• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

59 3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantiatif sebagaimana menurut Suryana (2010) penelitian deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, dan kejadian yang terjadi atau fenomena. Menurut (Sugiyono, 2009) pendekatan kuantitatif bertujuan untuk menjelaskan angka-angka data analisis mengunakan statistik. Penelitian ini akan mendeskripsikan tentang kadar klorofil, klorosis dan nekrosis pada pohon Angsana serta hubungannya terhadap kerapatan industri yang berada pada kawasan Ngoro Industri Persada (NIP), kemudian data yang diperoleh akan dianalisis untuk dilanjutkan sebagai sumber belajar Biologi berupa Handout pada materi kerusakan lingkungan atau pencemaran lingkungan jenjang pendidikan SMA kelas X Semester II.

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian 3.2.1 Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di kawasan Ngoro Industri Persada (NIP) yang berlokasi di Desa Ngoro Kecamatan Ngroro Kabupaten Mojokerto, seperti yang disajikan pada gambar 8. Untuk kadar klorofil, klorosis dan nekrosis dilakukan di laboratorium Biologi Universitas Muhammadiyah Malang yang beralamat di Jl. Raya Tlogomas No. 246 Malang.

(2)

3.2.2 Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2017 di Kawasan Ngoro Industri Persada (NIP) dan di Laboratorium Biologi Universitas Muhammadiyah Malang.

3.3 Populasi dan Teknik Sampling 3.3.1 Populasi Penelitian

Populasi merupakan keseluruhan objek yang diteliti dan memiliki kualitas serta karakter tertentu yang ditentukan oleh seorang peneliti (Sugiyono, 2010). Populasi dalam penelitian ini adalah pohon Angsana di kawasan Ngoro Industri Persada (NIP) Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto.

Gambar 9. Topografi Industri di Kawasan Ngoro Industri Persada (NIP) (Sumber: Google Eart, 2017)

(3)

Pengambilan sampel bersifat purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan cara mengambil subjek bukan didasarkan atas strata, random atau berdasarkan atas adanya tujuan tertentu. Penelitian ini menggunakan daun Angsana yang berada di kawasan Ngoro Industri Persada (NIP) dan mempunyai kriteria yaitu daun terdapat pada urutan 5 kebawah (daun tua), berada di ketinggian + 5 m dari permukaan tanah, daun yang tidak ternaungi dan dari percabangan yang menghadap ke arah industri.

Untuk menghindari kesalahan sekecil mungkin, maka banyaknya pengulangan terhadap eksperimen digunakan perhitungan cara menentukan jumlah ulangan menurut Kemas (2003) sebagai berikut :

(t – 1) x ( r - 1) ≥ 15 (6 – 1) ( r – 1) ≥ 15 5 (r - 1) ≥ 15 5r – 5 ≥ 15 5r ≥ 15 + 5 r ≥ 20 / 5 = 4 = 4 kali pengulangan Keterangan : t = jumlah perlakuan r = jumlah ulangan

Pengulangan dilakukan pada masing-masing perlakuan sebanyak 4 kali pengulangan.

N = t x r = 6 x 4

(4)

3.4 Variabel Penelitian 3.4.1 Variabel Bebas

Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat) (Sugiyono, 2010). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah polusi udara yang di hasilkan oleh Industri yang berada di kawasan Ngoro Industri Persada (NIP) Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto sepanjang 1 km antar stasiun.

3.4.2 Variabel Terikat

Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi sebab akibat, karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2010). Veriabel terikat dalam penelitian ini adalah kadar klorofil, klorosis dan nekrosis daun Angsana yang berada di kawasan Ngoro Industri Persada (NIP) Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto.

3.5 Definisi Operasional Variabel

Agar tidak terjadi kesalahan makna dalam tiap variabel maka perlu didefinisikan tiap variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Adapun operasional variabel tersebut, yaitu:

1. Klorofil merupakan zat hijau daun yang sangat berpengaruh terhadap kondisi udara yang tercemar. Klorofil ini diperoleh dari tumbukan daun Angsana kemudian ambil filtratnya untuk di ukur menggunakan alat spectrofotometeri uv-vis 1800.

2. Dampak pencemaran udara juga dapat dilihat dari kerusakan yang tampak perubahan warna daun menajadi kuning, merah keunguan pada jaringan diantara tulang daun yang dimulai dari daun-daun tua dibagian bawah

(5)

beberapa daun klorosis akan mengalami nekrosis (Widagdo, 2005). 3.6 Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian ini dibagi menjadi 3 tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanan dan tahap pengambilan data.

3.6.1 Tahap Persiapan

Tahap persiapan ini meliputi persiapan alat dan bahan yang akan digunakan dalam penelitian. Adapun alat dan bahan yang digunakan sebagai berikut:

1. Alat

- Pisau : 1 buah - Mortal : 1 buah

- Gunting : 1 buah - Corong kaca : 2 buah - Plastik tutup : 24 buah - Tabung reaksi : 24 buah - Pinset : 1 buah - Kertas saring : 24 buah

- Martil : 1 buah - Spektrofotometer : 1 buah - Rak tabung reaksi : 3 buah - Kertas label : 24 buah - Timbangan analitik : 1 buah - Gelas ukur : 1 buah 2. Bahan

- Tisu : 1 roll - Aquades : 37,5 ml

- Aseton 85% : 212,5 ml - Daun Angsana : 28 helai

3.6.2 Tahap Pelaksanaan

Data yang digunakan dalam penelitian ini seluruhnya merupakan data primer. Data tentang daun Angsana di kawasan Ngoro Industri Persada (NIP) yang tersebar di 6 stasiun sepanjang 5 km, mulai dari jalan blok B2-1 (zona sold area dan zona facilities, green area, open space), persimpangan jalan blok K dan V (zona

(6)

sold area dan zona facilities, green area, open space), jalan blok G dan N (zona

bonded zone dan zona sold area), jalan blok P (zona sold area), jalan blok E2 (zona

sold area dan zona avaiable area), dan selatan blok H2 (zona facilities, green area, open space), seperti yang disajikan pada gambar 9. Data diperoleh dengan cara pengidentifikasian secara langsung.

Untuk pengukuran kadar klorofil pada daun Angsana dilakukan Laboratorium Biologi Universitas Muhammadiyah Malang dengan teknik spektrofotometri. Untuk pengamatan daun yang mengalami gejala klorosis dan nekrosis dilakukan di Laboratorium Biologi Universitas Muahmmadiyah Malang dengan teknik pengamatan langsung.

Gambar 10. Letak stasiun Industri di Kawasan Ngoro Industri Persada (NIP) (Sumber: www.ngoroindustrialpark.com)

(7)

Stasiun 1: Jalan Blok B2-1 (zona sold area dan zona facilities, green area, open space)

Stasiun 2: Persimpangan jalan Blok K dan V (zona sold area dan zona facilities, green area, open space)

Stasiun 3: Jalan Blok G dan N (zona bonded zone dan zona sold area) Stasiun 4: Jalan Blok P (zona sold area)

Stasiun 5: Jalan Blok E2 (zona sold area dan zona avaiable area) Stasiun 6: Selatan Blok H2 (zona facilities, green area, open space)

Jarak antar stasiun adalah 1 km, terhitung dari stasiun 1 sampai stasiun 2, stasiun 2 sampai stasiun 3, stasiun 3 sampai stasiun 4, stasiun 4 sampai stasiun 5 dan stasiun 5 sampai stasiun 6.

3.6.3 Tahap Pengambilan Data 3.6.3.1 Pengambilan Sample Daun

1. Daun Angsana yang berada di kawasan Industri Ngoro Persada (NIP) Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto

2. Daun terdapat pada urutan 5 kebawah, bewarna hijau tua (daun tua), berada di ketinggian + 5 m dari permukaan tanah, daun yang tidak ternaungi dan dari percabangan yang menghadap ke arah industri, seperti yang disajikan pada gambar 10.

3. Daun diambil dengan cara dipetik lalu dimasukkan ke dalam kantong plastik telah diberi label kemudian dimasukkan ke dalam ice box.

4. Sampel dibawa ke Laboraturium Biologi Universitas Muhammdiyah Malang untuk di mengukur kadar klorofil.

(8)

3.6.3.2 Tahap Pengamatan Klorosis dan Nekrosis 1. Mengambil sample daun yang akan diamati

2. Mengidentifikasi daun yang mengalami gejala klorosis dan nekrosis

3. Menghitung total daun yang mengalami kerusakan berupa gejala klorosis dan nekrosis

4. Membuat prosentase daun yang mengalami kerusakan berupa gejala klorosis dan nekrosis

3.6.3.3 Pembuatan sampel klorofil untuk spektrofotometri uv-vis 1800 1. Mengambil daun urutan ke 5 (daun tua)

2. Menimbang daun Angsana sebanyak 0,1 mg.

3. Menumbuk daun Angsana dengan menambahkan pelarut aceton 85% sebanyak 10 ml sampai ampas daun bewarna putih.

Gambar 11. a. Pohon Angsana. b. Daun Angsana (Sumber: Dokumen penelitian)

+

5 m

Daun tua

a

(9)

filtratnya kedalam tabung reaksi.

5. Sampel siap di ukur menggunakan Spetkrofotometri uv-vis 1800 3.6.3.4 Pengukuran kadar klorofil untuk spektrofotometri uv-vis 1800

1. Pengakalibrasian transmitan pada spektrofotometri uv-vis 1800 2. Memilih menu photometric dan mengatur λ 645 nm dan 663 nm.

3. Cuvet diisi klorofil dan pelarut berupa aceton 85% kemudian di masukkan ke dalam spektrofotometri untuk di ukur absorbansinya untuk setiap panjang gelombangnya.

3.6.3.5 Perhitungan kadar klorofil

Untuk mendapatkan kadar klorofil menggunakan pelarut aseton 85% sebanyak 0,1 mg dalam 10 ml dengan perbandingan berat sampel dan aseton adalah 1:100 (Setiari, 2009). Menurut Suyitno (2010), mengukur nilai absorbansi kadar klorofil pada λ 645 nm dan 663 nm dengan menggunakan spektrofotometer. Untuk menghitung kadar klorofil dihidung dengan rumus sebagai berikut:

Klorofil a = 13.7 D-665 – 5.76 D-645 Klorofil b = 22.9 D-645 – 4.68 D-663

3.7 Teknik Analisa Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan program SPSS dengan langkah-langkah melakukan uji normalitas untuk mengetahui apakah varian datanya bersifat normal, setelah data normal dilakukan uji homogenitas untuk mengetahui apakah varian datanya bersifat homogen. Analisis Varian 1-Jalan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh variabel bebas

(10)

dalam menerangkan variasi variabel terikat. Penentuan pengaruh yang paling optimal dan untuk menemukan perbedaan antar variabel maka dilanjutkan dengan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Kemudian untuk mengetahui hubungan kerapatan industri di kawasan Ngoro Industri Persada (NIP) dengan kadar klorofil menggunakan uji korelasi. Korelasi merupakan salah satu teknik analisis dalam statistik yang digunakan untuk mencari hubungan antara dua variabel yang bersifat kuantitatif. Hubungan dua variabel tersebut dapat terjadi karena adanya hubungan sebab akibat atau dapat pula terjadi karena kebetulan saja. Dua variabel dikatakan berkolerasi apabila perubahan pada variabel yang satu akan diikuti perubahan pada variabel yang lain secara teratur dengan arah yang sama (korelasi positif) atau berlawanan (korelasi negatif).

Gambar

Gambar 9. Topografi Industri di Kawasan Ngoro Industri Persada (NIP)  (Sumber: Google Eart, 2017)
Gambar 10. Letak stasiun Industri di Kawasan Ngoro Industri Persada (NIP)  (Sumber: www.ngoroindustrialpark.com)
Gambar 11. a. Pohon Angsana. b. Daun Angsana  (Sumber: Dokumen penelitian)

Referensi

Dokumen terkait

Sistem informasi yang dibangun ini dapat memudahkan bagian kepala produksi dala m memberikan tahapan setiap produksi, memudahka n kepala gudang dalam melakukan

Dengan demikian perencanaan jangka panjang adalah perencanaan 20 Tahun (5 periode jabatan), perencanaan jangka menengah adalah perencanaan 4 (empat) Tahun,

Sedangkan koefisien regresi variabel X1 (tugas yang tinggi) bernilai positif 1,785 menunjukkan bahwa variabel gaya kepemimpinan instruksi dengan tugas yang tinggi pada

Pokok bahasan yang akan disajikan mencakup jenis dan rancangan penelitian, lokasi dan waktu penelitian, populasi, sampel dan sampling, kriteria sampel, instrumen penelitian,

Berdasarkan pengertian-pengertian diatas dapat diterangkan bahwa yang dimaksud dengan tradisi penatan lepas adalah sebuah tradisi atau kebiasaan yang dilaksanakan

penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya anomali AVO berdasarkan hasil analisis atribut angle stack, mengetahui kelas anomali AVO dengan berdasarkan hasil

Kebutuhan air selalu meningkat sesuai dengan pertambahan penduduk, mengakibatkan terjadinya penyedotan air tanah termasuk sumur bor secara besar-besaran yang

Karena al-Quran sebagai sentral dari ajaran Islam maka untuk memahami isi kandungannya itu haruslah menguasai berbagai disiplin ilmu, dan salah satu ilmu yang terpenting adalah