• Tidak ada hasil yang ditemukan

RANGKUMAN MATERI KEPEMIMPINAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RANGKUMAN MATERI KEPEMIMPINAN"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

RANGKUMAN MATERI KEPEMIMPINAN

v Kepemimpinan : kemampuan untuk mempengaruhi orang lain guna mencapai tujuan organisasi.

Ø Kepemimpinan Tingkat 5

· Tingkat 1 : individu berkemampuan tinggi

Memberi sumbangan produktif lewat bakat, pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan klerja yang baik.

· Tingkat 2 : anggota tim aktif

Menyumbangkan kemampuan individu untuk mencapai tujuan tim dan bekerja dengan orang lain secara efektif dalam kelompok.

· Tingkat 3 : manajer andal

Mengorganisasikan manusia dan sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.

· Tingkat 4 : pemimpin efektif

Mempercepat komitmen dan pencapaian visi yang jelas dan menarik, serta mendorong standar kinerja yang lebih tinggi.

· Tingkat 5 : eksekutif tingkat 5

Membangnun kejayaan yang kekal lewat gabungan paradoksal kerendahan hati dan tekad professional.

Ø Kepemimpinan Interaktif

Kepemimpinan interaktif : Merupakan gaya kepemimpinan yang bercirikan sikap yang rendah hati, merangkul semua orang, dan membina hubungan.

v KARAKTER KEPEMIMPINAN

karakter kepemimpinan : merupakan ciri pribadi pemimpin yang menonjol seperti kecerdasan, kejujuran, kepercayaan diri, dan penampilan.

(2)

~ Perilaku berorientasi tugas ~ Perilaku berorientasi manusia · Penelitian Ohio State:

o Pertimbangan : jenis perilaku yang menggambarkan sejauh mana sang pemimpin memikirkan bawahan menghargai pikiran dan perasaan mereka serta membangun rasa saling percaya

o Struktur permulaan : kadar perilaku tugas yaitu sejauh mana sang pemimpin berorientasi tugas dan mengarahkan pekerjaan bawhannyauntuk mencapai tujuan.

· Penelitian Michigan :

o Pemimpin berorientasi pegawai : pemimpin yang menetapkan tujuan berkinerja tinggi dan menampilkan perilaku suportif terhadap bawahan mereka.

o Pemimpin berorientasi tugas : mereka yang cenderung lebih memperhatikan pemenuhan jadwal,penghematan biaya, dan efisiensi produksi daripada pencapaian tujuan dan kebutuhan manusiawi

· Kisi-kisi kepemimpinan : teori kepemimpinan dua dimensi yang mengukur perhatian pemimpin terhadap manusia dan produksi.

ü Pendekatan Kontingensi : model kepemimpinan yang menggambarkan hubungan antara gaya kepemimpinan dan situasi spesifik di sebuah organisasi.

· Teori situasional Hersey dan Blanchard : seorang pemimpin dapat menggunakan satu dari empat gaya kepemimpinan berdasarkan gabungan perilaku hubungan(perhatian kepada manusia),dan tugas(perhatian terhadap produksi).

§ Gaya menyuruh : perhatian besar terhadap tugas dan perhatian kecil terhadap manusia dan tugas.

§ Gaya menjual : perhatian besar terhadap manusia maupun tugas

§ Gaya berpartisipasi : gabungan perhatian besar terhadap manusia dan hubungan serta perhatian kecil

(3)

· Teori kontigensi fiedler : titik tolak teori ini adalah sejauh mana gaya pemimpin berorientasi tugas atau berorientasi hubungan(manusia)

v PENGGANTI KEPEMIMPINAN

· Pengganti : kepemimpinan menyebabkan gaya kepemimpinan tidak diperlukan lagi

· Pembatal : meniadakan gaya kepemimpinan dan mencegah pemimpinan menunjukan perilaku tertentu.

v KEPEMIMPINAN KARISMATIK DAN VISIONER

· Pemimpin Karismatik : mampu menginspirasi dan memotivasi orang untuk melakukan sesuatu melebihi kemampuannya, meski dihadapkan dengan halangan dan pengorbanan pribadi. Dampak yang biasanya muncul pada pemipin yang mempunyai sifat karismatik yakni :

o menyatakan visi mulia yang dirasakan oleh semua pegawai

o menampilkan kemampuan memahami dan berempati terhadap pengikut o memberdayakan dan memercayai bawahan untuk mencapai hasil · Kepemimpinan Transformasional & Transaksional

o Pemimpin transformasional : pemimpin yang dibedakan oleh kemampuan istimewa untuk memunculkan inovasi dan perubahan.

o Pemimpin transaksional : pemimpin yang memperjelas peran dan persyaratan tugas bawahan, memelopori struktur, memberikan imbalan yang sesuai, dan memahami bawahan. v KEPENGIKUTAN

· Pengikut terasing: pemikir kritis dan mandiri namun pasif

· Konformis :berpartisipasi aktif dalam hubungan dengan atasannya namun tidak menggunakan keahlian berpikir kritis.

· Orang bertahan pragmatis : memiliki semua sifat,tergantung gaya mana yang cocok disetiap situasi.

(4)

· Pengikut pasif : tidak menunjukan berpikir kritis dan mandiri maupun partisipasi aktif.

v KEKUASAAN DAN PENGARUH

§ Kekuasaan potensi untuk mempengaruhi perilaku orang lain

§ Pengaruh : dampak tindakan orang terhadap sikap,nilai,perilaku orang lain Sumber kekuasaan :

· Kekuasaan posisi :

o Kekuasan sah : kekuasaan yang muncul dari manajemen formal di organisasi dan kewenangan yang diberikan kepadanya

o Kekuasaan imbalan : berasal dari kewenangan untuk memberikan imbalan kepada orang lain o Kekuasaan hukuman : kewenangan untuk menghukum atau merekomendasikan hukuman. · Kekuasaan pribadi:

o Kekuasaan ahli : kekuasaan yang berasal dari pengetahuan atau keahlian khusus seorang tentang tugas yang sedang dikerjakan.

o Kekuasaan rujukan : karakteristik pribadi seseorang yang membuat orang lain memihak,menghormati,dan mengagumi hingga menirunya

Sumber kekuasaan lain:

· Upaya pribadi · Jejaring hubungan · informasi

Taktik Pengaruh Interpersonal :

· Gunakan persuasi yang rasional · Buat orang lain menyukai anda

(5)

· Andalkan aturan timbal balik · Bangun aliansi

· Bersikap tegas – minta apa yang anda inginkan · Manfaatkan kewenangan yang lebih tinggi

· Berikan imbalan atau perilaku yang anda inginkan

KEPEMIMPINAN

Kepemimpinan atau leadership adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang-orang lain agar bekerjasama sesuai dengan rencana demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan demikian kepemimpinan memegang peranan yang sangat penting dalam manajemen, bahkan dapat dinyatakan, kepemimpinan adalah inti darimanagemen.

Di dalam kenyataan, tidak semua orang yang menduduki jabatan pemimpin memiliki kemampuan untuk memimpin atau memiliki ‘kepemimpinan’, sebaliknya banyak orang yang memiliki bakat kepemimpinan tetapi tidak pernah mendapat kesempatan untuk menjadi pemimpin dalam arti yang sebenarnya. Sedang pengertian ‘kepala’menunjukan segi formal dari jabatan pemimpin saja, maksudnya secara yuridis-formal setiap orang dapat saja diangkat mengepalai sesuatu usaha atau bagian (berdasarkan surat keputusan atau surat pengangkatan), walaupun belum tentu orang yang bersangkutan mampu menggerakan mempengaruhi dan membimbing bawahannya serta (memimpin) memiliki kemampuan melaksanakan tugas-tugas untuk mencapai tujuan.

1. Jenis-jenis kepemimpinan

Sepanjang perjalanan sejarah manusia, selalu ditemui adanya pemimpin-pemimpin dalam berbagai bidang kegiatan yang pada dasarnya dapat digolongkan menjadi 4 jenis kepemimpinan:

1. Kepemimpinan di bidang rohaniah 2. Kepemimpinan di bidang politik 3. Kepemimpinan di bidang militer, dan 4. Kepemimpinan di bidang managerial

Adapun yang menjadi pokok dalam pembahasan masalah ini adalah jenis kepemimpinan yang terakhir atau kepemimpinan di bidang manajerial khususnya dalam kepemimpinan yang berada

dalam ruang lingkup bidang seni pertunjukan.

Kepemimpinan Managerial adalah kepemimpinan yang kegiatannya dilakukan berdasarkan efisiensi atau berdasarkan perhitungan real antara usaha yang dijalankan dengan hasil yang diharapkan. Cara-cara untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan tersebut adalah dengan menjalankan fungsi-fungsi manajemen seperti yang diuraikan sebelumnya.

(6)

2. Teori-teori Kepemimpinan

Ada 2 macam pendapat atau konsepsi tentang timbulnya kemampuan seseorang untuk menggerakan orang-orang lain dalam bekerja sama untuk mencapai tujuan.

- Teori Genetik (pembawaan sejak lahir)

Di masa lalu banyak orang percaya bahwa seseorang dapat menjadi pemimpin karena darah atau keturunan. Teori ini biasanya hidup di kalangan bangsawan. Lihat misalnya dalam ceritera pewayangan: Mahabarata, Ramayana, Panji, dan sejarah kerajaan – kerajaan hindu dan islam di Indonesia.

Dalam hal ini hanyalah keturunan raja saja yang dapat menggantikan kedudukan ayah atau orang tuanya untuk memerintah sebagai seorang pimpinan. Sebaliknya jika orang tuanya bukan atau tidak pernah menjadi pemimpin, anak-anaknya dipandang tidak akan mampu menjadi pemimpin.

Dalam alam demokrasi sekarang ini, teori ini banyak ditentang. - Teori Sosial

Teori sosial mengatakan bahwa kepemimpinan bukannya diperoleh berdasarkan keturunan, tetapi karena pengaruh situasi dan kondisi masyarakat. Dengan perkataan lain teori ini menyatakan bahwa semua orang dapat saja menjadi pemimpin asal memiliki bakat-bakat yang cukup dapat dikembangkan melalui pendidikan, pengalaman, dan latihan tergantung pula akan ada tidaknya kesempatan serta iklim yang memungkinkannya menjadi pemimpin. Teori sosial ini sekarang lebih banyak dipakai karena lebih sesuai dengan alam demokrasi dan tuntutan hak-hak asasi manusia.

3. Jalan Menjadi Pemimpin

Ada beberapa jalan bagi seseorang untuk menjadi pemimpin, diantaranya adalah: - Dengan jalan membentuk diri sendiri

Orang-orang yang memiliki kemampuan mencipta atau orang-orang yang kreatif dan memiliki prakarsa (inisiatif) yang tinggi dapat memupuk dan mengembangkan kemampuannya sehingga akhirnya akan dapat menciptakan suatu usaha yang dipimpinnya sendiri secara baik.

- Melalui pemilihan orang banyak

Biasanya hal ini terjadi di dalam organisasi-organisasi politik, serikat sekerja, organisasi kesenian, olahraga, dan sebagainya. Lazimnya pemimpin yang dipilih orang banyak ini bertugas dalam jangka waktu yang terbatas: dua tahun, tiga tahun, dan seterusnya.

(7)

Pada kantor-kantor pemerintah dan banyak kantor swasta, seseorang dapat menjadi pemimpin karena ditunjuk oleh orang lain yang lebih tinggi kedudukannya dalam instansi yang bersangkutan.

- Melalui kombinasi pemilihan dan penunjukan

Dalam hal ini ada dua macam cara yang dapat ditempuh:

1. Dari atasan ditunjuk beberapa calon pemimpin, dan kemudian para anggota memilih salah seorang dari calon-calon tersebut.

2. Para anggota memilih beberapa calon pemimpin, dan kemudian atasan memilih salah satu diantaranya.

4. Tipe dan Aspek Kepemimpinan Tipe-tipe kepemimpinan :

Berdasarkan sikap-sikap pemimpin dan dari cara mereka menjalankan kepemimpinan, dikenal adanya beberapa tipe kepemimpinan:

-Kepemimpinan Pribadi

Tipe kepemimpinan di mana pemimpin secara langsung mengadakan kontak dengan bawahan. Sehingga hasil kerja langsung diketahui oleh pimpinan tingkat atas yang juga menginginkan mengetahui segala hal sampai detail. Dalam hal ini mudah timbul kepemimpinan yang sentralistis yang kurang memperhatikan hirarki atau pendelegasian wewenang dan tanggung jawab. Akibatnya jika ada pekerjaan yang gagal, banyak pihak tidak mau ikut bertanggung jawab.

-Kepemimpinan Non-Pribadi

Tipe kepemimpinan di mana pimpinan tidak mengadakan kontak langsung dengan bawahan, melainkan melalui saluran jenjang hirarki yang sudah ada. Dengan demikian masing-masing bagian lebih merasa bertanggung jawab. Kelemahannya ada kemungkinan pekerjaan dan keputusan berjalan lambat, karena segala sesuatu harus diputuskan melalui tingkatan-tingkatan hirarki yang panjang.

Kepemimpinan Otoriter

Tipe kepemimpinan di mana pemimpin menganggap bahwa kepemimpinan adalah hak pribadinya sehingga ia tidak perlu berkonsultasi dengan orang lain dan tidak boleh ada orang lain yang turut campur. Kepemimpinan semacam ini sering dianggap berbahaya dan banyak mengandung resiko.

(8)

Tipe kepemimpinan di mana pemimpin selalu bersedia menerima dan menghargai saran-saran, pendapat, dan nasehat dari staf dan bawahan, melalui forum musyawarah untuk mencapai kata sepakat

-Kepemimpinan Kebapakan

Tipe kepemimpinan di mana pemimpin bertindak sebagai ayah kepada anak-anaknya: mendidik, mengasuh, mengajar, membimbing, dan menasehati. Pada dasarnya kepemimpinan semacam ini baik, tetapi kelemahannya tidak memberikan kesempatan kepada bawahan untuk tumbuh menjadi dewasa dan lebih bertanggung jawab.

-Kepemimpinan Karismatis

Tipe kepemimpinan di mana pemimpin memiliki daya tarik yang amat kuat. Seolah-olah dalam diri pemimpin tersebut terdapat kekuatan yang luar biasa, sehingga dalam waktu singkat dapat menggerakkan banyak pengikut. Termasuk pemimpin semacam ini misalnya: Gandhi, dan J.F.Kennedy. Kepemimpinan tipe ini adalah baik selama pemimpin berpegang teguh kepada moral yang tinggi dan hukum-hukum yang berlaku.

Aspek-aspek kepemimpinan

Pada umumnya dikenal 2 aspek kepemimpinan, yaitu aspek internal dan aspek eksternal yang sekaligus harus dimiliki oleh seorang pemimpin.

- Aspek internal, adalah pandangan seorang pemimpin ke arah masalah masalah ketata-lembagaan yang meliputi: keadaan, gerak tuntutan, dan tujuan organisasi yang dipimpinnya.

Dalam aspek ini harus diperhatikan bahwa :

1. Pandangan pemimpin terhadap organisasi harus menyeluruh.

2. Pengambilan keputusan harus dilakukan dengan cepat, tepat, dan tegas.

3. Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab kepada bawahan dilaksanakan dengan baik.

4. Hubungan dengan bawahan harus terbina baik sehingga mudah mendapatkan dukungan dan menggerakan mereka.

- Aspek eksternal atau aspek politik, adalah pandangan seorang pemimpin yang diarahkan ke luar organisasi untuk melihat perkembangan situasi masyarakat

(9)

Karena seorang pemimpin bertugas menggerakan orang-orang yang dipimpinnya, maka sudah barang tentu ia harus memiliki sifat-sifat yang lebih dari orang-orang yang dipimpinnya. Banyaknya sifat-sifat ideal yang dituntut bagi seorang pemimpin berbeda-beda menurut bidang kegiatan, jenis atau tipe kepemimpinan, tingkatan dan bahkan juga latar belakang budaya dan kebangsaan. Untuk memperoleh perbandingan yang luas berikut ini akan diuraikan sifat-sifat atau syarat-syarat kepemimpinan yang diajukan oleh beberapa ahli, pemuka masyarakat, dan bahkan berdasarkan tradisi masyarakat tertentu. Menurut Dr. Roeslan Abdulgani seorang pemimpin harus memiliki kelebihan dalam 3 hal dari orang-orang yang dipimpinnya :

-Kelebihan dalam bidang ratio.

Artinya seseorang pemimpin harus memiliki pengetahuan tentang tujuan dan asas organisasi yang dipimpinnya. Memiliki pengetahuan tentang cara-cara untuk menjalankan organisasi secara efisien. Dan dapat memberikan keyakinan kepada orang-orang yang dipimpin ke arah berhasilnya tujuan.

-Kelebihan dalam bidang rohaniah.

Artinya seorang pemimpin harus memiliki sifat-sifat yang memancarkan keluhuran budi, ketinggian moral, dan kesederhanaan watak.

-Kelebihan dalam bidang lahiriah/jasmaniah.

Artinya dengan kelebihan ketahanan jasmaniah ini seorang pemimpin akan mampu memberikan contoh semangat dan prestasi kerja sehari – hari yang baik terutama ditujukan kepada orang – orang yang dipimpinnya.

Terry menyebutkan adanya 3 buah syarat yang harus dipenuhi oleh seorang pemimpin yang baik, yaitu memiliki:

-Kekuatan atau energi

Seorang pemimpin harus memiliki kekuatan lahiriah dan rokhaniah sehingga mampu bekerja keras dan banyak berfikir untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.

-Penguasaan emosional

Seorang pemimpin harus dapat menguasai perasaannya dan tidak mudah marah dan putus asa.

-Pengetahuan mengenai hubungan kemanusiaan

Seorang pemimpin harus dapat mengadakan hubungan yang manusiawi dengan bawahannya dan orang-orang lain, sehingga mudah mendapatkan bantuan dalam setiap kesulitan yang dihadapinya. Adapun beberapa kecakapan/kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin antara lain :

(10)

1. Motivasi dan dorongan pribadi, yang akan mampu menimbulkan semangat, gairah, dan ketekunan dalam bekerja.

2. Kecakapan berkomunikasi: kemampuan menyampaikan ide, pendapat serta keinginan dengan baik kepada orang lain, serta dapat dengan mudah mengambil intisari pembicaraan.

3. Kecakapan mengajar pemimpin yang baik adalah guru yang mampu mengajar dan memberikan teladan dan petunjuk-petunjuk, menerangkan yang belum dengan gambaran jelas serta memperbaiki yang salah.

4. Kecakapan bergaul: dapat mengetahui sifat dan watak orang lain melalui pergaulan agar dengan mudah dapat memperoleh kesetiaan dan kepercayaan. Sebaiknya bawahan juga bersedia bekerja dengan senang hati dan sukarela untuk mencapai tujuan.

5. Kemampuan teknis kepemimpinan: mengetahui dengan jelas azas dan tujuan dari organisasi tersebut. Mampu merencanakan, mengorganisasi, mendelegasikan wewenang, mengambil keputusan, mengawasi, dan lain-lain untuk tercapainya tujuan. Seorang pemimpin harus menguasai baik kemampuan managerial maupun kemampuan teknis dalam bidang usaha yang dipimpinnya.

Dalam amanatnya mengenai masalah kepemimpinan berdasarkan falsafah Panca Sila, Jenderal Soeharto menyimpulkan beberapa sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin,

1. Ketuhanan Yang Maha Esa, yaitu kesadaran beragama dan beriman teguh 2. Hing ngarsa sung tulada, yaitu memberi suri-tauladan yang baik di hadapan

anak buah.

3. Hing madya mangun karsa, yaitu bergiat dan menggugah semangat di tengah-tengah masyarakat (anak buah).

4. Tut Wuri handayani, yaitu memberi pengaruh baik dan mendorong dari belakang kepada anak buah.

5. Waspada purba wisesa, yaitu mengawasi dan berani mengoreksi anak buah. 6. Ambeg parama arta, yaitu memilih dengan tepat mana yang harus

didahulukan.

7. Prasaja, yaitu bertingkah laku yang sederhana dan tidak berlebih-lebihan 8. Satya, yaitu sikap loyal timbal balik dari atasan terhadap bawahan, dari

(11)

9. Hemat, yaitu kesadaran dan kemampuan membatasi penggunaan dan pengeluaran segala sesuatu untuk keperluan yang benar-benar penting. 10. Sifat terbuka, yaitu kemauan, kerelaan, keikhlasan, dan keberanian untuk

mempertanggung jawabkan tindakan-tindakannya.

11. Penerusan, yaitu kemauan, kerelaan, dan keikhlasan untuk pada saatnya menyerahkan tugas dan tanggung jawab serta kedudukan kepada generasi muda guna diteruskannya.

TEKNIK PERSIDANGAN

1. JENIS PERSIDANGAN 1) Sidang Pleno :

a. Sidang Pleno diikuti oleh seluruh peserta dan peninjau Permusyawaratan b. Sidang Pleno dipimpin oleh Presidium Sidang

c. Sidang Pleno dipandu oleh Steering Committee

d. Sidang Pleno membahas dan memutuskan segala sesuatu yang berhubungan dengan Permusyawaratan

2). Sidang Paripurna :

a. Sidang Paripurna diikuti oleh seluruh peserta dan peninjau Permusyawaratan b. Sidang Paripurna dipimpin oleh Presidium Sidang

c Sidang Paripurna mengesahkan segala ketetapan dan keputusan yang berhubungan dengan Permusyawaratan

3). Sidang Komisi

a. Sidang Komisi diikuti oleh anggota masing-masing Komisi

b. Anggota masing-masing Komisi adalah peserta dan peninjau yang ditentukan oleh Sidang Pleno

c. Sidang Komisi dipimpin oleh seorang pimpinan dibantu seorang Sekretaris Sidang Komisi

d. Pimpinan Sidang Komisi dipilih dari dan oleh anggota Komisi dalam Komisi tersebut

(12)

e. Sidang Komisi membahas materi-materi yang menjadi tugas dari Komisi yang bersangkutan

3. ATURAN PERSONALIA SIDANG 1. Peserta

Hak peserta:

a. Hak Bicara, adalah untuk bertanya, mengeluarkan pendapat dan mengajukan usulan kepada pimpinan baik secara lisan maupun tertulis

b. Hak Suara, adalah hak untuk ikut ambil bagian dalam pengambilan keputusan c. Hak Memilih, adalah hak untuk menentukan pilihan dalam proses pemilihan

d. Hak Dipilih, adalah hak untuk dipilih dalam proses pemilihan Kewajiban peserta:

a. Mentaati tata tertib persidangan/permusyawaratan b. Menjaga ketenangan/harmonisasi persidangan 2. Peninjau

Hak Peninjau:

-. Hak Bicara, adalah untuk bertanya, mengeluarkan pendapat dan mengajukan usulan kepada pimpinan baik secara lisan maupun tertulis

Kewajiban Peninjau:

a. Mentaati tata tertib persidangan/permusyawaratan b. Menjaga ketenangan/harmonisasi persidangan 3. Presidium Sidang

a. Presidium Sidang dipilih dari dan oleh peserta Permusyawaratan melalui Sidang Pleno yang dipandu oleh Panitia Pengarah

b. Presidium Sidang bertugas untuk memimpin dan mengatur jalannya persidangan seperti aturan yang disepakati peserta

(13)

c. Presidium Sidang berkuasa untuk memimpin dan menjalankan tata tertib persidangan

4. ATURAN KETUKAN PALU dan kondisi-kondisi lain : 1 kali ketukan

a. Menerima dan menyerahkan pimpinan sidang.

b. Mengesahkan keputusan/kesepakatan peserta sidang poin perpoin (keputusan sementara).

c. Memberi peringatan kepada peserta sidang agar tidak gaduh.

d. Menskors dan mencabut kembali skorsing sidang yang waktunya tidak terlalu lama sehingga peserta sidang tidak perlu meninggalkan tempat sidang.

e. Mencabut kembali / membatalkan ketukan terdahulu yang dianggap keliru. 2 kali ketukan :

Untuk menskorsing atau mencabut skorsing dalam waktu yang cukup lama, misalnya istirahat, lobying, sembahyang,makan.

Skorsing ialah penundaan persidangan untuk sementara waktu.

Lobying ialah suatu bentuk kompromi dalam menyelesaikan perbedaan pendapat dalam pengambilan keputusan

3 kali ketukan :

a. Membuka/menutup sidang atau acara resmi. b. Mengesahkan keputusan final /akhir hasil sidang. Contoh kalimat yang dipakai oleh Presidium Sidang

1. Membuka sidang

“Dengan mengucap Bismilahirahmanirahim, sidang pleno I saya nyatakan dibuka. “ tok…….tok…….tok

(14)

“Dengan mengucap Alhamdulillahriabilalamin, sidang pleno I saya nyatakan ditutup.” Tok……..tok……..tok

3. Mengalihkan pimpinan sidang

“Dengan ini pimpinan sidang saya alihkan kepada pimpinan sidang berikutnya” tok.

4. Mengambil alih pimpinan sidang

“Dengan ini pimpinan sidang saya ambil alih “ tok 5. Menskorsing sidang

“Dengan ini sidang saya skorsing selama 15 menit” tok……….tok. 6. Mencabut skorsing

“Dengan ini skorsing 15 menit saya cabut dan saya nyatakan sidang dilanjutkan“ tok…….tok

.

7. Memberi peringatan kepada peserta sidang “Tok………. “Peserta sidang harap tenang !” Syarat-syarat Presidium Sidang :

a. Mempunyai sifat leadership, bijaksana dan bertanggung jawab b. Memiliki pengetahuan yang cukup tentang persidangan

c. Peka terhadap situasi dan cepat mengambil inisiatif dalam situasi kritis d. Mampu mengontrol emosi sehingga tidak terpengaruh kondisi persidangan Sikap Presidium Sidang :

a. Simpatik, menarik, tegas dan disiplin

b. Sopan dan hormat dalam kata dan perbuatan c. Adil, bijaksana dan menghargai pendapat peserta

(15)

4. QUORUM DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

1. Persidangan dinyatakan syah/quorum apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya ½ n + 1 dari peserta yang terdaftar pada Panitia (OC).

2. Setiap keputusan didasarkan atas musyawarah untuk mufakat, dan jika tidak berhasil diambil melalui suara terbanyak (½ + 1) dari peserta yang hadir di persidangan. 3. Bila dalam pengambilan keputusan melalui suara terbanyak terjadi suara seimbang,

maka dilakukan lobbying sebelum dilakukan pemungutan suara ulang 5. INTERUPSI

Ialah suatu bentuk selaan atau memotong pembicaraan dalam sidang karena adanya masukan yang perlu diperhatikan untuk pelaksanaan sidang tersebut.

Macam macam interupsi antara lain.

1. Interuption of order, Bentuk interupsi yang dilakukan untuk meminta penjelasan atau memberikan masukan yang berkaitan dengan jalannya persidangan. Mis. saat pembicaraan sudah melebar dari pokok masalah maka seseorang berhak mengajukan interuption of order agar persidangan dikembalikan lagi pada pokok masalahnya sehingga tidak melebar dan semakin bias.

2. Interruption of information, Bentuk interupsi berupa informasi yang perlu diperhatikan oleh seluruh peserta siding termasuk pimpinan sidang. Informasi bisa internal (mis. informasi atau data tentang topik yang dibahas) ataupun eksternal (mis. situasi kondisi di luar ruang sidang yang mungkin dapat berpengaruh terhadap jalannya persidangan). 3. Interruption of clarification, Bentuk interupsi dalam rangka meminta klarifikasi tentang

pernyataan peserta siding lainnya agar tidak terjadi penangkapan bias ketika seseorang memberikan tanggapan atau sebuah penegasan terhadap suatu pernyataan. 4. Interruption of explanation, Bentuk interupsi untuk menjelaskan suatu pernyataan yang

kita sampaikan agar tidak ditangkap keliru oleh peserta lain atau suatu pelurusan terhadap pernyataan kita.

5. Interruption of personal, Bentuk interupsi yang disampaikan bila pernyataan yang disampaikan oleh peserta lain sudah diluar pokok masalah dan cenderung menyerang secara pribadi.

Pelaksanaan Interupsi :

1. Interupsi dilakukan dengan mengangkat tangan terlebih dahulu, dan berbicara setelah mendapat ijin dari Presidium Sidang

(16)

2. Interupsi diatas interupsi hanya berlaku selama tidak menggangu persidangan

3. Apabila dalam persidangan, Presidium Sidang tidak mampu menguasai dan mengendalikan jalannya persidangan, maka Panitia Pengarah (SC) diberikan wewenang untuk mengambil alih jalannya persidangan, atas permintaan Presidium Sidang dan atau Peserta Sidang.

6. Tata Tertib

Tata tertib persidangan merupakan hasil kesepakatan seluruh peserta pada saat persidangan dengan memperhatikan aturan umum organisasi dan nilai-nilai universal dimasyarakat.

7. Sanksi-sanksi

Peserta yang tidak memenuhi persyaratan dan kewajiban yang ditentukan dalam tata tertib persidangan akan dikenakan sanksi dengan mempertimbangkan saran, dan usulan peserta.

6. TEKNIK RAPAT Pengertian :

Rapat mempunyai beberapa pengertian. Dalam pengertian yang luas rapat dapat menjadi sebuah permusyawaratan, yang melibatkan banyak peserta dan membahas banyak permasalahan penting. Sedangkan dalam pengertian yang lebih kecil, rapat dapat berupa diskusi yang hanya melibatkan beberapa peserta dengan pembahasan yang lebih sederhana. Dalam Sub bab ini hal-hal yang berkaitan dengan permusyawaratan tidak lagi diuraikan, dan lebih kepada rapat dalam pengertian umum/sederhana secara teknis. Jenis Rapat :

1. Rapat Anggota

2. Rapat Pengurus (Rapat Kerja,Rapat Koordinasi, Rapat Pimpinan,dsb). 3. Diskusi.

Fungsi Rapat

1. Penyampaian informasi 2. Pemecahan masalah 3. Mengidentifikasi masalah.

(17)

4. Menentukan alternatif. 5. Menguji alternatif. 6. Rapat implementasi. Prosedur Penyelenggaraan Rapat

1. Persiapan

a. Menyiapkan rencana. b. Menyiapkan agenda rapat. c. Menyiapkan kertas kerja.

d. Menyiapkan pembicara/peserta. e. waktu.

e. Pengambilan keputusan. f. Penutupan rapat.

2. Pelaporan dan Evaluasi a. Pelaporan

- Jelas, lengkap dan singkat.

- Pembuat laporan harus mengikuti rapat secara penuh.

- Isi : tanggal/jam, jumlah peserta, pembicara, pokok pembicaraan, keputusan. b. Evaluasi

- Dilakukan bersama panitia/pengurus.

- Yang dievaluasi adalah semua kegiatan rapat dari persiapan, pelaksanaan, dan hasil.

Yang berperan dalam Rapat 1. Pemimpin Rapat.

(18)

2. Peserta Rapat.

3. Undangan dan nara sumber. 4. Materi/bahan rapat.

5. Tata ruang dan tempat duduk. Persyaratan Pemimpin Rapat

1. Memiliki sikap, tingkah laku, karakter, dan penampilan yang baik. 2. Menguasai permasalahan, dapat mencari jalan keluar.

3. Memberi kepercayaan dan netral terhadap peserta. 4. Pandai menerapkan gaya kepemimpinan

Upaya mensukseskan Rapat

1. Penyelenggaraan yang efektif dan efisien. 2. Pemimpin Rapat harus :

a. Aktif, tegas, mampu membimbing, mengarahkan, dan mencegah pembicaraan yang menyimpang.

b. Diterima sebagai pemimpin, punya integritas dan konsekuen

c. Bicara jelas, tidak mendominasi, terbuka dan dapat menumbuhkan keberanian berbicara / mengemukakan pendapat.

3. Hal-hal lain yang perlu :

a. Peserta rapat jangan berdebat tentang hal-hal yang tidak relevan dengan agenda rapat.

b. Hindarkan adanya gangguan dari luar.

c. Jika ada pertanyaan seyogyanya tidak dijawab sendiri oleh pimpinan rapat. d. Rapat jangan buru-buru selesai dan juga terlalu lama.

(19)

1. Semua undangan/peserta hadir.

2. Prasarana dan sarana memenuhi kebutuhan rapat. 3. Peserta aktif dan banyak masukan.

4. Masalah yang dirapatkan dapat dipecahkan. 5. Sasaran yang direncanakan tercapai.

6. Keputusan rapat dapat dilaksanakan. 9. TEKNIK DISKUSI

Pengertian Diskusi

Diskusi adalah sebuah proses tukar menukar informasi, pendapat, dan unsur unsur pengalaman secara teratur dengan maksud untuk mendapatkan pengertian bersama yang lebih jelas, lebih teliti tentang sesuatu atau untuk mempersiapkan dan merampungkan kesimpulan/pernyataan/keputusan. Di dalam diskusi selalu muncul perdebatan. Debat ialah adu argumentasi, adu paham dan kemampuan persuasi untuk memenangkan pemikiran/paham seseorang.

Manfaat Diskusi

1. Ditinjau dari aspek kepemimpinan, salah satu cara yang baik untuk mengadakan komunikasi dan konsultasi

2. Ditinjau dari segi bahan yang dihadapi, dapat memperdalan wacana/ pengetahuan seseorang mengenai sesuatu.

Pola-Pola Diskusi 1. Prasaran

a. Penyajian bahan pokok oleh satu atau beberapa orang pembicara dengan prasaran tertulis (makalah, kertas kerja).

b. Tanggapan terhadap bahan pokok oleh pembicara lain (penyanggah / pembahas).

c. Tanggapan peserta diskusi (forum) terhadap bahan pokok. 2. Ceramah

(20)

a. Seorang / lebih penceramah menguraikan bahan pokok.

b. Tanggapan, sanggahan atau pertanyaan dari forum untuk meminta penjelasan yang lebih teliti.

3. Diskusi Panel

a. Bahan pokok disajikan oleh beberapa panelis. Panelis meninjau masalah dari segi tertentu.

b. Tanggapan, sanggahan atau pertanyaan forum untuk meminta penjelasan dari panelis.

4. Brainstorming

a. .Bahan pokok yang dipersiapkan ditawarkan kepada peserta diskusi oleh pimpinan.

b. Tiap peserta diminta pendapat dan gagasannya. Sebanyak mungkin orang diajak bicara dan setiap ide dicatat.

e. Berbagai ide disimpulkan dan ditarik benang merahnya. Kesimpulan ini kemudian dijadikan kerangkan pembicaraan dan pembahasan lebih lanjut. Persyaratan Diskusi

1. Berkomunikasi dalam kelompok dengan catatan : a.Tata tertib tidak ketat.

b.Setiap orang diberi kesempatan berbicara. c.Kesediaan untuk berkompromi.

2. Bagi peserta diskusi :

a.Pengertian yang menyeluruh tentang pokok pembicaraan. b.Sanggup berpikir bebas dan lugas.

c.Pandai mendengar, menjabarkan dan menganalisa. d.Mau menerima pendapat orang lain yang benar.

(21)

3. Bagi pemimpin diskusi :

a.Sikap hati-hati,cerdas,tanggap. b.Pandai menyimpulkan.

c.Sikap tidak memihak.

URAIAN MATERI KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN ORGANISASI Kepemimpinan

Kepemimpinan (leadership) telah didefinisikan dengan berbagai cara yang berbeda oleh berbagai orang yang berbeda pula. Menurut Stoner, Kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatan-kegiatan dari sekelompok anggota yang saling berhubungan tugasnya.

Ada tiga implikasi penting dari definisi tersebut :

Pertama, Kepemimpinan menyangkut orang lain – bawahan atau pengikut. Kesediaan mereka untuk menerima pengarahan dari pemimpin, para anggota kelompok membantu menentukan status / kedudukan pemimpin dan membuat proses kepemimpinan dapat berjalan. Tanpa bawahan, semua kualitas kepemimpinan seorang mmanajer akan menjadi tidak relevan.

Kedua, Kepemimpinan menyangkut suatu pembagian kekuasaan yang tidak seimbang diantara para pemimpin dan anggota kelompok. Para pemimpin mempunyai wewenang untuk mengarahkan berbagai kegiatan para anggota kelompok, tetapi para anggota kelompok tidak dapat mengarahkan kegiatankegiatan pemimpin secara langsung, meskip[un dapat juga melalui sejumlah cara secara tidak langsung.

Ketiga, Selain dapat memberikan pengarahan kepada para bawahan atau pengikut, pemimpin dapat juga mempergunakan pengaruh. Dengan kata lain, para pemimpin tidak hanya dapat memerintah bawahan apa yang harus dilakukan tetapi juga dapat mempengaruhi bagaimana bawahan melaksanakan perintahnya. Sebagai contoh, seorang manajer dapat mengarahkan seorang bawahan untuk melaksanakan suatu tugas tertentu, tetapi dia dapat juga mempengaruhi bawahan dalam menentukan cara bagaimana tugas itu

dilaksanakan dengan tepat.

Kepemimpinan adalah bagian penting manajemn, tetap tidak sama dengan manajemen. Kepemimpinan merupakan kemampuan yang dipunyai seseorang untuk mempengaruhi orang-orang lain agar bekerja mencapai tujuan dan sasaran. Manajemen mencakup kepemimpinan, tetapi juga mencakup fungsifungsi lain seperti perencanaan, pengorganisasian dan pengawasan. Tujuan Kepemimpinan

Nampaknya sukar dibedakan antara tujuan dan fungsi kepemimpinan, lebih-lebih kalau dikaji secara praktis kedua-duanya mempunyai maksud yang sama dalam menyukseskan proses kepemimpinan namun secara definitif kita dapat menganalisanya secara berbeda. Tujuan kepemimpinan merupakan kerangka ideal / filosofis yang dapat memberikan pedoman bagi setiap kegiatan pemimpin, sekaligus menjadi patokan yang harus dicapai. Sehingga tujuan kepemimpinan agar setiap kegiatan yang dilaksanakan dapat mencapai tujuan yang inginkan secara efektif dan efisien.

(22)

Fungsi kepemimpinan

Agar kelompok berjalan dengan efektif, seseorang harus melaksanakan dua fungsi utama ; (1) fungsi-fungsi yang berhubungan dengan tugas (“task-related”) atau pemecahan masalah, dan (2) fungsi-fungsi pemeliharaan kelompok (“group-maintenance”) atau sosial. Fungsi pertama menyangkut pemberian saran penyelesaian, informasi dan pendapat. Fungsi kedua mencakup segala sesuatu yang dapat membantu kelompok berjalan lebih lancar- persetujuan dengan kelompok lain, pnengahan perberdaan pendapat, dan sebagainya.

Manajemen dan Organisasi 1) Manajemen

Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya – sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Atau lebih jelasnya manajemen dapat didefinisikan sebagai bekerja dengan orang-orang untuk menentuakn, menginterpretasikan, dan pengorganisasian (organizing), penyusunan personalia atau kepegawaian (staffing), pengarahan dan kepemimpinan (leading), dan pengawasan (controlling).

Pola Umum Manajemen

 Manajemen pada dasarnya adalah alat atau sarana daripada administrasi;

 Sebagai alat administrasi fungsi manajemen adalah menggerakkan unsur statik daripada

administrasi yaitu organisasi ;

 Dalam fungsinya menggerakkan organisasi, manajemen merupakan suatu proses dinamika yang

meliputi fungsi planning, organizing, actuating dan lain-lain ;

 Proses manajemen selalu diarahkan untuk mencapai suatu tujuan tertentu ;

 Dalam mencapai tujuan tersebut manajer sebagai pelaksana manajemen menggunakan berbagai

unsur yang tersedia dalam organisasi ;

 Penggunaan unsur-unsur manajemen tersebut selalu dilaksanakan dengan seefisien mungkin

berdasarkan prinsip-prinsip manajemen.

2) Organisasi

Menurut Chester Bernard, Organisasi adalah sistem kegiatan kerjasama (cooperative activities) dari dua orang atau lebih.

Menurut Dwight Waldo, Organisasi adalah struktur antar hubngan pribadi yang berdasarkan atas wewenang formal dan kebiasaan-kebiasaan di dalam suatu system adminstrasi.

Menurut G.R. Terry, Organisasi adalah berasal dari kata organism yaitu suatu struktur dengan bagian-bagian yang demikian dintegrasi hingga hubungan mereka satu sama lain dipengaruhi oleh hubungan mereka dengan keseluruhan orang terdiri dua bagian pokok yaitu bagian-bagian dan hubungan-hubungan.

Jadi Organisasi adalah wadah serta proses kerjasama sejumlah manusia yang terkait dalam hubungan formal dalam rangkaian hirarki untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

(23)

 Bahwa organisasi bukanlah tujuan, mulainkan hanya alat untuk mencapai tujuan atau alat untuk

melaksanakan tugas pokok. Berhubungan dengan itu susunan organisasi haruslah selalu disesuaikan dengan perkembangan tujuan atau perkembangan tugas pokok.

 Organisasi adalah wadah serta proses kerjasama sejumlah manusia yang terikat dalam hubungan

formal.

 Dalam organisasi selalu terdapat rangkaian hirarki, artinya dalam suatu organisasi selalu

terdapat apa yang dinamakan atasan dan apa yang dinamakan bawahan. Fungsi-Fungsi Organisasi :

 Mengatur tugas dan kegiatan kerjasama sebaik-baiknya ;

 Mencegah kelambatan-kelambatan kerja serta kesulitan yang dihadapi ;

 Mencegah kesimpangan kerja ;

 Menentukan pedoman-pedoman kerja.

Keuntungan-keuntungan Organisasi :

Organisasi yang baik memberikan keuntungan sebagai berikut :  Setiap orang akan mengerti tugasnya masing-masing ;

 Memperjelas hubungan kerja para anggota organisasi ;

 Terdapat koordinasi yang tepat antar unit kerja ;

 Menggunakan tenaga kerja sesuai dengan kemampuan dan minat ;

 Agar kegiatan administrasi dan manajemen dapat dilakuakn secara efektif dan efisien.

Unsur-unsur Organisasi :

Pada hakikatnya organisasi terbentuk dari sekelompok orang, kerjasama dan tujuan bersama.

KHARAKTERISTIK KEPEMIMPINAN Sifat-Sifat Rasul sebagai Etos Kerja

Dalam Islam kepemimpinan adalah bagian dari kepribadian Islam, sabda Rasulullah Saw. “ Setiap orang dari kamu adalah pemimpin dan kamu bertanggngjawab terhadap kepemimpinan itu” (Shahih Bukhari & Muslim)

Setiap manusia pasti memerankan suatu kepemimpinan. Hadis Rasulullah mengatakan, “ Setiap anda adalah pengasuh dan bertanggungjawab terhadap rakyatnya. Pemimpin adalah pengasuh dan bertanggungjawab terhadap rakyat. Laki-laki adalah pengasuh dikeluarganya dan bertanggungjawab terhadap asuhannya. Wanita adalah pengasuh di rumah suaminya dan bertanggungjawab pada asuhannya, pembantu adalah pengasuh harta majikannya dan bertanggungjawab pada asuhannya”. (H.R. Imam Bukhari & Muslim).

Dimensi Moral Kepemimpinan

Akhlak seorang m,uslim adalah tidak mengejar kepemimpinan untuk dirinya. Tidak merebut kepemimpinan dari orang yang layak memiliki kepemimpinan itu. Apabila diberi tanggungjawab kepemimpinan, sementara dia lemah dan sanggup memikul, hendaknya dia menolak tanggungjawab itu. Kecuali, pabila dia yang harus memegangnya maka dia wajib melaksanakannya. Bila menghindar berarti berdosa, dan bila dia melaksanakan kewajiban itu dia mendapat pahala. Nash-nash berikut ini menjelaskan hal tersebut di atas :

(24)

 Jangan meminta dan jangan memberikan amanah kepada orang yang berambisi / meminta

dijadikan pemimpin.

Dari Abu Hurairah, rasulullah Saw bersabda “ Sesungguhnya kalian akan berambisi memperoleh kepemimpinan dan itu akan menjadi penyesalan nanti pada hari kiamat. Alangkahnya bahagianya orang yang terus menyusui (melaksanakan tugasnya) dan alangkah buruknya orang yang menyapinya (melalaikan tugasnya) “ (H.R Bukhari & Nasai)

 Jangan menolak bila diberi amanah / kepercayaan

Dari Abu Dzar katanya “Aku masuk menemui Nabi bersama-sama dengan dua orang anak, pamanku, satu diantaranya” Wahai Abu Dzar Sesungguhnya kammu lemah dan tugas itu amanah dan (dapat mengakibatkan) kehinaan dan penyesalan pada hari kiamat. Kecuali bagi orang yang mengambil dengan benar dan melaksanakan amanah yang diberikan kepada” (H.R. Muslim)

Kepemimpinan yang Efektif

 Menciptakan wawasan untuk masa depan dengan mempertimbangkan kepentingan jangka

panjang organisasi.

 Mengembangkan strategi yang rasional untuk menuju ke arah wawasan tersebut.

 Memperoleh dukungan dari pusat kekuasaan dan seluruh anggota.

 Memberi motivasi yang kuat kepada kelompok inti dan seluruh anggota untuk mencpai tujuan

organisasi.

Ciri-ciri Pemimpin Islam

 Setia ; pemimpin dan orang yang dipimpinnya terkait kesetiaan kepada Allah

 Tujuan Islam secara menyeluruh

 Berpegang pada syariat dan Akhlak Islam

 Pengemban amanat / bertanggungjawab.

Prinsip Dasar Operasional Kepemimpinan Islam

 Musyawarah

 Adil

 Kebebasan berfikir

Karakter Kepemimpinan Islam

 Tahu kemana harus diarahkan, kuasai waktu dan jangan biarkan waktu mengontrol anda dengan

menjadikan setiap saat bekerja untuk Islam.

 Mengarah pada hasil yang kongkrit, memusatkan perhatian diri pada hasil, ketimbang pada

pekerjaannya itu sendiri.

 Membangun kekuatan bukan kelemahan, termasuk diri anda dan para sahabat anda, akui

kelebihan orang lain tanpa merasa kedudukan anda terancam.

 Memusatkan perhatian pada beberapa bidang utama, dimana kerja keras secara terus menerus

yang akan memberikan hasil yang cemerlang.

 Bertawakal kepada Allah dengan meletakkan cita-cita yang tinggi, jangan batasi diri anda pada

persoalan yang mudah dan aman.

Sifat “mutu” yang harus dimiliki pemimpin  Akhlak yang baik

(25)

 Memiliki daya imajinasi

 Berfikir menurut fungsinya

 Mampu bersikap adil kepada semua

 Memiliki banyak minat

 Bersikap sebagai pendidik

 Memiliki emosional yang matang

 Bersikap sebagai perencana

 Mampu menghormati diri dan orang lain

 Teguh, tegas, mampu mengorganisir dengan rapi

 Bersemangat, energik, bersifat sebagai pelatih

 Ekspresif (berbicara dan menulis)

 Logis, berpikir selalu tajam dan selalu siap

 Bertanggungjawab, kreatif dan pekerja keras

 Setia kepada semua kepentingan Tipe-tipe Kepemimpinan

Dilihat bagaimana pemimpin itu menggunakan kekuasaannya, ditentukan tiga buah tipe dasar, yakni :

1) Tipe Otoriter (autocratic)

Pemimpin yang bertipe demikian dipandang sebagai orang yang memberikan perintah dan mengharapkan pelaksanaannya secara dogmatis dan selalu positif. Dengan segala kemampuannya, ia berusaha menakut-nakuti bawahannya dengan jalan memberikan hukuman tertentu bagi yang berbuat negatif, dan hadiah untuk seorang bawahan yang bekerja dengan baik (correct).

2) Tipe Demokratis atau Partisifasi

Pemimpin demikian mengadakan konsultasi dengan para bawahannya mengenai tindakan-tindakan dan keputusan-keputusan yang diusulkan / dikehendaki oleh pimpinan serta berusaha memberikan dorongan untuk turut serta aktif melaksanakan semua keputusan dan kegiatan-kegiatan yang telah ditetapkan itu.

3) Sedang pada tipe yang terakhir,

Pemimpin sangat sedikit menggunakan kekuatannya, bahkan memberikan suatu tingkatan kebebasan yang tinggi terhadap para bawahannya atau bersifat “Free rein” (Laissez Faire) di dalam segal tindakan mereka. Pemimpin demikian biasanya mempunyai ketergantungan yang besar pada anggota kelompok untuk menetapkan tujuan-tujuan dan alat-alat / cara mencapainya. Mereka (para pemimpin „ laissez faire‟) menganggap bahwa peranan meraka sebenarnya sebagai orang yang berusaha memberikan kemudahan (fasilitas) kerja para pengikut, umpama dengan jalan menyampikan informasi kepada orang-orang yang dipimpinnya, serta sebagai penghubung dengan lingkungan yang ada di luar kelompok.

Unsur-unsur Manajemen

Unsur dasar yang merupakan sumber yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan dalam manajemen adalah :

 Man (manusia)

 Material (bahan)

 Machine (mesin / alat)

(26)

 Money (uang)

 Market (pasar)

Unsur Manusia dalam Manajemen

Manusia salah satu dari unsur manajemen yang merupakan motor penggerak bagi sumber-sumbe dan lat-alat baik yang bersifat “ Human Resources “ maupun “Non Human Resources” dalam suatu organisasi.

Tingkatan Manajemen

Manajemen dalam organisasi, Pemimpin (manajer) dapat dibedakan menurut tingkatan dan jenis pekerjaannya, yakni :

1) Menurut tingkatannya (hierarchie), pimpinan dalam organisasi dapat dikelompokkan sebagai

berikut :

 Manajemen Puncak (Top Management)

 Manajemen Media (Middle Management)

 Manajemen Rendah (Lower Management)

2) Apabila dilihat dari Pembagian Kerjanya,. Yaitu antara kerja “pikir” dan kerja “fisik”, dapat

dikelompokkan sebagai berikut :

a) Admistrative Management, pada tingkat “Top Management

b) Middle Management, pada tingkat “Pimpinan Menengah”

c) Supervisory Management, ada di tingkat “Paling Bawah”

Pada tingkatan Admistrative Pemimpin lebih banyak menggunakan kerja pikir daripada kerja fisik dalam memipin organisasinya, misalnya menentukan tujuan organisasi, perumuan kebijakan, penggerakkan kelompok pimpinan pada tingkat lebih rendah dan memikirkan hal-hal yang sifatnya lebih menyeluruh. Untuk itu “Manajerial Skill” lebih dibutuhkan.

Pada tingkat Middle Management, dalam tugas kegiatannya sehari-hari antara kegiatan pikir dan fisik hampir sepadan ; kedua-duanya dilaksanakan hampir serentak dan bersama-sama. Sebaliknya pada tingkat Supervisory Management, dalam tugasnya sehari-hari pimpinan lebih banyak mempergunakan kerja fisik dari pada kerja pikir. Untuk itu ia lebih banyak membutuhkan “technical Skills” daripada “Managerial Skills”.

ORGANISASI SEBAGAI ALAT PERJUANGAN

Ada berbagai macam tipe organisasi, yang umum dikenal yakni : a. Bentuk Lini

Yang pertama ini sering pula dinamakan :bentuk lurus”, “bentuk jalur” dan “bentuk militer”. Bentuk lini ini mula-mula diperkenalkan oleh seorang ahli adminstrasi berkebangsaan Perancis, Henry Fayol. Bentuk lini dipandang sebagai bentuk yang paling tua dan dipergunakan secara luas pada masa perkembangan industri pertama. Organisasi ini banyak dipergunakan di lingkungan militer dan perusahaan-perusahaan kecil.

Ciri-cirinya :

 Garis komando langsung dari atasan ke bawahan atau dari pimpinan tertinggi ke berbagai

tingkat operasional.

(27)

 Otoritas dan tangungjawab tertinggi pada puncak makin lama makin berkurang menurut

jenjang.

 Organisasinya kecil, begitu pula karyawannya sedikit.

 Hubungan kerja antara pimpinan dan bawahan bersifat langsung.

 Tujuan, alat-alat yang digunakan dan struktur organisasinya masih sederhana.

 Pemilik organisasi biasanya menjadi pimpinan tertinggi.

Keuntungan organisasi yang berbentuk lini :

 Kekuasaan dan tanggungjawab dapat ditetapkan secara definitif.

 Orang yang mempunyai kekuasaan dan tanggungjawab diketahui oleh semua pihak.

 Proses pengambilan keputusan berjalan dengan cepat, karena jumlah orang yang perlu diajak

berembuk tidak begitu banyak.  Disiplin mudah dipertahankan.

 Solidaritas para anggota masih besar, karena masih saling kenal mengenal.

 Tersedianya kesempatan yang baik bagi pimpinan organisasi untuk mengembangkan

bakat-bakat pemimpin. b. Bentuk Lini dan Staf

Di dalam organisasi-organisasi kecil, semua karyawan supervisor adalah merupakan orang-orang lini (line personnel). Tetapi ketika organisasi mulai membesar, maka semakin terasa pentingnya penyediaan tenaga spesialis mampu memberikan nasihat-nasihat teknis dan memberikan jasa-jasa kepada unit-unit operasional lainnya. Orang-orang inilah yang biasanya disebut “staf personnel” (orang-orang staf yang melaksanakan fungsi-fungsi staf). Dan orang-orang staf ini dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu : (1) para penasihat dan (2) “auxilliary personnel”, bertugas melakukan kegiatan-kegiatan penunjang demi lancarnya meknisme organisasi.

Ciri-ciri Pokok :

 Organisasinya besar dan kompleks.

 Jumlah karyawannya banyak.

 Terdapat dua kelompok karyawan (lini dan staf) sebagaimana dijelaskan di atas.

 Karena organisasi sudah semakin besar / kompleks, maka hubungan langsung di sini sudah tidak

mungkin lagi terjadi antar anggota maupun antara pemimpin dan bawahan.

 Nampak adanya spesialisasi yang dikembangkangkan dan dipergunakan secara optimal.

Kebaikan-kebaikannya :

 Adanya pembagian tugas yang jelas antara kelompok lini yang melaksanakan tugas pokok

organisasi, dan kelompok staf yang melaksanakan kegiatan penunjang.

 Asas spesialisasi dapat dijalankan, menurut bakat bawahan yang berbeda-beda.

Prinsip “the right man in the right place” dapat diterapkan dengan mudah.

 Koordinasi mudah dijalankan dalam setiap unit kegiatan.

 Tipe organisasi demikian dapat dipergunakan oleh organisasi-organisasiyang lebih besar /

kompleks. Keburukannya :

 Pemimpin lini sering mengabaikan advis staf.

(28)

 Ada kemungkinan pimpinan staf melampaui kewenangan stafnya.

 Perintah-perintah lini, nasihat-nasihat dan perintah-perintah staf sering agak membingungkan

anggota. Hal ini dapat terjadi, karena kedua jenis hirarki ini tidak selalu seirama dalam memandang sesuatu.

Meskipun terdapat kelemahan-kelemahan organisasi tipe lini dan staf ini, namun untuk organisasi yang semakin kompleks seperti dewasa ini lebih cenderung menggunakan bentuk lini dan staf.

c. Bentuk Fungsional

Organisasi Fungsional adalah suatu organisasi dimana kekuasaan dari pimpinan dilimpahkan kepada para pejabat yang memimpin satuan-satuan dibawahnya dalam suatu bidang pekerjaan tertentu. Tiap-tiap kepala dari satuan ini mempunyai kekuasaan untuk memerintah semua pejabat bawahan sepanjang mengenai bidangnya (The Liang Gie, dkk., 1981, hal. 136). Ciri lain dari organisasi demikian adalah bahwa didalam organisasi tidak terlalu menekankan pada hirarki struktural, akan lebih banyak didasarkan pada sifat dan macam fungsi yang harus dijalankan. Sebenarnya bentuk ini tidak populer, dan kebanyakan hanya dipergunakan dalam lingkungan usaha swasta seperti toko serba ada, dan yang sejenisnya.

Kebaikan-kebaikannya :

 Ada pembagian yang tegas antara kerja pikir dan fisik.

 Dapat dicapai spesialisasi yang baik.

 Solidaritas antara orang-orang yang menjalankan fungsi yang sama pada umumnya tinggi.

 Moral serta disiplin kerja tinggi.

 Koordinasi antara orang-orang yang ada dalam satu fungsi mudah dijalankan.

Kelemahannya :

 Sulit mengadakan pertukaran tugas, karena terlalu menspesialisasikan diri dalam satu bidang

saja.

 Koordinasi yang bersifat menyeluruh sukar diadakan, karena orang-orang yang bergerak dalam

satu bidang mementingkan fungsi saja

 Inisiatif perorangan mudah tertekan, karena sudah dibatasi pada suatu fungsi. d. Organisasi Tipe Panitia

Bentuk organisasi ini adalah suatu tipe di mana pimpinan dan para pelaksana dibentuk dalam kelompok-kelompok yang bersifat panitia. Maksudnya, pada tingkat pimpinan, keseluruhan unsur pimpinan menjadi panitia dan para pelaksana dibagi ke dalam kelompok-kelompok yang disebut “task force” atau satuan tugas.

Ciri-cirinya :

 Struktur organisasinya tidak begitu kompleks. Biasanya hanya terdiri dari ketua, sekretaris,

bendahara, ketua seksi dan para petugas.

 Struktur organisasinya secaa relatif tidak permanen. Organisasi tipe panitia hanya dipakai

sewaktu-waktu ada kegiatan khusus (proyek-proyek tertentu), dan setelah kegiatan-kegiatan itu selesai dikerjakan, maka panitia dibubarkan.

 Tugas kepemimpinan dilaksanakan secara kolektif.

(29)

 Para pelaksana dikelompokkan menurut tugas-tugas tertentu dalam bentuk satuan tugas (task

force).

Keuntungan Tipe Panitia :

 Keputusan yang diambil selalu berhasil dengan baik dan tepat, karena sudah dibicarakan secara

kolektif.

 Kemungkinan penggunaan kekuasaan secara berlebihan dari pimpinan kecil sekali.

 Usaha kerjasama bawahan mudah digalang.

Kelemahannya :

 Proses pengambilan keputusan agak lambat karena segala sesuatunya harus dibicarakan lebih

dulu dengan para anggota organisasi.

 Apabila ada kemacetan kerja, tak seorang pun yang mau diminta pertanggung jawabannya

melebihi dari yang lain.

 Para pelaksana sering bingung karena perintah tidak datang dari satu orang pimpinan saja.

 Kreativitas nampaknya sukar dikembangka, karena pelaksanaan didasarkan pada kolektifitas. HUBUNGAN ANTARA KEPEMIMPINAN, MANAJEMEN DAN ORGANISASI

Organisasi merupakan kumpulan dari orang-orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan, yang mana untuk mencapai tujuan tersebut memerlukan manajemen untuk mengatur orang-orang tersebut, yang mana manajemen tidak akan berhasil apabila tidak ada pemimpin di dalamnya dan seorang pemimpin pun harus memiliki ilmu kepemimpinan, jadi antara Kepemimpinan, manajemen dan organisasi merupakan suatu sistem yang tidak dapat berdiri sendiri dan tidak dapat terpisahkan.

Pengertian kepemimpinan dalam organisasi adalah, yang mana mempunyai tugas bagaimana kita bisa menjadikan sebuah organisasi itu menjadi suatu yang solid. Mempunyai visi dan misi yang jelas di dalam kemajuan organisasi, bisa memanage dan fokus di dalam mengemban dan mengembangkan organisasinya.

{sumber : lani,aldie,sylvian,richo,eka,indra,ama,bowo}

Seorang pemimpin organisasi juga mempunyai tipe-tipe dalam kepemimpanya, yaitu 1. Tipe Otokratik

Adalah tipe sorang pemimpin yang egois dan otoriter 2. Tipe Paternalistik

Adalah tipe seorang pemimpin yang hanya terdapat di lingkungan trasisional, contohnya : tokoh adat , ulama, dan para guru

3. Tipe Kharismatik

Adalah tipe seorang pemimpin yang mempunya daya tarik sendiri pada pemimpin tersebut sehingga menimbulkan simpati kepada organisasinya

4. Tipe Laissez Faire

Adalah tipe seorang pemimpin yang berpandangan bahwa organisasinya akan berjalan secara lancar karena anggotanya yang terdiri dari orang – orang dewasa yang sudah memiliki tujuan organisasi.

(30)

5. Tipe Demokratik

Adalah tipe seorang pemimpin yang disegani bukan ditakuti karena melakukan manusia dengan cara manusiawi dan menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia.

Dibalik tipe-tipe kepemimpinan dalam suatu organisasi , juga ada yang mengatakan teori-teori yang dilihat dari hasil survey yang dilakukan oleh orang-orang mempelajari kriteria-kriteria yang dilakukan oleh seorang pemimpin.

Diantaranya adalah: 1. Teori Genetic

Inti dari teori ini tersimpul dalam mengadakan “leaders are born and not made“. bahwa

penganut teori ini mengatakan bahwa seorang pemimpin akan karena dilahirkan dengan bakat pemimpin.Dalam keadaan bagaimana pun seorang ditempatkan pada suatu waktu ia akan menjadi pemimpin karena ia dilahirkan untuk itu. Artinya takdir telah menetapkan ia menjadi pemimpin.

2. Teori Sosial

Jika teori genetis mengatakan bahwa “leaders are born and not made”, make penganut-penganut sosial mengatakan sebaliknya yaitu : “Leaders are made and not born“.

Penganut-penganut teori ini berpendapat bahwa setiap orang akan dapat menjadi pemimpin apabila diberi pendidikan dan kesempatan untuk itu.

3. Teori Ekologis

Teori ini merupakan penyempurnaan dari kedua teori genetis dan teori sosial. Penganut-ponganut teori ini berpendapat bahwa seseorang hanya dapat menjadi pemimpin yang baik apabila pada waktu lahirnya telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan, bakat mana kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pangalaman-pengalaman yang

memungkinkannya untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang memang telah

dimilikinya itu. Namun demikian penyelidikan yang jauh yang lebih mendalam masih diperlukan untuk dapat mengatakan secara pasti apa faktor-faktor yang menyebabkan seseorang timbul sebagai pemimpin yang baik

Kepemimpinan Dalam Organisasi

Pengertian Kepemimpinan

Dalam suatu organisasi kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi. Kepemimpinan merupakan titik sentral dan penentu kebijakan dari kegiatan yang akan dilaksanakan dalam organisasi. Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu (Thoha, 1983:123). Sedangkan menurut Robbins (2002:163) Kepemimpian adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk mencapai tujuan. Sedangkan menurut Ngalim Purwanto (1991:26) Kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka

meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta merasa tidak terpaksa.

(31)

Tipe Otokratik

Semua ilmuan yang berusaha memahami segi kepemimpinan otokratik mengatakan bahwa pemimpin yang tergolong otokratik dipandang sebagai karakteritik yang negatif.Dilihat dari persepsinya seorang pemimpin yang otokratik adalah seseorang yang sangat egois. Seorang pemimpin yang otoriter akan menujukan sikap yang menonjolkan “keakuannya”, antara lain dalam bentuk :

1. Kecenderungan memperlakukan para bawahannya sama dengan alat-alat lain dalam organisasi, seperti mesin, dan dengan demikian kurang menghargai harkat dan martabat mereka.

2. Pengutamaan orientasi terhadap pelaksanaan dan penyelesaian tugas tanpa mengkaitkan pelaksanaan tugas itu dengan kepentingan dan kebutuhan para bawahannya.

3. Pengabaian peranan para bawahan dalam proses pengambilan keputusan. Gaya kepemimpinan yang dipergunakan pemimpin yang otokratik antara lain: 1. Menuntut ketaatan penuh dari para bawahannya.

2. Dalam menegakkan disiplin menunjukkan keakuannya. 3. Bernada keras dalam pemberian perintah atau instruksi.

4. Menggunakan pendekatan punitif dalamhal terhadinya penyimpangan oleh bawahan. Tipe Paternalistik

Tipe pemimpin paternalistik hanya terdapat di lingkungan masyarakat yang bersifat tradisional, umumnya dimasyarakat agraris. Salah satu ciri utama masuarakat tradisional ialah rasa hormat yang tinggi yang ditujukan oleh para anggiota masyarakat kepada orang tua atau seseorang yang dituakan. Pemimpin seperti ini kebapakan, sebagai tauladan atau panutan masyarakat. Biasanya tiokoh-toko adat, para ulama dan guru. Pemimpin ini sangat mengembangkan sikap kebersamaan.

Tipe Kharismatik

Tidak banyak hal yang dapat disimak dari literatur yang ada tentang kriteria kepemimpinan yang

kharismatik. Memang ada karakteristiknya yang khas yaitu daya tariknya yang sangat memikat sehingga mampu memperoleh pengikut yang jumlahnya kadang-kadang sangat besar. Tegasnya seorang

pemimpin yang kharismatik adalah seseorang yang dikagumi oleh banyak pengikut meskipun para pengikut tersebut tidak selalu dapat menjelaskan secara konkret mengapa orang tersebut dikagumi.

Tipe Laissez Faire

Pemimpin ini berpandangan bahwa umumnya organisasi akan berjalan lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari orang-orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi, sasaran-sasaran apa yang ingin dicapai, tugas apa yang harus ditunaikan oleh

masing-masing anggota dan pemimpin tidak terlalu sering intervensi.

Teori Kepemimpinan

Kajian Teori Kepemimpinan pada hakekatnya untuk menjawab : a. Why Individual become leaders ?

b. Why Leaders are more effective than others ?

Dalam hubungan ini dapat dikemukakan beberapa teori kepemimpinan sebagaimana yang dikemukakan oleh para ahli.

A. Teori Timbulnya Kepemimpinan

Di antara berbagai teori yang menjelaskan sebab-sebab timbulnya kepemimpinan terdapat tiga teori yang menonjol, yaitu :

(32)

1. Teori Keturunan (Heriditary Theory) 2. Teori Kejiwaan (Psychological Theory) 3. Teori Lingkungan (Ecological Theory)

Masing – masing teori dapat dikemukakan secara singkat : 1. Teori Keturunan

Inti daripada teori ini, ialah : a. Leaders are born not made.

b. Seorang pemimpin menjadi pemimpin karena bakat – bakat yang dimiliki sejak dalam kandungan. c. Seorang pemimpin lahir karena memamng ditakdirkan. Dalam situasi apapun tetap muncul menjadi pemimpin karena bakat-bakatnya.

2. Teori Kejiwaan.

a. Leaders are made and not born.

b. Merupakan kebalikan atau lawan dari teori keturunan.

c. Setiap orang bias menjadi pemimpin melalui proses pendidikan dan pengalaman yang cukup.

3. Teori Ekologis

a. Timbul sebagai reaksi terhadap teori genetis dan teori social.

b. Seseorang hanya akan berhasil menjadi seorang pemimpin, apabila pada waktu ahir telah memiliki bakat, dan bakat tersebut kemudian dikembangkan melalui proses pendidikan yang teratur dan pengalaman.

c. Teori ini memanfaatkan segi-segi positif teori genetis dan teori social. d. Teori yang mendekati kebenaran.

B. Teori Kepemimpinan Berdasarkan Sifat

Di tinjau dari segi sejarah, pemimpin atau kepemimpinan lahir sejak nenek moyang, sejak terjadinya hubungan kerjasama atau usaha bersama antara manusia yang satu dengan dengan manusia yang lain untuk menjapai tujuan bersama yang telah ditetapkan. Jadi kepemimpinan lahir bersama – sama timbulnya peradaban manusia.

• Machiavelli

Ia terkenal tentang nasehatnya mengenai kebijaksanaan yang harus dimiliki oleh seorang Perdana Mentri, yaitu antara lain harus mempunyai keahlian dalam :

a. Upacara – upacara ritual, kebaktian keagamaan b. Peratuaran dan perundang – undangan

c. Pemindahan dan pengangkutan

d. Pemberian honorium/pembayaran dan kepangkatan e. Upacara – upacara dan adat kebiasaan.

f. Pemindahan pegawai untuk menhindarkan kegagalan g. Bertani dan pekerjaan lainnya.

• Empuh Prapanca dengan bukunya yang terkenal Negara Kertagama menyebut 15 sifat yang baik yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin yaitu:

(33)

b. Mantri wira, sebagai pembela negara sejati

c. Wicaksaning naya, bijaksana dalam arti melihat masa lalu, kemampuan analisa, mengambil keputusan dengan cepat dan tepat.

d. Matanggwan, mendapat kepercayaan yang tinggi dari yang dipimpinnya. e. Satya bakti haprabu, setia dan bakati kepada atasan (loyalitas).

f. Wakjana, pandai berpidato dan berdiplomasi.

g. Sajjawopasama, tidak sombong, rendah hati, manusiawi.

h. Dhirrottsaha, bersifat rajin sungguh- sungguh kreatif dan penuh inisiatif. i. Tan-lalana, bersifat gembira, periang.

j. Disyacitra, Jujur terbuka. k. Tancatrisan, tidak egoistis.

l. Masihi Samastha Bhuwana, bersifat penyayang, cinta alam. m. Ginong Pratidina, tekun menegakkan kebenaran.

n. Sumantri, sebagai abdi negara yang baik.

o. Ansyaken musuh, mampuh memusnakan setiap lawan.

• Ajaran Hasta Brata.

Hasta Bhrata (delapan pedoman pilihan) yang terdapat dalam kitab Ramayana berisi sifat - sifat positif sebagai pedoman bagi setiap pemimpin adalah :

a. Sifat matahari (surya) Yaitu:

- Menerangi dunia dan memberi kehidupan pada semua mahluk. - Menjadi penerang selurah rakyat.

- Jujur dan rajin bekerja sehingga negara aman dan sentosa. b. Sifat bulan (candra) yaitu:

- Memberi penerangan terhadap rakyat yang sedang dalam kegelapan (kesulitan)

- Menerangkan perasaan dan melindungi rakyat sehingga terasa tentram untuk menjalankan tugas masing- masing.

c. Sifat Bintang (kartika) yaitu:

- Menjadi pusat pandangan sumber susila dan budaya, dan menjadi suri tauladan d. Sifat Awan yaitu :

- Dapat menciptakan kewibawaan

- Tindakan mendorong agar rakyat tetap taat. e. Sifat Bumi yaitu:

- Ucapanya sederhana.

- Teguh, dan kokoh pendiriannya. f. Sifat Samudera,yaitu:

- mempunyai pandangan yang luas - membuat rakyat seia sekata. g. Sifat Api (Agni) yaitu:

- Menghukum siapa saja yang bersalah tanpa pandang bulu. h. Sifat Angin (Bayu) yaitu :

- terbuka dan tidak ragu – ragu terhadap semua masalah. - Bersikap adil terhadap siapa pun.

• The Traits and abilities Theory yang dikemukakan oleh stogdill dengan menekan pada kwalitas individu dan terdapat relevansi yang erat antara sifat dan kepemimpinan (capacity, status, participation,

(34)

C. Teori Kepemimpinan Berdasarkan Tingkah Laku

Dengan memusatkan pada ciri-ciri dan gaya yang dimiliki oleh setiap pemimpin yang bersangkutan, mereka yakin akan berhasil dalam melaksanakan tugas kepemimpinannya. Sehingga gaya dan ciri-ciri tersebut akan menimbulkan berbagai tipe.

Ada beberapa tipe kepemimpinan. 1. Tipe Otoriter

Tipe ini mempunyai sifat-sifat:

a. Semua kebijaksanaan ditentukan oleh pemimpin b. Organisasi dianggap milik pribadi pemimpin

c. Segala tugas dan pelaksanaannya ditentukan oleh pemimpin . d. Kurang ada partisipasi dari bawahan .

e. Tidak menerima kritik, saran dan pendapat bawahan .

2. Tipe Demokratis

a. Semua kebijaksanaan dan keputusan dilakukan sebagai hasil diskusi dan musyawarah . b. Kebijaksanaan yang akan dating ditentukan melalui musyawarah dan diskusi.

c. Anggota kelompok, bebas bekerjasama dengan anggota yang lain, dan berbagai tugas diserahkan kepada kelompok .

d. Kritik dan pujian bersifat objektif dan berdasarkan fakta-fakta . e. Pemimpin ikut berpartisipasi dalam kegiatan sebagai anggota biasa . f. Mengutamakan kerjasama .

3. Tipe Semuanya

a. Kebebasan diberikan sepenuhnya kepada kelompok atau perseorangan di dalam pengambilan kebijaksanaan maupun keputusan .

b. Pemimpin tidak terlibat dalam musyawarah kerja .

c. Kerjasama antara anggota tanpa campur tangan pemimpin . d. Tidak ada kritik, pujian atau usaha mengatur kegiatan pemimpin .

Di samping ketiga gaya kepemimpinan diatas Sondang P.Siagian, MPA.,Ph.D. mengemukakan tipe pemimpin yang lain, ialah:

4. Tipe Militeristis

a. Lebih sering mempergunakan perintah terhadap bawahan .

b. Perintah terhadap bawahan sangat tergantung pada pangkat dan jabatan . c. Menyenangi hal-hal yang bersifat formal .

d. Sukar menerima kritik .

e. Menggemari berbagai upacara .

5. Tipe Paternalistik

a. Bersikap melindungi bawahan .

b. Bawahan dianggap manusia yang belum dewasa .

c. Jarang ada kesempatan pada bawahan untuk mengambil inisiatif . d. Bersikap maha tahu .

Referensi

Dokumen terkait

Akan tetapi pada obstruksi saluran kemih dengan gagal ginjal sekunder mungkin terbejadi tiba - tiba, dan diskusi mungkin tidak dapat dilakukan atau dihindarkan

[r]

Kurikulum 2013 dikembangkan dengan penyempurnaan pada pola pikir sebagai berikut: (1) pembelajaran yang berpusat pada peserta didik yang memiliki pilihan- pilihan terhadap

Sesungguhnya Allah subhaanahu wata'ala menutup penglihatan manusia dari hal tersebut, tujuaannya adalah sebagai ujian bagi mereka agar menjadi jelas siapakah yang beriman kepada

Pengujian hipotesis minor 2 (H0 2 ) yaitu pengujian kelas eksperimen 2 dengan kelas control, nilai F yang diperoleh dari perhitungan (F-hitung = 6.48) lebih

Walaupun tak ada pemangkasan suku bunga, menurut kami kebijakan BI saat ini akan tetap dovish mengingat lemahnya pemulihan ekonomi global dari ketidakpastian BREXIT,

Mulai Identifikasi & Perumusan Masalah, Batasan & Tujuan Penelitian Studi Pendahuluan:  Studi Literatur  Studi Lapangan Rancangan Pengumpulan Data: Layout

menu Reservasi Hotel yang berfungsi untuk melakukan pengelolaan transaksi reservasi dihotel yang meliputi data booking kamar, check in dan pembayaran biaya hotel dan