KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR
Puji dan
Puji dan syukur syukur penulis panpenulis panjatkan jatkan kehadirat Tuhan kehadirat Tuhan Yang Yang Maha Esa Maha Esa atasatas berkat
berkat rahmat rahmat dan dan karunia-Nya karunia-Nya penulis penulis dapat dapat menyelesaikan menyelesaikan Laporan Laporan PraktikumPraktikum Getaran B
Getaran Bebas ebas ini dengini dengan ban baik.aik.
Adapun maksud dan tujuan penulisan laporan akhir praktikum Getaran Adapun maksud dan tujuan penulisan laporan akhir praktikum Getaran Bebas ini
Bebas ini adalah sebagai salah adalah sebagai salah satu bukti satu bukti telah mengikuti telah mengikuti praktikum Getaranpraktikum Getaran Bebas di Konstruksi dan Perancangan Teknik Mesin Universitas Riau. Penulis Bebas di Konstruksi dan Perancangan Teknik Mesin Universitas Riau. Penulis juga mengucapkan rasa terimakasih kepada:
juga mengucapkan rasa terimakasih kepada: 1.
1. Orang tua penulis yang telah memberikan bantuan moril dan materilOrang tua penulis yang telah memberikan bantuan moril dan materil kepada penulis sehingga laporan ini dapat diselesaikan.
kepada penulis sehingga laporan ini dapat diselesaikan. 2.
2. Bapak Muftil, ST., MT, selaku dosen pembimbing mata kuliah FenomenaBapak Muftil, ST., MT, selaku dosen pembimbing mata kuliah Fenomena Dasar Mesin bidang konstruksi.
Dasar Mesin bidang konstruksi. 3.
3. Terutama kepada Bang Afrianselaku asisten praktikum Getaran BebasTerutama kepada Bang Afrianselaku asisten praktikum Getaran Bebas yang telah banyak memberikan masukan dan bimbingan selama praktikum yang telah banyak memberikan masukan dan bimbingan selama praktikum hingga dalam penyelesaian laporan ini.
hingga dalam penyelesaian laporan ini.
Akhir kata, penulis menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan Akhir kata, penulis menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan dalam penulisan laporan ini, untuk itu saran dan kritik yang sifatnya membangun dalam penulisan laporan ini, untuk itu saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan.
sangat penulis harapkan.
Pekanbaru, Oktober 2013 Pekanbaru, Oktober 2013
PENULIS PENULIS
DAFTAR ISI DAFTAR ISI KATA
KATA PENGANTAR PENGANTAR ... .... ii DAFTAR
DAFTAR ISI ...ISI ... ... iiii DAFTAR
DAFTAR GAMBAR GAMBAR ... ... iiiiii DAFTAR
DAFTAR TABEL ...TABEL ... ... vv BAB I
BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN ... ... 11 1.1
1.1 Latar Latar Belakang ...Belakang ... 1... 1 1.2
1.2 Tujuan ...Tujuan ... .. 11 1.3
1.3 Manfaat ...Manfaat ... ... 22 BAB II
BAB II TINJAUAN TINJAUAN PUSTAKA PUSTAKA ... ... 33 2.1
2.1 Getaran ...Getaran ... ... 33 2.2
2.2 Aplikasi ...Aplikasi ... ... 99 BAB III
BAB III METODOLOGI ...METODOLOGI ... ... 1313 3.1
3.1 Peralatan...Peralatan... ... 1313 3.2
3.2 Prosedur Prosedur Praktikum...Praktikum... 16... 16 3.3
3.3 Asumsi- Asumsi- asumsi asumsi ... . 2020 BAB IV
BAB IV DATA DATA DAN DAN PEMBAHASAN PEMBAHASAN ... 21... 21 4.1
4.1 Data Data Praktikum ...Praktikum ... 21... 21 4.2
4.2 Perhitungan ...Perhitungan ... ... 2323 4.3
4.3 Pembahasan Pembahasan ... ... 3131 BAB V
BAB V PENUTUP ...PENUTUP ... ... 3333 5.1
5.1 Kesimpulan ...Kesimpulan ... ... 3333 5.2
5.2 Saran Saran ... ... 3333 DAFTAR
DAFTAR GAMBAR DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1
Gambar 2.1Getaran Getaran Pegas ...Pegas ... 3... 3 Gambar 2.3
Gambar 2.3Sistem Sistem Getaran Getaran Sederhana ...Sederhana ... 4... 4 Gambar 2.4
Gambar 2.4 Sistem Sistem Pegas- Massa Pegas- Massa dan Diagram Benda dan Diagram Benda Bebas Bebas ... 5... 5 Gambar 2.5
Gambar 2.5 Model Model Fisik Sistem Fisik Sistem Getaran Tanpa Redaman ...Getaran Tanpa Redaman ... 6... 6 Gambar 2.6
Gambar 2.6 Diagram Diagram Gaya Gaya Bebas ...Bebas ... 6... 6 Gambar 2.7
Gambar 2.7Model Model Fisik Getaran Fisik Getaran dengan Perdengan Peredam edam ... 8... 8 Gambar 2.8
Gambar 2.8Model Model Fisik Getaran Fisik Getaran Paksa Paksa ... 9... 9 Gambar 2.9
Gambar 2.9 Pegas ...Pegas ... ... 99 Gambar 2.10
Gambar 2.10 Neraca Neraca Pegas Pegas ... 10... 10 Gambar 2.11
Gambar 2.11 Grandfather Grandfather Clock ...Clock ... 10... 10 Gambar 2.12
Gambar 2.12 Suspensi Suspensi Kendaraan Kendaraan ... .... 1111 Gambar 2.13
Gambar 2.13 Spring Spring Bed ...Bed ... 11... 11 Gambar 3.1
Gambar 3.1 Pegas ...Pegas ... . 1313 Gambar 3.2
Gambar 3.2 Silinder Silinder Pejal Pejal (Massa) (Massa) ... 13.... 13 Gambar 3.3
Gambar 3.3Twinpen ...Twinpen ... ... 1414 Gambar 3.4
Gambar 3.4Stopwatch Stopwatch ... . 1414 Gambar 3.5
Gambar 3.5 Kertas Kertas Gulungan ...Gulungan ... . 1515 Gambar 3.6
Gambar 3.6 Oli ...Oli ... ... 1515 Gambar 3.7
Gambar 3.7 Adaptor ...Adaptor ... ... 1515 Gambar 3.8
Gambar 3.8Alat Alat Uji Uji Getaran Getaran Bebas Bebas ... 16... 16 Gambar 3.9
Gambar 3.9Susunan Alat Uji Getaran Susunan Alat Uji Getaran Bebas ...Bebas ... 16... 16 Gambar 3.10
Gambar 3.10 Posisi Posisi Pulpen Pada Pulpen Pada Alat Uji ..Alat Uji ... 17... 17 Gambar 3.11
Gambar 3.11 Posisi Posisi Massa Massa Pada Alat Pada Alat Uji Uji ... 17... 17 Gambar 3.12
Gambar 3.12 Arah Arah Pemberian Pemberian Simpangan ...Simpangan ... 18. 18 Gambar 3.13
Gambar 3.13 Pengambilan Pengambilan Data ...Data ... .... 1818 Gambar 3.14
Gambar 3.14 Adaptor ...Adaptor ... ... 1818 Gambar 3.15
Gambar 3.15 Contoh Da Contoh Data Hasil ta Hasil Pengujian...Pengujian... 19... 19 Gambar 3.16
Gambar 3.16 Pemberian Pemberian Variasi Variasi Variabel ..Variabel ... 19... 19 Gambar 4.1
Gambar 4.3
Gambar 4.3 Grafik pengujian getar Grafik pengujian getaran tanpa redaman dengan 3 pegas ... 22an tanpa redaman dengan 3 pegas ... 22 Gambar 4.4
Gambar 4.4 Grafik pengujian Grafik pengujian getaran dengan redaman menggunakan 1 pegas . 22getaran dengan redaman menggunakan 1 pegas . 22 Gambar 4.5
Gambar 4.5 Grafik pengujian getar Grafik pengujian getaran dengan redaman menggunakan 2 pegas . 23an dengan redaman menggunakan 2 pegas . 23 Gambar 4.6
DAFTAR TABEL DAFTAR TABEL Tabel 4. 1
Tabel 4. 1 Data hasil Data hasil perhitungan praktikum getaran taperhitungan praktikum getaran tanpa redaman npa redaman ... 26... 26 Tabel 4. 2
BAB I BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.1 Latar Belakang
Ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang dan mengalami Ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang dan mengalami kemajuan, sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan cara berpikir kemajuan, sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan cara berpikir manusia. Disertai dengan sistem pendidikan yang mapan, memungkinkan kita manusia. Disertai dengan sistem pendidikan yang mapan, memungkinkan kita berpikir
berpikir kritis, kritis, kreatif, kreatif, dan dan produktif. produktif. Sama Sama halnya halnya dengan dengan perkembanganperkembangan teknologi dibidang konstruksi. Salah satu contoh penerapan ilmu konstruksi dalam teknologi dibidang konstruksi. Salah satu contoh penerapan ilmu konstruksi dalam dunia industri yaitu, peredam getaran. Peredam getaran merupakan aplikasi dari dunia industri yaitu, peredam getaran. Peredam getaran merupakan aplikasi dari ilmu getaran.
ilmu getaran.
Getaran bukan merupakan hal yang baru kita kenal. Getaran merupakan Getaran bukan merupakan hal yang baru kita kenal. Getaran merupakan fenomena yang bisa menguntungkan atau bisa merugikan. Tergantung pada fenomena yang bisa menguntungkan atau bisa merugikan. Tergantung pada seberapa besar pengaruh getaran tersebut, dari segi negatif atau positifnya.
seberapa besar pengaruh getaran tersebut, dari segi negatif atau positifnya. Di dalam kehidupan sehari
Di dalam kehidupan sehari – – hari banyak terdapat aplikasi getaran, hari banyak terdapat aplikasi getaran, contohnya
contohnya pada poros pada poros yang berputar yang berputar sudah pasti menimbulkan sudah pasti menimbulkan getaran. Namungetaran. Namun banyak
banyak yang yang belum belum mengerti mengerti terhadap terhadap fenomena-fenomena fenomena-fenomena yang yang terjadi terjadi padapada getaran dan juga belum dapat menghitung koefisien damping sistem getaran. Oleh getaran dan juga belum dapat menghitung koefisien damping sistem getaran. Oleh karena itu masih perlu pengenalan lebih lanjut dan lebih dalam mengenai getaran karena itu masih perlu pengenalan lebih lanjut dan lebih dalam mengenai getaran ini.
ini.
1.2 Tujuan 1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari pratikum obyek Getaran Bebas ini adalah sebagai Adapun tujuan dari pratikum obyek Getaran Bebas ini adalah sebagai berikut:
berikut: 1.
1. Memahami fenomena getaran bebasMemahami fenomena getaran bebas 2.
2. Dapat menghitung frekuensi pribadi getaran bebas tanpa redamanDapat menghitung frekuensi pribadi getaran bebas tanpa redaman 3.
1.3 Manfaat 1.3 Manfaat
Manfaat dari pratikum ini yaitu, dengan adanya praktikum objek getaran Manfaat dari pratikum ini yaitu, dengan adanya praktikum objek getaran bebas
bebas diharapkan diharapkan dapat dapat memperdalam memperdalam pemahaman pemahaman praktikan praktikan terhadap terhadap fenomenafenomena getaran bebas dan juga bisa menghitung koefisien damping sistem getaran serta getaran bebas dan juga bisa menghitung koefisien damping sistem getaran serta frekuensi pribadi getaran bebas baik itu yang menggunakan peredam atau yang frekuensi pribadi getaran bebas baik itu yang menggunakan peredam atau yang tidak menggunakan peredam.
tidak menggunakan peredam.
Manfaat lain dari praktikum ini, adalah untuk menambah wawasan penulis Manfaat lain dari praktikum ini, adalah untuk menambah wawasan penulis terkait dengan objek yang dikaji.
BAB II BAB II TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Getaran 2.1 Getaran
Getaran adalahsuatu gerak bolak-balik di sekitar kesetimbangan. Getaran adalahsuatu gerak bolak-balik di sekitar kesetimbangan. Kesetimbangan di sini maksudnya adalah keadaan dimana suatu benda berada Kesetimbangan di sini maksudnya adalah keadaan dimana suatu benda berada pada
pada posisi posisi diam diam jika jika tidak tidak adaada gayagaya yang bekerja pada benda tersebut. Getaranyang bekerja pada benda tersebut. Getaran mempunyai
mempunyai amplitudoamplitudo (jarak simpangan terjauh dengan titik tengah) yang(jarak simpangan terjauh dengan titik tengah) yang sama.Banyak
sama.Banyak sekali sekali aplikasi aplikasi getaran getaran yang yang dapat dapat kita kita jumpai jumpai dalam dalam kehidupankehidupan sehari-hari. Contohny
sehari-hari. Contohnya a getaran pada getaran pada mobil diwaktu mobil diwaktu berjalan atau waktu berjalan atau waktu mobilmobil diam sedangkan motornya dihidupkan, getaran mesin-mesin produksi seperti diam sedangkan motornya dihidupkan, getaran mesin-mesin produksi seperti mesin freis,getaran pada mesin gerinda atau mesin lainnya.
mesin freis,getaran pada mesin gerinda atau mesin lainnya.
Gambar 2.1
Gambar 2.3
Gambar 2.3 Sistem Getaran Sederhana Sistem Getaran Sederhana 1.
1. AmplitudoAmplitudo
Amplitudo adalah pengukuran
Amplitudo adalah pengukuran skalarskalar yangyang nonnegatifnonnegatif dari besardari besar osilasi
osilasi suatusuatu gelombang. gelombang. Amplitudo juga dapat didefinisikan sebagai jarak Amplitudo juga dapat didefinisikan sebagai jarak terjauh dari garis kesetimbangan dalam
terjauh dari garis kesetimbangan dalam gelombanggelombang sinusoide yang kitasinusoide yang kita pelajari pada mata pelajaran
pelajari pada mata pelajaran fisika fisika dandan matematika matematika - geometrika.- geometrika.
2.
2. PeriodePeriode
Periode getaran adalah waktu yang digunakan dalam satu getaran Periode getaran adalah waktu yang digunakan dalam satu getaran dan diberi simbol T.
dan diberi simbol T.
3.
3. FrekuensiFrekuensi
Frekuensi getaran adalah jumlah getaran yang dilakukan oleh Frekuensi getaran adalah jumlah getaran yang dilakukan oleh sistem dalam satu detik, diberi simbol
sistem dalam satu detik, diberi simbol f f .. Frekuensi
Frekuensi Sudut, Sudut, , , (juga (juga dikenali dikenali sebagaisebagai laju sudut)laju sudut) ialah kuantiti ialah kuantiti fizikskalar
fizikskalar mengenai kadar pusingan. Frekueansi angular juga adalahmengenai kadar pusingan. Frekueansi angular juga adalah magnitud bagi
magnitud bagi halaju sudut. halaju sudut.
2.1.2 Jenis- jenis Getaran 2.1.2 Jenis- jenis Getaran
Ada dua bentuk getaran secara umum, yaitu: Ada dua bentuk getaran secara umum, yaitu: 1.
1. Getaran BebasGetaran Bebas
Getaran bebas terjadi jika sistem berosilasi karena bekerjanya Getaran bebas terjadi jika sistem berosilasi karena bekerjanya gaya yang ada dalam sistem itu sendiri (inherent), dan jika ada gaya luas gaya yang ada dalam sistem itu sendiri (inherent), dan jika ada gaya luas yang bekerja. Sistem yang bergetar bebas akan bergerak pada satu atau yang bekerja. Sistem yang bergetar bebas akan bergerak pada satu atau lebih frekuensi naturalnya, yang merupakan sifat sistem dinamika yang lebih frekuensi naturalnya, yang merupakan sifat sistem dinamika yang dibentuk oleh distribusi massa dan kekuatannya. Semua sistem yang dibentuk oleh distribusi massa dan kekuatannya. Semua sistem yang memiliki massa dan elastisitas dapat mengalami getaran bebas atau memiliki massa dan elastisitas dapat mengalami getaran bebas atau getaran yang terjadi tanpa rangsangan luar.
getaran yang terjadi tanpa rangsangan luar.
Gambar 2.4
Gambar 2.4 Sistem Pegas- Massa dan Diagram Benda Bebas Sistem Pegas- Massa dan Diagram Benda Bebas
Getaran bebas, terbagi dua, yaitu: Getaran bebas, terbagi dua, yaitu:
1.
1. Getaran bebas tanpa redamanGetaran bebas tanpa redaman
Pada model yang paling sederhana redaman dianggap dapat Pada model yang paling sederhana redaman dianggap dapat diabaikan, dan tidak ada gaya luar yang memengaruhi massa (getaran diabaikan, dan tidak ada gaya luar yang memengaruhi massa (getaran bebas).
bebas). Dalam Dalam keadaan keadaan ini ini gaya gaya yang yang berlaku berlaku pada pada pegaspegas F F s s
sebanding dengan panjang peregangan
sebanding dengan panjang peregangan x x, sesuai dengan, sesuai dengan hukumhukum Hooke,
Gambar 2.5
Gambar 2.5 Model Fisik Sistem Getaran Tanpa Redaman Model Fisik Sistem Getaran Tanpa Redaman
Gambar 2.6
Gambar 2.6 Diagram Gaya Bebas Diagram Gaya Bebas Keterangan gambar :
Keterangan gambar : k
k = = Konstanta Konstanta pegaspegas m
m = = Massa Massa BebasBebas x
x = = SimpanganSimpangan
Turunan Rumus Frekuensi pribadi: Turunan Rumus Frekuensi pribadi:
2.
2. Getaran bebas dengan redamanGetaran bebas dengan redaman
Bila peredaman diperhitungkan, berarti gaya peredam juga berlaku Bila peredaman diperhitungkan, berarti gaya peredam juga berlaku pada
pada massa massa selain selain gaya gaya yang yang disebabkan disebabkan oleh oleh peregangan peregangan pegas. pegas. BilaBila bergerak
bergerak dalamdalam fluidafluida benda benda akan akan mendapatkan mendapatkan peredaman peredaman karenakarena kekentalan fluida. Gaya akibat kekentalan ini sebanding dengan kecepatan kekentalan fluida. Gaya akibat kekentalan ini sebanding dengan kecepatan benda. Konstanta
benda. Konstanta akibat kekentalan akibat kekentalan (viskositas)(viskositas) cc ini dinamakan koefisien ini dinamakan koefisien peredam, dengan satuan N s/m (SI).
Gambar 2.7
Gambar 2.7 Model Fisik Getaran dengan Peredam Model Fisik Getaran dengan Peredam
Turunan Rumus Frekuensi Pribadi Turunan Rumus Frekuensi Pribadi
Untuk mengkarakterisasi jumlah peredaman dalam sistem Untuk mengkarakterisasi jumlah peredaman dalam sistem digunakan nisbah yang dinamakan
digunakan nisbah yang dinamakan nisbah redaman. nisbah redaman. Nisbah ini adalah Nisbah ini adalah perbandingan
perbandingan antara antara peredaman peredaman sebenarnya sebenarnya terhadap terhadap jumlahjumlah peredaman
peredaman yang yang diperlukan diperlukan untuk untuk mencapai mencapai titik titik redaman redaman kritis.kritis. Rum
Rumus unus untuk ntuk nisbisbah reah redamdaman (an ( ) ada) adalahlah
3.
3. Getaran PaksaGetaran Paksa
Getaran paksa adalah getaran yang terjadi karena rangsangan Getaran paksa adalah getaran yang terjadi karena rangsangan gaya luar, jika rangsangan tersebut berosilasi maka sistem dipaksa untuk gaya luar, jika rangsangan tersebut berosilasi maka sistem dipaksa untuk bergetar
dengan salah satu frekuensi natural sistem, maka akan didapat keadaan dengan salah satu frekuensi natural sistem, maka akan didapat keadaan resonansi dan osilasi besar yang berbahaya mungkin terjadi.
resonansi dan osilasi besar yang berbahaya mungkin terjadi.
Gambar 2.8
Gambar 2.8 Model Fisik Getaran Paksa Model Fisik Getaran Paksa
Kerusakan pada struktur besar seperti jembatan, gedung ataupun Kerusakan pada struktur besar seperti jembatan, gedung ataupun sayap pesawat terbang, merupakan kejadian menakutkan yang sayap pesawat terbang, merupakan kejadian menakutkan yang disebabkan oleh resonansi. Jadi perhitungan frekuensi natural disebabkan oleh resonansi. Jadi perhitungan frekuensi natural merupakan hal yang utama.
merupakan hal yang utama. Pegas
Pegas
Pegas adalah benda
Pegas adalah benda elastiselastis yang digunakan untuk menyimpanyang digunakan untuk menyimpan energienergi mekanis.
mekanis. Pegas biasanya terbuat dari Pegas biasanya terbuat dari baja. baja. Pegas juga ditemukan di sistem Pegas juga ditemukan di sistem suspensimobil.
suspensimobil. Pada Mobil Pegas memiliki fungsi menyerap kejut dari jalan dan Pada Mobil Pegas memiliki fungsi menyerap kejut dari jalan dan getaran roda agar tidak diteruskan ke bodi kendaraan secara langsung. Selain itu, getaran roda agar tidak diteruskan ke bodi kendaraan secara langsung. Selain itu, pegas
pegas juga juga berguna berguna untuk untuk menambah menambah daya daya cengkerem cengkerem ban ban terhadap terhadap permukaanpermukaan jalan.
jalan.
Gambar 2.9
1.
1. Timbangan atau NeracaTimbangan atau Neraca
Timbangan atau neraca adalah alat yang dipakai melakukan Timbangan atau neraca adalah alat yang dipakai melakukan pengukuran massa
pengukuran massa suatu benda. suatu benda. Timbangan/neraca dikategorikan Timbangan/neraca dikategorikan kedalamkedalam sistem mekanik dan juga elektronik. Salah satu contoh timbangan adalah sistem mekanik dan juga elektronik. Salah satu contoh timbangan adalah neraca pegas (dinamometer). Neraca pegas adalah timbangan sederhana neraca pegas (dinamometer). Neraca pegas adalah timbangan sederhana yang menggunakan pegas sebagai alat untuk menentukan massa benda yang menggunakan pegas sebagai alat untuk menentukan massa benda yang diukurnya. Neraca pegas (seperti timbangan badan) mengukur berat, yang diukurnya. Neraca pegas (seperti timbangan badan) mengukur berat, defleksi pegasnya ditampilkan dalam skala massa (label angkanya sudah defleksi pegasnya ditampilkan dalam skala massa (label angkanya sudah dibagi gravitasi).
dibagi gravitasi).
Gambar 2.10
Gambar 2.10 Neraca Pegas Neraca Pegas 2.
2. Pendulum Clock / Grandfather ClockPendulum Clock / Grandfather Clock
Jam bandul merupakan salah satu aplikasi dari ayunan mekanik, Jam bandul merupakan salah satu aplikasi dari ayunan mekanik, gerak harmonis sederhana pada bandul. Jam kakek ini ukuranya cukup gerak harmonis sederhana pada bandul. Jam kakek ini ukuranya cukup besar.
besar. Biasanya Biasanya lebih lebih tinggi tinggi dari dari manusia, manusia, tapi tapi ada ada juga juga yang yang berukuranberukuran kecil, biasanya berbentuk jam dinding. Sekarang memang zaman modern, kecil, biasanya berbentuk jam dinding. Sekarang memang zaman modern, tetapi jam ini tidak kalah dengan jam modern yang menggunakan baterai. tetapi jam ini tidak kalah dengan jam modern yang menggunakan baterai. Salah satu kelebihan jam kakek ini adalah tidak menggunakan baterai, Salah satu kelebihan jam kakek ini adalah tidak menggunakan baterai, hemat energi.
hemat energi.
Gambar 2.11
3.
3. Suspensi KendaraanSuspensi Kendaraan
Secara umum komponen dasar dari sebuah suspensi motor adalah Secara umum komponen dasar dari sebuah suspensi motor adalah per spiral
per spiral, katup-katup , katup-katup beserta beserta pengaturnya dan pengaturnya dan oli oli khusus untuk khusus untuk peredamperedam kejut tersebut. Cara kerjanya adalah
kejut tersebut. Cara kerjanya adalah katup- katup beserta pengaturnya akankatup- katup beserta pengaturnya akan meregulasi kecepatan perpindahan oli didalam tabung akibat tekanan pada meregulasi kecepatan perpindahan oli didalam tabung akibat tekanan pada suspensi tersebut oleh beban pemakaian motor, sedangkan per spiral akan suspensi tersebut oleh beban pemakaian motor, sedangkan per spiral akan membantu menahan beban motor dan pengendara pada saat pemakaian. membantu menahan beban motor dan pengendara pada saat pemakaian.
Gambar 2.12
Gambar 2.12 Suspensi Kendaraan Suspensi Kendaraan 4.
4. Spring BedSpring Bed
Tidur menggunakan spring bed akan terasa lebih nyaman Tidur menggunakan spring bed akan terasa lebih nyaman dibanding dengan menggunakan kasur biasa. Dimana kenyamanan ini dibanding dengan menggunakan kasur biasa. Dimana kenyamanan ini diperoleh dari getaran atau gerakan periodik yang berasal dari pegas yang diperoleh dari getaran atau gerakan periodik yang berasal dari pegas yang terdapat didalam spring bed yang dicampur dengan spons.
5.
5. GitarGitar
Gitar adalah sebuah alat musik berdawai yang dimainkan dengan Gitar adalah sebuah alat musik berdawai yang dimainkan dengan cara
cara dipetik, dipetik, umumnya umumnya menggunakan menggunakan jari jari maupun maupun plektrum. plektrum. GitarGitar terbentuk atas sebuah bagian tubuh pokok dengan bagian leher yang padat terbentuk atas sebuah bagian tubuh pokok dengan bagian leher yang padat sebagai tempat senar yang umumnya berjumlah enam didempetkan. Gitar sebagai tempat senar yang umumnya berjumlah enam didempetkan. Gitar secara tradisional dibentuk dari berbagai jenis kayu dengan senar yang secara tradisional dibentuk dari berbagai jenis kayu dengan senar yang terbuat dari nilon maupun baja.
BAB III BAB III METODOLOGI METODOLOGI 3.1 Peralatan 3.1 Peralatan
Adapun alat- alat yang digunakan dalam praktikum getaran bebas ini Adapun alat- alat yang digunakan dalam praktikum getaran bebas ini adalah: adalah: 1. 1. PegasPegas 2. 2. MassaMassa Gambar 3.2
Gambar 3.2 Silinder Pejal (Massa) Silinder Pejal (Massa) 3.
3. PulpenPulpen
Gambar 3.1
Gambar 3.3
Gambar 3.3 Twinpen Twinpen 4.
4. StopwatchStopwatch
Gambar 3.4
Gambar 3.4 Stopwatch Stopwatch 5.
Gambar 3.5
Gambar 3.5 Kertas Gulungan Kertas Gulungan 6.
6. OliOli
Gambar 3.6 Gambar 3.6 Oli Oli 7.
7. AdaptorAdaptor
Gambar 3.7
Gambar 3.7 Adaptor Adaptor 8.
Gambar 3.8
Gambar 3.8 Alat Uji Getaran Bebas Alat Uji Getaran Bebas
3.2 Prosedur Praktikum 3.2 Prosedur Praktikum
Adapun prosedur dalam pelaksanaan praktikum getaran bebas ini adalah Adapun prosedur dalam pelaksanaan praktikum getaran bebas ini adalah sebagai berikut:
sebagai berikut: 1.
1. Susunlah alat seperti pada gambar, tanpa redaman, untuk percobaanSusunlah alat seperti pada gambar, tanpa redaman, untuk percobaan pertama menggunakan 3 pegas
pertama menggunakan 3 pegas
Gambar 3.9
Gambar 3.9 Susunan Alat Uji Getaran BebasSusunan Alat Uji Getaran Bebas Keterangan gambar: Keterangan gambar: 1. 1. RangkaRangka 11 11 91 91 71 71 21 21 31 31 41 41 51 51 61 61 81 81
2.
2. Rangka bebanRangka beban 3.
3. PeredamPeredam 4.
4. LandasanLandasan 5.
5. Kaki/ dudukanKaki/ dudukan 6.
6. MotorMotor 7.
7. Kedudukan kertasKedudukan kertas 8.
8. Beban/ massaBeban/ massa
9.
9. PegasPegas
2.
2. Atur posisi kertas hingga pas (bagian atas kertas tepat menunjukan 1 cmAtur posisi kertas hingga pas (bagian atas kertas tepat menunjukan 1 cm pada penggaris)
pada penggaris) 3.
3. Pulpen pencatat dikontakkan pada kertas pencatatPulpen pencatat dikontakkan pada kertas pencatat
Gambar 3.10
Gambar 3.10 Posisi Pulpen Pada Alat Uji Posisi Pulpen Pada Alat Uji 4.
4. Pasang massa yang 0.34 kgPasang massa yang 0.34 kg
Gambar 3.11
Gambar 3.12
Gambar 3.12 Arah Pemberian SimpanganArah Pemberian Simpangan 6.
6. Untuk simpangan, rangka beban ditekan 2 cm Untuk simpangan, rangka beban ditekan 2 cm kebawah.kebawah. 7.
7. Jalankan drum pembawa kertas, untuk panjang tertentu catat waktu yangJalankan drum pembawa kertas, untuk panjang tertentu catat waktu yang diperlukan, sehingga diperoleh kecepatan gerak lurus dari kertas pencatat diperlukan, sehingga diperoleh kecepatan gerak lurus dari kertas pencatat grafik tersebut
grafik tersebut
Gambar 3.13
Gambar 3.13 Pengambilan Data Pengambilan Data 8.
8. On kan adaptor secara bersamaan dengan waktu, tahap ini bersamaanOn kan adaptor secara bersamaan dengan waktu, tahap ini bersamaan dengan tahapan nomor 7
dengan tahapan nomor 7
Gambar 3.14
Gambar 3.14 Adaptor Adaptor
9.
9. Setelah terbaca grafik sinusoida dari getaran, hentikan drum pembawaSetelah terbaca grafik sinusoida dari getaran, hentikan drum pembawa kertas
kertas
on on
Gambar 3.15
Gambar 3.15 Contoh Data Hasil Pengujian Contoh Data Hasil Pengujian 10.
10. Kurangi pegasnya 1. Sehingga penahan beban ada 2 pegasKurangi pegasnya 1. Sehingga penahan beban ada 2 pegas 11.
11. Lakukan proses yang sama (tahap nomor 7, 8 dan 9)Lakukan proses yang sama (tahap nomor 7, 8 dan 9) 12.
12. Kemudian lakukan percobaan dengan menggunakan 1 pegasKemudian lakukan percobaan dengan menggunakan 1 pegas 13.
13. Lakukan proses yang sama (tahap nomor 7, 8 dan 9)Lakukan proses yang sama (tahap nomor 7, 8 dan 9) 14.
14. Tambahkan massa, sehingga massa menjadi 0.64 kgTambahkan massa, sehingga massa menjadi 0.64 kg 15.
15. Lakukan perlakuan yang sama dengan memberi variasi pada jumlah pegasLakukan perlakuan yang sama dengan memberi variasi pada jumlah pegas (3 pegas, 2 pegas dan 1 pegas)
(3 pegas, 2 pegas dan 1 pegas)
Gambar 3.16
Gambar 3.16 Pemberian Variasi VariabelPemberian Variasi Variabel 16.
16. Tahap selanjutnya, pengujian dilakukan dengan menggunakan peredamTahap selanjutnya, pengujian dilakukan dengan menggunakan peredam 17.
17. Sama halnya dengan pengujian sebelumnya, lakukan variasi massa danSama halnya dengan pengujian sebelumnya, lakukan variasi massa dan jumlah pegas penahan beban
jumlah pegas penahan beban 18.
18. Catat hasil pengujianCatat hasil pengujian 19.
3.3 Asumsi- asumsi 3.3 Asumsi- asumsi
1.
1. Rumus perioda dan frekuensiRumus perioda dan frekuensi
2.
2. Rumus Kecepatan getaranRumus Kecepatan getaran V = λ/t = f.λ
V = λ/t = f.λ
3.
3. Rumus Kecepatan sudutRumus Kecepatan sudut
4.
4. Rumus frekuensi getaran tanpa redamanRumus frekuensi getaran tanpa redaman
5.
5. Rumus koefisien redaman kritisRumus koefisien redaman kritis
6.
6. Rumus nisbah redamanRumus nisbah redaman
7.
BAB IV BAB IV
DATA DAN PEMBAHASAN DATA DAN PEMBAHASAN
4.1 Data Praktikum 4.1 Data Praktikum
4.1.1 Pengujian Getaran Tanpa Redaman 4.1.1 Pengujian Getaran Tanpa Redaman
Pengujian getaran tanpa redaman ini menggunakan massa sebesar 0,34 kg Pengujian getaran tanpa redaman ini menggunakan massa sebesar 0,34 kg dan hasil grafiknya adalah:
dan hasil grafiknya adalah:
Menggunakan 1 pegasMenggunakan 1 pegas
Waktu (t) = 1,45 detik. Waktu (t) = 1,45 detik.
Gambar 4.1
Gambar 4.1 Grafik pengujian getaran tanpa redaman dengan 1 pegas Grafik pengujian getaran tanpa redaman dengan 1 pegas
Menggunakan 2 pegasMenggunakan 2 pegas
Waktu (t) = 1,68 detik. Waktu (t) = 1,68 detik.
Waktu (t) = 2,73 detik. Waktu (t) = 2,73 detik.
Gambar 4.3
Gambar 4.3 Grafik pengujian getaran tanpa redaman dengan 3 pegas Grafik pengujian getaran tanpa redaman dengan 3 pegas 4.1.2 Pengujian Getaran dengan Redaman
4.1.2 Pengujian Getaran dengan Redaman
Pengujian getaran dengan redaman ini menggunakan massa sebesar 0,34 Pengujian getaran dengan redaman ini menggunakan massa sebesar 0,34 kg dan hasil grafiknya adalah:
kg dan hasil grafiknya adalah:
Menggunakan 1 pegasMenggunakan 1 pegas
Waktu (t) = 1,102 detik. Waktu (t) = 1,102 detik.
Gambar 4.4
Gambar 4.4 Grafik pengujian getaran dengan redaman menggunakan 1 pegas Grafik pengujian getaran dengan redaman menggunakan 1 pegas
Menggunakan 2 pegasMenggunakan 2 pegas
Waktu (t) = 1,54 detik. Waktu (t) = 1,54 detik.
Gambar 4.5
Gambar 4.5 Grafik pengujian getaran dengan redaman menggunakan 2 pegas Grafik pengujian getaran dengan redaman menggunakan 2 pegas
Menggunakan 3 pegasMenggunakan 3 pegas
Waktu (t) = 1,39 detik. Waktu (t) = 1,39 detik.
Gambar 4.6
Gambar 4.6 Grafik pengujian getaran dengan redaman menggunakan 3 pegas Grafik pengujian getaran dengan redaman menggunakan 3 pegas
4.2 Perhitungan 4.2 Perhitungan
Perhitungan frekuensi pribadi getaran bebas tanpa redaman Perhitungan frekuensi pribadi getaran bebas tanpa redaman 1.
1. Menggunakan 1 pegasMenggunakan 1 pegas
Diketahui: k = 1769,99 N/m Diketahui: k = 1769,99 N/m
Pencarian: Pencarian:
Frekuensi pribadi (Pengujian)Frekuensi pribadi (Pengujian)
ω ωnn
= 72,15 rad/s = 72,15 rad/s ω ωnn= 2πf = 2πf f f ==
f f ==
f f == 11,49 Hz 11,49 Hz KecepatanKecepatan v = Aω v = Aω = =
̇ ̇
((
))
Frekuensi pribadi (Teoritis)Frekuensi pribadi (Teoritis)
f f ==
f f ==
f f == 4,33 Hz.4,33 Hz. 2.2. Menggunakan 2 pegasMenggunakan 2 pegas
Diketahui: k = 1769,99 N/m Diketahui: k = 1769,99 N/m t t = = 1,68 1,68 ss
= 0,094 m = 0,094 m m = 0,34 kg m = 0,34 kg Pencarian: Pencarian: kev = k1 + k2 kev = k1 + k2 = 1769,99 N/m + 1769,99 N/m = 1769,99 N/m + 1769,99 N/m = 3539,98 N/m = 3539,98 N/mω ωnn
= 102,04 rad/s = 102,04 rad/s ω ωnn= 2πf = 2πf f f ==
f f ==
f f == 16,24 Hz 16,24 Hz KecepatanKecepatan v = Aω v = Aω = =
̇ ̇
((
))
Frekuensi pribadi (Teoritis)Frekuensi pribadi (Teoritis)
f f ==
f f ==
f = f = 3,74 Hz3,74 Hz 3.3. Menggunakan 3 pegasMenggunakan 3 pegas
Diketahui: k = 1769,99 N/m Diketahui: k = 1769,99 N/m t t = = 2,73 2,73 ss
= 0,062 m = 0,062 m m = 0,34 kg m = 0,34 kg Pencarian: Pencarian: kev = k1 + k2 + k3 kev = k1 + k2 + k3 = 1769,99 N/m + 1769,99 N/m + 1769,99 N/m = 1769,99 N/m + 1769,99 N/m + 1769,99 N/m = 5309,97 N/m = 5309,97 N/mω ωnn
= 124,97 rad/s = 124,97 rad/s ω ωnn= 2πf = 2πf f f ==
f f ==
f f == 19,89 Hz 19,89 Hz KecepatanKecepatan v v = = AωAω = =
̇ ̇
((
))
Frekuensi pribadi (Teoritis)Frekuensi pribadi (Teoritis)
f f ==
f f ==
f = f = 2,3 Hz2,3 HzTabel 4. 1 Data hasil perhitungan praktikum getaran tanpa redaman Tabel 4. 1 Data hasil perhitungan praktikum getaran tanpa redaman
Jumlah Jumlah Pegas Pegas Kekakuan Kekakuan (N/m) (N/m) Frek. Frek. Pribadi Pribadi (teori) (teori) Panjang Panjang Gelombang Gelombang (m) (m) Kecepatan Kecepatan (m/s) (m/s) Frek. Frek. Pribadi Pribadi (Pengujian) (Pengujian) (Hz) (Hz) 1 1 1769.99 1769.99 11.49 11.49 0,09250,0925
4,334,33 2 3539.98 2 3539.98
0,0940,094
3,743,74 3 3 5309.97 5309.97 19,8919,89
2,32,3Perhitungan frekuensi pribadi getaran bebas dengan redaman Perhitungan frekuensi pribadi getaran bebas dengan redaman
1.
1. Menggunakan 1 pegasMenggunakan 1 pegas Diketahui: Diketahui: k k = = 1769,99 1769,99 N/mN/m t t = = 1,102 1,102 ss
= = 0,102 0,102 mm m m = = 0,34 0,34 kgkg X X11 = = 0,02 0,02 mm X X22 = = 0,017 0,017 mm Pencarian: Pencarian: Frekuensi pribadi dengan redamanFrekuensi pribadi dengan redaman
ω ωnn
= 72,15 rad/s = 72,15 rad/s ω ωnn= 2πf = 2πf f f ==
= =
= = 11,48 Hz 11,48 Hz Pengurangan logaritmaPengurangan logaritma
δ = ln δ = ln
δ = lnδ = ln
Rasio redamanRasio redaman
ζ = ζ =
= =
= 0,0259 = 0,0259=2 x 0,0259 x
=2 x 0,0259 x
= 1,271 N s/m= 1,271 N s/m
Frekuensi Pribadi teredam (Pengujian)Frekuensi Pribadi teredam (Pengujian)
ω ωDD = ω= ωnn
√ √
ζζ22 = 72,15 rad/s = 72,15 rad/s√ √
(0,0259)(0,0259)22 = 72,13 rad/s = 72,13 rad/s 2.2. Menggunakan 2 pegasMenggunakan 2 pegas Diketahui: Diketahui: k k = = 1769,99 1769,99 N/mN/m t t = = 1,54 1,54 ss
= = 0,11 0,11 mm m m = = 0,34 0,34 kgkg X X11 = = 0,015 0,015 mm X X22 = = 0,011 0,011 mm Pencarian: Pencarian: kev = k1 + k2 kev = k1 + k2 = 1769,99 N/m + 1769,99 N/m = 1769,99 N/m + 1769,99 N/m = 3539,98 N/m = 3539,98 N/m Frekuensi pribadi dengan redamanFrekuensi pribadi dengan redaman
ω ωnn
= 102,04 rad/s = 102,04 rad/s ω ωnn= 2πf = 2πf f f ==
= =
= = 16,24 Hz 16,24 Hz Pengurangan logaritmaPengurangan logaritma
δ = ln δ = ln
δ = ln
δ = ln
Rasio redamanRasio redaman
ζ = ζ =
= =
= 0,0494 = 0,0494 Koefisien redamanKoefisien redaman
c = ζc c = ζccrcr= 2ζ= 2ζ
√ √
=2 x 0,0494 x =2 x 0,0494 x
= 3,43 N s/m = 3,43 N s/m Frekuensi Pribadi teredam (Pengujian)Frekuensi Pribadi teredam (Pengujian)
ω ωDD = ω= ωnn
√ √
ζζ22 = 102,04 rad/s = 102,04 rad/s√ √
(0,0494)(0,0494)22 = 101,92 rad/s = 101,92 rad/s 3.3. Menggunakan 3 pegasMenggunakan 3 pegas Diketahui: Diketahui: k k = = 1769,99 1769,99 N/mN/m t t = = 1,39 1,39 ss
= = 0,023 0,023 mm m m = = 0,34 0,34 kgkg X X11 = = 0,011 0,011 mm X X22 = = 0,009 0,009 mm Pencarian: Pencarian: kev = k1 + k2 + k3 kev = k1 + k2 + k3 = 1769,99 N/m + 1769,99 N/m + 1769,99 N/m = 1769,99 N/m + 1769,99 N/m + 1769,99 N/m = 5309,97 N/m = 5309,97 N/m Frekuensi pribadi dengan redamanFrekuensi pribadi dengan redaman
ω
= 124,97 rad/s = 124,97 rad/s ω ωnn= 2πf = 2πf f f ==
= =
= = 19,89 Hz 19,89 Hz Pengurangan logaritmaPengurangan logaritma
δ = ln δ = ln
δ = lnδ = ln
Rasio redamanRasio redaman
ζ = ζ =
= =
= 0,032 = 0,032 Koefisien redamanKoefisien redaman
c = ζc c = ζccrcr= 2ζ= 2ζ
√ √
=2 x 0,032 x =2 x 0,032 x
= 2,72 N s/m = 2,72 N s/m Frekuensi Pribadi teredam (Pengujian)Frekuensi Pribadi teredam (Pengujian)
ω ωDD = ω= ωnn
√ √
ζζ22 = 124,97 rad/s = 124,97 rad/s√ √
(0,032)(0,032)22 = 124,91 rad/s = 124,91 rad/sTabel 4. 2 Data hasil perhitungan praktikum getaran dengan redaman Tabel 4. 2 Data hasil perhitungan praktikum getaran dengan redaman
Jumlah Jumlah pegas pegas Kekakuan Kekakuan (N/m) (N/m) X1 X1 (m) (m) X2 X2 (m) (m) ZetaZeta Redaman Redaman (c) (c) Frek. Frek. Pengujian Pengujian (Hz) (Hz) 1 1 1769.99 1769.99 0.02 0.02 0,017 0,017 0,0259 0,0259 1,271 1,271 72,1372,13 2 2 3539.98 3539.98 0,015 0,015 0.011 0.011 0,0494 0,0494 3,43 3,43 101,92101,92 3 3 5309.97 5309.97 0.011 0.011 0,009 0,009 0,032 0,032 2,72 2,72 124,91124,91
4.3 Pembahasan 4.3 Pembahasan
Dalam objek praktikum ini yaitu getaran bebas, akan dilihat gelombang Dalam objek praktikum ini yaitu getaran bebas, akan dilihat gelombang yang dihasilkan oleh getaran pegas. Dimana dengan bergetarnya pegas akan yang dihasilkan oleh getaran pegas. Dimana dengan bergetarnya pegas akan terbentuk gelombang sinusoidal yang ditampilkan dikertas yang berjalan.
terbentuk gelombang sinusoidal yang ditampilkan dikertas yang berjalan.
Untuk getaran bebas tanpa radaman menurut teorinya akan terus bergetar Untuk getaran bebas tanpa radaman menurut teorinya akan terus bergetar karena tidak adanya gaya yang mengganggu. Akan tetapi dalam prakteknya hal karena tidak adanya gaya yang mengganggu. Akan tetapi dalam prakteknya hal tersebut tidak didapati, mungkin itu disebabkan karena adanya rugi-rugi gesek tersebut tidak didapati, mungkin itu disebabkan karena adanya rugi-rugi gesek seperti pada pegas sendiri, tumpuan batang yang memperlambat getaran pegas seperti pada pegas sendiri, tumpuan batang yang memperlambat getaran pegas dan lama kelamaan getaran akan berhenti yang ditandai dengan garis lurus yang dan lama kelamaan getaran akan berhenti yang ditandai dengan garis lurus yang dihasilkan oleh grafik atau dapat dikatakan tidak adanya gelombang sinusoidal dihasilkan oleh grafik atau dapat dikatakan tidak adanya gelombang sinusoidal lagi yang dihasilkan oleh pegas.
lagi yang dihasilkan oleh pegas.
Ssedangkan untuk getaran bebas dengan redaman dapat terlihat bahwa Ssedangkan untuk getaran bebas dengan redaman dapat terlihat bahwa pengaruh
pengaruh redaman redaman adalah adalah meredam meredam getaran getaran pada pada pegas pegas sehingga sehingga getaran getaran pegaspegas berhenti.
berhenti. Dan Dan hal hal itu itu juga juga dapat dapat dilihat dilihat dari dari gelombang gelombang sinusoidal sinusoidal yangyang ditampilkan pada
ditampilkan pada kertas. dimana untuk gkertas. dimana untuk gelombang pertama, amplitudonyelombang pertama, amplitudonya a tinggitinggi dan terus menurun akibat adanya redaman dan setelah itu getarannya berangsur dan terus menurun akibat adanya redaman dan setelah itu getarannya berangsur menghilang. Hal ini sangat bermanfaat bagi beberapa aplikasi getaran dalam menghilang. Hal ini sangat bermanfaat bagi beberapa aplikasi getaran dalam kehidupan sehari-hari, seperti peredaman getaran pada kendaraan.
kehidupan sehari-hari, seperti peredaman getaran pada kendaraan.
Pada pengujian dengan massa 0.34 kg, tanpa redaman, frekuensi pribadi Pada pengujian dengan massa 0.34 kg, tanpa redaman, frekuensi pribadi teori terbesar terjadi pada beban yang ditahan oleh 3 pegas, sedangkan untuk teori terbesar terjadi pada beban yang ditahan oleh 3 pegas, sedangkan untuk panjang
panjang gelombang gelombang terpanjang terpanjang terdapat terdapat pada pada pengujian pengujian dengan dengan 2 2 pegas. pegas. SelarasSelaras dengan frekuensi pribadi teori, frekuensi pengujian tertinggi juga pada pengujian dengan frekuensi pribadi teori, frekuensi pengujian tertinggi juga pada pengujian dengan menggunakan 3 pegas yaitu sebesar 6.09
dengan menggunakan 3 pegas yaitu sebesar 6.09 Hz.Hz. Hal yang sama juga terjadi pada mass
Hal yang sama juga terjadi pada massa 0.64 kg. Urutan nilai tertinggi samaa 0.64 kg. Urutan nilai tertinggi sama seperti pada massa 0.64 kg. Jika dibandingkan nilai perbedaan antara massa 0.34 seperti pada massa 0.64 kg. Jika dibandingkan nilai perbedaan antara massa 0.34 kg deng
kg dengan 0.64 an 0.64 kg, kg, frekuensi pribadi frekuensi pribadi teori dan frekuensi teori dan frekuensi pengujian lebih pengujian lebih tinggitinggi pada
pada pengujian pengujian dengan dengan menggunakan menggunakan massa massa 0.34 0.34 kg. kg. Jadi Jadi semakin semakin besar besar nilainilai massa, maka frekunsi juga akan semakin besar.
massa, maka frekunsi juga akan semakin besar. Namun, untuk panjang
Ini terjadi karena 2 kemungkinan. Pertama kesalahan dari penulis dalam Ini terjadi karena 2 kemungkinan. Pertama kesalahan dari penulis dalam melakukan pengukuran dengan menggunakan penggaris, kesalahan dalam melakukan pengukuran dengan menggunakan penggaris, kesalahan dalam menentukan awal dan akhir penghitungan gelombang. Kedua dari faktor alat uji menentukan awal dan akhir penghitungan gelombang. Kedua dari faktor alat uji getaran bebas. Ukuran drum kertas, tidak sesuai dengan ukuran kertas. Jadi pada getaran bebas. Ukuran drum kertas, tidak sesuai dengan ukuran kertas. Jadi pada saat drum kertas berjalan, kertas tidak tetap pada posisi yang sama. Jadi hasil saat drum kertas berjalan, kertas tidak tetap pada posisi yang sama. Jadi hasil penggambaran gelombang miring. Sehingga susah untuk menarik garis lurus te penggambaran gelombang miring. Sehingga susah untuk menarik garis lurus te patpat
ditengah- tengah antara puncak dan lembah gelombang. ditengah- tengah antara puncak dan lembah gelombang.
Pada pengujian dengan menggunakan redaman, perbedaan spesifik data Pada pengujian dengan menggunakan redaman, perbedaan spesifik data hanya bisa dilihat dari nilai redaman (c). Nilai redaman massa 0.64 lebih besar hanya bisa dilihat dari nilai redaman (c). Nilai redaman massa 0.64 lebih besar dari massa 0.34 kg. Jadi semakin besar nilai massa, maka nilai redaman juga dari massa 0.34 kg. Jadi semakin besar nilai massa, maka nilai redaman juga semakin besar.
semakin besar.
Dilihat dari hasil pembacaan getaran yang digambarkan oleh gelombang, Dilihat dari hasil pembacaan getaran yang digambarkan oleh gelombang, semakin banyak pegas yang digunakan untuk menahan beban, maka jumlah semakin banyak pegas yang digunakan untuk menahan beban, maka jumlah gelombang yang dihasilkan semakin banyak, namun lamda akan semakin kecil. gelombang yang dihasilkan semakin banyak, namun lamda akan semakin kecil. Ini berlaku untuk yang menggunakan peredam ataupun yang tidak menggunakan Ini berlaku untuk yang menggunakan peredam ataupun yang tidak menggunakan peredam.
peredam. Jika Jika lamda lamda semakin semakin kecil, kecil, maka maka simpangan simpangan (Amplitudo (Amplitudo akan akan semakinsemakin besar).
besar). Semakin Semakin banyak banyak gelombang gelombang yang yang dihasilkan dihasilkan , , maka maka waktu waktu yangyang dibutuhkan semakin sedikit dan frekuensinya juga akan semakin kecil nilanya. dibutuhkan semakin sedikit dan frekuensinya juga akan semakin kecil nilanya.
Untuk pengujian dengan menggunakan peredam, nilai X1(amplitudo 1) Untuk pengujian dengan menggunakan peredam, nilai X1(amplitudo 1) akan selalu lebih besar daripada nilai x2 (amplitudo 2) sebagai akibat dari adanya akan selalu lebih besar daripada nilai x2 (amplitudo 2) sebagai akibat dari adanya peredam.
peredam. Dengan Dengan menggunakan menggunakan peredam, peredam, panjang panjang sampel sampel atau atau pembacaanpembacaan gelombang akan lebih panjang
BAB V BAB V PENUTUP PENUTUP 5.1 Kesimpulan 5.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari pengambilan dan pengolahan data yang penulis lakukan Kesimpulan dari pengambilan dan pengolahan data yang penulis lakukan adalah sebagai berikut:
adalah sebagai berikut: 1.
1. Getaran adalah gerak bolak balik disekitar kesetimbangan. Maksud dariGetaran adalah gerak bolak balik disekitar kesetimbangan. Maksud dari keadaan setimbang ini adalah dimana suatu benda akan diam jika tidak ada keadaan setimbang ini adalah dimana suatu benda akan diam jika tidak ada gaya yang bekerja padanya.
gaya yang bekerja padanya. 2.
2. Getaran ada dua jenis, getaran bebas dan getarGetaran ada dua jenis, getaran bebas dan getaran paksa.an paksa. 3.
3. Getaran bebas terjadi bila sistem mekanis dimulai dengan gaya awal, laluGetaran bebas terjadi bila sistem mekanis dimulai dengan gaya awal, lalu dibiarkan bergetar secara bebas
dibiarkan bergetar secara bebas 4.
4. Sedangkan getaran paksa terjadi bila gaya bolak-balik atau gerakanSedangkan getaran paksa terjadi bila gaya bolak-balik atau gerakan diterapkan pada sistem mekanis.
diterapkan pada sistem mekanis. 5.
5. Getaran Getaran bebas tanpa redaman bebas tanpa redaman akan menghasilkan akan menghasilkan gelombang ygelombang yang lebihang lebih banyak daripada getaran bebas dengan redaman.
banyak daripada getaran bebas dengan redaman. 6.
6. Redaman berfungsi untuk meredam getaran yang ada sehingga getaranRedaman berfungsi untuk meredam getaran yang ada sehingga getaran akan lebih cepat hilang
akan lebih cepat hilang 7.
7. Dapat diketahui bahwa untuk getaran bebas dengan redaman nilaiDapat diketahui bahwa untuk getaran bebas dengan redaman nilai X1(amplitudo 1) akan selalu lebih besar daripada nilai X2 (amplitudo 2) X1(amplitudo 1) akan selalu lebih besar daripada nilai X2 (amplitudo 2) sebagai akibat dari adanya peredam.
sebagai akibat dari adanya peredam. 8.
8. Jika semakin jauh dari tumpuan maka getaran pegas yang dihasilkan akanJika semakin jauh dari tumpuan maka getaran pegas yang dihasilkan akan semakin besar.
semakin besar. 9.
9. Semakin banyak gelombang yang dihasilkan , maka waktu yangSemakin banyak gelombang yang dihasilkan , maka waktu yang dibutuhkan semakin sedikit dan frekuensinya juga akan semakin kecil dibutuhkan semakin sedikit dan frekuensinya juga akan semakin kecil nilanya
data yang didapat lebih akurat dan mendekati teori. Masalah lain dalam praktikum data yang didapat lebih akurat dan mendekati teori. Masalah lain dalam praktikum ini, ukuran drum kertas, tidak sesuai dengan ukuran kertas. Jadi pada saat drum ini, ukuran drum kertas, tidak sesuai dengan ukuran kertas. Jadi pada saat drum kertas berjalan, kertas tidak tetap pada posisi yang sama. Jadi hasil penggambaran kertas berjalan, kertas tidak tetap pada posisi yang sama. Jadi hasil penggambaran gelombang miring. Sehingga susah untuk menarik garis lurus tepat gelombang miring. Sehingga susah untuk menarik garis lurus tepat ditengah-tengah antara puncak dan lembah gelombang. Seringnya kertas terjepit oleh tengah antara puncak dan lembah gelombang. Seringnya kertas terjepit oleh penguncian.
penguncian. Jadi Jadi untuk untuk praktikum praktikum selanjutnya, selanjutnya, gunakanlah gunakanlah kertas kertas yangyang dimensinya pas dan sesuai dengan drum kertas.
DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA
William T. Thomson.1998.
William T. Thomson.1998.Theori Of Vibration With Application Practice .Theori Of Vibration With Application Practice .HallHall Int: London
Int: London
Team Asisten LKM .2004.
Team Asisten LKM .2004. Panduan Panduan Pratikum Pratikum Fenomena Fenomena dasar dasar Mesin Mesin Bid.Bid. Konstruksi
Konstruksi Mesin Mesin Dan Dan Perancangan.Perancangan.Jurusan Teknik Mesin FT-UNRI :Jurusan Teknik Mesin FT-UNRI : Pekanbaru Pekanbaru http://id.wikipedia.org/wiki/Getaran http://id.wikipedia.org/wiki/Getaran http://yefrichan.files.wordpress.com/2010/05/diktat-getaran-mekanik1.pdf, http://yefrichan.files.wordpress.com/2010/05/diktat-getaran-mekanik1.pdf, http://taufiqurrokhman.com/2011/07/12/bahan-kuliah-getaran-mekanik/. http://taufiqurrokhman.com/2011/07/12/bahan-kuliah-getaran-mekanik/.