• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PENDAHULUAN PASIEN DENGAN HIPERTENSI HEART DISEASE ( HHD )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN PENDAHULUAN PASIEN DENGAN HIPERTENSI HEART DISEASE ( HHD )"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

LAPORAN PENDAHULUAN PASIEN DENGAN HIPERTENSI HEART DISEASE ( HHD )

I. KONSEP DASAR PENYAKIT

A. Definisi

Hipertensi heart disease adalah penyakit jantung yang disebabkan Hipertensi heart disease adalah penyakit jantung yang disebabkan oleh hipertensi. Hipertensi yang tak terkontrol dalam waktu yang lama oleh hipertensi. Hipertensi yang tak terkontrol dalam waktu yang lama menimbulkan hypertrophy pada ventrikel kiri

menimbulkan hypertrophy pada ventrikel kiri (LV(LVH) .H) . Hi

Hipepertrtenensi si hehearart t didiseseasase e diditetegagakakan n bibila la dididedeteteksksi i adadananyyaa hyp

hypertrophertrophy y pada pada ventrventrikel ikel kiri kiri sebagasebagai i akibaakibat t peninpeningkatagkatan n bertahbertahapap tahanan pembuluh darah periver dan ventrikel kiri. ungsi ventrikel tahanan pembuluh darah periver dan ventrikel kiri. ungsi ventrikel selama hipertensi berhubungan erat dengan penyebab hypertrophy dan selama hipertensi berhubungan erat dengan penyebab hypertrophy dan terjad

terjadinya inya arterosarterosklerosklerosis is koronkoroner. er. !!aang ng mempmempengaruengaruhi hi hypehypertroprtrophyhy ventrikel kiri adalah lamanya peningkatan diastoli" dan adanya fa"tor  ventrikel kiri adalah lamanya peningkatan diastoli" dan adanya fa"tor  genetik.

B. Epidemiologi

%umlah pasti penderita dengan HHD belum diketahui dengan pasti& %umlah pasti penderita dengan HHD belum diketahui dengan pasti& namun pada beberapa studi disebutkan pada penderita hipertensi akan namun pada beberapa studi disebutkan pada penderita hipertensi akan  berkembang

 berkembang menjadi menjadi penyakit penyakit jantung. jantung. 'e"ara 'e"ara umum umum resiko resiko terjadinyaterjadinya LVH meningkat pada penderita obesitas dua kali lipat. 'ebanyak * LVH meningkat pada penderita obesitas dua kali lipat. 'ebanyak * +

+, , penpenderderita ita hiphipertertensensi i akaakan n menmengalgalami ami resiresiko ko gaggagal al janjantuntung g dandan kondisi ini meningkat dua kali lipat pada pria dan wanita tiga kali lipat. kondisi ini meningkat dua kali lipat pada pria dan wanita tiga kali lipat.

C. Penyebab

'ebab utama dari hipertensi heart disease adalah hipertensi yang 'ebab utama dari hipertensi heart disease adalah hipertensi yang  berlangsung

 berlangsung kronis. kronis. Hipertensi Hipertensi pada pada orang orang dewasa dewasa sendiri sendiri disebabkandisebabkan oleh beberapa hal diantaranya/

oleh beberapa hal diantaranya/ 0.

0. HiHipepertrtenensi si eseesensnsiaial l yyanang g teterjarjadi pada 1, kasdi pada 1, kasus hipus hiperertentensi si papadada orang dewasa.

2. HipHipertertensensi sekui sekundender seber sebesar 0sar 0, dari k, dari kasus hasus hipeipertenrtensi padsi pada orana orangg dewasa yang disebabkan oleh adanya kelainan pada ginjal&

dewasa yang disebabkan oleh adanya kelainan pada ginjal& kelainankelainan endokrin& peningkatan 345 dll.

endokrin& peningkatan 345 dll. D.

D. Pathofisiologi

ada a stastadiudium m permpermulaulaan an hiphipertertensiensi& & hyhyperpertrotrophy phy yayang ng terterjadijadi ko

konsensentrntrik ik (di(difusfus). ). #el#elum um ada ada perperubaubahan han yayang ng berberartarti i padpada a funfungsigsi  pompa efektif ventrikel kiri. ada stadium s

 pompa efektif ventrikel kiri. ada stadium selanjutnya& akibat hipertensielanjutnya& akibat hipertensi yang terus menerus& maka hipertropi menjadi tak teratur (eksentrik). yang terus menerus& maka hipertropi menjadi tak teratur (eksentrik). ad

ada a konkondisdisi i ini ini terjterjadi adi penpenuruurunan nan funfungsi gsi pompompa pa venventritrikel kel se"ase"arara menyeluruh yang berakibat pada penurunan fraksi injeksi& peningkatan menyeluruh yang berakibat pada penurunan fraksi injeksi& peningkatan tegangan dinding ventrikel pada saat sistolik& peningkatan konsumsi tegangan dinding ventrikel pada saat sistolik& peningkatan konsumsi oksigen otot jantung& serta penurunan efek mekanik pompa jantung. oksigen otot jantung& serta penurunan efek mekanik pompa jantung. 5ondisi ini akan lebih diperburuk bila

5ondisi ini akan lebih diperburuk bila terjadi penyakit jantung koroner.terjadi penyakit jantung koroner. ada kondisi hypertrophy maka tekanan perfusi pada koroner akan ada kondisi hypertrophy maka tekanan perfusi pada koroner akan meningkat dan diikuti dengan peningkatan tahanan pembuluh koroner. meningkat dan diikuti dengan peningkatan tahanan pembuluh koroner. 'ebagai akibatnya "adangan aliran darah koroner akan berkurang.

'ebagai akibatnya "adangan aliran darah koroner akan berkurang.

Ada dua fa"tor utama penyebab penurunan "adangan aliran darah Ada dua fa"tor utama penyebab penurunan "adangan aliran darah koroner yaitu/

koroner yaitu/ 0.

0. enenebaebalan arterlan arteri i korkoroneoner& yar& yaitu bagiaitu bagian dari hiprtrn dari hiprtrophophy umum ototy umum otot  polos

 polos pembuluh pembuluh darah darah seluruh seluruh tubuh. tubuh. 5emudian 5emudian terjadi terjadi retensiretensi gar

garam am dan dan air air yayang ng menmengakgakibaibatkatkan n berberkurkurangangnynya a "om"ompliplian"an"ee  pembuluh darah dan men

 pembuluh darah dan meningkatnya tahanan perifer.ingkatnya tahanan perifer. 2.

2. enineningkatan gkatan hyphypertropertrophy menhy mengakibgakibatkan batkan berkuraerkurangnyngnya kepada kepadatanatan kapiler unit otot jantung terutama pada hypertrophy eksentrik.

kapiler unit otot jantung terutama pada hypertrophy eksentrik.

%adi fa"tor koroner pada hipertensi berkembang menjadi %adi fa"tor koroner pada hipertensi berkembang menjadi akiba

akibat t penypenyakit& akit& meskimeskipun pun tampatampak k sebagasebagai i penypenyebab ebab patolopatologis gis yanyangg utama dari gangguan aktivitas mekanik ventrikel kiri.

E. Klasifikasi

ronli"h membagi kelainan jantung akibat hipertensi menjadi empat tingkatan yaitu6

3ingkat 4 / #esarnya jantung masih normal& belum terlihat kelainan  jantung pada pemeriksaan $57 maupun radiology.

3ingkat 44 / 3ampak kelainan atrium kiri pada pemeriksaan $57 dan adanya suara jantung ke*8 (atrial gallop) sebagai tanda adanya hypertrophy ventrikel kiri.

3ingkat 444/ 3ampak adanya hypertrophy ventrikel kiri pada  pemeriksaan $57 dan radiology.

3ingkat 4V / Adanya kegagalan jantung kiri.

F. Gejala Klinis

ada stadium dini hipertensi& akan tampak tanda*tanda akibat adanya rangsangan simpatik yang kronik. %antung berdenyut lebih "epatdan kuat. 3erjadi hiper sirkulasi yang mungkin diakibatkan oleh  peningkatan aktifitas dan system neurohumoral disertai dengan hipervolumia. ada stadium lanjut& akan timbul mekanisme kompensasi  pada otot jantung berupa hypertrophy ventrikel kiri dan peningkatan tahanan pembuluh darah perifer. Akan tampak sesaknafas pada pasien oleh karena adanya gangguan diastoli".

G. Gemeriksaan fisik 

ada palpasi& oleh karena hypertrophy& maka akan didapat  penambahan iktus "ordis. #ila terjadi dilatasi ventrikel kiri& maka iktus "ordis akan bergeser kekiri bawah. ada auskultasi akan ditemukan '8 dan bila terjadi dilatasi jantung didapat tanda*tanda insufisiensi mitral relative.

H. Pemeriksaan Penunjang

ada foto thorak posisi posterioanterior pasien hiperthrophy konsentrik& besar jantung dalam batas normal. embesaran jantung kiri

terjadi bila sudah ada dilatasi ventrikel kiri. 3erdapat stenosis aorta pada hipertensi yang kronik dan tanda*tanda bendungan pembuluh paru pada stadium payah jantung hipertensi.

  emeriksaan laboratorium darah rutin yang diperlukan adalah  pemeriksaan ureum dan kreatinin untuk menilai fungsi ginjal& dan  pemeriksaan elektrolit.

ada pemeriksaan $57 akan ditemukan tanda*tanda hypertrophy ventrikel kiri. emeriksaan $kokardiografi dapat mendeteksi hypertrophy ventrikel kiri se"ara dini yang men"akup kelainan anatomi" dan fungsional jantung. erubahan yang dapat dilihat adalah/ 0. 3anda*tanda hiper sirkulasi pada stadium dini

2. Hipertrophy yang konsentrik maupun yang eksentrik 

9. Dilatasi venterikelyang dapat merupakan tanda*tanda payah  jantung& serta tekanan akhir diastoli" ventrikel kiri yang meningkat. 8. 3anda*tanda iskemik pada stadium lanjut.

4. :edikasi

engobatan ditujukan untuk menurunkan tekanan darah menjadi normal& mengobati payah jantung akibat hipertensi& menurunkan morbiditas dan mortalitas akibat penyakit kardiovaskuler& dan menurunkan fa"tor resiko terhadap penyakit kardiovaskuler dengan maksimal.

%. enatalaksanaan

0. erubahan gaya hidup

4mplementasi gaya hidup yang mempengaruhi tekanan darah memiliki pengaruh baik pada pen"egahan maupun  penatalaksanaan hipertensi. :odifikasi gaya hidup yang meningkatkan kesehatan direkomendasikan bagi individu dengan  prehipertensi dan sebagai tambahan untuk terapi obat pada individu hipertensif. 4ntervensi*intervensi ini harus diarahkan untuk  mengatasi risiko penyakit kardiovaskular se"ara keseluruhan.

;alaupun efek dari intervensi gaya hidup pada tekanan darah adalah jauh lebih nyata pada individu dengan hipertensi& pada uji  jangka*pendek& penurunan berat badan dan reduksi <a-l diet juga

telah terbukti men"egah perkembangan hipertensi. ada individu hipertensif& bahkan jika intervensi*intervensi ini tidak  menghasilkan reduksi tekanan darah yang "ukup untuk  menghindari terapi obat& namun jumlah pengobatan atau dosis yang diperlukan untuk kontrol tekanan darah dapat dikurangi. :odifikasi diet yang se"ara efektif mengurangi tekanan darah adalah  penurunan berat badan& reduksi masukan <a-l& peningkatan masukan kalium& pengurangan konsumsi alkohol& dan pola diet sehat se"ara keseluruhan.

2. Tabel :odifikasi gaya hidup untuk mengatasi hipertensi

=eduksi berat badan :emperoleh dan

mempertahankan #:4 >2 kg?m2 =eduksi garam > + g <a-l?hari

Adaptasi ren"ana diet jenis* DA'H

Diet yang kaya buah*buahan& sayur*sayuran& dan produk susu rendah*lemak dengan kandungan lemak tersaturasi dan total yang dikurangi

engurangan konsumsi alkohol #agi mereka yang mengkonsumsi alkohol& minumlah 2 gelas?hari untuk laki*laki dan 0 gelas?hari untuk wanita

Aktivitas fisik Aktivitas aerobik teratur& seperti  jalan "epat selama 9 menit?hari 9. en"egahan dan penatalaksanaan obesitas adalah penting untuk 

mengurangi tekanan darah dan risiko penyakit kardiovaskular. ada uji  jangka*pendek& bahkan penurunan berat badan yang moderat dapat mengarah pada reduksi tekanan darah dan peningkatan sensitivitas insulin. =eduksi tekanan darah rata*rata sebesar +.9?9?0 mmHg telah diamati terjadi dengan reduksi berat badan rata*rata sebesar 1.2 kg. Aktivitas fisik 

teratur memudahkan penurunan berat badan& mengurangi tekanan darah& dan mengurangi risiko keseluruhan untuk penyakit kardiovaskular. 3ekanan darah dapat dikurangi oleh aktivitas fisik intensitas moderat selama 9 menit& seperti jalan "epat& +*@ hari per minggu& atau oleh latihan dengan intensitas lebih dan frekuensi kurang.

8. 3erdapat variasi individual dalam sensitivitas tekanan darah terhadap  <a-l& dan variasi ini mungkin memiliki dasar genetis. #erdasarkan hasil dari metaanalisis& penurunan tekanan darah dengan pembatasan masukan  <a-l harian menjadi 8.8*@.8 g (@*02 m$) menghasilkan reduksi tekanan darah sebesar 9.@*8.1?.1*2.1 mmHg pada individu hipertensif dan reduksi yang lebih rendah pada individu normotensif. Diet yang kurang mengandung kalium& kalsium& dan magnesium berkaitan dengan tekanan darah yang lebih tinggi dan prevalensi hipertensi yang lebih tinggi. erbandingan natrium*terhadap*kalium urin memiliki hubungan yang lebih kuat terhadap tekanan darah dibanding natrium atau kalium saja. 'uplementasi kalium dan kalsium memiliki efek antihipertensif moderat yang tidak konsisten& dan& tidak tergantung pada tekanan darah& suplementasi kalium mungkin berhubungan dengan penurunan mortalitas stroke. enggunaan alkohol pada individu yang mengkonsumsi tiga atau lebih gelas per hari (satu gelas standar mengandung B08 g etanol)  berhubungan dengan tekanan darah yang lebih tinggi& dan reduksi konsumsi alkohol berkaitan dengan reduksi tekanan darah. :ekanisme  bagaimana kalium& kalsium& atau alkohol dapat mempengaruhi tekanan

darah masihlah belum diketahui.

. Cji DA'H se"ara meyakinkan mendemonstrasikan bahwa pada periode  minggu& diet yang kaya buah*buahan& sayur*sayuran& dan produk susu rendah*lemak mengurangi tekanan darah pada individu dengan tekanan darah tinggi*normal atau hipertensi ringan. =eduksi masukan <a-l harian menjadi >+ g (0 m$) menambah efek diet ini pada tekanan darah. #uah*buahan dan sayur*sayuran merupakan sumber yang kaya akan kalium& magnesium& dan serat& dan produk susu merupakan sumber  kalsium yang penting.

+. 3erapi farmakologis

3erapi obat direkomendasikan bagi individu dengan tekanan darah 08?1 mmHg. Derajat keuntungan yang diperoleh dari agen*agen antihipertensif   berhubungan dengan besarnya reduksi tekanan darah. enurunan tekanan

darah sistolik sebesar 0*02 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar * + mmHg bersama*sama memberikan reduksi risiko sebesar 9*8, untuk  stroke dan 02*0+, untuk -HD dalam  tahun dari mula penatalaksanaan. =isiko gagal jantung berkurang sebesar E,. 3erdapat variasi yang nyata dalam respon individual terhadap kelas*kelas agen antihipertensif yang  berbeda& dan besarnya respon terhadap agen tunggal apapun dapat dibatasi

oleh aktivasi mekanisme counter *regulasi yang melawan efek hipotensif  dari agen tersebut. emilihan agen*agen antihipertensif& dan kombinasi agen*agen& harus dilakukan se"ara individual& dengan pertimbangan usia& tingkat keparahan hipertensi& faktor*faktor risiko penyakit kardiovaskular  lain& kondisi komorbid& dan pertimbangan praktis yang berkenaan dengan  biaya& efek samping& dan frekuensi pemberian obat.

@. Diuretik 

Diuretik thiaFide dosis*rendah sering digunakan sebagai agen lini pertama& sendiri atau dalam kombinasi dengan obat antihipertensif lain. 3hiaFide menghambat pompa <aG?-l* di tubulus konvultus distal sehingga meningkatkan ekskresi natrium. Dalam jangka panjang& mereka juga dapat  berfungsi sebagai vasodilator. 3hiaFide bersifat aman& memiliki efikasi tinggi& dan murah serta mengurangi kejadian klinis. :ereka memberikan efek penurunan*tekanan darah tambahan ketika dikombinasikan dengan  beta blo"ker& A-$ inhibitor& atau penyekat reseptor angiotensin. 'ebaliknya& penambahan diuretik terhadap penyekat kanal kalsium adalah kurang efektif. Dosis biasa untuk hydro"hlorothiaFide berkisar dari +.2 hingga  mg?hari. 5arena peningkatan insidensi efek samping metabolik  (hipokalemia& resistansi insulin& peningkatan kolesterol)& dosis yang lebih tinggi tidaklah dianjurkan. Dua diuretik hemat kalium& amiloride dan triamterene& bekerja dengan menghambat kanal natrium epitel di nefron distal. Agen*agen ini adalah agen antihipertensif yang lemah namun dapat

digunakan dalam kombinasi dengan thiaFide untuk melindungi terhadap hipokalemia. 3arget farmakologis utama untuk diuretik loop adalah kotransporter <aG*5 G*2-l* di lengkung Henle as"enden tebal. Diuretik loop umumnya di"adangkan bagi pasien hipertensif dengan penurunan ke"epatan filtrasi glomerular kreatinin serum refleksi E22 mol?L (E2. mg?dL)I& -H& atau retensi natrium dan edema karena alasan*alasan lain seperti penatalaksanaan dengan vasodilator yang poten& seperti monoJidil. . enyekat sistem renin*angiotensin

A-$ inhibitor mengurangi produksi angiotensin 44& meningkatkan kadar   bradikinin& dan mengurangi aktivitas sistem saraf simpatis. enyekat

reseptor angiotensin 44 menyediakan blokade reseptor A30 se"ara selektif& dan efek angiotensin 44 pada reseptor A32 yang tidak tersekat dapat menambah efek hipotensif. 5edua kelas agen*agen ini adalah agen antihipertensif yang efektif yang dapat digunakan sebagai terapi tunggal atau dalam kombinasi dengan diuretik& antagonis kalsium& dan agen*agen  penyekat alfa. $fek samping A-$ inhibitor dan penyekat reseptor 

angiotensin antara lain adalah insufisiensi ginjal fungsional karena dilatasi arteriol eferen ginjal pada ginjal dengan lesi stenotik pada arteri renalis. 5ondisi*kondisi predisposisi tambahan terhadap insufisiensi ginjal yang diinduksi oleh agen*agen ini antara lain adalah dehidrasi& -H& dan  penggunaan obat*obat antiinflamasi non steroid. #atuk kering terjadi pada

B0, pasien& dan angioedema terjadi pada >0, pasien yang mengkonsumsi A-$ inhibitor. Angioedema paling sering terjadi pada individu yang berasal dari Asia dan lebih laFim terjadi pada orang Afrika Amerika dibanding orang 5aukasia. Hiperkalemia yang disebabkan hipoaldosteronisme merupakan efek samping yang kadang terjadi baik   pada penggunaan A-$ inhibitor maupun penyekat reseptor angiotensin. 1. Antagonis aldosteron

'pironolakton adalah antogonis aldosteron nonselektif yang dapat digunakan sendiri atau dalam kombinasi dengan diuretik thiaFide. 4a adalah agen yang terutama efektif pada pasien dengan hipertensi esensial rendah*renin& hipertensi resistan& dan aldosteronisme primer. ada pasien

dengan -H& spironolakton dosis rendah mengurangi mortalitas dan  perawatan di rumah sakit karena gagal jantung ketika diberikan sebagai tambahan terhadap terapi konvensional dengan A-$ inhibitor& digoJin& dan diuretik loop. 5arena spironolakton berikatan dengan reseptor   progesteron dan androgen& efek samping dapat berupa ginekomastia&

impotensi& dan abnormalitas menstruasi. $fek*efek samping ini dihindari oleh agen yang lebih baru& eplerenone& yang merupakan antagonis aldosteron selektif. $plerenone baru*baru ini disetujui di C' untuk   penatalaksanaan hipertensi

0. #eta blo"ker 

enyekat reseptor adrenergik mengurangi tekanan darah melalui  penurunan "urah jantung& karena reduksi ke"epatan detak jantung dan kontraktilitas. :ekanisme lain yang diajukan mengenai bagaimana beta  blo"ker mengurangi tekanan darah adalah efek pada sistem saraf pusat& dan inhibisi pelepasan renin. #eta blo"ker terutama efektif pada pasien hipertensif dengan takikardia& dan potensi hipotensif mereka dikuatkan oleh pemberian bersama diuretik. ada dosis yang lebih rendah& beberapa  beta blo"ker se"ara selektif menghambat reseptor 0  jantung dan kurang memiliki pengaruh pada reseptor 2 pada sel*sel otot polos bronkus dan vaskular6 namun tampak tidak terdapat perbedaan pada potensi antihipertensif beta blo"ker kardio selektif dan non kardio selektif. #eta  blo"ker tertentu memiliki aktivitas simpatomimetik intrinsik& dan tidaklah  jelas apakah aktivitas ini memberikan keuntungan atau kerugian dalam terapi jantung. #eta blo"ker tanpa aktivitas simpatomimetik intrinsik  mengurangi tingkat kejadian kematian mendadak (sudden death)& mortalitas keseluruhan& dan infark miokardium rekuren. ada pasien dengan -H& beta blo"ker telah dibuktikan mengurangi risiko perawatan di rumah sakit dan mortalitas. -arvedilol dan labetalol menyekat kedua reseptor 0  dan 2 serta reseptor adrenergik perider. 5euntungan potensial dari penyekatan kombinasi dan adrenergik dalam penatalaksanaan hipertensi masih perlu ditentukan.

Antagonis adrenoreseptor selektif postsinaptik mengurangi tekanan darah melalui penurunan resistansi vaskular perifer. :ereka adalah agen antihipertensif yang efektif& yang digunakan sebagai monoterapi maupun dalam kombinasi dengan agen*agen lain. <amun dalam uji klinis pada  pasien hipertensif& penyekatan alfa tidak terbukti mengurangi morbiditas dan mortalitas kardiovaskular ataupun menyediakan perlindungan terhadap -H sebesar kelas*kelas agen antihipertensif lain. Agen*agen ini  juga efektif dalam menangani gejala tra"tus urinarius bawah pada pria dengan hipertropi prostat. Antagonis adrenoreseptor nonseletif berikatan dengan reseptor postsinaptik dan presinaptik dan terutama digunakan untuk penatalaksanaan pasien dengan pheokromositoma.

02. Agen*agen simpatolitik 

Agonis simpatetik yang bekerja se"ara sentral mengurangi resistansi  perifer dengan menghambat aliran simpatis. :ereka terutama berguna  pada pasien dengan neuropati otonom yang memiliki variasi tekanan darah

yang luas karena denervasi baroreseptor. 5erugian agen ini antara lain somnolens& mulut kering& dan hipertensi rebound  saat penghentian. 'impatolitik perifer mengurangi resistansi perifer dan konstriksi vena melalui pengosongan "adangan norepinefrin ujung saraf. ;alaupun merupakan agen antihipertensif yang potensial efektif& kegunaan mereka dibatasi oleh hipotensi orthostatik& disfungsi seksual& dan berbagai interaksi obat.

09. enyekat kanal kalsium

Antagonis kalsium mengurangi resistansi vaskular melalui penyekatan L* "hannel& yang mengurangi kalsium intraselular dan vasokonstriksi. 5elompok ini terdiri dari berma"am agen yang termasuk dalam tiga kelas  berikut/ phenylalkylamine (verapamil)& benFothiaFepine (diltiaFem)& dan 0&8*dihydropyridine (mirip*nifedipine). Digunakan sendiri atau dalam kombinasi dengan agen*agen lain (A-$ inhibitor& beta blo"ker& 0* adrenergi" blo"ker)& antagonis kalsium se"ara efektif mengurangi tekanan darah6 namun& apakah penambahan diuretik terhadap penyekat kalsium menghasilkan penurunan lebih lanjut pada tekanan darah adalah tidak 

 jelas. $fek samping seperti  flushing & sakit kepala& dan edema dengan  penggunaan dihydropyridine berhubungan dengan potensi mereka sebagai dilator arteriol6 edema disebabkan peningkatan gradien tekanan transkapiler& dan bukan karena retensi garam dan "airan.

08. Vasodilator Langsung

Agen*agen ini mengurangi resistensi perifer& laFimnya mereka tidak  dianggap sebagai agen lini pertama namun mereka paling efektif ketika ditambahkan dalam kombinasi yang menyertakan diuterik dan beta  blo"ker. HydralaFine adalah vasodilator direk yang poten yang memiliki efek antioksidan dan penambah <K& dan minoJidil merupakan agen yang amat poten dan sering digunakan pada pasien dengan insufisiensi ginjal yang refrakter terhadap semua obat lain. HydralaFine dapat menyebabkan sindrom mirip*lupus& dan efek samping minoJidil antara lain adalah hipertrikosis dan efusi perikardial.

II. KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN

engkajian difokuskan pada kelainan fisik maupun psikis yang ditimbulkan oleh HHD.

Data dasar pengkajian/

1. Pengkajian !"#$

#iodata pasien yang meliputi / 4dentitas asien a. <ama  b. Cmur  ". %enis 5elamin d. Agama e. 'tatus perkawinan f. endidikan g. ekerjaan h. 3anggal :asuk  i. <o. =egister    j. Diagnosa :edis %. Ri&a'a ke$eaan

Adanya riwayat hipertensi yang lama dan adanya riwayat hipertensi dan penyakit jantung pada keluarga.

*. Daa bi! +$ik! $!$ial $+i,i#al a. #ernafas

 7ejala/ dispnoe berkaitan dengan aktivitas& takipnoe& ortopnea& batuk tanpaatau dengan sputum& adanya riwayat merokok 

 3anda6 penggunaan otot aksesori pernafasaan& adanya bunyi nafas tambahan& sianosis.

 b. Aktivitas?istirahat

 7ejala/ Adanya kelemahan& letih& nafas pendek sampai sesak 

 3anda / rekuensi denyut jantung meningkat& erubahan irama jantung& takipneaan

". $liminasi

 3idak mengalami perubahan atau kesulitan dalam miksi atau pun defekasi.

d. 4stirahat dan 3idur 

 Kesulitan tidur pada malam hari. e. 5ebersihan Diri

 asien mandi berapa kali atau hanya diLap ditempat tidur  saja.

f. engaturan Suhu Tubuh

 Demam pada malam hari, menggigil dan atau berkeringat.

g. =asa Aman

 Perasaan tak berdaya / tak ada harapan. h. =asa <yaman

 7ejala6 terjadi angina& nyeri hilang timbul pada tungkai sebagai indikasi adanya arterios"lerosis& sakit kepala oksipital berat& nyeri abdomen.

i. :akan dan :inum  Anoreksia.

 3idak dapat men"erna makanan.  enurunan ##.

 j. 'osialisasi dan 5omunikasi

Perasaan isolasi / penolakan karena penyakit menular.

Perubahan pola biasa dalam tangguang jaawab / perubahan kapasitas fisik untuk melaksankan peran

k. =ekreasi

Tidak  dapat dikaji. l. #elajar  

Dengan adanya  proses pengobatan yang lama maka akan mengakibatkan stress pasa penderita yang bisa mengakibatkan penolakan terhadap pengobatan.

m. #ekerja

 5lien merasa sesak ketika bekerja. n. 'piritual

 Karena sesak napas, nyeri dada dan batuk menyebabkan terganggunya aktivitas ibadah klien.

-. Pee,ik$aan i$ik  

a. 5eadaanCmum

3ingkat 5esadaran / "ompos mentis.

#angun tubuh kurus& gerak motorik aktif terkoordinasi& turgor kulit  baik& kulit lembab.

 b. Ckuran*Ckuran

". 3anda*3anda Vital

3D / 3emp/

== / <adi /

d. 5eadaanisik

0) 5epala dan Leher 

#entuk kepala simetris& nyeri tekan tidak ada& distribusi rambut merata& kebersihan kepala "ukup. Vena jugularis tampak  menonjol.

2) Dada

#entuk simetris& pergerakan dada simetris& retraksi otot dada ada& ron"hi (G)&suara jantung '0*'2 iregular.

a) ayudara dan 5etiak   <yeri tekan tidak ada.  b) Abdomen

Hepar tidak teraba& peristaaltik positif. ") 7enetalia

3idak ada kelainan. d) 4ntegumen

;arna kulit sawo matang& kebersihan "ukup.

e) $kstremitas  Atas

ergerakan tangan kiri  kanan terkoordinasi& bengkak  tidak ada& terpasang 4VD <'  tts?menit pada tangan kiri& lembab.

 #awah

ergerakan normal terkoordinasi& lembab f) emeriksaan neurologis

 'tatus mental dan emosi/ pasien tidak mengalami disorientasi orang& tempat dan waktu. $mosi pasien stabil  ungsi psikomotorik/ pasien tidak mengalami kelemahan

 siko sensori/ pengelihatan normal& reflek pupil positif  isokhor.

/. Pee,ik$aan +en#njang a. Data Laboratorium

 b. Data hasil thorak *A

5esan kardio megali Gedema paru. ". Hasil $57

4rama A& respon 0J?mt& aJis normal& episode flutter di V0* V9 5esan susp. LVH

0. Diagn!$a ke+e,a&aan

Diagnosa keperawatan yang sering mun"ul pada pasien dengan hipertensi heart desease adalah6

0. 4ntoleransi aktivitas berhubungan dengan kelelahan umum ditandai dengan adanya ungkapan verbal tentang kelemahan& respon tensi terhadap aktivitas abnormal& adanya perasaan tidak nyaman saat  beraktivitas& dispnoe& adanya tanda*tanda iskemik yang dapat

dilihat dari hasil pemeriksaan $57.

2. <yeri akut berhubungan dengan iskemik jaringan ditandai dengan adanya keluhan nyeri pada dada& wajah meringis& gelisah sampai adanya perubahan tingkat kesadaran& perubahan nadi&tensi.

9. 5erusakan pertukaran gas berhubungan dengan tidak adekuatnya ventilasi ditandai dengan dispnoe saat beraktivitas& takipnoe& ortopnea& adanya bunyi nafas tambahan dan terjadi sianosis

8. =esiko tinggi perubahan perfusi jaringan yang berhubungan dengan  penurunan supali darah keperifer.

. enurunan "urah jantung berhubungan dengan perubahan kontraktilitas miokard& perubahan irama dan frekuensi jantung&  peubahan struktur ventrikel kiri ditandai dengan takikardi& disritmia& perubahan tekanan darah& bunyi jantung ekstra ('9& '8)& nyeri dada& nadi perifer tak teraba& ekstremitas dingin.

+. 5urangnya pengetahuan tentang penyakit dan pengobatan sehubungan dengan kurangnya informasi& tidak mengenal sumber  informasi ditandai dengan pasien banyak bertanya tentang informasi penyakitnya& tidak tepat dalam menjalani intruksi?therapy. . Ren"ana Tin2akan  <K  <K DM 5ep.

3ujuan 4ntervensi =asionalisasi

0 0 'etelah dilakukan tindakan perawatan diharapkan pasien mampu berpartisipasi dalam aktivitas yang diinginkan& melaporkan  peningkatan toleransi terhadap aktivitas 0. 5aji respon  pasien terhadap aktivitas&  perhatikan adanya  perubahan tanda vital& dipsnoe& nyeri dada& kelelahan yang 0. Dengan mengetahui  parameter tersebut& akan membantu mengkaji respon fisiologis terhadap stress aktivitas dan  bila mun"ul berarti terjadi kelebihan tingkat aktivitas

2 2.

yang dapat diukur.

'etelah dilakukan tindakan perawatan diharapkanpasien mampu melaporkan adanya pengurangan rasa nyeri?nyeri terkontrol& pasien mampu mengungkapkan metode pengurangan nyeri& pasien mengikuti theraphy farmakologi yang diberikan untuk    berlebihan. 2. 4ntruksikan  pasien tentang "ara  penghematan energi dan lakukan aktivitas se"ara perlahan. 9. Dorong pasien untuk  melakukan aktivitas se"ara  bertahap jika dapat ditolerir&  beri bantuan sesuai dengan kebutuhan. 0. ertahankan tirah baring  pada fase akut

2. Lakukan tindakan distraksi dan relaksasi& "iptakan lingkungan yang tenang 9. :inimalkan aktivitas 2. 3ehnik menghemat energi mengurangi  penggunaan energi dan membantu keseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen.

9.Aktivitas bertahap men"egah

 peningkatan kerja  jantung se"ara tiba* tiba& memberi  bantuan sesuai kebutuhan akan mendorong memandirikan pasien dalam beraktivitas. 0. :eminimalkan stimulasi dan meningkatkan relaksasi. 2. 3indakan yang menurunkan tekanan vas"ular dan memblok respon simpatis efektif  mengurangi rasa sakit dan komplikasinya. 9. Aktivitas vasokonstriksi akan

9. 9. mengurangi nyeri. 'etelah dilakukan tindakan perawatan diharapkan pasien menunjukan ventilasi yang adekuat? oksigenasi dengan 7DA vasokonstriksi yang dapat meningkatkan nyeri seperti  batuk panjang& membungkuk  dll. 8. 5olaborasi  pemberian analgesi" 0. 5aji frekuensi& kedalaman  pernafasan dan ekspansi dada. 2. 3inggikan posisi kepala dan #antu dalam mengubah  posisi. meningkatkan tekanan vas"ular   jantung. 8. Cntuk menurunkan? mengontrol nyeri dengan mengontrol rangsangan system saraf simpatis. 0. rekuensi nafas  biasanya meningkat& dispnea dan terjadi  peningkatan kerja

nafas. $kspansi dada yang terbatas menandakan adanya nyeri dada

2. posisi kepala lebih tinggi

memungkinkan espansi paru dan memudahkan

 pernafasan.

engubahan posisi meningkatkan

 pengisian segmen  paru yang berbeda

8. 8. 'etelah dilakukan tindakan perawatan diharapkan perfusi  jaringan adekuat seperti akral hangat& nadi perifer kuat& tanda vital normal& orientasi pasien bagus& rasanyeri berkurang. 9. #antu pasien mengatasi ketakutan dalam  bernafas 8. .5olaborasi  pemberian oksigen tambahan 0. Awasi  perubahan mental "ontinue seperti "emas&  bingung& letargi& pingsan 2. Dorong latihan aktif?pasif  9. antau  pernafasan memperbaiki difusi gas 9. erasaan takut  bernafas meningkatkan terjadinya hipoksemia 8. :emaksimalkan  bernafas dan menurunkan kerja nafas. 0. erfusi serebral langsung berkaitan dengan "urah  jantung

2. Latihan aktif ?pasif  menurunkan statis vena& meningkatkan aliran balik vena& menurunkan resiko tromboflebitis.

9. ompa jantung yang gagal dapat men"etuskan distress pernafasan. Dispnea yang terjadi tiba*tiba menunjukan adanya tromboemboli paru. 8. Cntuk mengetahui

. . 'etelah dilakukan tindakan perawatan diharapkan pasien menunjukan tanda vital dalam batas yang dapat diterima& bebas dari gejala gagal  jantung& 8. kaji fungsi gastrointestinal dan perkemihan . 5olaborasi  pemeriksaan lab #C<& -reatinin& elektrolit& 7DA 0. 5aji frekuensi dan irama  jantung 2. -atat bunyi  jantung 9. 5aji kulit terhadap pu"at dan sianosis 8. 5aji perubahan  pada sensori seperti letargi&  bingung& "emas& depresi. . #erikan dampak negative  pada perfusi dan fungsi organ tersebut. . Digunakan sebagai indi"ator   perfusi?fungsi organ. 0. #iasanya terjadi takikardi sebagai kompensasi  penurunan kontraktilitas ventrikel.

2. 4rama gallop umum dihasilkan dari ventrikel yang distensi 9. u"at menunjukan  penurunan perfusi akibat penurunan "urah jantung 8. Cntuk mengetahui adekuatnya perfusi serebral terhadap  penurunan "urah  jantung. . stress menghasilkan vaso konstriksi

+. +. 'etelah dilakukan tindakan perawatan diharapkan  pengetahuan pasien tentang penyakitnya  bertambah& :elaksanakan therapiuntuk  menurunkan episode  berulang dan men"egah komplikasi&melakukan  perubahan pola  perilaku yang perlu.

istirahat dengan lingkungan yang tenang& #antu pasien menghindari stress +. 5olaborasi  pemberian oksigen dengan kanul?masker  sesuai indikasi. @. 5olaborasi  pemberian vasodilator  0. %elaskan tentang fungsi  jantung normal dan kelainan yang dialami oleh pasien 2. 5uatkan rasional  pengobatan yang meningkatkan tekanan darah dan meningkatkan frekuensi kerja  jantung +. Cntuk   meningkatkan kesediaan oksigen untuk kebutuhan miokard dan  jaringan serta melawan efek   hipoksia. @. vasodilator  digunakan untuk  meningkatkan "urah jantung 0. engetahuan tentang proses  penyakit danharapan dapat memudahkan ketaatan pada  program  pengibatan. 2. emahaman

 program& obat dan  pembatasan dapat

meningkatkan

kerjasama untuk  mengontrol gejala. 9. emahaman

9. Diskusikan tentang obat& tujuan dan efek  samping&  berikan instruksi se"ara verbal maupun tertulis. 8. %elaskan dan diskusikan  peran pasien dalam mengontrol fa"tor resiko dan fa"tor    pemberat. . #erikan kesempatan  pasien untuk  menanyakan& mendiskusikan masalah dan membuat  perubahan pola hidup yang  perlu. kebutuhan terapiutik dan  pentingnya  pelaporan efek  samping dapat men"egah terjadinya komplikasi obat. 8. :enambahkan  pengetahuan dan memungkinkan  pasien untuk  membuat keputusan  berdasarkan informasi sehubungan dengan "ontrol kondisi dan men"egah berulang? komplikasi. . 5ondisi kronis sering melemahkan kemampuan koping dan kapasitas dukungan pasien dan orang terdekat.

DA3TAR PUSTAKA

#aim& Donald '. Hypertensive vas"ular disease in/ HarrisonNs rin"iples of  4nternal :edi"ine. @th $d. C'A. 3he :"graw*Hill -ompanies& 4n". 2. p. 280

Doegoes& L.:. (0111). Pe,en"anaan Ke+e,a&aan 2an D!k#ena$ian ke+e,a&aan. %akarta / $7-.

 <anda <4-* <K- .209 . Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa  Medis Edisi Revisi Jilid II . %akarta/ $7-.

4ndeJ. 200. 3otal 5esehatan . Available at

http/??www.3otalkesehatananda."om?indeJ.html  Akses 22 <ovember 209 (09.)

anggabean& :arulam. enyakit jantung hipetensi& Dalam/ 'udoyo A;& 'etyohadi #& Alwi 4& et all& editors. #uku Ajar 4lmu enyakit Dalam. $disi 4V.

%akarta/usat enerbitan Departemen 4lmu enyakit Dalam akultas 5edokteran Cniversitas 4ndonesia6 2+.p.0+8*

:iller . Hypertensive heart disease*treatment. ('erial Knline/ Desember 2). Available from/ http/??www.umm.edu?en"y?arti"le?09.htm. Akses 22  <ovember 209 (02/2)

=iaF& 5amran. Hypertensive heart disease. ('erial Knline/ Desember 2). Available  from/ http/??www.emedi"ine."om?:$D?topi"9892.htm. Akses 22  <ovember 209 (02/)

athway / HHD Hipertensi

Hipertensi heart disease

Hipertrophy ventrikel kiri  jantung (LVH) 4nformasi kurang 5urang engetahuan Vol. sekun"up ↓ Vol. =esidu↑ enurunan "urah antun 5erja myo"ard meningkat 'uplai K2 dan nutrisi ke

 jaringan menurun erfusi  jaringan ter an u :yo"ard iskemik  k infark  myo"ard

3ekanan atrium kiri meningkat

3ransudasi "airan interstitiil paru

-airan masuk alveoli

Kedema paru

'esak 

ola nafas tidak  efektif  emenutan K2 tertrisis terganggu embentukan A3 terganggu  <yeri 5elelahan Aktivitas terganggu 4ntoleransi aktivitas  <yeri dada

7angguan rasa nyaman nyeri (nyeri akut)

 

Referensi

Dokumen terkait

Hipertensi meningkatkan tekanan pada otot jantung pada ventrikel kiri yang.. tampak sebagai kekakuan dan hipertrofi, yang meningkatkan

hipertensi dengan gagal jantung dan fraksi ejeksi yang normal, strain longitudinal ventrikel kiri secara progresif akan menurun dari New York Heart Association (NYHA)

b) Stage B : penyakit jantung struktural dengan disfungsi ventrikel kiri yang asimptomatis. Pasien dalam stadium ini dapat mengalami LV remodeling, fraksi ejeksi LV

hipertensi dengan gagal jantung dan fraksi ejeksi yang normal, strain longitudinal ventrikel kiri secara progresif akan menurun dari New York Heart Association (NYHA)

Hipertensi sebagai penyebab gagal jantung kongestif seringkali tidak diketahui, sebagian karena saat gagal jantung terjadi, ventrikel kiri yang mengalami disfungsi tidak mampu

Hipertensi tidak hanya beresiko tinggi menderita penyakit jantung, tetapi juga menderita penyakit lain seperti penyakit saraf, ginjal dan pembuluh darah dan makin tinggi tekanan darah,

Hipertensi yang berkepanjangan akan menyebabkan penyakit jantung hipertensi yang akan mengalami kondisi yang sama tetapi di sertai dengan pembesaran ventrikel kiri sehingga afterload

DEFINISI Penyakit jantung coroner PJK atau bisa disebut Coronary Artery Disease CAD merupakan penyakit yang disebabkan oleh adanya plak yang menumpuk di dalam arteri coroner sehingga