• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tabel 5.1 Perkembangan Pendapatan Daerah Tahun 2009-2013

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Tabel 5.1 Perkembangan Pendapatan Daerah Tahun 2009-2013"

Copied!
68
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V

KERANGKA STRATEGI PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR BIDANG

CIPTA KARYA

5.1 POTENSI PENDANAAN APBD

Pembiayaan pembangunan Bidang Cipta Karya perlu memperhatikan arahan

dalam peraturan dan perundangan terkait, antara lain :

a. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah

b. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan

c. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 Tentang Dana Perimbangan

d. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan

Pemerintahan, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Tingkat Provinsi, dan

Pemerintah Daerah Tingkat Kabupaten/Kota

e. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2011 tentang Pinjaman Daerah

f. Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2005 Tentang Kerjasama Pemerintah

dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur (dengan perubahan Perpres

Nomor 13 Tahun 2010 & Perpres Nomor 56 Tahun 2010)

g. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman

Pengelolaan Keuangan Daerah (dengan perubahan Permendagri Nomor 59

Tahun 2007 dan Permendagri Nomor 21 Tahun 2011)

h. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 15 Tahun 2010 Tentang Petunjuk

Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Infrastruktur

i. Peraturan Menteri PU No. 14 Tahun 2011 Tentang Pedoman Pelaksanaan

Kegiatan Kementerian Pekerjaan Umum yang Merupakan Kewenangan

Pemerintah dan Dilaksanakan Sendiri

Berdasarkan peraturan perundang-undangan di atas, lingkup sumber dana

kegiatan pembangunan bidang keciptakaryaan terdiri dari :

1. Dana APBN, meliputi dana yang dilimpahkan Ditjen Cipta Karya kepada Satuan

Kerja di tingkat provinsi (dana sektoral di daerah) serta Dana Alokasi Khusus

(2)

dana lainnya yang dibelanjakan pemerintah provinsi untuk pembangunan

infrastruktur permukiman dengan skala provinsi/regional.

3. Dana APBD Kabupaten/Kota, meliputi dana daerah untuk urusan bersama

(DDUB) dan dana lainnya yang dibelanjakan pemerintah kabupaten untuk

pembangunan infrastruktur permukiman dengan skala kabupaten/kota.

4. Dana Swasta meliputi dana yang berasal dari skema kerjasama pemerintah dan

swasta (KPS), maupun skemaCorporate Social Responsibility(CSR).

5. DanaMasyarakat melalui program pemberdayaan masyarakat.

6. DanaPinjaman, meliputi pinjaman dalam negeri dan pinjaman luar negeri.

Dana-dana tersebut digunakan untuk belanja pembangunan, pengoperasian dan

pemeliharaan prasarana yang telah terbangun, rehabilitasi dan peningkatan prasarana

yang telah ada. Oleh karena itu, dana tersebut perlu dikelola dan dioptimalkan

penggunaannya agar dapat memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan

kualitas pelayanan bidang keciptakaryaan.

5.2 POTENSI PENDANAAN APBN

Keuangan daerah adalah semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka

penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dapat dinilai dengan uang, termasuk di

dalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban daerah.

Dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan, setiap tahun Pemerintah Daerah

menyusun dan menetapkan Anggaran, Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebagai

pedoman dalam menyelenggarakan pemerintahan.

Untuk lebih jelasnya, perkembangan APBD Kota Payakumbuh 5 (lima) tahun terakhir

(3)

Tabel 5.1

Perkembangan Pendapatan Daerah Tahun 2009-2013

PENDAPATAN DAERAH Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

Pendapatan Daerah 337.660.315.309 339.509.170.785 401.222.858.706 476.101.100.124 542.604.532.144

Pendapatan Asli Daerah 32.555.378.611 36.642.757.490 44.561.136.654 50.708.914.124 54.177.950.838

Pajak Daerah 2.912.433.390 3.302.924.301 4.569.620.759 5.720.646.198 7.110.932.746 Retribusi Daerah 6.456.753.782 7.437.333.849 8.393.531.518 7.596.006.901 6.869.912.041 Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang

Dipisahkan 3.973.756.682 4.368.049.743 7.823.840.590 7.407.462.121 9.028.866.865 Lain-Lain PAD 19.212.434.757 21.534.449.597 23.774.143.787 29.984.798.904 31.168.240.186

Dana Perimbangan 290.787.245.60

8 277.361.235.695 297.850.281.017 370.491.322.000 420.604.625.706

Bagi Hasil Pajak 15.977.412.140 18.341.176.331 15.424.754.044 18.410.974.948 15.605.885.704 Bagi Hasil Bukan Pajak 863.292.468 410.504.364 1.084.707.973 1.497.190.052 932.374.002 Dana Alokasi Umum 237.487.541.000 246.791.255.000 260.148.619.000 325.023.247.000 369.115.746.000 Dana Alokasi Khusus 36.459.000.000 11.818.300.000 21.192.200.000 25.559.910.000 34.950.620.000

Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah 14.317.691.090 25.505.177.600 58.811.441.035 54.900.864.000 67.821.955.600

Pendapatan Hibah 120.000.000 - 1.199.992.000 1.799.988.000

-Dana Bagi Hasil Pajak dari Propinsi 8.467.657.890 9.456.764.400 11.781.850.515 11.693.813.000 12.567.996.000 Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus 4.701.675.000 16.048.413.200 45.079.598.520 41.407.063.000 54.351.328.000 Bantuan Keuangan dari Propinsi atau

Pemerintah Daerah 1.028.358.200 - 750.000.000 -

-Jumlah Pendapatan Daerah 337.660.315.309 339.509.170.785 401.222.858.706 476.101.100.124 542.604.532.144

(4)

Gambar 5.1

Diagram Realisasi Lain-Lain Pendapatan yang Sah Daerah Kota Payakumbuh Tahun 2009 – 2013

Berdasarkan diagram di atas, dapat dilihat bahwa realisasi pendapatan daerah Kota

Payakumbuh yang bersumber dari Lain – Lain Pendapatan yang sah rata-rata

meningkat tiap tahunnya, kecuali pada tahun 2012, dimana pada tahun 2011 realisasi

lain-lain pendapatan yang sah adalah sebesar Rp. 58.811.441.035,-, namun pada

tahun 2012 terjadi penurunan sebesar Rp. 3.910.577.035,- sehingga jumlah lain-lain

pendapatan yang sah pada tahun 2012 adalah sebesar Rp. 54.900.864.000,-.

Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa realisasi pendapatan daerah Kota

Payakumbuh yang bersumber dari lain-lain pendapatan yang sah dari tahun 2009

(5)

Gambar 5.2

Diagram Realiasasi Dana Perimbangan Daerah Kota Payakumbuh Tahun 2009 – 2013

Berdasarkan diagram di atas, dapat dilihat bahwa realisasi pendapatan daerah Kota

Payakumbuh yang bersumber dari Dana Perimbangan rata-rata meningkat tiap

tahunnya, kecuali pada tahun 2010, dimana pada tahun 2009 realisasi pendapatan

yang bersumber dari dana perimbangan adalah sebesar Rp. 290.787.245.608,-,

namun pada tahun 2010 terjadi penurunan sebesar Rp. 13.426.009.913,- atau sekitar

4.62% sehingga realisasi dana perimbangan pada tahun 2010 adalah sebesar Rp.

277.361.235.695,-. Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa realisasi

pendapatan daerah Kota Payakumbuh yang bersumber dari dana perimbangan dari

(6)

Gambar 5.3

Diagram Realiasasi Pendapatan Asli Daerah Kota Payakumbuh Tahun 2009 – 2013

Berdasarkan diagram di atas, dapat dilihat bahwa realisasi pendapatan daerah Kota

Payakumbuh yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah rata-rata meningkat tiap

tahunnya. Pada tahun 2009 realisasi pendapatan yang bersumber dari pendapatan asli

daerah adalah sebesar Rp. 32.555.378.611,-. Pada tahun 2010 terjadi peningkatan

sebesar Rp. 4.087.378.879,- atau sebesar 12.56% sehingga realisasi pendapatan asli

daerah Kota Payakumbuh pada tahun 2010 adalah sebesar Rp. 36.642.757.490,-.

Pada tahun 2011 terjadi peningkatan sebesar Rp. 7.918.379.163, atau sekitar 21.61%

dibandingkan dengan tahun 2010 sehingga realisasi pendapatan asli daerah Kota

Payakumbuh pada tahun 2011 adalah sebesar Rp. 44.561.136.654,-. Pada tahun 2012

terjadi peningkatan sebesar Rp. 6.147.777.470,- atau sekitar 13.80% dibandingkan

dengan tahun 2011 sehingga realisasi pendapatan asli daerah Kota Payakumbuh pada

tahun 2012 adalah sebesar Rp. 50.708.914.124,-. Pada tahun 2013 terjadi peningkatan

sebesar Rp. 3.469.036.713,- atau sekitar 6.84% dibandingkan dengan tahun 2012

(7)

realisasi pendapatan daerah Kota Payakumbuh yang bersumber dari pendapatan asli

daerah dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2013 mengalami pertumbuhan sebesar

± 13.70%.

Gambar 5.4

Diagram Realiasasi Pendapatan Daerah Kota Payakumbuh Tahun 2009 – 2013

Gambar 5.5

(8)

Berdasarkan diagram grafik di atas, dapat dilihat bahwa realisasi pendapatan daerah

Kota Payakumbuh rata-rata meningkat tiap tahunnya. Pada tahun 2009 realisasi

pendapatan daerah adalah sebesar Rp. 337.660.315.309,-. Pada tahun 2010 terjadi

peningkatan sebesar Rp. 1.848.855.476,- atau sebesar 0.55% sehingga realisasi

pendapatan daerah Kota Payakumbuh pada tahun 2010 adalah sebesar Rp.

339.509.170.785,-. Pada tahun 2011 terjadi peningkatan sebesar Rp.

61.713.687.920,-. atau sekitar 1861.713.687.920,-.18% dibandingkan dengan tahun 2010 sehingga realisasi pendapatan

daerah Kota Payakumbuh pada tahun 2011 adalah sebesar Rp. 401.222.858.706,-.

Pada tahun 2012 terjadi peningkatan sebesar Rp. 74.878.241.418,- atau sekitar

18.66% dibandingkan dengan tahun 2011 sehingga realisasi pendapatan daerah Kota

Payakumbuh pada tahun 2012 adalah sebesar Rp. 476.101.100.124,-. Pada tahun 2013

terjadi peningkatan sebesar Rp. 66.503.432.019,- atau sekitar 13.97% dibandingkan

dengan tahun 2012 sehingga realisasi pendapatan daerah Kota Payakumbuh pada

tahun 2013 adalah sebesar Rp. 542.604.532.144,-. Berdasarkan data di atas, dapat

disimpulkan bahwa realisasi pendapatan daerah Kota Payakumbuh dari tahun 2009

(9)

Tabel 5.2

Perkembangan Belanja Daerah Tahun 2009-2013

BELANJA DAERAH

Tahun-1 (2009) Tahun-2 (2010) Tahun-3 (2011) Tahun-4 (2012) Tahun-5 (2013)

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

Belanja Daerah 356.247.338.623 364.913.158.930 390.536.878.359 468.917.130.053 512.840.670.449

Belanja Tidak Langsung 191.748.760.393 217.074.319.319 245.164.649.073 289.152.949.189 290.085.134.964

Belanja Pegawai 164.072.080.853 197.083.969.308 230.119.592.554 259.359.627.621 277.209.903.754

Belanja Bunga 5.254.653 50.616.397 - -

-Belanja Subsidi - - - -

-Belanja Hibah 22.106.503.120 12.202.322.351 8.022.463.406 27.795.159.076 10.292.953.550 Belanja Bantuan Sosial 4.655.925.267 6.049.236.763 5.708.385.113 544.450.000 1.619.600.000 Belanja Bantuan Keuangan Kepada

Propinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan

- - 730.000.000 1.213.593.992 1.065.543.000

Belanja Tidak Terduga 178.996.500 968.174.500 584.208.000 240.118.500 854.040.187

Belanja Langsung 164.498.578.230 147.838.839.611 145.372.229.286 179.764.180.864 222.755.535.485

Belanja Pegawai 33.517.289.738 35.360.883.893 35.008.640.854 39.441.339.008 47.171.317.332 Belanja Barang dan Jasa 69.249.160.039 65.706.582.457 64.854.413.048 73.937.074.605 97.596.281.358 Belanja Modal 61.732.128.453 46.771.373.261 45.509.175.384 66.385.767.251 77.987.936.795

Jumlah 356.247.338.623 364.913.158.930 390.536.878.359 468.917.130.053 512.840.670.449

(10)
(11)

Gambar 5.6

Diagram Realiasasi Belanja Langsung Daerah Kota Payakumbuh Tahun 2009 – 2013

Berdasarkan diagram di atas, dapat dilihat bahwa realisasi belanja langsung daerah

Kota Payakumbuh mengalami perubahan tiap tahunnya. Pada tahun 2009 realisasi

belanja langsung adalah sebesar Rp. 164.498.578.230,-. Pada tahun 2010 terjadi

penurunan sebesar Rp. 16.659.738.619 atau sekitar 10.13% sehingga belanja langsung

daerah Kota Payakumbuh pada tahun 2010 adalah sebesar Rp. 147.838.839.611,-.

Pada tahun 2011 terjadi penurunan kembali sebesar Rp. 2.466.610.325,-. atau sekitar

1.67% dibandingkan dengan tahun 2010 sehingga realisasi belanja langsung daerah

Kota Payakumbuh pada tahun 2011 adalah sebesar Rp. 145.372.229.286,-. Pada

tahun 2012 terjadi peningkatan sebesar Rp. 34.391.951.578,- atau sekitar 23.66%

dibandingkan dengan tahun 2011 sehingga realisasi belanja langsung daerah Kota

Payakumbuh pada tahun 2012 adalah sebesar Rp. 179.764.180.864,-. Pada tahun

2013 terjadi peningkatan sebesar Rp. 42.991.354.621,- atau sekitar 23.92%

dibandingkan dengan tahun 2012 sehingga realisasi belanja langsung daerah Kota

(12)

Gambar 5.7

Diagram Realiasasi Belanja Tidak Langsung Daerah Kota Payakumbuh Tahun 2009 – 2013

Berdasarkan diagram di atas, dapat dilihat bahwa realisasi belanja tidak langsung

daerah Kota Payakumbuh mengalami peningkatan tiap tahunnya. Pada tahun 2009

realisasi belanja tidak langsung adalah sebesar Rp. 191.748.760.393,-. Pada tahun

2010 terjadi peningkatan sebesar Rp. 25.325.558.926 atau sekitar 13.21% sehingga

belanja tidak langsung daerah Kota Payakumbuh pada tahun 2010 adalah sebesar

Rp. 217.074.319.319,-. Pada tahun 2011 terjadi peningkatan sebesar Rp.

28.090.329.754,-. atau sekitar 12.94% dibandingkan dengan tahun 2010 sehingga

realisasi belanja tidak langsung daerah Kota Payakumbuh pada tahun 2011 adalah

sebesar Rp. 245.164.649.073,-. Pada tahun 2012 terjadi peningkatan sebesar Rp.

43.988.300.116,- atau sekitar 17.94% dibandingkan dengan tahun 2011 sehingga

realisasi belanja tidak langsung daerah Kota Payakumbuh pada tahun 2012 adalah

sebesar Rp. 289.152.949.189,-. Pada tahun 2013 terjadi peningkatan sebesar Rp.

932.185.775,- atau sekitar 0.32% dibandingkan dengan tahun 2012 sehingga realisasi

belanja tidak langsung daerah Kota Payakumbuh pada tahun 2013 adalah sebesar Rp.

290.085.134.964,-. Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa realisasi

belanja tidak langsung daerah Kota Payakumbuh dari tahun 2009 sampai dengan

(13)

Gambar 5.8

Diagram Realiasasi Belanja Daerah Kota Payakumbuh Tahun 2009 – 2013

Gambar 5.9

(14)

Berdasarkan diagram dan grafik di atas, dapat dilihat bahwa realisasi belanja daerah

Kota Payakumbuh mengalami peningkatan tiap tahunnya. Pada tahun 2009 realisasi

belanja daerah adalah sebesar Rp. 356.247.338.623,-. Pada tahun 2010 terjadi

peningkatan sebesar Rp. 8.665.820.307 atau sekitar 2.43% sehingga belanja daerah

Kota Payakumbuh pada tahun 2010 adalah sebesar Rp. 364.913.158.930,-. Pada

tahun 2011 terjadi peningkatan sebesar Rp. 25.623.719.429,-. atau sekitar 7.02%

dibandingkan dengan tahun 2010 sehingga realisasi belanja tidak langsung daerah

Kota Payakumbuh pada tahun 2011 adalah sebesar Rp. 390.536.878.359,-. Pada

tahun 2012 terjadi peningkatan sebesar Rp. 78.380.251.694,- atau sekitar 20.07%

dibandingkan dengan tahun 2011 sehingga realisasi belanja daerah Kota Payakumbuh

pada tahun 2012 adalah sebesar Rp. 468.917.130.053,-. Pada tahun 2013 terjadi

peningkatan sebesar Rp. 43.923.540.396,- atau sekitar 9.37% dibandingkan dengan

tahun 2012 sehingga realisasi belanja daerah Kota Payakumbuh pada tahun 2013

adalah sebesar Rp. 512.840.670.449,-. Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan

bahwa realisasi belanja tidak langsung daerah Kota Payakumbuh dari tahun 2009

(15)

Tabel 5.3

Perkembangan Pembiayaan Daerah Tahun 2009-2013

PEMBIAYAAN DAERAH Tahun-1 (2009) Tahun-2 (2010) Tahun-3 (2011) Tahun-4 (2012) Tahun-5 (2013)

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

Pembiayaan Daerah 72.666.894.712 76.654.715.279 26.031.447.901 31.338.578.248 33.121.690.242

Penerimaan Pembiayaan Daerah 74.856.537.847 76.922.358.415 27.711.447.901 37.034.078.248 38.121.690.242

Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Daerah tahun

Sebelumnya 74.856.537.847 76.922.358.415 - 36.696.578.248 37.784.190.242

Pencairan Dana Cadangan - - - -

-Hasil Penjualan Kekayaan daerah yang Dipisahkan - - - -

-Penerimaan Pinjaman Daerah dan Obligasi Daerah - - - 337.500.000 337.500.000

Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman - - - -

-Penerimaan Piutang Daerah - - -

-Pengeluaran Pembiayaan Daerah 2.189.643.136 267.643.136 1.680.000.000 5.695.500.000 5.000.000.000

Pembentukan Dana Cadangan - - - -

-Penyertaan Modal (Investasi) Pemda 1.922.000.000 - - 5.695.500.000 5.000.000.000

Pembayaran Pokok Hutang 267.643.136 267.643.136 1.680.000.000 -

-Pemberian Pinjaman Daerah - - -

-Total Pembiayaan Daerah 72.666.894.712 76.654.715.279 26.031.447.901 31.338.578.248 33.121.690.242

(16)

Gambar 5.10

Diagram Realiasasi Pengeluaran Pembiayaan Daerah Kota Payakumbuh Tahun 2009 – 2013

Berdasarkan diagram di atas, dapat dilihat bahwa realisasi pengeluaran pembiayaan

daerah Kota Payakumbuh mengalami perubahan tiap tahunnya. Pada tahun 2009

realisasi pengeluaran pembiayaan daerah adalah sebesar Rp. 2.189.643.136,-. Pada

tahun 2010 terjadi penurunan sebesar Rp. 1.922.000.000 atau sekitar 87.78%

sehingga realisasi pengeluaran pembiayaan daerah Kota Payakumbuh pada tahun

2010 adalah sebesar Rp. 267.643.136,-. Pada tahun 2011 terjadi peningkatan sebesar

Rp. 1.412.356.864,-. atau sekitar 527.70% dibandingkan dengan tahun 2010 sehingga

realisasi pengeluaran pembiayaan daerah Kota Payakumbuh pada tahun 2011 adalah

sebesar Rp. 1.680.000.000,-. Pada tahun 2012 terjadi peningkatan sebesar Rp.

(17)

sebesar Rp. 5.695.500.000,-. Pada tahun 2013 terjadi penurunan sebesar Rp.

695.500.000 atau sekitar 12.21% dibandingkan dengan tahun 2012 sehingga realisasi

pengeluaran pembiayaan daerah Kota Payakumbuh pada tahun 2013 adalah sebesar

Rp. 5.000.000.000,-.

Gambar 5.11

Diagram Realiasasi Penerimaan Pembiayaan Daerah Kota Payakumbuh Tahun 2009 – 2013

Berdasarkan diagram di atas, dapat dilihat bahwa realisasi penerimaan pembiayaan

daerah Kota Payakumbuh mengalami perubahan tiap tahunnya. Pada tahun 2009

realisasi penerimaan pembiayaan daerah adalah sebesar Rp. 74.856.537.847,-. Pada

tahun 2010 terjadi peningkatan sebesar Rp. 2.065.820.568 atau sekitar 2.76%

sehingga realisasi penerimaan pembiayaan daerah Kota Payakumbuh pada tahun 2010

adalah sebesar Rp. 76.922.358,415,-. Pada tahun 2011 terjadi penurunan sebesar Rp.

49.210.910.514,-. atau sekitar 63.97% dibandingkan dengan tahun 2010 sehingga

realisasi penerimaan pembiayaan daerah Kota Payakumbuh pada tahun 2011 adalah

(18)

9.322.630.347,- atau sekitar 33.64% dibandingkan dengan tahun 2011 sehingga

realisasi penerimaan pembiayaan daerah Kota Payakumbuh pada tahun 2012 adalah

sebesar Rp. 37.034.078.248,-. Pada tahun 2013 terjadi penurunan sebesar Rp.

1.087.611.994 atau sekitar 2.94% dibandingkan dengan tahun 2012 sehingga realisasi

penerimaan pembiayaan daerah Kota Payakumbuh pada tahun 2013 adalah sebesar

Rp. 38.121.690.242,-.

Gambar 5.12

(19)

Gambar 9.13

Grafik Realiasasi Pembiayaan Daerah Kota Payakumbuh Tahun 2009 – 2013

Berdasarkan diagram dan grafik di atas, dapat dilihat bahwa realisasi pembiayaan

daerah Kota Payakumbuh mengalami perubahan tiap tahunnya. Pada tahun 2009

realisasi pembiayaan daerah adalah sebesar Rp. 72.666.894.712,-. Pada tahun 2010

terjadi peningkatan sebesar Rp. 3.987.820.567 atau sekitar 5.49% sehingga realisasi

pembiayaan daerah Kota Payakumbuh pada tahun 2010 adalah sebesar Rp.

76.654.715,279,-. Pada tahun 2011 terjadi penurunan sebesar

Rp. 50.623.267.378,-. atau sekitar 66.04% dibandingkan dengan tahun 2010

sehingga realisasi pembiayaan daerah Kota Payakumbuh pada tahun 2011 adalah

sebesar Rp. 26.031.447.901,-. Pada tahun 2012 terjadi peningkatan sebesar

Rp. 5.307.130.347,- atau sekitar 20.39% dibandingkan dengan tahun 2011 sehingga

realisasi pembiayaan daerah Kota Payakumbuh pada tahun 2012 adalah sebesar Rp.

31.338.578.248,-. Pada tahun 2013 terjadi penurunan sebesar

Rp. 1.783.111.994 atau sekitar 5.69% dibandingkan dengan tahun 2012 sehingga

realisasi penerimaan pembiayaan daerah Kota Payakumbuh pada tahun 2013 adalah

(20)

5.3 Alternatif Sumber Pendanaan

5.3.1 Perkembangan Investasi Pembangunan Cipta Karya Bersumber Dari APBN Tahun 2009 - 2013

Meskipun pembangunan infrastruktur permukiman merupakan tanggung jawab

Pemda, Ditjen Cipta Karya juga turut melakukan pembangunan infrastruktur sebagai

stimulan kepada daerah agar dapat memenuhi SPM. Setiap sektor yang ada di

lingkungan Ditjen Cipta Karya menyalurkan dana ke daerah melalui Satuan Kerja Non

Vertikal (SNVT) sesuai dengan peraturan yang berlaku (Peraturan Menteri Pekerjaan

Umum Nomor : 14/PRT/M/2011). Selain APBN yang disalurkan Ditjen Cipta Karya

kepada SNVT di daerah, untuk mendukung pendanaan pembangunan infrastruktur

permukiman juga dilakukan melalui penganggaran Dana Alokasi Khusus. DAK

merupakan dana APBN yang dialokasikan ke daerah tertentu dengan tujuan

mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah sesuai prioritas nasional.

Prioritas nasional yang terkait dengan sektor Cipta Karya adalah pembangunan

air minum dan sanitasi. DAK Air Minum digunakan untuk memberikan akses

pelayanan sistem penyediaan air minum kepada masyarakat berpenghasilan rendah di

kawasan kumuh perkotaan dan di perdesaan termasuk daerah pesisir dan

permukiman nelayan. Sedangkan DAK Sanitasi digunakan untuk memberikan akses

pelayanan sanitasi (air limbah, persampahan, dan drainase) yang layak kepada

masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan yang diselenggarakan melalui proses

pemberdayaan masyarakat.

Tabel 5.4

Perkembangan Realisasi DAK Infrastruktur Cipta Karya di Kota Payakumbuh Tahun 2010 – 2013

Jenis DAK Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013

DAK Air Minum 2.071.706.000 661.906.000 684.603.000 175.563.000 921.030.000

DAK Sanitasi -- -- 1.040.160.000 1.137.983.000 1.917.322.000

(21)

Gambar 5.14

Diagram Realiasasi DAK Air Minum Kota Payakumbuh Tahun 2009 – 2013

Berdasarkan diagram di atas, dapat dilihat bahwa realisasi DAK Air Minum Kota

Payakumbuh mengalami perubahan tiap tahunnya. Pada tahun 2009 realisasi DAK air

minum daerah Kota Payakumbuh (termasuk pendamping DAU 10%) adalah sebesar

Rp. 2.071.706.000,-. Pada tahun 2010 terjadi penurunan sebesar Rp. 1.409.800.000

atau sekitar 68.05% sehingga realisasi DAK air minum daerah Kota Payakumbuh pada

tahun 2010 adalah sebesar Rp. 661.906.000,-. Pada tahun 2011 terjadi peningkatan

sebesar Rp. 22.697.000,- atau sekitar 3.43% dibandingkan dengan tahun 2010

sehingga realisasi DAK air minum daerah Kota Payakumbuh pada tahun 2011 adalah

sebesar Rp. 684.603.000,-. Pada tahun 2012 terjadi penurunan sebesar Rp.

509.040.000,- atau sekitar 74.36% dibandingkan dengan tahun 2011 sehingga

realisasi DAK air minum daerah Kota Payakumbuh pada tahun 2012 adalah sebesar

Rp. 175.563.000,-. Pada tahun 2013 terjadi penurunan sebesar Rp.

745.467.000,-atau sekitar 424.62% dibandingkan dengan tahun 2012 sehingga realisasi DAK air

(22)

Gambar 5.15

Diagram Realiasasi DAK Sanitasi Kota Payakumbuh Tahun 2009 – 2013

Berdasarkan diagram di atas, dapat dilihat bahwa realisasi DAK Sanitasi Kota

Payakumbuh mengalami perubahan tiap tahunnya. Pada tahun 2009 dan 2010 tidak

ada alokasi DAK sanitasi di Kota Payakumbuh. Pada tahun 2011, realisasi DAK sanitasi

Kota Payakumbuh adalah sebesar Rp. 1.040.160.000,-. Pada tahun 2012 terjadi

peningkatan sebesar Rp. 97.823.000,- atau sekitar 9.40% dibandingkan dengan

tahun 2011 sehingga realisasi DAK sanitasi daerah Kota Payakumbuh pada tahun 2012

adalah sebesar Rp. 1.137.983.000,-. Pada tahun 2013 terjadi kenaikan sebesar Rp.

779.339.000,- atau sekitar 68.48% dibandingkan dengan tahun 2012 sehingga

realisasi DAK sanitasi daerah Kota Payakumbuh pada tahun 2013 adalah sebesar Rp.

(23)

Gambar 5.16

Grafik Realiasasi DAK Kota Payakumbuh Tahun 2009 – 2013

Berdasarkan grafik di atas, dapat disimpulkan bahwa realisasi DAK air minum daerah

Kota Payakumbuh dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2012 rata-rata mengalami

penurunan dan pada tahun 2013 meningkat kembali. Sementara realisasi DAK sanitasi

daerah Kota Payakumbuh dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2013 rata-rata

mengalami peningkatan.

5.3.2 Perkembangan Investasi Pembangunan Cipta Karya Bersumber Dari APBD Tahun 2009 – 2013

Pemerintah Kabupaten/Kota memiliki tugas untuk membangun prasarana

permukiman di daerahnya. Untuk melihat upaya pemerintah daerah Kota

Payakumbuh dalam melaksanakan pembangunan bidang Cipta Karya perlu

dianalisis proporsi belanja pembangunan Cipta Karya terhadap total belanja

daerah dalam rentang waktu 5 tahun terakhir. Proporsi belanja Cipta Karya di Kota

Payakumbuh meliputi pembangunan infrastruktur baru, operasional dan

pemeliharaan infrastruktur yang sudah ada. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada

(24)

Tabel 5.5

Proporsi Belanja Kota Payakumbuh sektor Cipta Karya Tahun 2009 - 2013

Rupiah

- PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR DRAINASE PERKOTAAN 2.354.484.250,00 0,661 741.700.600,00 0,203 1.392.898.425,00 0,357 1.194.629.692,00 0,255 3.858.131.842,00 0,752

- 183.541.500,00 0,052 - - 60.429.200,00 0,015 - - 340.745.100,00 0,066

- 2.137.525.850,00 0,600 687.380.250,00 0,188 1.292.478.000,00 0,331 1.161.565.250,00 0,248 3.489.538.280,00 0,680 - KEGIATAN KOORDINASI PERENCANAAN DRAINASE PERKOTAAN 33.416.900,00 0,009 54.320.350,00 0,015 39.991.225,00 0,010 33.064.442,00 0,007 27.848.462,00 0,005

- PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR PERDESAAN 1.928.185.350,00 0,541 757.644.450,00 0,208 1.504.361.950,00 0,385 455.010.800,00 0,097 2.753.323.770,00 0,537

- 65.752.950,00 0,018 35.767.750,00 0,010 115.790.950,00 0,030 58.290.500,00 0,012 111.030.900,00 0,022

- - - 721.876.700,00 0,198 1.388.571.000,00 0,356 396.720.300,00 0,085 2.642.292.870,00 0,515

- 1.862.432.400,00 0,523 - - - - - - -

-3 SEKTOR AIR MINUM 2.256.340.250,00 0,633 789.346.950,00 0,216 766.304.425,00 0,196 676.139.442,00 0,144 1.000.574.901,00 0,195

- 20.576.250,00 0,006 6.615.750,00 0,002 - - - - -

-- PEMBANGUNAN SARANA DAN PRASARANA AIR BERSIH PEDESAAN (DAK) 2.202.347.000,00 0,618 713.384.050,00 0,195 699.442.000,00 0,179 643.075.000,00 0,137 972.726.439,00 0,190

- KEGIATAN KOORDINASI PERENCANAAN AIR MINUM PERKOTAAN 33.417.000,00 0,009 54.320.400,00 0,015 39.991.225,00 0,010 33.064.442,00 0,007 27.848.462,00 0,005

- KEGIATAN PENYEDIAAN SARANA DAN PRASARANA AIR MINUM BAGI MBR - - 15.026.750,00 0,004 26.871.200,00 0,007 - - -

-4 SEKTOR PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN (PBL) 1.025.613.650,00 0,288 653.295.500,00 0,179 796.729.250,00 0,204 464.885.900,00 0,099 3.915.077.598,00 0,763

- 67.568.350,00 0,019 88.655.400,00 0,024 7.568.750,00 0,002 - - 3.209.023.048,00 0,626

KEGIATAN PEMBANGUNAN JALAN DAN JEMBATAN PERDESAAN

KEGIATAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN AIR MINUM

PROGRAM PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH

KEGIATAN PENYUSUNAN RANCANGAN PERATURAN DAERAH TENTANG RTRW

KEGIATAN REVISI RENCANA TEKNIK RUANG KOTA

KEGIATAN KOORDINASI PENETAPAN RTRW STRATEGIS DAN CEPAT TUMBUH

KEGIATAN PENYUSUNAN KEBIJAKAN TENTANG PENYUSUNAN TATA RUANG

KEGIATAN PENYUSUNAN RENCANA DETAIL TATA RUANG KAWASAN

KEGIATAN FASILITASI PENINGKATAN PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM KEGITAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN JALAN DAN JEMBATAN PERDESAAN KEGIATAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN SALURAN DRAINASE/GORONG-GORONG

KEGIATAN PEMBANGUNAN SALURAN DRAINASE/GORONG-GORONG

(25)

Rupiah

8.837.513.950,00 2,481 4.592.364.475,00 1,258 5.563.376.500,00 1,425 4.276.738.508,00 0,912 14.068.128.193,00 2,743 JUMLAH

PROGRAM PENYEDIAAN SARANA DAN PRASARANA DASAR PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN

KEGIATAN PENGADAAN SARANA AN PRASARANA PENCEGAHAN BAHAYA KEBAKARAN

KEGIATAN PENINGKATAN PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN RTH KEGIATAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN BAHAYA KEBAKARAN

KEGIATAN PENINGKATAN PELAYANAN PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN

PROGRAM PENATAAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) KEGIATAN PENATAAN RUANG TERBUKA HIJAU KEGIATAN PENATAAN RUANG TERBUKA HIJAU (KLH)

KEGIATAN PEMELIHARAAN RUANG TERBUKA HIJAU URAIAN

TAHUN

(26)

Tabel 5.6

Rekapitulasi Alokasi APBD Kota Payakumbuh untuk Pembangunan Bidang Cipta Karya Tahun 2010 – 2013

Rupiah

1 SEKTOR PENGEMBANGAN PERMUKIMAN (BANGKIM) 287.220.400,00 0,081 147.732.000,00 0,040 61.626.500,00 0,016 17.905.500,00 0,004 194.547.900,00 0,038

2 SEKTOR PENYEHATAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (PLP) 5.268.339.650,00 1,479 3.001.990.025,00 0,823 3.938.716.325,00 1,009 3.117.807.666,00 0,665 8.957.927.794,00 1,747

3 SEKTOR AIR BERSIH DAN AIR MINUM 2.256.340.250,00 0,633 789.346.950,00 0,216 766.304.425,00 0,196 676.139.442,00 0,144 1.000.574.901,00 0,195

4 SEKTOR PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN (PBL) 1.025.613.650,00 0,288 653.295.500,00 0,179 796.729.250,00 0,204 464.885.900,00 0,099 3.915.077.598,00 0,763 8.837.513.950,00 2,481 4.592.364.475,00 1,258 5.563.376.500,00 1,425 4.276.738.508,00 0,912 14.068.128.193,00 2,743

NO URAIAN

TAHUN

2009 2010 2011 2012 2013

(27)

Gambar 5.17

Diagram Pendanaan Sektor Bangkim di Kota Payakumbuh Tahun 2009 – 2013

Pendanaan sektor pengembangan permukiman (bangkim) melalui APBD Kota

Payakumbuh dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir (2009 s.d 2013) mempunyai

proporsi terbesar pada tahun 2009 yakni senilai Rp. 287.220.400,- atau sbesar

0.081% dari total belanja APBD Kota Payakumbuh. Rata-rata tiap tahunnya

mengalami penurunan sebesar 79.99% dari tahun 2009 s.d 2012. Pada tahun 2013

mengalami kenaikan kembali sebesar Rp. 176.642.400,- atau sekitar 90.8% dari tahun

2012 yang hanya bernilai Rp. 17.905.500,- sehingga total pendanaan sektor bangkim

(28)

Gambar 5.18

Diagram Pendanaan Sektor PLP di Kota Payakumbuh Tahun 2009 – 2013

Pendanaan sektor penyehatan lingkungan permukiman (PLP) melalui APBD Kota

Payakumbuh dan DAK sanitasi dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir (2009 s.d

2013) mempunyai proporsi terbesar pada tahun 2013 yakni senilai

Rp. 8.957.927.794,- atau sbesar 1.75% dari total belanja APBD Kota Payakumbuh.

Sementara pendanaan minimal adalah pada tahun 2010 yakni senilai Rp.

3.001.990.025,- atau sekitar 0.82% dari total belanja APBD. Rata-rata persentase

pendanaan sektor PLP dalam kurun waktu tersebut adalah sekitar 1.43% dari total

(29)

Gambar 5.19

Diagram Pendanaan Sektor Air Bersih dan Air Minum di Kota Payakumbuh Tahun 2009 – 2013

Pendanaan sektor air bersih dan air minum melalui APBD Kota Payakumbuh dan DAK

air bersih dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir (2009 s.d 2013) mempunyai

proporsi terbesar pada tahun 2009 yakni senilai Rp. 2.256.340.250,- atau sbesar

0.63% dari total belanja APBD Kota Payakumbuh. Sementara pendanaan minimal

adalah pada tahun 2011 yakni senilai Rp. 766.304.425,- atau sekitar 0.196% dari

total belanja APBD. Rata-rata persentase pendanaan sektor air bersih dan air minum

dalam kurun waktu tersebut adalah sekitar 0.35% dari total belanja APBD Kota

(30)

Gambar 5.20

Diagram Pendanaan Sektor PBL di Kota Payakumbuh Tahun 2009 – 2013

Pendanaan sektor penataan bangunan dan lingkungan melalui APBD Kota

Payakumbuh dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir (2009 s.d 2013) mempunyai

proporsi terbesar pada tahun 2013 yakni senilai Rp. 3.915.077.598,- atau sbesar

0.76% dari total belanja APBD Kota Payakumbuh. Sementara pendanaan minimal

adalah pada tahun 2012 yakni senilai Rp. 464.885.900,- atau sekitar 0.1% dari total

belanja APBD. Rata-rata persentase pendanaan sektor PBL dalam kurun waktu

(31)

Gambar 5.21

Grafik Pendanaan Sektor Keciptakaryaan di Kota Payakumbuh Tahun 2009 – 2013

Secara umum persentase rata-rata pendanaan sektor keciptakaryaan melalui APBD

Kota Payakumbuh dan anggaran DAK dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir

(2009 s.d 2013) adalah sekitar 2.21% dari total belanja APBD Kota Payakumbuh

dengan proporsi terbesar pada tahun 2013 yakni senilai Rp. 14.068.128.129,- atau

sekitar 2.74% dan sektor yang paling dominan adalah sektor penyehatan lingkungan

permukiman (PLP) yang terdiri dari pelayanan air limbah, persampahan, drainase,

(32)

5.3.3 Perkembangan PSD Bidang Cipta Karya dalam 5 Tahun Terakhir

Pendanaan bidang keciptakaryaan Kota Payakumbuh dapat dilihat dari sisi

belanja APBD. Dalam periode tahun 2009 sampai dengan 2013, pengelolaan bidang

keciptakaryaan masih ditangani secara sektoral dan belum terintegrasi. Hal ini

berdampak pada pendanaan sektor PSD yang belum mengarah pada integrasi

program kegiatan. Walaupun demikian, secara umum seluruh sektor PSD telah

dialokasikan pendanaan untuk pengelolaannya pada APBD Kota Payakumbuh. Secara

garis besar pendanaan PSD bidang keciptakaryaan di Kota Payakumbuh pada tahun

2009 sampai dengan tahun 2013 dapat dilihat pada Tabel 9.7 berikut ini.

Tabel 5.7

Pendanaan PSD Bidang Keciptakaryaan di Kota Payakumbuh Tahun 2009-2013

2009 0,081 0,159 0,108 0,661 0,541 0,009 0,633 0,288 2,481

2010 0,040 0,123 0,244 0,203 0,208 0,045 0,216 0,179 1,258

2011 0,016 0,127 0,116 0,357 0,385 0,023 0,196 0,204 1,425

2012 0,004 0,071 0,211 0,255 0,097 0,031 0,144 0,099 0,912

2013 0,038 0,145 0,239 0,752 0,537 0,074 0,195 0,763 2,743

Rata-rata % terhadap

APBD

0,036 0,125 0,184 0,446 0,354 0,036 0,277 0,307 1,764

(33)

Gambar 5.22

Diagram Persentase Rata-Rata Realisasi Belanja Sektor Keciptakaryaan Kota Payakumbuh Tahun 2009 – 2013

Secara umum rata-rata realisasi belanja bidang Keciptakaryaan terhadap belanja APBD

Kota Payakumbuh adalah sebesar 1,76%. Berdasarkan diagram di atas, terlihat bahwa

porsi pendanaan terbesar untuk pengelolaan PSD Bidang Keciptakaryaan Kota

Payakumbuh diperuntukkan bagi pengelolaan jaringan drainase dimana persentase

anggaran untuk kegiatan tersebut rata-rata tiap tahunnya sebesar 0.446% dari total

belanja APBD Kota Payakumbuh. Berturut-turut proporsi anggaran keciptakaryaan

dari masing-masing sektor tiap tahunnya adalah drainase sebesar 0,446%,

infrastruktur perdesaan sebesar 0,354%, PBL sebesar 0,307%, air minum sebesar

0,277%, sektor sampah sebesar 0,184%, air limbah sebesar 0,125%, dan sektor

bangkim sebesar 0,036%. Khusus untuk alokasi anggaran untuk air bersih/air minum,

besaran anggaran yang ditetapkan dalam APBD tidak termasuk anggaran PDAM.

Dalam hal ini air bersih Kota Payakumbuh dikelola oleh PDAM melalui anggaran

PDAM sendiri. Besaran anggaran untuk air bersih yang tercantum di APBD adalah

besaran anggaran untuk tujuan spesifik non perpipaan. Secara umum total persentase

realisasi belanja sektor keciptakaryaan terhadap APBD Kota Payakumbuh dapat dilihat

(34)

Gambar 5.23

Diagram Total Persentase Realisasi Belanja Sektor Keciptakaryaan Terhadap APBD Kota Payakumbuh Tahun 2009 – 2013

(35)

Tabel 5.8

Realisasi Penerimaan Restribusi Daerah Kota Payakumbuh Sektor Keciptakaryaan

TARGET REALISASI TARGET REALISASI TARGET REALISASI TARGET REALISASI TARGET REALISASI

RETRIBUSI DAERAH SEKTOR KECIPTAKRYAAN 973.504.000,00 923.027.651,00 992.782.000,00 955.860.300,00 1.045.989.000,00 1.053.619.541,00 1.517.279.000,00 1.420.336.899,00 1.551.069.000,00 1.529.679.500,00

A. Sektor PLP 433.004.000,00 400.222.651,00 452.282.000,00 432.617.800,00 461.489.000,00 476.879.541,00 635.779.000,00 600.019.399,00 685.819.000,00 710.272.000,00

1. Air Limbah 40.824.000,00 36.638.000,00 60.102.000,00 47.357.400,00 48.375.000,00 56.485.000,00 48.375.000,00 50.230.000,00 48.375.000,00 52.230.000,00

- Penyedotan kakus DTRK 40.824.000,00 36.638.000,00 60.102.000,00 47.357.400,00 48.375.000,00 56.485.000,00 48.375.000,00 50.230.000,00 48.375.000,00 52.230.000,00

2. Pelayanan Persampahan 392.180.000,00 363.584.651,00 392.180.000,00 385.260.400,00 413.114.000,00 420.394.541,00 587.404.000,00 549.789.399,00 637.444.000,00 658.042.000,00

- K-3 Pasar Kop, UMKM, Perindag 136.566.000,00 107.796.950,00 136.566.000,00 131.457.750,00 143.855.650,00 146.390.950,00 309.300.000,00 233.430.000,00 309.780.000,00 274.563.500,00

- K-3 PDAM PDAM 118.440.000,00 114.800.000,00 118.440.000,00 106.190.000,00 124.762.200,00 126.960.900,00 118.440.000,00 161.633.020,00 240.000.000,00 288.000.000,00

- RAL PDAM 72.000.000,00 76.487.551,00 72.000.000,00 87.260.350,00 75.843.250,00 77.179.891,00 72.000.000,00 50.830.379,00 -

- K-3 Luar Pasar DTRK 49.914.000,00 50.425.500,00 49.914.000,00 48.767.500,00 52.578.350,00 53.504.950,00 73.914.000,00 88.820.000,00 73.914.000,00 83.704.000,00

- K-3 Angkutan/Persampahan Perhub & Komunikasi 15.260.000,00 14.074.650,00 15.260.000,00 11.584.800,00 16.074.550,00 16.357.850,00 13.750.000,00 15.076.000,00 13.750.000,00 11.774.500,00

B. Sektor PBL 40.500.000,00 22.805.000,00 40.500.000,00 23.242.500,00 34.500.000,00 26.740.000,00 31.500.000,00 20.317.500,00 15.250.000,00 19.407.500,00

1. Ret Alat Pemadam Kebakaran DPU, Kesbang 40.500.000,00 22.805.000,00 40.500.000,00 23.242.500,00 34.500.000,00 26.740.000,00 31.500.000,00 20.317.500,00 15.250.000,00 19.407.500,00

C. Sektor Air Minum 500.000.000,00 500.000.000,00 500.000.000,00 500.000.000,00 550.000.000,00 550.000.000,00 850.000.000,00 800.000.000,00 850.000.000,00 800.000.000,00

1. Bagi Laba Usaha Daerah PDAM PDAM 500.000.000,00 500.000.000,00 500.000.000,00 500.000.000,00 550.000.000,00 550.000.000,00 850.000.000,00 800.000.000,00 850.000.000,00 800.000.000,00

TAHUN 2009 TAHUN 2010 TAHUN 2011 TAHUN 2012 TAHUN 2013

(36)

Penerimaan dari Kota Payakumbuh melalui retribusi daerah urusan keciptakaryaan

terdiri dari 3 (tiga) sektor yakni PLP, PBL, dan air minum. Sektor PLP terdiri dari

pelayanan air limbah dan pelayanan persampahan. Pelayanan air limbah adalah

melalui penyedotan kakus rumah tangga masyarakat pengguna layanan air limbah.

Sedangkan pelayanan persampahan terdiri dari :

 K-3 Pasar yang dikelola oleh Dinas Koperasi, UKM dan Perindag

 K-3 PDAM yang dikelola oleh PDAM

 RAL yang juga dikelola oleh PDAM

 K-3 Luar Pasar yang dikelola oleh DTRK

 K-3 Angkutan Persampahan yang dikelola oleh Dinas Perhubungan dan

Komunikasi.

Sedangkan untuk sektor PBL adalah berupa retribusi pengujian alat pemadam

kebakaran yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum s.d tahun 2011 dan oleh Kantor

Kesatuan Bangsa pada tahun 2012 s.d sekarang. Untuk sektor air minum, adalah

berupa bagi laba usaha daerah pada sektor air minum, dalam hal ini dikelola oleh

PDAM Kota Payakumbuh. Untuk melihat target dan realisasi penerimaan retribusi

daerah melalui masing-masing sektor dapat dilihat pada diagram berikut ini :

Gambar 5.24

(37)

Dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir (2009 s.d 2013) rata-rata realisasi

penerimaan retribusi daerah sektor PLP lebih kecil daripada target yang telah

direncanakan kecuali pada tahun 2011. Rata-rata deviasinya adalah sebesar

-2.13%. Dengan demikian perlu dilakukan upaya-upaya peningkatan dalam

pengelolaan sarana dan prasarana terkait sehingga diharapkan ke depan pendapatan

daerah Kota Payakumbuh pada sektor ini dapat ditingkatkan lagi.

Gambar 5.25

Diagram Retribusi Daerah Kota Payakumbuh sektor PBL Tahun 2009 – 2013

Di samping pengelolaan sektor PLP, rata-rata realisasi penerimaan retribusi daerah

sektor PBL dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir (2009 s.d 2013) juga lebih kecil

daripada target yang direncanakan kecuali pada tahun 2013 sehingga upaya-upaya

peningkatan juga perlu dilakukan pada sektor ini. Rata-rata deviasinya adalah sebesar

(38)

Gambar 5.26

Diagram Retribusi Daerah Kota Payakumbuh sektor Air Minum Tahun 2009 – 2013

Lain halnya dengan realisasi penerimaan retribusi daerah sektor air minum yang

dikelola oleh PDAM. Pada tahun 2009 s.d 2011, realisasinya sama dengan target yang

direncanakan. Namun pada tahun 2012 dan 2013 realisasi lebih kecil daripada target

yang direncanakan sehingga perlu untuk ditingkatkan kembali.

Gambar 5.27

(39)

Secara keseluruhan realisasi penerimaan retribusi daerah Kota Payakumbuh berkaitan dengan sektor keciptakaryaan lebih kecil daripada target yang direncanakan. Rata-rata terjadi deviasi sebesar -3.19%. Berikut adalah penjelasan aspek pembiayaan dari masing-masing sektor terkait :

a. Air Limbah

Jenis pengelolaan air limbah di Kota Payakumbuh sampai dengan saat ini terbatas

pada layanan sedot lumpur tinja, baik untuk rumah tangga maupun industri

rumah tangga. Pengelolaan air limbah ini dilaksanakan oleh Pemerintah Kota

melalui Dinas Tata Ruang dan Kebersihan (DTRK) melalui Bidang Kebersihan dan

Pertamanan. Masyarakat dikenakan retribusi untuk mendapatkan layanan sedot

Lumpur tinja tersebut. Besarnya retribusi diatur dalam Perda No. 10 Tahun 2001

tentang Retribusi Penyedotan Kakus.

b. Untuk kakus rumah tangga

 Untuk 1 (satu) trip mobil Rp.

74.200,- Untuk 2 (dua) trip mobil Rp.

126.900,- Untuk 3 (tiga) trip mobil Rp.

176.700,- Untuk 4 (empat) trip mobil dan seterusnya dikenakan biaya setiap 1 (satu) trip

sama dengan di atas.

c. Untuk kakus industri rumah tangga ditambah 30% dari biaya kakus rumah

tangga.

Disamping melayani penyedotan lumpur tinja di wilayah Kota Payakumbuh,

DTRK Kota Payakumbuh juga melayani Kota Bukit Tinggi, Kabupaten Agam,

Tanah Datar, dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Secara umum rata-rata pendanaan

pengelolaan air limbah adalah sebesar lebih dari 0,125 dari total dari belanja

APBD. Adapun pendanaan Pemerintah Kota Payakumbuh untuk melaksanakan

layanan pengelolaan air limbah antara lain terdiri dari :

 Kegiatan penyediaan sarana dan prasarana air limbah melalui kegiatan Sanitasi

Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM) seperti pembangunan MCK ++ dan

septitank komunal

(40)

 Kegiatan pengadaan konstruksi IPAL dan IPLT

 Kegiatan pengelolaan B3 dan limbah B3

 Kegiatan pengujian kadar polusi limbah padat dan limbah cair.

Total pendanaan layanan air limbah di Kota Payakumbuh dalam kurun waktu 5

(lima) tahun terkahir selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 9.9 berikut :

Tabel 5.9

Pendanaan Layanan Air Limbah Kota Payakumbuh

Tahun Total Belanja APBD

2009 356.247.338.623,00 8.837.513.950,00 566.343.600,00 6,408 0,159 2010 364.913.158.930,00 4.592.364.475,00 448.099.050,00 9,757 0,123 2011 390.536.878.359,00 5.563.376.500,00 496.435.900,00 8,923 0,127 2012 468.917.130.053,00 4.276.738.508,00 332.320.000,00 7,770 0,071 2013 512.840.670.449,00 14.068.128.193,00 741.712.030,00 5,272 0,145 Jumla

h 2.093.455.176.414,00 37.338.121.626,00 2.584.910.580,00 38,132 0,624 Persentase rata-rata/tahun terhadap total belanja sektor keciptakaryaan 7,626

Persentase rata-rata/tahun terhadap total belanja APBD 0,125

Sumber : Laporan Penjabaran APBD Kota Payakumbuh Tahun 2009-2013 (DPPKA)

Berdasarkan tabel di atas, besarnya proporsi pendanaan air limbah terhadap total

belanja daerah sektor keciptakaryaan dalam rentang waktu 5 (lima) tahun terakhir

(2009 s.d 2013) berkisar antara 5.27% hingga 9.76%, dengan rata-rata proporsi

sebesar 7.63% per tahun. Pendanaan sektor air limbah terbesar adalah pada tahun

2013 yakni sebesar Rp. 741.712.030,-. Sebaliknya, pendanaan minimal adalah

pada tahun 2012 yakni sebesar Rp. 332.320.000,- Sementara proporsi pendanaan

air limbah terhadap total belanja APBD Kota Payakumbuh dalam rentang waktu

yang sama berkisar antara 0.07% hingga 0.16% dengan rata-rata proporsi sebesar

(41)

prasarana air limbah rumah tangga belum mencapai 100%, dimana masih banyak

penduduk yang buang air besar (bab) sembarangan. Pembuangan limbah WC

melalui tangki septik dan sumur resapan yang tidak memenuhi syarat dapat

menimbulkan pencemaran air tanah/air sumur, yang tentu merugikan masyarakat

lainnya dikarenakan sebagian penduduk masih ada yang menggunakan air tanah

sebagai sumber air bersih. Untuk penanganan limbah domestik di Kota

Payakumbuh sudah dilaksanakan dengan sistem on-site dengan pembangunan oleh

masyarakat terkait pembangunan rumah hunian, serta dengan sistem off-site yang

mana pembangunan MCK++ difasilitasi oleh Program Wasap D dan

pembangunan Septic Tank Komunal difasilitasi oleh Program Sanimas. Sedangkan

untuk pengelolaan lumpur tinja lebih lanjut, Pemerintah Kota Payakumbuh telah

membangun infrastruktur Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT) yang berlokasi

di Kelurahan Sungai Durian. Jika dibandingkan dengan sektor penerimaan daerah

Kota Payakumbuh berupa retribusi daerah sektor air limbah yakni berupa

pelayanan penyedotan kakus rumah tangga masyarakat pengguna layanan air

limbah dapat dilihat pada tabel 5.10 di bawah ini :

Tabel 5.10

Rasio Peneriman Retribusi Air Limbah Kota Payakumbuh

Tahun Total Pendapatan

2009 337.660.315.308,56 923.027.651,00 36.638.000,00 3,969 0,011 2010 339.509.170.785,35 955.860.300,00 47.357.400,00 4,954 0,014 2011 401.222.858.706,23 1.053.619.541,00 56.485.000,00 5,361 0,014 2012 476.101.100.124,35 1.420.336.899,00 50.230.000,00 3,536 0,011 2013 542.604.532.144,25 1.529.679.500,00 52.230.000,00 3,414 0,010 Jumlah 2.097.097.977.068,74 5.882.523.891,00 242.940.400,00 21,236 0,059

Persentase rata-rata/tahun terhadap total pendapatan daerah sektor

(42)

Berdasarkan tabel di atas, besarnya proporsi retribusi daerah sektor air limbah

terhadap total pendapatan daerah sektor keciptakaryaan dalam rentang waktu 5

(lima) tahun terakhir (2009 s.d 2013) berkisar antara 3.41% hingga 5.36%,

dengan rata-rata proporsi sebesar 4.25% per tahun. Penerimaan retribusi daerah

sektor air limbah terbesar adalah pada tahun 2011 yakni sebesar

Rp. 56.485.000,- atau sekitar 5.36%. Sebaliknya, penerimaan retribusi daerah

sektor air limbah terkecil adalah pada tahun 2009 yakni sebesar

Rp. 36.638.000,-. Sementara realisasi penerimaan retribusi daerah sektor air

limbah terhadap total pendapatan daerah Kota Payakumbuh dalam rentang waktu

yang sama rata-rata sebesar 0.012 % per tahun.

Gambar 5.28

Pendanaan sektor Air Limbah dan Retribusi Daerah Kota Payakumbuh Tahun 2009 – 2013

Secara umum persentase realisasi penerimaan retribusi daerah sektor air limbah

terhadap total pendapatan daerah Kota Payakumbuh sektor keciptakaryaan lebih

(43)

Gambar 5.29

Persentase Pendanaan sektor Air Limbah dan Retribusi Daerah Kota Payakumbuh sektor Air Limbah terhadap Total Pendapatan Daerah

Kota Payakumbuh Tahun 2009 – 2013

Berdasarkan diagram di atas juga terlihat bahwa persentase realisasi penerimaan

retribusi daerah sektor air limbah terhadap total pendapatan daerah Kota

Payakumbuh lebih kecil dibandingkan persentase pendanaan sektor air limbah

terhadap total belanja daerah Kota Payakumbuh. Hal ini perlu dipertimbangkan

ke depannya dalam rangka peningkatan cakupan pengelolaan sarana dan

prasarana air limbah dengan teknologi tepat guna agar lingkungan tidak tercemari

oleh air limbah yang dihasilkan di Kota Payakumbuh. Di samping itu, juga perlu

dilakukan upaya-upaya untuk memenuhi biaya investasi sarana dan prasarana air

limbah yang telah terbangun, mengingat pungutan retribusi hanya dapat

membiayai rata-rata sebesar 30% dari keseluruhan biaya operasi dan

(44)

d. Persampahan Timbulan Sampah

Timbulan sampah adalah banyaknya sampah yang dihasilkan per unit per hari

dalam satuan berat maupun volume. Berdasarkan Master Plan Persampahan Kota

Payakumbuh, timbulan sampah per kapita untuk Kota Payakumbuh mencapai 2,96

liter/orang/hari. Dan kepadatan sampah (densitas sampah) sebesar 174 kg/m3.

Dengan demikian, jumlah timbulan sampah di Kota Payakumbuh adalah sebesar

374.484,4 liter/hari atau setara dengan 150 ton/hari. Terkait dengan pertumbuhan

penduduk sebesar 1,77% jumlah sampah Kota Payakumbuh akan bertambah

sebanyak 2,7 ton/hari jika laju timbulan sampah dianggap konstan.

Pengelolaan Persampahan

Pengelolaan persampahan di Kota Payakumbuh berada di bawah tupoksi Dinas

Tata Ruang dan Kebersihan, khususnya Bidang Kebersihan dan Pertamanan. Jumlah

Tenaga Harian Lepas yang bekerja sebagai tenaga pengelola persampahan di Dinas

Tata Ruang dan Kebersihan adalah sebanyak 216 orang. Sedangkan sarana dan

prasarana yang dimiliki Kota Payakumbuh untuk pengelolaan persampahan dapat

dilihat dari Tabel berikut:

Tabel 5.11

Sarana dan Prasarana Pengelolaan Persampahan Kota Payakumbuh Tahun 2009 s/d 2013

No. Sarana dan Prasarana 2009 2010 2011 2012 2013

1. Truk sampah 9 10 10 11 14

2. Mobil Pick Up 1 1 1 1 2

3. Becak Motor 6 7 8 16 20

4. Gerobak Sampah 40 30 12 10 24

(45)

Dari data diatas menunjukkan bahwa kondisi sarana dan prasarana yang dimiliki

Kota Payakumbuh tidak menunjukkan peningkatan kuantitas yang signifikan dari

tahun ke tahun, namun tanggung jawab yang diemban cukup berat.

Sistem penanganan kebersihan di Kota Payakumbuh terdiri dari 4 (empat) tahapan,

yaitu:

1. Penyapuan Jalan

Operasi penyapuan jalan di Kota Payakumbuh secara intensif baru melayani

ruas jalan utama pada kawasan perkotaan. Operasi penyapuan dilakukan

secara manual dengan waktu penyapuan dibagi menjadi 2 shift, yaitu shift pagi

dan shift siang. Penyapuan shift pagi dimulai dari jam 04.30 WIB – 07.00 WIB.

Sedangkan untuk penyapuan shift siang dilakukan pada jam 14.00 WIB – 16.00

WIB. Pola pembuangan sampah hasil sapuan dilakukan dengan cara

dikumpulkan pada satu titik, kemudian dipindahkan menuju TPS terdekat, atau

langsung ditarik oleh becak motor/ gerobak sampah.

2. Operasi Pemindahan

Operasi pemindahan berlangsung secara manual. Petugas kebersihan langsung

memindahkan hasil pengumpulan sampah dari becak motor/ gerobak sampah

ke TPS. Begitu juga pada TPS dengan container maupun berbentuk bak,

semuanya dilakukan secara manual dengan memindahkan sampah yang

terkumpul ke atas truk sampah.

3. Operasi Pengangkutan

Operasi pengangkutan dilakukan dengan menggunakan truk sampah. Truk

sampah mengangkut sampah yang terkumpul di TPS, container, maupun

Tranfer Depo untuk langsung dibuang ke TPA.

4. Tempat Pemrosesan Akhir

Kota Payakumbuh memiliki TPA Regional dengan luas zona penimbunan

(46)

dengan pola sanitary landfill. Pada TPA Regional ini telah dilakukan proses

pemilahan sampah organik dan anorganik.

Adapun pendanaan Pemerintah Kota Payakumbuh untuk melaksanakan layanan

persampahan antara lain terdiri dari :

 Kegiatan penyusunan kebijakan manajemen pengelolaan sampah

 Kegatan penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah

 Kegiatan peningkatan operasi/pemeliharaan prasarana dan sarana

persampahan

 Kegiatan pengembangan teknologi pengolahan persampahan

 Kegiatan kerjasama pengelolaan sampah antar daerah

 Kegiatan peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan persampahan

Total pendanaan layanan persampahan Kota Payakumbuh dalam kurun waktu 5

(lima) tahun terakhir selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 9.12 berikut :

Tabel 5.12

2009 356.247.338.623,00 8.837.513.950,00 385.909.600,00 4,367 0,108

2010 364.913.158.930,00 4.592.364.475,00 890.595.000,00 19,393 0,244

2011 390.536.878.359,00 5.563.376.500,00 454.203.975,00 8,164 0,116

2012 468.917.130.053,00 4.276.738.508,00 990.636.132,00 23,163 0,211

2013 512.840.670.449,00 14.068.128.193,00 1.226.195.050,00 8,716 0,239

Jumlah 2.093.455.176.414,00 37.338.121.626,00 3.947.539.757,00 63,803 0,919

Persentase rata-rata/tahun terhadap total belanja sektor keciptakaryaan 12,761

(47)

Berdasarkan tabel di atas, besarnya proporsi pendanaan layanan persampahan

terhadap total belanja daerah sektor keciptakaryaan dalam rentang waktu 5 (lima)

tahun terakhir (2009 s.d 2013) berkisar antara 4.37% hingga 23.16%, dengan

rata-rata proporsi sebesar 12.76% per tahun. Pendanaan terbesar adalah pada

tahun 2013 yakni sebesar Rp. 1.226.195.050,-. Sebaliknya, pendanaan minimal

adalah pada tahun 2009 yakni sebesar Rp. 385.909.600,- Sementara proporsi

pendanaan air limbah terhadap total belanja APBD Kota Payakumbuh dalam

rentang waktu yang sama berkisar antara 0.11% hingga 0.92% dengan rata-rata

proporsi sebesar 0.18% per tahun. Jika dibandingkan dengan sektor penerimaan

daerah Kota Payakumbuh berupa retribusi daerah layanan persampahan seperti :

K-3 Pasar yang dikelola oleh Dinas Koperasi, UKM dan Perindag, K-3 PDAM yang

dikelola oleh PDAM, RAL yang juga dikelola oleh PDAM, K-3 Luar Pasar yang

dikelola oleh DTRK, serta K-3 Angkutan Persampahan yang dikelola oleh Dinas

Perhubungan dan Komunikasi . Besarnya tarif retribusi pengambilan,

pengangkutan, dan pemusnahan sampah ditetapkan sebagai berikut :

a.Wajib retribusi rumah tangga yang berlangganan air minum ditetapkan sebesar Rp. 700,- per bulan

b. Wajib retribusi di kawasan perdagangan dikenakan retribusi sebesar berikut :

 Toko ukuran luas 10m2s/d 20m2 : Rp. 250,- per hari

 Toko ukuran luas 10m2s/d 20m2 : Rp. 250,- per hari

 Toko ukuran luas 10m2s/d 20m2 : Rp. 250,- per hari

 Toko ukuran luas 10m2s/d 20m2 : Rp. 250,- per hari

 Kios dan los : Rp. 250,- per hari

 Pedagang kaki lima : Rp. 200,- per hari.

c. Rumah makan, restoran, hotel, supermarket dan sejenisnya :

 Kecil : Rp. 15.000,- per bulan

 Sedang : Rp. 21.000,- per bulan

 Besar : Rp. 30.000,- per bulan

d. Kendaraan tidak bermotor :

 Bendi : Rp. 200,- per hari

 Becak/gerobag : Rp. 200,- per hari.

e. Kendaraan bermotor angkutan umum :

 Angkutan kota dan perdesaan : Rp. 200,- per hari

 Mini bus : Rp. 300,- per hari

(48)

f. Kantor pemerintahan, rumah sakit, Puskesmas, dan sekolah Rp. 7500,- per bulan

g. Industri :

 Kecil : Rp. 15.000,- per bulan

 Sedang : Rp. 21.000,- per bulan

 Besar : Rp. 30.000,- per bulan

h. Pengguna sendiri TPA oleh orang pribadi atau badan Rp. 10.000,- per bulan.

Rasio penerimaan retribusi layanan persampahan dapat dilihat pada tabel 9.13 di bawah ini :

Tabel 5.13

Rasio Peneriman Retribusi Layanan Persampahan Kota Payakumbuh

Tahun Total Pendapatan

2009 337.660.315.308,56 923.027.651,00 363.584.651,00 39,390 0,108 2010 339.509.170.785,35 955.860.300,00 385.260.400,00 40,305 0,113 2011 401.222.858.706,23 1.053.619.541,00 420.394.541,00 39,900 0,105 2012 476.101.100.124,35 1.420.336.899,00 549.789.399,00 38,708 0,115 2013 542.604.532.144,25 1.529.679.500,00 658.042.000,00 43,018 0,121 Jumlah 2.097.097.977.068,74 5.882.523.891,00 2.377.070.991,00 201,322 0,563

Persentase rata-rata/tahun terhadap total pendapatan daerah sektor

keciptakaryaan 40,264

Persentase rata-rata/tahun terhadap total pendapatan daerah 0,113

Sumber : Laporan Realisasi Pendapatan Daerah Payakumbuh Tahun 2009-2013 (Bidang Pendapatan DPPKA)

Berdasarkan tabel di atas, besarnya proporsi retribusi daerah sektor layanan

persampahan terhadap total pendapatan daerah sektor keciptakaryaan dalam

rentang waktu 5 (lima) tahun terakhir (2009 s.d 2013) berkisar antara 38.71%

hingga 43.02%, dengan rata-rata proporsi sebesar 40.26% per tahun. Penerimaan

(49)

retribusi daerah layanan persampahan terkecil adalah pada tahun 2009 yakni

sebesar Rp. 363.584.651,-. Sementara realisasi penerimaan retribusi daerah

layanan persampahan terhadap total pendapatan daerah Kota Payakumbuh dalam

rentang waktu yang sama rata-rata sebesar 0.11% per tahun.

Gambar 5.30

Pendanaan sektor Persampahan terhadap Total Belanja Daerah Tahun 2009 – 2013

Secara umum persentase realisasi penerimaan retribusi daerah untuk layanan

persampahan terhadap total pendapatan daerah Kota Payakumbuh sektor

keciptakaryaan lebih besar dibandingkan persentase pendanaan sektor air limbah

(50)

Gambar 5.31

Pendanaan Layanan Persampahan dan Retribusi Daerah Kota Payakumbuh Tahun 2009 – 2013

Berdasarkan diagram di atas terlihat bahwa persentase realisasi penerimaan

retribusi daerah layananpersampahan terhadap total pendapatan daerah Kota

Payakumbuh lebih kecil dibandingkan persentase pendanaan layanan

persampahan terhadap total belanja daerah Kota Payakumbuh. Hal ini perlu

dipertimbangkan ke depannya dalam rangka peningkatan cakupan pengelolaan

sarana dan prasarana persampahan.

e. Drainase

Pendanaan Pemerintah Kota Payakumbuh untuk melaksanakan layanan drainase

antara lain terdiri dari :

 Kegiatan penyusunan master plan drainase

 Kperencanaan pembangunan saluran drainase/gorong-gorong

 Kegiatan pembangunan saluran drainase/gorong-gorong

 Kegiatan rehabilitasi/pemeliharaan saluran drainase/gorong-gorong (OP)

drainase

(51)

Total pendanaan pelayanan drainase di Kota Payakumbuh dalam kurun waktu 5

(52)

Tabel 5.14 2009 356.247.338.623,00 8.837.513.950,00 2.354.484.250,00 26,642 0,661

2010 364.913.158.930,00 4.592.364.475,00 741.700.600,00 16,151 0,203 2011 390.536.878.359,00 5.563.376.500,00 1.392.898.425,00 25,037 0,357 2012 468.917.130.053,00 4.276.738.508,00 1.194.629.692,00 27,933 0,255 2013 512.840.670.449,00 14.068.128.193,00 3.858.131.842,00 27,425 0,752 Jumla

h 2.093.455.176.414,00 37.338.121.626,00 9.541.844.809,00 123,187 2,228 Persentase rata-rata/tahun terhadap total belanja sektor keciptakaryaan 24,637

Persentase rata-rata/tahun terhadap total belanja APBD 0,446

Sumber : Laporan Penjabaran APBD Kota Payakumbuh Tahun 2009-2013 (DPPKA) yang diolah

(53)

Berbeda dengan pengelolaan air limbah dan persampahan, dalam pengelolaan

drainase tidak dipungut retribusi dari masyarakat. Rasio pendanaan drainase

memperlihatkan dominasi sektor drainase yang cukup signifikan. Dari total

pendanaan sektor keciptakaryaan, proporsi rata-rata pendanaan untuk drainase

sebesar 24.64% atau rata-rata sebesar 0.45% terhadap total belanja APBD.

Dengan melihat karakter dan kecenderungan yang ada, diperkirakan pendanaan

pembangunan drainase ke depan akan menjadi salah satu komponen belanja yang

cukup diprioritaskan dalam rangka meningkatkan pelayanan drainase terhadap

masyarakat. Di samping itu, juga diperlukan peran serta masyarakat untuk

berpartisipasi aktif dalam hal pemerliharaan sarana dan prsarana drainase yang

telah ada sehingga alokasi dana untuk operasi dan pemeliharaan saluran drainase

tersebut dapat dimanfaatkan dengan lebih efektif dan efisien.

f. Air Bersih/Air Minum

Pendanaan Pemerintah Kota Payakumbuh untuk melaksanakan layanan air

bersih/air minum antara lain terdiri dari :

 Kegiatan pengembangan teknologi pengolahan air minum

 Kegiatan pembangunan sarana dan prasarana air bersih perdesaan (DAK)

 Kegiatan koordinasi perencanaan air minum perkotaan

 Kegiatan penyediaan sarana dan prasarana air minum bagi MBR

Total pendanaan pelayanan air bersih melalui APBD Kota Payakumbuh dan

DAK air bersih dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir selengkapnya dapat

(54)

Tabel 5.15

Pendanaan Layanan Air Bersih Kota Payakumbuh

Tahun Total Belanja 2010 364.913.158.930,00 4.592.364.475,00 789.346.950,00 17,188 0,216 2011 390.536.878.359,00 5.563.376.500,00 766.304.425,00 13,774 0,196 2012 468.917.130.053,00 4.276.738.508,00 676.139.442,00 15,810 0,144 2013 512.840.670.449,00 14.068.128.193,00 1.000.574.901,00 7,112 0,195

Jumlah 2.093.455.176.414,00 37.338.121.626,00 5.488.705.968,00 79,416 1,385

Persentase rata-rata/tahun terhadap total belanja sektor keciptakaryaan 15,883

Persentase rata-rata/tahun terhadap total belanja APBD 0,277 Sumber : Laporan Penjabaran APBD Kota Payakumbuh Tahun 2009-2013 (DPPKA) yang diolah

Gambar 5.33

(55)

Dari grafik di atas dapat disimpulkan bahwa proporsi pendanaan sektor air bersih

di Kota Payakumbuh tahun 2009 – 2013 terhadap total belanja sektor

keciptakaryaan mengalami penurunan dimana rata-rata persentase pendanaan

pertahun sebesar 15.88%, sedangkan ersentase terhadap total belanja APBD

adalah sebesar 0,28%. Namun, secara makro, penyediaan air minum di Kota

Payaumbuh dikelola oleh PDAM dengan sistem perpipaan dengan tingkat layanan

sebesar 98.75% pada tahun 2014. Indikator perkembangan usaha PDAM Kota

Payakumbuh tahun 2014 adalah sebagai berikut :

Tabel 5.16

Indikator Perkembangan Usaha PDAM Kota Payakumbuh Tahun 2014

NO URAIAN SATUAN JUMLAH

1. Jumlah Penduduk Kota Payakumbuh Jiwa 122.450,00

2. Jumlah Kapasitas Terpasang l/dt 238,00

3. Air yang di Produksi Sumber I Batang Tabit M³ 220.822,00

4. Batang Tabit/Tanjung Kaling M³ 2.040,00

5. Air yang di Produksi Sumber II Sikamuruncing M³ 19.832,00

6. Kubang Gajah M³ 9.859,00

7. Air yang di Produksi Sumber III Sungai Dareh Meter I M³ 221.160,00

8. Air yang di Produksi Sumber III Sungai Dareh Meter II M³ 197.670,00

9. Padang Ambacang M³ 1.022,00

10. Volume Input Sistim M³ 675.405,00

11. Konsumsi Resmi Berekening M³ 527.704,00

12. Konsumsi Resmi Tak Berekening M³ 356,50

13. Jumlah Konsumsi Resmi M³ 528.061,00

14. Kehilangan Air Komersil M³ 114.880,20

15. Kehilangan Air Fisik M³ 32.464,32

16. Jumlah Kehilangan Air (KA) M³ 147.344,50

17. Persentase Kehilangan Air % 21,82

18. Jumlah Sambungan Aktif SL 21.177,00

19. Jumlah Hydrant Kebakaran Buah 15,00

20. Jumlah Pemasangan Kembali SL 9,00

21. Jumlah Penutupan Sambungan SL 9,00

22. Jumlah Penutupan Koneksi SL

-23. Jumlah Penambahan Sambungan Baru SL 166,00

24. Jumlah Pelaksanaan Segel Meter SL 184,00

25. jumlah Perbaikan Kebocoran Unit 95,00

26. Jumlah Penggantian Water Meter Buah

(56)

-28. Jumlah Perbaikan Water Meter Buah

-29. Jumlah Pemakaian Kaporit di Sumber I Kg 240,00

30. Jumlah Pemakaian Kaporit di Sumber II Kg 15,00

31. Jumlah Pemakaian Kaporit di Sumber III Kg 480,00

32. Jumlah Jam Operasi Setiap Hari Jam 24,00

33. Jumlah Penduduk Kota Payakumbuh yang terlayani % 98,76

Sumber : Laporan Bulanan PDAM Kota Payakumbuh kondisi April 2014 yang diolah

Sedangkan penerimaan Kota Payakumbuh melalui sektor air minum adalah berupa bagi laba usaha daerah dari PDAM, dengan nilai dalam kurun 5 tahun terakhir sebagai berikut :

Tabel 5.17

Indikator Perkembangan Usaha PDAM Kota Payakumbuh Tahun 2014

Tahun Total Pendapatan

Bagi Laba Usaha Daerah dari PDAM

Jumlah (Rp) 2009 337.660.315.308,56 923.027.651,00 500.000.000,00 54,170 0,148 2010 339.509.170.785,35 955.860.300,00 500.000.000,00 52,309 0,147 2011 401.222.858.706,23 1.053.619.541,00 550.000.000,00 52,201 0,137 2012 476.101.100.124,35 1.420.336.899,00 800.000.000,00 56,325 0,168 2013 542.604.532.144,25 1.529.679.500,00 800.000.000,00 52,299 0,147 Jumlah 2.097.097.977.068,7

4 5.882.523.891,00 3.150.000.000,00 267,303 0,748 Persentase rata-rata/tahun terhadap total pendapatan daerah sektor

keciptakaryaan 53,461

Persentase rata-rata/tahun terhadap total pendapatan daerah 0,150

Sumber : Laporan Realisasi Pendapatan Daerah Payakumbuh Tahun 2009-2013 (Bidang Pendapatan DPPKA)

Berdasarkan data di atas, realisasi penerimaan Kota Payakumbuh dari sektor bagi

laba usaha PDAM tersebut pada tahun 2009 dan 2010 adalah sama yakni sebesar Rp.

(57)

signifikan dari tahun sebelumnya yakni senilai Rp. 800.000.000,-. Secara grafik

realisasi penerimaan bagi laba usaha PDAM tersebut dapat digambarkan sebagai

berikut :

Gambar 5.34

Bagi Laba Usaha PDAM terhadap Total Pendapan Sektor Keciptakaryaan Kota Payakumbuh Tahun 2009-2013

Persentase bagi laba usaha PDAM terhadap total pendapatan sektor

keciptakaryaan di Kota Payakumbuh pada tahun 2009 s.d 2011 cenderung

menurun, namun pada tahun 2012 mengalami peningkatan dengan persentase

sebesar 56,33%. Pada tahun 2013 mengalami penurunan kembali. Rata-rata

persentase bagi laba usaha PDAM terhadap total pendapatan sektor

Gambar

Gambar 5.9Grafik Realiasasi Belanja Daerah Kota Payakumbuh Tahun 2009 – 2013
Gambar 5.15Diagram Realiasasi DAK Sanitasi Kota Payakumbuh Tahun 2009 – 2013
Gambar 5.21Grafik Pendanaan Sektor Keciptakaryaan di Kota Payakumbuh Tahun 2009 – 2013
Gambar 5.22Diagram Persentase Rata-Rata Realisasi Belanja Sektor Keciptakaryaan
+7

Referensi

Dokumen terkait

[r]

kehamilan sudah dilakukan pelayanan kebidanan sesuai kebutuhan pasien dan kewenangan bidan dari tanggal 08 Desember hingga tanggal 15 November 2015 tidak ditemukan

Berdasarkan hasil penelitan yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Ekstrak etanol umbi ubi jalar ungu ( Ipomoea batatas L) mempunyai

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kecemasan dalam menghadapi obesitas pada remaja putri, tetapi dalam penelitian ini yang ingin diteliti adalah faktor citra

Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk meninjau dan meneliti lebih jauh mengenai kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh humas PAMA Tanjung Enim melalui

Kecamatan Wadaslintang, Sapuran, Leksono, Selomerto, Kalikajar, Kertek, Wonosobo, Watumalang, Mojotengah, Garung dan Kejajar merupakan daerah yang ditunjuk sebagai sentra

Maksudnya imperatif kebebasan sebagai hak-hak warga yang asasi (civil rights) harus dihormati dan ditegakkan oleh pengemban kekuasaan negara dimana pun dan kapan pun,

Peneliti menyajikan data mengenai pendistribusian zakat pada program beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana yang dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional Jawa Timur