• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Co

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Co"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning

Tipe Group Investigation (GI) Terhadap Hasil Belajar Siswa

( Studi Quasi Pada Siswa Kelas XI Ekonomi Semester II Di SMA BINA DHARMA 2 Bandung )

2. Latar Belakang Masalah

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama teknologi informasi

menyebabkan arus informasi menjadi cepat dan tanpa batas.Hal ini berdampak langsung pada

berbagai bidang kehidupan tanpa kecuali bidang pendidikan.Lembaga pendidikan sebagai

bagian dari sistem kehidupan telah berupaya mengembangkan sistem kurikulum, sistem

pendidikan dan metode yang efektif dan efisien untuk meningkatkan sumber daya, oleh

karena itu pendidikan sangat berperan penting dalam kehidupan manusia.

Menurut UU SISDIKNAS No.20 Tahun 2003 Pasal 3 Ayat 2, pendidikan adalah

usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar

peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual

keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak yang mulia serta

keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.Manusia sebagai individu sosial dan

sebagai warga negara perlu mengembangkan kemampuan diri untuk dapat hidup di

tengah-tengah komunitasnya. Salah satu caranya dengan meningkatkan wawasan melalui jalan

pendidikan. Sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang SISDIKNAS No. 20 Tahun 2003

Pasal 3 Ayat 2 menyatakan, bahwa pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan

bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan

(2)

dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta

rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Pendidikan harus menyentuh potensi nurani maupun potensi kompetensi peserta

didik. Konsep pendiikan tersebut serasa semangkin penting ketika seseorang harus memasuki

kehidupan di masyarakat dan dunia kerja, karena yang bersangkutan harus mampu

menerapan apa yang dipelajari di sekolah untuk menghadapi problema yang dihadapi dalam

kehidupan sehari-hari saat ini maupun yang akan datang.

Sekolah sebagai suatu institusi atau lembaga pendidikan idealnya harus mampu

melakukan pendidikan edukasi (proses pendidikan yang menekankan pada kegiatan mendidik

dan mengajar ), proses sosialisasi (proses bermasyarakat terutama bagi anak didik), dan wada

proses transformasi (proses perubahan tingkah laku kearah yang lebih baik/lebih maju ).

SMA BINA DHARMA 2 merupakan salah satu sekolah swasta yang mempunyai

input atau masukan siswa yang memiliki prestasi belajar yang bervariasi. Karena prestasi

yang bervariasi inilah peran serta keaktifan siswa dalm kegiatan belajar mengajar beraneka

ragam. Masalah proses mengajar belajar pada umumnya terjadi di kelas, kelas dalam hal ini

dapat berarti segala kegiatan yang dilakukan guru dan anak didiknya di suatu ruangan dalam

melaksanakan KBM. Kelas dalam arti luas mencangkup interaksi guru dan siswa, teknik dan

strategi belajar mengajar, dan implementasi kurikulum serta evaluasinya.

Keberhasilan siswa dalam menguasai konsep tergantung pada guru yang

mengajarinya. Dalam hal ini peran guru sangat berpengaruh, seorang guru harus jeli dalam

memilih media atau alat pembelajaran, metode dan aspek yang akan dikedepankan dalam

proses belajar mengajar. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan

(3)

dan membuat perencanaan seksama dalam meningkatkan kesempatan belajar bagi siswanya

dan memperbaiki kualitas mengajarnya.

Suprayekti (2004:7), mengemukakan bahwa metode mengajar adalah cara guru

menyampaikan materi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam

memilih metode mengajar seorang guru atau tenaga pendidik harus memperhatikan

faktor-faktor berikut:metode mengajar hendaknya sesuai dengan tujuan, metode mengajar

hendaknya disesuaikan dengan kemampuan siswa, metode mengajar harus sesuai dengan

psikologis belajar, metode mengajar hendaknya sesuai dengan bahan pelajaran.

Metode belajar yang masih digunakan guru yaitu konvensional yang berupa metode

pembelajaran yang dikemas dalam bentuk kata-kata yang diinformasikan guru kepada siswa.

jika metode pembelajaran ini terus dilakukan maka perkembangan pemikiran dan

pengetahuan siswa tidak akan berkembang sesuai dengan pengetahuan yang berkembang.

Guru hendaklah memilih metode pembelajaran yang memberikan kesempatan siswa untuk

lebih memperdalam kemampuan secara spesifik dan menambah kesiapan siswa dalam

meningkatkan kemampuan respon yang cepat. Penggunaan berbagai macam strategi dapat

menambah dan meningkatkan pengetahuan serta motivasi belajar siswa. Oleh karena itu guru

harus memilih dan menggunakan metode sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.Menurut

pandangan pembelajaran cooprative learning tipe group investigation, peserta didik akan belajar secara aktif dan mengembangan kecakapan intelek dan memiliki kemampuan

interaksi dalam kelompok antara suatu keadaan dengan hal yang lain.

Agar pembelajaran cooperative dapat terlaksana dengan baik, peserta didik harus berkerja dengan lembar kerja yang berisi pertanyaan dan tugas yang telah direncanakan.

Selama berkerja dalam kelompok, tugas anggota kelompok adalah mencapai ketuntasan

materi yang di sajikan guru dan saling membantu sesama teman.

(4)

adalah model pembelajaran yang melibatkan siswa sejak perencanaan, baik dalam

menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Model

pembelajran ini menuntut para siswa untuk emiliki kemampuan yang baik dalam

berkomunikasi maupun dalam keterampilan proses kelompok ( group process skills ). Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari, mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai

subtopik yang telah dipilih, kemudian menyiapkan dan menyajikan dalam suatu laporan di

depan kelas secara keseluruhan.

Pusat dari investigasi kelompok adalah perencanaan cooperative murid dalam melakukan penyelidikan terhadap topik yang tealah diidentifikasikan. Anggota kelompok

mengambil peran dalam menentukan apa yang akan mereka selidiki, siapa yang akan

mengerjakan dan bagaiman merekan mempresentasikan hasil secara keseluruhan di depan

kelas. Kelompok pada pembelajara berbasis investigasi kelompok ini merupakan kelompok

yang heterogen baik dari jenis kelamin maupun kemampuannya. Setiap kelompok terdiri dari

4-5 orang. Di dalam kelompok tersebut, setiap siswa dalam kelompok mengerjakan apa yang

telah menjadi tugasnya dalam lembar kerja kegiatan mandiri yang telah disiapkan dan teman

sekelompoknya bertanggung jawab untuk saling memberi kontribusi, saling tukar menukar

dan mengumpulkan ide. Setelah itu anggota kelompok merencanakan apa yang akan

dilaporkan dan bagaimana membuat presentasinya. Langkah terakhir dalam kegiatan ini,

salah satu anggota kelompok mengkoordinasikan rencana yang akan dipresentasikan di depan

kelompok yang lebih besar.

Teknik presentasi dilakukan di depan kelas dengan berbagai macam bentuk

presentasi, sedangkan kelompok yang lain menunggu giliran unuk mempresentasikan,

mengevaluasi dan memberi tanggapan dari topik yang tengah di presentasikan. Peran guru

dalam Group Investigation ( GI ) adalah sebagai sumber dan fasilitator. Disamping itu guru juga memperhatikan dan memeriksa setiap kelompok bahwa mereka mampu mengatur

(5)

tersebut. Pada akhir kegiatan, guru menyimpulkan dari masing- masing kegiatan kelompok

dalam bentuk rangkuman.

Dalam pembelajaran ekonomi agar tercipta suasana belajar yang menyenangkan dan

meyeluruh diperlukan adanya kerjasama yang baik antara persinal didalam kelas. Dimana

suatu saling keterkaitan dan saling memenuhi satu sama lain. Suasana yang penuh persaingan

yang tidak sehat dan individualis akan menciptakan pengaruh yang kurang baik dan

mengurangi rasa percaya diri serta semangat siswa. Hal ini akan menghambat siswa untuk

berperan aktif dan kreatif di dalam kelas. Oleh sebab itu diperlukan model pembelajaran yang

dapat mencipakan suasana belajar yang saing melengakapi satu sama lain dan bergontong

royong dalm memecahkan berbagai persoalan mengenai materi pembelajaran secara

bersama-sama.

Berdasrkan latar belakang diatas maka dirumuskan judul penelitian sebagai berikut:

“PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING

TIPE GROUP INVESTIGATION ( GI ) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA

MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS XI IPS SEMESTER II TAHUN AJARAN

2015/2016 DI SMA BINA DHARMA 2 BANDUNG”.

3. Identifikasi Masalah

Setelah diadakan penelitian pendahuluan, penulis mengidentifikasikan masalah yang sesuai

judul diatas maka terdapat item yang berkaitan dengan pengaruh model pembelajaran

cooperative learning tipe group investigation ( GI ) terhadap hasil belajar siswa yaitu :

1. Hasil belajar siswa

2. Sumber dan fasilitas yang tersedia 3. kondisi lingkungan

(6)

4. Batasan dan Rumusan Masalah

1. Rumusan Masalah

Dari uraian latar belakang diatas. Masalah yang diangkat dalm penelitian ini yaitu :

a. Bagaimana pelaksanaan model pembelajaran cooperative learning tipe group invesigation ( GI ) dalam pelajaran ekonomi di kelas X SMA BINA DHARMA 2 BANDUNG ?

b. Bagaimana hasil belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe group investigation ( GI ) ?

c. Seberapa besar pengaruh model pembelajaran cooperative learning tipe group investigation ( GI ) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi pada kelas XI di SMA BINA DHARMA 2 BANDUNG ?

2. Batasan Masalah

Untuk menghindari meluasnya masalah, maka penulis membatasi permasalahan

sebagai berikut :

1. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI Ekonomi SMA BINA DHARMA 2

Bandung.

2. Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model

pembelajaran pembelajaran cooperative learning tipe group investigation ( GI ) 3. Aspek yang diteliti adalah pengaruh model pembelajaran cooperative learning tipe

(7)

5. Tujuan Penelitian

Tujuan yang diharapkan dapat dicapai dlam penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui Bagaimana penerapan Model pembelajaran cooperative learning tipe group investigation ( GI ) Pada Mata Pelajaran Ekonomi di kelas XI IPS SMA BINA DHARMA 2 Bandung.

2. Untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe group investigation ( GI ) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS SMA BINA DHARMA 2 Bandung.

3. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penerapan model pembelajarn cooperative learning tipe group investigation ( GI ) terhadap hasil belajar siswa pada

mata pelajaran ekonomi kelas X SMA BINA DHARMA 2 Bandung.

6. Manfaat Penelitian

Dengan tercapainya tujuan ini, maka diharapkan hasilnya akan bermanfaat sebagai

berikut :

a. Secara teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan yang positif bagi

pengembangan dalam proses pembelajaran, dikaitkan dengan pengaruh antara

pembelajaran cooperative learning tipe group investigation ( GI ) terhadap hasil belajar siswa.

b. Secara praktis

Sebagai bahan masukan bagi SMA BINA DHARMA 2 Bandung tentang keadaan

(8)

pembelajaran cooperative learning tipe group investigation ( GI ) dan dalam meningkatkan hasil belajar siwa.

7. Definisi Operasional 1. Belajar

Menurut Asep Syamsulbachri (2006 :26) belajar adalah proses perubahan tingkah laku

berkat pengalaman dan latihan. Jadi tujuan kegiatan belajar adalah perubahan tingka laku

baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan,maupun sikap. Kegiatan belajar mengajar

seperti mengorganisasi pengalaman belajar, mengolah kegiatan belajar mengajar menilai

proses hasil belajar merupakan bagian dari tanggung jawab guru. Untuk memahami kegiatan

belajar itu perlulah dilakukan analisi untuk menemukan persoalan-persoalan apa yang terlibat

dalam kegiatan ini.

2. Model Pembelajaran

Istilah model pembelajaran memiliki makna yang lebih luas dari pada strategi, model

atau prosedur ( Trianti 2007 : 6). Karakteristik. “Model pembelajaran adalah pedoman berupa

program atau petunjuk strategi mengajar yang direncanakan untuk mencapai suatu

pembelajaran.

3. Model Pembelajaran Cooperative

Menurut (Solihatin, 2008 : 5) model pembelajaran coopertive “merupakan suatu model pembelajaran yang membantu siswa dalam mengembangkan pemahaman dan

sikapnya sesuai dengan kehidupan nyata di masyarakat sehingga dengan berkerja secara

bersama-sama di antara sesama anggota kelompok akan meningkatkan motivasi,

produktivitas dan perolehan belajar”.

(9)

Group investigation adalah model pembelajaran yang melibatkan siswa sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui

investigasi. Model pembelajaran ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang

baik dalam berkomunikasi maupun dalam keterampilan proses kelompok ( group process skills ).

(Arends, 1997 : 120-121 ) para siswa memilih topik yang ingin dipelajari, mengikuti

investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih, kemudian menyiapkan

dan menyajikan dalam suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan.

5. Hasil Belajar

( Sudjana,2004 : 22 ) hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki

seorang siswa setelah ia menerima perlakuan dari pengajar ( guru ). Hasil belajar adalah

kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya.

Sedangkan menurut Horwart Kingsley dalam bukunya Sudjana membagi tiga macam hasil

belajar mengajar : (1). Keterampilan dan kebiasaan, (2). Pengetahuan dan pengarahan, (3).

Sikap dan cita-cita (sudjana,2004 : 22 ).

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajr adalah kemampuan

keterampilan, sikap dan keterampilan yang diperoleh siswa setelah ia menerima perlakuan

yang diberikan oleh guru sehingga dapat mengkonstruksikan pengetahuan itu dalam

kehidupan sehari-hari.

Dari definisi-definisi diatas model pembelajaran cooperative GI ( Group Investigation)

adalah tipe pemebelajaran cooperative yang melibatkan siswa sejak perencanaan, baik dalam menetukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Model

pembelajaran ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam

(10)

Pusat dari investigasi kelompok adalah perencanaan cooperative murid dalam melakukan penyelidikan terhadap topik yang telah diidentifikasikan. Anggota kelompok

mengambil peran dalam menentukan apa yang mereka selidiki, siapa yang akan mengerjakan

dan bagaiman mereka mempresentasikan hasil secara keseluruhan didepan kelas. Kelompok

pada pembelajaran berbasis investigasi kelompok merupakan kelompok yang heterogen baik

dari jenis kelamin maupun kemampuannya. Setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang.

Disamping itu guru juga memperhatiakan dan memeriksa setiap kelompok bahwa

mereka mampu mengatur pekerjaanya dan mereka membantu setiap permasalahan yang

dihadapi di dalam interaksi kelompok tersebut.

Pada akhir kegiatan dan dalam penelitian ini merupakan suatu daya yang timbul dari suatu

proses pendidikan yang bertujuan menolong siswa dalam memahami makna dalam materi

akademik yang dipelajari dengan mengembangkan konteks dan dapat membiasakan siswa

melakukan kerjasama dan manfaat sumber belajar dengan baik dari bertanya pada

teman-temannya maupun dari lingkungan sekitar.

Pembelajaran akan lebih hidup dan mendorong proses hasil pemebelajaran siswa lebih

luas dan mendalam sehingga keberhasilan belajar siswa dalam melakukan kegiatan

belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapai.

8. Kajian Teori

A. Pengertian belajar

(Slameto, 2003:2) Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk

memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil

pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Perubahan itu bersifat secara

(11)

sebagai bukti hasil yang diproses. Untuk memahami kegiatan belajar itu perlulah dilakukan

analisis untuk menemukan persoalan-persoalan apa yang terlibat dalam kegiatan ini. Kalau

mengikuti model analis sistem, maka kegiatan belajar tersebut digambarkan sebagai berikut :

Bagan 1. Skema Kegiatan Belajar

Dengan rangka pemikiran seperti yang dikemukakan diatas maka dapat didefinisikan

bahwa belajar mengandung tiga persoalan pokok, yaitu :

1. Persoalan mengenai input, yaitu persoalan mengenai faktor-faktor yang

mempengaruhi belajar.

2. Persoalan mengenai proses, yaitu persoalan mengenai bagaimana belajar itu

bergantung dari prinsip-prinsip apa yang mempengaruhi dari proses belajar.

3. Persoalan mengenai output, yaitu persoalan mengenai hasil belajar.

(Hamalik, 2002:45) belajar tidak hanya mata pelajaran, tetapi juga penyusunan,

kebiasaan, persepsi, kesenangan atau minat, penyesuaian sosial, bermacam-macam

keterampilan lain dan cita-cita . Dengan demikian, seseorang dikatakan belajar apabila terjadi

perubahan pada diri orang yang belajar akibat adanya latihan dan pengalaman melalui

interaksi dengan lingkungan.

B. Model Pembelajaran

1. Definisi Model Pembelajaran

OUTPUT

(12)

Usaha guru dalam membelajarkan siswa bagian yang sangat penting dalam

pencapaian keberhasilan tujan pembelajaran yang sudah direncanakan. Oleh karena itu

pemilihan strategi, metode, pendekatan serta model pembelajaran yang mendukung

merupakan suatu perhatian yang utama. Model pembelajaran mempunyai makna yang

berbeda dengan metode dan strategi. (Trianti 2007 : 6 ) istilah model pembelajaran memiliki

makna yang lebih luas dari pada strategi, model atau prosedur.

Karakteristik . ( Eggen dan Kauchak 2008 : 6 ) model pembelajaran adalah pedoman berupa

program atau petunjuk strategi mengajar yang direncanakan untuk mencapai suatu

pembelajaran.

C. Model pembelajarancooperative

1. Definisi model pembelajaran cooverative

( Solihatin, 2008 : 4 ) cooperative learning mengandung pengertian berkerjasama dalam mencapai tujuan bersama ini dikemukakan oleh Hamid Hasan dalam. Dalam kegiatan

cooperative, siswa secara individual mencari hasil yang menguntungkan bagi seluruh anggota kelompoknya. Dan menurut Slavin dalam ( Solihatin, 2008 : 4 ) mengatakan bahwa

“Pembelajaran cooperative adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan berkerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari 4

sampai 6 orang, dengan struktur kelompoknya yang bersifat heterogen.”

Ditambah oleh ( solihatin, 2008 : 5 ) model pembelajaran cooverative learning

merupakan suatu model pembelajaran yang membantu siswa dalam mengembangkan

pemahaman dan sikapnya sesuai dengan kehidupan nyata di masyarakat sehingga dengan

berkerja secara bersama-sama diantara sesama anggota kelompok akan meningkatkan

motivasi, produktivitas dan perolehan belajar.

Sejalan dengan hal itu Michaels dalam ( Solihatin, 2008 : 6 ) mengungkapkan

(13)

Berdasarkan pernyataan di atas, dapat kita simpulkan bahwa pembelajaran

cooperative memiliki pengertian suatu model pembelajaran yang mengarahkan siswa untuk

berkolaborasi bersama rekannya dengan ketentuan berkerja dalam kelompok dan

menjalankan tugas yang telah terstruktur untuk meningkatkan pemahaman mereka.

D. Lajaran Model Pembelajaran Cooperative Group Investigation

Group investigation merupakan model pembelajaran cooperative yang paling kompleks dan paling sulit untuk diterapkan. Model ini dikembangkan pertama kali oleh

Thelan. Dalam perkembangannya model ini diperluas dan dipertajam oleh Sharan dari

Universitas Tel Aviv. Berbeda dengan STAD dan Jigsaw, siswa terlibat dalam perencanaan

baik topik yang dipelajari dan bagaiman jalannya penyelidikan mereka. Pendekatan ini

memerlukan norma dan struktur kelas yang terlalu rumit daripada pendekatan yang berpusat

pada guru. Pendekatan ini juga memerlukan mengajar siswa keterampilan komunikasi dan

proses kelompok yang lebih baik.

Dalam implementasi tipe Group Investigation ( GI ) guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok dengan anggota 5-6 siswa yang heterogen . kelompok disi dibentuk

dengan mempertimbangkan keakraban persahabatan atau minat yang sama dalam topik

tertentu. Selanjutnya siswa memilih untuk diselidiki, n melakukan penyelidikan yang

mendalam atas topik yang dipilih. Selanjutnya ia menyiapkan dan mempresentasikan

laporannya kepada seluruh siswa.

E. Hasil Belajar

1. Pengertian Hasil Belajar

Belajar dan mengajar adalah konsep yang tidak bisa dipisahakan. Belajar merujuk

(14)

merujuk pada apa yang seharusnya dilakukan oleh siswa dan guru terpadu dalam satu

kegiatan. Diantara keduanya itu terjadi interaksi dengan guru. Kemampuan yang dimiliki

siswa dari proses belajar mengajar saja harus bisa mendapatkan hasil bisa juga melalui

kraetifitas seseorang itu tanpa adanya intervensi orang lain sebagai pengajar. Oleh karena itu

hasil belajar yang dimaksud disini adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki seorang

siswa setelah ia menerima perlakuan dari pengajar ( guru ), seperti yang dikemukakan oleh

Sudjana.

(Sudjana, 2004 : 22 ) hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimilki siswa

setelah menerima pengalaman belajarnya . Sedangkan menurut Horwart Kingsley dalam

bukunya (Sudjana, 2004 : 25 ) membagi tiga macam hasil belajar mengajar : (1).

Keterampilan dan kebiasaan, (2). Pengetahuan dan pengarahan, (3). Sikap dan cita-cita.

(Sudjana, 2004 : 22).

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan

keterampilan, yang diperoleh siswa setelah ia menerima perlakuan yang diberikan oleh guru

sehingga dapat mengkonstruksikan pengetahuan itu dalam kehidupan sehari-hari.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan, hasil belajar merupakan suatu perubahan

yang dimiliki oleh peserta didik yang terjadi akibat kegiatan belajar, perubahan tersebut aspek

kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik dan dapat bertahan selama beberapa periode

waktu.

2. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar

(Sudjana, 2002 : 39 ) faktor dari luar diri siswa yakni lingkungan yang paling dominan

berupa kualitas pembelajaran. (Ali Muhammad, 2004 : 14 ) “belajar adalah suatu perubahan

perilaku, akibat interaksi dengan lingkungannya”. Perubahan perilaku dalam proses belajar

(15)

Dengan demikian belajar dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan dalam diri individu

maka belajar dikatakan tidak berhasil.

Menurut Muhibbin ( Syah, 2005 : 106 ) faktor-faktor yang mempengaruhi hasil

belajar sebagai berikut :

1. Faktor internal (faktor dari dalam diri siswa ), yakni keadaan atau kondisi jasmani dan

rohani siswa.

2. Faktor eksternal (faktor dari luar siswa ), yakni kondisi lingkungan diluar siswa.

Faktor eksternal siswa terdiri dari dua macam, yaitu : lingkungan sosial dan

lingkungan non sosial.

3. Faktor pendekatan belajar (approach to learning ), yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan

pembelajaran materi-materi pelajaran.

F. Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Group Investigation ( GI) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi

Pembelajaran adalah proses, cara, enjadikan orang atau makhluk hidup belajar.

Sedangkan belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian. Sependapat dengan

pernyataan tersebut bahwa pembelajaran adalah proses pengelolaan lingkungan seseorang

yang dengan sengaja dilakukan sehingga memungkinkan ia belajar untuk melakukan atau

mempertunjukkan tingkah laku yang bukan disebabkan oleh proses pertumbuhan yang

bersifat fisik, tetapi perubahan dalam kebiasaan, kecakapan, bertambah berkembang daya

pikir, sikap dan lain-lain.

Berdasarkan uraian di atas dapat menyimpulkan bahwa model pembelajaran adalah

suatu kegiatan atau aktivitas yang dilakukan seseorang untuk mengorganisasi, mengatur

(16)

menanggapi, menguasai dan mengembangkan bahan-bahan pelajaran sehingga terjadi

proses pembelajaran.

9. Hasil Penelitian yang Terdahulu

Nama Judul Metode Variabel yang

(17)
(18)

siswa untuk

belajar lebih

(19)
(20)

1. Kerangaka Pemikiran Kerangka Berpikir

Kegiatan pendidikan adalah suatu proses sosial yang tidak dapat terjadi tanpa

interaksi antar pribadi. Johnson, Johnson dan Smith ( dalam Lic, 2002 : 29 )belajar adalah

suatu proses pribadi, tetapi juga proses sosial yang terjadi ketika masing-masing orang

berhubungan dengan yang lain dan membngun pengertian dan pengetahuan bersama.

Dalam proses ini diharapkan siswa saling mengisi kelebihan dan kekurangan

masing-masing sehingga persaingan dapat ditekan sedemikian rupa maka suasana siswa belajar

dikelas berlangsung secara aktif dan siswa dapat berkerjasama tanpa meninggalkan

kemampuan individualnya. Oleh karena itu, guru dituntut untuk menggunkan berbagai

pendekatan model-model mengajar agar pemebelajaran yang dilaksanakan guru berhasil

sesuai tujuan pemebelajaran ekonomi. Model pemebelajaran di kelas peneliti akan

mengadakan penelitian dengan model cooperative learning. Cooperative learning adalah suatu proses belajar yang membutuhkan partisispasi dan kerjasama dalam kelompok,

(Slavin, 1995 : 3 ) mengatakan bahwa “ccoperative learning dapat memungkinkan siswa untuk belajar konten akademik dan keterampilan-kelterampilan dalam bidang sosial dan

beberapa perilaku sosial, siskap dan kemampuan”.

Keunggulan dari Group Investigation ( GI ) adalah melibatkan siswa sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui

investigasi. Tipe ini menuntut siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam

berkomunikasi maupun dalam keterampilan proses kelompok. Model Group Investigation dapat melatih siswa untuk menumbuhkan kemampuan berpikir mandiri. Keterlibatan siswa

secara aktif dapat terlihat mulai dari tahap pertama sampai dengan tahap akhir

(21)

mendapat kesempatan yang sama untuk menunjang timnya agar mendapat nilai yang

maksimum sehingga termotivasi untuk belajar”. Dengan demikian setiap individu merasa

mendapat tugas sendiri-sendiri sehingga pembelajaran cooperative dapat bermakna dan pembelajaran dapat tercapai secara optimal sesuai dengan harapan kurikulum yakni

dengan diterapkannya model pemebelajaran cooperative tipe Group Investigation dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

10. Asumsi dan Hipotesis 1. Asumsi

Menurut Winarno Surakhmad 2004 ( Agus :12), memberikan definisi asumsi, sebagai

berikut:

Asumsi adalah sesuatu yang dianggap konstan, asumsi menetapkan faktor-faktor yang

diawasi, asumsi dapat berhubungan dengan syarat-syarat, kondisi-kondisi, dan tujuan.

Asumsi memberikan hakekat-hakekat, bentuk-bentuk dan arah argumentasi.

Berdasarkan pengertian asumsi di atas, peneliti merumuskan asumsi sebagai berikut :

a. Kondisi awal antar kelas yang menggunakan model pembelajaran cooperative tipe group investigatioan ( GI ) dengan kelas yang tidak menggunakan model pemebelajaran cooperative tipe group investigation ( GI ) memiliki karakteristik yang relatif sama atau memiliki perbedaan yang tidak signifikan .

b. Lingkungan sekolah dianggap kondusip terhadap pengembangan model

pemebelajaran.

c. Terdapat fasilitas yang mendukung untuk diselengarakan model pembelajaran

cooperative tipe group investigatiaon ( GI ). d. Faktor-faktor

(22)

Dalam suatu penelitian setelah menetapkan asumsi, penelitian membuat dugaan

tentang terjadinya suatu masalah yang perlu diuji kebenaran atau disebut dengan hipotesis.

Menurut Sugiyono (2009:96) :

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian telah

dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan dikatakan sementara karena jawaban yang

diberikan baru didasarka pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta

empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data jadi hipotesis juga dapat dinyatakan

sebagai jawaban teoritis.

Dari rumusan masalah dan kerangka pemikiran di atas, maka penulis menarik suatu

hipotesis sebagai berikut

Kajian pustaka

Penelitian merupakan proses mencari pemecahan masalah melalui prosedur

ilmiah.Tahap-tahap yang harus dilalui menurut prosedur ilmiah bukan hanya dilakukakan

dilabolaturium saja tetapi juga di kancah termaksuk untuk bidang pendidikan.Guru di dalam

menghadapi masalah dengan muridnya, juga dapat menerapkan metode

ilmiah.Langka-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Menghadapi masalah yang perlu dipecahkan.

2. Membatasi dan merumuskan masalah dalam bentuk yang spesifik dan dapat

dikenali dengan jelas.

3. Mengembangkan hipotesis (dugaan) pemecahan masalah.

4. Mengembangkan teknik dan instrument untuk mengumpulkan data yang mengarah

pada pembuktian hipotesis.

(23)

6. Menganalisis data.

7. Menarik kesimpulan dari data yang tersedia menuju pada informasi tentang

terbukti atau tidaknya hipotesis.

Kebanyakan para peneliti yang cukup bertindak hati-hati selalu berusaha mengikuti

langkah-langkah ini.Ketaatan mengikuti langkah-langkah-langkah-langkah ini bukan sekedar ingin taat pada ketentuan

tetapi disebabkan karena ada rasa tanggung jawab yang besar agar apa yang diperoleh

merupakan sesuatu yang pantas diperhitungkan sebagai suatu yang bermakna bagi orang

banyak atas dasar tanggung jawab yang tinggi.

Kegiatan penelitian selalu bertitik tolak dari pengetahuan yang sudah ada. Pada semua

ilmu pengetahuan, ilmuan selalu memulai penelitiannya dengan cara menggali apa-apa yang

telah diketemukan oleh ahli-ahli yang lain dan memanfaatkan penemuan-penemuan tersebut

untuk kepentingan penelitiannya. Hasil penelitian yang sudah berhasil memperkaya khasanah

pengetahuan yang ada biasanya dilaporkan dalam bentuk jurnal-jurnal penelitian. Ketika

peneliti mulai membuat rencana penelitian tidak bisa terhindar dan harus mempelajari

penemuan-penemuan tersebut dengan cara mendalami, mencermati, menelaah dan

mengidentifikasi hal-hal yang telah ada untuk mengetahui apa yang ada dan yang belum ada.

Kegiatan itu biasa dikenal dengan istilah: mengkaji bahan pustaka atau hanya disingkat

dengan kajian pustaka atau telaah pustaka (literature review).

Untuk dapat melakukan penelitian seperti yang seharusnya peneliti dituntut untuk

menguasai sekurang-kurangnya dua hal, yakni bidang yang diteliti dengan cara-cara atau

prosedur melakukan penelitian. Untuk menguasai persyaratan tersebut, (calon) peneliti harus

membaca, membagi berbagai literature. Dengan melakukan kaji literature peneliti akan

memperoleh beberapa manfaat antara lain:

1. Peneliti akan mengetahui dengan pasti apakah

(24)

pernah diteliti orang-orang terdahulu.

2. Dengan mengadakan kajian literature peneliti dapat

mengetahui masalah-masalah lain yang mungkin ternyata lebih menarik

debandingkan dengan masalah yang telah dipilih terdahulu.

3. Dengan mengetahui banyak hal yang tercantum di dalam

literature dan ini yang merupakan suatu terpenting bagi pelaksanaan penelitiannya.

Peneliti akan dapat lancer dalam melaksanakan pekerjaannya. Dalam

tonggak-tonggak tertentu dari langkahnya meneliti, peneliti emang diharuskan untuk mengacu

pada pengetahuan, dalil, konsep atau ketentuan yang sudah ada. Penggunaan acuan

tersebut harus dilakukan dengan menunjuk langsung pada sumber dimana bahan

acuan tersebut diperoleh.

4. Keharusan peneliti mengacu pada pengetahuan, dalil,

konsep atau ketentuan yang sudah ada maka kedudukan peneliti sebagai ilmuan

menjadi mantap, kokoh, tegar, karena dalam kegiatannya tersebut ia beke rja dengan

baik, menggunakan aturan-aturan akademik yang berlaku. Dalam segala tindakannya,

seorang ilmuwan harus berani mengemukakan apa yang ia lakukan terhadap ilmu,

bertindak jujur, dan sanggup mengakui kelebihan orang lain. Itulah sebabnya peneliti

dalam menggunakan acuan pengetahuan, dalil dan konsep dari penemuan orang lain

tersebut, harus secara jujur menyebutkan siapa penemunnya (siapa yang

mengemukakannya), tertera dalam literature apa, halaman berapa, sumber yang

diterbitkan oleh penerbit mana, tahun berapa, dengan menyebutkan sumber pustaka

secara lengkap ini dimaksudkan agar apabila ada peneliti atau orang lain ingin

menelusuri lebih jauh tentang penemuan tersebut, dapat dengan mudah

melakukannya.

(25)

Akuntansi merupakan pelajaran yang membutuhkan kecerdasan emosional dan

disiplin belajar dalam proses belajarnya, agar didapat pemahaman sehingga prestasi belajar

dapat tercapai secara optimal. Hal ini dikarenakan dalam mata pelajaran tersebut mempelajari

tata cara pembukuan serta pelaporan-pelaporan keuangan, dimana setiap transaksi keuangan

perlu dianalisis. Pada setiap penyelesaiannya dibutuhkan ketenangan, ketelitian maupun

kondisi emosional yang stabil, dan suasana belajar yang menyenangkan. Peran guru

diharapkan mampu merancang, memenej, dan memaintance apa yang distandarkan menjadi

pembelajaran yang berhasil dan efektif. Guru mampu menciptakan pembelajaran yang

bermakna dan pada akhirnya dapat menumbuhkan motivasi pada pembelajar-pembelajar

untuk mau dan mampu menerapkan ilmu yang disajikan oleh gurunya.

Kegiatan Belajar mengajar yang paling mengena adalah bagaimana tujuan

pembelajaran berhasil dan efektif dengan cara yang nyaman dan menyenangkan. Kurikulum

yang sekarang berlaku memberikan keleluasan pada guru untuk merancang pembelajaran

sesuai dengan kompetensi siswa melalui penetapan model-model pembelajaran sebagai

strategi bagi guru untuk mengekplorasi diri di kelas.

Menurut Amaryllia puspasari (2009: 13) Kadang kala kesulitan seorang anak dalam

menghadapi pelajaran akuntansi lebih disebabkan adanya ketakutan yang berlebihan,

akhirnya soal akuntansi yang mudah jadi terlihat rumit untuk dikerjakan, mengapa? Kondisi

guru yang terlalu tegas dan tidak segan memberikan hukuman membuat seorang anak

merasa cemas dan tidak mampu menyerap maupun memahami pelajaran akuntansi yang

diberikan namun beda halnya jika terjadi pada murid yang memiliki kecerdasan emosional

tinggi mereka akan merasa tertantang dan termotivasi untuk hukuman yang diberikan serta

(26)

Keberhasilan belajar siswa dapat diketahui dari proses belajar. Prestasi belajar tidak lepas dari

belajar, karena belajar itu sendiri merupakan suatu proses perubahan tingkah laku yang

mengakibatkan adanya interaksi antara peserta didik dengan lingkungan belajarnya yang dapat

menimbulkan pengalaman bagi individu. Untuk mengetahui sejauh mana perubahan tingkah laku

tersebut pengajar atau pendidik dapat melakukan penilaian setelah peserta didik melakukan proses

belajar.

Marsun dan Martaniah dalam Sia Tjundjing (2000:71) berpendapat bahwa:

Prestasi belajar merupakan hasil kegiatan belajar, yaitu sejauh mana peserta didik

menguasai bahan pelajaran yang diajarkan, yang diikuti oleh munculnya perasaan puas

bahwa ia telah melakukan sesuatu dengan baik. Hal ini berarti prestasi belajar hanya bisa

diketahui jika telah dilakukan penilaian terhadap hasil belajar siswa.

Siswa dapat memperoleh prestasi yang gemilang apabila telah mengikuti proses belajar

mengajar dengan sungguh-sungguh. Prestasi belajar yang diperoleh individu merupakan

hasil interaksi berbagai faktor yang mempengaruhinya baik dalam diri (internal) maupun

luar diri (eksternal).

H. Asumsi dan Hipotesis Asumsi

Sebelum penyusun mengemukakan asumsi dalam penelitian ini, terlebih dahulu

penyusun akan mengemukakan pengertian asumsi. Menurut Winarno Surakhmad 2004

( Agus :12), memberikan definisi asumsi, sebagai berikut:

Asumsi adalah sesuatu yang dianggap konstan, asumsi menetapkan faktor-faktor

yang diawasi, asumsi dapat berhubungan dengan syarat-syarat, kondisi-kondisi, dan

(27)

Berdasarkan pengertian asumsi di atas, maka untuk mempermudah penelitian,

penyusun menentukan asumsi sebagai berikut : Metode drill and practice dianggap

berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa kelas X Akuntansi di SMK PAJAJARAN

Bandung.

Hipotesis

Dalam suatu penelitian setelah menetapkan asumsi, penelitian membuat dugaan

tentang terjadinya suatu masalah yang perlu diuji kebenaran atau disebut dengan hipotesis.

Menurut Sugiyono (2009:96) :

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian

telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan dikatakan sementara karena jawaban

yang diberikan baru didasarka pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta

empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data jadi hipotesis juga dapat dinyatakan

sebagai jawaban teoritis.

Dari rumusan masalah dan kerangka pemikiran di atas, maka penulis menarik suatu

hipotesis sebagai berikut ” Metode pembelajaran drill and practice besar pengaruhnya

terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Akuntansi sub pokok bahasan akuntansi

kelas X SMK PAJAJARAN Bandung “

I. Definisi Operasional

Untuk menghindari kesalahan dalam menafsirkan judul skripsi ini serta acuan

penelitian maka penulis mendefinisikan variable-variable yang terkait sebagai berikut :

1. Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang, benda) yang ikut

(28)

2. Metode adalah suatu rencana, pola atau pengaturan kegiatan guru dan peserta didik yang

menunjukkan adanya interaksi antara unsur-unsur yang terkait dalam pembelajaran,

yakni guru, peserta didik, dan media termasuk bahan ajar atau materi subjeknya (Anna

Poedjiadi, 2005: 119).

Metode menurut Mills (1989) dalam LPMP Jawa Barat sebagai proses aktual yang

memungkinkan seseorang atau kelompok orang mencoba bertindak berdasarkan model. Hal

itu merupakan interpretasi atas hasil observasi dan pengukuran yang diperoleh dari beberapa

sistem.

Jadi metode ialah hubungan yang terjalin antar elemen dalam kegiatan belajar

mengajar (KBM). Dalam penelitian ini yang dijadikan model adalah model pembelajaran

inkuiri terpimpin pada konsep fotosintesis. Metode drill and practice adalah cara mengajar

yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu, juga sebagai sarana untuk

memelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik, selain itu metode ini dapat digunakan untuk

memperoleh suatu ketangkasan, ketepatan, kesempatan dan keterampilan sebagai suatu

metode yang diakui.

Dari berbagai pendapat para ahli tentan metode pembelajaran, pada intinya bahwa

model pembelajaran sebagai arahan atau panduan untuk dipraktekkan dalam mengajar oleh

guru yang tersusun secara sistematis dalam pencapaian tujuan pembelajaran.

Prestasi Belajar menurut Marsun dan Martaniah 2000.( dalam Devi 2005: 1 )

merupakan hasil kegiatan belajar, yaitu sejauh mana peserta didik menguasai bahan pelajaran

yang diajarkan, yang diikuti oleh munculnya perasaan puas bahwa ia telah melakukan sesuatu

dengan baik. Hal ini berarti prestasi belajar hanya bisa diketahui jika telah dilakukan

penilaian terhadap hasil belajar siswa”. Metode drill and practice adalah cara mengajar yang

(29)

kebiasaan-kebiasaan yang baik, selain itu metode ini dapat digunakan untuk memperoleh

suatu ketangkasan, ketepatan, kesempatan dan keterampilan sebagai suatu metode yang

diakui. Tujuan dan manfaat drill and practice pertama kali digunakan disekolah sekolah tua

diamerika sebagai cara untuk:

1. Memacu kemampuan dasar motorik.

2. Memacu kebiasaan dan mental agar yang dipelajari siswa dapat lebih mengena dan

berarti, tepat, dan berguna. Hal-hal diatas akan berhasil apabila siswa juga mengerti

konteks keseluruhan dari akibat drill and practice atau kegunaan bagi dirinya sendiri. 3. sangat efektik karena dapat dikerjakan individu atau berkelompok maupun kelompok

besar dalam skala 1 kelas. Secara umum teknik mengajar ini biasanya digunakan untuk

tujuan siswa.

4. Memiliki keterampilan motoris atau gerak seperti kata-kata dan menulis dengan

menggunakan alat atau membuat suatu benda, melaksanakan gerak dalam olah gerak.

Mengembangkan kecakapan intelek seperti mengalikan, membagi, menjumlah,

mengurangi, menarik akar dalam hitung mencongak.

5. Memiliki kemampuan menghubungkan antara suatu keadaan dengan hal yang lain seperti

penggunaan lambang atau simbol. J. Populasi Dan Sampel

Populasi

Populasi digunakan untuk mempermudah penelitian yang akan dilakukan . menurut

Sugiyono (2009:117) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas, obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk

dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya.

Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga benda-benda alam yang lain. Populasi

bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/ subyek yang dipelajari, tetapi meliputi

seluruh karakteristik/ sifat yang dimilki oleh subyek/ obyek itu. Pada penelitian ini

penulis mengambil sampel sebanyak 18 siswa dari 1 kelas yaitu kelas X.

(30)

Tabel 1

Populasi Siswa Kelas X SMK PAJAJARAN BANDUNG Tahun Ajaran 2011 /2012

N

o

Kelas Jumlah

1. X

Akuntansi

18

Jumlah 18

Berdasarkan uraian di atas maka penulis menggunakan populasi sebanyak 18 siswa,

sampel ini diambil dari jumlah keseluruhan siswa X Akuntansi di SMK PAJAJARAN

Bandung.

Sampel

Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti, dinamakan penelitian

sampel karena apabila kita bermaksud untuk menggeneralisasikan hasil penelitian sampel.

Yang dimaksud dengan menggeneralisasikan adalah mengangkat kesimpulan penelitian

sebagai suatu yang berlaku bagi populasi.

Pengambilan sampel harus dilakukan sedemikian rupa sehingga diperoleh sampel

(contoh) yang dapat benar-benar berfungsi.Menurut Nawawi (1997:44) menyatakan

bahwa sampel adalah sebagian dari populasi yang menjadi sumber data sebenarnya dalam

suatu penulisan, sehingga individu yang diselidiki itu sebagai sampel atau contoh.

K. Metode Penelitian

Metode ialah suatu kerangka kerja untuk melakukan suatu tindakan, atau suatu

kerangka berfikir menyusun gagasan, yang beraturan, berarah dan berkonteks, yang paut

(31)

suatu kesatuan.

Penelitian (research) ialah suatu kegiatan mengkaji (study) secara teliti dan teratur dalam suatu bidang ilmu menurut kaidah tertentu. Kaidah yang dianut ialah metode.

Mengkaji ialah suatu usaha memperoleh atau menambah pengetahuan. Jadi, meneliti

dilakukan untuk memperkaya dan meningkatkan kefahaman tentang sesuatu.

Metode penelitian meliputi prosedur dan tata cara melakukan verifikasi data yang

diperlukan untuk memecahkan masalah atau menjawab masalah penelitian termasuk untuk

menguji hipotesis. Berdasarkan hal tersebut, Nana Sujana (2001:16) mengemukakan bahwa

”Metodologi penelitian akan memberikan petunjuk terhadap pelaksanaan penelitian atau

petunjuk bagaimana penelitian itu dilaksanakan”. Dalam penelitian ini, penulis menggunkan

metode Assosiatif .

Pengertian lain mengenai metode Assosiatif menurut Sugiyono (2009 :57)

mengungkap dalam bukunya bahwa:

Metode Assosiatif adalah rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan

hubungan antara dua variabel atau lebih.

Hubungan Kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat. Jadi disini ada variabel

independen ( variabel yang mempengaruhi ) dan dependen ( dipengaruhi ).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penerapan metode

Pembelajaran drill and practice dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi .

Untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh antara ke-dua variabel tersebut, maka

penulis menggunakan metode Assosiatif. Dengan demikian, penelitian ini dilakukan dengan

cara pengumpulan data mengenai Pengaruh Metode Pembelajaran drill and practice dengan

prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi dengan tujuan memperoleh suatu

(32)

menyusun dan mengklasifikasikannya untuk kemudian dianalisis dan diinterprestasikan

sedemikian rupa secara kuantitif.

Dalam melakukan suatu penelitian, maka diperlukan data-data atau sumber informasi

yang dapat dipercaya. Pada penelitian ini, penulis melakukan penelitian dengan

menggunakan :

a. Metode survey

Metode survey yang digunakan adalah dengan tingkat eksplanasi asosiasi kausalitas (

Sugiyono, 2009: 12 ). Penelitian dengan metode digunakan untuk mendapatkan data dari

tempat tertentu yang alamiah (bukan buatan), tetapi peneliti melakukan perlakuan dalam

pengumpulan data misalnya dengan mengedarkan quesioner, test, wawancara dan

sebagainya.

b. populasi

Populasi digunakan untuk mempermudah penelitian yang akan dilakukan . menurut

Sugiyono (2009:117) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas, objek/ subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk

dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya.

Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga benda-benda alam yang lain.Populasi

bukan sekedar jumlah yang ada pada objek / subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh

karakteristik / sifat yang dimilki oleh subjek / objek itu. Pada penelitian ini penulis

mengambil populasi sebanyak 20 siswi dari X kelas yaitu kelas X Akuntansi.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah

1. Penelitian lapangan ( field research )

Yaitu penulis melakukan peninjauan langsung ke sekolah yang diteliti.

(33)

a. Wawancara.

Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Pada metode ini peneliti

dan responden berhadapan langsung ( face to face ) untuk mendapatkan informasi secara li san dengan tujuan mendapatkan data yang dapat menjelaskan

permasalahan penelitian.

Pada penelitian ini penulis menerapkan jenis wawancara berstruktur dimana

wawancara berstruktur adalah wawancara yang dilakukan dengan mengajukan

beberapa pertanyaan secara sistematis dan pertanyaan yang diajukan telah disusun

sebelumnya

b. Studi Dokumentasi

Menurut Buchari Alma (2008) : Dokumentasi adalah ditujukan untuk memperoleh

data langsung dari tempat penelitian, meliputi buku-buku yang relevan,

peraturan-peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, film dokumenter, data yang relevan penelitian.

Dalam hal ini studi dokumentasi dilakukan peneliti dengan cara mencari data tentang

prestasi belajar siswa, yaitu nilai raport pada semester ganjil tahun pelajaran

2011/2012 untuk mata pelajaran akuntansi serta dokumentasi lain yang di perlukan

dalam penelitian ini.

c. Angket

Menurut sugiyono (2009:199), angket adalah teknik pengumpulan data yang

dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau peryataan tertulis

kepada reponden untuk dijawabnya.. Sedangkan menurut Arikunto (2003 : 140),

angket atau quesioner merupakan sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk

memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal

yang ia ketahui.

(34)

ini sebagai teknik untuk mengetahui identifikasi upaya guru mata pelajaran akuntansi

dalam memberikan pembelajaran di kelas, khsusnya dalam melakukan kinerja

pengelolaan kelas guna peningkatan prestasi belajar siswa kelas X di SMK

PAJAJARAN Bandung.

Secara teknis, penulis menggunkan angket (kuesioner) tertutup, artinya responden

menjawab pertanyaan yang sudah disediakan oleh penulis. Adapun alasan penulis dalam

memilih dan menggunkan angket tertutup yaitu untuk mempermudah responden menjawab

pertanyaan sekaligus mempermudah penulis dalam mengolah data yang dihasilkan.

Selanjutnya menurut Leana Maelana (2008:87), bahwa angket tertutup memiliki

keunggulan tersendiri. Adapun keunggulan yang dimaksud adalah:

1. Penulis lebih mudah mengolah data

2. Waktu yang diperlukan tidak terlalu lama

3. Dapat digunakan dalam pengumpulan data atau keterangan dari responden dalam

waktu yang cukup singkat dengan menghemat waktu, tenaga dan biaya.

4. Setiap responden menghadapi pertanyaan yang sama, baik isi atau susunanaya sehingga

memberikan kemudahan dalam proses pengolahan data selanjutnya.

5. Responden mempunyai kebebasan untuk memberikan jawaban atas pertanyaan yang

diajukan.

6. Responden mempunyai waktu yang cukup untuk menjawab pertanyaan.

Menurut Arikunto (2003 :137), angket tertutup berarti angket yang disajikan dalam

bentuk sedemikian rupa sehingga responden tinggal memberikan tanda silang (X) pada

kolom atau tempat yang sesuai. Penentuan skala tertutup ini atas pertimbangan bahwa dengan

angket tertutup ini memudahkan responden untuk memilih serta adanya keseragaman

(35)

Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert. Menurut Sugiono

(2009: 134), skala Likert adalah skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan

persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.

Penelitian ini hendaknya mengukur sikap siswa, maka berdasarkan penjelasan diatas,

penulis menggunakan skala Likert dan skala scale dengan pemberian skor-skor yang

ditentukan pada setiap butir-butir pertanyaan. Penskoran untuk angket didasarkan pada skala

Likert, diamana setiap option terdiri dari lima katagori yang diberi skala nilai. Adapun penentuan nilai yang sesuai dengan pendapat Sugiyono (2009:134) adalah sebagai berikut:

Keterangan Skor

1. Sangat tepat / sangat positif 4

2. Tepat / positif 3

3. Netral / kadang-kadang 2

4. Tidak tepat / hampir tidak pernah / negatif 1

5. Tidak tepat sekali / sangat negatif 0

Penskoran skala sikap digunakan yaitu dengan skala Likert. Setiap option yang terdiri dari lima katagori skla nilai. Adapun penentuan skala nilai sesuai dengan pendapat Sugiyono

(2009:134) adalah sebagai berikut:

Keterangan Skore

1. Sangat senang / selalu / sangat positif 4

2. Senang / positif 3

3. Netral / kadang-kadang / netral 2

4. Tidak senang / hampir tidak pernah / negatif 1

5. Tidak senang sekali / sangat negatif 0

L. Operasional Variabel

Arikunto, ( 2006 ) Operasional adalah seperangkat petunjuk yang lengkap tentang apa

yang harus diamati dan bagaimana mengukur suatu variable atau konsep definisi operasional

tersebut membantu kita untuk mengklasifikasikan gejala di sekitar ke dalam kategori khusus

(36)

Variabel merupakan salah satu unsur yang mendasari penelitian ilmiah. Variabel

sesungguhnya adalah terdiri dari konsep-konsep yang digunakan pada suatu penelitian.

Variable asimetris merupakan hubungan variabel yang satu mempengaruhi variable yang lain

dan berasal dari konsep yang sama. Operasional variable ( FKIP UNPAS,2009 : 26 ) yaitu

perumusan variabel kedalam bentuk indikator-indikator yang dapat di amati serta dapat

diukur.

Dimana penggambaran hubungan variable asimetris sebagai berikut :

Variabel Bebas : Variabel Terikat:

X Y

Pada penelitian ini terdapat dua variabel penelitian yaitu :

1. Variabel Bebas (X )

Menurut Sugiyono (2009 : 61 ) variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi

atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat. Dalam penelitian

ini variabel bebas yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab adalah Kinerja

pengelolaan kelas .

Dalam penelitian ini, hal yang menjadi variable bebas atau variable X dengan

indikator- indikatornya dapat diuraikan sebagai berikut :

N

o

Variabel Bebas ( X ) Indikator

1. Kinerja Metode Pembelajaran

drill and practice

a. Keterampilan guru dalam

menyampaikan materi didalam

kelas

b. Masalah yang terjadi dan di

hadapi Siswa dalam proses KBM.

(37)

dilakukan siswa dalam proses

KBM.

2. Variabel Terikat (Y )

Menurut Sugiyono (2009 :61 ) variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Variabel Y dari penelitian ini adalah

Prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di SMK PAJAJARAN Bandung.

Dalam penelitian ini, hal yang menjadi variable terikat atau variable Y dengan

indikator- indikatornya dapat diuraikan sebagai berikut :

N Variabel Terikat ( Y ) Indikator

1

.

Prestasi Belajar Siswa Pada

Mata Pelajaran Akuntansi

a. Nilai ulangan harian mata

pelajaran akuntansi.

b. Nilai sikap dan perilaku pada saat

mengikuti pembelajaran

akuntansi yang dilaksanakan oleh

guru ( Pendidik )

c. Nilai tugas semester genap untuk

mata pelajaran akuntansi.

M. Teknik Pengolahan Data

Pada penelitian skripsi ini teknik pengolahan data yang digunakan adalah:

1. Uji Validitas

Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil quesioner yang diberikan kepada

responden, kemudian dilakukan pengujian terhadap quesioner untuk mengukur tingkat

kebaikan kuesioner, maka dapat dilakukan analisis validitas dan reliabilitas quesioner.

(38)

apa yang ingin diukur dalam penelitian. Suatu pertanyaan dikatakan valid dan dapat

mengukur variabel penelitian yang dimaksud jika nilai koefisien validitasnya lebih dari atau

sama dengan 0.300 (Robert M Kaplan dan Dennis Saccuzo, 2003 , dalam bukunya

Psycological Testing).

Reliabilitas menunjukkan sejauh mana tingkat kekonsistenan pengukuran dari suatu

responden ke responden yang lain atau dengan kata lain sejauh mana pertanyaan dapat

dipahami sehingga tidak menyebabkan beda interpretasi dalam pemahaman pertanyaan

tersebut. Sekumpulan pertanyaan untuk mengukur suatu variabel dikatakan reliabel dan

berhasil mengukur variabel yang kita ukur jika koefisien Sebesar lebih besar dari 0.7

(Robert M Kaplan dan Dennis Saccuzo, 2003, dalam bukunya Psycological Testing).

Uji validitas dilakukan untuk mengetahui tingkat ketepatan data. Dapat dihitung

dengan menggunakan perhitungan Korelasi Product Moment.

Rumus:

rxy= n

XiYi

(

Xi

) (

Yi

)

{

n

Xi2

(

Xi

)

2

}{

n

Yi2

(

Yi

)

2

}

dengan batasan :

a) Apabila r = 0 atau mendekati 0 maka hubungan antara kedua variabel

sangat lemah atau tidak ada hubungan sama sekali.

b) Apabila r = + 1 atau mendekati 1, maka hubungan kedua variabel

kuat sekali atau cukup kuat dan mempunyai gubungan searah.

c) Apabila r = - 1 atau mendekati -1, maka hubungan kedua variabel

kuat sekali atau cukup kuat dan mempunyai gubungan yang berlawanan.

Setelah melakukan perhitungan dengan perhitungan korelasi product moment, lalu

(39)

interpretasi berikut ini:

Selanjutnya adalah dengan pengujian reliabilitas instrumen penelitian berupa skor

yang memiliki tingkatan (ordinal) dapat dihitung menggunakan persamaan koefesien-α ( Cronbach, 2001 )dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

α=

[

k

mengkuadratkan koefisien korelasi yang telah ditemukan dari perhitungan Product Moment

(40)

Rumus:

Dimana :

KD = Koefisien Determinan

r = Nilai Koefisien Korelasi

2. Uji Keberartian Regresi

Pengujian untuk uji keberartian model regresi dilakukan dengan uji statistik t .

Langkah-langkah uji keberartian model regresi sebagai berikut :

Menentukan hipotesis statistik

Hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini berkaitan dengan ada atau tidaknya hubungan

yang signifikan antara variabel bebas atau independent terhadap variabel terikat atau

dependen. Adapun perumusan hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif (H1), adalah sebagai

berikut:

H0 : Tidak terdapat hubungan fungsional antara kinerja pengelolaan kelas (X)

dengan prestasi belajar siswa (Y) pada mata pelajaran Akuntansi

H1 : Terdapat hubungan fungsional antara kinerja pengelolaan kelas (X) dengan

prestasi belajar siswa (Y) pada mata pelajaran Akuntansi

3. Uji Keberartian Koefisien Korelasi statistik

Pengujian untuk uji keberartian koefisien korelasi dilakukan dengan uji statistik t .

Langkah-langkah uji keberartian koefisien korelasi sebagai berikut:

1. Menghitung nilai t untuk mengetahui apakah koefisien korelasi

signifikan atau tidak. perumusan hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif (H1) adalah

sebagai berikut:

(41)

Ho :  yx 0(Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kinerja pengelolaan kelas

dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi )

H1 :  yx 0 (Terdapat hubungan yang signifikan antara kinerja pengelolaan kelas dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi )

Statistik Uji :

t=r

(n−2)

(1−r)2

Dimana :

r = koefisien korelasi

n = jumlah data

2. Hasil t hitung dibandingkan dengan t tabel dengan kriteria :

a. Ho diterima jika nilai hitung statistik uji (t hitung) berada di daerah penerimaan

Ho, dimana t tabel < t hitung < t tabel

b. Ho ditolak jika nilai hitung statistik uji (t hitung) berada didaerah penolakan Ho,

dimana t tabel ≥ thitung ≤ t tabel

Selanjutnya digunakan tabel distribusi “t” pada derajat kebebasan (dk)=n-2 untuk

(42)
(43)

1 Pendaftaran Sidang 1 Sidang Skripsi 1 Wisuda

DAFTAR PUSTAKA

Berdiati, Ika. 2010 Pembelajaran Bahasa Iindonesia Berbasis Drill and Practice Bandung: Sega Arsy.

Syamsulbachri. Asep. 2007. Pengantar Strategi Belajar Mengajar. Bandung : FKIP Universitas Pasundan.

Sugiyono. 2009 . Metode Penelitian Pendidikan . Bandung Alfabeta

Syamsulbachri, Asep. 2007. Diklat Kuliah Pendidikan Pembelajaran Akuntansi Persekolahan . Bandung : FKIP Universitas Pasundan.

(44)

Gambar

Tabel 1
Tabel 2Interpretasi Koefisien Korelasi

Referensi

Dokumen terkait

: KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG PENUGASAN SURVEI PENDAHULUAN PANAS BUMI KEPADA PT BUMI LESUGOLO ENERGI Dr WILAYAH LESUGOLO-LOWOGERU,

Kalimat min nafs w ā h}idah dalam al-Qur’an menurut Tafsir Al-Azhar memiliki dua tujuan yaitu pertama hendaklah manusia bertaqwa kepada Allah karena sesungguhnya orang

Frekuensi jawaban responden untuk variabel sistem pengendalian intern pemerintah menunjukan bahwa persepsi tentang sistem pengendalian intern pemerintah dalam bentuk

Dari uraian latar belakang di atas, maka dapat diperoleh suatu rumusan masalah yaitu bagaimana membuat suatu alat pembangkit pola video untuk monitor komputer komputer yang

Pada penelitian ini diketahui bahwa pada saat melakukan proses elektroplating dengan menggunakan media gel elektrolit memiliki pengaruh yang berbanding lurus dengan

Cuando necesite hacer referencia a una fuente cuyo autor no ha podido identificar con precisión, cite las primeras dos o tres palabras del título, seguido por el año.. en el

Selama proses penelitian, analisis dilakukan, akan muncul pertanyaan-pertanyaan yang dijadikan dasar untuk melacakterus kasus yang diteliti sampai diperoleh data anggota

Penanganan tiang kayu sederhana dan harganya yang jauh lebih murah dibandingkan dengan tiang baja atau menara. kayu merupakan isolasi yang baik terhadap petir. Namun