• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1. Karakteristik Responden

Analisis karakteristik responden digunakan untuk memperoleh gambaran sampel dalam penelitian ini. Data

yang menggambarkan karakteristik responden

merupakan informasi tambahan untuk memahami hasil penelitian. Adapun prosedur pengambilan data terhadap responden dilakukan dengan peneliti mendatangi kantor tempat responden bekerja, dan meminta kesediaan waktu responden untuk mengisi kuesioner. Apabila responden tidak memiliki waktu di kantor, maka peneliti mendatangi rumah responden untuk meminta kesediaan waktu untuk

mengisi kuesioner. Karakteristik responden dalam

penelitian ini disajikan berdasarkan jenis kelamin, usia, masa kerja dan golongan kepegawaian. Ringkasan berbagai karakteristik tersebut dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut ini:

Tabel 4.1

Karakteristik Responden

Karakteristik Kategori N Persentase

Jenis Kelamin Laki-Laki 52 52%

Perempuan 48 48% Total 100 100% Usia 50 – 55 73 73% > 55 27 27% Total 100 100% Masa Kerja 20-30 46 46% > 30 54 54% Total 100 100% Golongan II 6 6% III 42 42% IV 52 52% Total 100 100%

(2)

Berdasarkan tabel 4.1 dapat dikatakan bahwa responden terbanyak dalam penelitian ini berjenis kelamin laki-laki dengan jumlah 52 responden (52,0%), dimana sebagian besar responden (73%) berada pada kisaran usia 50 – 55 tahun. Selanjutnya dari 100 responden tersebut, sebagian besar memiliki masa kerja lebih dari 30 tahun. Selanjutnya dilihar dari golongan sebagian besar responden yang menghadapi pensiun memiliki golongan III dan IV.

4.2. Uji Validitas dan Reliabilitas

Data disebut valid apabila memiliki koefisien korelasi item total =( 0,3 (Saifuddin, 2003). Berdasarkan uji validitas yang telah dilakukan dari keenam variabel item seluruhnya memiliki nilai corrected item to total correlation coefficient diatas 0,3. Setelah diuji validitasnya kemudian item-item tersebut diuji reliabilitas (keandalannya).

Perhitungan reliabilitas ini dilakukan dengan

menggunakan teknik analisis Alpha Cronbach. Dari

perhitungan diperoleh seluruh hasil reliabilitas item diatas 0,7. Menurut George dan Paul (dalam Agusteano, 2006) koefisien alfa Cronbach sebesar 0.7=6a6<8 dinyatakan diterima. Dengan demikian item-item dalam penelitian ini dinyatakan valid dan reliabel. Besarnya validitas dan reliabilitas dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut:

Tabel 4.2

Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas

Variabel Item valid Nilai r Nilai a¨

PersiapanFinancial item1 0.603 0.771 item2 0.687 item3 0.532 Persiapan kegiatan pengganti item1 0.434 0.711 Item 2 0.562 Item 3 0.601

(3)

Program persiapan pensiun item1 0.884 0.948 item2 0.899 item3 0.889 Manfaat Pensiun item1 0.436 0.714 item2 0.618 item3 0.563 Dukungan Sosial item1 0.683 0.778 item2 0.648 item3 0.554 Kesiapan Pensiun item1 0.601 0.788 item2 0.652 item3 0.636

Sumber: data primer diolah, 2013.

4.3. Statistik Deskriptif Variabel

Sebelum melakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu akan dipaparkan statistik deskriptif dari masing-masing item penelitian yang valid dari setiap variabel. Pada bagian ini statistik deskriptif dari tiap item penelitian akan dibahas. Rata-rata keseluruhan dari setiap variabel akan dikategorikan dalam lima kelas mulai dari sangat rendah sampai dengan sangat tinggi. Berikut statistik deskriptif dari variabel-variabel yang di uji.

Table 4.3

Deskriptif variable Faktor Individual Variable Pernyataan SS

(5) (4)S (3)N TS(2) STS(1) Rata-Rata

Persiapan

Financial 1. Saya telah memeprsiapkantabungan deposito untuk

masa pensiun nanti 26 60 5 9 - 4,03

2. Saya telah melakukan persiapan dalam bentuk asuransi untuk masa

pensiun nanti 15 69 6 9 1 3,88

3. Saya telah melakukan persiapan dalam bentuk tanah untuk masa pensiun

nanti 25 58 9 7 1 3,99

Total 396,67

(4)

Persiapan kegiatan pengganti

1. Saya telah memeprsiapkan kegiatan social keagamaan dimana saya akan terlibat langsung setelah saya pensiun nanti

13 71 11 5 - 3,92

2. Saya telah mempersiapkan kegiatan yang bersifat ekonomi atau berwiraswasta untuk saya lakukan pada saat saya pensiun nanti

21 66 7 6 - 4,02

3.Saya telah mempersiapkan pekerjaan yang merupakan karir kedua untuk saya lakukan pada saat saya pensiun nanti

2 54 34 10 - 3,48

Total 380,67

Rata-rata 3,81

Pada tabel 4.3 menunjukkan bahwa deskriptif variable pada variabel persiapan financial memiliki rata-rata total 3,98 sehingga dikategorikan tinggi. Rata-rata-rata tertinggi terdapat pada pernyataan pertama yakni persiapan pensiun berupa tabungan/deposito, sedangkan

rata-rata terkecil ada pada pernyataan yang

menunjukkan persiapan pensiun yang berupa asuransi. Sedangkan pada variabel persiapan kegiatan pengganti memiliki rata-rata total 3,81 dan dikategorikan tinggi. Rata-rata tertinggi terdapat pada pernyataan responden telah mempersiapkan kegiatan yang bersifat ekonomi atau berwiraswasta untuk persiapan pensiun, Sedangkan rata-rata terkecil beradah pada pertanyaan persiapan pensiun yang berupa kegiatan pengganti berupa pekerjaan sebagai karir kedua.

Table 4.4

Deskriptif variable Faktor Organisasional

Variabel Pernyataan SS

(5) (4)S (3)N TS(2) STS(1) Rata-Rata Program

Persiapan Pensiun

1. Organisasi tempat saya bekerja menyelenggarakan

(5)

2. Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan dari program persiapan pensiun organisasi bermanfaat bagi saya untuk mempersiapkan

pensiun saya nanti. 14 43 8 30 5 3,31

3. Jumlah kegiatan yang diselenggarakan cukup dapat mempersiapkan saya didalam menghadapi

pensiun saya nanti 12 41 12 22 13 3,17

Total 330 Rata-rata 3,30 Pemberian manfaat pensiun 1. Pihak organisasasi menyediakan manfaat pensiun bagi karyawannya

yang akan pensiun. 38 56 4 2 - 4,3

2. Jenis manfaat pensiun yang diberikan oleh pihak organisasi sangat

bermanfaat bagi saya untuk

menghadapi pensiun nanti. 28 63 2 7 - 4,12 3. Besar manfaat pensiun yang

diberikan oleh pihak organisasi cukup membantu saya untuk memenuhi kebutuhan hidup saya

setelah saya pensiun nanti 32 57 4 7 - 4,14

Total 418,7

Rata-rata 4,18

Pada tabel 4.4 menunjukkan bahwa deskriptif variabel pada variabel program persiapan pensiun memiliki rata-rata total 3,30 sehingga dikategorikan sedang. Rata-rata tertinggi terdapat pada pernyataan pertama yakni organsiasi tempat pegawai bekerja menyiapkan program persiapan pensiun, akan tetapi tidak semua organisasi menyiapkan program tersebut. Pada variabel pemberian manfaat pensiun menunjukkan rata-rata total sebesar 4,18 yang menunjukkan bahwa manfaat yang diberikan tergolong tinggi. Rata-rata tertinggi sebesar 4,3 ditunjukkan pada pernyataan

(6)

menyediakan manfaat pensiun bagi karyawannya yang akan pensiun.

Table 4.5

Deskriptif Variabel Dukungan Sosial Variabel Pernyataan SS

(5) (4)S (3)N TS(2) STS(1) Rata-Rata

Dukungan

Sosial 1. Sayadukunganmendapatkandari keluarga dalam persiapan menghadapi pensiun

52 41 1 6 - 4,39

2. Saya mendapatkan dukungan dari rekan kerja dalam persiapan

menghadapi pensiun 19 69 8 4 - 4,03

3. Saya mendapatkan dukungan dari teman

dekat dalam persiapan menghadapi pensiun 12 72 15 1 - 3,95 Total 412,3 Rata-rata 4,12

Pada table 4.5 menunjukkan bahwa total rata-rata dukungan sosial adalah 4,12 yang menunjukkan bahwa dukungan yang diperoleh karyawan dalam menghadapi pensiun tergolong tinggi. Dukungan tertinggi diperoleh dari keluarga yang menunjukkan rata-rata sebesar 4,39, dukungan selanjutnya dari rekan kerja dan yang terakhir dari teman dekat.

Table 4.6

Deskriptif variabel Kesiapan Menghadapi Pensiun Variabel Pernyataan SS

(5) (4)S (3)N TS(2) STS(1) Rata-Rata

Kesiapan

Pensiun 1. Saya siap secara lahirdan batin untuk memasuki masa

pensiun saya. 33 61 3 3 - 4,24

2. Saya sudah tidak sabar lagi menunggu

waktu untuk

pensiun. 11 63 18 8 - 3,77

3. Saya memiliki tingkat kepercayaan diri yang

(7)

Total 406,67

Rata-rata 4,07

Pada table 4.6 menunjukkan total rata-rata untuk variabel kesiapan pensiun 4,07 yang mengindikasikan bahwa karyawan telah siap dalam memasuki masa pensiun. Mereka secara lahir dan batin siap untuk

memasuki masa pensiun dan memiliki tingkat

kepercayaan diri yang tinggi untuk pensiun dari pekerjaannya.

4.4. Uji Asumsi Klasik 4.4.1. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah distribusi data normal atau tidak. Uji Normalitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji One Sample – Kolmogorov – Smirnov Test dan berikut hasil uji normalitas tersebut.

Berdasarkan uji normalitas, diperoleh data residual memiliki nilai Kolmogorov-Smirnov (K-S) seebsar 0,546 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,927 (p > 0,05). Dikarenakan tingkat signifikansi lebih dari 0,05 maka dapat dikatakan bahwa data residual berdistribusi normal.

4.4.2. Uji Multikolinearitas Tabel 4.7

Ringkasan Uji Multikolenearitas

Variabel Tolerance VIF

PersiapanFinancial Persiapan Kegiatan Pengganti

Program Persiapan Pensiun Manfaat Pensiun Dukungan Sosial 0,565 0,399 0,960 0,434 0,249 1,769 2,506 1,042 2,036 4,023

Dari tabel 4.7, mengacu pada nilai tolerance tampak

(8)

variabel bebas (independent variabel) > 0,10 maka tidak

ada multikolinearitas diantara variabel bebasnya.

Mengacu pada nilai VIF tampak bahwa semua nilai VIF

untuk masing-masing variabel bebas (independent

variabel) < 10. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa variabel independen yang digunakan dalam model regresi penelitian ini adalah terbebas dari multikolinearitas atau dapat dipercaya dan obyektif.

4.4.3. Uji Heteroskedastisitas Tabel 4.8

Ringkasan Uji Heteroskedastisitas

Heterokedastisitas menunjukkan bahwa variasi

(varians) variable tidak sama untuk semua pengamatan. Dari tabel 4.10 menunjukkan bahwa variabel bebas tidak secara signifikan mempengaruhi nilai absolut e dari model regresi yang digunakan karena nilai signifikansi terhadap residual lebih dari 0,05. Jadi dapat disimpulkan model regresi tidak mengandung heterokedastisitas.

Coefficiets’a Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1.174 .444 2.647 .010 PersiapanFinancial -.044 .035 -.166 -1.244 .217 Persiapan Kegiatan Pengganti -.044 .047 -.149 -.939 .350 Program persiapan pensiun -.008 .015 -.056 -.550 .584 Pemberian manfaat pensiun -.052 .043 -.186 -1.218 .226 DUKUNGAN SOSIAL .100 .059 .341 1.693 .094

(9)

4.5. Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui signifikan atau tidaknya pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen sesuai dengan yang telah dihipotesiskan dalam Bab II.

Ferdinand (2002) berpendapat bahwa untuk menguji hipotesis mengenai kausalitas yang dikembangkan dalam model ini perlu diuji hipotesis nol yang menyatakan bahwa koefisien regresi antara hubungan adalah sama dengan nol melalui uji-t yang lazim dalam model-model regresi.

Table 4.9 Hasil Uji Regresi

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -.342 .788 -.434 .666 Persiapan Financial .316 .074 .302 4.248 .000 Persiapan Kegiatan Pengganti .450 .074 .426 6.095 .000 Program Persiapan Pensiun -.024 .026 -.046 -.908 .366 Manfaat Pensiun .303 .060 .303 5.073 .000 a. Dependent Variable: KESIAPAN PENSIUN

Keterangan:*= Signifikansi pada ?-= 5% t 0,05= 1,661 (?¨= 5%, df=94)

(1) Uji Hipotesis 1

Pengujian hipotesis pertama (H1) dilakukan untuk

mengetahui pengaruh faktor individual (persiapan

financial) terhadap kesiapan menghadapi pensiun. Dari hasil perhitungan regresi diperoleh bahwa nilai ßòsebesar

(10)

0,316 dengan standar error 0,074 dan nilai t hitung sebesar 4.248 dengan signifikansi 0,000. Dikarenakan nilai signifikansi < 0,05 dan nilai t-hitung 4,248 > t-tabel 1,661 maka dapat dikatakan hipotesis 1 diterima.

(2) Uji Hipotesis 2

Pengujian hipotesis kedua (H2) dilakukan untuk

mengetahui pengaruh faktor individual (persiapan

kegiatan pengganti) terhadap kesiapan menghadapi pensiun. Dari hasil perhitungan regresi diperoleh bahwa nilai ßùsebesar 0,450 dengan standar error 0,074 dan nilai t hitung sebesar 6.095 dengan signifikansi 0,000. Dikarenakan nilai signifikansi < 0,05 dan nilai t-hitung 6,095 > t-tabel 1,661 maka dapat dikatakan hipotesis 2 diterima.

(3) Uji hipotesis 3

Pengujian hipotesis ketiga (H3) dilakukan untuk mengetahui pengaruh faktor organisasional (adanya

program persiapan pensiun) terhadap kesiapan

menghadapi pensiun. Dari hasil perhitungan regresi diperoleh bahwa nilai ßÒsebesar -0.024 dengan standar error 0,026 dan nilai t hitung sebesar -0.908 dengan signifikansi 0,366. Dikarenakan nilai signifikansi > 0,05 dan nilai t-hitung -0,908 < t-tabel 1,661 maka dapat dikatakan hipotesis 3 ditolak.

(4) Uji Hipotesis 4

Pengujian hipotesis keempat (H4) dilakukan untuk mengetahui pengaruh faktor organisasional (pemberian

manfaat pensiun) terhadap kesiapan menghadapi

pensiun. Dari hasil perhitungan regresi diperoleh bahwa nilai ߉sebesar 0,303 dengan standar error 0,060 dan nilai t hitung sebesar 5.073 dengan signifikansi 0,000.

(11)

Dikarenakan nilai signifikansi < 0,05 dan nilai t-hitung 5,073 > t-tabel 1,661 maka dapat dikatakan hipotesis 4 diterima.

(5) Uji Hipotesis 5

5.1. Pengujian hipotesis kelima (H5.1) dilakukan untuk mengetahui apakah faktor dukungan

sosial sebagai pemoderasi antara faktor

persiapan financial berpengaruh signifikan terhadap kesiapan menghadapi pensiun. Hasil perhitungan ditunjukkan pada tabel berikut:

Table 4.10

Hasil Uji Regresi dengan Variabel Moderasi Hipotesis 5.1 Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -7.616 2.716 -2.804 .006 PersiapanFinancial 1.067 .263 1.022 4.062 .000 DUKUNGAN SOSIAL 1.388 .259 1.331 5.354 .000 moderat1 .068 .023 1.300 2.908 .005

a. Dependent Variable: KESIAPAN PENSIUN

Keterangan:*= Signifikansi pada ?ü= 5% t 0,05= 1,661 (?û= 5%, df=94)

Dari hasil perhitungan regresi diperoleh bahwa nilai

ßL pada variabel moderasi antara persiapan financial dengan kesiapan menghadapi pensiun (moderat1) sebesar 0.068 dengan standar error 0,023 dan nilai t hitung sebesar 2.908 dengan signifikansi 0,005. Dikarenakan nilai signifikansi < 0,05 dan nilai t-hitung 2,908 > t-tabel 1,661 maka dapat dikatakan hipotesis 5.1 diterima.

(12)

5.2. Pengujian hipotesis (H5.2) dilakukan untuk mengetahui apakah faktor dukungan sosial sebagai variabel pemoderasi antara faktor persiapan kegiatan pengganti berpengaruh

signifikan terhadap kesiapan menghadapi

pensiun. Hasil perhitungan ditunjukkan pada tabel berikut:

Table 4.11

Hasil Uji Regresi dengan Variabel Moderasi Hipotesis 5.2

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -4.690 2.631 -1.783 .078 Kegiatan pengganti .899 .281 .851 3.199 .002 DUKUNGAN SOSIAL 1.072 .237 1.028 4.519 .000 moderat2 .046 .023 .886 1.995 .049

a. Dependent Variable: KESIAPAN PENSIUN

Keterangan:*= Signifikansi pada ?î= 5% t 0,05= 1,661 (?é= 5%, df=94)

Dari hasil perhitungan regresi diperoleh bahwa nilai

ß> pada variabel moderasi antara kegiatan pengganti dengan kesiapan menghadapi pensiun (moderat2) sebesar 0.046 dengan standar error 0,023 dan nilai t hitung sebesar 1.995 dengan signifikansi 0,049. Dikarenakan nilai signifikansi < 0,05 dan nilai t-hitung 1,995 > t-tabel 1,661 maka dapat dikatakan hipotesis 5.2 diterima.

(13)

5.3. Pengujian hipotesis (H5.3) dilakukan untuk mengetahui apakah faktor dukungan sosial sebagai variabel pemoderasi antara faktor adanya program persiapan pensiun berpengaruh

signifikan terhadap kesiapan menghadapi

pensiun. Hasil perhitungan ditunjukkan pada tabel berikut:

Table 4.12

Hasil Uji Regresi dengan Variabel Moderasi Hipotesis 5.3

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 4.106 2.459 1.670 .098 Program Persiapan Pensiun -.301 .248 -.580 -1.213 .228 DUKUNGAN SOSIAL .682 .193 .654 3.523 .001 moderat3 .022 .020 .560 1.103 .273 a. Dependent Variable: KESIAPAN PENSIUN

Keterangan:*= Signifikansi pada ?9= 5% t 0,05= 1,661 (?7= 5%, df=94)

Dari hasil perhitungan regresi diperoleh bahwa nilai

߈ pada variabel moderasi antara program persiapan

pensiun dengan kesiapan menghadapi pensiun (moderat3) sebesar 0,022 dengan standar error 0,020 dan nilai t

hitung sebesar 1.103 dengan signifikansi 0,273.

Dikarenakan nilai signifikansi > 0,05 dan nilai t-hitung 1,103 < t-tabel 1,661 maka dapat dikatakan hipotesis 5.3

(14)

5.4. Pengujian hipotesis (H5.4) dilakukan untuk mengetahui apakah faktor dukungan sosial sebagai variabel pemoderasi antara faktor

manfaat pensiun berpengaruh signifikan

terhadap kesiapan menghadapi pensiun. Hasil perhitungan ditunjukkan pada tabel berikut:

Table 4.13

Hasil Uji Regresi dengan Variabel Moderasi Hipotesis 5.4

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -4.493 2.918 -1.540 .127 Pemberian manfaat pensiun .576 .267 .575 2.158 .033 DUKUNGAN SOSIAL 1.409 .314 1.351 4.495 .000 moderat4 -.051 .026 -.990 -1.936 .056

a. Dependent Variable: KESIAPAN PENSIUN

Keterangan:*= Signifikansi pada ?\= 5% t 0,05= 1,661 (?W= 5%, df=94)

Dari hasil perhitungan regresi diperoleh bahwa nilai

߬ pada variabel moderasi antara pemberian manfaat

pensiun dengan kesiapan menghadapi pensiun (moderat4) sebesar -0.-,051 dengan standar error 0,026 dan nilai t hitung sebesar -1,936 dengan signifikansi 0,056. Dikarenakan nilai signifikansi > 0,05 dan nilai thitung -1,936 > t-tabel 1,661 maka dapat dikatakan hipotesis 5.4

(15)

Secara keseluruhan hasil uji hipotesis dirangkum dalam tabel 4.11 dibawah ini.

Tabel 4.14

Rangkuman Kesimpulan Hasil Uji Hipotesis Hipotesis Pernyataan Hipotesis Nilai C.Rdan P Keterangan

H1

faktor individual (persiapan financial) berpengaruh secara signifikan terhadap kesiapan menghadapi pensiun

t = 4.248

p = 0.000 Diterima

H2

faktor individual (persiapan kegiatan pengganti) berpengaruh secara signifikan terhadap kesiapan menghadapi pensiun t = 6.095 p = 0.000 Diterima H3 faktor organisasional (adanya program persiapan pensiun) berpengaruh secara signifikan terhadap kesiapan menghadapi pensiun t = -0.908 p = 0.366 Ditolak H4 faktor organisasional (pemberian manfaat pensiun) berpengaruh secara signifikan terhadap kesiapan menghadapi pensiun

t = 5.073

p = 0.000 Diterima faktor dukungan sosial

sebagai variabel pemoderasi antara faktor persiapan financialberpengaruh signifikan terhadap kesiapan menghadapi pensiun t = 2,908 p = 0.005 Diterima

faktor dukungan sosial sebagai variabel pemoderasi antara faktor persiapan kegiatan pengganti berpengaruh signifikan terhadap kesiapan menghadapi pensiun t = 1,995 p = 0.049 Diterima H5.2 H5.1

(16)

variabel dukungan sosial sebagai variabel pemoderasi antara faktor program persiapan pensiun berpengaruh signifikan terhadap kesiapan menghadapi pensiun t = 1,103 p = 0.273 Ditolak

variabel dukungan sosial sebagai variabel pemoderasi antara faktor pemberian manfaat pensiun berpengaruh signifikan terhadap kesiapan menghadapi pensiun t = -1,936 p = 0.056 Ditolak

Keterangan:*= Signifikansi pada ?-= 5% t 0,05= 1,661 (?,= 5%, df=94)

4.6. Pembahasan

Pembahasan ini ditujukan untuk lebih menjelaskan hasil perhitungan dan analisis data serta menjawab masalah penelitian yang telah diajukan dan pembahasan tersebut akan menguraikan mengenai hasil uji hipotesis dalam penelitian. Pada bagian pembahasan analisis ini digunakan untuk menguraikan pembahasan dari analisis yang telah dijelaskan pada hasil analisis.

Pada hipotesis pertama menyatakan bahwa

persiapan financial berpengaruh secara signifikan

terhadap kesiapan menghadapi pensiun. Dalam pengujian hipotesis ini diterima. Hal ini berarti bahwa persiapan finansial sangat diperlukan dalam kesiapan menghadapi pensiun. Penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Kim et al, (2005) yang menyatakan bahwa

persiapan financial merupakan salah satu faktor

terpenting dalam menghadapi pensiun karena semakin tinggi kesiapan financial seseorang maka dia akan merasa lebih siap dalam menghadapi masa pensiun. Kesiapan financial ini dilakukan individu selama masa produktif

H5.4

(17)

bekerja untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan degan financial untuk masa pensiun yang akan datang sehingga dapat memenuhi gaya hidup yang diinginkan setelah pensiun (Fletcher dan Hansson, 2001). Kesiapan financial seseorang dalam menghadapi pensiun dapat diwujudkan dengan persiapan rekening tabungan, persiapan asuransi, dan persiapan investasi tanah (Denton et al, 2004). Sebagian besar para pegawai negeri sipil memiliki kesiapan financial berupa tabungan atau deposito dengan tujuan untuk berjaga-jaga ketika memasuki masa pensiun nanti (Keynes dalam Telyukova & Visschers, 2012).

Pada hipotesis kedua menyatakan bahwa persiapan

kegiatan pengganti berpengaruh secara signifikan

terhadap kesiapan menghadapi pensiun dan hipotesis ini diterima. Hal ini menunjukkan bahwa persiapan kegiatan pengganti diperlukan oleh pegawai yang menghadapi pensiun untuk mengisi kekosongan waktu pada saat masa pensiun. Persiapan kegiatan pengganti merupakan upaya yang dilakukan individu untuk mempersiapkan aktivitas pengganti setelah mencapai masa pensiun. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Latif dan Alkateebh (2012) yang menyatakan bahwa kegiatan pengganti dapat mempengaruhi kesiapan untuk

pensiun. Dengan adanya kegiatan pengganti

kemungkinan dapat memperoleh pendapatan, disamping itu juga untuk mengisi waktu luang (Petkoska & Earl, 2009). Persiapan kegiatan pengganti ini yang dilakukan oleh karyawan yang memasuki masa pensiun dapat berupa kegiatan sosial keagamaan, kegiatan wiraswasta dan pekerjaan pengganti yang merupakan pekerjaan karir kedua. Dari hasil penelitian yang dilakukan tampak bahwa sebagian besar pegawai yang memasuki masa pensiun telah mempersiapkan kegiatan pengganti berupa

(18)

kegiatan wiraswasta antara lain membuka rumah makan, membuat tempat wisata pantai, menjual bahan sembako, membuat penginapan dan lain sebagainya.

Pada hipotesis ketiga dinyatakan bahwa faktor adanya program persiapan pensiun dari organisasi

berpengaruh secara signifikan terhadap kesiapan

menghadapi pensiun tidak diterima. Hal ini tidak mendukung penelitian yang dilakukan oleh Harsey et al. (2003) dimana karyawan yang lebih tahu banyak tentang

perencanaan keuangan (dalam program persiapan

pensiun) lebih siap dalam menghadapi pensiun. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa adanya program persiapan pensiun yang diselenggarakan oleh organisasi

tidak berpengaruh terhadap kesiapan menghadapi

pensiun. Hal ini disebabkan karena sebagian responden

tidak menerima program persiapan pensiun dari

organisasi tempat ia bekerja. Dari beberapa instansi di Kabupaten Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi Utara hanya terdapat satu instansi saja yang menyelenggarakan program persiapan pensiun yaitu Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, sehingga hal tersebut tidak berpengaruh bagi pegawai yang akan pensiun.

Pada hipotesis keempat yang menyatakan bahwa pemberian manfaat pensiun dari organisasi berpengaruh

signifikan terhadap kesiapan menghadapi pensiun

diterima. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Power dan Hira (2004), yang menyatakan

bahwa adanya pemberian manfaat pensiun dari

organisasi dapat memberikan peningkatan yang signifikan terhadap kepuasan karyawan selama masa pensiun. Kim et al, (2005) mengatakan bahwa para karyawan sangat bergantung pada pemberian manfaat pensiun untuk meningkatkan rasa kepercayaan diri untuk pensiun. Sehingga dalam penelitian ini ditemukan bahwa Para

(19)

Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Talaud sangat bergantung pada pemberian manfaat pensiun dari organisasi, karena bisa membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Selain itu manfaat pensiun juga merupakan suatu penghasilan pasti, karena secara rutinitas setiap bulannya di terima.

Pada hipotesis terakhir yaitu bahwa faktor dukungan sosial sebagai variabel pemoderasi antara faktor individu (persiapan financial dan persiapan kegiatan pengganti) dengan kesiapan menghadapi pensiun diterima. Hal ini sejalan dengan Albert (1995) yang mengungkapkan bahwa dukungan sosial dari keluarga dan rekan kerja dapat

mempengaruhi kesiapan individu untuk pensiun.

Berdasarkan faktor individual, dalam penelitian ini

dukungan sosial berpengaruh terhadap kesiapan

menghadapi pensiun, hal ini dikarenakan pada saat menghadapi masa pensiun pegawai akan mengalokasikan financial yang sebelumnya telah dipersiapkan untuk membangun usaha sebagai pengganti pendapatan, sehingga dukungan dari keluarga terdekat sangat

diperlukan untuk mengarahkan, menyokong dan

mendampingi pegawai dalam melaksanakan kegiatan yang dilakukan. Disamping itu juga dalam penelitian ini keadaan perekonomian mereka telah sesuai dengan yang mereka inginkan, anak-anak dari pekerja tersebut dianggap sudah dewasa dan dapat mandiri tanpa terlalu membebani orang tua, sehingga pekerja yang menghadapi masa pensiun selalu mendapat dukungan dari keluarga karena sudah tidak merasa khawatir dengan beban yang akan mereka tanggung setelah pensiun nanti.

Sedangkan faktor dukungan sosial sebagai variabel pemoderasi antara faktor organisasional (adanya program persiapan pensiun dan pemberian manfaat pensiun)

(20)

Dukungan sosial menunjukkan tidak berpengaruh terhadap kesiapan menghadapi pensiun pegawai, hal ini disebabkan karena sebagian responden tidak menerima program persiapan pensiun dari organisasi, dan bagi responden yang menerima program persiapan pensiun dari organisasi sifat hubungan dengan teman kerja, atau pihak organisasi hanya sebatas pada pekerjaan.

Gambar

Table 4.9 Hasil Uji Regresi

Referensi

Dokumen terkait

menggunakan variabel independen secara terpisah-pisah seperti, persiapan financial, persiapan kegiatan pengganti setelah pensiun, adanya program persiapan pensiun dari

Hasil dari penelitian ini sesuai dengan hipotesis yang diajukan, bahwa ada hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan

Berbeda dengan hasil penelitian pada hipotesis pertama bahwa Kinerja Keuangan tidak berpengaruh terhadap CSR, hasil dari hipotesis yang ke empat ini adalah

Berdasakan hasil tersebut maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima, yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan regulasi emosi dengan

Hasil dari analisis uji korelasi tersebut mendukung hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, yaitu adanya hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan

perilaku siswa tidak hanya sekedar tindakan individu, namun terkait dengan bagaimana lingkungan sosial dimana ia berada - Kesadaran bahwa keberhasilan sekolah dalam

Selain barbagai faktor kekuatan dari Hasil analisa terhadap Internal Factor Analisys Sumary Aspek output diatas, tabel 4:2 juga mendeskripaikan faktor- faktor kelemahan

Kenaikan yang begitu pesat pada subjek H selain diakibatkan keaktifan selama mengikuti pelatihan juga disebabkan oleh dukungan sosial dari teman- teman dekat, sebagaimana