• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Modul IPA Berbasis Kontekstual pada Materi Sistem Peredaran Darah Manusia untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 25 Purworejo - UNS Institutional Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Pengembangan Modul IPA Berbasis Kontekstual pada Materi Sistem Peredaran Darah Manusia untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 25 Purworejo - UNS Institutional Repository"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

i

PENGEMBANGAN MODUL IPA BERBASIS KONTEKSTUAL PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA

UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 25 PURWOREJO

TESIS

Disusun untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Magister Program Studi Magister Pendidikan Sains

Oleh:

Asriati Asih Lestari NIM S831502037

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

(2)
(3)
(4)
(5)

v MOTTO

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang berilmu pengetahuan beberapa derajat.

Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Mujadillah: 11)

Man Jadda Wa Jadda

Barang siapa yang bersungguh-sungguh akan mendapatkannya.

Barang siapa keluar untuk mencari ilmu maka dia berada di jalan Allah. (HR. Turmudzi)

Hidup ini seperti sepeda. Agar tetap seimbang, kau harus terus bergerak. (Albert Einstein)

Sukses berjalan dari kegagalan satu menuju kegagalan lain tanpa kehilangan semangat dan antusiasme.

(6)

vi

PERSEMBAHAN

Ku persembahkan karya ini untuk:

Siswa dan guru IPA

(7)

vii

Asriati Asih Lestari. 2017. Pengembangan Modul IPA Berbasis Kontekstual pada Materi Sistem Peredaran Darah Manusia untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 25 Purworejo. Tesis. Pembimbing I: Dr. Baskoro Adi Prayitno, M. Pd., Pembimbing II: Prof. Dr. Ashadi. Program Studi Pendidikan Sains, Program Magister, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik modul IPA yang dikembangkan serta menganalisis kelayakan dan keefektifan modul IPA berbasis kontekstual pada materi sistem peredaran darah manusia untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 25 Purworejo.

Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian pengembangan (research and development). Prosedur pengembangan dalam penelitian ini adalah 4D Thiagarajan dengan tahap: pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Modul dirancang mengikuti langkah pembelajaran kontekstual. Pengembangan modul dinilai berdasarkan materi, media dan bahasa dalam modul serta diuji validitas isi perangkat pembelajaran dan instrument hasil belajar. Modul diujicobakan pada 12 siswa, kemudian direvisi dan dilanjutkan uji coba di kelas VIII F SMP Negeri 25 Purworejo. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif, analisis kelayakan dan uji validitas isi perangkat pembelajaran dan instrumen hasil belajar. Teknik analisis data menggunakan analisis t-test melalui SPSS 16.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) modul IPA berbasis kontekstual memiliki karakteristik yaitu memuat langkah pembelajaran kontekstual; (2) modul IPA berbasis kontekstual termasuk kategori sangat layak karena telah melalui uji kelayakan dari ahli materi, ahli media dan ahli bahasa dengan persentase 96,5%, praktisi pendidikan dengan persentase 92,5% dan teman sejawat dengan persentase 93%, serta melalui tahap uji validitas isi perangkat pembelajaran dan instrumen hasil belajar dengan validitas isi sangat tinggi; (3) modul IPA berbasis kontekstual efektif meningkatkan hasil belajar siswa karena telah melalui uji keefektifan dengan nilai uji kompetensi kelas eksperimen berturut-turut mendapat rerata sebesar 75 pada kegiatan belajar 1, 78 pada kegiatan belajar 2, dan 80 pada kegiatan belajar 3. Hasil t-test dengan signifikansi ˂0,05 menyatakan terdapat perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa modul IPA pada materi sistem peredaran darah manusia sesuai dengan komponen pembelajaran kontekstual; dengan penilaian sangat layak dari validator modul; dan efektif digunakan sebagai bahan ajar untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 25 Purworejo.

(8)

viii

Asriati Asih Lestari. 2017. The Development of Contextual-Based Science Module on Materials of Human Blood Circulatory System to Improve Student Learning Outcomes of VIII Grade State Junior High School 25 Purworejo. Thesis. 1st Counselor: Dr. Baskoro Adi Prayitno, M. Pd., 2nd Counselor: Prof. Dr. Ashadi. Science Education Study Program, Master Program, Sebelas Maret University, Surakarta.

ABSTRACT

This research is intended to analyze the characteristic of the developed science module and to analyze the feasibility and effectiveness of contextual-based science modules in materials of human blood circulatory system in order to improve students’ learning outcomes of the eighth grade students of State Junior High School 25 Purworejo.

The kind of this research is research and development study. The developmental procedure of in this research is 4D Thiagarajan which has stages: define, design, development, and disseminate. The module is designed to follow the contextual learning steps. The used analysis technique in this research is a qualitative and quantitative descriptive analysis, feasibility analysis and validity test of the lesson plan content and the instrument of the result learning. The data analysis technique uses t-test analysis through SPSS 16.

The results of this research said that (1) the contextual science modules has the characteristic of containing the steps of contextual learning; (2) contextual-based science modules are categorized as a very feasible module because it had passed the feasibility test from the material experts, media experts and linguists with 96.5% percentages, education practitioners with 92.5% percentages and colleague with 93% percentages, and through test the validity of the lesson plan content and learning result instruments with the validity of the content is very high; (3) contextual science module improves student learning outcomes effectively because it has passed the effectiveness test with the value of experimental competence test gets s 75 on learning activity 1, 78 on learning activity 2 and 80 on learning activity. The result of t-test with significance of ˂0,05 states that there is a significant difference between experimental class and controlled class. Based on the research result, it can be concluded that the science module in the material of human blood circulatory system in accordance with the contextual learning component; with a very feasible assessment of the module validator; and effectively used as teaching materials to improve student’s learning outcomes of the eighth grade students of State Junior High School 25 Purworejo.

(9)

ix PRAKATA

Puji syukur Alhamdulillahirobbil’alamin penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang memberi kekuatan, kelancaran dan kemudahan, sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis dengan judul “Pengembangan Modul IPA Berbasis Kontekstual pada Materi Sistem Peredaran Darah Manusia untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 25 Purworejo”. Tesis ini disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam mendapatkan gelar magister pada program studi Pendidikan Sains Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Proses penyusunan tesis tidak terlepas dari bantuan dan dukungan berbagai pihak. Penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang turut memberikan bantuan dan dukungan:

1. Prof. Dr. Joko Nurkamto, M.Pd., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta,

2. Dr. Mohammad Masykuri, M.Si., selaku Kepala Program Studi Magister Pendidikan Sains Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta,

3. Dr. Baskoro Adi Prayitno, M.Pd., selaku Pembimbing Utama yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan,

4. Prof. Dr. Ashadi, selaku kopembimbing yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan,

(10)

x

6. Kepala, guru, karyawan dan siswa SMP Negeri 25 Purworejo atas segala bantuan waktu dan tempat melakukan penelitian,

7. Ibunda Sopiyah, kakak-kakakku, suami Manan Efendi, serta anakku tercinta Nafisa Fatima Asnani dan Mudrik Al Khalifi yang senantiasa memberikan doa, semangat serta dukungan material dan spiritual dalam penyusunan tesis, 8. Teman-teman Program Studi Pendidikan Sains kelas IPA angkatan 2015 (Tri

Wiyoko, Jumadi, Nila Putra PP, Prian Budi P, Nurul Faizzah, Lutfiatul Lathifah, Alfath Rosyada R, Ratna Kumala Sari, Imega Syahlita Dewi, Siti Darmawati, dan Isna Nur Fityana) yang selalu setia memberikan dukungan, semangat dan doa,

9. Keluarga Budi Setiyanto yang telah memberikan dukungan dan doa,

10.Pihak-pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan tesis ini.

Penulis menyadari bahwa penyusunan tesis masih jauh dari sempurna. Kritik dan saran membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan di masa mendatang. Semoga karya ini bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan dan bagi dunia pendidikan.

Surakarta, Januari 2018

(11)

xi DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

PERNYATAAN ORISINALITAS DAN PUBLIKASI ... ii

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii

HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI TESIS ... iv

MOTTO ... v

D. Spesifikasi Produk yang Diharapkan ... 5

E. Pentingnya Pengembangan ... 6

F. Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan ... 7

(12)

xii

7. Hasil Belajar ... 39

B. Kajian Penelitian yang Relevan ... 40

C. Kerangka Berpikir ... 45

BAB III. METODE PENELITIAN ... 46

A. Jenis Penelitian ... 46

B. Prosedur Penelitian ... 46

1. Tahap Pendahuluan ... 46

2. Tahap Pengembangan ... 47

3. Tahap Penyebaran ... 56

BAB IV. HASIL PENELITIAN ... 57

A. Hasil Studi Pendahuluan ... 57

B. Pengembangan Produk ... 60

1. Penyusunan Draft Produk ... 60

2. Uji Coba Draft Produk ... 68

3.

Hasil Uji Coba Draft Produk ... 68

C. Pengujian Produk ... 74

D. Pembahasan ... 80

BAB V. SIMPULAN DAN SARAN ... 87

A. Simpulan ... 87

B. Implikasi ... 88

C. Saran ... 88

DAFTAR PUSTAKA ... 90

(13)

xiii

6 Kriteria Interpretasi Penilaian Validator ... 52

7 Kriteria Interpretasi Validitas Isi ... 53

8 Kriteria Pencapaian Penguasaan Siswa ... 53

9 Kriteria Penilaian Siswa dan Guru ... 54

10 Perbandingan Persentase Penguasaan IPA Materi Sistem Peredaran Darah Manusia di SMP Negeri 25 Purworejo ... 57

11 Hasil Ulangan Harian Siswa SMP Negeri 25 Purworejo Materi Sistem Peredaran Darah Manusia Tahun Pelajaran 2015/2016 ... 57

12 Hasil Angket Analisis Kebutuhan Siswa ... 59

13 Hasil Angket Analisis Kebutuhan Guru ... 59

14 Validasi Modul IPA Berbasis Kontekstual oleh Ahli Materi, Ahli Media dan Ahli Media ... 68

15 Rekapitulasi Data Hasil Validasi Ahli RPP (Perangkat Pembelajaran) 69 16 Tabulasi Silang (2x2) Hasil Validasi Ahli RPP (Perangkat Pembelajaran) ... 69

17 Rekapitulasi Data Hasil Validasi Ahli Instrumen Hasil Belajar Kompetensi Pengetahuan ... 69

18 Tabulasi Silang (2x2) Hasil Validasi Ahli Instrumen Hasil Belajar Kompetensi Pengetahuan ... 70

19 Rekapitulasi Data Hasil Validasi Ahli Instrumen Hasil Belajar Kompetensi Sikap ... 70

(14)

xiv

21 Rekapitulasi Data Hasil Validasi Ahli Instrumen Hasil Belajar

Kompetensi Keterampilan ... 71

22 Tabulasi Silang (2x2) Hasil Validasi Ahli Instrumen Hasil Belajar Kompetensi Keterampilan ... 71

23 Hasil Revisi Validasi Modul IPA oleh Validator ... 71

24 Validasi Modul IPA Berbasis Kontekstual oleh Praktisi Pendidikan 72 25 Validasi Modul IPA Berbasis Kontekstual oleh Teman Sejawat ... 73

26 Hasil Penilaian Modul Siswa Uji Kelompok Kecil ... 74

27 Hasil Penilaian Modul Siswa Uji Kelompok Besar ... 76

28 Hasil Belajar Siswa Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ... 77

29 Hasil Analisis Skor Hasil Belajar Siswa Aspek Pengetahuan pada Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen ... 77

30 Hasil Penilaian Sikap Siswa Kelas Eksperimen ... 78

31 Hasil Penilaian Keterampilan Siswa Kelas Eksperimen ... 78

(15)

xv

7 Potongan melintang pembuluh arteri normal dan penderita Aterosklerosis ... 36

8 Kerangka berpikir ... 45

9 Tampilan sampul depan Modul Siswa dan Modul Guru ... 61

10 Layout Modul Siswa “Peta Isi Modul” dan “Petunjuk Penggunaan Modul”... 62

11 Layout Modul Siswa “Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi” dan “Peta Konsep” ... 62

12 Layout modul siswa “Kegiatan Belajar I”, Tahukah Kamu” dan “Ayo Bertanya” ... 63

13 Layout Modul Siswa “Ayo Berdiskusi Kelompok”, “Ayo Coba dan Temukan”, dan “Ayo Komunikasikan” ... 63

14 Layout Modul Siswa “Uraian Materi” dan “Info Sains” ... 64

15 Layout Modul Siswa “Rangkuman” dan “Uji Kompetensi” ... 64

16 Layout Modul Siswa “Refleksi” dan “Glosarium” ... 65

17 Layout Modul Guru “Silabus” ... 65

18 Layout Modul Guru “RPP” ... 66

19 Layout Modul Guru “Rubrik Penilaian” ... 66

20 Layout Modul Guru “Rubrik Uji Kompetensi” ... 67

(16)

xvi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1 Kisi-kisi Istrumen Analisis Kebutuhan Guru ... 94

2 Kisi-kisi Intrumen Analisis Kebutuhan Siswa... 95

3 Kuesioner Analisis Kebutuhan Guru ... 96

4 Kuesioner Analisis Kebutuhan Siswa... 99

5 Rekapitulasi Angket Pengungkap Kebutuhan Guru ... 101

6 Rekapitulasi Angket Pengungkap Kebutuhan Siswa ... 104

7 Contoh Hasil Angket Kebutuhan Guru ... 106

8 Contoh Hasil Angket Kebutuhan Siswa ... 108

9 Draf Modul ... 110

10 Angket Keterbacaan Siswa Terhadap Modul ... 115

11 Contoh Hasil Keterbacaan Siswa Terhadap Modul ... 117

12 Rekapitulasi Hasil Keterbacaan Siswa Terhadap Modul ... 119

13 Hasil Pengerjaan Modul Sampel Kecil ... 122

14 Kisi-kisi Angket Validasi Ahli Materi, Ahli Media dan Ahli Bahasa ... 123

15 Kisi-kisi Angket Validasi Praktisi Pendidikan dan Teman Sejawat ... 124

16 Instrumen Validasi Ahli Modul ... 125

17 Rekapitulasi Data Hasil Validasi Ahli Materi, Ahli Media, dan Ahli Bahasa ... 127

18 Rekapitulasi Data Hasil Validasi Ahli RPP (Perangkat Pembelajaran) ... 128

19 Rekapitulasi Data Hasil Validasi Ahli Instrumen Hasil Belajar Kompetensi Pengetahuan ... 129

20 Rekapitulasi Data Hasil Validasi Ahli Instrumen Hasil Belajar Kompetensi Sikap ... 130

(17)

xvii

Kontekstual oleh Praktisi Pendidikan ... 132

23 Rekapitulasi Data Hasil Validasi Modul IPA Berbasis Kontekstual oleh Teman Sejawat ... 133

24 Contoh Validasi oleh Ahli Materi ... 134

25 Contoh Validasi oleh Ahli Media ... 136

26 Contoh Validasi oleh Ahli Bahasa ... 138

27 Contoh Validasi oleh Ahli Perangkat Pembelajaran (RPP)... 140

28 Contoh Validasi oleh Praktisi Pendidikan ... 142

29 Contoh Validasi oleh Teman Sejawat ... 144

30 Angket Respon Siswa Terhadap Modul ... 146

31 Rekapitulasi Hasil Respon Siswa Terhadap Modul ... 148

32 Contoh Hasil Angket Respon Siswa Terhadap Modul ... 151

33 Hasil Belajar Kompetensi Pengetahuan ... 153

34 Hasil Belajar Kompetensi Sikap Spiritual ... 154

35 Hasil Belajar Kompetensi Sikap Sosial ... 155

36 Hasil Belajar Kompetensi Keterampilan ... 157

37 Angket Respon Guru Terhadap Modul ... 159

38 Rekapitulasi Hasil Respon Guru Terhadap Modul ... 162

39 Contoh Hasil Angket Respon Guru Terhadap Modul ... 163

40 Silabus ... 165

41 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ... 177

42 Lembar Observasi Keterlaksanaan Komponen Pembelajaran .... 200

43 Contoh Hasil Observasi Keterlaksanaan Komponen Pembelajaran ... 202

44 Penilaian Keterlaksanaan Komponen Pembelajaran ... 203

45 Hasil t-test ... 207

46 Hasil Pekerjaan Siswa ... 208

47 Hasil Validasi Instrumen Kompetensi Sikap ... 212

48 Hasil Validasi Instrumen Kompetensi Keterampilan ... 217

49 Persentase Penguasaan Materi Soal IPA ... 219

Gambar

Gambar

Referensi

Dokumen terkait

Flange adalah istilah untuk salah satu jenis sambungan yang digunakan saat menyambung antara pipa dan elemennya dengan katup, bejana, pompa dan lainnya. Kedua ujung

Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 76 Undang- undang RI No.29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran “setiap dokter atau dokter gigi

Jadi penelitian selanjutnya dapat dikembangkan lagi dengan menambahkan atribut lain dan menggunakan algoritma yang lain untuk mendapatkan hasil yang lebih baik

Dari tabel 9 dan berdasarkan nilai packet loss sesuai dengan versi TIPHON sebagai standarisasi, pada area Kantor Bandar Udara Rendani untuk kategori degredasi

sedangkan di pantai Pulau Bintan kandungan unsur Ba, Nb, Sr, dan Zr paling tinggi di Pulau Bintan dibandingkan Pulau Batam, kandungan unsur tanah jarang di permukaan dasar

tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.Adapun saran yang dari penelitian ini, yaitu Investor dapat menggunakan market share sebagai bahan pertimbangan dalam

Jika proposal hibah yang layak sudah diterima, satu atau lebih pemberian hibah akan dilakukan dalam waktu 14 hari kerja sejak rapat PAC dengan syarat penerima hibah menyerahkan

Tujuan disusunnya buku ini adalah sebagai panduan bagi Mahasiswa Program Studi Administrasi Perkantoran khususnya semester 5 yang akan mengambil mata kuliah