• Tidak ada hasil yang ditemukan

PAJAK. Pelaksanaan Perpajakan. Audit Pajak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PAJAK. Pelaksanaan Perpajakan. Audit Pajak"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

PAJAK

EuroCham mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia selama beberapa tahun terakhir dalam pelaksanaan reformasi pajak dan pemberian insentif pajak ke berbagai industri. Langkah ini menjadi bentuk upaya pemerintah untuk mempertahankan daya saing Indonesia dengan negara lain. EuroCham juga sangat menghargai kesempatan yang diberikan Pemerintah Indonesia atas kesempatan untuk memberi masukan mengenai sejumlah kebijakan dan administrasi sistem perpajakan Indonesia.

Namun demikian, kami tetap mengalami beberapa tantangan, khususnya terkait praktis dalam pemungutan pajak perpajakan Indonesia oleh pihak berwenang. Terkait hal ini, EuroCham menyampaikan masukan dalam lembar rekomendasi ini untuk pertimbangan Pemerintah.

dimaksud melakukan lebih bayar;

• Di sisi lain, sangat sedikit perhatian yang diberikan untuk mengidentifikasi wajib pajak yang memiliki karakteristik berisiko tinggi, dalam hal ini ancaman terhadap pendapatan negara dari ketidakpatuhan sangat besar, meskipun situasi ini terus membaik;

Pelaksanaan Perpajakan

Reformasi lebih lanjut atas kebijakan perpajakan di Indonesia yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak (“Dirjen Pajak”) tetap menjadi prioritas utama bagi

perusahaan anggota EuroCham. Dalam hal ini, EuroCham berpendapat bahwa penegakan hukum terkait kepatuhan pajak yang dilaksanakan oleh Dirjen Pajak perlu untuk terus diperbarui, agar sejalan dengan sistem kepatuhan pajak yang modern dan menerapkan penilaian sendiri

(self-assessment).

Sistem kepatuhan pajak yang efektif dan menggunakan

self-assessment termasuk upaya untuk mengajak wajib pajak dalam menerapkan kepatuhan secara sukarela, dan pada saat yang bersamaan mencegah ketidakpatuhan yang biasanya dilakukan dengan tidak mengungkapkan data perpajakan serta penghindaran pajak. Sistem kepatuhan pajak saat ini mengalami kekurangan dalam beberapa aspek berikut:

• Denda pajak dikenakan tanpa mempertimbangkan

perilaku dari wajib pajak, misalnya kesalahan yang tidak disengaja tetap dikenakan sanksi yang sama dengan kurang bayar yang biasanya disengaja dan merupakan ketidakpatuhan

• Sumber daya Dirjen Pajak yang terbatas terkait dengan pelaksanaan audit pajak, semakin mengalami kesulitan karena pelaksaan audit, yang berarti wajib pajak yang sangat patuh dan berisiko rendah tetap harus diaudit karena wajib pajak yang

Audit Pajak

Pelaku usaha telah mengutarakan masukannya terkait proses audit pajak di Indonesia yang memakan waktu dan seringkali terburu-buru dalam pelaksanaannya menjelang jatuh tempo. Wajib pajak yang patuh justru mengalami kesulitan dari kebijakan seperti ini dan pembayaran terkait

withholding tax terkait dengan lebih bayar yang memantik penyelidikan atas kecurangan pajak. Selain itu, proses dan tata cara dalam proses audit, sekaligus menyampaikan keberatan dan banding, menambah panjang rentang waktu dalam keseluruhan proses audit.

Meski pemeriksaan secara berkala dan audit mungkin tetap dibutuhkan dalam setiap beberapa tahun, profiling terhadap risiko dapat digunakan secara otomatis terhadap beberapa kategori perusahaan, sehingga meniadakan kewajiban bagi perusahaan untuk diaudit setiap pelaksanaan refund. Perusahaan tentu akan patuh dengan tata cara yang dimaksud, karena sanksi untuk ketidakpatuhan sangat tinggi.

(3)

Untuk setiap commercial invoice yang dikeluarkan oleh perusahaan, duplikat faktur pajak harus disampaikan ke Dirjen Pajak. Prosedur administratif seperti ini sebaiknya tidak lagi diterapkan, karena semua informasi yang dibutuhkan untuk pemungutan pajak dapat ditemukan dalam commercial invoice asli, sebagaimana diatur dalam Peraturan No. PER-16 / PJ / 2014 tentang Tata Cara Pembuatan dan Pelaporan Faktur Pajak Berbentuk Elektronik.

Untuk mengurangi keseluruhan beban administratif bagi perusahaan, Dirjen Pajak sedang mengembangkan sistem elektronik yang akan mengintegrasikan sistem Input PPN ke dalam sistem faktur pajak elektronik. Sejauh ini, hanya tiga perusahaan yang terlibat dalam tahap percontohan

yang diluncurkan pada kuartal ketiga tahun 2017. Inisiatif ini kemudian diperkenalkan secara formal melalui penerbitan Peraturan No. PER-26 / PJ / 2017 dan Peraturan No. 31 / PJ / 2017.

Dengan penerapan sistem terpadu yang baru ini, perusahaan tidak perlu lagi mendapatkan faktur pajak dari mitra bisnis mereka. Namun, Peraturan No. 31 / PJ / 2017 akan mewajibkan semua faktur pajak elektronik untuk memasukkan pernyataan tentang pengiriman barang atau jasa pajak, serta Nomor Induk Kependudukan (NIK) (atau Nomor Paspor pelanggan, jika mereka tidak memiliki NPWP) pada tanggal 1 April 2018. Ketentuan ini mungkin menjadi tantangan tersendiri bagi jasa kurir yang memiliki banyak pelanggan perorangan, yang banyak tidak memiliki NPWP.

Faktur Pajak Elektronik

1. EuroCham menyarankan agar pemerintah untuk berfokus pada ekstensifikasi pajak, daripada intensifikasi pajak, untuk meningkatkan pendapatan negara, karena wajib pajak yang dibebani terlalu pajak tidak akan berdampak positif pada iklim investasi

2. Penafsiran yang konsisten oleh auditor selama audit pajak menjadi aspek pentin bagi pelaku usaha untuk mendapatkan kepastian di masa mendatang.

3. Beberapa pelaku usaha juga menyarankan agar Kementerian Keuangan mengadopsi profiling risiko yang mirip dengan yang dilaksanakan oleh Kantor Kepabeanan. Metode profiling risiko berlaku kepada pajak yang dapat berdampak pada arus kas perusahaan, seperti Pajak Pertambahan Nilai.

Rekomendasi:

1. Sistem faktur elektronik otomatis harus disesuaikan untuk membuat commercial invoice sebagai bukti transaksi yang menjadi objek pajak untuk tujuan pemungutan pajak pertambahan nilai.

2. Kami mendorong pemerintah untuk memperpanjang waktu sosialisasi terkait dengan integrasi sistem input PPN dalam faktur pajak elektronik sepanjang tahun 2018, mengingat hal ini baru diperkenalkan pada dunia usaha pada akhir 2017.

(4)

INVESTASI

Dengan populasi yang besar, beragam sumber daya alam, dan ekonomi terbesar ASEAN, Indonesia tetap menjadi salah satu pasar yang menarik bagi investor global. Selain itu, Indonesia didukung oleh pertumbuhan kelas menengah dan konsumsi domestik dan pertumbuhan produktivitas yang sangat tinggi, sehingga analis memproyeksikan bahwa Indonesia—yang sekarang menempati urutan ke-16 ekonomi terbesar di dunia—dapat menjadi ekonomi ketujuh terbesar dalam beberapa tahun mendatang.

Potensi yang sangat besar ini didukung oleh banyaknya perubahan dan perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah. Hal ini terlihat dalam Laporan Ease of Doing Business dari Bank dunia, yang menempatkan Indonesia di posisi ke-72 pada 2018.¹ Meskipun menunjukkan peningkatan yang signifikan, Indonesia masih jauh dari target yang dicanangkan oleh pemerintah untuk bisa naik ke peringkat 40.

Selanjutnya, perbaikan signifikan telah dicapai dalam hal akses pasar di Indonesia. Global Competitiveness Report untuk periode 2017-2018, yang diterbitkan oleh World Economic Forum, menempatkan Indonesia di posisi ke-36, naik lima peringkat dari periode sebelumnya.² Menurut laporan tersebut, kenaikan peringkat Indonesia didorong potensi pasar yang besar dan kebijakan makroekonomi yang relatif kuat..

Namun demikian, laporan tersebut menggarisbawahi bahwa Indonesia masih tertinggal dari segi kesiapan teknologinya dan efisiensi tenaga kerja, ditambah dengan biaya tinggi serta keterbatasan dalam hal penentuan upah.³ Namun, Indonesia sudah berada di jalur yang tepat untuk menjadi semakin kompetitif, dengan tetap melakukan perbaikan dalam beberapa aspek.

Selain potensi yang sangat besar dan kemajuan yang telah dicapai oleh pemerintah, Indonesia juga memiliki peluang lain untuk menyelesaikan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement – “CEPA”) dengan Uni Eropa. Kesepakatan

bilateral ini dapat meningkatkan ekspor Indonesia ke UE hingga mencapai USD 1,1 miliar. Ini adalah potensi penting yang tidak boleh diabaikan.⁴

Namun, bagi EuroCham, tantangan utama masih tetap ada dalam pasar tenaga kerja Indonesia dan kesiapan teknologinya. Di masa mendatang, ekonomi Indonesia akan terus menghadapi tantangan yang kompleks dari perkembangan yang terjadi di seluruh dunia dan juga dalam ekonomi domestiknya.

Lihat Bank Dunia, http://www.doingbusiness.org/rankings. Lihat Juga The Jakarta Post, http://www.thejakartapost.com/news/2017/11/01/indonesia-jumps-19-places-in-eodb-2018-wb.html Lihat: World Economic Forum, https://widgets.weforum.org/global-competitiveness-report-2017/.

Lihat: World Economic Forum, http://reports.weforum.org/global-competitiveness-index-2017-2018/countryeconomy-profiles/?doing_wp_cron=1508747350.2715959548950195312500 #economy=IDN.

Angka perkiraan ini berdasarkan proyeksi dalam kajian yang dibuat oleh Centre for Strategic and International Studies (CSIS). Kajian ini dibuat untuk mengukur dampak potensial dari CEPA dari perdagangan barang dan jasa antara UE dan Indonesia, dan sekaligus untuk melihat beberapa isu yang dapat menghambat negosiasi CEPA. Lihat: https://csis.or.id/research/ page/study_on_the_impact_of_an_eu-indonesia_cepa.html

1 2 3 4

Setelah diskusi panjang, menyeluruh, dan intens antara pemangku kepentingan terkait, pemerintah akhirnya mengeluarkan Peraturan Presiden No. 44 tahun 2016 tentang Daftar Bidang Usaha Yang Tertutup Dan Bidang Usaha Yang Terbuka Dengan Persyaratan Di Bidang Penanaman Modal. Kebijakan ini, yang biasa disebut dengan Daftar Negatif Investasi (“DNI 2016”), mengatur

sektor usaha yang dapat dan tertutup dari dari investasi asing.

DNI 2016 dapat dilihat sebagai upaya yang cukup berani dari pemerintah untuk meningkatkan ekonomi nasional melalui liberalisasi bidang usaha tertentu. DNI 2016 menawarkan fleksibilitas dalam hal penanaman modal asing (“PMA”) dengan mengizinkan investor asing mengambil

peran lebih besar melalui penghapusan persyaratan bagi

(5)

Indonesia sebaiknya terus mengupayakan regulasi yang transparan, konsisten dan dapat diprediksi di semua sektor usaha. Lebih jauh, masalah kembar terkait proses perizinan yang rumit serta penafsiran kebijakan yang tidak konsisten perlu untuk segera diatasi. Peraturan baru sering muncul dengan sedikit pemberitahuan atau sedikit waktu untuk memberikan masukan dan komentar. Akibatnya, sangat sedikit waktu bagi perusahaan yang akan terkena dampak peraturan yang diberikan untuk melakukan penyesuaian diri dengan kebijakan yang baru.

Tantangan Regulasi

Pihak berwenang di Indonesia juga tidak terlalu sering memberikan penafsiran terhadap peraturan perundang-undangan dalam bentuk tertulis. Dalam beberapa kasus, penafsiran antara beberapa lembaga bisa berbeda. Bahkan dalam lembaga yang sama, penafsiran terhadap kebijakan juga seringkali bertentangan. Kami merekomendasikan agar Indonesia membangun sistem yang lebih baik sebagai panduan atas penafsiran produk hukum. Sistem ini akan membuat pihak berwenang untuk memberikan penafsiran terhadap produk hukum dalam bentuk tertulis dalam rentang waktu tertentu.

banyak bisnis untuk mendapatkan lisensi, dan membuka sejumlah bidang usaha untuk investasi asing.

Upaya pemerintah dapat terlihat dari sejumlah sektor, seperti perdagangan, serta pariwisata, ekonomi kreatif, dan teknologi informasi dan komunikasi (“TIK”). Di sektor

perdagangan, penjualan eceran melalui Internet untuk kategori barang tertentu, dan juga untuk distributor, penyimpanan dingin dan pergudangan, sekarang sepenuhnya terbuka untuk investasi asing.

Selanjutnya, PMA diizinkan untuk memiliki kafe, restoran dan bar, serta beberapa kategori hotel bintang-bintang rendah (67%). Sementara itu, dalam hal sektor ekonomi kreatif, distribusi film dan bioskop sekarang diperbolehkan menerima hingga 100% dari PMA. Akhirnya, sektor TIK juga mengalami sedikit liberalisasi, dengan online shop diizinkan untuk dimiliki asing hingga 49% untuk bisnis dengan modal kurang dari Rp 100 miliar.

Selain itu, DNI 2016 juga menjelaskan isu mengenai apakah batasan PMA dalam DNI juga berlaku untuk investasi portofolio. Dalam beberapa tahun belakang, isu ini masih belum menemukan titik terang, karena tidak ada peraturan yang menjelaskan masalah ini. DNI 2016 sekarang menyatakan dengan jelas bahwa investasi di dalam DNI tidak berlaku untuk investasi yang dilakukan melalui pasar modal atau portofolio.

Indonesia masih perlu membuka banyak sektor bisnis lainnya untuk investasi asing, dan langkah tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik sekaligus mengurangi tingkat pengangguran. Sektor energi terbarukan merupakan salah satu dari sekian banyak sektor ekonomi yang masih membatasi investasi asing. Namun, Indonesia masih kekurangan sumber daya manusia dan teknologi maju yang dibutuhkan untuk sepenuhnya menangani area energi terbarukan. Dengan demikian negara membutuhkan investasi asing untuk mewujudkan target produksi energinya.

1. EuroCham menyarankan agar pemerintah membuka semakin benyak kesempatan bagi investasi asing untuk

berbagai sektor usaha,

2. Prediktabilitas menjadi hal penting untuk mempertahankan iklim investasi yang kondusif, sementara ketentuan pengecualian (grandfathering clause) untuk investasi yang sudah ada menjadi hal yang penting untuk menjamin kepastian hukum.

Rekomendasi:

1. Penafsiran dan pelaksanaan yang konsisten oleh pemerintah perlu untuk menjamin kepastian hukum bagi semua pemangku kepentingan.

2. Jawaban tertulis untuk klarifikasi sangat diharapkan, agar pelaku usaha dapat menggunakan jawaban tersebut untuk menyelesaikan masalah perizinan dengan pemerintah daerah setempat.

3. Konsistensi kebijakan di semua tingkat pemerintahan, akan sangat baik untuk menjamin operasional usaha yang berkelanjutan.

(6)

Layanan Izin Investasi 3 Jam

EuroCham mengapresiasi usaha pemerintah untuk menarik lebih banyak investor melalui pengenalan Layanan Izin Investasi Tiga Jam di BKPM. Kebijakan ini terbukti menarik bagi pelaku usaha dan banyak calon investor telah menunjukkan ketertarikan untuk memulai kegiatan usahanya di Indonesia. Kami juga mengapresiasi bahwa kebijakan ini tidak hanya ditujukan untuk menarik lebih banyak investor, tetapi juga mengurangi birokrasi yang kompleks dan menyederhanakan prosedur perizinan.

Meski begitu, beberapa kami masih menghadapi berbagai tantangan saat menggunakan layanan di BKPM. Salah satunya adalah kewajiban untuk menghadirkan salah satu anggota direksi hadir di BKPM saat menggunakan layanan ini. Jika tidak memenuhi kewajiban ini, pelaku usaha harus beralih ke proses perizinan normal tiga sampai enam bulan. Kami berpandangan bahwa persyaratan ini tidak diperlukan untuk pelaksanaan layanan tiga jam.

EuroCham mendorong pemerintah untuk mengubah kebijakan terkait kewajiban menghadirkan salah satu direksi dalam Layanan Izin Investasi 3 Jam, karena hal ini menjadi kesulitan dalam kegiatan dunia usaha.

Rekomendasi:

Ketenagakerjaan

Isu terkait ketenagakerjaan memiliki dampak signifikan terhadap investasi. Kebijakan ketenagakerjaan yang tidak ramah, sebagaimana diterapkan pada pekerja lokal dan asing, akan menghambat investasi asing dalam jangka panjang. Kami telah menyoroti beberapa masalah yang terkait dengan penempatan tenaga kerja asing. Berkenaan dengan hal ini, Kementerian Tenaga Kerja mengeluarkan Peraturan No. 16/2015 dan Peraturan No. 35/2015, yang keduanya merevisi Peraturan No.12 / 2013.

Revisi pertama menghilangkan kewajiban bagi warga asing yang bekerja di Indonesia untuk berbicara Bahasa Indonesia. Sementara itu, revisi kedua menghilangkan lingkup pekerjaan yang mewajibkan IMTA dan RPTKA. Namun, peraturan tersebut juga mengamanatkan pekerja asing mendapatkan Persetujuan untuk RPTKA dan IMTA agar dapat bekerja di Indonesia, walaupun pekerjaan tersebut hanya berlangsung selama satu hari, seperti saat menyampaikan ceramah selama suatu acara atau berpartisipasi dalam pertemuan.

Persyaratan wajib ini telah menyebabkan kesulitan yang

signifikan bagi orang asing yang berkunjung dan bekerja di Indonesia dalam jangka pendek, karena prosedur kompleks yang terlibat dalam perolehan RPTKA sementara dan IMTA yang diperlukan, serta biaya tambahan. Sebelumnya, IMTA tidak diharuskan untuk warga negara asing yang hanya bekerja untuk satu hari, karena warga negara asing tersebut hanya diwajibkan untuk mengajukan Visa Bisnis atau Visa on Arrival. Kemenaker telah menyatakan bahwa proses permohonan RPTKA dan IMTA hanya akan memakan waktu tiga hari, namun kenyataannya, keseluruhan proses sampai selesainya dokumen akhir dapat memakan waktu hingga dua bulan.

Selain itu, pekerja asing wajib memiliki polis asuransi yang hanya dikeluarkan di Indonesia untuk mengajukan permohonan KITAS mereka. Namun, warga negara asing biasanya sudah memiliki layanan kesehatan sendiri yang disediakan oleh negara asal mereka. Sayangnya, persyaratan ini terkadang membingungkan, karena warga negara asing yang tidak ingin menandatangani polis asuransi baru pasti sudah memiliki KITAS.

(7)

EuroCham mendorong pemerintah untuk mengubah persyaratan administratif yang dimaksud di atas, yang seringkali menimbulkan beban tambahan bagi pelaku usaha.

(8)

Lembar Rekomendasi EuroCham 2018 : Kelompok Kerja Keuangan Pajak dan Investasi Penafian: “Publikasi ini dibuat dengan bantuan dari Uni Eropa (EU).

Isi dari publikasi ini adalah sepenuhnya tanggung jawab dari Kamar Dagang dan Industri Eropa di Indonesia (EuroCham) dan tidak dapat dianggap sebagai pandangan resmi dari Uni Eropa.”

(9)

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan nasabah yang terdiri dari dimensi tangible, reliability,

Sebagian besar sampah kota-kota di Indonesia adalah tergolong sampah organik (Hadiwiyoto, 1983). Sehingga pengomposan merupakan salah satu cara yang paling efektif

Ka bupa t e n Ma l ang ber da sar ka n jumlah penduduk hasil sensus tahun 2011 adalah 3.060.866 jiwa (data BPS kabupaten Malang) dengan luas wilayah 3.534,86 Km2 membawahi

Berdasarkan dari penelitian di Panti Asuhan Budi Utomo Kota Metro dan analisis yang telah peneliti lakukan, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada Universitas Bakrie Hal Bebas Royalti Noneksklusif ( Non-exclusive Royalty- Free Right ) atas

Hasil penelitian ini menunjukkan nilai kadar air, nilai berat jenis (specific gravity), nilai batas cair, nilai batas plastis, indeks plastisitas, nilai persentase

sebuah aturan daya transmisi minimal yang optimal dengan batasan delay dan packet loss.. yang disesuaikan untuk setiap state

Abstrak : Laporan berkenaan hasil kajian yang dijalankan untuk mengukur tahap kepuasan terhadap teknologi pengajaran dan pembelajaran, interaksi pensyarah, penilaian pembelajaran