BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
anggaran yang dihitung dan disusun berdasarkan perencanaan kinerja, atau dengan kata lain dihitung dan disusun berdasarkan kebutuhan untuk menghasilkan output dan outcome yang diinginkan masyarakat.
Dalam rangka pengukuran dan peningkatan kinerja, serta lebih meningkatkan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, maka setiap instansi pemerintah perlu menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU) atau Key Performance Indicator (KPI). IKU adalah ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis organisasi. Tujuan Penetapan Indikator Kinerja Utama, di antaranya untuk memperoleh:
1. informasi kinerja yang penting dan penyelenggaraan manajemen kinerja yang baik.
2. ukuran keberhasilan dari pencapaian suatu tujuan dan sasaran strategis organisasi yang digunakan untuk perbaikan kinerja dan peningkatan akuntabilitas kinerja.
1.2 Langkah-langkah Penetapan IKU
Langkah-langkah penetapan IKU yaitu sebagai berikut.
1. Tahap Pertama, yaitu klarifikasi kinerja utama, pernyataan hasil (result statement) atau sasaran dan tujuan yang ingin dicapai.
2. Tahap Kedua, yaitu menyusun daftar awal IKU yang mungkin dapat digunakan.
3. Tahap Ketiga, yaitu melakukan penilaian setiap IKU yang terdapat dalam daftar awal indikator kinerja.
4. Tahap keempat, yaitu memilih IKU.
dalam mewujudkan peningkatan kinerja Dinas Pendidikan Kabupatan OKU Timur.
1.3 Maksud dan Tujuan IKU
Maksud penyusunan Dokumen Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas Pendidikan Kabupatan OKU Timur adalah untuk memperoleh gambaran atau sebagai alat ukur tingkat pencapaian sasaran atau tujuan kecamatan, dan juga sebagai penjabaran dari visi, misi, dan sasaran strategis Dinas Pendidikan Kabupatan OKU Timur, yang mengindikasikan tingkat keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan, sesuai dengan program dan kebijakan yang telah ditetapkan.
Adapun tujuan penyusunan Dokumen IKU Dinas Pendidikan Kabupatan OKU Timur ini, di antaranya untuk memperoleh informasi: 1. kinerja yang penting dan diperlukan dalam penyelenggaraan
manajemen kinerja secara baik.
2. capaian keberhasilan suatu tujuan dan sasaran strategis organisasi yang digunakan untuk perbaikan kinerja dan peningkatan akuntabilitas kinerja.
1.4 Landasan Hukum Penyusunan
Landasan hukum penyusunan Dokumen Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas Pendidikan Kabupaten OKU TIMUR tahun anggaran 2017 ini sebagai berikut.
1. Landasan Idiil, yaitu Pancasila.
2. Landasan Konstitusional, yaitu Undang-Undang Dasar 1945. 3. Landasan Operasional, di antaranya:
a. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN);
Pemberantassan Tindak Pidana Korupsi;
c. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
d. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2003 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4301);
e. Undang - Undang Nomor 37 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Ogan Komeringn Ulu Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan dan Kabupaten Ogann Ilir di Provinsi Sumatera Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 152, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4347);
f. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;
g. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004, Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
h. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);
i. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik;
j. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234);
Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
l. Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 1999 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dalam Penyelenggaraan Negara;
m. Peraturan Pemerintah Nomor 106 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan dalam Pelaksanaan Dekosentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 203, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4023);
n. Peraturan Peemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4578);
o. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraaan Pemerintahan Daerah;
p. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Inddonesia Nomor 25 Tahun 2006, Tammbahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);
q. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota;
r. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887);
Pemberantassan Korupsi;
t. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 25 Tahhun 2007 tentang Pedoman Penanganan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daeraah;
u. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahhun 2007 tentang Norma Pengaawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah;
v. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah;
w. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Reviu atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah;
x. Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabuupaten Ogan Komering Ulu Timur;
y. Peraturan Bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Nomor 32 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Orgaanisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Sekretariat Daerah, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Inspektorat Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur;
BAB II
PENGERTIAN INDIKATOR KINERJA
2.1 Pengertian Indikator Kinerja
Indikator Kinerja Utama adalah tolak ukur keberhasilan suatu tujuan dan sasaran strategis operasional. Setiap lembaga atau instansi Pemerintah wajib merumuskan IKU sebagai suatu prioritas program dan kegiatan yang mengacu pada sasaran strategis dalam RPJMD dan RENSTRA Organisasi Perangkat Daerah.
Indikator Kinerja Utama pada Unit Organisasi setingkat Eselon II/SKPD/Unit kerja mandiri sekurang-kurangnya adalah Indikator keluaran (out put) untuk mendukung pencapaian sasaran strategis.
2.2 Karakteristik dan Kriteria Indikator Kinerja
Penetapan indikator utama harus memenuhi karakteristik indikator kinerja yang memadai untuk mengukur kinerja OPD. Karakterisitik tersebut adalah sebagai berikut.
1. Spesifik, indikator kinerja harus spesifik mengacu pada apa yang akan diukur, sehingga mempunyai persepsi yang sama.
2. Measurable, indikator kinerja harus dapat diukur secara obyektif baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif.
4. Relevant, indikator kinerja harus merupakan alat ukur yang menggambarkan sedekat mungkin (keberhasilan/kegagalan) yang akan diukur.
5. Timelines, Indikator kinerja yang ditetapkan menggambarkan suatu kinerja yang dapat dicapai untuk kurun waktu tertentu. Sedapat mungkin Indikator Kinerja juga harus fleksibel yang berarti memugkinkan terjadinya perubaham di kemudian hari.
Selain karaktersitk sebagaimana di atas indikator kinerja harus memiliki kriteria sebagai berikut.
1. Spesifik.
2. Dapat dicapai. 3. Relevan.
4. Menggambarkan keberhasilan sesuatu yang diukur. 5. Dapat dikuantifikasi dan diukur.
Dalam penetapan dan pemilihan indikator kinerja hendaknya mempertimbangkan sebagaimana berikut uni.
1. Adanya keselarasan dan mengacu pada Dokumen RPJMD, RENSTRA dan Kebijakan Umum.
2. Bidang kewenangan, tugas dan fungsi OPD.
3. Kebutuhan informasi kinerja untuk menyelenggarakan akuntabilitas kinerja.
4. Kebutuhan statistik Pemerintah.
BAB III
GAMBARAN UMUM
3.1 Visi
Visi Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur adalah:
” Kabupaten OKU TIMUR Tuntas Rintisan Wajar 12 Tahun dan Unggul dalam Mutu Pendidikan pada Tahun 2021”
3.2 Misi
Misi berarti suatu pernyataan yang berisikan mengenai apa yang harus dilaksanakan sebagai bentuk usaha nyata dan penting untuk mewujudkan visi organisasi, perusahaan atau lembaga. Misi merupakan pemandu dalam mencapai Visi dengan menawarkan keunggulan seperti peningkatan efisiensi, hasil yang lebih baik, inovatif dan fleksibel serta meningkatkan semangat bagi pimpinan dan seluruh staf unit kerja. Misi Dinas Pendidikan Kabypaten OKU TIMUR adalah sebagai berikut.
1. Melaksanakan penyelenggaraan, Pembinaan, pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan TK/SD.
2. Melaksanakan penyelenggaraan, Pembinaan, Pengembangan dan peningkatan mutu Pendidikan SLTP.
4. Melaksanakan penyelenggaraan, pembinaan dan pengembangan Pendidikan Non Formal dan Olah Raga Pelajar.
5. Melaksanakan penyelenggaraan, Pembinaan dan pengembangan organisasi dan fungsi-fungsi penunjang teknis pendidikan dan pelayanan umum, dalam rangka mempersiapkan sumber daya aparatur yang berkualitas.
3.3 Tugas Pokok dan Fungsi
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ullu Timur Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabuupaten Ogan Komering Ulu Timur yang dijabarkan ke dalam Peraturan Bupati Peraturan Bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Nomor 46 Tahun 2016 tentang Uraian Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur mempunyai tugas pokok dan fungsi menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang pendidikan;
3.4 Arah dan Kebijakan
Secara umum arah kebijakan sasaran jangka menengah OPD Dinas Pendidikan dititikberatkan pada 4 (empat) sasaran yaitu:
1. pemerataan dan perluasan akses pendidikan dasar 9 tahun;
2. rintisan pemerataan dan perluasan akses pendidikan 12 tahun;
3. peningkatan mutu, relevansi dan daya saing; dan
4. penguatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik.
1. Meningkatnya jumlah sekolah berstandar nasional pada semua jenjang;
2. Meningkatnya kualitas lulusan pendidikan di semua jenjang; 3. Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana pendidikan; 4. Biaya Pendidikan dan lainnya gratis bagi keluarga miskin;
5. Meningkatnya kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Pendidikan Formal dan Pendidikan Non Formal;
6. Meningkatnya kualitas pendidikan non formal; dan
7. Meningkatnya kualitas dan kapasitas manajemen pelayanan Pendidikan.
BAB IV
PENUTUP
Sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/20/M.PAN/11/2007, tentang Pedoman Penyusunan Indikator Kinerja Utama (IKU), bahwa setiap unit kerja wajib menetapkan IKU dalam rangka meyakinkan keandalan informasi yang disajikan dalam laporan akuntabilitas kinerja sebagai parameter capaian kinerja yang telah ditetapkan dalam RPJMD dan Renstra masing-masing unit kerja.