CHAPTER II
TRANSLATION AND ITS SOURCE TEXT
A. TARGET TEXT
[1] Jon Snow membaca keseluruhan isi surat itu sampai tiap-tiap kata mulai
buram dan berlarian kesana kemari. Aku tidak bisa menandatangani surat ini. Aku
tidak akan melakukannya.
[2] Dia hampir membakar surat itu sesaat setelah selesai membacanya. Sebagai
pengganti seteguk bir, dia mengambil segelas teh yang tersisa saat makan
malamnya yang sunyi. Aku harus mendandatangani surat ini. Mereka memilih ku
untuk menjadi Komandan mereka. The Wall adalah milikku, dan sama halnya dengan The Watch. Para Night’s Watch tidak berhak ikut campur.
[3] Kelegaan muncul ketika Dolorous Edd Tollett membuka pintu untuk
mengatakan pada Jon bahwa Gilly sedang sendirian. Seketika Jon menyimpan
surat dari Maester Aemon. “Aku ingin menemuinya.” Sesuatu yang Ia takutkan. “Cari Sam. Aku akan bicara dengannya setelah itu.”
[4] “Dia akan kemari dengan beberapa buku. Septonku yang terdahulu pernah
berkata bahwa buku-buku adalah pembicaraan orang mati. Orang yang sudah mati
seharusnya selalu tetap diam, seperti yang aku katakan. Tidak satu orang pun mau mendengarkan ocehan orang mati.” Dolorous Edd berlalu sambil bergumam tentang cacing dan laba-laba.
[5] Ketika Gilly memasuki ruangan, dia langsung berlutut di hadapan Jon. Jon
berjalan mendekatinya dan mengangkatnya. “Kau tak perlu berlutut padaku. Hal itu hanya untuk para raja.” Meskipun Gilly adalah seorang istri dan ibu, dia tetap tampak seperti anak-anak bagi Jon, wanita kecil yang ramping terbalut dalam
sepertinya dia dapat menyembunyikan beberapa anak perempuan lainnya di bawah lipatan mantel itu. “Apakah kedua bayi sehat?” tanya Jon.
[6] Gadis Wildling itu tersenyum dengan malu-malu di bawah topi runcingnya. “Ya, Tuanku. Aku merasa takut tidak akan memiliki cukup ASI untuk mereka, tetapi semakin banyak mereka menyusu, semakin banyak ASI yang kumiliki. Mereka berdua kuat.”
[7] “Aku ingin mengatakan hal yang sangat berat padamu.” Dia hampir saja
berpikir untuk bertanya, tetapi seketika itu juga dia mengubah pemikirannya untuk
tidak perlu melakukan itu.
[8] “Apakah ini tentang Mance? Val memohon pada sang raja untuk
melepaskannya. Dia berkata bahwa dia tidak akan membiarkan orang rendahan
menikahinya dan tidak akan menggorok leher Mance andai saja Mance bisa hidup. Lord O’Bones, dialah yang dilepaskan. Craster selalu bersumpah akan membunuhnya jika dia menampakkan wajahnya. Mance tidak pernah
setengah-setengah dalam melakukan apapun.
[9] Yang dilakukan Mance adalah menyerang kerajaan yang dia sendiri telah bersumpah untuk melindunginya. “Mance memang sepaham dengan kita, Gilly. Kemudian dia mengganti jubahnya, menikahi Dalla, dan memahkotai dirinya
sendiri sebagai King-Beyond-The-Wall. Hidupnya ada ditangan raja sekarang.
Bukan dia yang kita bicarakan. Ini tentang anaknya, anak laki-laki Dalla.”
[10] “Putra Dalla?” Suaranya gemetar. “Dia tidak pernah melanggar peraturan,
Tuanku. Dia tidur, menangis dan menyusu, itu saja; dia tidak pernah menyakiti
siapapun. Jangan biarkan dia membakarnya. Selamatkan dia, tolong.”
[11] “Hanya kamu yang bisa menolongnya, Gilly.” Jon memberitahukannya cara
untuk menyelamatkan bayi itu.
[12] Wanita lain akan menertawakan, mengutuk, dan menyumpahinya masuk ke
matanya dengan kuku-kukunya. Wanita lain akan menentang apapun yang
dikatakannya.
[13] Gilly menggelengkan kepalanya. “Tidak. Kumohon, jangan.” Gilly menggelengkan kepalanya. “Tidak. Kumohon, jangan.”
[14] Si gagak mengulangi perkataan Gilly. “Tidak,” dan kemudian sang gagak berteriak. “Menolak, dan anak itu akan terbakar. Tidak besok, ataupun lusa… tapi secepatnya, kapanpun saat Melisandre ingin membangunkan naga atau
membesarkan angin atau mengerjakan mantra lain yang membutuhkan darah
seorang raja. Mance akan menjadi abu dan tulang setelah itu, jadi dia akan
membakar anak laki-laki Mance kedalam api, dan Stannis tidak mampu
melarangnya. Jika kamu tidak membawa anak laki-laki itu pergi, dia akan
membakarnya.”
[15] “Aku akan pergi,” jawab Dalla. “Aku akan membawanya, aku kan membawa kedua bayi itu, bayi Dalla dan bayiku.” Air mata mengalir di pipinya. Jika lilin tidak membuat air mata itu berkilauan, Jon tidak akan pernah tahu bahwa dia
sedang menangis. Istri-istri Craster pasti sudah mengajarkan anak-anak
perempuan mereka untuk menumpahkan air mata mereka ke bantal. Mungkin
mereka pergi keluar untuk menangis, jauh dari kepalan-kepalan tangan Craster.
[16] Jon mendekatkan tangannya ke gagang pedangnya. “Jika kamu membawa
kedua anak itu, prajurit sang ratu akan mengejarmu dan menyeretmu kembali.
Anak laki-laki itu akan tetap dibakar … bersama denganmu.” Jika aku
menghiburnya, dia akan berpikir bahwa air mata dapat meluluhkanku. Dia harus
menyadari bahwa aku tidak akan terpengaruh. “Kau hanya akan membawa satu
anak laki-laki, yaitu putra Dalla.”
[17] “Seorang ibu tidak bisa meninggalkan putranya, atau dia akan dikutuk
[18] “Orang-orang berkata bahwa seseorang yang mati karena kedinginan akan mengalami proses kematian yang tenang. Sedangkan, api … kau lihat lilin itu, Gilly?”
[19] Gilly menatap lilin itu. “Ya.”
[20] “Sentuhlah. Letakkan tanganmu di atas api itu.”
[21] Mata coklatnya yang besar semakin membesar. Gilly tidak bergerak. “Lakukan.” Bunuh anak laki-laki dalam dirimu. “Sekarang.”
[22] Sambil gemetar, gadis itu mengulurkan tangannya, meletakkannya di atas api
yang menjilat-jilat.
[23] “Turunkan tangamu. Biarkan api itu menciummu.”
[24] Gilly merendahkan tangannya. Sedikit demi sedikit. Ketika api itu menjilat
tangannya, dengan cepat Gilly menarik tangannya dan mulai menangis.
[25] “Api adalah cara yang kejam untuk mati. Dalla mati untuk memberikan
kehidupan bagi anaknya, tapi kau yang telah merawat dan memberikan kasih
sayang untuk bayi Dalla. Kau telah menyelamatkan bayimu dari es, sekarang selamatkan putra Dalla dari api.”
[26] “Tapi kemudian mereka akan membakar bayiku. Si wanita merah. Jika dia tidak bisa memiliki putra Dalla, dia akan membakar putraku.”
[27] “Putramu tidak memiliki darah raja. Melisandre tidak mendapatkan apapun
dengan membakarnya. Stannis menginginkan para Free Folk berjuang untuknya,
dia tidak mungkin membakar seseorang yang tidak bersalah tanpa alasan yang
tepat. Putramu akan baik-baik saja. Aku akan mencarikan ibu susu untukknya dan
dia akan tumbuh di sini di Castle Black di bawah perlindunganku. Dia akan
tentang siapa dirinya yang sesungguhnya. Dia akan diberi kebebasan untuk mencarimu jika itu yang ia inginkan.”
[28] “Kau akan bangga padanya.” Gilly menghapus air matanya dengan tanganya
yg kecil dan pucat. “Tidak, aku tidak bisa.”
[29] Hilangkan sifat kekanak-kanakanmu, pikir Jon. “Kau bisa. Tetapi satu hal
yang bisa kupastikan, apabila mereka membakar anak Dalla, anakmu pun juga akan mati.”
[30] “Mati,” jerit gagak milik Old Bear. “Mati, mati, mati.”
[31] Gadis itu hanya bisa duduk dan terbungkuk, menatap lilin, dan air mata terlihat berkilauan di matanya. Akhirnya Jon berkata, “Kau boleh pergi. Tak perlu membicarakan hal ini, tapi aku ingin melihatmu siap untuk pergi sejam sebelum
matahari terbit. Anak buahku akan menjemputmu.”
[32] Gilly beranjak dari kursinya. Pucat dan tanpa mengatakan satu patah katapun,
ia pergi dari hadapan Jon tanpa menoleh ke arahnya. Jon mendengar langkah
kakinya yang sangat cepat melewati gudang persenjataan. Dia terdengar seperti
berlari.
[33] Ketika Jon akan menutup pintu, dia melihat Ghost sedang berbaring di dekat
paron sambil menggerogoti tulang lembu. Direwolf yang besar dan putih itu menengadah ke arah Jon yang menghampirinya. “Seperti di masa lalu, bukan?” Jon kembali ke kursinya untuk membaca surat dari Maester Aemon sekali lagi.
[34] Samwell Tarly muncul beberapa saat kemudian, sambil membawa setumpuk
buku. Tak lama ketika dia masuk, gagak milik Mormont terbang menghampirinya
untuk mendapatkan biji jagung. Sam mencoba untuk menuruti gagak itu dan
menawarkan beberapa biji yang ada di kantongnya. Gagak itu pun mencoba untuk
mematuk biji-biji itu dengan paruhnya. Sam memekik kaget, burung gagak itu
[35] Dengan hati-hati Sam melepaskan sarung tangannya. “Ya. Tanganku berdarah.”
[36] “Kita semua menumpahkah darah demi The Watch. Gunakan sarumg tangan yang lebih tebal.” Jon menarik kursi dengan kakinya.”Duduk, dan lihatlah ini.” Jon memberikan surat itu kepada Sam.
[37] “Apa ini?”
[38] “Surat perlindungan”
[39] Sam membaca surat itu perlahan. “Surat untuk Raja Tommen?”
[40] “Di Winterfell, Tommen bertarung dengan saudaraku, Bran, dengan menggunakan pedang kayu,” kata Jon sembari mengingat masa lalu. “Dia memakai banyak sekali bantalan pelindung sehingga dia terlihat seperti orang bodoh. Bran mengalahkannya.” Jon berjalan ke jendela dan membukanya. Udara di luar terasa dingin dan menyegarkan, meskipun langit terlihat mendung. “Tapi Bran sudah mati, dan Tommen si gendut bermuka merah muda itu duduk di tahta
Iron Throne, dengan sebuah mahkota mendekap di antara rambut emasnya yang
keriting.
[41] Sam menunjukkan tatapan yang aneh ketika mendengarkan pembicaraan Jon,
dan sesaat dia terlihat seperti ingin mengatakan sesuatu. Tetapi dia memilih untuk tidak mengatakannya dan kembali ke surat itu. “Kau belum menandatangani surat ini.”
[42] Jon menggelengkan kepalanya. “Old Bear memohon bantuan dari Iron
Throne ratusan kali. Mereka mengirimkan Janos Slynt. Tak ada satu surat pun
yang akan membuat Lannisters memperlakukan kita secara baik. Tak sekalipun mereka mendengar kita telah membantu Stannis.”
[44] “Perbedaan mungkin mampu membebaskan Lord Tywin.” Jon mengambil surat itu kembali. “Mengapa sekarang dia ingin menolong kita? Dia tidak pernah melakukan itu sebelumnya.”
[45] “Nah, dia tidak akan ingin ini terlihat seperti Stannis bergerak untuk
mempertahankan kerajaan sedangkan Raja Tommen sedang bermain dengan mainannya. Hal itu akan menjadi suatu cemoohan di House Lannister.”
[46] “Kematian dan kehancuran yang ingin aku berikan ke House Lannister, bukan cemoohan.” Jon membaca kalimat dari surat itu. “Night’s Watch tidak ikut campur dalam perang Seven Kingdoms. Kita telah bersumpah untuk kerajaan, dan
kerajaan itu sekarang berada dalam resiko yang mengerikan. Stannis Baratheon
membantu kita melawan musuh-musuh kita yang ada di luar Wall, walaupun kita
bukan anak buahnya ...”
[47] Sam menggeliat di kursinya. “Kita bukan anak buahnya, kan?”
[48] “Aku memberikan Stannis makanan, tempat perlindungan, dan juga
Nightfort, ditambah lagi aku memberikan ijin untuk menempatkan beberapa free folk di Gift. Itu saja.”
[49] “Lord Tywin akan berkata itu berlebihan.”
[50] “Stannis berkata itu tidak cukup. Semakin banyak yang kau berikan pada
seorang raja, semakin banyak pula yang dia inginkan. Kita sedang berjalan di
jembatan es dengan jurang di kedua sisinya. Menyenangkan satu raja adalah hal
yang cukup sulit dilakukan. Menyenangkan dua raja adalah sesuatu yang sangat sulit untuk diwujudkan.”
[51] “Ya,tetapi ... Jika Lannisters akan membujuk dan Lord Tywing memutuskan
[52] “Blackwater hanyalah satu perang. Robb memenangkan seluruh
pertempurannya dan dia tetap saja kehilangan kepalanya. Jika Stannis mampu mendapatkan daerah utara ...”
[53] Sam yang ragu-ragu pun akhirnya berkata, “Lannisters memiliki anak buah di daerah utara, Lord Bolton dan anak haramnya.”
[54] “Stannis memiliki Karstarks. Jika dia mampu memenangkan White Harbor ...”
[55] “Jika,” Sam menegaskan. “Jika tidak ... tuanku, bahkan selembar surat perlindungan lebih baik daripada tidak sama sekali.”
[56] “Aku rasa juga begitu.” Sam sama halnya seperti Aemon. Bagaimanapun
juga dia berharap bahwa Sam Tarly akan melihat hal ini secara berbeda. Ini
hanyalah tinta dan kertas. Jon meletakkan surat itu, mengambil pena dan menandatanganinya. “Ambilkan segel surat.” Sebelum aku berubah pikiran. Sam dengan cepat menuruti perintah Jon. Jon memberikan cap pimpinan dan
memberikan surat itu pada Sam. “Berikan surat ini pada Maester Aemon saat kau pergi, dan katakan padanya untuk mengirimkan ini melalui burung ke King’s Landing.”
[57] “Akan kulakukan.” Sam terdengar lega. “Tuanku, jika aku boleh bertanya ...
aku melihat Gilly keluar dari ruanganmu. Dia terlihat seperti akan menangis.”
[58] “Val mengutusya untuk membela Mance sekali lagi,” Jon berbohong, dan
untuk beberapa saat mereka membicarakan Mance, Stannis, Melisande dari
Asshai sampai akhirnya gagak memakan biji jagungnya yang terakhir dan berteriak, “Darah.”
[59] “Aku mengirim Gilly pergi,” Kata Jon. “Dia dan putranya. Kita harus mendapatkan wanita yang dapat menyusui saudara laki-lakinya.”
[60] “Kau dapat memberikan susu kambing sampai kau mendapatkan wanita yang
Membicarakan tentang buah dada secara terang-terangan membuat Sam merasa
tidak nyaman, dan tiba-tiba dia membicarakan tentang sejarah dan seorang
pemimpin yang mati beberapa ratus tahun yang lalu. Jon memotong pembicarannya dan berkata, “Katakan padaku sesuatu yang lebih berguna. Beritahu aku tentang musuh kita.”
[61] “Others.” Sam menggigit bibirnya. “Mereka disebutkan dalam sejarah,
namun tidak sebanyak yang kupikirkan. Sejarah yang telah kutemukan dan ku
baca, itulah. Banyak yang belum kutemukan, sudah kuduga. Beberapa buku lama
sudah hancur. Halamannya hancur saat kupegang. Dan buku-buku yang sudah
sangat tua ... mereka juga sama saja atau mereka terkubur di suatu tempat yang
belum aku cari atau ... Ya, mungkin tidak pernah ada buku tentang mereka. Buku
sejarah yang paling tua menuliskan tentang apa yang terjadi setelah para Andals
datang ke Westeros. Orang-orang jaman dulu hanya meninggalkan bagi kita
tulisan rahasia di atas batu, jadi segala sesuatu yang kita pikir kita ketahui tentang
Age of Heroes, Dawn Age, dan Long Night datang dari beberapa tulisan yang
ditulis oleh ratusan septon ratusan tahun kemudian. Ada beberapa archmaester di
Citadel yang mempertanyakan semua hal itu. Buku-buku sejarah tua itu banyak
berisi tentang raja-raja yang memerintah ratusan tahun, dan tentang para ksatria
yang berkeliling ratusan tahun sebelum mereka akhirnya disebut sebagai ksatria.
Kau tahu tentang banyak kisah, Brandon si Pendiri, Symeon Star-Eyes, Night’s King ... kami tahu bahwa kau adalah pemimpin Night’s Watch ke 198, tetapi sesuai dengan daftar tua yang aku temukan menunjukkan bahwa sudah ada 674
pimpinan, yang menunjukkan bahwa ini sudah tertulis selama–“
[62] “Jaman dahulu,” Jon menyela. “Bagaimana dengan Others?”
[63] “Aku menemukan kata dragonglass. Dulu, anak-anak dari hutan terbiasa untuk memberikan ratusan pisau obsidian kepada Night’s Watch setiap tahunnya, saat masa Age of Heroes. Others datang ketika hawa terasa dingin, kebanyakan
cerita juga berkata seperti itu. Atau, keadaan akan menjadi dingin ketika mereka
menjadi cerah. Mereka bersembunyi dari cahaya matahari dan muncul ketika
malam ... atau kegelapan akan datang ketika mereka muncul. Beberapa cerita
mengatakan bahwa mereka menunggangi bangkai dari hewan yang sudah mati.
Beruang, direwolf, mamot, kuda. Hal itu tidak masalah, selama hewan-hewan itu
mati. Yang membunuh Small Paul menunggangi kuda yang sudah mati, jadi kisah
itu benar adanya. Beberapa juga membicarakan tentang laba-laba es raksasa. Aku
tak tahu raksasa jenis apa mereka itu. Orang-orang yang kalah dalam perang
melawan Others harus dibakar, atau mereka akan bangkit dari kematian dan menjad budak Others.”
[64] “Kita sudah tahu semua itu. Pertanyaannya adalah, bagaimana cara melawan mereka?”
[65] “Baju baja milik Others tahan terhadap serangan jenis pedang pada
umumnya, jika cerita-cerita itu dapat dipercaya, dan pedang mereka pun sangat
dingin sehingga dapat menghancurkan besi. Meskipun api dapat mengalahkan
mereka, mereka dengan mudah diserang oleh osidian. Aku menemukan satu buku
tentang Long Night yang mengatakan bahwa ksatria yang terakhir mengalahkan
Others dengan pedang dragonsteel. Sepertinya mereka tak bisa menandingi kekuatan pedang itu.”
[66] “Dragonsteel?” Kata yang baru bagi Jon. “Valyrian Steel?”
[67] “Aku pun juga berpikir begitu di awal.”
[68] “Jadi, jika aku bisa meyakinkan para pimpinan di Seven Kingdoms untuk
[69] “Belum, tuanku, mungkin karena aku membaca buku yang salah. Masih ada
ratusan buku yang belum aku baca. Berikan tambahan waktu untukku dan aku akan mencari apapun yang harus kita ketahui.”
[70] “Tak ada waktu lagi. Kau harus mengemasi barang-barangmu, Sam. Kau akan pergi bersama Gilly.”
[71] “Pergi?” Sam tercengang dengan mulutnya terbuka lebar, seakan-akan dia tidak mengerti arti dari kata itu. “Aku pergi? Ke Eastwatch, tuanku? Atau ... kemana aku ...”
[72] “Oldtown.”
[73] “Oldtown?” pekik Sam. “Dengan Aemon.”
[74] “Aemon? Maester Aemon? Tapi ... dia sudah berumur 102 tahun, tuanku, dia tidak bisa ... kau mengirim aku dan dia? Lalu siapa yang akan merawat para
gagak? Jika ada yang sakit atau terluka, siapa ...”
[75] “Clydas. Dia sudah bersama dengan Aemon selama bertahun-tahun.”
[76] “Clydas hanyalah seorang pelayan, dan penglihatannya juga sudah mulai
memburuk. Kau membutuhkan seorang maester. Maester Aemon sangat rapuh,
perjalanan laut ... mungkin ... dia sudah tua, dan...”
[77] “Hidupnya akan dalam bahaya. Aku sadar akan hal itu, Sam, tetapi bahaya
itu lebih besar di sini. Stannis tahu siapa Aemon itu. Jika wanita merah itu membutuhkan darah raja untuk sihirnya ...”
[78] “Oh.” Pipi Sam mulai memerah. “Dareon akan ikut denganmu ke Eastwatch.
Aku berharap bujukannya mampu memberikan beberapa anak buah bagi kita di
daerah selatan. Blackbird akan mengantarmu ke Bravoos. Dari sana, kamu akan
mengatur perjalananmu sendiri menuju Oldtown. Jika kamu masih bermaksud
untuk mengakui anak Gilly sebagai anak harammu, kirim dia dan anaknya ke
[79] “A-a-anak haramku. Ya, aku ... ibuku dan saudara-saudara perempuanku
akan membantu Gilly mengurus anaknya. Dareon dapat menemuinya di Oldtown
sama seperti aku. Aku sedang ... aku telah berlatih di tempat memanah setiap sore
bersama Ulmer, seperti yang kau perintahkan ... kecuali ketika kau menyuruhku
menuju bunker, karena kau menyuruhku untuk mencari tahu tentang para Others.
Busur yang panjang membuat pundakku sakit dan membuat jari-jariku melepuh.” Sam menunjukkan tangannya pada Jon. “Meskipun begitu aku masih sanggup melakukannya. Panahku sudah sering mengenai sasaran, tetapi aku masih tetap
pemanah terburuk yang pernah memakai busur. Tetapi aku suka kisah hidup Ulmer. Seseorang harus menuliskannya dalam sebuah buku.”
[80] “Lakukanlah itu. Mereka memiliki kertas dan tinta di Citadel, dan juga busur panah. Aku berharap kamu melanjutkan latihanmu. Sam, Night’s Watch memiliki banyak anak buah yang mampu melepaskan anak panah, tetapi hanya sedikit yang
mampu membaca dan menulis. Aku membutuhkanmu sebagai maesterku yang baru.”
[81] “Tuanku, aku ... pekerjaanku disini, buku-buku ...”
[82] “... akanada di sini saat kau kembali kepada kami.”
[83] Sam memegang tenggorokannya. “Tuanku, di Citadel ... mereka mebedah mayat di sana. Aku tak dapat mengenakan rantai.”
[84] “Kau bisa. Dan kau akan. Maester Aemon sudah tua dan buta. Kekuatan
tubuhnya sudah memudar. Siapa yang akan menggantikannya ketika dia mati?
Maester Mullin di Shaodow Tower lebih pintar bertarung dibandingkan membaca, dan Maester Harmune di Eastwatch adalah seorang pemabuk.”
[85] “Jika kau meminta lebih banyak maester ke Citadel ...”
[86] “Aku bermaksud begitu. Kita akan membutuhkan setiap orang. Bagaimanapun juga Aemon Targaryen tak mudah untuk digantikan.” Ini tak berjalan seperti yang kuharapkan. Dia tahu bahwa bicara dengan Gilly akan sulit,
bahaya di Wall dengan suasana hangat di Oldtown. “Aku yakin hal ini menyenangkan bagimu,” katanya dengan wajah yang bingung. “Ada banyak buku di Citadel yang tak seorangpun dapat berharap untuk membacanya. Kau akan
melakukannya dengan baik, Sam. Aku tahu kau bisa.”
[87] “Tidak. Aku dapat membaca buku-buku itu, tetapi ... seorang m-maester
harus bisa menjadi tabib dan d-darah membuatku pingsan.” Tangannya gemetar untuk menunjukkan ketakutannya. “Aku ini Sam si Penakut, bukan Sam si Pembunuh.”
[88] “Takut? Tentang apa? Cercaan dari orang-orang tua? Sam, kau telah melihat pasukan mayat hidup datang dan mengerumuni Fist, segerombolan mayat hidup dengan tangan hitam dan mata biru terang. Kau telah melenyapkan satu Other.”
[89] “D-d-d-dragonglass lah yang melakukan itu, bukan aku.”
[90] “Diam.” Jon membentak. Setelah Gilly, Jon tidak lagi memiliki kesabaran untuk menghadapi ketakutan seorang anak gendut. “Kau berbohong, membuat rencana dan berkomplot untuk menjadikanku seorang pemimpin. Kau akan
mematuhiku. Kau akan pergi ke Citadel dan belajar untuk mendapatkan rantai,
dan jika kau harus membedah mayat, lakukan. Seidaknya di Oldtown mayat-mayat itu tidak akan keberatan.”
[91] “Tuanku, a-a-ayahku, Lord Randyll, dia, dia, dia, dia, dia ... kehidupan
seorang maester adalah kehidupan sebagai budak. Tak ada satu orang anakpun di
House Tarly yang pernah memakai rantai. Orang-orang Horn Hill tidak
menyembah dan berkelahi untuk pemimpin yang remeh. Jon, aku tidak dapat membantah ayahku.”
[92] Hilangkan sifat kekanak-kanakan dalam dirimu. Pikir Jon. Yang ada di dalam dirimu dan dirinya. Bunuh keduanya, dasar anak haram. “Kau tak memiliki ayah. Hanya saudara-saudara laki-laki. Hanya kita. Hidupmu adalah milik Night’s
Watch, jadi pergilah dan kemasi baju-bajumu dan apapun yang ingin kau bawa ke
dari hari ini dan seterusnya, kau tidak akan memanggil dirimu sendiri pengecut.
Kau telah banyak mengalami hal-hal yang kebanyakan orang tidak mengalaminya
setahun ini. Kau bisa menghadapi Citadel tetapi kau akan menghadapinya sebagai saudara setia Night’s Watch. Aku tidak bisa memerintahkanmu untuk menjadi berani, tapi aku bisa memerintahkanmu untuk menyembunyikan ketakutanmu. Kau telah bersumpah, Sam. Ingat?”
[93] “Aku … Akan kucoba.”
[94] “Kau tidak akan mencoba. Kau akan patuh.”
[95] “Patuh.” Burung gagak milik Mormont mengepakkan sayap hitamnya yang
besar.
[96] Sam terlihat terkulai. “Sesuai dengan perintah tuan. Apakah … apakah Maester Aemon tahu?”
[97] “Ideku adalah idenya juga.” Jon membukakan pintu untuk Sam. “Tak perlu ada perpisahan. Lebih baik sedikit orang yang tahu tentang hal ini. Sejam sebelum matahari terbit, di lichyard.”
[98] Sam mengambil langkah seribu sama seperti yang Gilly lakukan.
[99] Jon merasa lelah. Aku butuh tidur. Ia terjaga hampir semalaman untuk
meneliti peta-peta, menulis surat-surat, dan membuat beberapa rencana dengan
Maester Aemon. Bahkan setelah dia merebahkan badannya di tempat tidur, dia
tidak dengan mudah tertidur. Dia tahu apa yang akan dia hadapi hari ini, dan
dengan gelisah ia teringat kata-kata terakhir Maester Aemon. “Perkenankan aku memberikan tuanku nasihat yang terakhir,” kata pria tua itu, “nasihat yang sama seperti yang kuberikan pada saudaraku ketika kami terpisah untuk yang terakhir
kalinya. Dia berumur 33 tahun ketika Dewan Tinggi memilihnya untuk menjaga
Iron Throne. Meskipun seorang pria membesarkan beberapa anak laki-lakinya,
tetaplah masih ada sifat kekanak-kanakan dalam dirinya. Egg memiliki sifat yang
polos, sifat manis yang kami semua sukai. Hilangkan sifat kekanak-kanakan
membutuhkan seorang pria untuk memerintah. Seorang Aegon, bukan Egg.
Hilangkan sifat kekanak-kanakanmu dan bersikap dewasalah.” Pria itu memahami raut muka Jon. “Umurmu jauh lebih muda dari Egg saat itu, dan bebanmu adalah sesuatu yang kejam, aku takut. Kau akan merasakan sedikit kegembiraan dalam
kepemimpinanmu, tapi aku berpikir bahwa kau punya kekuatan dalam dirimu
untuk melakukan hal-hal yang harus dilakukan. Bunuh sifat kekanak-kanakan itu,
Jon Snow. Musim dingin hampir datang. Hilangkan sifat kekanakan-kanakanmu dan bersikap dewasalah”
[100] Jon mengenakkan mantelnya dan melangkah keluar. Dia mengelilingi
Castle Black setiap hari, mengunjungi anak buah yang berjaga-jaga dan
mendengar laporan dari mereka secara langsung, melihat Ulmer dan anak-anak
buahnya di belakang tempat panahan, bicara dengan orang-orang yang serupa
dengan anak buah raja dan ratu, berjalan di puncak es Wall untuk melihat hutan.
Ghost berjalan perlahan mengikutinya, bayangan putih berada di sampingnya.
[101] Kedge Whiteye sudah tinggal di Wall sebelum Jon datang. Kedge sudah
melihat 40 har-hari yang aneh, dan 30 hari aneh itu terjadi di Wll. Mata kirinya
buta, dan mata kanannya terlihat kejam. Di hutan, dia adalah salah satu prajurit
yang hebat dengan kapak dan garron, sama seperti prajurit lainnya di Watch,
tetapi dia tidak memiliki hubungan yang baik dengan prajurit lainnya. “Hari yang sepi,” katanya pada Jon. “Tak ada yang dapat dilaporkan, kecuali prajurit-prajurit yang salah jalan.”
[102] “Prajurit-prajurit yang salah jalan?” Tanya Jon.
[103] Kedge menyeringai. “sepasang ksatria. Lewat satu jam yang lalu, ke arah
selatan sepanjang kingsroad. Ketika Dywen melihat mereka pergi, dia berkata bahwa orang-orang selatan yang bodoh itu menuju ke jalan yang salah.”
[104] “Oh, begitu,” kata Jon.
mereka. Horpe dan Massey, itulah mereka. Mereka berkata bahwa Stannis
mengirim mereka pergi, tetapi tak menyebutkan kemana, untuk apa, atau kapan mereka akan kembali.”
[106] Ser Richard Horpe dan Ser Justin Massey adalah anak buah ratu, dan
memiliki kedudukan yang tinggi di dewan kerajaan. Sepasang pengembara akan
melayani Stannis apabila dia menyuruh mereka untuk mengintai, pikir Jon, tetapi
ksatria-ksatria lebih cocok sebagai pengantar pesan atau sebagai utusan. Cotter
Pyke telah mengirim pesan dari Eastwatch bahwa Onion Lord dan Salladhor Saan
telah berlayar ke White Harbor untuk berdiskusi dengan Lord Manderly. Jadi hal
yang wajar jika Stannis mengirimkan utusan lain. Dia bukanlah orang yang sabar.
[107] Apakah para prajurit yang salah jalan itu akan kembali adalah pertanyaan
yang lain. Mungkin mereka adalah para ksatria, tapi mereka tak tahu daerah utara.
Ada beberapa pengintai di sepanjang kingsroad, dan tak semuanya dapat bersikap
ramah. Meskipun begitu, hal itu bukannlah urusan Jon. Biarlah Stannis memiliki
rahasia. Para dewa tahu aku pun juga memiliki rahasia.
[108] Ghost tertidur di kaki tempat tidur malam itu, dan sesaat Jon tidak bermimpi
bahwa dia adalah seekor serigala. Lagipula, dia tertidur dengan perasaan gelisah,
berguling kesana kemari sebelum akhirnya bermimpi buruk. Gilly ada dalam
mimpinya, menangis, memohon dengan sangat padanya untuk meninggalkan
bayi-bayinya sendiri, tetapi dia mengambil bayi-bayi itu dari tangan Gilly dan
mencabut kepala mereka, kemudian menukar kepala mereka dan menyuruh Gilly
untuk menjahitnya kembali.
[109] Ketika dia bangun, dia melihat Edd Tollett samar-samar di kegelapan kamar tidurnya. “Tuanku? Sudah waktunya. Waktu para serigala. Kau memerintahkan untuk dibangunkan.”
[110] “Bawakan aku sesuatu yang panas.” Jon keluar dari selimutnya.
[111] Edd kembali beberapa saat kemudian, sudah berpakaian dan memberikan
terkejut saat mengetahui bahwa itu adalah sup, kaldu dengan aroma daun bawang
dan tomat, tetapi tak ada sayur-sayuran di dalamnya. Baunya lebih kuat di dalam
mimpi serigalaku, pikir Jon, dan juga rasa makanan lebih terasa. Ghost lebih
hidup dibandingkan aku. Dia meninggalkan gelas kosong di tempat kerjanya.
[112] Kegs sudah berada di depan pintu Jon pagi ini. “Aku ingin bicara dengan Bedwyck dan Janos Slynt,” kata Jon padanya. “Pastikan mereka ada di sini saat matahari terbit.”
[113] Di luar langit masih gelap dan tenang. Dingin, tapi bukan dingin yang
berbahaya. Belum. Akan lebih hangat ketika matahari terbit. Jika para dewa
berbaik hati, hujan akan turun di Wall. Ketika mereka sampai di lichyard, para
pasukan sudah berbaris. Jon telah memberikan perintah pengawalan pada Black
Jack, dengan ratusan prajurit di bawah kepemimpinannya, dan dua kereta kuda.
Yang satu penuh dengan peti-peti dan karung-karung, perbekalan untuk
perjalanan. Dan yang satu lagi memiliki atap kuat yang terbuat dari kulit yang
direbus untuk menghindarkan angin kencang. Maester Aemon duduk di belakang,
merapatkan diri dengan kulit beruang yang membuatnya terlihat kecil seperti
anak-anak. Sam dan Gilly berdiri di dekatnya. Mata Gilly terlihat merah dan
bengkak, tetapi bayi laki-laki itu dalam gendongannya, dipegangnya dengan erat.
Apakah itu anaknya atau Dalla, Jon tak dapat memastikannya. Jon hanya beberapa
kali saja melihat kedua bayi itu. Anak Gilly lebih tua, anak Dalla lebih kuat, tetapi
keduanya memiliki umur dan ukuran yang hampir sama sehingga membuat
mereka sangat sulit dibedakan apalagi bagi orang yang jarang bertemu keduanya.
[114] “Lord Snow,” Maester Aemon memanggilnya, “Aku meninggalkan sebuah
buku untukmu di kamarku. Jade Compendium. Buku itu ditulis oleh penjelajah
Volantene, Colloquo Votar, yang sudah melakukan perjalanan ke daerah timur
dan sudah mendatangi semua negeri di Jade Sea. Ada sebuah bagian yang mungkin menarik bagimu. Aku sudah menyuruh Clydas menandainya untukmu.”
[116] Maester Aemon mengusap hidungya. “Pengetahuan adalah senjata, Jon. Persenjatai dirimu dengan baik sebelum kau terlibat dalam perang.”
[117] “Akan kulakukan.” Jon merasakan sesuatu yang basah dan dingin
menyentuh wajahnya. Ketika dia melihat ke atas, dilihatnya bahwa salju telah
turun. Pertanda buruk. Dia mengalihkan pandangannya ke Black Jack Bulwer. “Gunakan waktu sebaik mungkin, tapi jangan mengambil resiko yang bodoh. Kau membawa orang tua dan bayi yang masih menyusu. Pastikan bahwa mereka tetap hangat dan mendapatkan makanan yang cukup.”
[118] “Pastikan dirimu juga begitu, tuanku.” Gilly berhenti sejenak sebelum menaiki kereta kuda. “Lakukan hal yang sama pada bayi yang satunya. Carikan wanita yang dapat menyusuinya, seperti yang kau katakan. Kau berjanji padaku untuk melakukannya. Anak laki-laki itu … putra Dalla … si pangeran kecil, maksudku … carilah wanita yang tepat, sehingga dia bisa tumbuh besar dan kuat.”
[119] “Kau dapat memegang janjiku.”
[120] “Jangan menamainya. Jangan lakukan itu sampai dia telah berumur dua
tahun. Itu adalah sebuah kesialan jika memberi nama saat mereka masih menyusu.
Gagak-gagakmu mungkin takkan mengetahui hal itu, tapi itu benar terjadi.”
[121] “Seperti yang anda perintahkan, nyonya.”
[122] “Jangan panggil aku seperti itu. Aku adalah seorang ibu bukan seorang nyonya. Aku adalah istri dan anak perempuan Craster, dan seorang ibu.” Dia memberikan bayi itu pada Dolorous Edd saat dia menaiki kereta kuda dan
menutupi dirinya dengan mantel bulu. Saat Edd memberikan kembali anak itu
pada Gilly, dia langsung menyusuinya. Sam mengalihkan pandangannya dengan muka yang memerah, dan menaiki kuda betinanya. “Ayo lakukan ini,” perintah Black Jack Bulwer sambil menggunakan cambuknya. Kereta kuda itupun berjalan
maju.
[124] “Selamat tinggal juga, Sam.” kata Dolorous Edd. “Kapalmu tidak akan
tenggelam, aku tidak berpikir begitu. Kapal-kapal hanya akan tenggelam jika ku naiki.”
[125] Jon seketika mengingat sesuatu. “Pertama kali aku bertemu Gilly, dia
ditahan di balik ruang penyimpanan milik Craster, gadis kurus berambut hitam
dengan perutnya yang besar, terlihat ketakutan saat melihat Ghost. Ghost
menemukannya di antara kelinci-kelincinya, dan menurutku Gilly takut apabila Ghost akan merobeknya dan melahap bayinya … tapi seharusnya bukan serigala yang harus dia takuti, iya kan?”
[126] “Dia memiliki lebih banyak keberanian daripada yang ia tahu,” kata Sam. “Begitu juga denganmu, Sam. Cepatlah, hati-hati di jalan, dan jagalah dia dan Aemon serta anaknya.” Aliran air yang dingin mengingatkan Jon pada hari disaat dia mengucapkan selamat tinggal pada Robb di Winterfell, tak pernah sekalipun terpikirkan bahwa itu adalah terakhir kalinya. “Dan pakailah kerudungmu. Salju mencair di rambutmu.”
[127] Seiring berjalannya waktu, pasukan kecil itu mulai terlihat berkurang di
kejauhan, langit timur telah beralih dari hitam menjadi abu-abu dan salju mulai turun dengan lebat. “Giant akan menunggu perintah dari tuanku,” kata Dolorous Edd mengingatkannya. “Begitu juga dengan Janost Slynt.”
[128] “Baiklah.” Jon Snow menatap Wall, menjulang tinggi di atas mereka seperti
jurang es yang terjal. Ratusan perkumpulan hingga akhir, dan 700 kaki tingginya.
Kekuatan dari Wall adalah ketinggiannya; panjang dari Wall adalah
kelemahannya. Jon mengingat sesuatu yang ayahnya pernah katakan. Sebuah
tembok akan kuat apabila orang-orang di baliknya juga kuat. Orang-orang di Night’s Watch adalah orang-orang yang cukup berani, tapi jumlah mereka lebih sedikit untuk tugas yang harus mereka hadapi.
Way-castles adalah tempat para patrol kita bisa keluar dari kedinginan dan
mendapatkan makanan hangat serta kuda yang baru. Aku menempatkan sebuah
pasukan di Icemark dan memberikan komando padamu.”
[130] Giant memasukkan ujung jarinya yang kecil ke dalam telinganya untuk membersihkan lilin. “Komando? Saya? Tuanku tahu bahwa saya hanyalah seorang petani yang menyewakan ladangnya yang masuk ke Wall tanpa ijin?”
[131] “Kau telah menjadi seorang prajurit sejak lama. Kau telah menyelamatkan Fist of the First Men dan Kastil Craster, dan kembali untuk menceritakan itu semua. Orang-orang yang lebih muda menghargaimu.”
[132] Pria kecil itu tertawa. “Hanya orang-orang kerdil yang akan menghargai
saya. Aku tak bisa membaca, tuanku. Akan jadi hari yang besar ketika saya bisa menulis nama saya sendiri.”
[133] “Aku sudah mengirimkan lebih banyak maester ke Oldtown. Kau akan
memiliki dua gagak yang dapat kau pakai saat keadaan mendesak. Jika tidak,
kirimkan para penunggang. Sampai kita memiliki lebih banyak maester dan
burung, aku bermaksud untuk mendirikan barisan menara mercusuar di sepanjang puncak Wall.”
[134] “Dan berapa jumlah orang bodoh yang akan kuberikan komando?”
[135] “20, dari Watch,” kata Jon, “dan setengah dari anak buah Stannis.” Tua, hijau, atau terluka. “Mereka mungkin bukan anak-buah terbaiknya, dan tak satupun akan menjadi bagian dari kita, tapi mereka akan patuh. Pergunakan
mereka sebaik yang kau bisa. Empat orang dari perkumpulan kita yang kukirim
bersamamu akan menjadi anak buah Kinglanders dan mereka datang ke Wall
bersama Lord Slynt. Amati gerak-gerik mereka dan perhatikan para pendaki dan yang lainnya.”
[136] “Kami dapat berjaga-jaga, tuanku, tetapi jika banyak pendaki yang
[137] 300 orang pun mungkin takkan cukup. Jon menyimpan keragu-raguan itu
untuk dirinya sendiri. Hal itu benar bahwa para pendaki sangat rentan selagi
mereka dalam pendakian. Batu-batu, tombak dan lemparan api belangga bisa saja
dilemparkan pada mereka, dan yang bisa mereka lakukan adalah menempel
dengan putus asa ke es. Terkadang Wall sendiri seperti menggoncangkan mereka,
seperti anjing yang mengggoncangkan kutu dari badannya. Jon telah melihatnya
sendiri, ketika serpihan es di bawah Jarl, kekasih Val, retak dan membawanya
pada kematian.
[138] Jika para pendaki mencapai puncak Wall dengan tidak terdeteksi,
bagaimanapun juga segala sesuatunya akan berubah. Dengan memberi mereka
waktu, mereka akan mengukir tumpuan kaki untuk mereka sendiri di atas sana,
kemudian membangun benteng-benteng untuk mereka dan menjatuhkan tali dan
tangga untuk ribuan pendaki lainnya agar bisa menyusul mereka. Begitulah cara
Raymun Redbeard melakukannya, Raymun adalah orang yang telah menjadi
King-Beyond-the-Wall pada zaman kakek dari kakeknya. Jack Musgood lah yang
menjadi pemimpin saat itu. Jolly Jack adalah sebutannya sebelum Redbeard
datang ke daerah utara; Sleepy Jack, adalah sebutannya selamanya. Sekumpulan
pelayan Raymun telah mati di tepi laut Long Lake, tertangkap oleh Lord Willam
dari Winterfell dan Drunken Giant, Harmond Umber. Si janggut merah telah di
bunuh oleh Artos si Kepala Batu, adik laki-laki Lord WIillam. Para Watch datang
terlambat untuk bertarung dengan para wildlings, tetapi datang tepat waktu untuk
menguburkan mereka, tugas yang diberikan oleh Artos Stark dalam
kemarahannya karena dia berdukacita atas mayat adiknya yang tanpa kepala.
[139] Jon tidak mau diingat sebagai Sleepy Jon Snow. “30 anak buah akan memiliki kesempatan yang lebih baik daripada tidak ada sama sekali,” katanya pada Giant.
[141] “Aku bermaksud untuk mengasramakan mereka semua, pada waktunya,” kata Jon, “tapi untuk saat ini, hanya Icemark dan Greyguard.”
[142] “Dan sudahkan tuanku memutuskan siapa yang akan memberikan komando di Greyguard?”
[143] “Janos Slynt,” kata Jon. Kuharap para dewa menyelamatkan kita. “seseorang tidak berkembang untuk memerintahkan jubah-jubah emas tanpa kemampuan. Slynt terlahir sebagai anak seorang pemotong daging. Dia adalah
kapten Iron Gate ketika Manly Stokeworth mati, dan Jon Arryn membesarkannya serta mempercayakan penjagaan King’s Landing di tangannya. Lord Janos tidak bisa bersikap bodoh seperti kelihatannya. Dan aku ingin dia jauh dari Alliser
Thorne.
[144] “Mungkin begitu,” kata Giant, “tapi aku akan tetap mengirimnya ke dapur untuk membantu Three-Finger Hobb memotong lobak.”
[145] Jika aku melakukan hal itu, aku tidak akan pernah berani memakan lobak
lainnya.
[146] Setengah hari telah berlalu sebelum Lord Janos melapor seperti yang
diperintahkan. Jon sedang membersihkan Longclaw. Beberapa orang akan
memberikan tigas itu pada pelayan atau pengawal, tetapi Lord Eddard telah
mengajarkan putra-putranya untuk mengurus senajata masing-masing. Ketika
Kegs dan Dolorous Edd datang bersama Slynt, Jon mengucapkan terimakasih
pada mereka dan mempersilahkan Lord Janos duduk.
[147] Dia melakukannya walaupun dengan sikap yang buruk, menyilangkan
tangannya, muka yang cemebrut, dan mengabaikan besi yang telanjang di tangan
pemimpinnya. Jon menggosokkan kain yang dilapisi minyak pada pedangnya,
sambil menontong drama cahaya pagi di riak-riak, memikirkan betapa mudahnya
pedang itu akan membelah kulit dan urat untuk memisahkan kepala jelek Slynt
dari tubuhnya. Semua kejahatan yang dilakukan seseorang akan dihapuskan ketika
yang sulit bagi Jon untuk menganggap Janos Slynt sebagai saudara. Ada masalah
di antara kita. Orang ini membantu membunuh ayahku dan melakukan sebaik
yang dia bisa untuk membunuhku juga.
[148] “Lord Janos.” Jon menyarungkan pedangnya. “Aku memberimu perintah atas Greyguard.”
[149] Slynt terlihat kaget. “Greyguard … Greyguard adalah tempat dimana kau mendaki Wall bersama teman-teman wildling mu …”
[150] “Itu dulu. Tak dapat disangkal bahwa benteng itu berada dalam keadaan
yang memprihantinkan. Kau akan memperbaikinya sebisa mungkin. Mulailah
dengan membersihkan hutan. Ambillah beberapa batu dari bangunan yang telah jatuh untuk memperbaiki yang masih ada.” Pekerjaan ini akan berat dan kejam, mungkin dia harus mengatakannya. Kau akan tidur di batu, sehingga terlalu lelah
untuk mengeluh atau bersengkokol, dan segera kau akan lupa bagaimana rasanya kehangatan, tetapi kau akan ingat bagaimana rasanya menjadi seorang pria. “Kau akan memiliki 30 anak buah, sepuluh dari sini, sepuluh dari Shadow Tower, dan
sepuluh lagi dipinjamkan oleh Raja Stannis.”
[151] Wajah Slynt memerah. Rahangnya gemetar penuh makna. “Kau pikir aku
tak bisa melihat apa yang sedang kau lakukan? Janos Slynt bukanlah orang yang
dapat ditipu dengan mudah. Aku telah ditugaskan sebagai penjaga King’s Landing ketika kau masih mengotori bajumu. Simpanlah kehancuranmu, anak haram.”
[152] Aku memberikan mu kesempatan, tuanku. Ini lebih dari yang pernah kau berikan pada ayahku. “Kau tak memahami perkataanku, tuanku,” kata Jon. “Itu adalah perintah, bukan penawaran. Ada 40 perkumpulan di Greyguard. Kemasi
senjata-senjata dan pelindung baja mu, ucapkan perpisahan, dan bersiaplah untuk berangkat saat matahri terbit besok.”
[153] “Tidak.” Lord Janos berdiri tiba-tiba sehingga menjatuhkan kursinya. “Aku
takkan pergi menuju kedinginan dan kematian tanpa perlawanan. Tak ada satupun
di sini dengan teman temanku, kuperingatkan kau. Di sini, dan di King’s Landing
juga. Aku adalah Lord atas Harrenhal! Berikanlah kegagalanmu itu pada orang
buta dan bodoh yang mendukungmu, aku tak akan melakukannya. Kau dengan aku, anak muda? Aku tak akan melakukannya!”
[154] “Kau akan.”
[155] Slynt tidak berkenan untuk menjawab hal itu, tetapi dia menendang kursi
dan pergi.
[156] Dia masih menganggapku sebagai anak-anak, pikir Jon, anak baru yang
dapat ditakuti dengan kata-kata kemarahan. Jon hanya bisa berharap istirahatnya
malam ini mampu memberikan akal sehat bagi Lord Janos.
[157] Hari esok membuktikan bahwa harapan itu hanyalah sia-sia.
[158] Jon mendapati Slynt sedang makan di ruang bersama. Ser Allise Thorne
bersama dia, dan juga beberapa sahabat mereka. Mereka tertawa tentang sesuatu
ketika Jon menuruni anak tangga bersama Iron Emmett dan Dolorous Edd, dan
Mully, Horse, Red Jack Crabb, Rusty Flowers, juga Owen the Oaf berada di
belakang mereka. Three-Finger Hobb sedang menyendok bubur dari pancinya.
Anak buah raja dan ratu, serta para saudara-saudara Castle Black duduk di meja
terpisah, beberapa makan bubur dari mangkok-mangkok mereka, beberapa
mengisi perut dengan roti bakar dan daging. Jon melihat Pyp dan Grenn berada di
satu meja, Bowen Marsh di meja yang lain. Udara berbau asap dan minyak lemak,
serta gemerimang pisau dan sending bergema di langit-langit.
[159] Semua suara itu pun diam sesaat. “Lord Janos,” kata Jon, “aku akan
memberikan kesempatan terakhir. Letakkan sendok itu dan pergilah ke kandang
kuda. Aku telah mempersiapkan kudamu. Ini adalah perjalanan yang panjang dan berat menuju Greyguard.”
sepertimu. Jauh dari orang-orang saleh yang baik. Tanda seekor binatang ada padamu, anak haram.”
[161] “Kau menolak untuk mematuhi perintahku?”
[162] “Kau bisa memberikan perintah itu pada pantat anak harammu,” kata Slynt
sembari rahangnya bergetar.
[163] Alliser Thorne tersenyum kecil, matanya yang hitam terpaku menatap Jon.
Di meja lainnya, Godry si Giantslayer mulai tertawa.
[164] “Sesuai keinginanmu.” Jon mengangguk pada Iron Emmett. “Bawa Lord Janos ke Wall—“
[165] —dan kurung dia dalam penjara es, dia berpikir untuk mengatakan itu. Satu atau sepuluh hari terkekang dalam es akan membuatnya menggigil dan demam
kemudian dia akan memohon untuk dibebaskan, Jon tak ragu akan hal itu. Dan
sesaat setelah dia keluar, dia dan Thorne akan mulai untuk bersengkokol lagi.
[166] —dan ikat dia pada kudanya, dia berpikir untuk mengatakan itu. Jika Slynt tak ingin pergi ke Greyguard sebagai pemimpin, dia dapat pergi sebagai juru
masak.
[167] “—dan gantung dia,” Jon menyelesaikan kata-katanya.
[168] Wajah Janos Slynt putih pucat seperti susu. Sendok pun terjatuh dari
tangannya. Edd dan Emmet masuk ke dalam ruangan, langkah kaki mereka
berbunyi di lantai batu itu. Bowen Marsh membuka mulutnya dan seketika
menutupnya karena tak satupun kata keluar. Ser Alliser Thorne meraih gagang
pedangnya. Lakukanlah, pikir Jon. Longclaw tergantung di punggungnya.
Tunjukkan pedangmu. Berikan aku alasan untuk melakukan hal yang sama.
[169] Setengah dari orang-orang yang ada di ruangan itupun berdiri. Para ksatria
Mal-lister, Cotter Pyke … dan beberapa memilih Janos Slynt. Seingatku, ratusan dari mereka. Jon bertanya-tanya berapa orang dari mereka yang ada di dalam penjara
saat ini. Untuk sesaat dunia seimbang pada ujung pedang.
[170] Alliser Thorne menarik tangannya dari pedang dan menyingkir untuk
membiarkan Edd Tollet lewat.
[171] Dolorous Edd memegang satu lengan Slynt dan satunya lagi dipegangi oleh Iron Emmett. Bersama mereka menyeret Slynt dari bangkunya. “Tidak,” Lord Janos meronta-ronta, sehingga bubur yang tersisa di mulutnya keluar kemana-mana. “Tidak, lepaskan aku. Dia hanyalah anak-anak, seorang anak haram. Ayahnya adalah pengkhianat. Tanda seekor hewan ada padanya, dan serigala pun bersamanya … Lepaskan aku! Kau akan menyesali hari dimana kau meletakkan tanganmu pada Janos Slynt. Aku punya banyak teman di King’s Landing. Kuperingatkan kau—“ Slynt masih meronta saat mereka setengah mengiring dan setengah menyeretnya menaiki tangga.
[172] Jon keluar mengikuti mereka. Di belakangnya, sebuah sel telah
dikosongkan. Di dalam kurungan itu, Slynt lepas dari pegangan dan mencoba
untuk melawan, tapi Iron Emmett menangkapnya, menggenggam lehernya dan
menghantamkannya pada besi-besi kurungan sehingga dia berhenti melawan. Dan
akhirnya seluruh penghuni Castle Black keluar untuk menyaksikkan yang terjadi.
Bahkan Val juga melihat dari jendelanya, rambut panjang emasnya dikepang dan
tersampir di pundaknya. Stannis berdiri di tangga di King’s Tower, dikelilingi
oleh para ksatrianya.
[173] “Jika anak itu berpikir dapat menakutiku, dia salah,” mereka mendengar perkataan Lord Janos. “Dia takkan berani menggantungku. Janos Slynt memiliki banyak teman, teman-teman yang penting, kau lihat saja …” Angin
menerbangkan lanjutan kata-katanya.
[174] Ini salah, pikir Jon. “Berhenti.”
[176] “Aku tidak akan menggantungnya,” kata Jon. “Bawa dia kesini.”
[177] “Oh, sang Seven menyelamatkan kita,” dia mendengar Bowen Marsh
berkata dengan lega.
[178] Lord Janos Slynt tersenyum dan senyumannya itu seperti manisnya mentega yang anyir. Dan Jon pun berkata, “Edd, ambilkan aku sebuah balok,” dan dia mengeluarkan Longclaw.
[179] Sesegera mungkin sebuah balok untuk memotong sudah didapatkan, Lord
Janos pun di tarik kembali dari tempat hukum gantung dan Iron Emmett menyeretnya. “Tidak,” Slynt menangis saat Emmett menariknya melewati lapangan. “Lepaskan aku … kau tak bisa … saat Tywin Mannister dengar tentang hal ini, kau akan menyesalinya—“
[180] Emmett menendang kakinya. Dolorous Edd menginjak punggung Slynt agar dia tetap berlutut saat Emmett meletakkan kepalanya di atas balok. “Hal ini akan lebih mudah apabila kau tak banyak bergerak,” kata Jon Snow padanya. “Meskipun kau mencoba menghindari pedangku, kau akan tetap saja mati, tapi kematianmu akan terlihat lebih jelek. Renggangkan lehermu, tuanku.” Matahari yang pucat terpancar di pedangnya ketika Jon mendekap gagang pedang itu
dengan kedua tangannya dan kemudian mengangkatnya tinggi. “Jika kau punya
kata-kata terakhir, ini adalah waktu yang tepat untuk mengatakannya,” katanya
dan dia mengharapkan kata-kata kutukan akan keluar dari mulut Slynt.
[181] Janos Slynt memutar lehernya untuk menatap Jon. “Kumohon, tuanku. Ampuni aku. Aku akan … aku akan pergi, aku akan, aku …”
[182] Tidak, pikir Jon. Kau telah menutup pintu itu. Longclaw pun akhirnya turun dan memenggal kepala Slynt. “Bolehkah kuambil sepatu bootnya untukku?” Tanya Owen the Oaf, saat kepala Janos Slynt menggelinding di tanah yang berlumpur. “Sepertinya itu baru. Dilapisi dengan bulu-bulu.”
[183] Jon memandang sekilas pada Stannis. Untuk sesaat mata mereka bertemu.
B. SOURCE TEXT
[1] Jon Snow read the letter over until the words began to blur and run together. I
cannot sign this. I will not sign this.
[2] He almost burned the parchment then and there. Instead he took a sip of ale,
the dregs of the half cup that remained from his solitary supper the night before. I
have to sign it. They chose me to be their lord commander. The Wall is mine, and the Watch as well. The Night’s Watch takes no part.
[3] It was a relief when Dolorous Edd Tollett opened the door to tell him that
Gilly was without. Jon set Maester Aemon’s letter aside. “I will see her.” He dreaded this. “Find Sam for me. I will want to speak with him next.”
[4] “He’ll be down with the books. My old septon used to say that books are dead men talking. Dead men should keep quiet, is what I say. No one wants to hear a dead man’s yabber.” Dolorous Edd went off muttering of worms and spiders.
[5] When Gilly entered, she went at once to her knees. Jon came around the table and drew her to her feet. “You don’t need to take a knee for me. That’s just for kings.” Though a wife and mother, Gilly still seemed half a child to him, a slender little thing wrapped up in one of Sam’s old cloaks. The cloak was so big on her that she could have hidden several other girls beneath its folds. “The babes are well?” he asked her.
[6] The wildling girl smiled timidly from under her cowl. “Yes, m’lord. I was scared I wouldn’t have milk enough for both, but the more they suck, the more I have. They’re strong.”
[7] “I have something hard to tell you.” He almost said ask, but caught himself at
the last instant.
[8] “Is it Mance? Val begged the king to spare him. She said she’d let some
o’Bones, he’s to be spared. Craster always swore he’d kill him if he ever showed his face about the keep. Mance never did half the things he done.”
[9] All Mance ever did was lead an army down upon the realm he once swore to protect. “Mance said our words, Gilly. Then he turned his cloak, wed Dalla, and crowned himself King-Beyond-the-Wall. His life is in the king’s hands now. It’s not him we need to talk about. It’s his son. Dalla’s boy.”
[10] “The babe?” Her voice trembled. “He never broke no oath, m’lord. He sleeps and cries and sucks, is all; he’s neverdone no harm to no one. Don’t let her burn him. Save him, please.”
[11] “Only you can do that, Gilly.” Jon told her how.
[12] Another woman would have shrieked at him, cursed him, damned him down
to seven hells. Another woman might have flown at him in rage, slapped him,
kicked him, raked at his eyes with her nails. Another woman might have thrown
her defiance in his teeth.
[13] Gilly shook her head. “No. Please, no.”
[14] The raven picked up the word. “No,” it screamed. “Refuse, and the boy will
burn. Not on the morrow, nor the day after … but soon, whenever Melisandre needs to wake a dragon or raise a wind or work some other spell requiring king’s blood. Mance will be ash and bone by then, so she will claim his son for the fire,
and Stannis will not deny her. If you do not take the boy away, she will burn him.”
[15] “I’ll go,” said Gilly. “I’ll take him, I’ll take the both o’ them, Dalla’s boy and mine.” Tears rolled down her cheeks. If not for the way the candle made them glisten, Jon might never have known that she was weeping. Craster’s wives would
[16] Jon closed the fingers of his sword hand. “Take both boys and the queen’s men will ride after you and drag you back. The boy will still burn … and you with him.” If I comfort her, she may think that tears can move me. She has to realize that I will not yield. “You’ll take one boy, and that one Dalla’s.”
[17] “A mother can’t leave her son, or else she’s cursed forever. Not a son. We saved him, Sam and me. Please. Please, m’lord. We saved him from the cold.”
[18] “Men say that freezing to death is almost peaceful. Fire, though … do you see the candle, Gilly?”
[19] She looked at the flame. “Yes.”
[20] “Touch it. Put your hand over the flame.”
[21] Her big brown eyes grew bigger still. She did not move. “Do it.” Kill the boy. “Now.” Trembling, the girl reached out her hand, held it well above the flickering candle flame.
[22] “Down. Let it kiss you.”
[23] Gilly lowered her hand. An inch. Another. When the flame licked her flesh,
she snatched her hand back and began to sob.
[24] “Fire is a cruel way to die. Dalla died to give this child life, but you have
nourished him, cherished him. You saved your own boy from the ice. Now save hers from the fire.”
[25] “They’ll burn my babe, then. The red woman. If she can’t have Dalla’s, she’ll burn mine.”
[26] “Your son has no king’s blood. Melisandre gains nothing by giving him to
the fire. Stannis wants the free folk to fight for him, he will not burn an innocent
read and write.” Sam would like that. “And when he is old enough, he will learn the truth of who he is. He’ll be free to seek you out if that is what he wants.”
[28] “You will make a crow of him.” She wiped at her tears with the back of a small pale hand. “Iwon’t. I won’t.”
[29] Kill the boy, thought Jon. “You will. Else I promise you, the day that they burn Dalla’s boy, yours will die as well.”
[30] “Die,” shrieked the Old Bear’s raven. “Die, die, die.”
[31] The girl sat hunched and shrunken, staring at the candle flame, tears glistening in her eyes. Finally Jon said, “You have my leave to go. Do not speak of this, but see that you are ready to depart an hour before first light. My men will come for you.”
[32] Gilly got to her feet. Pale and wordless, she departed, with never a look back
at him. Jon heard her footsteps as she rushed through the armory. She was almost
running.
[33] When he went to close the door, Jon saw that Ghost was stretched out
beneath the anvil, gnawing on the bone of an ox. The big white direwolf looked up at his approach. “Past time that you were back.” He returned to his chair, to read over Maester Aemon’s letter once again.
[34] Samwell Tarly turned up a few moments later, clutching a stack of books. No sooner had he entered than Mormont’s raven flew at him demanding corn. Sam did his best to oblige, offering some kernels from the sack beside the door. The
raven did its best to peck through his palm. Sam yowled, the bird flapped off, corn scattered. “Did that wretch break the skin?” Jon asked.
[35] Sam gingerly removed his glove. “He did. I’m bleeding.”
[37] “What is it?”
[38] “A paper shield.”
[39] Sam read it slowly. “A letter to King Tommen?”
[40] “At Winterfell, Tommen fought my brother Bran with wooden swords,” Jon said, remembering. “He wore so much padding he looked like a stuffed goose. Bran knocked him to the ground.” He went to the window and threw the shutters open. The air outside was cold and bracing, though the sky was a dull grey. “Yet Bran’s dead, and pudgy pink-faced Tommen is sitting on the Iron Throne, with a crown nestled amongst his golden curls.”
[41] That got an odd look from Sam, and for a moment he looked as if he wanted to say something. Instead he swallowed and turned back to the parchment. “You haven’t signed the letter.”
[42] Jon shook his head. “The Old Bear begged the Iron Throne for help a
hundred times. They sent him Janos Slynt. No letter will make the Lannisters love
us better. Not once they hear that we’ve been helping Stannis.”
[43] “Only to defend the Wall, not in his rebellion. That’s what it says here.”
[44] “The distinction may escape Lord Tywin.” Jon snatched the letter back.
“Why would he help usnow? He never did before.”
[45] “Well, he will not want it said that Stannis rode to the defense of the realm
whilst King Tommen was playing with his toys. That would bring scorn down upon House Lannister.”
[46] “It’s death and destruction I want to bring down upon House Lannister, not scorn.” Jon read from the letter. “The Night’s Watch takes no part in the wars of the Seven Kingdoms. Our oaths are sworn to the realm, and the realm now stands
[47] Sam squirmed in his seat. “Well, we’re not. Are we?”
[48] “I gave Stannis food, shelter, and the Nightfort, plus leave to settle some free
folk in the Gift. That’s all.”
[49] “Lord Tywin will say it was too much.”
[50] “Stannis says it’s not enough. The more you give a king, the more he wants.
We are walking on a bridge of ice with an abyss on either side. Pleasing one king is difficult enough. Pleasing two is hardly possible.”
[51] “Yes, but … if the Lannisters should prevail and Lord Tywin decides that we betrayed the king by aiding Stannis, it could mean the end of the Night’s Watch. He has the Tyrells behind him, with all the strength of Highgarden. And he did defeat Lord Stannis on the Blackwater.”
[52] “The Blackwater was one battle. Robb won all his battles and still lost his head. If Stannis can raise the north …”
[53] Sam hesitated, then said, “The Lannisters have northmen of their own. Lord Bolton and his bastard.”
[54] “Stannis has the Karstarks. If he can win White Harbor …”
[55] “If,” Sam stressed. “If not … my lord, even a paper shield is better than none.”
[56] “I suppose so.” Him and Aemon both. Somehow he had hoped that Sam
Tarly might see it differently. It is only ink and parchment. Resigned, he grabbed
the quill and signed. “Get the sealing wax.” Before I change my mind. Sam hastened to obey. Jon fixed the lord commander’s seal and handed him the letter. “Take this to Maester Aemon when you leave, and tell him to dispatch a bird to
King’sLanding.”
[58] “Val sent her to plead for Mance again,” Jon lied, and they talked for a while
of Mance and Stannis and Melisandre of Asshai, until the raven ate the last corn
kernel and screamed, “Blood.”
[59] “I am sending Gilly away,” Jon said. “Her and the boy. We will need to find another wet nurse for his milk brother.”
[60] “Goat’s milk might serve, until you do. It’s better for a babe than cow’s milk.” Talking about breasts plainly made Sam uncomfortable, and suddenly he began to speak of history, and boy commanders who had lived and died hundreds of years ago. Jon cut him off with, “Tell me something useful. Tell me of our enemy.”
[61] “The Others.” Sam licked his lips. “They are mentioned in the annals, though not as often as I would have thought. The annals I’ve found and looked at, that is. There’s more I haven’t found, I know. Some of the older books are falling to pieces. The pages crumble when I try and turn them. And the really old books … either they have crumbled all away or they are buried somewhere that I haven’t looked yet or … well, it could be that there are no such books and never were. The oldest histories we have were written after the Andals came to Westeros. The First
Men only left us runes on rocks, so everything we think we know about the Age
of Heroes and the Dawn Age and the Long Night comes from accounts set down
by septons thousands of years later. There are archmaesters at the Citadel who
question all of it. Those old histories are full of kings who reigned for hundreds of
years, and knights riding around a thousand years before there were knights. You
know the tales, Brandon the Builder, Symeon Star-Eyes, Night’s King … we say that you’re the nine-hundred-and-ninety-eighth Lord Commander of the Night’s Watch, but the oldest list I’ve found shows six hundred seventy-four commanders, which suggests that it was written during—”
[62] “Long ago,” Jon broke in. “What about the Others?”
The Others come when it is cold, most of the tales agree. Or else it gets cold when
they come. Sometimes they appear during snowstorms and melt away when the skies clear. They hide from the light of the sun and emerge by night … or else night falls when they emerge. Some stories speak of them riding the corpses of
dead animals. Bears, direwolves, mammoths, horses, it makes no matter, so long
as the beast is dead. The one that killed Small Paul was riding a dead horse, so that part’s plainly true. Some accounts speak of giant ice spiders too. I don’t know what those are. Men who fall in battle against the Others must be burned, or else the dead will rise again as their thralls.”
[64] “We knew all this. The question is, how do we fight them?”
[65] “The armor of the Others is proof against most ordinary blades, if the tales can be believed, and their own swords are so cold they shatter steel. Fire will
dismay them, though, and they are vulnerable to obsidian. I found one account of
the Long Night that spoke of the last hero slaying Others with a blade of
dragonsteel. Supposedly they could not stand against it.”
[66] “Dragonsteel?” The term was new to Jon. “Valyrian steel?”
[67] “That was my first thought as well.”
[68] “So if I can just convince the lords of the Seven Kingdoms to give us their Valyrian blades, all is saved? That won’t be hard.” No harder than asking them to give up their coin and castles. He gave a bitter laugh. “Did you find who the Others are, where they come from, what they want?”
[69] “Not yet, my lord, but it may be that I’ve just been reading the wrong books.
There are hundreds I have not looked at yet. Give me more time and I will find whatever there is to be found.”
[71] “Going?” Sam gaped at him openmouthed, as if he did not understand the
meaning of the word. “I’m going? To Eastwatch, my lord? Or … where am I …”
[72] “Oldtown.”
[73] “Oldtown?” Sam repeated, in a high-pitched squeak. “Aemon as well.”
[74] “Aemon? Maester Aemon? But … he’s one hundred and two years old, my lord, he can’t …you’re sending him and me? Who will tend the ravens? If there’s sick or wounded, who …”
[75] “Clydas. He’s been with Aemon for years.”
[76] “Clydas is only a steward, and his eyes are going bad. You need a maester. Maester Aemon is so frail, a sea voyage … it might … he’s old, and …”
[77] “His life will be at risk. I am aware of that, Sam, but the risk is greater here. Stannis knows who Aemon is. If the red woman requires king’s blood for her spells …”
[78] “Oh.” Sam’s fat cheeks seemed to drain of color. “Dareon will join you at
Eastwatch. My hope is that his songs will win some men for us in the south. The Blackbird will deliver you to Braavos. From there, you’ll arrange your own passage to Oldtown. If you still mean to claim Gilly’s babe as your bastard, send her and the child on to Horn Hill. Elsewise, Aemon will find a servant’s place for her at the Citadel.”
[80] “You do it. They have parchment and ink at the Citadel, as well as longbows. I will expect you to continue with your practice. Sam, the Night’s Watch has hundreds of men who can loose an arrow, but only a handful who can read or write. I need you to become my new maester.”
[81] “My lord, I … my work is here, the books …”
[82] “… will be here when you return to us.”
[83] Sam put a hand to his throat. “My lord, the Citadel … they make you cut up corpses there. I cannot wear a chain.”
[84] “You can. You will. Maester Aemon is old and blind. His strength is leaving him. Who will take his place when he dies? Maester Mullin at the Shadow Tower
is more fighter than scholar, and Maester Harmune of Eastwatch is drunk more than he’s sober.”
[85] “If you ask the Citadel for more maesters …”
[86] “I mean to. We’ll have need of every one. Aemon Targaryen is not so easily replaced, however.” This is not going as I had hoped. He had known Gilly would be hard, but he had assumed Sam would be glad to trade the dangers of the Wall for the warmth of Oldtown. “I was certain this would please you,” he said, puzzled. “There are so many books at the Citadel that no man can hope to read them all. You would do well there, Sam. I know you would.”
[87] “No. I could read the books, but … a m-maester must be a healer and
b-b-blood makes me faint.” His hand shook, to prove the truth of that. “I’m Sam the Scared, not Sam the Slayer.”
[88] “Scared? Of what? The chidings of old men? Sam, you saw the wights come
swarming up the Fist, a tide of living dead men with black hands and bright blue eyes. You slew an Other.”
[90] “Be quiet,” Jon snapped. After Gilly, he had no patience for the fat boy’s fears. “You lied and schemed and plotted to make me lord commander. You will obey me. You’ll go to the Citadel and forge a chain, and if you have to cut up corpses, so be it. At least in Oldtown the corpses won’t object.”
[91] “My lord, my f-f-f-father, Lord Randyll, he, he, he, he, he … the life of a
maester is a life of servitude. No son of House Tarly will ever wear a chain. The
men of Horn Hill do not bow and scrape to petty lords. Jon, I cannot disobey my father.”
[92] Kill the boy, Jon thought. The boy in you, and the one in him. Kill the both of them, you bloody bastard. “You have no father. Only brothers. Only us. Your life belongs to the Night’s Watch, so go and stuff your small-clothes into a sack, along with anything else you care to take to Oldtown. You leave an hour before sunrise. And here’s another order. From this day forth, you will not call yourself a craven. You’ve faced more things this past year than most men face in a lifetime. You can face the Citadel, but you’ll face it as a Sworn Brother of the Night’s Watch. I can’t command you to be brave, but I can command you to hide your fears. You said the words, Sam. Remember?”
[93] “I … I’ll try.”
[94] “You won’t try. You will obey.”
[95] “Obey.” Mormont’s raven flapped its great black wings.
[96] Sam seemed to sag. “As my lord commands. Does … does Maester Aemon know?”
[97] “It was as much his idea as mine.” Jon opened the door for him. “No
farewells. The fewer folk who know of this, the better. An hour before first light, by the lichyard.”