovasi pendidikan adalah inovasi untuk memecahkan masalah pendidikan. Inovasi pendidikan adalah suatu ide, barang, metode, yang dirasakan atau diamati sebagai hal yang baru yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau memecahkan masalah pendidikan.

Tujuan utama inovasi adalah berusaha meningkatkan kemampuan dari sumber-sumber tenanga, sarana dan prasarana termasuk struktur dan prosedur organisasi , jadi keseluruhan system perlu ditingkatkan agar semua tujuan yang direncanakan dapat dicapai dengan sebaik baiknya.

Inovasi berbasis mutu dan kualitas, dalam inovasi berbasiss mutu ada beberapa aspek yang harus dibenahi diantaranya metode belajar dalam proses pembelajaran selain itu juga system manajemen yang ada disekolah maupun perguruan tinggi. Mutu pendidikan dapat dilihat dari prosesnya sehingga menghasilakan efisiensi, produktifitas, relevansi dan lain-lain yang mendukung proses pendidikan dan dapat menghasilakan anak didik yang berkualiatas.

Salah satu Bentuk Inovasi yang berbasis keunggulan ialah dengan memperhatikan sumber daya alam unggulan didaerah tertentu yang menjadi Diaharapkan pendidikan mampu meningkatkan dan memanfaatkan SDA dan SDM sehingga mampu bersaing dalam kehidupan nyata.ukuran keberhasilan inovasi ini ialah out put lembaga pendidikan yang terampil dan diterima masyarakat sesuai keahlian.

5. Daftar Pustaka

(17)

Cahya, Surya. (2009). Mutu dan Keunggulan Pendidikan :

https://csuryana.wordpress.com/2009/05/24/mutu-dan-keunggulan-pendidikan-1/ . Diakses, 22 November 2016.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI. (1990). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Hasbullah. (2012). Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: Rajawali Press.

Ihsan, Fuad. (2011). Dasar-Dasar Kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Rochaety, Eti. (2006). System Informasi Manajemen Pendidikan. Medan: Bumi Aksara.

Siregar, Eveline. (2008). Mozaik Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencaana.. Subroto, Suryo. (1990). Aspek Aspek Dasar Kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Suderadjat, Hari. (2005). Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah .

Jakarta: Cipta Jaya.

Sudrajat, Akhmad. (2008). Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal.

https://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/08/13/konsep-dasar-pendidikan-berbasis-keunggulan-lokal-pbkl/comment-page-1/. Diakses, 22 November 2016.

Usman, Husaini. (2006). Manajemen Teori, Praktek Dan Riset Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.

Wahyudi, Imam. (2012). Pengembangan Pendidikan. Jakarta : Prestasi Pustaka Raya.

Yuswa, Salahudin. (2012). Pendidikan Berbasis Keunggulan Local Sebagai Pondasi Dasar Pemberdayaan Masyarakat.. http://salahudin

Referensi

Dokumen terkait

42 Tahun 2009 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah pasal 8A, Pajak Pertambahan Nilai yang terutang dihitung dengan

Apabila tingkat suku bunga meningkat maka akan lebih menguntungkan berinvestasi pada deposito, sehingga harga obligasi di pasar akan mengalami penurunan, dan

Kinerja perekonomian Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang digambarkan oleh laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan

Bertolak dari jumlah pelaku yang terlibat di dalamnya, tarian komunal dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu: tari tunggal (solo), tari berpasangan (duet), tari

Cairan menggunakan slurry dapat menggunakan# air, ben-en, glycerol, minyak, dan lain lain. hal ini air ini ditemukan untuk memberikan hasil terbaik karena iskositasnya lebih

Dalam tugas akhir ini, akan digunakan pemrosesan gambar digital untuk mendapatkan informasi dari gambar, yang nantinya akan menjadi fitur fitur dalam metode

Ethical Hacking : aktivitas peretasan dengan metode serangan/penetrasi untuk mengetahui tingkat keamanan sistem komputer dan cara penanggulangan terhadap

• #da juga orang batak sakit karena tarhirim +is $ seorang bapak menjanjikan akan memberi mainan buat anaknya, tetapi janji tersebut tidak ditepati. arena janji tersebut