Modul ke: Fakultas Program Studi
SISTEM
PENGENDALIAN
MANAJEMEN
Tujuan yang searah, Faktor-faktor informal yang
mempengaruhi tujuan yang searah, Sistem Pengendalian Formal, Jenis-jenis Organisasi, Fungsi Controller
Ferry Hendro Basuki, SE.,MSi.,Ak.,CA.
03
EKONOMI DAN BISNIS AKUNTANSI S1
Abstract
SPM diharakan dapat mempengaruhi perilaku
manusia di dalam organisasi, sehingga adanya
keselarasan pencapaian tujuan-tujuan baik
Kompetensi
Mahasiswa mampu menjelaskan dan memahami
perilaku dalam organisasi dan hubungannya
Keselarasan Tujuan
Keselarasan tujuan (goal congruence) merupakan sebuah
kondisi yang menggambarkan adanya keselarasan yang tinggi antara tujuan pribadi dan tujuan organsiasi. Pada kondisi ini,
manusia diarahkan untuk mengambil tindakan yang sesuai dengan kepentingan pribadi mereka sendiri, yang sekaligus juga merupakan kepentingan perusahaan.
Mengevaluasi praktik pengendalian manajemen, ada dua pertanyaan penting yang diajukan:
1. Tindakan apa yang memotivasi orang untuk bertindak demi kepentingan diri mereka sendiri?
2. Apakah tindakan-tindakan ini sesuai dengan kepentingan organisasi tersebut?
FAKTOR-FAKTOR INFORMAL YANG
MEMPENGARUHI KESELARASAN TUJUAN
Pengendalian yang bersifat formal mengikuti proses-proses manajemen seperti perencanaan strategis, penyusunan
anggaran, maupun pelaporan. Sehingga, diharapkan adanya proses mempengaruhi perilaku manusia dalam organisasi perusahaan, pada akhirnya diharapkan adanya keselarasan tujuan sebagaimana yang dimaksudkan. Namun ada hal
yang perlu diperhatikan para perancang sistem
pengendalian formal bahwa adanya aspek-aspek yang
berkaitan dengan proses informal, seperti etos kerja, gaya manajemen, dan budaya yang melingkupi, karena untuk menjalankan strategi organisasi secara efektif mekanisme formal harus berjalan seiring dengan mekanisme informal.
Faktor-faktor Eksternal
Merupakan norma-norma mengenai perilaku yang
diharapkan di dalam masyarakat, di mana organisasi menjadi bagiannya. Norma-norma meliputi sikap
(secara kolektif disebut etos kerja), yang diwujudkan melalui loyalitas pegawai dalam menjalankan
Faktor-faktor Internal
1. Budaya, faktor internal yang terpenting adalah budaya di
dalam organisasi, yang meliputi keyakinan bersama, nilai-nilai hidup yang dianut, norma perilaku serta asumsi-asumsi yang secara eksplisit dimaniferstasikan di jajaran organisasi.
2. Gaya Manajemen, faktor berikut yang juga mempengaruhi
pengendalian manajemen adalah gaya manajemen. Sikap-sikap bawahan biasanya mencerminkan apa yang mereka anggap sebagai sikap atasan mereka, dan sikap para atasan itu pada akhirya berpijak pada apa yang menjadi sikap CEO.
3. Organisasi Informal, Pada konteks faktual, terjadi bahwa
bawahan anda mungkin memiliki kemampuan komunikasi yang kuat terhadap orang-orang dalam organisasi yang anda pimpin, sehingga tanpa disadari dia memiliki legitimasi
Aturan-aturan
Beberapa aturan adalah pedoman kerja; yaitu
para anggota organisasi diizinkan, dan bahkan
diharapkan dapat menyimpang dari pedoman
itu, baik dalam situasi khusus atau ketika
dalam mereka menilai bahwa penyimpangan
tersebut akan berakibat baik bagi organisasi.
Pengendalian Fisik, penjaga keamanan,
gudang-gudang yang terkunci, ruangan besi, password
komputer, televisi pengawas, dan
pengendalian fisik lainnya mungkin merupakan
bagian dari struktur pengendalian.
•
Manual, ada banyak pertimbangan untuk
memutuskan aturan-aturan mana yang harus
dituliskan ke dalam panduan, mana yang mesti
diklasifikasian sebagai pedoman, seberapa
banyak toleransi yang diperbolehkan dan
beberapa pertimbangan lainnya
Pengamanan Sistem, berbagai macam
pengamanan dilakukan ke dalam sistem
pemrosesan informasi untuk menjamin
informasi yang mengalir akurat dan aman dari
kecurangan. Misalkan pemeriksaan silang
secara rinci, pembubuhan tanda tangan dan
bukti-bukti lain bahwa transaksi telah
dijalankan, melakukan pemilihan,
penghitungan bukti fisik kas dan pemeriksaan
oleh auditor internal maupunn eksternal.
Pengamanan Sistem, berbagai macam pengamanan
dilakukan ke dalam sistem pemrosesan informasi
untuk menjamin informasi yang mengalir akurat dan aman dari kecurangan. Misalkan pemeriksaan silang secara rinci, pembubuhan tanda tangan dan bukti-bukti lain bahwa transaksi telah dijalankan,
melakukan pemilihan, penghitungan bukti fisik kas dan pemeriksaan oleh auditor internal maupunn eksternal.
Sistem Pengendalian Tugas, pengendalian tugas sebagai
proses untuk menjamin bahwa tugas-tugas tertentu dijalankan secara efektif dan efisien. Tugas
dikendalikan melalui peraturan-peraturan.
• Proses Kendali Secara Formal
• Proses pengendalian manajemen secara formal meliputi suatu perencanaan strategis yang akan mewujudkan tujuan dan strategi organisasi,
kemudian perencanaan strategi dikonversi menjadi anggaran tahunan yang berfokus pada pendapatan dan belanja yang direncanakan untuk masing-masing pusat pertanggung jawaban.
JENIS-JENIS ORGANISASI
Organisasi dapat dikelompokkan dalam tiga kategori umum:
1. Struktur fungsional, di dalamnya setiap maanjer bertanggung jawab atas fungsi-fungsi yang terspesialisasi seperti produksi atau pemasaran.
2. Struktur unit bisnis, di dalamnya para unit manajer
bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas dari masing-masing unit, dan unit bisnis berfungsi sebagai bagian yang
semi-independen dari perusahaan.
3. Struktur matriks, di dalamnya unit-unit fungsional memiliki tanggung jawab ganda.
Organisasi Fungsional
CEO Staf Manajer Manufaktur Manajer pemasaran Staf Staf Manajer Pabrik 1 Manajer Pabrik 2 Manajer Pabrik 3 Manajer Wilayah A Manajer Wilayah B Manajer Wilayah COrganisasi Unit Bisnis
CEO Staf Manajer Unit Bisnis X Manajer Unit Bisnis Y Manajer Unit Bisnis ZStaf Staf Staf
Manajer Pabrik Manajer Pemasaran Manajer Pabrik Manajer Pemasaran Manajer Pabrik Manajer Pemasara n
Organisasi Matriks
CEO Manajer Fungsi A Manajer Fungsi B Manajer Fungsi C Staf Manajer Proyek X Manajer Proyek Y Manajer Proyek ZOrganisasi-organisasi Fungsional
Alasan dibalik bentuk organisasi fungsional adalah bahwa seorang manajer dengan pengetahuan khusus diharapkan dapat membuat keputusan yang berkaitan dengan fungsi spesifik. Artinya, seorang manajer pemasaran dan seorang manajer produksi yang terampil kemungkinan besar akan mampu membuat keputusan yang lebih baik dibidangnya masing-masing dibandingkan dengan seorang manajer yang bertanggungjawab ats kedua bidang itu sekaligus.
Organisasi-organisasi Fungsional
Keuntungan terpenting dari struktur organisasi fungsional adalah efisiensi. Kelemahan struktur fungsional: (1) ketidak jelasan dalam menentukan
efektifitas manajer fungsional secara terpisah, karena tiap fungsi memberikan kontribusi pada hasil akhir. (2) Perselisihan antar manajer pada fungsi yang sama hanya dapat diselesaikan pada level atasnya. (3)
struktur fungsional tidak memadai untuk diterapkan pada sebuah perusahaan dengan produk dan pasar yang beragam.
Unit-unit Bisnis
Bentuk organisasi unit bisnis dari organisasi dirancang untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terdapat pada struktur fungsional. Suatu unit bisnis, yang juga disebut sebagai divisi, bertanggung jawab atas
seluruh fungsi yang ada dalam produksi dan
pemasaran sebuah produk. Unit bisnis bertanggung jawab untuk melakukan perencanaan dan koordinasi kerja dari berbagai fungsi yang terpisah.
Implikasi terhadap Rancangan Sistem
Perancangan sistem pengendalian harus
mempertimbangkan aspek kemudahan pengendalian, aspek manfaat dan kebutuhan manajemen dalam
pengendalian manajemen yang dilakukan. Sehingga bentuk struktur fungsional akan dipilih jika bentuk unit-unit fungsional yang besar akan memberikan keuntungan ekonomis, sebaliknya bentuk unit bisnis yang dipilih jika manajer unit bisnis dituntut untuk lebih meningkatkan kemampuan produk yang
dihasilkan dalam menghasilkan laba, perencanaan, pengkoordinasian, dan pengendaalian terhadap
FUNGSI KONTROLER
• Orang yang bertanggung jawab dalam merancang dan mengoperasikan sistem pengendalian
manajemen disebut sebagai kontroler. Jabatan orang ini adalah CFO (chief financial officer).
FUNGSI KONTROLER
Kontroler menjalankan fungsi-fungsi sebagai berikut:
1. Merancang dan mengoperasikan informasi serta sistem pengendalian.
2. Menyiapkan pernyataan keuangan dan laporan keuangan kepada para pemegang saham dan pihak-pihak eksternal lainnya.
3. Menyiapkan dan menganalisa laporan kinerja,
mengintepretasikan laporan-laporan ini untuk para manajer, menganalisis program dan proposal-proposal anggaran dari berbagai segmen perusahaan serta mengkonsolidasikannya ke dalam anggaran tahunan secara keseluruhan.
FUNGSI KONTROLER
4. Melakukan supervisi audit internal dan mencatat prosedur-prosedur pengendalian untuk menjamin validasi informasi, menetapkan pengamanan yang memadai terhadap
pencurian dan kecurangan serta menjalankan audit operasional
5. Mengembangkan personel dalam organisasi pengendali dan berpartisipasi dalam pendidikan personal manajemen dalam kaitannya dengan fungsi pengendali
Relasi ke Jajaran Organisasi
Fungsi pengendalian adalah fungsi staf. Seorang kontroler bertanggung jawab dalam merancang ataupun mengoperasikan sistem, namun yang bertanggung jawab untuk pemanfaatan informasi
adalah jajaran manajemen, sehingga peran kontroler adalah memberikan masukkan kepada jajaran
manajemen dalam mengembangkan dan
menganalsisi tolok ukur yang digunakan dalam
pengendalian manajemen, serta memonitor ketaatan terhadap batas-batas pengeluaran yang telah
Relasi ke Jajaran Organisasi
Berperan dalam mengendalikan integritas sistem pencatatan serta menjaga aktivitas perusahaan dari pencurian dan
penipuan. Selain itu, kontroler memainkan peranan penting dalam mempersiapkan perencanaan strategis dan anggaran melalui penelitian secara cermat atas laporan kinerja untuk menjamin akurasi danuntuk menarik perhatian jajaran
manajer terhadap pos-pos yang membutuhkan penyelidikan lebih lanjut.