• Tidak ada hasil yang ditemukan

CURIOSITY, PEMANFAATAN TEKNOLOGI, DAN OPTIMISME MENGHADAPI MASA DEPAN (Studi Kasus Kelas XI Bahasa MAN 1 Kabupaten Magelang Tahun 2016) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Kewajiban dan Melengkapi Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "CURIOSITY, PEMANFAATAN TEKNOLOGI, DAN OPTIMISME MENGHADAPI MASA DEPAN (Studi Kasus Kelas XI Bahasa MAN 1 Kabupaten Magelang Tahun 2016) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Kewajiban dan Melengkapi Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)"

Copied!
154
0
0

Teks penuh

(1)

CURIOSITY

, PEMANFAATAN TEKNOLOGI, DAN

OPTIMISME MENGHADAPI MASA DEPAN

(Studi Kasus Kelas XI Bahasa MAN 1

Kabupaten Magelang Tahun 2016)

S K R I P S I

Diajukan untuk Memenuhi Kewajiban dan Melengkapi Syarat

guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)

Oleh:

AULIYA PUTRI ISDARYANTI

NIM: 111-13-295

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)

vii

MOTTO















Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu[98], dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu

mengingkari (nikmat)-Ku.

“Barang siapa yang mencoba memperbaiki

dirinya dan ibadahnya, maka dia juga sedang

(8)

viii

PERSEMBAHAN

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat serta karuniaNya, skripsi ini penulis persembahkan untuk:

1. Bapak dan Ibuku tersayang, Indihartro dan Siti Banati yang senantiasa membimbing, merawat, mendidik dan memberikan kasih sayang sedari kecil sampai sekarang, semoga Allah SWT memberikan kesehatan, umur panjang dan rezeki yang barokah dan bermanfaat untuk beliau.

2. Tiga saudara kandungku, Anton Tri Susilo (Mas Aan), Satria Catur Nugroho (Mas Tiyak), Ahmad Farhan Bagus Santoso (Mas Bagus) yang selalu mendukung, membantu dan sayang kepadaku dari sejak aku kecil hingga dewasa kini. Tak lupa kepada saudara iparku Sofi Apriliyani (Mbak Sofi) isteri dari kakakku yang kedua yang selalu menasihatiku, dan kedua keponakanku Daniswara Fatih Al Malik (Danis) serta adiknya Albelano Raksa Ghani Al Khalifi (El) yang sangat aku sayangi pula. 3. Seluruh keluargaku yang selalu mendo‟akan dan memotivasi, agar dapat

menyelesaikan skripsi ini.

4. Bapak Dr.Imam Sutomo,M.Ag selaku dosen Pembimbing Skripsi. 5. Ketua Jurusan PAI, Ibu Siti Rukhayati, M.Ag.

6. Bapak dan Ibu dosen yang selalu membimbing dengan penuh kesabaran. 7. Sahabat-sahabatku yang selalu memotivasi, menyemangati, mendukung

dan menemani, Shinta Amalia, Setiati Prihatini, Arina Nurul Izza, Windi Lestiyanti, Siti Mahmudah dan masih banyak lagi yang tidak bisa ditulis satu persatu.

8. Teman-teman seperjuangan angkatan 2013, khususnya jurusan PAI yang

sudah mendo‟akan dan membantu terselesainya skripsi ini.

9. Muhammad Fadhil yang selalu memotivasi, membantu dan sering

mendo‟akan agar skripsi ini segera selesai.

10.Pihak-pihak lain yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang

(9)

ix

KATA PENGANTAR

ميحرلا نحمرلا للها مسب

Puji syukur alhamdulillahirobbil’alamin, penulis panjatkan kehadirat

Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah da ntaufiqnya, sehingga

penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini. Sholawat serta salam kami

haturkan kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW, kepada keluarga,

sahabat, serta para pengikutnya yang selalu setia dan menjadikannya suri

tauladan, yang mana beliaulah satu-satunya umat manusia yang dapat

mereformasi umat manusia dari zaman kegelapan menuju zaman terang

benderang yakni dengan ajaran agama Islam.

Skripsi ini penulis susun dalam rangka memenuhi tugas dan melengkapi

syarat guna untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan. Adapun judul skripsi

iniadalah “CURIOSITY, PEMANFAATAN TEKNOLOGI, DAN

OPTIMISME MENGHADAPI MASA DEPAN (Studi Kasus Kelas XI Bahasa MAN 1 Kab. Magelang Tahun 2016)”.

Penulisan skripsi ini tidak lepas dari berbagai pihak yang telah

memberikan dukungan moril maupun materil. Oleh karena itu, dengan penuh

kerendahan hati, penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Dr. H. Rahmat Hariyadi, M.Pd. selaku Rektor IAIN Salatiga

2. Bapak Suwardi, M.Pd. selaku Dekan FakultasTarbiyah dan Ilmu Keguruan

(10)

x

3. Ibu Siti Rukhayati, M. Ag. Selaku Ketua Jurusan PAI IAIN Salatiga

4. Bapak Dr. Imam Sutomo, M.Ag., yang selalu sabar menyempatkan waktunya

untuk membimbing dan membina saya dalam proses pembuatan skripsi ini.

5. Seluruh Dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan PAI IAIN

Salatiga yang telah berkenan memberikan ilmu pengetahuan ketarbiyahan

kepada penulis dan pelayanan hingga studi ini dapat selesai.

6. Bapak dan Ibu tercinta yang selalu memberikan dukungan baik moril maupun

spiritual serta senantiasa berkorban dan berdoa demi tercapainya cita-cita.

7. Saudara-saudara dan sahabat-sahabat semua yang telah membantu

memberikan dukungan dalam penyelesaian skripsi ini.

8. Semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu yang telah

membantu dalam penulisan skripsi ini.

Semoga amal mereka diterima sebagaiama ibadah oleh Allah SWT serta

mendapatkan balasan yang berlipat ganda. Penulis sadar bahwa dalam penulisan

ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnan. Oleh karena itu, dengan

kerendahan hati penulis mohon saran dan kritik yang sifatnya membangun demi

kesempurnaan penulisan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi

penulis khususnya maupun pembaca pada umumnyadan memberikan sumbangan

bagi pengetahuan dunia pendidikan. Amin yarobbal „alamin.

(11)

xi

ABSTRAK

Isdaryanti Putri, Auliya. 2017. Curiosity, Pemanfaatan Teknologi, dan Optimisme Menghadapi Masa Depan (Studi Kasus Kelas XI Bahasa MAN 1 Kab. Magelang Tahun 2016)

Kata Kunci: Curiosity, Pemanfaatan Teknologi dan Optimisme Menghadapi Masa Depan

Penelitian ini membahas tentang tingkat curiosity (rasa ingin tahu), tingkat pemanfaatan teknologi dan tingkat optimisme menghadapi masa depan pada siswa-siswi kelas XI Bahasa MAN 1 Magelang. Seberapa tinggi tingkat curiosity (rasa ingin tahu) siswa yang dapat mempengaruhi tingkat optimisme siswa dalam menghadapi masa depan, Seberapa besar pengaruh pemanfaatan teknologi pada optimisme siswa dalam menghadapi masa depan. Dan bagaimana pengaruh curiosity (rasa ingin tahu) dan pemanfaatan teknologi siswa dapat mempengaruhi tingkat optimisme mereka dalam menghadapi tantangan di masa yang akan datang.

Penelitian ini menggunakan metode observasi berupa pengumpulan angket/ kuesioner yang disebarkan kepada responden, seluruh siswa siswi kelas XI Bahasa MAN 1 Kabupaten Magelang tahun 2016. Uji validitas untuk mengukur ketepatan instrumen yang akan disebarkan. Uji realibilitas untuk mengukur kemantaban instrumen yang disebarkan. Uji regresi sebagai pengukur keterkaitan antara variabel satu dengan yang lainnya. Uji statistik t untuk mengetahui masing-masing koefisien regresi signifikan atau tidak terhadap variabel dependen , dan Uji statistik f bertujuan untuk menguji simultalita pengaruh parsial atau bersama-sama variabel. Hipotesis penelitian ini bahwa tidak ada pengaruh antara curiosity, pemanfaatan teknologi, terhadap optimisme menghadapi masa depan siswa kelas XI Bahasa MAN 1 Magelang. Pengolahan data diuji menggunakan SPSS 24.0 for windows.

(12)

xii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN BERLOGO ... ii

HALAMAN DEKLARASI ... iii

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ... iv

HALAMAN NOTA PEMBIMBING ... v

HALAMAN PENGESAHAN ... vi

MOTTO ... vii

PERSEMBAHAN ... viii

KATA PENGANTAR ... x

ABSTRAK ... xii

DAFTAR ISI ... xiii

DAFTAR TABEL ... xvii

DAFTAR LAMPIRAN ... xviii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 8

C. Tujuan Penelitian ... 8

D. Kegunaan Penelitian ... 9

E. Definisi Operasional ... 10

F. Sistematika Penulisan ... 13 BAB II KAJIAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA

(13)

xiii

A. Kajian Pustaka (Kajian Terdahulu) ... 15

B. Landasan Teori ... 17

1. Curiosity ... 17

a. Pengertian Curiosity ... 17

b. Aspek-aspek Curiosity... ... 18

2. Pemanfaatan Teknologi ... 20

a. Pengertian Pemanfaatan ... 20

b. Pengertian Teknologi ... 21

c. Pengertian Pemanfaatan Teknologi ... 22

d. Aspek-aspek Pemanfaatan Teknologi... ... 23

3. Optimisme Menghadapi Masa Depan... . 24

a. Pengertian Optimisme... . 24

b. Pengertian Masa Depan... 26

c. Ruang Lingkup Orientasi Masa Depan... 27

d. Pengertian Optimisme Menghadapi Masa Depan... ... 27

e. Aspek-aspek Optimisme Menghadapi Masa Depan... ... 28

C. Kerangka Berpikir ... 30

D. Hipotesis Penelitian ... 31

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 32

B. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 32

C. Populasi dan Sampel ... 32

D. Variabel Penelitian ... 34

E. Instrumen Penelitian ... 35

F. Uji Coba Instrumen Penelitian ... 37

G. Metode Pengumpulan Data ... 42

H. Teknis Analisis Data ... 43

(14)

xiv

A. Gambaran Umum Subjek penelitian ... 44

1. Sejarah Singkat Berdirinya MAN 1 Kab. Magelang ... 44

2. Letak Geografis MAN 1 Kab. Magelang ... 46

3. Luas lahan Lingkungan MAN 1 Kab. Magelang... ... 48

4. Visi dan Misi MAN 1 Kab. Magelang ... 49

5. Tujuan MAN 1 Kab. Magelang ... 52

6. Manajemen MAN 1 Kab. Magelang ... 53

B. Deskripsi Data ... 56

C. Analisis Data ... 73

1. Uji Regresi Liner Berganda ... 74

2. Uji Determinan R2 ... 75

3. Uji Statistik T ... 76

4. Uji Statistik F ... 78

D. Pembahasan ... 81

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 84

B. Saran ... 85

(15)

xv

DAFTAR TABEL

1. Tabel 3.1 Sebaran Item Pertanyaan... ... 30

2. Tabel 4.1 Rekapitulasi Jumlah Siswa MAN 1 Magelang ... 46

3. Tabel 4.2 Sarana dan Prasarana MAN 1 Magelang ... 48

4. Tabel 4.3 Perhitungan Deskripsi Statistik ... 49

5. Tabel 4.4 Curiosity 1 ... 50

6. Tabel 4.5 Curiosity 2 ... 52

7. Tabel 4.6 Curiosity 3 ... 54

8. Tabel 4.7 Pemanfaatan Teknologi 1 ... 55

9. Tabel 4.8 Pemanfaatan Teknologi 2 ... 57

10.Tabel 4.9 Pemanfaatan Teknologi 3 ... 58

11.Tabel 4.10 Optimisme Menghadapi Masa Depan 1 ... 60

12.Tabel 4.11 Optimisme Menghadapi Masa Depan 2... ... 62

13.Tabel 4.12 Optimisme Menghadapi Masa Depan 3 ... 63

14.Tabel 4.13 Uji Regresi linear berganda ... 66

15.Tabel 4.14 Uji Determinan R2... 67

16.Tabel 4.15 Uji Statistik T... 68

17.Tabel 4.16 Uji Statistik F... 69

(16)

xvi

DAFTAR LAMPIRAN

1.Angket Penelitian

2.Data Murni

3.Uji Validitas

4.Uji Realibilitas

5.Uji Regresi Linear Berganda

6.Uji Deterninan R2

7.Uji Statistik T

8.Uji Statistik F

9.Data Riwayat Hidup

10.Surat Penunjuk Pembimbing

11.Lembar Konsultasi Asli

12.Surat Ijin Penelitian

13.Surat Telah Melaksanakan Penelitian

(17)

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna. Manusia

dikaruniai alat indera dan akal pikiran, sehingga manusia dibedakan

dengan makhluk lainnya di muka bumi ini. Hal ini sesuai dengan ayat al

Quran dalam Surah At Tiin [95]:4 yang berbunyi:















Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.

Dalam ayat keempat surah at tiin di atas menjelaskan bahwa Allah

SWT menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya yakni

dalam bentuk yang bagus baik lahir maupun batin di antara makhluk yang

ada di bumi. Selain bentuk yang baik, manusia juga dikaruniai akal yang

tidak dikaruniakan kepada makhluk lain. Dengan akal yang dikaruniakan

Allah SWT, manusia dapat membedakan yang baik dan buruk.

Dengan hal ini, manusia menjadi mempelajari satu, dua atau lebih

beberapa hal lainnya. Manusia mempelajari satu persatu apa yang

mendasari suatu hal itu dikatakan baik dan suatu hal itu dikatakan buruk.

Dengan mencari tahu suatu hal, manusia dikatakan belajar. Menurut

Hakim sesuai yang dikutip oleh Fathurrohman (2007:6) belajar merupakan

(18)

2

tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas

tingkah laku. Sementara menurut R.Gagne sesuai yang dikutip Susanto

(2013:1) belajar dapat didefinisikan sebagai suatu proses dimana suatu

organisme berupa perilakunya sebagai akibat pengalaman. Beberapa

pendapat tokoh di atas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu

perubahan seseorang yang mencangkup pengetahuan, kecakapan, tingkah

laku dan belajar itu diperoleh dari latihan (pengalaman) serta keingin

tahuan.

Sudah menjadi kodrat manusia untuk memilki rasa ingin tahu.

Curiosity (rasa ingin tahu) merupakan karakter yang dimiliki oleh setiap

manusia. Rasa ingin tahu menjadikan manusia selalu berfikir dan memilki

hasrat ingin mengetahui segala hal.

Curiosity merupakan hasrat yang berkaitan dengan perilaku

manusia, seperti manusia ingin mencoba, meneliti maupun belajar sesuatu.

Dalam kehidupan, manusia dituntut untuk memiliki knowledge curiosity

(rasa ingin tahu pada pengetahuan) “karena semua ilmu dibangun dari rasa

ingin tahu”, ujar mantan Menteri Pendidikan Nasional Indonesia yang

menjabat pada tanggal 22 Oktober 2009 sampai 20 Oktober 2014 yaitu

Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh, DEA dalam kuliah tamunya di hadapan

ratusan mahasiswa Program Pasca Sarjana Universitas Brawijaya

(PPS-UB) pada Sabtu 6 Maret 2010.1

1

(19)

3

Sikap rasa ingin tahu diperlukan manusia untuk mendorong agar

seorang manusia dapat tertarik untuk mempelajari serta menggali

informasi dalam mempelajari sesuatu. Menurut Daryanto dan Darmiatun

(2013:138) rasa ingin tahu adalah sikap dan tindakan yang selalu berupaya

untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang

dipelajari, dilihat dan didengar.

Dalam Al-Qur‟an Surat Al-„Alaq ayat 1-5 yang berbunyi



(1) Bacalah dengan (menyebut) nama tuhanmu yang menciptakan. (2) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

(3) Bacalah, dan tuhanmulah yang paling pemurah. (4) Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam. (5) Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahui.

Dari ayat di atas, dapat dijelaskan bahwa Allah mengajar manusia

dengan perantaraan tulis baca. Dimana tulis dan baca itu adalah kunci dari

ilmu pengetahuan. Manusia mendapat pendidikan untuk menjadikan

dirinya dari tidak tahu menjadi tahu. Membaca dan menulis digunakan

sebagai cara untuk membuka begitu banyak wawasan pengetahuan

(20)

4

Dalam al-Qur‟an pun Allah telah menjelaskan demikian, berarti

manusia memang dituntut untuk mencari tahu tentang ilmu pengetahuan,

perantaranya bermacam-macam. Jika dalam ayat tersebut Allah

mengajarkan manusia melalui perantara tulis baca dengan kata ayat

pertama surat tersebut yakni “bacalah”, maka selanjutnya manusia belajar

untuk mencari tahu cara membaca satu tulisan yang tercantum dalam surah

al „alaq ayat pertama tersebut, sehingga bukan hanya sekedar mengira-ira

namun benar-benar belajar bagaimana cara membaca tulisan tersebut.

Benar-benar belajar bagaimana mengetahui sesuatu hal juga dapat

dinamakan keingintahuan. Rasa ingin tahu tentang pengetahuan, di dasari

oleh sifat manusia yang tidak selalu puas pada apa yang telah diperoleh.

Bentuk-bentuk curiosity dapat berupa mencari tahu tentang hal-hal baru

seperti pengamatan pada alam sekitar, hewan atau manusia-manusia lain

yang perlu diamati dari sifat, perilaku, kepribadian dan lain sebagainya.

Rasa ingin tahu ini merupakan pendorong utama di balik disiplin ilmu lain

dari studi manusia.

Curiosity may be defined as a desire to know, to see, or to experience that motivates exploratory behaviour directed towards the acquisition of new information. (Litman & Jimerson, 2004: 793)

Menurut Litman dan Jimerson dalam Jurnal Cognition and emotion

karya Jordan A. Litman mengatakan bahwa curiosity (rasa ingin tahu)

dapat didefinisikan sebagai keinginan untuk mengetahui, untuk melihat,

atau mengalami suatu hal yang dapat memotivasi perilaku eksplorasi yang

(21)

5

Dengan sifat manusia yang selalu ingin tahu dengan berbagai hal,

manusia tentu akan bertanya mengenai kehidupannya di masa sekarang

begitu juga pada masa yang akan datang. Banyak hal yang akan mereka

pikirkan dan akan mereka cari tahu bagaimana mereka akan menghadapi

kehidupannya pada masa sekarang ini yang dilengkapi dengan berbagai

kondisi, dan mengatasi kehidupan mereka di masa yang akan datang.

Manusia akan memikirkan bagaimana mengatasi kehidupan di

masa datang dengan kondisi yang berbeda dengan masa sekarang,

bagaimana mereka akan memikirkan tentang karier, pendidikan,

kehidupan bermasyarakat, kondisi lingkungan masyarakat, kondisi

pemerintahan, bahkan untuk menemukan pasangan hidup.

Pemikiran mereka melalui pertanyaan-pertanyaan dalam

menghadapi kehidupan mereka ini merupakan langkah untuk mendapatkan

pengetahuan. Setelah manusia mendapatkan ilmu pengetahuan maka

mereka mampu memikirkan cara atau usaha yang bagaimana yang harus

mereka tempuh untuk memenuhi kebutuhan dalam kelangsungan hidup.

Selain menggunakan ilmu pengetahuan, pemanfaatan teknologi yang kini

sudah berkembang juga dapat membantu manusia untuk memudahkan

mencari ilmu pengetahuan.

Aplikasi teknologi informasi dan komunikasi yang merupakan

pengembangan teknologi diantaranya adalah media komputer. Komputer

merupakan aplikasi dari teknologi berbasis infromasi dan komunikasi yang

(22)

6

informasi yang bermanfaat dengan memproses, menyajikan dan mengelola

informasi. Sebagaimana menurut Munir (2011:33), pertama,

menggantikan peran manusia dengan melakukan kegiatan otomasi suatu

tugas atau proses tertentu. Kedua, memperkuat peran manusia yaitu

menyajikan informasi, tugas atau proses. Ketiga, melakukan restrukturisasi

atau melakukan perubahan-perubahan terhadap suatu tugas atau proses.

Pemanfaatan teknologi, khususnya teknologi informasi dan

komunikasi akan mengatasi ketertinggalan perkembangan dari Negara

maju. Selain itu pemanfaatan teknologi bagi dunia pendidikan

memberikan kontribusi untuk mempercepat pemerataan kesempatan

belajar dan meningkatkan mutu pendidikan, dengan cara menyediakan

informasi selengkap-lengkapnya.

Sebuah media dalam teknologi dapat digunakan sebagai alat bantu

untuk menyampaikan informasi dari seseorang kepada orang lain. Media

merupakan alat atau sarana yang digunakan untuk menyalurkan informasi.

Salah satu bentuk produk dari teknologi adalah internet yang

berkembang pesat di penghujung abad ke 20 dan di ambang abad ke 21.

Dengan adanya internet telah memberikan dampak yang cukup besar

terhadap kehidupan umat manusia dalam berbagai aspek dan dimensi

kehidupan.

Dengan memanfaatkan teknologi, rasa ingin tahu mereka

berkembang menjadi daya pikir yang mampu menyesuaikan dengan

(23)

7

manusia untuk berfikir maju menuju kehidupan mereka di masa

mendatang.

Selain itu, manusia diarahkan untuk berfikir di masa depan tentang

apa yang akan terjadi, seberapa yakin jika kehidupan di masa mendatang

akan lebih baik atau tidak, hal ini dikaitkan dengan optimisme manusia

untuk menghadapi masa depan.

Optimisme menurut Ubaedy (2009) yakni kecenderungan batin

untuk merencanakan aksi, peristiwa, atau hasil yang lebih baik. Optimisme

yakni berpikir positif bahwa suatu peristiwa yang akan terjajdi itu dapat

membahagiakan. Dalam Islam hampir sepadan dengan kata husnudzan,

yakni selalu berpikiran positif terhadap sesuatu yang terjadi ataupun

sesuatu yang belum atau akan terjadi.

Sikap optimisme sangatlah penting dalam diri manusia

dikarenakan, jika manusia selalu berpikir positif terhadap semua hal, maka

dalam benak pikirannya akan merasa tenang, dan dapat membantu

manusia untuk melukiskan bagaimana kejadian yang akan dialami

nantinya atau di masa depan.

Dengan tingginya sikap keingintahuan tentang sesuatu dan

pemanfaatan teknologi manusia dituntut untuk mencari tahu bagaimana

menghadapi masa depan. Untuk berpikir positif tentang masa mendatang,

tentunya manusia akan mencari tahu harus bagaimana kehidupannya di

masa mendatang, manusia dapat membentuk kehidupannya di masa

(24)

8

Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti ingin melakukan

penelitian mengenai Curiosity dan pemanfaatan teknologi dalam

menghadapi masa mendatang dengan judul “CURIOSITY,

PEMANFAATAN TEKNOLOGI, DAN OPTIMISME MENGHADAPI

MASA DEPAN” (Studi Kasus Siswa kelas XI Bahasa Man 1 Kabupaten

Magelang).

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang diatas maka rumusan masalah dalam penelitian

ini adalah:

1. Bagaimana curiosity (rasa ingin tahu) siswa kelas XI Bahasa MAN

1 Kab. Magelang tahun pelajaran 2016/2017 ?

2. Bagaimana pemanfaatan teknologi siswa kelas XI Bahasa MAN 1

Kab. Magelang tahun pelajaran 2016/2017 ?

3. Bagaimana tingkat optimisme siswa kelas XI Bahasa MAN 1 Kab.

Magelang tahun pelajaran 2016/2017 dalam menghadapi masa

depan?

4. Bagaimana pengaruh curiosity, pemanfaatan teknologi terhadap

optimisme menghadapi masa depan pada siswa kelas XI Bahasa

MAN 1 Kab. Magelang tahun pelajaran 2016/2017 ?

C. Tujuan Penelitian

(25)

9

1. Untuk mengetahui bagaimana curiosity (rasa ingin tahu) siswa

kelas XI Bahasa MAN 1 Kab. Magelang tahun pelajaran

2016/2017.

2. Untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan teknologi siswa kelas

XI Bahasa MAN 1 Kab. Magelang tahun pelajaran 2016/2017.

3. Untuk mengetahui tingkat optimisme siswa kelas XI Bahasa MAN

1 Kab. Magelang tahun pelajaran 2016/2017 dalam menghadapi

masa depan.

4. Untuk mengetahui pengaruh curiosity, pemanfaatan teknologi

terhadap optimisme menghadapi masa depan pada siswa kelas XI

Bahasa MAN 1 Kab. Magelang tahun pelajaran 2016/2017.

D. Kegunaan Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang

jelas dan diharapkan dapat memberikan manfaat secara teoritis maupun

praktis,antara lain:

1. Manfaat teoretis

a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi

perkembangan ilmu dan pengetahuan terutama yang berkaitan

dengan curiosity, teknologi dan optimisme siswa menghadapi masa

depan.

b. Memberikan informasi kepada pembaca mengenai ada atau

tidaknya hubungan antara tingkat curiosity dan pemanfaatan

(26)

10

c. Memberikan pengetahuan serta pandangan mengenai masa depan

dengan adanya curiosity yang mereka miliki dan pemanfaatan

teknologi.

d. Menjadikan bahan masukan atau referensi kepada peneliti-peneliti

selanjutnya yang membahas tentang curiosity, pemanfaatan

teknologi dan optimisme menghadapi masa depan.

2. Manfaat praktis

a. Peneliti mendapatkan pengalaman langsung untuk mengetahui

hubungan antara tingkat curiosity dan pemanfaatan teknologi

dalam optimisme siswa dalam menghadapi masa depan.

b. Jika terbukti bahwa tingkat curiosity dan pemanfaatan teknologi

dapat mempengaruhi optimisme siswa dalam menghadapi masa

depan, maka penelitian ini dapat dilanjutkan untuk meningkatkan

curiosity siswa dan pemanfaatan teknologi, agar siswa semakin

optimis dalam menghadapi masa depan.

E. Definisi Operasional

Untuk menghindari interpretasi yang salah dalam membatasi ruang

lingkup pembahasan dalam penelitian ini perlu di jelaskan istilah yang

terkandung dalam judul penelitian. Dalam penelitian ini penulis

menggunakan 3 variabel, yaitu sebagai berikut:

1. Curiosity (Rasa Ingin Tahu)

Menurut Santrock (2001:302) dalam Jurnal Psikologi karya

(27)

11

perkembangan motif intrinsik yaitu: self-determination, curiosity,

challenge, effort. Salah satu dari karakteristik tersebut ialah curiiosity.

Curiosity ialah kecenderungan untuk mengetahui dan menguasai

sesuatu yang cukup besar dari dalam diri sendiri.

Menurut Carin dalam Ismawati dkk (2014:23) menyebutkan

bahwa curiosity didefinisikan sebagai keingintahuan dan kebutuhan

seseorang untuk memperoleh jawaban dari suatu pertanyaan atau

hal-hal yang menimbulkan keingintahuan yang mendalam.

Jadi curiosity dapat didefinisikan sebagai karakter yang

dimiliki oleh setiap manusia bersifat naluri yang menginginkan

adanya keingintahuan dalam segala hal sebagai jawaban dari

pertanyaan-pertanyaan yang manusia pikirkan. Setelah mengetahui

jawaban dari semua pertanyaan tersebut, maka akan menemukan

kebenaran yang akan manusia pakai sebagai dasar untuk

melangsungkan kehidupannya, karena dalam kehidupan tidak hanya

mencangkup satu atau dua hal saja, akan tetapi beribu atau bahkan

beratus juta hal.

Definisi operasional tentang curiosity (rasa ingin tahu) yakni

merupakan suatu dorongan yang kuat akan kebutuhan, rasa haus atau

hasrat untuk mengetahui, melihat dan adanya motivasi perilaku

penelaahan untuk mendapatkan informasi baru yang berasal dari

(28)

12

dalam diri siswa. Dalam domain kognitif memiliki manfaat untuk

mencpitakan berfikir kritis dan berfikir kreatif bagi siswa. Rasa ingin

tahu merupakan salah satu dari sikap ilmiah siswa.

2. Pemanfaatan Teknologi

Menurut Miarso (2004:184) dalam Jurnal Kebijakan dan

Pengembangan Pendidikan, mengatakan bahwa faktor yang

berpengaruh atau mendukung terwujudnya proses pembelajaran yang

berkualitas dalam upaya mencapai tujuan pendidikan, salah satu

diantaranya adalah penggunaan atau pemanfaatan teknologi informasi

dan komunikasi dalam proses pendidikan dan pembelajaran.

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam

pembelajaran dilakukan dalam rangka meningkatkan efektivitas dalam

pelaksanaan proses pembelajaran yang pada akhirnya diharapkan

dapat meningkatkan hasil belajar siswa serta mutu individu para

peserta didik dalam hal penggunaan teknologi secara lebih tepat dan

bermanfaat.

3. Optimisme

Optimisme adalah kemampuan untuk mengendalikan diri

untuk tetap berfikir positif akan pencapaian terhadap tujuan dan

mampu menyelesaikan suatu rancangan yang telah disusun.

Menurut Seligman (dalam Siti Aisyah, 2015:1) menyatakan

(29)

13

atau kegagalan hanya bersifat sementara, tidak mempengaruhi semua

aktivitas dan bukan mutlak disebabkan diri sendiri tetapi bisa situasu,

nasib atau orang lain.

Menurut Ubaydillah sesuai yang dikutip oleh Siti Aisyah

(2015:2) mengatakan bahwa optimisme mengandung dua pengertian,

yang pertama optimisme dipandang sebagai doktrin hidup yang

mengajarkan untuk meyakini adanya kehidupan yang lebih baik

(memiliki harapan) dan yang kedua, optimisme berarti kecenderungan

batin untuk merencanakan aksi, peristiwa atau hasil yang lebih baik.

Optimis berarti meyakini adanya kehidupan yang lebih baik dan

keyakinan itu digunakan untuk menjalankan aksi (sebagai drive/

dorongan/ energi) yang lebih baik guna meraih hasil yang lebih baik.

F. Sistematika Penulisan

Dalam penelitian ini penulis mengajukan pembahasan beberapa

bab yang berisi keterkaitan tentang studi kasus yang penulis teliti. Penulis

memberikan gambaran sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Pendahuluan merupakan bab pertama dalam skripsi yang

mengantarkan pembaca untuk dapat menjawab pertanyaan

apa yang diteliti, untuk apa, dan mengapa penelitian

tersebut dilakukan. Bab pendahuluan ini memuat: Latar

(30)

14

Manfaat Penelitian (Manfaat Teoritis & Manfaat Praktis),

Definisi Operasional dan Sistematika Penulisan.

BAB II KAJIAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA

BERPIKIR, DAN HIPOTESIS PENELITIAN

Bab ini berisi tentang kajian pustaka (merupakan kajian

dari penelitian terdahulu), landasan teori (merupakan telaah

teoretik terhadap pokok permasalahan / variabel penelitian),

kerangka berpikir (merupakan alur berpikir yang memberi

penjelasan tentang keterkaitan antara variabel penelitian)

dan hipotesis penelitian.

BAB III METODE PENELITAN

Bab ini memuat tentang jenis penelitian, lokasi dan waktu

penelitian, populasi dan sampel, variabel penelitian,

instrumen penelitian, uji coba instrumen penelitian, metode

pengumpulan data, dan teknik analisis data.

BAB IV DESKRIPSI DATA, ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Bab ini berisi deskripsi data, analisis dan pembahasan

mengenai hasil penelitian yang telah dilakukan oleh

peneliti.

BAB V PENUTUP

(31)

15 BAB II

KAJIAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN

A. Kajian Pustaka

Kajian pustaka berisi tentang telaah terhadap penelitian terdahulu

(prior research) yang relevan dengan permasalahan dan variabel yang

diteliti. Kajian pustaka dimaksudkan untuk memperkaya wawasan peneliti

tentang tema atau fokus kajian dan menghindari duplikasi penelitian.

Kajian pustaka dapat diangkat dari berbagai sumber seperti jurnal

penelitian, disertasi, tesis, skripsi, laporan penelitian, buku teks, makalah,

laporan seminar dan diskusi ilmiah, terbitan-terbitan resmi pemerintah dan

lembaga-lembaga lain.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa sumber

untuk dijadikan referensi sebagai acuan dalam melakukan penelitian,

sebagai berikut:

1. Penelitian oleh Shinta Maya Endah Budi Andini (2015) dengan Judul

“Hubungan Karakter Curiosity, Vitality, Self-Regulation, dan Hope

dengan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa yang Sedang

Mengerjakan Skripsi di UIN Sunan Kalijaga”. Hasil penelitian

menyatakan bahwa karakter curiosity, vitality, self-regulation dan

hope secara bersama-sama memberi sumbangan efektif sebesar 59%

terhadap prokrastinasi akademik. Karakter curiosity mempunyai

(32)

16

karakter vitality mempunyai korelasi negatif sebsar -10,259 dengan

taraf signifikansi (p) = 0,000, karakter self-regulation mempunyai

korelasi negatif sebesar -14,326 dengan signifikansi (p) = 0,000

sedangkan karakter hope mempunyai korelasi negatif sebesar -9,215

dengan signifikansi (p) = 0,000. Sehingga hipotesis yang diajukan

dalam penelitian ini diterima.

2. Penelitian oleh Rifki Hamdani (2014) dengan Judul “Pengaruh

Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Pegawai UIN

Sultan Syarif”. Berdasarkan penelitian, hasil uji regresi linear

sederhana diperoleh persamaan Y=5.848 = 0.691x. kemudian

berdasarkan uji t diperoleh nilai thitung 4.018> ttabel 1.995 atau tingkat

signifikan 0.000< 0.005, yang artinya variabel pemanfaatan teknologi

informasi (X) secara uji t berpengaruh signifikan terhadap kinerja

pegawai (Y) di UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Berdasarkan

perhitungan nilai Koefisien Determinasi (R2) diperoleh nilai R Squere

sebesar 0.194. Hal ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan

pemanfaatan teknologi informasi memberikan pengaruh signifikan

terhadap kinerja pegawai sebesar 19,4% sedangkan sisanya sebesar

80,6% diperngaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam

penelitian ini.

3. Penelitian oleh Amelia Farina (2015) dengan Judul “Pengaruh

Pelatihan Optimisme Masa Depan Terhadap Penurunan Tingkat

(33)

17

Menjalani Skripsi di UIN Sunan Kalijaga”, Berdasarkan penelitian,

hasil analisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan

nilai p=0.043 (p<0.05), sedangkan hasil analisis menggunakan Mann

Whitney U menunjukkan nilai p=0.032 (p<0.05). Sehingga penelitian

ini menunjukkan bahwa pelatihan optimisme masa depan berpengaruh

terhadap penurunan tingkat kecemasan mendapatkan pekerjaan pada

mahasiswa yang sedang menjalani skripsi.

B. Landasan Teori

1. Curiosity

a. Pengertian Curiosity

Menurut Samani dan Hariyanto (2012:104), Curiosity (rasa

ingin tahu) merupakan keinginan untuk menyelidiki dan mencari

pemahaman terhadap rahasia alam. Curiosity ialah rasa ingin tahu

yang dimiliki dan diperlukan seseorang untuk mendorongnya

belajar.

Sulistyowati (2012:74) mengatakan bahwa curiosity (rasa

ingin tahu) adalah sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk

mengetahui lebih mendalam pada materi yang dipelajarinya.

Karakter curiosity ini diperlukan bagi setiap individu khususnya

(34)

18 b. Aspek-aspek dalam Curiosity

1) Cinta Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk

menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman

manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia

(Van Peursen, 2008:7-11).

Mencintai ilmu pengetahuan berarti seseorang

melakukan apapun untuk mencari ilmu pengetahuan, seseorang

dengan senang atau tidak merasa terpaksa untuk mempelajari

segala hal yang berkenaan dengan pengetahuan. Seseorang

menggunakan waktu serta tenaganya untuk mencapai sesuatu

yang diinginkan yakni ilmu pengetahuan.

Dalam aspek cinta ilmu pengetahuan ini, peneliti ingin

mengetahui tingkat cuirosity melalui tingkat kecintaan siswa

tentang ilmu pengetahuan. Jika seseorang tingkat kecintaan

terhadap ilmu pengetahuannya tinggi maka rasa ingin

tahunyapun juga tinggi.

2) Pemanfaatan Waktu

Waktu ialah sesuatu yang penting dan ada dalam

kehidupan manusia. Waktu sebagai tanda bahwa kehidupan itu

berjalan terus menerus. Pemanfaatan waktu ialah perencanaan

(35)

19

ditarget untuk mencapai tujuan tersebut dalam jarak atau

jumlah waktu yang ditentukan.

Pemanfaatan waktu atau efisiensi waktu menurut

Mulyamah (1987:3) ialah suatu ukuran dalam membandingkan

rencara penggunaan masukan dengan penggunaan yang

direalisasikan atau perkataan lain penggunaan yang

sebenarnya.

Dalam variabel curiosity, pemanfaatan waktu masuk

dalam salah satu dari 3 indikator dikarenakan untuk melihat

tingkat curiosity siswa bagaimana seorang siswa dapat

memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin untuk mencari

tahu tentang sesuatu atau untuk belajar mengenai sesuatu.

3) Kreativitas

Menurut Kamus Webster dalam Anik Pamilu (2007:9)

kreativitas ialah kemampuan seseorang untuk mecipta yang

ditandai dengan orisinilitas dalam berekspresi yang bersifat

imajinatif. James J. Gallagher mengemukakan dalam Yeni

Rachmawati (2015:15) bahwa

creativity is a mental process by which an individual crates new ideas or products, or recombines existing ideas and product, in fashion that is novel to him or her.

(Kreativitas merupakan suatu proses mental yang

(36)

20

mengombinasikan antara keduanya yang pada akhirnya akan

melekat pada dirinya).

Menurut Semiawan sesuai dengan yang dikutip oleh

Yeni Rachmawati (2005:16) mengemukakan bahwa kreativitas

merupakan kemampuan untuk memberikan gagasan baru dan

menerapkannya dalam pemecahan masalah.

Kreativitas dalam variabel curiosity ini memberikan

gambaran tingkat keingintahuan siswa melalui bagaimana

siswa mampu berkarya, berkreativitas, serta memecahkan

masalah menggunakan daya keingintahuannya.

2. Pemanfaatan Teknologi a. Pengertian Pemanfaatan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

pemanfaatan adalah proses, cara atau perbuatan memanfaatkan.

Pemanfaatan merupakan turunan dari kata „manfaat”, yakni suatu

penghadapan yang semata-mata menunjukkan kegiatan menerima.

Penghadapan tersebut pada umumnya mengarah pada perolehan

atau pemakaian hal-hal berguna baik digunakan secara langsung

maupun tidak langung agar dapat bermanfaat (

www.definisi-pengertian.com>home>komunikasi. Di akses 28 Juli 2017 pukul

(37)

21 b. Pengertian Teknologi

Teknologi menurut Smaldino (2008:12) pada hakikatnya

adalah alat untuk mendapatkan nilai tambah dalam menghasilkan

produk yang bermanfaat. Teknologi sekarang ini perkembangnya

sudah sangat pesat. Alvin Toffler dalam Munir (2011:29)

menggambarkan perkembangan tersebut sebagai sebuah revolusi

yang berlangsung dalam tiga gelombang yaitu gelombang pertama

dengan munculnya teknologi pertanian, gelombang kedua

munculnya teknologi industy dan gelombang tiga munculnya

teknologi informasi yang mendorong tumbuhnya komunikasi.

Ketiga perkembangan tersebut telah berhasil menguasai dan

mempengaruhi kehidupan manusia di dunia. Sehingga jika “gagap”

teknologi maka akan dapat tertinggal untuk memperoleh

kesempatan untuk maju. Informasi dan telekomunikasi telah

memiliki peran yang amat sangat penting dan nyata, apalagi

masyarakat saat ini sedang menuju kepada masyarakat ilmu

pengetahuan.

Menurut Indiana (2010) teknologi informasi adalah

berbagai aspek yang melibatkan, rekayasa dan teknik pengelolaan

yang digunakan dalam pengendalian dan pemrosesan informasi

serta penggunaannya, komputer dan hubungan mesin (komputer)

(38)

22

c. Pengertian Pemanfaatan Teknologi

Aplikasi teknologi dan komunikasi yang merupakan

pengembangan teknologi diantaranya adalah media komputer.

Komputer merupakan aplikasi dari teknologi berbasis informasi

dan komunikasi yang dimanfaatkan sebagai perangkat utama untuk

mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat dengan

memperoses, menyajikan dan mengelola informasi. Secara umum

ada tiga peranan teknologi informasi dan komunikasi sebagaimana

yang dikemukakan oleh Munir (2011:33). Pertama, menggantikan

peran manusia dengan melakukan kegiatan otomasi suatu tugas

atau proses tertentu. Kedua, memperkuat peran manusia yaitu

menyajikan informasi, tugas atau proses. Ketiga, memperkuat

restrukturisasi atau melakukan perubahan-perubahan terhadap

suatu tugas atau proses.

Pemanfaatan teknologi, khususnya teknologi informasi dan

komunikasi akan mengatasi ketertinggalan perkembangan dari

Negara maju. Teknologi informasi dan komunikasi bagi dunia

pendidikan memberikan kontribusi untuk membercepat pemerataan

kesempatan belajar dan meningkatkan mutu pendidikan, dengan

cara menyediakan informasi selengkap-lengkapnya agar mudah

tersimpan dalam otak peserta belajar yang sulit di atasi dengan

(39)

23

d. Aspek-aspek dalam Pemanfaatan Teknologi 1) Penggunaan Alat Teknologi

Penggunaan alat teknologi ialah menggunakan atau

memanfaatkan berbagai alat untuk memudahkan pekerjaan

manusia dalam berbagai hal dalam kehidupan. Teknologi yakni

keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang

diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.

Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan

pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana.

Dengan adanya pengaruh globalisasi kini teknologi semakin maju

dan modern, banyak hal yang berkaitan dengan pekerjaan

manusia dapat terselesaikan melalui teknologi. Seperti pada

teknologi informasi khususnya ialah komputer, telepon, televisi,

dan lain sebaginya.

Dalam hal ini, peneliti menggunakan aspek penggunaan

berbaagi alat teknologi yang digunakan oleh siswa sebagai upaya

untuk mengetahui tingkat pemanfaatannya dengan teknologi

seberapa tinggi. Bagaimana seorang siswa mampu menguasai

atau menggunakan berbagai alat teknologi dalam kehidupan

kesehariannya khususnya teknologi informasi.

2) Teknologi sebagai Sumber Selajar

Teknologi sebagai sumber belajar ialah bagaimana

(40)

24

teknologi informasi dalam belajar yakni sebagai sumber

belajar. Jadi, bahan dalam belajar siswa dapat dicari malalui

internet misalnya atau internet sebagai sumber referensi siswa

dalam belajar atau dalam mencari ilmu pengetahuan.

Teknologi sebagai sumber belajar digunakan oleh

peneliti untuk mengetahui tingkat siswa dalam memanfatkan

teknologi khususnya teknologi informasi.

3) Teknologi sebagai Sarana untuk Mencari Ilmu

Teknologi sebagai sarana untuk mencari ilmu ialah

bagaimana seseorang dapat memanfaatkan teknologi sebagai

sarana untuk mempermudah seseorang dalam mencari suatu

informasi atau untuk belajar mengenai ilmu pengetahuan. Jadi,

seseorang dapat menggunakan teknologi sebagai alat untuk

mempermudahnya mencari sesuatu yang berkaitan dengan ilmu

pengetahuan. Dalam hal ini, peneliti ingin mengetahui tingkat

siswa yang memanfaatkan teknologi dengan menggunakannya

sebagai sarana mempermudah siswa mencari informasi atau

bahan belajar.

3. Optimisme Menghadapi Masa Depan a. Pengertian Optimisme

Menurut Scheier, Carver, & Bridges (2000) Optimisme

(41)

25

hasil yang positif. Shapiro (2003) menjelaskan bahwa optimisme

adalah kebiasaan berfikir positif. Konseptualisasi optimisme

merupakan cakupan dari variabel-variabel biologis dimana

optimism dianggap sebagai hasil dari gaya penjelasan tertentu

(explonatory style) dan lebih pada pendekatan kognitif, Franken

(dalam Amilia, 2013).

Optimisme adalah salah satu komponen psikologi positif

yang dihubungkan dengan emosi positif dan perilaku positif yang

menimbulkan kesehatan, hidup yang bebas stress, hubungan sosial

dan fungsi sosial yang baik (Daraei & Ghaderi, 2012).

Ada pandangan mengenai optimisme menurut Caver (2002)

yakni “the explanatory style” dan “the dispositional optimism

view”:

1) Explanatory Style

Explanatory style merupakan pandangan yang melihat

bahwa dalam menentukan kepercayaan seseorang,

ditentukan berdasarkan pengalaman masa lampau.

Pandangan ini didasarkan pada person’s atributional style

menurut Scheier dkk (2002). Hal ini dibentuk oleh cara kita

mempersepsikan, menjelaskan pengalaman masa lampau.

Jika persepsi atau penjelasan yang dipegang adalah negatif

maka individu akan mengharapkan hasil yang negatif pada

(42)

26

2) Dispositional Optimism or Direct Belief Model

Konstruk ini berusaha untuk mempelajari optimisme

melalui kepercayaan langsung individu mengenai kejadian

masa depan. Pendekatan ini lebih fokus pada kepercayaan

optimistik mengenai masa depan, dibanding dengan

atributional theory yang berusaha memahami mengapa

individu optimis atau pesimis dan bagaimana mereka bisa

menjadi seperti itu. Menurut Scheier & Carver (2002)

optimisme adalah kecenderungan disposisional individu

untuk memiliki ekspektasi positif secara menyeluruh

meskipun individu menghadapi kemalangan atau kesulitan

dalam kehidupan.

b. Pengertian Masa Depan

Masa depan adalah waktu yang akan kita alami setelah hari

ini, istilahnya waktu yang akan datang di tahun-tahun mendatang.

Menurut Nurmi (dalam Steinberg, 2009) orientasi masa depan

merupakan gambaran yang dimiliki individu untuk menentukan

tujuan-tujuannya dan mengevaluasi sejauh mana tujuan-tujuan

tersebut dapat direalisasikan. Seginer (2003) berpendapat bahwa

orientasi masa depan merupakan landasan individu dalam

menentukan masa depan mereka dengan menetapkan tujuan dan

membuat suatu perencanaan. Menurut Tromm sforff (dalam

(43)

27

fenomena kognitif motivasional yang kompleks. Hal ini membantu

untuk mengelola tugas-tugas perkembangan dengan memberikan

struktur representasi dan mengevaluasi situasi kehidupan.

Dari beberapa penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa

orientasi masa depan adalah gambaran masa depan yang dimiliki

individu untuk dirinya sendiri baik dalam ruang lingkup

pendidikan, pekerjaan ataupun dalam kehidupan berkeluarga

tentang bagaimana dan akan seperti apa dirinya di masa depan.

Individu dapat menentukan tujuan-tujuan dan mengevaluasi

sejauhmana dapat terlaksana. Individu juga bertanggung jawab atas

keberhasilan diri di masa depan.

c. Ruang Lingkup Orientasi Masa Depan

Menurut Poole, Cooney, Nurmi dan Green (dalam Raffaelli

dan Koller, 2005) menjelaskan bahwa setiap keputusan yang

diambil oleh remaja mulai memperhatikan masa depan, seperti:

1) Pekerjaan di masa depan

2) Pendidikan di masa depan

3) Membangun keluarga

d. Pengertian Optimisme Menghadapi Masa Depan

Setiap orang pada dasarnya mempunyai harapan-harapan

akan perkembangan dirinya di masa yang akan datang.

Sehubungan dengan hal tersebut biasanya timbul pertanyaan pada

(44)

28

diperoleh bila bekerja keras, tetapi selain kerja keras juga

diperlukan optimis. Setiap orang harus merasa optimis dan

memiliki semangat yang tinggi dalam mewujudkan suatu

perubahan yang lebih baik di hari depannya. Sehingga orang yang

berpikir optimis di dalam hidupnya akan selalu penuh percaya diri.

Seseorang yang mempunyai rasa optimis yang besar biasanya ia

sangat percaya pada dirinya sendiri. Rasa percaya diri merupakan

modal utama bagi seseorang guna mewujudkan dan

mengembangkan potensi dirinya, Mikesell (dalam Darmaji, 1989).

Goleman (2002) mengatakan bahwa optimisme masa depan

adalah harapan kuat terhadap segala sesuatu yang terdapat dalam

kehidupan akan mampu teratasi dengan baik, walaupun ditimpa

banyak masalah dan frustasi. Optimisme merupakan sikap yang

menipang individu agar jangan sampai terjatuh dalam

kemasabodohan, keputusasaan ataupun mengalami depresi ketika

individu dihadapkan pada kesulitan.

e. Aspek-aspek dalam Optimisme Menghadapi Masa Depan 1) Rasa Percaya Diri

Percaya diri atau self confidence adalah meyakinkan

pada kemampuan dan penilaian (judgement) diri sendiri dalam

melakukan tugas dan memilih pendekatan yang efektif. Hakim

(2004:6) mengemukakan bahwa percaya diri adalah suatu

(45)

29

dimiliki seseorang dan keyakinan tersebut membuatnya merasa

mampu untuk bisa mencapai tujuan dalam kehidupannya.

Dalam variabel optimisme menghadapi masa depan,

aspek rasa percaya diri yang kuat dapat membuktikan

seseorang mempunyai optimisme dengan segala hal, karena

yakin bahwa segala hal yang dilakukannya dapat berjalan

dengan baik.

2) Berpikir Positif

Menurut Abraham Lincoln berpikir positif yakni suatu

kondisi pikiran yang tenang sehingga mampu hidup dengan

bahagia. Sedangkan menurut psikolog Martin Seligman ialah a

scara berpikir dengan memiliki pandangan yang positif tentang

hidup.

Dapat disimpulkan bahwa berpikir positif ialah cara

berpikir atau cara pandang seseorang dalam melihat atau

memutuskan tentang segala sesuatu dengan suidut pandang

yang baik. Jadi seseorang selalu merasa tenang tentang sesuatu

akan yang dilakukannya atau sesuatu yang akan

menghampirinya. Dengan tingkat positif dalam berpikir yang

tinggi, peneliti dapat mencari tahu pula tentang tingkat

optimisme siswa dalam menghadapi sesuatu yang akan datang

(46)

30

3) Siap Menghadapi Tantangan

Siap menghadapi tantangan yakni seseorang dengan

sikap yang lantang dalam menghadapi sesuatu. Menghadapi

tantangan bisa disebut juga dengan menghadapi musibah atau

masalah-masalah yang akan muncul pada diri seseorang.

Dengan siap mengahadpi tantangan, berarti seseorang itu

mampu berani menjalani serta terjun dalam suatu masalah atau

musibah dengan tenang dan dapat mencari jalan keluar dari

permasalahan tersebut.

Peneliti menggunakan aspek siap menghadapi

tantangan dikarenakan mampu mencari tahu tingkat optimisme

siswa dalam mengahdapi masa depan, jika tingkat kesiapan

dalam menghadapi tantangannya tinggi maka sikap optimisme

siswa tersebut juga tinggi.

C. Kerangka Berpikir X1

Y

(47)

31 D. Hipotesis Penelitian

Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah

penelitian (Darmawan, 2014: 120). Dari pengertian hipotesis tersebut,

peneliti menggunakan hipotesis nihil yang berarti peneliti bersifat netral

terhadap hasil penelitian maka hipotesis dari penelitian ini adalah tidak

adanya pengaruh yang signifikan antara curiosity, pemanfaatan teknologi,

dan optimisme menghadapi masa depan siswa siswi kelas XI Bahasa

(48)

32

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian

kuantitatif menurut Kasiram (2008:149) adalah suatu proses

menemukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka

sebagai alat menganalisis keterangan mengenai apa yang ingin

diketahui.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dimulai pada bulan Februari sampai dengan

laporan penelitian ini selesai. Dengan mengambil lokasi penelitian di

MAN 1 Kab. Magelang yang bertempat di jalan Sunan Bonang No. 17,

Kelurahan Jurangombo, Magelang Selatan, Kota Magelang, Jawa

Tengah.

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Menurut Furqon (2001:135) populasi adalah sekumpulan

obyek, orang, atau keadaan yang paling tidak memiliki satu

karakteristik umum yang sama. Populasi adalah wilayah

generalisasi yang terdiri atas; objek/ subjek mempunyai kuantitas

(49)

33

dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono,

2003:55).

Satu orang pun dapat digunakan sebagai populasi, karena

satu orang mempunyai berbagai karakteristik, misalnya gaya

bicaranya, disiplin pribadi, hobi, cara bergaul, kepemimpinanya

dan lain-lain. Dalam penelitian ini, peneliti mengikutsertakan

seluruh siswa-siswi kelas XI Bahasa MAN 1 Magelang yang

berjumlah 33 anak sebagai subjek penelitian.

2. Sampel

Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang

dimiliki oleh populasi dijelasksan dalam buku Metode Penelitian

oleh Sugiyono (2012:120). Meskipun sampel hanya merupakan

bagian dari populasi, kenyataan-kenyataan yang diperoleh dari

sampel itu harus dapat menggambarkan dalam populasi.

Teknik pengambilan data sampel ini biasanya didasarkan

oleh pertimbangan tertentu, misalnya keterbatasan waktu, tenaga

dan dana sehingga tidak dapat mengambil sampel yang besar dan

jauh. Adapun cara dalam penentuan sampel, penulis menggunakan

cara puposive sampling. Hal ini dilakukan dengan cara mengambil

subjek bukan didasarkan strata, random atau daerah tetapi

didasarkan atas adanya tujuan tertentu.

Sugiyono (2012:126) menjelaskan bahwa purposive

(50)

34

tertentu. Dalam hal ini, alasan penulis menggunakan teknik

purposive sampling didasarkan agar subjek penelitian tidak terlalu

luas atau lebar sehingga peneliti hanya mengambil sampel seluruh

siswa-siswi kelas XI Bahasa MAN 1 Magelang Tahun 2016

dikarenakan kelas XI (sebelas) merupakan kelas pertengahan yang

mana mereka masih bisa tenang dalam memikirkan hal-hal di masa

mendatang. Lain halnya jika peneliti menggunakan sampel kelas X

(sepuluh) yang masih baru memasuki masa Sekolah Menengah

Atas, pastinya masih perlu beradaptasi dengan segala kondisi dan

situasi sedangkan jika peneliti menggunakan sampel kelas XII (dua

belas) pasti akan kesulitan dikarenakan siswa-siswi kelas XII (dua

belas) tentu lebih memikirkan kesiapan mereka untuk menghadapi

ujian ataupun kelulusan.

D. Variabel Penelitian

Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang

berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari

sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik

kesimpulannya. (Sugiyono, 2007). Variabel penelitian dalam

penelitian ini ada tiga, yakni:

1. Variabel bebas: X1 Curiosity

X2 Pemanfaatan Teknologi

(51)

35 E. Instrumen Penelitian

Menurut Suharsimi Arikunto (2000:134), instrumen

pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh

peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan agar kegiatan tersebut

menjadi sistematis dan dipermudah olehnya.

Instrumen pengumpulan data menurut Sumadi Suryabrata

(2008:52) adalah alat yang digunakan untuk merekam pada umumnya

secara kuantitatif keadaan dan aktivitas atribut-atribut psikologis.

Atribut-atribut psikologis itu secara teknis biasanya digolongkan

menjadi atribut kognitif dan atribut non kognitif. Sumadi

mengemukakan bahwa untuk atribut kognitif, perangsangannya adalah

pertanyaan. Sedangkan untuk atribut non kognitif, perangsangnya

adalah pernyataan.

Ada beberapa jenis instrumen yang biasa digunakan dalam

penelitian yaitu tes, angket atau kuesioner, interview (wawancara),

observasi, skala bertingkat (ratings), dan dokumentasi, dalam

penelitian ini, peneliti menggunakan salah satu jenis intrumen

penelitian tersebut yakni angket atau kuesioner yang berisi tentang

beberapa pertanyaan tentang curiosity, pemanfaatan teknologi, dan

optimisme menghadapi masa depan.

Angket atau kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis

(52)

36

arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang diketahui. Angket

merupakan daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain dengan

maksud agar orang yang diberi tersebut bersedia memberikan respon

dengan permintaan pengguna (Arikunto, 2005:103).

Model angket yang peneliti gunakan adalah angket tertutup,

sehingga responden tinggal memilih jawaban yang telah disediakan

oleh peneliti. Metode ini peneliti gunakan untuk mencari data tentang

tingkat curiosity, pemanfaatan teknologi dan optimisme menghadapi

masa depan pada siswa siswi kelas XI Bahasa MAN 1 Magelang.

Masing-masing siswa/i diberikan angket yang berisi 45 pertanyaan.

dari pertanyaan tersebut dibagi ke dalam kelompok masing-masing

variabel yakni X1 tentang curiosity yang berisi 15 butir pertanyaan,X2

tentang pemanfaatan teknologi yang berisi 15 butir pertanyaan dan Y

tentang Optimisme menghadapi masa depan yang berisi 15 butir

pertanyaan pula, jadi jumlah pertanyaan dalam angket tersebut 45 butir

(53)

37 Tabel 3.1

Sebaran item tingkat Curiosity, Pemanfaatan Teknologi dan Optimisme Menghadapi Masa Depan.

ASPEK INDIKATOR ITEM JUMLAH

Curiosity

1. Cinta Ilmu Pengetahuan 2. Pemanfaatan Waktu

1. Penggunaan berbagai alat teknologi 2. Teknologi sebagai Sumber Belajar 3. Teknologi sebagai Sarana untuk

Mencari Ilmu

1. Rasa Percaya Diri 2. Berpikir Positif

3. Siap Menghadapi Tantangan

1-5 6-12 13-15

15 item

F. Uji Coba Instrumen Penelitian 1. Uji Validitas

Validitas berasal dari kata validity yang berarti ketepatan

dan kecermatan alat ukur atau instrumen pengukuran (tes). Suatu

tes dikatakan memiliki validitas yang tinggi apabila tes tersebut

dapat memberikan hasil pengukuran yang tepat dan sesuai. Selain

itu konsep terpenting dari validitas adalah kecermatan pengukuran

terhadap suatu variabel. Tes yang memiliki nilai validitas yang

(54)

38

juga memiliki kecermatan dalam mendeteksi perbedaan-perbedaan

kecil pada atribut variabel yang diukur.

Uji validitas digunakan untuk mengetahui kelayakan

butir-butir dalam suatu daftar pernyataan dalam mendefinisikan suatu

variabel. Hasil penelitian dikatakan valid apabila terdapat

kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang

sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti, item yang valid

memiliki nilai validitas diatas 0,3 (Azwar, 2008).

2. Uji Reliabilitas

Reabilitas berasal dari kata reliability. Konsep dari

reabilitas ini adalah untuk melihat sejauh mana hasil suatu

pengukuran dapat dipercaya ketika pengukuran dilakukan beberapa

kali pada kelompok subjek yang sama dan mendapatkan hasil yang

relatif sama selama aspek-aspek yang mempengaruhi subjek tidak

berubah. Uji reliabilitas dilakukan untuk mengukur kestabilan dan

konsistensi dari jawaban responden yang disusun dalam bentuk

angket (Azwar, 2008). Reliabilitas skala diuji dengan

menggunakan skala Alpha Cronboach. Pengujian skala ini

dilakukan dengan bantuan program Statistical Package Social

(55)

39 3. Uji Regresi (hipotesis)

Regresi dalam pengertian modern menurut Gujarati (2009)

ialah sebagai kajian terhadap ketergantungan satu variabel, yaitu

variabel tergantung terhadap satu atau lebih variabel lainnya atau

yang disebut sebagai variabel-variabel eksplanatori dengan tujuan

untuk membuat estimasi dan / atau mempresiksi rata-rata populasi

atau nilai-nilai rata-rata variabel tergantung dalam kaitannya

dengan nilai-nilai yang sudah diketahui dari variabel

ekslanatorinya.

Regresi linier mempunyai persamaan yang disebut sebagai

persamaan regresi. Persamaan regresi mengekspresikan hubungan

linier antara variabel tergantung/ variabel kriteria yang diberi

simbol Y dan salah satu atau lebih variabel bebas/ prediktor yang

diberi simbol X jika hanya ada satu prediktor dan X1 , X2, sampai

dengan Xk, jika terdapat lebih dari satu prediktor (Crammer &

Howitt, 2006:139). Persamaan regresi akan terlihat seperti di

bawah ini:

Untuk persamaan regresi dimana Y merupakan nilai yang

diprediksi, maka persamaanya ialah:

Y = a + β1X1 (untuk regresi linier sederhana)

Y = a + β1X1 + β2X2 + . . . + βkXk (untuk regresi linier

(56)

40

Untuk persamaan regresi dimana Y merupakan nilai

sebenarnya (observasi), maka persamaan menyertakan kesalahan

(error term / residual) akan menjadi:

Y = a + β1X1 + e (untuk regresi linier sederhana)

Y = a + β1X1 + β2X2+ . . . + βkXk + e (untuk regresi linier

berganda)

Dimana:

X: merupakan nilai sebenarmya suatu kasus (data)

β: merupakan koefisien regresi jika hanya ada satu

prediktor dan koefisien regresi parsial jika terdapat lebih dari satu

prediktor. Nilai ini juga mewakili koefisien regresi baku

(standardized) dan koefisien regresi tidak baku (unstandardized).

Koefisien regresi ini merupakan jumlah perubahan yang terjadi

pada Y yang disebabkan oleh perubahan nilai X. Untuk

menghitung perubahan ini dapat dilakukan dengan cara

mengkalikan nilai prediktor sebenarnya (observasi) untuk kasus

(data) tertentu dengan koefisien regresi prediktor tersebut.

a: merupakan intercept yang merupakan nilai Y saat nilai

prediktor sebesar nol.

Y = a + β1X1 + β2X2 + . . . + βkXk (untuk regresi linier

(57)

41 a. Uji Determinan (R2)

Koefisien determinan digunakan untuk melihat

seberapa besar variabel-variabel independen secara bersama

mampu memberikan penjelasan mengenai variabel dependen

dimana nilai R2,maka semakin besar variasi variabel dependen

yang dapat dijelaskan oleh variasi variabel-variabel

independen. Sebaliknya jika R2 kecil, maka semakin kecil

variasi variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel

independen.

b. Uji Statistik (f)

Uji f-statistik atua f-hitung ini adalah pengujian yang

bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh koefisien

regresi secara bersama-sama terhadap variabel independen.

Nilai F-hitung dapat diperoleh dengan rumus.

Dimana:

R2 : Koefisien determinasi

k : Jumlah variabel independen

(58)

42 c. Uji Statistik (t)

Uji t-statistik atau t-hitung merupakan pengujian untuk

mengetahui apakah masing-masing koefisien regresi signifikan

atua tidak terhadap variabel dependen. Dengan menganggap

variabel independen lainnya konstan.

Dimana:

bi = koefisien variabel ke – i

b = nilai hipotesis nol

Se (bi) = simpangan baku dari variabel independen ke-i

G. Metode Pengumpulan Data

Peneliti melakukan pengumpulan data dengan menggunakan

lembaran angket atau kuesioner yang berisi butir-butir pertanyaan yang

dapat digunakan responden untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan

tersebut sehingga peneliti dapat mengetahui tingkat masing-masing

variabel dari angket tersebut.

Setelah responden menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut,

angket atau kuesioner dikumpulkan kepada peneliti sehingga peneliti

(59)

43 H. Teknik Analisis Data

Pengumpulan data pada dasarnya adalah unuk menguji

hipotesis atau sekurang-kurangnya menjawab pertanyaan penelitian.

Artinya, data itu diperlukan untuk membuktikan kebenaran hipotesis.

Namun demikian, ini tidak berarti bahwa data secara sengaja

diupayakan agar mendukung dan membenarkan hipotesis sekali pun

kenyataannya data tersebut bertolak belakang dengan hipotesis. Data

tetap bagaimana adanya (Arikunto, 2005: 132).

Data yang didapatkan dari penelitian ini kemudian dianalisis

menggunakan SPSS 24.0 for windows untuk melakukan uji validitas,

uji reliabelitas, uji regresi (uji hipotesis) yang memuat uji determinan

(60)

44 BAB IV

DESKRIPSI DATA, ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Subjek Penelitian

1. Sejarah Singkat Berdirinya MAN 1 Kab. Magelang

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) berasal dari Sekolah

Guru Hakim Islam (SGHI) didirikan oleh Direktur Pendidikan

Agama Departemen Agama RI pada tanggal 25 Mei 1950

berlokasi di Kejuron, Kelurahan Cacaban, Kecamatan

Magelang Selatan, Kota Magelang.

Pada tahun 1956 SGHI berubah menjadi Pendidikan

Guru Agama Pertama (PGAP). Pada tahun 1957 lokasi tersebut

diambil alih oleh yang berwenang Kepolisian Republik

Indonesia, PGAP berpindah ke Gedung Muhammadiyah di

Jalan Tidar Nomor 21 Kota Magelang. Pada tahun 1960

berubah lagi menjadi Pendidikan Guru Agama Empat Tahun.

Pada tahun 1967 Pendidikan Guru Agama Empat Tahun

berubah menjadi Pendidikan Guru Agama Enam Tahun.

Pada tahun 1971, lokasi Pendidikan Guru Agama Enam

Tahun diambil alih oleh Muhammadiyah, kemudian lokasi

pembelajaran berpindah ke alamat yang sekarang menjadi Jalan

Sunan Bonang Nomor 17 Karet Magelang pada era

Gambar

Tabel 3.1 Sebaran item tingkat Curiosity, Pemanfaatan Teknologi dan Optimisme
Tabel 4.2 Keterangan Sarana dan Prasarana MAN 1 Kab. Magelang
Tabel 4.3 Perhitungan Nilai Maksimum, Minimum, Mean dan Standar
Tabel 4.4 Curiosity (rasa ingin tahu) 1
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pada analisis ini dapat ditetapkan parameter laju resesi aliran bawah per- mukaan (IRC) dan aliran air bawah tanah (GWRC) serta komponen aliran sungai yang meliputi

23 Tahun 2004 memberikan pengertian tentang Kekerasan dan Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, yakni di dalam Pasal 1 UU ini yang dimaksud dengan

Program Penataan Peraturan Perundang­Undangan Jumlah Produks Hukum Daerah yang di Proses Perda 26 SETDA

Juga dengan penelitian Usman (2003) yang menganalisa rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba pada bank-bank di Indonesia, yang dalam hasil penelitiannya menunjukkan bahwa

Pengabdian masyarakat pada hakekatnya merupakan perwujudan dari salah satu dharma perguruan tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat, yang bersifat lintas disiplin

400.000.000 ,- (Empat Ratus Juta Rupiah) Tahun Anggaran 2017, maka dengan ini diumumkan bahwa Pemenang E-lelang pemilihan langsung pekerjaan tersebut di atas adalah

Untuk mengatasi hal itu dibutuhkan sebuah aplikasi penjadwalan operasi berbasis web, yang mana aplikasi ini bertujuan untuk mempermudah dokter untuk melakukan

mengatur, menetapkan serta membina mengatur, menetapkan serta membina tenaga bidan yang menjalankan praktik tenaga bidan yang menjalankan praktik kebidanan dalam rangka