• Tidak ada hasil yang ditemukan

III. DATA SUMBER PERANCANGAN. A. Tabel Data Perancangan. B. Rincian data Perancangan 1. Identifikasi Meja

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "III. DATA SUMBER PERANCANGAN. A. Tabel Data Perancangan. B. Rincian data Perancangan 1. Identifikasi Meja"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

13 III. DATA SUMBER PERANCANGAN

A. Tabel Data Perancangan

Data Objek Perancangan Manfaat Data Dalam Perancangan

1 Identifikasi Meja Mengoptimalkan proses perancangan 2 Identifikasi Karakter Kayu Mahoni Keakuratan info tentang material furnitur 3 Teori Penunjang Furnitur Mengoptimalkan proses perancangan

4 Prinsip Desain Perancangan Alur dalam menentukan konsep dan ide gagasan 5 Proses Finishing Desain Mebel Mengoptimalkan proses perancangan

Tabel 1: Tabel Data Perancangan B. Rincian data Perancangan 1. Identifikasi Meja

1Meja adalah salah satu furnitur berupa permukaan datar yang disokong oleh

beberapa kaki. Meja sering dipakai untuk menyimpan barang dan makanan dengan ketinggian tertentu supaya mudah dijangkau saat kita duduk. Meja umumnya dipasangkan dengan kursi. Meja yang umum tidak memiliki laci, tapi jika berlaci dia bisa berbentuk meja rias, lemari meja dengan banyak laci, dan lain sebagainya. Meja yang khusus dipakai untuk belajar disebut juga meja belajar.

2. Identifikasi Karakter Kayu Mahoni

2Kayu mahoni merupakan salah satu jenis kayu khas daerah tropis.

Maksudnya, kayu ini berasal dan hanya ada di daerah-daerah yang memiliki iklim tropis contohnya adalah Indonesia. Di Indonesia, kayu mahoni sangat populer khususnya untuk banyak daerah di pulau Jawa, di sana, kayu ini dikenal sebagai jenis kayu yang bernilai komersial tinggi sehingga banyak orang yang membudidayakan dan diperjual belikan pada pasar komoditas domestik. Di pulau Jawa ini juga, persedian untuk kayu mahoni tidak perlu dikhawatirkan sebab jumlahnya masih sangat banyak, mulai dari yang masih berupa pohon maupun yang sudah berupa kayu yang sudah dipotong atau diproses. Karena jenis pohon penghasil kayu ini memiliki masa pertumbuhan yang cepat yakni kurang lebih dalam kurun waktu 7 hingga 15 tahun, pohon mahoni sudah tumbuh besar dan sudah bisa dipotong dan diambil kayunya.

1 id.wikipedia.org, meja (14 januari 2015). Diakses Januari 20, 2015 2 Chandra Haekal, Rimba Kita: Kayu Mahoni. Diakses Januari 20, 2015

(2)

14

Hal ini jelas berbeda dengan masa pertumbuhan pohon jati maupun pohon sonokeling yang mana pertumbuhannya membutuhkan waktu yang lama.

Kayu mahoni memiliki karakteristik serta memiliki ciri-ciri khusus yang hanya terdapat pada jenis kayu itu sendiri. Ciri-ciri tersebut yang dapat membedakannya dengan jenis kayu tropis yang lainnya. Karena faktanya, ada beberapa jenis kayu yang memiliki kemiripan satu sama lain jika dilihat sekilas, baik dari segi warna, tekstur ataupun serat kayunya. Tetapi dengan benar-benar memahami ciri-ciri khusus yang hanya dimiliki oleh jenis kayu tertentu maka kita akan bisa membedakannya. Contoh untuk beberapa jenis kayu yang memiliki kemiripan jika dilihat secara sekilas adalah seperti kayu jati mirip dengan kayu akasia, kayu mahoni juga bisa dikatakan mirip dengan kayu kamper ataupun kayu keruing dari Kalimantan serta jenis kayu lainnya.

Gambar 11: Kayu Mahoni Sumber : tentangkayu.com

3. Teori Penunjang Furnitur

Dalam konteks proses merancangan sebuah desain produk, diperlukan teori- teori yang mendukung jalannya proses tersebut. Teori-teori tersebut diperlukan guna mencapai desain produk yang optimal dengan proses perancangan.

a. Pendekatan Antropometri dan Ergonomi

3Meja umumnya dipasangkan dengan kursi. Bukan saja barang-barang

tersebut harus dapat dijangkau secara antropometri, namun juga harus dapat dilihat dengan baik. Tinggi yang ditetapkan harus sesuai dengan jangkauan genggaman

3 Julius Panero, AIA, ASID dan Martin Zelnik, AIA, ASID, Dimensi Manusia dan Ruang Interior

(3)

15

vertikal serta tinggi mata. Dalam menentukan batas-batas ketinggian, data ukuran tubuh orang yang lebih kecil yang harus digunakan. Ketinggian yang disarankan merupakan perpaduan antara kebutuhan-kebutuhan untuk jangkauan dan penglihatan atau pandangan.

Sebagai salah satu cabang ilmu, ergonomi adalah sebuah praktek mendesain sebuah produk sehingga pengguna bisa melakukan tugas kegunaan, operasional, pelayanan, dan dukungan dengan tingkat stres sekecil mungkin dan tingkat efisiensi semaksimal mungkin. Untuk mencapai ini, desainer harus membekali diri mereka dengan pengertian dan pengetahuan akan kebutuhan, karakteristik, kemampuan, dan batasan yang ditujukan untuk pengguna dan desain itu sendiri. Atau dengan kata lain, desainer harus membuat desain yang tepat sesuai dengan manusia bukan manusia yang sesuai desain.

b. Konsep Desain Furnitur

4Furnitur merupakan benda yang berkaitan erat dengan manusia beserta

aktivitasnya. Furnitur memiliki fungsi yang sangat membantu manusia dalam berbagai aktivitasnya, dalam hal ini furnitur meja belajar pada ruang kerja memiliki peranan penting dalam ruang tersebut. Oleh karena itu meja belajar pada ruang kerja harus memiliki konsep dasar dalam perancangannya. Menurut Marizar (2005:76), dalam konteks merancang desain furnitur kreatif, ada lima langkah yang harus dilalui untuk mencapai desain furnitur yang optimal.

1) Analisis Aktivitas Manusia

Analisis mencakup semua aktivitas manusia yang dilakukan berkenaan dengan fungsi sebuah furnitur. Dalam analisis akan ditemukan beragam sikap tubuh manusia terhadap sebuah furnitur, misalkan sikap duduk dikursi yang sedang memakai meja belajar.

2) Analisis Bentuk dan Fungsi

Kenyamanan dapat dicapai melalui bentuk yang sesuai dengan fungsi dan juga anatomi tubuh manusia. Bentuk furnitur yang kreatif dan inovatif biasanya mengacu pada bentuk-bentuk dasar yang ada disekitar lingkungan manusia. Ide bentuk bisa berasal dari bentuk-bentuk organik, seperti bunga, burung, pohon dan lain-lain.

4 Marizar, Teknik Merancang Mebel Kreatif : Konsepsi, Solusi dan Implementasi (Jakarta: Penerbit

(4)

16

Bentuk tersebut dapat dipilih untuk kemudian diolah menjadi bentuk baru guna memnuhi fungsi-fungsi sebuah furnitur. Analisis ini dapat membuka peluang yang besar dalam eksplorasi bentuk furnitur yang kreatif dan inovatif.

3) Analisis Ergonomi

5Menurut Marizar (2005: 106) Ergonomi merupakan sistem kerja manusia

yang berkaitan dengan fasilitas dan lingkungannya, yang saling berkaitan satu sama lain. Analisis ini bertujuan untuk mencari kesesuaian antara karakteristik pekerjaan dan karakteristik tubuh manusia. Selain itu, analisis ini juga bertujuan untuk menciptakan kenyamanan bagi pengguna produk furnitur dalam kehidupan nyata. 4) Analisis Antropometrik

Antropometri dibutuhkan dalam proses desain furnitur berkaitan dengan ukuran tubuh manusia secara fisik. Antropometri meliputi pengukuran terhadap berbagai sikap gerak tubuh manusia secara umum sebagai upaya penyesuaian dalam pencapaian kenyamanan dan keamanan.

5) Analisis Bahan dan Tekstur

6Secara garis besar, bahan terbagi menjadi dua jenis. Pertama, bahan dari alam

seperti kayu, rotan, bambu, besi, kulit, pandan dan sejenisnya. Kedua, bahan buatan atau sintetis seperti plastik, fiberglass, upholstery, kulit imitasi dan sejenisnya.

c. Analisis Struktur dan Kontruksi

Struktur dan konstruksi merupakan bagian dari proses desain yang disusun setelah bahan-bahan untuk furnitur dipilih dan disatukan dengan sambungan-sambungan. Konstruksi adalah sambungan antara komponet satu dengan komponen lainya, yang tersusun secara struktural. Teknik kontruksi dan struktur merupakan dasar yang perlu diketahui oleh para desainer dan pengrajin kayu guna membuka peluang sebesar-besarnya untuk mengolah kayu, mengetahui cara perakitan yang sesuai dengan marterial yang dipakai. Konstruksi dipisahkan menjadi tiga klasifikasi menurut 7B. Suparto (1979) berdasarkan jenis, sistem, atau sifat konstruksinya.

1) Konstruksi antara materi dengan materi secara permanen, tidak berubah atau sering disebut dengan fixed construction.

5 Marizar, Teknik Merancang Mebel Kreatif : Konsepsi, Solusi dan Implementasi (Jakarta: Penerbit

Media Pressindo, 2005), 106

6 Marizar (2005), Teknik Merancang Mebel Kreatif. ITB, Bandung 7 B. Suparto, Klasifikasi Konstruksi (1979)

(5)

17

2) Konstruksi antara materi dengan materi atau antara elemen dengan elemen yang dapat dilepas atau dapat dibongkar pasang atau yang sering disebut dengan

knocked down system.

3) Kontruksi antar material dengan material yang dapat bergerak, labil, yang dapat dipasang menurut kebutuhan, dapat berubah dan selalu berubah sesuai dengan beban.

d. Analisis Warna

Salah satu unsur desain furnitur yang perlu di analisis secara cermat adalah pemilihan warna yang akan digunakan dalam desain furnitur. Secara psikologis pemilihan warna akan berfungsi kepada fungsi dan karakter desain furnitur yang diciptakan. Dengan memperdalam analisis dan teori warna dengan literatur yang lengkap, maka diharapkan desainer dapat lebih bijak memilih pewarnaan pada furnitur. Warna furnitur adalah jiwa pemakai sekaligus jiwa dari ruang yang ditempatinya.

Menurut 8Maran L. David dalam bukunya Visual Design in Dress (1987:119)

yang dikutip Sulasmi Darmaprawira, menggolongkan warna menjadi dua, yaitu warna eksternal dan internal. Warna eksternal adalah warna yang bersifat fisika atau faali, sedangkan warna internal adalah warna sebagai persepsi manusia.

Secara visual, warna memiliki kekuatan yang mampu mempengaruhi citra orang yang melihatnya. Masing-masing warna mampu memberikan respon secara psikologis. 9Molly E. Holzschlag (seperti dikutip Kusrianto, 2007), seorang pakar

tentang warna, dalam tulisannya Creating Color Scheme membuat daftar mengenai kemampuan masing-masing warna ketika memberikan respon secara psikologis, seperti warna merah mampu memberikan respon yang ditimbulkan kekuatan, bertenaga, kehangatan, nafsu, cinta, agresifitas, bahaya; warna biru menimbulkan kepercayaan, konservatif, keamanan, teknologi, kebersihan, warna hijau menimbulkan kesan alami, kesehatan, pandangan yang enak, warna kuning menimbulkan rasa optimis, harapan, filosofi, ketidakjujuran/kecurangan, pengecut, pengkhianatan; warna ungu menimbulkan spiritual, misteri, keagungan, perubahan, bentuk, galak, arogan, warna orange menimbulkan energi keseimbangan, kehangatan; warna coklat

8 Marran L. David, Visual Design In Dress (1987), 119

(6)

18

menimbulkan respon dapat dipercaya, nyaman, bertahan; warna abu-abu menimbulkan intelek, futuristik, modis, kesenduan, merusak; dan warna putih menimbulkan rasa bersih, kemurnian/ suci, kecermatan, innocent (tanpa dosa), steril, kematian.

e. Teknik Perkayuan

Kayu merupakan salah satu material yang paling sering digunakan untuk furnitur. Kayu merupakan material yang sangat luas cakupan penggunaanya. Hal ini pasti sangat berpengaruh pada bagaimana kayu tersebut diolah guna memenuhi suatu kebutuhan. Teknik Perkayuan atau Teknik Pengolahan Kayu merupakan dasar yang perlu diketahui oleh para desainer dan pengerajin kayu guna membuka peluang sebesar-besarnya untuk mengolah kayu menjadi sesuatu yang diharapkan. Teknik pengolahan kayu meliputi proses pemilihan, pembentukan, perakitan hingga proses penyelesaian (finishing). Proses pengolahan kayu dapat dikatakan sederhana, tetapi hal tersebut sangat bergantung pada tujuan yang ingin dicapai.

4. Prinsip Desain Perancangan

Prinsip desain merupakan aturan dasar yang harus diikuti dalam proses perancangan sebuah desain dalam hal ini perancangan furnitur meja belajar guna menghasilkan desain yang baik. 10Menurut Darsono Sony Kartika dan Adi Kusrianto

(2007) prinsip-prinsip desain sebagai berikut : a. Kesatuan

Kesatuan merupakan isi pokok dari komposisi atau efek yang dicapai dalam suatu susunan atau komposisi di antara hubungan unsur pendukung karya, sehingga secara keseluruhan menampilkan kesan tanggapan secara utuh. Berhasil tidaknya pencapaian bentuk estetik suatu karya ditandai oleh menyatunya unsur-unsur estetik, yang ditentukan oleh kemampuan memadu keseluruhan. Dapat dikatakan bahwa tidak ada komposisi yang tidak utuh.

Ada keutuhan yang dapat dijangkau dengan beberapa peristiwa. Keutuhan karena dominan, tanpa dominan desain atau penyusunan menjadi tak sempurna.

10 Darsono Sony Kartika, Adi Kusrianto, Pengantar Desain Komunikasi Visual (Jogjakarta: Penerbit

(7)

19

Penonjolan atau dominan dapat dihasilkan dengan membuat susunan rupa dengan memperkuat nilai kontrasnya (bukan Berlebihan).

b. Keseimbangan

Keseimbangan adalah keadaan atau kesamaan antara kekuatan yang saling berhadapan dan menimbulkan adanya kesan seimbang secara visual ataupun secara intensitas kekaryaan. Bobot visual ditentukan oleh ukuran, wujud, warna, tekstur, dan kehadiran semua unsur dipertimbangkan dan memperhatikan keseimbangan.

c. Proporsi

Proporsi mengacu kepada hubungan antara bagian dari suatu desain dan hubungan antara bagian dengan keseluruhan. Suatu ruangan yang kecil dan sempit bila diisi dengan benda yang besar tidak akan terlihat baik dan juga tidak bersifat fungsional.

d. Kesederhanaan

Kesederhanaan dalam desain, pada dasarnya adalah kesederhanaan selektif dan kecermatan pengelompokan unsur-unsur artistik dalam desain.

e. Aksentuasi

Desain yang baik mempunyai titik berat untuk menarik perhatian (point of interest). Ada berbagai cara untuk menarik perhatian kepada titik berat tersebut, yaitu dapat dicapai dengan melalui perulangan ukuran serta kontras antara tekstur, nada warna, garis, ruang, bentuk atau motif.

5. Proses Finishing Desain Furnitur

Finishing pernis merupakan salah satu cara untuk memperindah dan membuat

finishing pada furnitur. Pada intinya, teknik ini adalah mengecat furnitur mentah dengan menggunakan cat yang disemprot. Selain pada furnitur, teknik ini juga sering diterapkan pada pintu dan jendela, dinding, serta bagian bangunan lainnya yang berbahan kayu. Ada beberapa tahap pengerjaan finishing pernis ini, antara lain sebagai

berikut:

1. Setelah Proses pengecatan warna dasar bersihkan permukaan karyu yang ingin dilapisi pernis

2. Semprotkan pernis ke permukaan kayu

(8)

20

4. Semprotkan sekali lagi pernis ke permukaan kayu Pada tahapan ini, menggosok permukaan kayu dapat dilakukan berulang-ulang untuk mendapatkan kualitas terbaik

Kelebihan dari teknik finishing pernis adalah :

1. Lebih fleksibel, karena bisa diterapkan di hampir semua jenis material kayu 2. Memberikan hasil yang terlihat fancy ataupun mewah

3. Hasil akhir dapat disesuaikan, apakah tampak glossy (mengkilap) maupun doff. Sementara kelemahan teknik pernis adalah :

1. Waktu pengerjaannya relatif lama, karena ada banyak proses yang harus dilalui 2. Harga pernis ini relatif mahal

3. Daya tahan cat ini sangat tergantung pada ketebalan lapisan coating dan jenis cat yang digunakan.

Gambar 12: Non Toxic Sumber : www.belazo.blogspot.com

(9)

21 C. Objek Referensi dan Inspirasi

Melalui proses analisis desainer mempunyai persepsi mengenai sebuah meja belajar yang baik harus meliputi aspek kesatuan, keseimbangan, proporsi, kesederhanaan dan aksentuasi. Berikut beberapa desain meja belajar yang menjadi acuan desainer dalam perancangan ini.

1. Meja Belajar Usia Dini

Meja belajar usia dini merupakan referensi sempurna untuk sebuah perancangan furnitur meja belajar anak-anak. Belajar harus memiliki tingkat ke fokusan yang sangat baik jika memakai sistem kunci agar anak tetap fokus dalam proses belajar.

Gambar 13: Meja Belajar Usia Dini Sumber : http://mainan.migunani.com/

Gambar

Tabel 1: Tabel Data Perancangan
Gambar 11: Kayu Mahoni  Sumber : tentangkayu.com
Gambar 12: Non Toxic  Sumber : www.belazo.blogspot.com
Gambar 13: Meja Belajar Usia Dini  Sumber : http://mainan.migunani.com/

Referensi

Dokumen terkait

bahwa dalam rangka menunjang kelancaran dan optimalisasi Program Jaminan Kesehatan Daerah di Kabupaten Blora, perlu dilakukan penyempurnaan terhadap ketentuan

Nilai arus jenuh dapat dihitung dengan model yang Nilai arus jenuh dapat dihitung dengan model yang merupakan fungsi dari lalu lintas seperti komposisi merupakan fungsi dari lalu

konsumen produk Elhaus yang melakukan pembelian di gerai The Goods Dept adalah mereka. yang berkegiatan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai PGA rata-rata pada beberapa titik lokasi di kecamatan di Kota Bengkulu berdasarkan data historis gempa selama periode 40 tahun

Hanya karena kehendak Allah SWT, akhirnya peneliti dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Depresi Pada Orang Dengan

Ada 4 variabel kabur yang digunakan dalam sistem pengambilan keputusan menggunakan sistem inferensi kabur dalam penulisan makalah ini, yaitu kesehatan, keadaan

Tabel IV.17 Perbandingan Waktu Pengiriman E-Mail Antara PLC dan PLC yang Dilengkapi Dengan HMI Untuk Sistem Pelaporan Otomatis

sangat penting dalam proses produksi, penjadwalan yang baik akan mengakibatkan penyelesaiaan pesanan yang tepat waktu sehingga akan memberikan rasa percaya kepada para konsumen