• Tidak ada hasil yang ditemukan

II. TINJAUAN PUSTAKA. dimaksud dalam Undang-undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, susunan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "II. TINJAUAN PUSTAKA. dimaksud dalam Undang-undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, susunan"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Meskipun penyelenggaraan penuntutan atas perkara pidana pemilu pada dasarnya menggunakan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana / KUHAP (lex generalis) namun dalam UU Pemilu

Berdasarkan ketentuan Pasal 183 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) diketahui bahwa seorang hakim dalam hal menjatuhkan pidana kepada terdakwa tidak boleh

Pengaturan tentang sistem pembuktian sebagaimana diatur dalam Kitab Undang- Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) sudah seharusnya dirobah, karena terdakwa harus diberikan

Menurut Pasal 191 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) telah menyatakan dengan tegas hakim tidak diperbolehkan menjatuhkan pidana melebihi

Berdasarkan Pasal 1 angka 14 Kitab Undang- Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), yang dimaksud dengan tersangka adalah seorang yang karena perbuatannya atau keadaannya

Dalam kalimat diatas nyata bahwa pembuktian harus didasarkan pada Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), yaitu alat bukti yang sah tersebut dalam Pasal

Penelitian ini menitikberatkan pada pelaksanaan diversi yang merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak yang dilaksanakan oleh

Pasal 1 butir 26 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang berbunyi “saksi adalah orang yang dapat memberikan keterangan guna.. kepentingan penyidikan, penuntutan,