• Tidak ada hasil yang ditemukan

Imunohematologi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Imunohematologi"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

IMUNOHEMATOLOGI IMUNOHEMATOLOGI (dr. Marina M. Ludong, SpPK) (dr. Marina M. Ludong, SpPK)

Bagian Patologi Klinik Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran

Fakultas Kedokteran Universitas TaUniversitas Tarumanegararumanegara Imuno

Imunoematematologi ologi menganmengandung dung arti reaksi arti reaksi imunolimunologik ogik !an!ang g "erkai"erkaitan dengan tan dengan komponkomponenen dara, tetapi dasar imunoematologi men#akup "ukan sa$a imunologi dan ematologi tetapi dara, tetapi dasar imunoematologi men#akup "ukan sa$a imunologi dan ematologi tetapi  $uga ilmu%ilmu

 $uga ilmu%ilmu lain, di antaralain, di antaran!a genetika dan!a genetika dan "iokimia..n "iokimia.. &in

&ingga gga saasaat t ini ini penpeneraerapan pan utautama ma imuimunonoemaematoltologi ogi "er"erkiskisar ar seksekitaitar r penpenententuauann golong

golongan an daradara  dan anti"odi "ukan dan anti"odi "ukan sa$a teradsa$a teradap ap antigantigen en eritreritrosit tetapi osit tetapi $uga terada$uga teradapp antigen leukosit dan trom"osit. Bidang ini dianggap penting "agi klinik untuk'

antigen leukosit dan trom"osit. Bidang ini dianggap penting "agi klinik untuk'

Men!esuaikan donor dan resipien untuk transusi maupun Men!esuaikan donor dan resipien untuk transusi maupun transplantasi organtransplantasi organ

Identiikasi dan pen#egaan teradap aloimunisasai anita amil ole antigen *esus,Identiikasi dan pen#egaan teradap aloimunisasai anita amil ole antigen *esus,

Menentukan diagnosis, meramalkan prognosis dan menentukan terapi pen!akit emolitikMenentukan diagnosis, meramalkan prognosis dan menentukan terapi pen!akit emolitik

"a!i "aru lair (

"a!i "aru lair (Hemolytic Disease of the New born =Hemolytic Disease of the New born = &+) aki"at aloanti"odi &+) aki"at aloanti"odi

+ia+iagnognosis sis dan dan pempemerikeriksaasaan n desdestrutruksi ksi erieritrotrosit sit !a!ang ng disdise"ae"a"ka"kan n autautoanoanti"ti"odi odi atatauau

aloanti"odi. aloanti"odi.

Prinsip imunohematologi Prinsip imunohematologi 1.

1. AnAntitigegen en eriritrtrosositit Ant

Antigeigenn adalaadala suatu su"stansi !ang "ila masuk ke dalam tu"u manusia atau "inatangsuatu su"stansi !ang "ila masuk ke dalam tu"u manusia atau "inatang akan merangsang pem"entukan anti"odi.

akan merangsang pem"entukan anti"odi. Pada permukaa

Pada permukaan n eritroeritrosit sit terdterdapat "er"agai apat "er"agai $enis glikoprote$enis glikoprotein in dan glikolipid dan glikolipid !an!ang g diatudiatur r  se#ara genetik. Karena su"stansi seluler ini merupkan produk gen !ang spesiik dan $uga se#ara genetik. Karena su"stansi seluler ini merupkan produk gen !ang spesiik dan $uga "ersia

"ersiat t imunogimunogenik, maka enik, maka ia mampu ia mampu merangsmerangsang pem"entukan aloantang pem"entukan aloanti"odi spesiik "ila i"odi spesiik "ila iaia dimasukkan kedalam tu"u seseorang !ang tidak memiliki su"stansi terse"ut. Su"stansi ini dimasukkan kedalam tu"u seseorang !ang tidak memiliki su"stansi terse"ut. Su"stansi ini dikenal se"agai antigen golongan dara. -en !ang menentukan golongan dara diturunkan dikenal se"agai antigen golongan dara. -en !ang menentukan golongan dara diturunkan menurut ukum

menurut ukum MendelMendel dan "ersiat kodominan.dan "ersiat kodominan.

&ingga sekarang tela diketaui sekitar // $enis antigen pada permukaan eritrosi, &ingga sekarang tela diketaui sekitar // $enis antigen pada permukaan eritrosi, alaupun an!a se"agian ke#il sa$a !ang tela $elas susunan molekuln!a maupun siat dan alaupun an!a se"agian ke#il sa$a !ang tela $elas susunan molekuln!a maupun siat dan ungsi "iologikn!a, dan an!a "e"erapa sa$a

ungsi "iologikn!a, dan an!a "e"erapa sa$a !ang mempun!ai makna klinis. 0ntigen eritrosit!ang mempun!ai makna klinis. 0ntigen eritrosit  $uga

 $uga dapat dapat di$umpai di$umpai pada pada permukaan permukaan leukosit leukosit dan dan trom"osit trom"osit dan dan dalam dalam "er"agai "er"agai #airan#airan maupun $aringan tu"u.

maupun $aringan tu"u.

 0ntigen eritrosit "iasan!a sta"il seumur idup tetapi pada "e"erapa keadaan ant  0ntigen eritrosit "iasan!a sta"il seumur idup tetapi pada "e"erapa keadaan antigenigen ini

ini dapdapat at "er"eru"au"a. . BeBe"er"erapa apa #iri #iri spespesiisiisitsitas as munmungkigkin n tidtidak ak teter"er"entuntuk k semsempurnpurna a atatauau "eru"a karena suatu pen!akit seingga seola%ola eritrosit mendapat antigen semu . &al "eru"a karena suatu pen!akit seingga seola%ola eritrosit mendapat antigen semu . &al ini antara lain dapat di$umpai pada leukemia.

ini antara lain dapat di$umpai pada leukemia. 2.

2. ReRespspons imons imunounolologigi !an an !an antiti"o!"o!ii Sese

Seseorang dapat orang dapat menunmenun$ukkan respons terada$ukkan respons teradap p stimustimulasi lasi antigantigen, "aik en, "aik "erupa antigen"erupa antigen eterolog, isolog atau autolog.

eterolog, isolog atau autolog.

Bila seseorang untuk pertama kali terpapar pada antigen, ter$adi respons imunologik Bila seseorang untuk pertama kali terpapar pada antigen, ter$adi respons imunologik primer

primer. . *espon*espons s imunolimunologik ogik primer primer men!men!e"a"kan sel%sel sistem e"a"kan sel%sel sistem imun "erprolierasi danimun "erprolierasi dan "erdierensiasi ingga men$adi sel !ang memiliki kompetensi imunologik dan mem"entuk "erdierensiasi ingga men$adi sel !ang memiliki kompetensi imunologik dan mem"entuk ke

kelomlompopok k sesel l !a!ang ng didisese"u"utt memory cellsmemory cells !an!ang g dapat mengenaldapat mengenali i antigantigen en "ersan"ersangkutagkutan.n. *esp

*espons imun primeons imun primer r "ia"iasansan!a mem"e!a mem"entuntuk k antanti"oi"odi kelas IgM di kelas IgM dadan n padpada a umuumumn!mn!aa "erlan

"erlangsung se"entgsung se"entar. ar. KontKontak kedua kali dengan antiak kedua kali dengan antigen !ang sama akan menim"ulkangen !ang sama akan menim"ulkan respons sekunder !ang "iasan!a tim"ul le"i #epat dan titer anti"odi !ang terutama terdiri respons sekunder !ang "iasan!a tim"ul le"i #epat dan titer anti"odi !ang terutama terdiri atas Ig- dan "iasan!a dalam kadar tinggi.

atas Ig- dan "iasan!a dalam kadar tinggi. +apat di$elaskan "aa

+apat di$elaskan "aa Anti"o!iAnti"o!i adala protein !ang diasilkan se#ara spesiik ole tu"u adala protein !ang diasilkan se#ara spesiik ole tu"u se"agai $aa"an teradap adan!a antigen, maupun se#ara alamia tanpa adan!a kontak se"agai $aa"an teradap adan!a antigen, maupun se#ara alamia tanpa adan!a kontak dengan antigen.

(2)

 0nti"odi mempun!ai struktur molekul imunoglo"ulin (Ig), dan diketaui ada  ma#am Ig !aitu' Ig-, IgM, Ig0, Ig+, Ig1.

#enis$%enis anti"o!i&

$menurut 'ara pem"entuan&

atural anti"odi (0")' 0" !ang terdapat dalam tu"u individu se#ara alamia tanpa adan!a stimulasi antigen (0g), "iasan!a IgM seperti anti 0 dan anti B.

Imune 0"' 0" !ang di"entuk se"agai aki"at adan!a rangsangan 0g asing misaln!a transusi dara atau keamilan, "iasan!a Ig- seperti anti +.

$menurut suhu reasi&

2old 0"' 0" !ang mempun!ai reaksi optimal pada suu di"aa 34°2 (5 % 6/°2) '

anti 0 7 B

8arm 0" ' 0" !ang mempun!ai reaksi optimal pada suu 342 (Imune 0" atau 0" inkomplit)

$menurut ea!aan reasi&

0" komplit ' 0" !ang dapat mengaglutinasi sel dara dalam medium saline. 0" inkomplit ' 0"!ang tidak dapat mengaglutinasi sel dalam medium saline. $menurut hasil reasi&

0glutinasi9 0" !ang "ila di#ampur dengan 0g (sel:partikel), akan men!e"a"kan ter$adin!a   aglutinasi.

Lisis' 0" !ang "ila di#ampur dengan 0g (sel) akan men!e"a"kan ter$adi reaksi lisis

 0nti"odi !ang ditim"ulkan se"agai reaksi imunologik (immune antibodies)  "iasan!a terdiri dari Ig- dan pada umumn!a tidak langsung mengan#urkan eritrosit tetapi destruksi in vivo "erlangsung dengan #ara'

Terle"i daulu melapisi eritrosit seingga ter$adi peru"aan siat eritrosit. 1ritrosit ini

kemudian dian#urkan ole makroag dalam limpa9

+estruksi intravaskuler ter$adi dengan "antuan komplemen.

(. )omplemen

)omplemen semula dikenal ole Bordet se"agai suatu aktor !ang dapat men!e"a"kan lisis eritrosit !ang dilapisi anti"odi. Sekarang komplemen diketaui terdiri atas ;; $enis protein atau komponen dengan ungsi !ang "er"eda. Masing%masing komponen komplemen di"eri kode uru 2 (Complement) dan kode angka ; sampai < 9 2; terdiri dari 3 su"komponen, !aitu 2;=, 2;r dan 2;s. Untuk men!e"a"kan emolisis, semua komponen turut "erungsi, satu komponen mengaktivasi komponen !ang lain se#ara "erurutan demikian rupa seingga ter$adi reaksi "erantai seperti sistem cascade pada proses koagulasi dara. 0ktivasi komplemen dapat ter$adi melalui 6 $alur, !aitu $alur klasik (intrinsik) dan $alur alternati (ekstrinsik). Pada keadaan normal komplemen "erada dalam dara dalam keadaan inakti. 0ktivasi komplemen melalui $alur klasik dapat ter$adi "ila ada interaksi antara antigen dan anti"odi.

(3)

Peran komplemen dalam sistem golongan dara kususn!a perann!a dalam emolisis in vivo tidak dapat dia"aikan. Baik aloanti"odi maupun autoanti"odi dapat mengikat dan mengaktivasi komplemen pada permukaan eritrosit seingga men!e"a"kan lisis. Lisis eritrosit dapat ter$adi pada reaksi inkompati"ilitas pada golongan 0B> dan ter$adi intravaskuler. Tetapi lisis eritrosit dapat $uga ter$adi ekstravaskuler.

*I*TEM GOLONGAN +ARAH A , O

Sistem golongan dara 0B> merupakan sistem golongan dara manusia !ang pertama kali ditemukan. Sampai sekarang ini tetap merupakan golongan dara !ang paling penting pada transusi dara.

-olongan dara 0, B, > ditemukan ole Landsteiner tn. ;</;

-olongan dara 0B ditemukan ole ?on de#astello dan Sturli tn ;</6.

Setela itu ditemukan golongan dara lain seperti' Leis, +ui, *esus, Kidd, Luteran dll. +asar penemuan golongan dara terse"ut adala'

1. adan!a antigen pada permukaan eritrosit

2. adan!a anti"odi dalam serum atau plasma dara.

Antigen golongan !arah A,O

 0ntigen golongan dara 0B> dise"ut aglutinogen:antigen (0g), 0g0 dan 0gB untuk 5 ma#am golongan dara. 0glutinogen terdapat pada permukaan eritrosit.

Taun ;<3 8alter Morgan dan 8inired 8atkins dari Lister Intitute mendemontrasikan "aa spesiisitas dari tipe golongan dara 0B> terletak pada susunan gula:kar"oidratn!a. Se"agai #onto per"edaan antara golongan dara 0 da" B terletak pada "agaian akir dari rantai kar"oidrat !ang terikat pada gikolipid atau glikoprotein pada permukaan dinding eritrosit

Susunan gula:kar"oidrat 0glutinogen:antigen'

glikoprotein @ gula @ Fu#ose 0g & (su"stansi dasar)  0g & @ %a#et!l galaktosamin 0g 0

 0g & @ +%galaktose 0g B

Pem"entukan antigen 0, B, & pada sel ditentukan ole ker$a sama gen%gen 0, B, > dan &. -en%gen ini terletak pada kromosom < dan diturunkan se#ara dominan menurut ukum Mendel. Satu individu mempun!ai satu pasang gen.

Pem"entukan antigen 0 dan B mulai dari  percusor substance  (su"stansi pendaulu) !ang "ila ada gen &, precursor substance akan diru"a men$adi su"stansi H merupakan struktur  dasar dari antigen 0 dan B. Selan$utn!a "ila ada gen 0 atau gen B, su"stansi & akan diru"a men$adi 0 atau B antigen. Karena itu pada orang !ang mempun!ai golongan dara 0, pada sel dara meran!a terdapat antigen 0 dan &. Pada golongan dara B akan terdapat antigen B dan &. Pada golongan dara 0B akan terdapat antigen 0, B dan &.

-en > iala gen amorp !aitu tidak ada produk !ang dapat diperiksa pada sel, seingga su"stansi & pada sel dara mera tidak diru"a men$adi antigen 0 atau B. Aadi pada golongan dara >, pada sel dara meran!a an!a terdapat antigen &.

-en & mengkode enim !ang dapat meru"a prekursor kar"oidrat men$adi su"stansi &, dimana akan dipengarui ole gen 0 atau B ("ila ada). -en 0 dan B mengkode enim spesiik (gl!#os!l transerase) !ang akan mengkatalisa peru"aan su"stansi & men$adi antigen 0 atau antigen Bole penam"aan gula%gula pada daera terminal (%a#et!l +% galaktosamin untuk antigen 0, +%galaktosa untuk antigen B).

(4)

Se#ara garis "esar gen%gen !ang mempengarui pem"entukan antigen' ;. -en & ' %mengotrol pem"entukan pem"entukan 0g &, 0, B

%"ersiat dominan'

C -enot!pe && atau & 0g & @ pada golongan dara 0,B, 0B, > C -enot!pe  0g & %

pada Bom"a! -roup. 6. -en 0, B dan >'

%-en 0 mempengarui pengikatan %a#et!l galaktosamin pada 0g& seingga ter"entuk 0g0.

-ol 0' mempun!ai gen & 7 0.

%-en B mempengarui pengikatan +%galaktosa pada 0g& seingga ter"entuk 0gB -ol B' mempun!ai gen & 7 B.

%-en 0 7 B dominan, gen > resesi.

Pasangan )romosom Genotip -enotip Golongan !arah

 00  0>  0B BB B> >>  00  0>  0B BB B> >>  0  0B B >  0  0B B > Gen *eretor Gen *e/&

 0ntigen 0, B, & "isa terdapat $uga dalam sekresi (#airan tu"u) dan plasma, al ini dikontrol ole suatu gen dominan gen seretor (gen Se) !ang "eker$a sama dengan gen 0,B, &. Individu !ang mempun!ai su"stan#e dalam saliva dise"ut ' se#retor 

Dang tidak mempun!ai su"stan#e 0B& dalam saliva dise"ut ' nonse#retor. -enot!pe se#retor 'SeSe atau Sese

-enot!pe nonse#retor ' sese Anti"o!i sistem A,O

Pada orang deasa anti%0 dan anti%B akan selalu ditemukan "ila antigen%antigen !ang "erpadanan tidak ada. Pada golongan dara 0B tidak terdapat anti E 0 dan anti % B

 0nti"odi pada golongan dara (aglutinin) umumn!a IgM dan Ig-Per"e!aan IgG !an IgM&

Ig G Ig M

%anti"odi imun %anti"odi inkomplit

%"erat molekul ke#il, dapat melalui pla#enta %taan panas

%sta"il

%Ig- mun#ul kemudian setela immunisasi.

%anti"odi natural %anti"odi komplit %"erat molekul "esar 

%tidak taan panas, tidak akti lagi pada °2 selama 3 $am

%tidak sta"il

(5)

Pem"entukan anti%0 dan anti%B

 0nti%0 dan anti%B !ang ditemukan dalam serum !ang diperole dari dara tali pusat didapat dari i"u se"a" !ang ditemuka adala Ig-. Meskipun demikian dapat $uga ditemukan adan!a IgM dalam dara talipusat !ang merupakan sintesis dari "a!i sendiri.

Biasan!a anti%0 dan anti%B (IgM) !ang diproduksi "a!i mulai terdeteksi pada umur 3 %  "ulan. +an pada usia 3 "ulan Ig- anti%0 dan anti%B !ang "erasal dari i"u mulai "erkurang. Pada usia  "ulan se"agian "esar "a!i suda mempun!ai aglutinin !ang diarapkan.

Titer anti%0 dan anti%B men#apai maksimum pada umur  %;/ taun. Pada orang deasa kadar anti%0 dan anti%B menurun sesuai dengan meningkatn!a umur.

Tim"uln!a anti"odi se#ara natural adala dalam "entuk IgM (anti%0 dan anti%B), sedangkan imun anti"odi "entukn!a Ig- (pada pem"eria n eritrosit !ang golongan 0B> tidak sesuai.

-olongan dara antigen anti"odi

 0 0, & anti%B

B B,& anti%0

 0B 0, B, & %

> & anti%07B

Bom"a! group % anti0,B, &

Imune anti$A !an anti$,

Imune respon teradap antigen 0 dan B !ang didapat, misaln!a pada'

1. Transusi !ang tidak #o#ok. Misaln!a golongan 0 ke gopl B atau >. 2. Pem"erian serum manusia.

Su"stan#e 0 dan B terdapat dalam $umla sedikit dalam plasma dan serum. 8alaupun dengan pemeriksaan serologis su"stan#e 0 dan B tidak terdeteksi dapat menim"ulkan stimulasi suatu imune respons setela transusi serum manusia misaln!a serum golongan 0 pada golongan >

3.  0lloimmunisasi ole antigen 0 dan B selama amil.

Misaln!a i"u amil dengan "a!i 0 atau B dan dalam serum i"u terdapat anti"odin!a !ang "erpadanan. Setela melairkan tern!ata pada i"u%i"u ter$adi peninggian titer  anti%0 atau anti%B.

*u"group

Su"group golongan 0

Pada golongan 0 dan golongan 0B ditemukan "er"agai reaksi sel !ang lema. Misaln!a sel dara mera dengan anti 0 "ereaksi sangat lema atau tidak sama sekali, tetapi dengan anti  0B "ereaksi "aik. Keadaan ini dise"a"kan adan!a su"group pada golongan 0 dan golongan  0B. +iketaui golongan 0 terdapat 6 su"group !ang "er"eda, !aitu tipe 0; dan 06. Kedua su"group ini "er"eda satu dengan !ang lain "ukan sa$a kuantitati tetapi $uga kualitati9 kemudian ter"ukti "aa su"group 0; memiliki 6 $enis antigen !aitu 0 dan 0;, sedangkan  06 an!a mengandung antigen 0.

-olongan 0 ' 0; dan 06 -olongan 0B ' 0;B dan 06B

+alam serum golongan B dan serum golongan > ada 6 populasi anti 0'

1.  0nti 0 !ang reakti dengan kedua antigen 0; dan 06

(6)

Untuk mengidentiikasi su"group 0; dan 06 dipakai anti%0;

Group *u"group Ag pa!a sel A" pa!a serum

> % % anti%0 anti%0;  0nti B  0 0;  06  0 @ 0;  0  0nti B B B 0nti%0  0nti%0;  0B 0;B  06B  0@0;@B  0@B Su"group golongan B

Se"enarn!a ada tetapi tidak mempun!ai aspek klinis (dalam transusi) Golongan !arah Oh ,om"a0

ditemukan ole Bende (;<6). +ise"ut Bom"a!, karena pertamakali sel dara mera ini ditemukan di Bom"a! India.

Sel dara mera tidak diaglutinasi ole anti%0, anti%B dan anti%0Bdan $uga ole anti%&. +alam serumn!a terdapat anti%0, anti%B dan anti%&. Sel > "iasa akan "ereaksi dengan anti%&.

 0pa"ila !ang diker$akan pemeriksaan golongan dara sa$a maka individu ini akan dikategorikan dengan golongan >, tetapi pada reaksi silang ( crossmatch) dengan golongan dara > akan in#ompati"le.

-olongan dara > akan diaglutinasi kuat ole serum >. 0nti%& pada >  "ereaksi pada

temperatur 5° % 34°2 dan arus ditransusi dengan sel > lagi.

*I*TEM RHE*U*

Landsteiner 7 8iener (;<5/), menemukan Guman "lood a#torH !ang dise"ut' *esus (*), ketika mereka men!untik kelin#i dan marmut dengan sel dara mera mon!et (ma#a#us *esus). at anti !ang ter"entuk tern!ata selain mengaglutinasikan sel mon!et itu sendiri, $uga mengaglutinasikan sel dara mera orang kulit puti(J populasi). at anti itu dise"ut se"agai at anti *esus.

Teori Fiser dan *a#e men!atakan "aa terdapat 3 pasang allel gen !ang menempati 3 lokus !ang "erdekatan pada kromosom ; dan tidak dapat dipisakan.

Lokus pertama % + atau d kedua 2 atau # ketiga 1 atau e

 0ntigen d se"enarn!a "elum perna ditemukan tetapi kode ini dipakai untuk men!atakan tidak ada +. 0ntigen d dise"ut se"agai gen Gsilent H.

Terdapat J kemungkinan kom"inasi antigen !aitu' 2+e, #+1, #de, #d1, 2de, #+e dan 2d1.  0ntigen + merupakan antigen utama dari golongan *esus. Seseorang !ang memiliki

antigen + dise"ut *%positi sedangkan !ang tidak memiliki antigen + dise"ut *%negati, tanpa memperatikan ada tidakn!a antigen *esus !ang lain. Seorang *%negati tidak memiliki antigen + tetapi mungkin sa$a memiliki antigen lain, misaln!a #, 2 atau kedua% duan!a.

(7)

Sekali transusi *esus positip (+ positip) pada orang *esus negatip (+ negatip:d) al ini suda dapat menim"ulkan respon pem"entukan anti%+.

Pasien !ang *esus negatip atau + negatip arus di"eri dara !ang *esus negatip.  0ntigen +u

Tidak semua sel dara mera dapat ditetapkan dengan muda se"agai *esus positip atau *esus negatip dengan pemeriksaan langsung. Se"agian ada !ang mem"erikan reaksi lema atau negatip dengan antisera + (anti%+).

 0ntigen + dapat dideteksi "ila pemeriksaan dilakukan dengan tenik antiglo"ulin tes. &al ini karena ada antigen +u. 0ntigen +u tidak "er"eda dengan + an!a sel dara mera dengan +u, antigen +%n!a sedikit di"andingkan dengan *esus negatip.

Bila pasien ditemukan sel +u positip, maka pasien terse"ut dianggap *esus negatip dan tidak "ole mendapat *esus positip.

Seorang donor !ang ditemukan + negatiparus diperiksa +u%n!a.  0ntigen 2, #, 1,e

Tidak sekuat antigen +, seingga tidak diperiksa rutin seperti antigen +.

Tetapi "ila seseorang suda mempun!ai anti"odin!a, arus di"eri dara !ang sesuai !aitu !ang tidak mempun!ai antigenn!a.

Lokasi antigen *esus

Lokasi antigen *esus terdapat pada permukaan sel dara mera. Tetapi tidak ditemukan pada lekosit, platelet atau saliva atau pada #airan tu"u lainn!a.

Penetapan golongan !arah A,O

-olongan dara 0B> ditetapkan dengan meliat reaksi aglutinasi !aitu penggumpalan sel dara mera aki"at adan!a reaksi antara anti"odi dalam serum dengan antigen pada sel dara mera.

Metoda Pemeriksaan

%2ell t!ping : orard t!ping %Serum t!ping : reverse t!ping

2ell t!ping : orard t!ping, Sel dara mera individu !ang mau diperiksa direaksikan dengan antisera anti%0, anti%B dan anti%0B.

Serum t!ping : reverse t!ping, Serum diperiksa dengan sel dara mera !ang diketaui antigenn!a (sel%0 dan sel%B)

Misaln!a anti"odi dalam serum anti%0 maka sel !ang "eraglutinasi dalam serum ini adala sel !ang mempun!ai antigen 0.

Senalikn!a "ila suatu serum mengaglutinasi sel 0 dan "ukan sel B maka anti"odi !ang terdapat dalam serum terse"ut iala anti%0.

Kedua tes terse"ut arus selalu diker$akan "ersama%sama seingga dapat saling mengkoreksi satu dengan lainn!a, seingga tidak dikuatirkan ter$adi sala interpretasi golongan dara.

 0nti%0B arus selalu digunakan karena'

%mendeteksi adan!a su"group golongan 0B !ang mungkin tidak terdeteksi dengan anti%0:  anti%B ingga diinterpretasikan se"agai golongan >.

Penasiran asil '

-ol. dara 2ell t!ping Serum t!ping

 0nti%0 0nti%B 0nti%0B Sel%0 Sel%B

(8)

B % % @ @ %

 0B @ @ @ @ @

> % % % @ @

)esalahan Penetapan golongan !arah&

1.  0dan!a su"grup gol 0.

Be"erapa su"grup golongan 0, antigenn!a sedikit sekali seingga mem"erikan reaksi mirip golongan dara >.

Untuk mengindari kesalaan'

*everse t!ping

sertakan anti 0B pada orard t!ping

2. Peru"aan reaksi antigen dengan at anti pada pen!akit tertentu, misaln!a' anemia

aplastik.

3. Titer at anti !ang digunakan terlalu renda. Titer at anti serum arus ;:5.

Penetapan golongan !arah Rhesus&

Pada penetapan golongan dara *esus tidak ada Reverse typing , karena se#ara normal anti + tidak ada. Sistem golongan dara * pada dasarn!a memiliki  ma#am antigen (2,#,+,1,e). Dang menentukan seseorang *@ atau seseorang *% terletak pada 0g +, * @ memiliki 0g +, * % tidak.

Pemeriksaan 0g + memerlukan anti +, dilakukan duplo ole dua orang. Untuk men#ari anti + (anti *) atau +u dilakukan Coombs test .

Coombs test , adala pemeriksaan untuk mendeteksi adan!a anti"odi inkomplit (anti%+) menggunakan 2oom"s serum.

Tenik Coombs test '

Serum manusia disuntikan pada kelin#i seingga akan ter"entuk anti uman serum (anti uman glo"ulin). 0nti uman glo"ulin ini !ang dise"ut serum 2oom"s.

 0da dua ma#am 2oom"s tes'

1. Langsung' men#ari 0nti"odi inkomplit pada permukaan eritrosit

#ara' eritrosit @ 0&-  →  aglutinasi

2. Tidak langsung' men#ari 0nti"odi inkomplit dalam serum

taap I ' serum !ang diperiksa @ eritrosit gol >, * @  →  inku"asi (anti"odi

melekat pada permukaan eritrosit)

taap II ' eritrosit !ang suda diinku"asi @ serum 2oom"s  →  aglutinasi

*I*TEM HLA

&L0 adala singkatan dari Human Leuocyte antigen !ang daulu diduga merupakan antigen kas pada leukosit tetapi kemudian tern!ata antigen &L0 terdapat $uga pada ampir  semua sel "erinti.

Sistem &L0 sekarang ini dikenal se"agai sistem istokompati"ilitas utama pada manusia (Ma!or Histocompatibility Comple"# MHC ). 0ntigen dalam sistem ini merupakan antigen terpenting setela antigen dalam sistem 0B> dalam "idang transplantasi organ seperti transplantasi gin$al dan transplantasi sumsum tulang. 0ntigen dalam sistem ini $uga penting dalam transusi leukosit dan trom"osit karena anti"odi teradap &L0 dapat menim"ulkan reaksi transusi, di samping itu anti%&L0 sering mengganggu penetapan golongan dara. +iketaui pula "aa ada u"ungan antara antigen &L0 dengan pen!akit%pen!akit tertentu, misaln!a se"agai pen!akit autoimun, alergi, kelainan meta"olisme.

(9)

1kspresi antigen &L0 pada permukaan sel ditentukan ole suatu kompleks gen !ang terletak pada kromosom no. . Kompleks &L0 di"agi dalam  "agian ( locus) dan setiap "agian menentukna minimal satu $enis antigen permukaan sel. Ke%enam lokus sekarang !ang dikenal se"agai &L0%0, &L0%B, &L0%2, &L0%+:+*, &L0%MB:+2 dan SB.

 0nti"odi teradap antigen &L0

 0nti &L0 "iasan!a Ig- dan dapat men!e"a"kan aglutinasi maupun aktivasi komplemen atau aktivitas sitolitik. 0nti%&L0 alamia "elum perna di$umpai. 0nti%&L0 kelas IgM perna di$umpai pada penderita dengan transusi "erulang kali.

Insiden anti%&L0 meningkat pada keamilan "erulang kali terutama anti"odi sitotoksik.  0nti"odi teradap leukosit $uga sering di$umpai setela transusi "erulang kali. 8alaupun anti%&L0 se"agian "esar merupakan Ig- dan dapat meleati plasenta, "elum perna di$umpai "aa anti"odi ini men!e"a"kan kelainan pada $anin seperti aln!a anti"odi teradap eritrosit !ang lain.

Penetapan $enis &L0 (HL$%typing ) "ermanaat antara lain untuk'

1. Menentukan kesesuaian antara donor dan resipien dalam al transplantasi organ

2. menentukan kesesuaian pada transusi leukosit atau trom"osit9 perlu dipikirkan adan!a

anti"odi teradap leukosit atau trom"osit pada penderita dengan reaksi transusi !ang tidak dapat diterangkan se"a"n!a.

3. U$i kea!aan ( paternity testing ). Penentuan antigen &L0 mem"erikan inormasi penting

untuk men!ingkirkan kemungkinan u"ungan antara seorang anak dengan seorang laki% laki !ang disangka a!an!a.

Referensi

Dokumen terkait

&#34;roses pengeluaran sputum dari paruparu, bronkus dan trakea yang dihasilkan oleh klien &#34;roses pengeluaran sputum dari paruparu, bronkus dan trakea yang dihasilkan oleh

1) Guru meminta salah satu siswa menjelaskan pengertian energi alternatif. 2) Guru meminta salah satu siswa menyebutkan sumber energi alternatif yang ada

Setiap penambahan kecepatan akan berpengaruh pada kondisi cup yang akan terbentuk, setiap peningkatan kecepatan flensa yang terbentuk akan tetap sama yaitu 0,74 mm, diameter dalam

Relai termal elektronik (ETR) dari konverter frekuensi tidak dapat digunakan sebagai perlindungan motor untuk masing-masing motor dalam sistem dengan mo- tor yang terhubung

Sistem pakar yang dibangun memiliki keluaran sistem berupa solusi teknik keperawatan seperti cara terapi yang bisa dilakukan oleh keluarga Perancangan aplikasi ini

Berbeda dengan Blickwinkel ich terhadap hal-hal gaib, disini disini kita lihat meskipun tradisi dalam agama Islam tersebut menjadi sesuatu yang asing, ich tetap

Tidak hanya dengan tenggang rasa, kita juga harus menerapkan sikap saling melengkapi dan toleran dalam menyikapi keberagaman di rumah.. Contohnya, tidak semua

[r]