62
DAFTAR PUSTAKA
Agustiani, H. (2006). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Refika Aditama
Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta
BKKBN. (2013). Prevalensi Remaja. Diambil pada tanggal 15 Maret 2017.
Calhoun, F. & Acocella. (1990). Psikologi Tentang Penyesuaian dan Hubungan Kemanusiaan (edisi ketiga). Semarang: IKIP Semarang Press
Catur, S. (2015). Hubungan Antara Citra Tubuh (body image) dengan Penerimaan Diri Pada Remaja Putri Kelas VII di SMP N 6 Yogyakarta. Thesis, Fakultas Ilmu Pendidikan.Diunduh pada tanggal 20 April 2017
Dahlan, Sopiyudin M. (2010). Langkah-langkah Membuat Proposal Penelitian Bidang Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta: Epidemiologi Indonesia
Fatwiany. (2010). Karya Tulis Ilmiah: Hubungan Konsep Diri terhadap Penerimaan Perubahan Fisik Remaja Putri pada Masa Pubertas di SLTP Kemala Bhayangkari 1 Medan. Diunduh pada tanggal: 20 April 2017. http:// repository.usu.ac.id/handle/ .
Gunawan, A.W. (2006). Hypnotherapy. Jakarta: PT Gramedia Pustaka
Hidayat, A. Aziz Alimul. (2008). Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia-Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Hurlock, Elizabeth B. (1978). Perkembangan Anak. Jakarta: Penerbit Erlangga
Kyle, Terri. (2014). Buku Ajar Keperawatan Pediatri, ED 2, Vol. 1. Jakarta: EGC
Marliani, R. (2016). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: CV Pustaka Setia
McDevitt, T.M dan Ormrod, J.E (2002). Child Development and Education. New Jersey: Merril Prentice hall.
Notoatmodjo. (2007). Konsep Dasar Keperawatan Anak. Jakarta: EGC
Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
63
Nurliana, W. Yetty (2015). Konsep Diri Remaja Siswa Kelas X SMA. Diunduh
pada tanggal 15 Maret 2017.
Polit, D. F., & Beck, C. T. (2012). Nursing Research: generating and assesing evidence for nursing practice (9th ed). Philadelphia: Lippicont.
Potter & Perry. (2009). Fundamental Keperawatan, Edisi 7 Buku 2. Jakarta: Salemba Medika
. (2005). Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses dan Praktik, Vol.1. Jakarta : EGC
Rakhmat. (2008). Psikologi Komunikasi. Bandung: PT Rosdakary
Sandhu, R. (2014). Impact of School Enviroment on Self-Concept. Indian Journal of Health and Wellbeing. (248-251)
Santrock, J. W. (2007). Perkembangan Anak. Jakarta: Penerbit Erlangga
Saraswatia, G. K dkk. (2015). Faktor-Faktor yang Memperngaruhi Konsep Diri Remaja di SMPN 13 Yogyakarta. Jurnal Ners and Midwifery Indonesia. Diunduh pada tanggal 15 Maret 2017.
Sarlito, S. W. (1991). Psikologi Umum. Jakarta: Bulan Bintang, hlm. 9
Setiadi. (2013). Konsep dan Penulisan Riset Keperawatan. Yogyakarta: Graha Ilmu
Sigalingging, M. (2015). Gambaran Konsep Diri Pada Mahasiswa Fakultas Keperawatan USU. Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
Smith & Robert. (2011). Getting To Know Me:Social Role Experiences and Age Differences in Self-Concept Clarity During Adulthood.Diunduh pada tanggal 18 September 2016.
Soetjiningsih. (2004). Tumbuh kembang remaja dan permasalahannya. Jakarta: Sagung Seto, hlm 33
Stuart & Laraia. (2005). Priciples and Practice of Psychiatric Nursing. Edisi 7. Missoury: Mosby
Stuart & Sudden. (1998). Buku Saku Keperawatan. Jakarta: EGC
64
Suliswati, dkk. (2005). Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa, Jakarta : EGC
Sunaryo. (2004). Psikologi untuk Keperawatan. Jakarta: EGC
Syarif, Kemali. (2015). Perkembangan Peserta Didik. Medan: UNIMED PRESS
Widayatun. (2009). Ilmu Perilaku. Jakarta: Info Medika
Widyastuti, Y. (2014). Psikologi Sosial. Yogyakarta: Graha Ilmu
Wong, Donna L. et all. (2009). Buku Ajar Keperawatan Pediatrik. Jakarta: EGC
Yusuf, L. (2012). Harga Diri Pada Remaja Menengah Putri di SMA Negri 15 Kota Semarang .Diunduh pada tanggal 15 Maret 2017.