PERBEDAAN PERCEPATAN PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DARI EKSTRAK KULIT BUAH JENGKOL

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

PERBEDAAN PERCEPATAN PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DARI EKSTRAK KULIT BUAH JENGKOL (Pithecellobium lobatum Benth.) DALAM BENTUK SEDIAAN SALEP DAN GEL SECARA PRAKLINIS

PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR

OLEH: DARWIN NIM 071501061

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

(2)

PERBEDAAN PERCEPATAN PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DARI EKSTRAK KULIT BUAH JENGKOL (Pithecellobium lobatum Benth.) DALAM BENTUK SEDIAAN SALEP DAN GEL SECARA PRAKLINIS

PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR

SKRIPSI

Diajukan untuk melengkapi salah satu syarat untuk memperoleh Gelar Sarjana Farmasi pada Fakultas Farmasi

Universitas Sumatera Utara

OLEH: DARWIN NIM 071501061

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

(3)

PENGESAHAN SKRIPSI

PERBEDAAN PERCEPATAN PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DARI EKSTRAK KULIT BUAH JENGKOL (Pithecellobium lobatum Benth.) DALAM BENTUK SEDIAAN SALEP DAN GEL SECARA PRAKLINIS

PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR OLEH:

DARWIN NIM 071501061

Dipertahankan di hadapan Panitia Penguji Fakultas Farmasi

Universitas Sumatera Utara Pada tanggal : September 2011

Pembimbing I, Panitia Penguji,

Prof. Dr. M. T. Simanjuntak, M.Sc., Apt. Prof. Dr. Karsono, Apt.

NIP 195212041980021001 NIP 195409091982011001

Pembimbing II,

Prof. Dr. M. T. Simanjuntak, M.Sc., Apt NIP 195212041980021001

Drs. Awaluddin Saragih, M.Si., Apt. NIP 195008221974121002

Drs. Saiful Bahri, M.S., Apt.

NIP 195208241983031001

Dra. Djendakita, M.Si., Apt.

NIP 195107031977102001

Medan, September 2011 Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara

Dekan,

Prof. Dr. Sumadio Hadisahputra, Apt. NIP 195311281983031002

(4)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan rahmat dan anugerah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penyusunan skripsi ini yang berjudul “Perbedaan Percepatan Penyembuhan Luka Bakar dari Ekstrak Kulit Buah Jengkol (Pithecellobium lobatum Benth.) dalam Bentuk Sediaan Salep dan Gel secara Praklinis pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar ”. Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Farmasi pada Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara.

Ucapan terima kasih dan penghargaan yang tulus tiada terhingga kepada Ayah Hendri dan Ibu Sumiati tercinta, serta kepada Kakek dan Nenek atas dorongan dan semangat baik moril maupun materil kepada penulis selama masa perkuliahan hingga selesainya penyusunan skripsi ini.

Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Prof. Dr. M. T. Simanjuntak, M.Sc., Apt., dan Bapak Drs. Awaluddin Saragih, M.Si., Apt., yang telah membimbing penulis dengan penuh kesabaran, tulus dan ikhlas selama penelitian hingga selesainya penulisan skripsi ini.

Penulis juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Sumadio Hadisahputra, Apt., sebagai Dekan Fakultas Farmasi yang telah memberikan bantuan dan fasilitas selama masa pendidikan.

(5)

2. Ibu Dra. Masfria, MS., Apt., sebagai dosen wali yang telah membimbing penulis selama masa pendidikan.

3. Bapak Prof. Dr. Karsono, Apt, Bapak Drs. Saiful Bahri, M.S., Apt., Ibu Dra. Djendakita, M.Si., Apt., sebagai dosen penguji yang telah memberikan saran dan kritikan kepada penulis hingga selesainya penulisan skripsi ini.

4. Bapak Prof. Dr. M. T. Simanjuntak, M.Sc., Apt., selaku Kepala Laboratorium Biofarmasetika dan Farmakokinetika yang telah memberikan fasilitas dan bantuan selama penelitian.

5. Seluruh Staf Pengajar, Pegawai Tata Usaha, Kakak-kakak, Abang-abang dan Teman-teman yang telah membantu selama penelitian hingga selesainya penulisan skripsi ini.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penulisan skripsi ini masih memiliki banyak kekurangan, oleh karena itu sangat diharapkan kritikan dan saran yang dapat menyempurnakan skripsi ini.

Medan, September 2011 Penulis,

Darwin

(6)

Perbedaan Percepatan Penyembuhan Luka Bakar dari Ekstrak Kulit Buah Jengkol (Pithecellobium lobatum Benth.) dalam Bentuk Sediaan Salep dan

Gel Secara Praklinis pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar Abstrak

Jengkol (Pithecellobium lobatum Benth.) merupakan salah satu tumbuhan yang berkhasiat. Kulit buah jengkol termasuk limbah di pasar tradisional dan kurang memberikan nilai ekonomis. Daun jengkol berkhasiat sebagai obat eksim, kudis, luka dan bisul, kulit batangnya sebagai penurun kadar gula darah dan kulit buahnya dapat digunakan sebagai obat borok, pembasmi serangga, luka bakar. Salah satu kandungan kimia dari kulit buah jengkol yaitu tanin. Tanin berfungsi sebagai astringen yang menyebabkan penciutan pori-pori kulit, memperkeras kulit, menghentikan eksudat dan pendarahan yang ringan, antiseptik dan obat luka bakar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ekstrak kulit buah jengkol dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan salep dan gel yang stabil dan mengetahui perbedaan percepatan penyembuhan luka bakar antara bentuk sediaan salep dan gel.

Pada penelitian ini ekstrak kulit buah jengkol diformulasikan menjadi sediaan salep dan gel, selanjutnya dievaluasi sediaan, kemudian diuji sediaan salep dan gel terhadap penyembuhan luka bakar dan dilakukan analisis data dengan Statistical Program Service Solution (SPSS) yaitu Uji T

Hasil evaluasi sediaan salep dan gel dari ekstrak kulit buah jengkol menunjukkan bahwa sediaan salep dan gel dari ekstrak kulit buah jengkol tetap stabil selama 28 hari dan nilai pH sediaan memenuhi persyaratan nilai pH sediaan yang aman untuk kulit yaitu pH 5 hingga 10.

Hasil penelitian menunjukkan kelompok yang diberi sediaan salep yang mengandung ekstrak kulit buah jengkol 5% sembuh setelah hari ke 14, sedangkan kelompok yang diberi sediaan gel yang mengandung ekstrak kulit buah jengkol 1% sembuh setelah hari ke 10.

Hasil analisis data menggunakan Uji T disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap percepatan penyembuhan luka bakar antara bentuk sediaan salep dan gel ekstrak kulit buah jengkol yang memberikan efek terbaik dari masing-masing konsentrasi terbaik (salep 5% dan gel 1%) dimana nilai sig.(2-tailed) atau probabilitas yang dihasilkan lebih besar dari 0,05 (probabilitas 0,194).

(7)

Differences Accelerating Burn Healing of Dog Fruit Rind Extracts (Pithecellobium lobatum Benth.) in the Ointment and Gel Dosage Forms in

Preclinical in Male White Rat of Wistar Strain Abstract

Dog fruit (Pithecellobium lobatum Benth.) is one of the herbs are efficacious. Rind dog fruit including waste in traditional markets and provide less economic value. Leaf dog fruit efficacious as eczema, scabies, sores and ulcers medicine, the bark as lowering blood sugar and rind can be used as a skin ulcer medication, insect repellent, burn. One of the chemical compounds from dog fruit rind is tannin. Serves as an astringent tannins that cause shrinkage pores of the skin, hardened skin, stop bleeding exudate and a mild, antiseptic and burn medicine. The aim of this research was to determine the dog fruit rind extract can be formulated in an ointment and dosage forms are stable and know the difference between ointment and gel dosage forms accelerating burn healing.

In this study dog fruit rind extract formulated into an ointment and gel dosage forms, dosage forms were evaluated further and then tested against burns and performed data analysis with the Statistical Program Service Solution (SPSS) is a test T.

The results of the evaluation of ointment and gel dosage forms from dog fruit rind extract showed that the dosage form of ointments and gels from dog fruit rind extract remain stable for 28 days. pH value of the dosage form eliglibe to the dosage form for the skin pH value of 5 to 10.

The results showed the group given 5% dog fruit rind extract ointment recovered after day 14, whereas the group given 1% dog fruit rind extract gel recovered after day 10.

Results of analysis of data using T test concluded that there was no significant difference to the acceleration of healing of burns between ointments and gel dosage forms from dog fruit rind extract that give the best effect of each of the best concentration (5% ointment and gel 1%) where the value of sig. (2 - tailed) or the probability generated is greater than 0.05 (probability 0.194).

Key words: dog fruit rind extract, ointment, gel, burn

(8)

DAFTAR ISI

Halaman

Judul ... i

Halaman Judul ... ii

Halaman Pengesahan ... iii

Kata Pengantar ... iv

Abstrak ... vi

Abstract ... vii

Daftar Isi ... viii

Daftar Tabel ... xi

Daftar Gambar ... xii

Daftar Lampiran ... xiii

BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Perumusan Masalah ... 3 1.3 Hipotesis ... 4 1.4 Tujuan Penelitian ... 4 1.4.1 Tujuan Umum ... 4 1.4.2 Tujuan Khusus ... 4 1.5 Manfaat Penelitian ... 5 1.6 Kerangka Penelitian ... 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 6

2.1 Uraian Tumbuhan ... 6

(9)

2.1.2 Sinonim ... 6

2.1.3 Nama Daerah ... 6

2.1.4 Habitat dan Daerah Tumbuh ... 6

2.1.5 Morfologi Tumbuhan ... 7 2.1.6 Kandungan Kimia ... 7 2.1.7 Khasiat Tumbuhan ... 7 2.2 Ekstraksi ... 7 2.3 Gel ... ... ... 9 2.4 Salep ... ... 10 2.5 Stabilitas Sediaan ... ... 11 2.6 Kulit ... ... 13 2.7 Luka Bakar ... ... 14

2.8 Penyembuhan Luka Bakar ... ... 17

2.9 Absorpsi Obat Perkutan ... ... 18

BAB III METODE PENELITIAN ... 18

3.1 Alat-alat ... 19

3.2 Bahan-bahan ... 19

3.3 Hewan Percobaan ... 20

3.4 Identifikasi Tumbuhan ... 20

3.5 Pengumpulan dan Pengolahan Sampel ... 20

3.6 Pemeriksaan Karakterisasi Simplisia... 20

3.7 Skrining Fitokimia ... 21

3.8 Pembuatan Ekstrak ... 21

(10)

3.9.1 Pembuatan Salep ... 21 3.9.2 Pembuatan Gel ... 23 3.10 Evaluasi Sediaan ... 24 3.10.1 Pemeriksaan Organoleptis ... 24 3.10.2 Uji Homogenitas ... 24 3.10.3 Pemeriksaan pH ... 24

3.11 Pengujian Sediaan Salep dan Gel Terhadap Penyembuhan Luka Bakar... ... 25

3.12 Perhitungan Diameter Rata-rata Luka Bakar ... 25

3.13 Analisis Data... 26

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 27

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 41

5.1 Kesimpulan ... 41

5.2 Saran ... 41

DAFTAR PUSTAKA ... 42

(11)

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 1. Formula salep dengan variasi konsentrasi ekstrak kulit buah

jengkol ... 22 Tabel 2. Formula gel dengan variasi konsentrasi ekstrak kulit buah

jengkol ... 23 Tabel 3. Hasil Pemeriksaan Organoleptis Sediaan Salep Ekstrak kulit

Buah Jengkol Selama 28 Hari pada Suhu Kamar ... 28 Tabel 4. Hasil Pemeriksaan Organoleptis Sediaan Gel Ekstrak kulit

Buah Jengkol Selama 28 Hari pada Suhu Kamar ... 29 Tabel 5. Hasil Pemeriksaan Homogenitas Sediaan Salep dan Gel

Ekstrak Kulit Buah Jengkol Selama 28 Hari pada Suhu Kamar . 30 Tabel 6. Hasil Pemeriksaan pH dari Sediaan Salep dan Gel Ekstrak

Kulit Buah Jengkol Selama 28 Hari pada Suhu Kamar ... 31 Tabel 7. Proses Penyembuhan Luka Bakar dari Salep Ekstrak Kulit

Buah Jengkol 5% dan Sediaan Salep di Pasaran ... 37 Tabel 8. Proses Penyembuhan Luka Bakar dari Salep Ekstrak Kulit

Buah Jengkol 5% dan Sediaan Salep di Pasaran ... 38

(12)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1. Cara Mengukur Diameter Luka Bakar ... 25

Gambar 2. Grafik Diameter Luka Bakar terhadap Waktu (Hari) dari Sediaan Salep Ekstrak Kulit Buah Jengkol ... 32

Gambar 3. Grafik Diameter Luka Bakar terhadap Waktu (Hari) dari Sediaan Gel Ekstrak Kulit Buah Jengkol ... 33

Gambar 4. Grafik Perbedaan Percepatan Penyembuhan Luka Bakar dari Sediaan Salep dan Gel Ekstrak Kulit Buah Jengkol . 34 Gambar 5. Grafik Perbedaan Percepatan Penyembuhan Luka Bakar dari Sediaan Salep Ekstrak Kulit Buah Jengkol 5% dan Sediaan Salep di Pasaran ... 35

Gambar 6. Grafik Perbedaan Percepatan Penyembuhan Luka Bakar dari Sediaan Gel Ekstrak Kulit Buah Jengkol 1% dan Sediaan Gel di Pasaran ... 36

Gambar 7. Tumbuhan Jengkol ... 46

Gambar 8. Kulit Buah Jengkol Segar ... 46

Gambar 9. Simplisia Kulit Buah Jengkol ... 47

Gambar 10. Serbuk Simplisia Kulit Buah Jengkol ... 47

Gambar 11. Penampang Melintang Kulit Buah Jengkol (perbesaran 10x10) ... 48

Gambar 12. Serbuk Simplisia Kulit Buah Jengkol (perbesaran 10x40) ... 48

(13)

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman Lampiran 1. Hasil Identifikasi Tumbuhan Jengkol (Pithecellonium

lobatum Benth.) ... 45 Lampiran 2. Gambar Tumbuhan Jengkol (Pithecellobium lobatum

Benth.) dan Kulit Buah Jengkol Segar ... 46 Lampiran 3. Gambar Simplisia dan Serbuk Simplisia Kulit Buah

Jengkol (Pithecellobii pericarpii) ... 47 Lampiran 4. Gambar Hasil Mikroskopik Penampang Melintang Kulit

Buah dan Serbuk Simplisia Kulit Buah Jengkol ... 48 Lampiran 5. Perhitungan Kadar Air Serbuk Simplisia Kulit Buah

Jengkol ... 49 Lampiran 6. Perhitungan Kadar Sari Larut dalam Air Serbuk

Simplisia Kulit Buah Jengkol ... 50 Lampiran 7. Perhitungan Kadar Sari Larut dalam Etanol Serbuk

Simplisia Kulit Buah Jengkol ... 51 Lampiran 8. Perhitungan Kadar Abu Total Serbuk Simplisia Kulit

Buah Jengkol ... 52 Lampiran 9. Perhitungan Kadar Abu Tidak Larut dalam Asam

Serbuk Simplisia Kulit Buah Jengkol ... 53 Lampiran 10. Hasil Skrining Fitokimia Serbuk Simplisia Kulit Buah

Jengkol ... 54 Lampiran 11. Bagan Alur Penelitian ... 55 Lampiran 12. Bagan Pembuatan Sediaan Salep Ekstrak Kulit Buah

Jengkol (Pithecellobium lobatum Benth.) ... 56 Lampiran 13. Bagan Pembuatan Sediaan Gel Ekstrak Kulit Buah

Jengkol (Pithecellobium lobatum Benth.) ... 57 Lampiran 14. Gambar Sediaan Salep Ekstrak Kulit Buah Jengkol

(Pithecellobium lobatum Benth.) ... 58 Lampiran 15. Gambar Sediaan Gel Ekstrak Kulit Buah Jengkol

(14)

Lampiran 16. Perubahan Diameter Luka Bakar yang Diobati dengan

Salep Ekstrak Kulit Buah Jengkol 5% ... 60 Lampiran 17. Perubahan Diameter Luka Bakar yang Diobati dengan

Gel Ekstrak Kulit Buah Jengkol 1% ... 62 Lampiran 18. Perubahan Diameter Luka Bakar yang Diobati dengan

Sediaan Salep di Pasaran ... 64 Lampiran 19. Perubahan Diameter Luka Bakar yang Diobati dengan

Sediaan Gel di Pasaran ... 65 Lampiran 20. Contoh Perhitungan Diameter Luka Bakar ... 66 Lampiran 21. Data Diameter Luka Bakar dengan Interval Pengukuran

Setiap Hari dari Sediaan Salep Ekstrak Kulit Buah

Jengkol 5% ... 67 Lampiran 22. Data Diameter Luka Bakar dengan Interval Pengukuran

Setiap Hari dari Sediaan Gel Ekstrak Kulit Buah Jengkol

1% ... 69 Lampiran 23. Data Diameter Luka Bakar dengan Interval Pengukuran

Setiap Hari dari Sediaan Salep di Pasaran ... 71 Lampiran 24. Data Diameter Luka Bakar dengan Interval Pengukuran

Setiap Hari dari Sediaan Gel di Pasaran ... 73 Lampiran 25. Diameter Luka Bakar Rata-rata dengan Interval

Pengukuran Setiap Hari dari Sediaan Salep dan Gel

Ekstrak Kulit Buah Jengkol ... 75 Lampiran 26. Diameter Luka Bakar Rata-rata dengan Interval

Pengukuran Setiap Hari dari Sediaan Salep Ekstrak

Kulit Buah jengkol 5% dan Sediaan Salep di Pasaran ... 76 Lampiran 27. Diameter Luka Bakar Rata-rata dengan Interval

Pengukuran Setiap Hari dari Sediaan Gel Ekstrak Kulit

Buah jengkol 1% dan Sediaan Gel di Pasaran ... 77 Lampiran 28. Hasil Analisis Uji T terhadap Percepatan Penyembuhan

Luka Bakar dari Sediaan Salep dan Gel Ekstrak Kulit

Buah Jengkol ... 78 Lampiran 29. Hasil Analisis Uji T terhadap Percepatan Penyembuhan

Luka Bakar dari Sediaan Salep Ekstrak Kulit Buah

(15)

Lampiran 30. Hasil Analisis Uji T terhadap Percepatan Penyembuhan Luka Bakar dari Sediaan Gel Ekstrak Kulit Buah

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...