43
BAB III
METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dalam pelaksanaan penelitian ini, peneliti akan berkolaborasi dengan guru kelas 5 SD Negeri Rowosari kecamatan Tuntang kabupaten Semarang dengan menerapkan metode pembelajaran Jigsaw berbantuan komik dalam mengajar IPA dengan pokok bahasan cahaya dan sifat-sifatnya. Sebelum melakukan penelitian, peneliti akan melakukan observasi di kelas 5 SD Negeri Rowosari kecamatan Kabupaten Semarang untuk menemukan masalah yang terjadi di kelas 5. Selanjutnya jika permasalahan sudah ditemukan, peneliti akan berdiskusi dengan guru kelas 5 untuk menerapkan metode pembelajaran Jigsaw berbantuan media komik di kelas 5 dan merangcang langkah-langkah pembelajaran yang akan diterapkan.
3.2 Setting Penelitian
Penelitian akan dilaksanakan di SD Negeri Rowosari kecamatan Tuntang kabupaten Semarang semester II tahun ajaran 2015/2016 dengan jumlah 16 siswa dengan karakteristik siswa yang berbeda-beda. Peneliti akan berkolaborasi dengan guru kelas 5 SD Negeri Rowosari kecamatan Tuntang kabupaten Semarang selama menerapkan metode pembelajaran yang diterapkan di kelas 5. Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan pada bulan Februari sampai April 2016.
3.3 Tempat Penelitian
Penelitian dilakukan di kelas 5 SD Negeri Rowosari, kecamatan Tuntang kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
3.4 Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan pada semester II tahun ajaran 2015/2016. Penelitian dilakukan ± 4 bulan mulai dari bulan januari 2016 sampai bulan april 2016. Adapun penelitian dilakukan secara bertahap yaitu sebagai berikut:
44 1. Tahap persiapan penelitian
Tahap persiapan penelitian dilakukan antara bulan januari sampai bulan maret 2016. Tahap persiapan penelitian mencakup penyusunan judul, penyusunan proposal, peyusunan RPP, penyusunan instrumen penelitian, permohonan surat izin untuk observasi, uji validitas dan reliabilitas soal serta untuk tempat penelitian.
2. Tahap pelaksanaan penelitian
Tahap pelaksanaan penelitian dilaksanakan antara bulan maret sampai bulan april 2016. Tahap pelaksanaan penelitian mencakup kegiatan-kegiatan yang dilakukan di sekolah untuk pengambilan data.
Tabel 3.1
Jadwal Pelaksanaan Penelitian Siklus I dan Siklus II Siklus Pertemuan Ke- Hari/Tanggal Jam Ke-
1 1 Rabu/23 Maret 2016 3-4 1 2 Kamis/24 Maret 2016 3-4 1 3 Selasa/29 Maret 2016 1-2 2 1 Kamis/31 Maret 2016 3-4 2 2 Selasa/5 April 2016 1-2 2 3 Rabu/6 April 2016 3-4
3. Tahap penyusunan laporan penelitian
Tahap penyusunan laporan penelitian dilaksanakan pada bulan april. Tahap penyusunan laporan penelitian mencangkup pengolahan data dan penyusunan laporan untuk persiapan ujian.
3.5 Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Rowosari kecamatan Tuntang kabupaten Semarang Semester II Tahun Pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 16 siswa. Terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Siswa SD Negeri Rowosari berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda-beda. Perbedaan karakteristik ini membuat perbedaan kesadaran belajar siswa. Terdapat
45
siswa yang memiliki karakteristik seperti suka berbicara dengan teman saat diterangkan guru, suka bermain, siswa butuh waktu untuk memahami materi yang diajarkan guru, dan siswa kurang bersemangat saat menerima pelajaran. Dengan demikian, masih banyak siswa yang belum mempunyai kesadaran belajar.
3.6 Variabel Penelitian
Dalam PTK ini terdapat dua variabel yaitu satu variabel bebas (X) dan satu variabel terikat (Y).
3.6.1. Variabel Bebas (X)
Menurut Slameto (2015:198) variabel bebas atau independen adalah variabel yang diduga sebagai penyebab timbulnya variabel lain. Variabel bebas atau independen merupakan variabel tindakan yang sengaja dilakukan untuk menimbulkan perubahan pada variabel lain. Variabel bebas ini erat kaitannya dengan guru saat mengajar, kondisi siswa dalam kelas, metode pembelajaran yang digunakan dan sebagainya. Unsur-unsur tersebut nantinya akan mempengaruhi muncul atau tidaknya hasil belajar. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pembelajaran Jigsaw berbantuan media komik yang akan diterapkan pada siswa kelas 5 SD Negeri Rowosari kecamatan Tuntang kabupaten Semarang semester II tahun ajaran 2015/2016 pada mata pelajaran IPA tentang cahaya dan sifat-sifatnya.
Metode pembelajaran Jigsaw merupakan suatu metode pembelajaran yang menekankan siswa untuk berfikir kritis, kreatif, bertanggung jawab dan bekerjasama dalam kelompok. Dalam metode pembelajaran Jigsaw siswa akan di bagi dalam kelompok asal dan kelompok ahli. Sebagai kelompok ahli siswa akan mengajari temannya tentang materi atau informasi yang di dapat sehingga mereka akan lebih memahami materi pelajaran dan berlatih untuk berkomunikasi. Sintak metode pembelajaran Jigsaw berbantuan media komik pada mata pelajaran IPA:
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Guru memberikan salam dan mengkondisikan siswa di dalam proses pembelajaran.
46
c. Melakukan apersepsi dengan cara mengajukan pertanyaan.
d. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai siswa setelah melakukan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi:
Guru menggali pengetahuan awal siswa dengan bertanya jawab.
Guru menyampaikan materi materi pelajaran dengan bantuan media komik.
Siswa dibagi ke dalam anggota kelompok yang terdiri dari 3-5 peserta didik dengan kemampuan yang heterogen.
Guru menjelaskan tentang pelaksanaan pembelajaran dengan metode pembelajaran Jigsaw.
Guru membagi siswa menjadi kelompok asal dan kelompok ahli.
Pembagian materi atau soal pada setiap anggota kelompok asal dengan bagian materi yang berbeda.
Setelah pembagian kelompok asal selesai, guru membagi siswa menjadi kelompok ahli.
Di dalam kelompok ahli siswa diminta untuk berdiskusi tentang tugas/soal yang diberikan.
47
Setelah selesai diskusi sebagai kelompok ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu kelompok mereka tentang materi atau soal yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh.
b. Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi:
Guru meminta setiap kelompok ahli untuk membuat laporan hasil diskusi.
Perwakilan tiap kelompok ahli mempresentasikan hasil diskusi.
Guru bersama siswa membahas hasil diskusi. c. Konfirmasi
Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya tentang hal-hal yang belum dipahami.
Guru memberikan penguatan kepada siswa atas materi yang mereka kerjakan.
3. Kegiatan Penutup
a. Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran. b. Guru bersama siswa melakukan refleksi.
c. Guru melakukan evaluasi tentang pembelajaran. d. Menutup pelajaran dengan salam.
3.6.2 Variabel Terikat (Y)
Menurut Slameto (2015:198) variabel tergantung atau dependen adalah variabel yang timbul sebagai akibat langsung dari manipulasi dan pengaruh variabel bebas. Variabel terikat atau dependen merupakan akibat yang ditimbulkan oleh variabel bebas. Variabel terikat erat kaitannya dengan motivasi belajar, hasil belajar dan sebagainya. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah hasil belajar siswa kelas 5 SD Negeri Rowosari kecamatan Tuntang kabupaten Semarang semester II tahun ajaran 2015/2016 pada mata pelajaran IPA.
48
Banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah kondisi siswa di kelas. Kondisi siswa di kelas akan dipengaruhi oleh pemilihan metode pembelajaran yang tepat. Dalam penelitian ini hasil belajar akan di pengaruhi oleh penggunaan metode pembelajaran Jigsaw berbantuan media komik untuk meningkatkan hasil belajar IPA kelas 5 SD Negeri Rowosari kecamatan Tuntang kabupaten Semarang semester II tahun ajaran 2015/2016.
3.7 Rencana Tindakan
Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode spiral yang dikemukakan oleh Stephen Kemmis dan Rotin Mc. Taggart (dalam Saur M. Tampubolon 2014:27) melalui dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari 3 tahap yaitu rencana tindakan, pelaksanaan tindakan dan observasi serta refleksi. Tahapan kegiatan tersebut secara rinci digambarkan melalui gambar sebagai berikut:
Prosedur Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan metode spiral dari Stephen Kemmis dan Robin Mc. Taggart dijelaskan sebagai berikut:
a. Perencanaan Tindakan Siklus I
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini yaitu penyusunan perangkat pembelajaran yang meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata
Plan
Act & Observe
Reflect
Revised Plan
Act & Observe
49
pelajaran IPA dengan Kompetensi Dasar (KD) mendeskripsikan sifat-sifat cahaya dan disesuaikan dengan metode pembelajaran yang digunakan yaitu metode pembelajaran Jigsaw berbantuan komik, menyiapkan media pembelajaran yang mendukung materi ajar dan metode pembelajaran Jigsaw. Peneliti menyiapkan gambar komik tentang sifat-sifat cahaya. Adapun perangkat untuk melakukan pengukuran hasil belajar digunakan lembar soal kelompok, tes setiap akhir siklus dan lembar observasi guru yang berisi pelaksanaan implementasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam siklus ini dibuat tiga kali pertemuan @ 2 jam.
b. Pelaksanaan Tindakan dan Observasi 1
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini yaitu mengimplementasikan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada mata pelajaran IPA yang telah dipersiapkan dalam pembelajaran di kelas 5.
Kegiatan observasi dilakukan untuk melihat kesesuaian antara perencanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran ini diberikan tindakan yang berupa metode pembelajaran Jigsaw berbantuan media komik. Observasi pelaksanaan pembelajaran dilakukan oleh observer yang merupakan guru lain yang bertugas untuk mengobservasi guru kelas sewaktu mengajar dengan metode pembelajaran Jigsaw berbantuan media komik. Observer melakukan pengamatan terhadap pembelajaran yang dilakukan oleh guru kelas dengan menggunakan lembar observasi. Observasi dilakukan untuk mengetahui apa yang harus ditingkat dan dipertahankan agar tujuan penelitian tercapai. Pada saat penelitian, peneliti juga melakukan pengamatan untuk melihat proses pembelajaran yang berlangsung sehingga akan terwujud pembelajaran yang sesuai dengan yang diharapkan.
e. Refleksi 1
Kegiatan refleksi dilakukan setelah pelaksanaan tindakan dan observasi siklus I. Refleksi ini dilakukan untuk mengevaluasi kelebihan dan kelemahan dari tindakan pembelajaran yang telah dilakukan, hasil tindakan serta hambatan-hambatan yang dihadapinya seperti kendala yang dihadapi guru saat
50
mengajar dan siswa saat mengikuti KBM. Dengan demikian peneliti dapat mengetahuai keefektifan metode Jigsaw berbantuan media komik. Hasil refleksi ini juga berguna untuk menentukan tingkat keberhasilan dari tindakan yang telah dilakukan dan sebagai dasar pertimbangan untuk menyusun rencana kegiatan pada siklus II supaya terjadi peningkatan hasil belajar yang maksimal. f. Perencanaan Tindakan 2
Kegiatan perencanaan tindakan yang dilakukan pada tahap ini sama dengan perencanaan tindakan pada siklus I.
g. Pelaksanaan Tindakan dari Observasi 2
Kegiatan pelaksanaan tindakan dan observasi yang dilakukan pada tahap ini sama dengan pelaksanaan tindakan dan observasi siklus I.
Kegiatan observasi dilakukan untuk melihat kesesuaian antara perencanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran ini diberikan tindakan yang berupa metode pembelajaran Jigsaw berbantuan media komik. Observasi pelaksanaan pembelajaran dilakukan oleh observer yang merupakan guru lain yang bertugas untuk mengobservasi guru kelas sewaktu mengajar dengan metode pembelajaran Jigsaw berbantuan media komik. Observer melakukan pengamatan terhadap pembelajaran yang dilakukan oleh guru kelas dengan menggunakan lembar observasi. Observasi dilakukan untuk mengetahui apa yang harus ditingkat dan dipertahankan agar tujuan penelitian tercapai. Pada saat penelitian, peneliti juga melakukan pengamatan untuk melihat proses pembelajaran yang berlangsung sehingga akan terwujud pembelajaran yang sesuai dengan yang diharapkan.
h. Refleksi 2
Kegiatan refleksi 2 dilakukan setelah pelaksanaan tindakan dan observasi siklus II. Refleksi ini dilakukan untuk mengevaluasi kelebihan dan kelemahan dari tindakan pembelajaran yang telah dilakukan, hasil tindakan serta hambatan-hambatan yang dihadapinya seperti kendala yang dihadapi guru saat mengajar dan siswa saat mengikuti KBM. Jika hasil penelitian yang dicapai sudah sesuai dengan yang diharapkan maka siklus tindakan dapat
51
diberhentikan. Akan tetapi, jika hasil penelitian yang dicapai belum sesuai dengan yang diharapkan maka perlu dilaksanakan siklus berikutnya.
3.8 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data 3.8.1 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas 5 SD Negeri Rowosari kecamatan Tuntang kabupaten Semarang dalam mata pelajaran IPA setelah memperoleh tindakan adalah:
1. Observasi
Menurut Slameto (2015:232) observasi atau pengamatan merupakan aktivitas pencatatan fenomena yang dilakukan secara sistematis. Pengamatan dapat dilakukan secara terlibat (partisipatif) ataupun non-partisipatif. Observasi dilakukan di SD Negeri Rowosari kecamatan Tuntang kabupaten Semarang. Observasi dilakukan untuk mengetahui penerapan metode Jigsaw berbantuan media komik dalam pembelajaran. Observer bertugas untuk melakukan pengamatan dan menilai melalui pengisian lembar aktivitas guru mengajar pada setiap pertemuan. Observasi dilaksanakan di SD Negeri Rowosari kecamatan Tuntang kabupaten Semarang semester II tahun 2015/2016.
2. Dokumentasi
Menurut Slameto (2015:248) dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu yang berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumentasi dilaksanakan di SD Negeri Rowosari kecamatan Tuntang kabupaten Semarang semester II tahun 2015/2016.
3. Tes
Menurut Slameto (2015:233) tes adalah prosedur pengukuran yang sengaja dirancang secara sistematis, untuk mengukur indikator/kompetensi tertentu, dilakukan dengan prosedur administratif dan pemberian angka yang jelas dan spesifik, sehingga hasilnya relatif ajeg bila dilakukan dengan kondisi yang
52
sama. Tes digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa, terutama hasil belajar kognitif yang berkenaan dengan penguasaan bahan pengajaran.
Tabel 3.2
Kisi-kisi Instrumen Observasi Metode Pembelajaran Jigsaw Berbantuan Media Komik Sub Variabel (x) Indikator Instrumen W O D T Kegiatan Awal
1. Membuka pelajaran dengan salam.
2. Melakukan absensi. 3. Melakukan apersepsi.
4. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
√ √ √ √ Kegiatan Inti
1. Menggali pengetahuan siswa. 2. Menyampaikan materi pelajaran
dengan bantuan media komik. 3. Membagi siswa dalam
kelompok.
4. Menjelaskan pelaksanaan pembelajaran dengan metode Jigsaw.
5. Membagi siswa kedalam kelompok asal yaitu kelompok awal (Jigsaw)
6. Pembagian materi atau soal pada setiap anggota kelompok asal (Jigsaw).
7. Membagi siswa ke dalam kelompok ahli yaitu anggota kelompok yang terdiri dari
√ √ √ √ √ √ √
53
anggota kelompok asal dengan materi yang sama (Jigsaw). 8. Memberikan kesempatan dalam
kelompok ahli untuk melakukan diskusi.
9. Mengarahkan siswa kembali ke kelompok asal untuk memberikan penjelasan materi yang telah dipelajari kepada kelompok asalnya.
10.Meminta siswa untuk membuat laporan hasil diskusi dari masing-masing anggota kelompok ahli.
11.Memberi pengarahan kepada siswa untuk melaporkan hasil kerja kelompoknya.
12.Membahas hasil diskusi bersama siswa.
13.Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum dipahami. 14.Memberi penguatan kepada
siswa terhadap kinerja kelompok. √ √ √ √ √ √ √ Kegiatan Akhir 1. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk membimbing siswa membuat kesimpulan tentang materi yang telah dipelajari.
54 2. Melakukan refleksi.
3. Melakukan evaluasi dengan memberikan soal.
4. Menutup pelajaran dengan salam. √ √ √ Keterangan: W : Wawancara O : Observasi D : Dokumentasi T : Tes Tabel 3.3
Kisi-kisi Instrumen Observasi Keterampilan Guru dalam Mengajar IPA Melalui Metode Pembelajaran Jigsaw Berbantuan Media Komik
No. Indikator Aspek yang diamati
1. Melaksanakan Kegiatan Awal
1. Mempersiapkan sumber dan media pembelajaran.
2. Mengucapkan salam. 3. Mengecek kehadiran siswa. 4. Apersepsi berupa pertanyaan yang
jelas.
5. Menarik perhatian siswa. 6. Menyampaikan tujuan pelajaran
dengan jelas.
7. Menyampaikan langkah metode pembelajaran Jigsaw.
2. Menggali pengetahuan siswa
8. Menarik perhatian siswa dengan menampilkan media pembelajaran komik.
55
siswa dengan tujuan menggali pengetahuan siswa.
10.Memberikan waktu kepada siswa untuk berfikir mengenai pertanyaan yang diberikan guru.
3. Menyampaikan materi pelajaran dengan menggunakan media pembelajaran komik (sintak pembelajaran)
11.Menyampaikan materi sesuai dengan indikator pembelajaran. 12.Disajikan menarik dengan media
pembelajaran komik.
4. Membimbing
pembentukan kelompok
13.Membentuk kelompok dengan jumlah anggota 4 orang secara heterogen (kelompok asal). 14.Memberikan tugas yang berbeda
pada pada tiap anggota kelompok. 5. Membimbing siswa
melakukan diskusi kelompok sesuai metode pembelajaran Jigsaw
15.Mengarahkan siswa yang mendapat tugas yang sama membentuk kelompok baru (kelompok ahli). 16.Membimbing tiap kelompok ahli
melakukan diskusi.
17.Mengarahkan siswa kembali ke kelompok asal untuk menularkan pengetahuannya.
18.Membimbing siswa menjelasakan kepada anggota kelompok asal tentang hasil diskusi.
6. Mengelola kelas 19.Memiliki sikap peduli terhadap siswa.
20.Membagi perhatian kepada siswa. 21.Menegur siswa yang gaduh.
56
22.Berperan sebagai pembimbing dan fasilitator bukan sebagai pusat sumber ilmu satu-satunya.
23.Mengupayakan suasana kelas yang aktif dan menyenangkan.
7. Membimbing siswa mempresentasikan hasil diskusi
24.Membimbing siswa dalam menyampaikan hasil diskusi. 25.Mengkondisikan siswa
memperhatikan presentasi.
26.Menanggapi hasil kerja kelompok. 8. Memberikan penguatan
kepada siswa
27.Memberikan penguatan terhadap kelompok yang menyajikan hasil diskusi.
9. Membimbing siswa menyimpulkan materi
28.Melibatkan siswa untuk
menyimpulkan materi bersama-sama.
29.Menyimpulkan materi secara runtut. 30.Memberi kesempatan kepada siswa
untuk bertanya tentang hal-hal yang belum dipahami.
31.Memantapkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.
10. Melakukan kegiatan penutup
32.Melakukan refleksi.
33.Memberikan evaluasi sesuai dengan indikator pembelajaran.
34.Berkeliling memantau siswa ketika mengejakan soal.
35.Menutup Pembelajaran dengan salam.
57 Tabel 3.4
Kisi-kisi Instrumen Observasi Respon Siswa dalam Pembelajaran IPA Melalui Metode Pembelajaran Jigsaw Berbantuan Media Komik No.
Indikator Aspek yang diamati
1. Kesiapan mengikuti pembelajaran
1. Tidak terlambat masuk kelas.
2. Tertib ditempat duduk masing-masing.
3. Memperhatikan guru saat melakukan absensi.
4. Duduk tenang memperhatikan apersepsi.
5. Aktif menjawab pertanyaan. 6. Tidak berbicara sendiri.
7. Aktif menanggapi jawaban siswa lain.
2. Menggali pengetahuan siswa
8. Menanggapi informasi dari guru. 9. Antusias terhadap kegiatan
pembelajaran.
10.Tidak gaduh saat dikelas. 3. Memperhatikan
penjelasan materi melalui media pembelajaran komik
11.Tertarik terhadap media pembelajaran komik yang ditampilkan guru.
12.Memperhatikan saat guru memberi pertanyaan. 4. Memperhatikan dan menanggapi pembagian kelompok 13.Memperhatikan pembagian kelompok.
14.Menyimak penjelasan guru saat membagikan tugas.
5. Melakukan diskusi kelompok sesuai
15.Membentuk kelompok baru dengan teman yang memiliki tugas sama.
58 metode pembelajaran Jigsaw
16.Melaksanakan kegiatan diskusi bersama kelompok ahli dengan tertib.
17.Kembali ke dalam kelompok asal dengan tertib dan tenang.
18.Menjelaskan kepada anggota kelompok asal tentang hasil diskusi yang telah dilakukan.
6. Keaktifan siswa dalam pembelajaran di kelas.
19.Berpartisipasi aktif dalam mengikuti pembelajaran.
20.Siswa komunikatif saat berdiskusi. 21.Siswa bertanggung jawab dengan
tugas yang diberikan guru. 22.Berani mengemukakan pendapat. 23.Berani mengajukan pertanyaan. 7. Mempresentasikan
hasil diskusi kelompok
24.Maju mempresentasikan hasil diskusi.
25.Memperhatikan presentasi kelompok lain.
26.Mananggapi hasil presentasi kelompok lain.
8. Memiliki sikap positif terhadap pembelajaran
27.Tampak senang dan bersemangat terhadap pembelajaran.
9. Menyimpulkan materi pelajaran.
28.Berpartisipasi menyimpulkan hasil pembelajaran.
29.Menanggapi pertanyaan guru. 30.Bertanya kepada guru tentang
hal-hal yang belum dipahami.
31.Mencatat hasil kesimpulan materi yang telah diajarkan guru.
59 10. Mengerjakan soal
evaluasi
32.Mengerjakan soal evaluasi tanpa mencontek jawaban teman.
33.Mengerjakan soal sesuai petunjuk guru.
34.Tertib dan tenang saat mengerjakan soal
35.Mengerjakan soal sesuai waktu yang ditentukan guru.
3.8.2 Instrumen Pengumpulan Data
Instrumen pengumpulan data dilakukan dengan penilaian. Penilaian dilaksanakan pada akhir program belajar mengajar untuk mengukur berhasil tidaknya proses belajar mengajar. Penilaian digunakan untuk memperbaiki program mengajar di kelas dan metode pembelajaran di kelas agar hasil belajar siswa meningkat. Menurut Slameto (2015:233) terdapat dua macam alat pengukuran yaitu tes dan non tes.
1. Tes
Tes merupakan alat yang digunakan untuk menilai atau mengukur kemampuan siswa dalam mengerjakan tugas yang berupa nilai. Hasil belajar dari tes digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa. Tes yang digunakan peneliti adalah tes pilihan ganda dan tes uraian. Tes dilaksanakan setiap akhir siklus I dan siklus II.
2. Non-tes
Penilaian dalam non-tes yang digunakan penulis adalah observasi langsung. Observer langsung mengamati kegiatan pembelajaran dari awal sampai akhir. Teknik non-tes ini berupa lembar pengamatan yang digunakan untuk mengamati guru saat proses pembelajaran berlangsung sampai akhir pembelajaran selesai. Observasi dilaksanakan pada akhir siklus I dan siklus II.
60 3.9 Uji Validitas dan Reliabilitas
Pada dasarnya instrumen penilaian itu ada dua macam yaitu instrumen tes dan non tes. Instrumen tes digunakan untuk mengukur pengetahuan atau kemampuan, sedangkan non tes untuk mengukur sikap dan keterampilan. Dalam penelitian ini, uji validitas dan uji reliabilitas hanya dilakukan untuk instrumen tes. Instrumen tes yang disusun peneliti akan diujicobakan terlebih dahulu di kelas atasnya yaitu kelas 6. Hal ini bertujuan untuk mengetahui soal yang valid dan tidak valid sehingga soal tersebut dapat dikerjakan oleh siswa kelas 5 dengan hasil yang maksimal. Instrumen itu dikatakan berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan pemakainya apabila sudah terbukti viliditas dan reliabilitasnya (Usman dan Akbar, 2009:287).
3.9.1 Uji Validitas
Menurut Usman dan Akbar (2009:287) validitas ialah mengukur apa yang ingin diukur. Validitas menunjukan sejauhmana alat ukur itu mengukur apa yang ingin diukur. Untuk mengetahui tingkat kevalitan suatu soal yang akan di ujikan kepada siswa, maka sebelum diberikan soal tersebut sebaiknya diuji cobakan ke dalam kelas lain untuk mengetahui butir soal yang valid. Dalam penelitian ini uji validitas dilakukan di SD Negeri Rowosari kecamatan Tuntang kabupaten Semarang dengan mengambil responden siswa kelas 6 yang berjumlah 19 siswa.
Pedoman untuk menentukan rentang indeks validitas dapat ukur dengan rentang sebagai berikut (Wardani, dkk, 2012:344):
Tabel 3.5
Rentang Indeks Validitas
No. Indeks Interpretasi
1. 0,81 – 1,00 Sangat Tinggi
2. 0,61 – 0,80 Tinggi
3. 0,41 – 0,60 Cukup
4. 0,21 – 0,40 Rendah
61
Berdasarkan hasil uji validitas yang dilakukan peneliti pada siklus I dengan jumlah soal pilihan ganda 35 butir soal dan soal uraian 10 soal diperoleh hasil soal yang valid pada soal pilihan ganda sebanyak 17 soal pilahan ganda dan soal uraian 7 sedangkan 18 soal pilihan ganda dan 3 soal uraian diantarannya tidak valid. Dari 17 soal pilahan ganda tersebut divalidkan lagi sehingga yang digunakan hanya 15 dan dari 7 soal uraian tersebut juga divalidkan lagi sehingga yang digunakan hanya 5.
Pada siklus II uji validitas dilaksanakan dengan jumlah soal pilihan ganda 35 butir soal dan soal uraian 10 soal diperoleh hasil soal yang valid pada soal pilihan ganda sebanyak 17 soal pilahan ganda dan soal uraian 8 sedangkan 18 soal pilihan ganda dan 2 soal uraian diantarannya tidak valid. Dari 17 soal pilahan ganda tersebut divalidkan lagi sehingga yang digunakan hanya 15 dan dari 8 soal uraian tersebut juga divalidkan lagi sehingga yang digunakan hanya 5.
Uji validitas dapat ketahui dengan melihat nilai Corrected Item-Total Correlation. Jika nilai Corrected Item-Total Correlation lebih besar dari 0,41 maka instrumen tersebut dikatakan valid dan dapat digunakan. Sedangkan jika nilai Corrected Item-Total Correlation lebih kecil dari 0,41 maka instrumen tersebut tidak valid dan tidak dapat digunakan.
3.9.2 Uji Reliabilitas
Menurut Usman dan Akbar (2009:287) reliabilitas adalah mengukur instrumen terhadap ketepatan (konsisten). Reliabilitas disebut juga keterandalan, keajegan, consistency, stability atau dependability. Reliabilitas bertujuan untuk mengetahui tingkat keajegan dan ketepatan skor tes. Dalam penelitian ini uji reliabilitas dilakukan di SD Negeri Rowosari kecamatan Tuntang kabupaten Semarang dengan mengambil responden siswa kelas 6 yang berjumlah 19 siswa. Koefesien reliabilitas selalu berada dalam rentang 0 sampai 1. Semakin tinggi koefisien reliabilitas suatu tes semakin tinggi pula keajegan/ketepatannya. Sebagai ancar-ancar koefisien reliabilitas berdasarkan nilai alfa dapat diintepretasikan sebagai berikut (Wardani, dkk, 2012:346):
62 Tabel 3.6
Rentang Indeks Reliabilitas
No. Indeks Interpretasi
1. 0,80 – 1,00 Tinggi reliabel 2. < 0,80 – 0,60 Reliabel 3. < 0,60 – 0,40 Cukup reliabel 4. < 0,40 – 0,20 Agak reliabel 5. < 0,20 Kurang reliabel
Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan oleh peneliti pada siklus I dilakukan dengan SPSS versi 16.0. Koefisien reliabilitas dapat dilihat melalui besarnya nilai Cronbach’s Alpha yang disesuaiakan dengan klasifikasi koefisien yang sudah diungkapkan. Pada siklus I soal pilihan ganda nilai Cronbach’s Alpha mencapai 0,875 berarti memiliki tingkat interpretasi yang tinggi reliabel dan pada soal uraian nilai Cronbach’s Alpha mencapai 0,766 berarti memiliki tingkat interpretasi yang reliabel. Sementara pada siklus II soal pilihan ganda nilai Cronbach’s Alpha mencapai 0,883 berarti memiliki tingkat interpretasi yang tinggi reliabel dan pada soal uraian nilai Cronbach’s Alpha mencapai 0,799 berarti memiliki tingkat interpretasi yang reliabel.
3.10 Uji Taraf Kesukaran
Menurut Wardani, dkk (2012:338) tingkat kesukaran soal adalah peluang untuk menjawab benar suatu soal pada tingkat kemampuan tertentu yang biasanya dinyatakan dalam bentuk indeks. Untuk memperoleh soal yang baik selain dengan uji validitas dan reliabilitas yaitu dengan penentuan proporsi dan kriteria soal yang masuk ke dalam kategori soal mudah, soal sedang atau soal sukar.
Rumus yang digunakan untuk menentukan taraf kesukaran soal sebagai berikut:
P = 𝐵 𝑁
63
P = Proporsi peserta didik yang menjawab dengan benar atau jumlah peserta didik yang menjawab benar dibagi dengan jumlah keseluruhan peserta didik, B = jumlah peserta didik yang menjawab betul.
N = Jumlah seluruh peserta didik.
Untuk menentukan tingkat kesukaran butir soal dapat menggunakan tabel pembagian tingkat kesukaran ke dalam tiga kelompok menurut Purwanto (2013:101) sebagai berikut:
Tabel 3.7
Intepretasi Tingkat Kesukaran Butir Soal
Rentang Nilai Kriteria
0,00 – 0,32 Sukar
0,33 – 0,66 Sedang
0,67 – 1,00 Mudah
Berikut hasil analisis tingkat kesukaran item soal yang diujikan pada siswa kelas 6 SD Negeri Rowosari dengan jumlah responden 19 siswa didapatkan hasil sebagai berikut:
Tabel 3.8
Hasil Analisis Tingkat Kesukaran Soal Pilihan Ganda Siklus I
No. Banyak siswa yang menjawab (N) Banyak siswa yang menjawab benar (B) Indeks 𝐵 𝑁 Hasil Kategori soal 1 19 12 12/19 0,63 Sedang 3 19 12 12/19 0,63 Sedang 5 19 6 6/19 0,31 Sukar 7 19 6 6/19 0,31 Sukar 10 19 12 12/19 0,63 Sedang 11 19 17 17/19 0,89 Mudah 12 19 12 12/19 0,63 Sedang 18 19 5 5/19 0,26 Sukar
64 24 19 12 12/19 0,63 Sedang 25 19 18 18/19 0,94 Mudah 26 19 11 11/19 0,57 Sedang 28 19 12 12/19 0,63 Sedang 29 19 12 12/19 0,63 Sedang 30 19 10 10/19 0,52 Sedang 34 19 17 17/19 0,89 Mudah
Berdasarkan tabel di atas dari 15 soal pilihan ganda yang memiliki kategori soal sukar sebanyak 3 soal yaitu nomor 5,7,18. Item yang memiliki kategori soal sedang sebanyak 9 soal yaitu 1,3,10,12,24,26,28,29,30. Item yang memilki kategori soal mudah sebanyak 2 soal yaitu 11,34.
Tabel 3.9
Hasil Analisis Tingkat Kesukaran Soal Uraian Siklus I
No. Banyak siswa yang menjawab (N) Banyak siswa yang menjawab benar Indeks 𝐵 𝑁
Hasil Kategori soal
1 19 6 6/19 0,31 Sukar
3 19 13 13/19 0,68 Mudah
4 19 9 9/19 0,47 Sedang
6 19 8 8/19 0,42 Sedang
7 19 10 10/19 0,52 Sedang
Berdasarkan tabel di atas dari 5 soal uraian yang memiliki kategori soal sukar sebanyak 1 soal yaitu nomor 1. Item yang memiliki kategori soal sedang sebanyak 3 soal yaitu 4,6,7. Item yang memilki kategori soal mudah sebanyak 1 soal yaitu 3.
65 Tabel 3.10
Hasil Analisis Tingkat Kesukaran Soal Pilihan Ganda Siklus II
No. Banyak siswa yang menjawab (N) Banyak siswa yang menjawab benar (B) Indeks 𝐵 𝑁 Hasil Kategori soal 2 19 17 17/19 0,89 Mudah 6 19 11 11/19 0,57 Sedang 7 19 6 6/19 0,31 Sukar 14 19 12 12/19 0,63 Sedang 16 19 12 12/19 0,63 Sedang 17 19 5 5/19 0,26 Sukar 18 19 5 5/19 0,26 Sukar 20 19 17 17/19 0,89 Mudah 22 19 18 18/19 0,94 Mudah 23 19 9 9/19 0,47 Sedang 26 19 12 12/19 0,63 Sedang 27 19 11 11/19 0,57 Sedang 29 19 12 12/19 0,63 Sedang 30 19 10 10/19 0,52 Sedang 35 19 12 12/19 0,63 Sedang
Berdasarkan tabel di atas dari 15 soal pilihan ganda yang memiliki kategori soal sukar sebanyak 3 soal yaitu nomor 7,17,18. Item yang memiliki kategori soal sedang sebanyak 9 soal yaitu 6,14,16,23,26,27,29,30,35. Item yang memilki kategori soal mudah sebanyak 2 soal yaitu 20,22.
66 Tabel 3.11
Hasil Analisis Tingkat Kesukaran Soal Uraian Siklus II No. Banyak siswa yang menjawab (N) Banyak siswa yang menjawab benar (B) Indeks 𝐵 𝑁 Hasil Kategori soal 2 19 5 5/19 0,26 Sukar 5 19 9 9/19 0,47 Sedang 6 19 8 8/19 0,42 Sedang 7 19 14 14/19 0,73 Mudah 10 19 9 9/19 0,47 Sedang
Berdasarkan tabel di atas dari 5 soal uraian yang memiliki kategori soal sukar sebanyak 1 soal yaitu nomor 2. Item yang memiliki kategori soal sedang sebanyak 3 soal yaitu 5,6,10. Item yang memilki kategori soal mudah sebanyak 1 soal yaitu 7.
3.11 Indikator Kinerja
Hasil belajar IPA adalah hasil belajar yang dicapai siswa dalam proses belajar sehingga terdapat perubahan perilaku siswa. Indikator kerja yang digunakan adalah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Hasil belajar IPA meningkat apabila diatas 80% siswa memperoleh nilai diatas KKM. Standar KKM yang digunakan adalah 70.
Tabel 3.12
Kriteria Ketuntasan Minimal
Kriteria Ketuntasan Kualifikasi
Nilai ≥ 70 Tuntas
67 3.12 Teknik Analisis Data
Dalam penelitian ini, peneliti menganalisis data instrumen tes dengan menggunakan teknik analisis deskriptif untuk membandingkan nilai tes kondisi awal, nilai tes setelah siklus I dan nilai tes siklus II dan berdasarkan jumlah siswa yang tuntas dan belum tuntas. Data yang diolah dengan analisis deskriptif adalah data dari nilai yang diperoleh pada nilai tes kondisi awal, nilai setelah siklus I dan siklus II setelah menggunakan metode pembelajaran Jigsaw bantuan media komik. Data hasil tes dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Nilai = 𝛴 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑗𝑎𝑤𝑎𝑏𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟