Perencanaan Pembangunan Bidang Ekonomi bagi
Peningkatan Daya Saing Ekonomi Daerah
G. Irwan Suryanto
PERJALANAN EMPIRIK
Suatu bangsa akan
survive
dan maju dalam percaturan global
apabila bangsa itu dapat membangun apa yang disebut sebagai
kemampuan produktif
(Georg Friedrich List, 1789-1846)
Kemampuan produktif ini
•
bukan sekedar
kemampuan untuk menghasilkan barang
dengan harga yang lebih murah dan kualitas lebih baik
dibandingkan negara-negara pesaingnya di pasar global
•
kemampuan total
bangsa untuk meningkatkan dirinya secara
berkesinambungan menuju dan menjadi negara maju dan
modern
kemampuan bersaing dalam mengejar
Kenaikan PDB tidak selalu
mencerminkan peningkatan
kemampuan produksi apabila
•
barang dan jasa itu hanyalah barang dan jasa hasil dari
proses
produksi yang sederhana
yang tidak memberi peluang bagi
pemanfaatan teknologi yang lebih tinggi dan yang lebih
produktif
•
barang dan jasa yang dihasilkan hanya laku di pasar karena
harganya murah karena diproduksi dengan upah murah
•
berasal sekedar dari penjualan "
harta warisan
" suatu bangsa,
yaitu kekayaan alamnya, tanpa upaya untuk meningkatkan
Sumber
dari peningkatan produktivitas
•
mental capital
kreativitas manusia, dalam terminologi
masa kini sering disebut sebagai
technical progress
•
physical capital
infrastruktur dan mesin-mesin dan sarana
produksi lain, dalam terminologi teori ekonomi masa kini
disebut
capital deepening
Dibutuhkan
investasi
untuk
•
membangun manusia terutama melalui
program pendidikan
dan kesehatan
Ide atau penemuan yang dihasilkan dari kreativitas manusia
akan mempunyai dampak pada produktivitas apabila
diterjemahkan menjadi
inovasi
dalam proses produksi dan
dalam kegiatan ekonomi nyata
(Joseph Alois Schumpeter, 1883-1950)
Wirausaha
atau
entrepreneurs
sangat penting dalam
mentransformasi ide menjadi kenyataan yang berujung pada
peningkatan produktivitas
Creative destruction
perusahaan yang telah mengadopsi
inovasi sehingga produktivitasnya meningkat harus
diperbolehkan untuk menggeser atau bahkan mengganti
Dalam
era globalisasi, perekonomian bisa ambrug karena tidak
tahan terhadap terpaan krisis ekonomi dan keuangan
Hal ini akan menyebabkan (i) kemunduran Kemampuan
Produktif, yang berujung pada (ii) rusaknya Daya Saing Bangsa
Perlu
membangun sistem pertahanan terhadap krisis
•
kebijakan fiskal yang berhati-hati, pengendalian hutang agar
selalu pada tingkat yang aman
•
kebijakan moneter yang responsif dan kebijakan kurs yang
fleksibel, pengawasan sistem keuangan yang efektif
Kelas Menengah mempunyai peran yang menentukan arah
kehidupan ekonomi dan politik
suatu bangsa.
Kelas Menengah, dengan
income
dan kemampuan daya beli yang
besar, tumbuh menjadi kelompok wirausaha yang tangguh
ujung tombak inovasi dan peningkatan produktivitas
Tetapi, dalam kondisi tertentu mereka justru dapat menjadi
kelompok konsumtif yang menghabiskan
income
nya untuk
conspicuous consumption
, yang tidak menyumbang apa-apa bagi
pembangunan Daya Saing Bangsa
Adanya risiko kelompok berduit menjadi kelompok masyarakat
parasit (
the Leisure Class
) yang mengutamakan cara hidup
1. Memprioritaskan investasi di bidang pendidikan dan
kesehatan
2. Mendahulukan pembangunan sarana dan prasarana
produksi
3. Menerapkan kebijakan di bidang pengembangan
wirausaha dan menjaga adanya suasana kompetisi
usaha yang efektif
4. Kebijakan yang mendorong Kelas Menengah untuk
berperan sebagai kelompok masyarakat yang produktif
5. Pembangunan sistem pertahanan terhadap krisis
APA YANG MENENTUKAN SUATU
DAERAH MENJADI DAERAH MAJU?
•
Perbaikan kualitas layanan publik
•
Perbaikan akuntabilitas dan tata
pemerintahan
DESENTRALISASI
MENYEDIAKAN KESEMPATAN
•
Beroperasi secara efektif dan efisien
– Komitmen penuh kepada tata pemerintahan yang baik
– Perbaikan terus menerus terhadap kinerja, transparansi, dan akuntabilitas
•
Peka terhadap kebutuhan masyarakat dan sektor ekonomi
swasta
– Fleksibel-memiliki komitmen mengikuti perubahan
– Public-private partnership
•
Menyesuaikan sumber daya manusia-nya untuk memenuhi
kebutuhan pelayanan publik
– Birokrasi pemerintah dengan budaya bisnis dan korporasi
– Perbaikan terus menerus kepada kompetensi dasar
•
Sisi penerimaan vs pengeluaran
•
Genjot PAD melalui regulasi lokal
–
Perda bermasalah, pungutan, dll
•
Mengatur rumah tangga sendiri
–
Korupsi elite
–
Anggaran mayoritas untuk rutin
•
Kualitas: birokrasi yang mengikuti gerak
dan laju sektor bisis dan wasta
–
Control
–
accountability - moral
•
Kuantitas: streamlining dan efisiensi,
jumlah orang dan jumlah agency
–
Efficiency question: regions with 100k population
has per capita wage bill twice above 500k (WB,
2003)
REFORMASI BIROKRASI
: KUANTITAS DAN
KEPEMIMPINAN
Pemimpin
sebagai
CEO
Pemimpin
yang
memberi
visi (5
PEMBANGUNAN DAERAH
APA ITU
PEMBANGUNAN?
Pembangunan
• Proses perubahan ke arah kondisi yang lebih baik
• Melalui upaya yang dilakukan secara terencana
Tujuan
• Peningkatan standar hidup (levels of living) setiap orang
• Penciptaan berbagai kondisi yang
memungkinkan tumbuhnya rasa percaya diri (s elf-esteem) setiap orang
• Peningkatan kebebasan
•
Internal
– Proses transformasi struktural dari masyarakat tradisional ke
masyarakat modern dan dari ekonomi agraris ke ekonomi industri
– Proses transformasi dari sistem ekonomi yang didominasi oleh
pemerintah ke arah sistem ekonomi pasar, yang masyarakatnya makin berperan sebagai pelaku utama pembangunan
•
Eksternal
– Proses globalisasi perekonomian dunia, dengan dua ciri dan faktor pendorong yaitu perdagangan bebas dan kemajuan teknologi
TANTANGAN
PEMBANGUNAN
Peningkatan kapasitas SDM Koordinasi yang
baik antar
stakeholders
Pemanfaatan
sumber daya secara berkualitas
Sarana dan prasarana yang
memadai
Dunia usaha yang kondusif
• Mengurangi disparitas atau ketimpangan pembangunan antar daerah, sub daerah, dan warga masyarakat
(pemerataan dan keadailan)
• Memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan
• Menciptakan atau menambah lapangan kerja
• Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat daerah
PEMBANGUNAN DAERAH
Upaya terencana untuk meningkatkan kapasitas
Pemerintahan Daerah
Sehingga tercipta suatu kemampuan yang andal dan profesional dalam:
PEMBANGUNAN DI DAERAH
Upaya untuk memberdayakan masyarakat di seluruh daerah
Sehingga tercipta suatu lingkungan yang memungkinkan
masyarakat untuk:
• Menikmati kualitas
kehidupan yang lebih baik, maju, dan tenteram,
• Peningkatan harkat,
martabat, dan harga diri.
• Memberikan
pelayanan kepada masyarakat
• Mengelola sumber daya ekonomi
PEMBANGUNAN
DAERAH
Keseimbangan Peran Tiga Pilar
Pemerintahan
•Menjalankan dan menciptakan
Dunia Usaha
•Mewujudkan penciptaan lapangan
Masyarakat
•Penciptaan interaksi sosial, ekonomi
Dilaksanakan melalui
PERGESERAN
PARADIGMA
GOVERMENT
Memberikan hak ekslusif bagi
negara untuk mengatur
hal-hal publik
Aktor di luarnya hanya dapat
disertakan sejauh negara
mengijinkannya
GOVERNANCE
Persoalan-persoalan publik
adalah urusan bersama
STAKEHOLDERS
PEMBANGUNAN
STATE
•Executive Judiciary
•Legislature
•Public service
•Military Police
CITIZENS
•Community-based organizations
•Non-governmental organizations
•Professional Associations
•Religious groups
• Women’s groups
BUSINESS
•Small / medium / large enterprises
•Multinational Corporations
•Financial institutions
•
Masih tingginya pengangguran terbuka
•
Masih besarnya jumlah penduduk yang hidup
dibawah garis kemiskinan
•
Masih rentannya keberlanjutan investasi dan
rendahnya daya saing ekspor
•
Pemenuhan kebutuhan energi di dalam negeri masih
terkendala
•
Rendahnya produktivitas pertanian dalam arti luas
dan belum terkelolanya sumber daya alam dan
potensi energi terbarukan secara optimal
•
Kualitas pendidikan dan kesehatan rakyat masih relatif rendah
•
Penegakan hukum dan reformasi birokrasi belum didukung
secara optimal
•
Masih rendahnya rasa aman, kurang memadainya kekuatan
pertahanan, dan masih adanya potensi konflik horisontal
•
Belum memadainya kemarnpuan dalam menangani bencana
•
Masih perlunya upaya pengurangan kesenjangan antar
wilayah khususnya di daerah perbatasan dan wilayah terisolir
masih besar
•
Dukungan infrastruktur masih belum memadai
1. Penanggulangan kemiskinan
2. Peningkatan kesempatan kerja, investasi dan ekspor
3. Revitalisasi pertanian dalam arti luas dan pembangunan perdesaan 4. Peningkatan aksesibilitas dan kualitas pendidikan dan kesehatan 5. Penegakan hukum dan HAM, pemberantasan korupsi, dan reformasi
birokrasi
6. Penguatan kemampuan pertahanan, pemantapan keamanan dan ketertiban serta penyelesaian konflik
7. Mitigasi dan penanggulangan bencana 8. Percepatan pembangunan infrastruktur
9. Pembangunan daerah perbatasan dan wilayah terisolir
PERENCANAAN PEMBANGUNAN
EKONOMI
•
Perumusan dan penentuan tujuan
•
Pengujian atau analisis opsi atau pilihan yang
tersedia
•
Pemilihan rangkaian tindakan atau kegiatan untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan dan
disepakati bersama
• Mengarahan kegiatan, pedoman kegiatan kepada pencapain tujuan pembangunan
• Memperbaiki penggunaan sumberdaya publik yang tersedia.
• Memperbaiki kapasitas sektor swasta dalam menciptakan nilai sumber-sumber daya swasta secara bertanggung jawab demi kepentingan
pembangunan masyarakat secara menyeluruh.
• Terdapat perkiraan potensi, prospek perkembangan, hambatan dan risiko masa yang akan datang
• Memberi kesempatan mengadakan pilihan terbaik
• Dilakukan penyusunan skala prioritas dari segi pentingnya tujuan
• Sebagai alat mengukur / standar terhadap pengawasan evaluasi
STRATEGI
PEMBANGUNAN EKONOMI
Strategi
pertumbuhan
Strategi
pembangunan
dengan
pemerataanr
Strategi
ketergantungan
• Terdapatnya suatu pengarahan kegiatan, adanya pedoman bagi
pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang ditujukan kepada pencapaian tujuan pembangunan
• Memberikan kesempatan untuk memilih berbagai alternatif tentang cara yang terbaik atau kesempatan untuk memilih kombinasi cara yang terbaik
• Dapat dilakukan penyusunan skala prioritas (memilih urutan-urutan dari segi pentingnya suatu tujuan, sasaran maupun kegiatan usahanya)
• Dengan perencanaan dapat dicapai stabilitas ekonomi, menghadapi siklis konjungtur
• Penggunaan dan alokasi sumber-sumber pembangunan yang terbatas adanya secara lebih efisien dan efektif
PERAN PEMERINTAH
DALAM PERENCANAAN
PEMBANGUNAN
Alokator
sumber-sumber daya yang
dimiliki
Penciptaan
stabilisasi ekonomi
melalui kebijakan
fiskal dan moneter
•
Awal dari membangun ekonomi menjadi lebih baik dari
sebelumnya, hasil kerjasama seluruh rakyat Indonesia untuk
mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia dalam membenahi
Indonesia dari berbagai bidang.
•
Suatu proses yang bersinambung yang mencakup
keputusan-keputusan atau pilihan-pilihan berbagai alternatif penggunaan
sumber daya dalam mengendalikan suatu perekonomian
untuk mencapai sasaran dan tujuan tertentu dalam jangka
waktu agar mencapai tujuan-tujuan pada masa yang akan
datang.
PERKEMBANGAN EKONOMI
•
Perekonomian dunia terlihat mulai membaik sejak kuartal
ke-3 tahun 2012
•
Sumber utama pemulihan ekonomi dunia di tahun 2012
adalah adanya peningkatan aktivitas perekonomian di
negara-negara berkembang, dan pulihnya perekonomian Amerika
Serikat
•
Kondisi keuangan global terlihat mulai stabil, sementara itu
arus modal masuk ke negara-negara berkembang terlihat
tetap kuat
•
IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2013
sebesar 3,5 persen dan pada tahun 2014 diperkirakan akan
PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PERDAGANGAN
DUNIA
LINGKUNGAN
NASIONAL
• Kinerja perekonomian nasional terlihat masih terjaga baik dengan pertumbuhan ekonomi berada pada tingkat yang cukup tinggi
• Sumber utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di sisi pengeluaran adalah investasi dan konsumsi rumah tangga
• Sementara itu di sisi produksi, sektor yang memberikan sumbangan terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi adalah sektor industry pengolahan serta sektor perdagangan, hotel dan restoran
• Transaksi modal dan finansial mengalami surplus di sepanjang tahun
PENCAPAIAN 2010 2011 2012 2013
1. Pertumbuhan PDB (%) 6.2 6.5 6.3 5.8 2. PDB per kapita (Ribu Rp) 26,786.80 30,424.40 33,339.00 36,508.48 3. Tingkat Kemiskinan (%) 13.11 12.36 11.66 11.47 4. Tingkat Pengangguran Terbuka (%) 7.1 6.6 6.1 6.2 5. Neraca Pembayaran (USD Miliar) 30.3 11.9 0.2 4.4 a. Transaksi Berjalan (USD Miliar) 5.1 1.7 -24.2 -28.4 b. Transaksi Modal (USD Miliar) 0 0 0 0 c. Transaksi Financial (USD Miliar) 26.6 13.5 24.9 22.7 d. Cadangan Devisa (Bulan Impor) 7.4 6.5 6.1 7.3
Perkembangan Indikator Ekonomi dan Kesejahteraan
PENCAPAIAN 2010 2011 2012
1. SISI PENGELUARAN
a. Konsumsi Rumah Tangga 2.7 2.7 2.9 b. Pengeluaran Pemerintah 0 0.3 0.1 c. Investasi (PMTB) 2 2.1 2.4 d. Ekspor (Barang dan Jasa) 6.5 6.3 1 e. Impor (Barang dan Jasa) 5.6 4.8 2.5 2. SISI PRODUKSI
a. Pertanian 0.4 0.4 0.5 b. Pertambangan dan Penggalian 0.3 0.1 0.1 c. Industri Pengolahan 1.2 1.6 1.5 d. Listrik, Gas, dan Air Bersih 0 0 0 e. Bangunan 0.4 0.4 0.5 f. Perdagangan, Hotel, dan Restoran 1.5 1.6 1.4 g. Pengangkutan dan Komunikasi 1.2 1 1
Sumbangan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi
LINGKUNGAN
REGIONAL (1)
Kecenderungan ekonomi dunia
Integrasi ekonomi regional (reginalisasi) dan global (globalisasi)
Dalam skala regional: NAFTA, APEC, SAARC, dsb-nya; Dalam skala Global: Uruguay round GATS
Level Asia Tenggara: Asean PTA AFTA (CEPT) AEC yang memiliki tiga pilar utama, yaitu: ASEAN Security Community, ASEAN Economic Community, ASEAN Socio-Cultural Community
Terbentuknya AEC mengukuhkan terbentuknya pasar tunggal ASEAN sebagai upaya untuk mendorong efisiensi dan daya saing ekonomi kawasan ASEAN
LINGKUNGAN
REGIONAL (2)
• Pergeseran pusat kekuatan ekonomi terlihat dari menguatnya peran Asia dalam satu dekade terakhir
• Pelaksanaan AEC akhir 2015 memberikan konsekuensi bagi Indonesia terhadap tingkat persaingan yang semakin terbuka dan tajam, terutama dalam perdagangan barang dan jasa di kawasan ASEAN
• Dengan semakin terbukanya pasar ASEAN bagi para negara anggotanya, tingkat persaingan pun akan semakin tinggi
AEC
2015
Tantangan terbesar bagi Indonesia dalam menghadapi pembentukan AEC 2015 adalah meningkatkan pemahaman publik di kalangan Pemerintah, dunia usaha dan masyarakat baik di tingkat Pusat maupun Daerah; tentang manfaat
APA ITU
AEC 2015?
•
Tiga pilar utama AEC
• Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN (ASEAN Security Community)
• Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community)
• Komunitas Sosial dan Budaya ASEAN (ASEAN Socio-Culture Community).
•
AEC sebagai upaya untuk mendorong efisiensi dan
daya saing ekonomi kawasan ASEAN yang tercermin
dalam empat hal:
• ASEAN sebagai single market and production base
• ASEAN sebagai a highly competitive economic region
• ASEAN sebagai a region of equitable economic development
LIMA ELEMEN INTI
PASAR TUNGGAL DAN
PEMBANGUNAN EKONOMI
KE DEPAN
PEMBANGUNAN:
DAYA SAING DAN
•
Perubahan struktur angkatan kerja
– Pangsa penduduk berpendidikan dasar, menurun dari 70% ke 25%
– Tambahan angkatan kerja: 17 juta, 52% SMA dan 22% Universitas
– Tapi, 70% angkatan kerja masih berpendidikan SD dan SMP
•
Pengangguran tinggi pada generasi muda, termasuk mereka
yang berpendidikan tinggi
•
Skill mismatch
– 23% pemuda menjadi buruh kasar, bahkan mereka lulusan SLTA
– Dunia usaha kesulitan mencari pekerja semi-skilled (Negara, 2014)
•
Drop-out masa transisi
– 20% kelompok miskin putus SD, 30% kelompok miskin putus SMP
– Kelompok miskin hanya 32% masuk SMP (dari 60% yang lulus SD)
•
Tahapan pembangunan dari negara agraris (tahap 1) ke
industri sederhana (tahap 2) dan industri terintegrasi dan FDI
(tahap 3) umumnya berjalan cukup mulus;
•
Dari tahap 3 menuju negara industri berteknologi tinggi
(tahap 4) sering terkena jebakan. Dari tahap 4 menuju
ekonomi kreatif dan inovatif (tahap 5), juga agak mulus
.
•
Strategi
:
– Knowledge-based economy (KBE)
– Innovation-driven economy, sinergi Kemitraan ABGC
– Peran research universities di seluruh Indonesia
– Pola ilmiah pokok dan kekhasan universitas daerah
PERDA NO 8 TAHUN 2011 TENTANG
RPJMD
KABUPATEN KARIMUN 2011-2016
PRIORITAS
PEMBANGUNAN
VISI
Terwujudnya
Kabupaten Karimun yang Maju dan Berdaya Saing Berlandaskan Iman dan Taqwa
MISI
Meningkatkan dan memeratakan ketersediaan infrastruktur daerah yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan pelayanan masyarakat
Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berdaya guna berlandaskan iman dan taqwa
Mengembangkan pusat pertumbuhan ekonomi yang terpadu dengan ekonomi berbasis kerakyatan
Memaksimalkan kualitas pelayanan publik
Mengelola sumber daya kelautan dan pulau-pulau kecil secara terpadu dan berkelanjutan
Penyediaan infrastruktur daya manusia, termasuk pendayagunaan