1
STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN AKTIFITAS SISWA PADA
PEMBELAJARAN IPS TERPADU DI KELAS VII 2 SMP NEGERI 1 PAINAN
Yuli Ronanda1, Liza Husnita2, Zulfa2 1
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP PGRI Sumatera Barat 2
Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP PGRI Sumatera Barat [email protected]
ABSTRACK
This research is based on the problems of Teachers who do not always use active strategies in IPS learning in SMP Negeri 1 Painan. This research, on the basis of the problem, this research is focused on teacher strategy in developing student activity on Integrated IPS learning, as seen based on teacher strategy to student activity. Based on these problems, the type of research used in this study is descriptive qualitative, to test the validity of data authors using data triangulation. Data analysis techniques in this study using techniques and data collection tools proposed by Maleong, which consists of observation, interviews, documentation. The data obtained is processed by using the technique of examining the validity of data obtained, by collecting data based on observations by the author directly in SMP Negeri 1 Painan, and interviewing the history teacher as much as 1 person, interviewing the vice curriculum, interviewing the students / i as much as 2 people, and do documentation to the data. The author sees IPS teachers in teaching using various strategies in developing student activities such as reading activity, this activity is seen during teacher's strategy in developing reading, observing, and experimenting activities. Discussion activities, this activity is seen when teachers develop activities to express opinions, formulate problems, ask questions, advise, and express opinions. Hearing activity, this activity is seen when teachers develop speech listening and discussion activities. Writing activity, seen at the time of the teacher in developing the activities of story writing, report writing, and copying material.
Keywords Strategis, Aktifities, Studi PENDAHULUAN
Pendidikan adalah segala pengaruh yang diupayakan sekolah terhadap anak dan remaja yang
diserahkan kepadanya agar
mempunyai kemampuan yang
sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubungan-hubungan dan
tugas-tugas sosial mereka.
Pendidikan nasional berfugsi
mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam
rangka mencerdaskan kehidupan
bangsa, bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang
2 Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan
menjadi warga Negara yang
demokratis serta bertanggung jawab. Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan, di kelas VII. 2 SMP Negeri 1 Painan guru sudah melakukan berbagai strategi dan variasi dalam belajar, tapi masih banyaknya siswa yang belum semangat dalam belajar
contohnya banyaknya siswa
mengantuk dalam belajar, berbicara
pada saat guru menerangkan.
Banyaknya murid yang masih belum semangat dalam belajar, dikarenakan guru yang mengajar di kelas VII. 2 tersebut masih menggunakan strategi yang lama. Di SMP Negeri 1 Painan terdapat 2 kelas unggul yaitu kelas VII. 1 dan kelas VII. 2. Peneliti mengambil kelas VII.2 untuk diteliti karena guru yang mengajar masih monoton dan masih menggunakan
strategi lama. Untuk membuat
peserta didik lebih semangat untuk belajar, maka guru tersebut lebih melakukan lagi berbagai macam
strategi dan berbagai macam
pendekatan yang dapat dilakukan oleh guru guna untuk menunjang tujuan pengajaran seperti strategi
mengajar pendekatan kelompok, dan strategi belajar-mengajar individual. Sehubungan dengan penjelasan di atas, bahwa strategi sangat penting
dalam mengembangkan aktifitas
belajar siswa dan dapat
meningkatkan motivasi belajar siswa.
Terwujudnya tujuan pendidikan
tergantung pada strategi yang
dilakukan oleh guru. Maka peneliti mengambil judul “Strategi Guru
dalam Mengembangkan Aktifitas
Siswa pada Mata Pelajaran IPS Kelas VII 2 di SMP Negeri 1 Painan”.
METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif yang berupa kata – kata tertulis atau lisan dari orang dan perilaku yang dapatdiamati. Penelitian kualitatif juga merupakan suatu pendekatan
induktif untuk penyusunan
pengetahuan yang menggunakan
riset dan menekankan subjektifits serta arti pengalaman bagi individu (Brockoop, Marie T, Hastings – Tolsma, 2000). Menurut Sugiyono (2014: 62), teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling
3 strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah
mendapatkan data. Tanpa
mengetahui teknik pengumpulan
data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan. Pada beberapa responden peneliti telah
melakukan wawancara sejak
pertemuan pertaman saat penelitian
karena peneliti sudah saling
mengenal dan kontrak sudah
dilakukan sejak studi pendahuluan. Setelah terlebih dahulu informent consent, dan beberapa responden
yang lain pertemuan pertama
digunakan untuk membina hubungan saling percaya. Hal ini dilakukan dengan cara perkenalan dalam suasan rileks, memberikan informed consent
dan menyepakati kontrak.
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1) Data primer, yaitu data yang langsung diperoleh dari sampel yang diteliti. Dalam hal ini data primer berupa nilai hasil belajar Dasar Kompetensi siswa yang
diperoleh langsung oleh
penelitian dari tes akhir siswa pada kelas sampel.
2) Data sekunder berupa nilai ujian
tengah semester Dasar
Kompetensi kelas VII 2 semester 1 tahun pelajaran 2016/2017.
Sumber data pada penelitian ini adalah data primer diperoleh dari hasil belajar siswa dan data sekunder diperoleh dari guru bidang studi IPS SMP Negeri 1 Painan.
Teknis pengumpulan data terbagi atas 3 bagian, yaitu:
a. Observasi
Observasii sering kali
diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada subyek penelitian. Teknik observasi sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik
hendaknya dilakukan pada
subyek yang secara aktif
mereaksi terhadap obyek.
Pada dasarnya teknik
observasi digunakan untuk
melihat dan mengamati
perubahan fenomena–fenomena
social yang tumbuh dan
berkembang yang kemudian
dapat dilakukan perubahan atas penilaian tersebut, bagi pelaksana
4 observaser untuk melihat obyek
moment tertentu, sehingga
mampu memisahkan antara yang diperlukan dengan yang tidak
diperlukan. (Margono,
2007:159).
b. Wawancara
Menurut Sugiyono (2014:
72), wawancara merupakan
pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga
dapat dikontruksikan makna
dalam suatu topik tertentu. c. Studi Dokumentasi
Studi dokumentasi
merupakan suatu metode atau teknik yang digunakan dalam penelitian kualitatif untuk
mengungkapkan, mencari
berbagai informasi dari sumber-sumber yang berkaitan dengan masalah penelitian. Menurut
Sugiyono (2014: 82)
dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan,
gambar, atau karya-karya
monumental dari seorang. Studi
dokumentasi merupakan
pelengkap dari penggunaan
metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil pengamatan, guru IPS kelas VII 2 melakukan
pesiapan sebelum memulai
pembelajaran dengan cara yang biasanya dilakukan, seperti yang ada
dalam Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP), guru
menyampaikan tujuan
pembelajarannya, guru
mempersiapkan media pembelajaran, guru mempersiapkan seting kelas
untuk pembelajaran, dan guru
mempersiapkan secara fisik maupun mental. Guru selalu melakukan starategi yang menurutnya sangat bisa untuk membuat siswa tidak merasa jenuh belajar. Berdasarkan hasil penelitian, dalam pelaksanaan
pembelajaran guru berusaha
melakukan strategi-strategi yang bisa memotivasi siswa dalam belajar.
Guru melakukan teknik-teknik
tertentu sehingga jelas dan mudah
dipahami siswa. Strategi yang
digunakan guru yaitu inquiry dan
ekspositori, yang menunjukkan
pemahaman yang sangat beragam dari salah satu guru yang menjadi
5 obyek penelitian ini. Kurikulum yang
dipakai guru IPS dalam
pembelajaran, yaitu kurikulum 2013.
Dalam kurikulum 2013,
pembelajaran scientific dikenal
adanya kegiatan mengamati,
menanya, menalar, mengasosiasi dan
mengkomunikasikan (membangun
jejaring sosial), kesimpulannya
bahwa dalam pembelajaran
kurikulum 2013 ini guru tidak
langsung menjelaskan materi
pelajaran kepada siswa tetapi
memancing siswa untuk menggali dengan cara mengamati dan siswa disuruh untuk membaca terlebih dahulu bahan materi yang dipelajari, guru menanyakan point-point materi yang ingin dibahas, siswa dibagi beberapa kelompok diskusi atau disuruh menggali materi bersama teman-teman, tukar pikiran dan siswa mempresantasikan materi tersebut ke
depan kelas, guru meluruskan
jawaban dan mulai membuat
penjelasan singkat dan
menyimpulkan hasil diskusi siswa yang mempresentasikan tersebut.
Kemudian guru dan siswa
menugaskan siswa membentuk
jejaring sosial sehingga pembelajaran
kelihatan aktif dan guru tidak terlalu
capek karena hanya sekedar
menyimpulkan dan tanya jawab kepada siswa.
Aktifitas membaca dan
percobaan, pada activitas ini terlihat
guru berusaha untuk
mengembangkan aktifitas siswa
dalam membaca, memperhatikan gambar, dan percobaan terhadap
materi yang sedang dibahas.
Aktifitas disuksi, pada aktivitas ini
terlihat guru berusaha untuk
mengembangkan aktifitas siswa
dalam menyatakan pendapat,
merumuskan masalah, bertanya
tentang materi yang sedang
dijelaskan, memberikan saran
terhadap diskusi, dan mengeluarkan pendapat terhadap diskusi yang
sedang berjalan dalam proses
pembelajaran. Aktifitas mendengar, pada aktivitas ini terlihat guru
berusaha untuk mengembangkan
aktifitas siswa dalam mendengarkan percakapan dalam diskusi. Aktifitas menulis, dalam aktifitas ini terlihat
guru dalam mengembangkan
aktifitas siswa dalam menulis cerita, membuat karangan, laporan, dan
6 dijelaskan guru. Aktifitas percobaan, pada aktifitas ini terlihat guru dalam
mengembangkan aktifitas siswa
dalam melakukan percobaan,
membuat konstruksi dan bermain didalam kelas. Aktifitas pemikiran, pada aktifitas ini terlihat guru dalam
mengembangkan aktifitas siswa
dalam menanggapi pendapat dalam diskusi, mengingat pembelajaran sebelumnya, memecahkan soal, dan menganalisis masalah. Aktifitas
emotional, pada aktifitas ini terlihat gurr dalam mengembangkan aktifitas dalam menaruh minat, merasa bosan
dalam pembelajaran, gembira,
bersemangat, bergairah, berani,
tenang, dan gugup dalam
pembelajaran. KESIMPULAN
1. Guru IPS yang mengajar di kelas
VII agar lebih banyak
menggunakan media dalam
proses pembelajaran, karena media sangat mendukung untuk memotivasi siswa dalam belajar. 2. Kepada Kepala SMP Negeri 1
Painan, agar lebih menyiapkan
lagi sarana dan prasarana
pembelajaran serta media
pembelajaran seperti infokus.
Karena itu sangat dibutuhkan dalam meningkatkan strategi guru dalam mengajar.
DAFTAR PUSTAKA 1. Buku
Abu Ahmadi, Widodo Supriyono. 2004. Psikologi Belajar. Jakarta. Rineka Cipta.
Afrizal. 2014. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada
Burhan Bungin. 2012. Metode
Penelitian Kualitatif. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada
Gunawan, Rudy. 2011. Pendidikan IPS Filosofi, Konsep dan Aplikasi. Bandung: Alfabeta. Haris Herdiansyah. 2012.
Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta. Salemba Humanika
Lexi Moleong. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung. PT Raja Grafindo Persada Lexi Moleong. 2008. Metodologi
Penelitian Kualitatif. Bandung. Remaja Rosdakarya
Martinis Yamin,. 2007.
Profesionalisasi Guru & Implementasi KTSP. Jakarta: Gaung Persada Press
Moh. Nazir. 2009. Metode Penelitian. Jakarta. Ghalia Indonesia.
Nunuk Suryani. 2012. Strategi Belajar Mengajar. Yogyakarta. Penerbit Ombak
Oemar Hamalik. 2014. Proses
Belajar Mengajar. Jakarta. Remaja Rosdakarya.
Sapriya. 2007. Konsep Dasar IPS.
7
Pendidikan Kewarganegaraan
Pendidikan Universitas
Indonesia.
Sardiman. 2006. Interaksi dan
Motivasi Belajar-Mengajar.
Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Slameto. 2013. Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhi. Jakarta. PT Rineka Cipta. Sudjana. 2013. Penilaian Hasil
Belajar Mengajar. Bandung Sugiyono. 2013. Metode Penelitian
Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung. Alfabeta
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kualitatif, dan R&D. Bandung. Alfabeta, CV
Wicaksono,Arief. (2013).
“Pendidikan IPS dan
Implementasi Kurikulum 2013
untuk mewujudkan generasi
emas” Seminar Nasional.
Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta.
2. Skripsi
Irwani. 2011. Upaya Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS kelas V dengan Menggunakan Media Gambar di SD No 16 Bukit
Siayah. Padang. STKIP PGRI
Sumatera Barat.
Silvi Oktavia. 2008. Upaya Motivasi Siswa dalam Pembelajaran IPS dengan Menggunakan Media Gambar seri Pada Siswa Kelas IV SDN 19 Air Tawar Barat
Padang. Padang. PGSD. FIP.
UNP.
Febi Darneli, 2015. Strategi Belajar Siswa Kelas X.I SMA Negeri 2 Bayang dalam Meningkatkan
Hasil Belajar Sejarah di
Kecematan Bayang Kabupaten
Pesisir Selatan. Padang. STKIP PGRI Sumatera Barat.
Betniwati, 2011. Upaya Peningkatan
Aktifitas Pembelajaran IPS
Materi Sejarah Siswa VII. 4
Dengan Menggunakan Peta
Konsep di SMP Negeri 4
Padang. Padang. STKIP PGRI
Sumatera Barat. 3. Jurnal
Zulmelia dan Zulfa, Metode
Discovery Learning pada mata kuliah Metode Penulisan Sosial di Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP PGRI Sumbar, Jurnal Pelangi. UP3M: STKIP PGRI Sumbar