BOX:
TREN KENAIKAN HARGA KARET DUNIA DAN M ANFAATNYA TERHADAP PETANI DI KALIM ANTAN BARAT
Gelombang krisis keuangan dunia menerpa perekonomian Kalimant an Barat mulai
awal t riw ulan IV-2008 dalam bent uk penurunan demand int ernasional unt uk
komodit i unggulan perkebunan Kalimant an Barat , yait u karet, kelapa sawit , dan kayu
olahan. Set elah mencapai t it ik t erendah pada bulan Februari 2009, harga komodit as
perkebunan dunia menunjukkan tren meningkat . Khusus untuk karet , harga dunia
bulan Sept ember 2009 naik 7,9% dibandingkan bulan sebelumnya, namun masih
dalam posisi yang lebih rendah secara tahunan. Kont ras dengan peningkat an harga
dunia, nilai ekspor Kalimant an Barat unt uk produk hasil perkebunan khususnya karet
just ru menurun.
100 150 200 250 300 350 400 -20. 00 40. 00 60. 00 80. 00 100.00 120.00 Ja n Fe b M a r A p r M a y Ju
n Jul
A u g S e p O ct N o v D e c Ja n Fe b M a r A p r M a y Ju
n Jul
A u g S e p O ct N o v D e c Ja n Fe b M a r A p r M a y Ju
n Jul
A u g S e p
2007 2008 2009
M il li o n s U S D Total Ekspor
23125 - Technically specified natural rubber (TSNR)
Rubber Prices (US Cents/kg) - aksis kanan
Sumber: EDW Bank Indonesia dan Sicom
Grafik 1. Perkembangan Tot al Ekspor dan Ekspor Karet Kalimantan Barat serta Harga Karet Int ernasional
Dari hasil liaison t erhadap pelaku usaha karet didapat kan inf ormasi sebagai berikut :
Perm int aan Pasar Dom estik
Permint aan domest ik karet olahan unt uk pasar domest ik kurang dari 10% dari t ot al
produksi karet olahan. Permint aan t ersebut t erut ama unt uk memenuhi bahan baku
Perm int aan Pasar Luar Negeri
Pasca krisis keuangan global di akhir t ahun 2008, permint aan pasar luar negeri t erus
mengalami peningkat an. Hal t ersebut t ercermin dari harga karet yang cenderung
meningkat .
Persediaan
Pasokan bahan baku indust ri pengolahan karet sangat mengandalkan perkebunan
rakyat . Persediaan bahan baku ini sangat bergant ung pada kondisi harga karet dunia
dan cuaca. Pada saat harga karet dunia turun, petani memilih untuk t idak menoreh
karet unt uk menghindari risiko kerusakan bahan baku akibat penyimpanan yang
terlalu lama. Sayangnya, pada saat harga karet dunia naik, Kalimant an Barat
memasuki musim hujan. Jika pet ani memaksakan menoreh karet pada saat curah
hujan t inggi, kualit as bahan baku karet akan jauh menurun.
Perm asalahan lainnya
Bagi pelaku indust ri pengolahan karet , permasalahan ut ama adalah saat pet ani yang
sebagian berada di daerah perbat asan memilih menjual karet mereka ke M alaysia.
Pert imbangan ut ama pet ani adalah biaya transportasi yang lebih murah ke M alaysia
daripada ke pabrik di Pont ianak dan margin harga yang lebih baik. Selain alasan
transport asi dan harga, petani juga merasa t erbebani dengan aturan pajak
penghasilan (PPh) pasal 22 jika menjual karet nya ke pabrik di Pontianak. Oleh karena
it u pelaku usaha berharap kepada pemerint ah unt uk dapat meninjau ulang at uran
PPh pasal 22 t erkait stimulus pungut an pajak sebesar 0,25% bagi pet ani yang
memiliki NPWP dan 0,5% bagi pet ani yang t idak mempunyai NPWP. Pelaku usaha
ingin agar pet ani diberi insent if berupa penghapusan pajak bagi yang memiliki
NPWP, sementara bagi pet ani yang tidak memiliki NPWP hanya dikenakan pajak
0,25% . Dengan demikian pet ani dapat lebih tert arik unt uk menjual karet nya ke
pabrik dalam negeri, sehingga indust ri dan ekspor karet Kalbar dapat lebih