Cara Pembuatan Sirup

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Cara pembuatan sirup

Sirup paling sering dibuat dengan satu dari empat cara umum, tergantung pada sifat kimia dan fisika bahan-bahan. Dinyatakan secara luas, cara-cara ini adalah (1) larutan dari bahan-bahan dengan bantuan panas, (2) larutan dari bahan-bahan dengan pengadukan tanpa penggunaan panas, (3) penambahan sukrosa pada cairan obat yang dibuat atau pada cairan yang diberi rasa, dan (4) dengan perkolasi dari sumber-sumber bahan obat atau sukrosa. Pada keadaan tertentu sirup dapat berhasil dibuat dengan lebih dari satu cara diatas , dan pemilihan semata-mata hanya merupakan pilihan lebih disukai dalam bagian dari ahli farmasi.

Larutan Dari Bahan-Bahan Dengan Bantuan Panas

Sirop dibuat dengan cara ini bila dipanaskan bila dibutuhakan sirup secepat mungkin dan bila komponen sirup tidak rusak atau menguap oleh panas, pada cara ini gula umumnya ditambahkan ke air yang dimurnikan, dan panas digunakan sampai larutan terbentuk. Kemudian, komponen-komponen lain yang tidak tahan panas ditambahkan ke sirup panas, campuran dibiarkan dingin, dan volumenya disesuaikan sampai jumlah yang tepat dengan penambahan air murni. Dalam keadaan di mana zat-zat tidak tagan panas atau senyawa menguap, seperti misalnya minyak mudah menguap penambah rasa dan alcohol akan ditambahkan, maka biasanya ditambahkan ke sirup sesudah larutan gula terbentuk ooleh pemanasan, dan larutan cepat-cepat didinginkan sampai temperature ruang.

Penggunaan panas membantu melarutnya gula dengan cepat juga komponen tertentu lainnya dari sirup, akan tetapi hati-hati harus dilakukan, jangan terburu-buru dan jangan menggunakan panas yang berlebihan . sukrosa, suatu disakarida, mungkin terurai menjadi monosakarida, dekstrosa, (glukosa), dan fruktosa ( levulosa). Reaksi hidrolisis ini dikenal sebagai inverse, dan kombinasi dari produk dua monosakarida adalah gula invert. Bila panas digunakan dalam sediaan sirup sukrosa, adanya inverse sukrosa hamper patsti terjadi. Kecepatan inverse meningkat dengan cepat oleh adanya asam, ion hydrogen bekerjasebagai katlisator reaksi.bila inverse terjadi, kemanisan sirup berubah karena gula invert lebih manis dari sukrosa, dan warna sirup normal bertambah gelap karena efek panas pada bagian levulosa dari gula invert bila sirup dipanaskan sangat berlebihan, maka akan menjadi berwarna kuning coklat karena pembentukan caramel dari sukrosa. Sirup-sirup yang mudah terurai leih rentan terhadap fermentasi dan terhadap

pertumbuhan mikroba daripada sirup yang stabil tidak terurai. Karena kemungkinan penguraian oleh panas, sirup tidak dapat disterilkan dengan autoklaf. Penggunaan air murni yang didihkan pada pembuatan sirup dapat meningkatkan kestabilan dan penambahan zat pengawet, bila diperbolehkan , dapat menjaga sirup selama sel life nya. Penyimpanan dalam wadah tertutup rapat merupakan persyaratan untuk sediaan sirup.

Diantara yang resmi atau seperti yang dijelaskan sebelumnya, sirup-sirup yang dibuat dengan melarutkan dengan bant uan panas adalah sebagai berikut:

(2)

Sirup akasia mengandung bubuk atau granul akasia 10%, sukrosa 80%, asam benzoate 0,1%, tinktur vanili 0,5%, dan air murni. Dibuat dengan mengaduk akasia, sukrosa dan asam benzoate bersama-sama dan kemudian ditambah air murni dan campuran dipanaskan diatas penangas uap supaya larutan terbentuk. Bila sediaan dingin, busa dihilangkan dari permukaan atas, dan tinktur vanili ditambahkan . air murni ditambahkan secukupnya sampai volumenya tepat dan sirup disaring bila perlu.

Sirup coklat

Sirup coklat adalah suspens bubuk coklat dalam pembawa air yang dimaniskan sukrosa, glukosa cair, dan gliserin, dan diberi rasa dengan vanili dan natrium klorida. Sirop diawetkan dengan natrium natrium benzoate 0,1%. Dibuat dengan pengadukan campuran sukrosa dan coklat dalam larutan yang telah dibuat dari bahan-bahan lain dalam air murni panas. Seluruh campuran

direbus/ didihkan selama 3 menit, dibiarkan dingin, dan dicukupkan volumenya dengan menambahkan air murni.

Larutan Yang Dibuat Tanpa Penggunaan Panas

Untuk menghindari panas yang merangsang inverse sukrosa, sirup dapat dibuat tanpa pemanasan dengan pengadukan . pada skla kecil sukrosa dari zat formula lain dapat dilarutkan dalam air murni dengan menempatkan bahan-bahan dalam botol yang kapasitasnya lebih besar daripada volume sirup yang akan dibuat, dengan demikian memungkinkan pengadukan campuran dengan seksama. Proses ini memakan waktu lebih lama daripada yang dibutuhkan panas untuk

memudahkan melarutnnya sukrosa, tetapi produk mempunyai kestabilan maksimal. Tangki besar dari stainless steel atau tangki yang dilepas gelas dilengkapi dengan pengaduk mekanik atau pemutar digunakan dalam pembuatan sediaan sirup skala besar.

Sebagai contoh sirup yang dibuat dengan pengadukan tanpa bantuan panas adalah sirup ferro sulfat.

Sirup Ferro Sulfat

Sirup ini mengandung kira-kira 4 g ferro sulfat per 100ml. dibuat dengan melrutkan ferro sulfat, asam sitrat, spirit pepermin, dan kira-kira seperempat dari sukrosa yang dibutuhkan dalam air murni dan disaring sampai jernih. Sebagian sukrosa ditambahkan untuk memberi

suatulingkungan yang mereduksi, dengan demikian menghambat oksidasi ion ferro menjadi ion ferriyang mingkin akan mengendap dari larutan sebagai garam ferri. Mula-mula tidak digunakan seluruh jumlah sukrosa, agar larutan mdah disaring. Sisa sukrosa ditambahkan ke cairan filtrasi, dan air murni secukupnya ditambahkan untuk mendapatkan volume sirup yang diinginkan. Asam sitrat digunakan dalam sirup untuyk membentuk chelat ( senyawa ion metal yang larut) dengan ion ferri yang secara normal ada dalam ferro sulfat untuk mencegahnya dari pembentukan ferri hidroksida yang tidak larut. Dengan cara ini asam sitrat mencegah perubahan warna sirup dari

(3)

normalnya hijau menjadi merah kecokelatan, spirit pepermin menyembunyikan rasa besi dari ferro sulfat.

Penambahan sukrosa kedalam cairan obat atau ke dalam cairan atau kedalam cairan pemberi rasa

Adakalanya cairan obat , seperti tnktur atau ekstrak cair, digunakan sebagai sumber obat dalam pembuatan sirup. Banyak tinktur-tinhktur dan ekstrak seperti itu mengandung bahan-banhan yang larut dalam alcohol dan dibuat dengan pembawa beralkohol atau hidroalkohol. Jika komponen yang larut dalam alcohol dibutuhkan sebagai bahan obat yang ada dalam sirup yang sesuai, beberapa cara umum yang digunakan untuk membuat bahan tersebut larut dalam air. Akan tetapi, bila kommponen yang larut dalam alcohol itu tidak dibutuhkan atau komponen-komponen yang tidak penting dari sirup yang sesuai, komponen-komponen-komponen-komponen tersebut umumnya dihilangkan dengan mencampur tinktur atau ekstrak kental dengan air, campuran dibiarkan sampai zat-zat yang tidak larut dalam air terpisah sempurna, dan menyaringnya dari campuran. Filtrate adalah cairan obat yang kepadanya kemudian ditambahkan sukrosa dalam sediaan sirup. Pada keadaan lain bila tinktur atau ekstrak kental bercampur dengan sediaan berair, ini dapat ditambahkan langsung ke sirup biasa atau ke sirup pemberi rasa sebagai obat.

Contoh sirup pengobatan yang dibuat dengan penambahan sukrosa untuk cairan pengobatan adalah sirup senna.

Sirup senna

Sirup senna ini dibuat dengan menambahkan air mmurni ke campuran dan membiarkan

campuran ini selama 24 jam supaya resin-resin yang tidak larut larut dalam air dari komponen-komponen inert lain dan komponen-komponen tidak larut dari ekstrak cair mungkin mengendap. Campuran kemudian disaring dan sukrosa dilarutkan dalam filtrat. Dengan mendorong pemisahan

komponen-komponen yang tidak larut dalam air dengan cara ini kemungkinan, sirup-sirup jernih selama masa penyimpanan tidak baik sekali.

Perkolasi

Dalam cara perkolasi, sukrosa dapat diperkolasi untuk menjadi ekstrak yang kepadanya dapat ditambahkan sukrosa atau sirup. Cara yang terakhir benar-benar meliputi 2 prosedur yang berbeda mula-mula pembuatan ekstrak obat dan kemudian pembuatan sirup.

Dalam pembuatan sirup dengan perkolasi sukrosa, air murni atau larutan air dari cairan obat, atau cairan pemberi rasa dibiarakan UNTUK MELEWATI KOLOM Kristal sukrosa dengan lambat untuk melarutkannya. Perkolat( hasil perkolasi) ditampung dan dikembalikan ke dalam alat perkolasi sesuai kebutuhan samapi semua sukrosa telah dilarutkan/

Untuk perkolasi dapat digunakan perkulator bentuk silinder atau kerucut. Umumnya sukrosa digranul kasar lebih disukai daripda granul halus atau bubuk dalam penggunaannya untuk

(4)

mencegah gula memadatdengan sangat kuat, dalam keadaan tersebut pelarut tidak akan dapat menembyus kolom dan melarutkan gula. Gumpalan kapas yang diletakkan pada dasar kolom cukup rapat untuk mencegah gula tidak larut lewat masuk kedalam lubang bawah yang cukup longgar untuk memungkinkan sukrosa yang tidak larut lewat bebas. Aliran perkolat dapat diatur dengan mengatur kran pada lubang. Bila semua sukrosa telah dilarutkan, air murni tambahan atau cairan air yang dibutuhkan dilewatkan melalui kapas pada perkolat untuk mencuci kapas yang diresapi sisa-sisa sirup kedalam perkolat dan untuk memperoleh produk akhir dengan volume yang diinginkan.

Contoh-contoh sirup yang dibuat dengan perkolasi adalah sirup balasam , dan sirup ipecae. Sirup ipecae

Ipecae sirup dibuat dengan menembahkan gliserin dan sirup

Pembuatan sirop kecuali dinyatakan lain, sirup dibuat sebagai berikut:

Buat cairan untuk sirop, panaskan, tambahkan gula, jika perlu didihkan hingga larut. Tambahkan air mendidih secukupnya hingga diperoleh bobot yang dikehendaki, buang busa yang terjadi, serkai. (farmakope Indonesia edisi 3, 1979)

Pada pembuatan sirop dari simplisia yang mengandung glukosida antrakinon, ditambahkan natrium karbonat sejumlah 10 % bobot simplisia. Kecuali dinyatakan lain, pada pembuatan sirop simplisia untuk persediaan ditambahkan metil paraben 0,25% b/v atau pengawet lain cocok. ( farmakope Indonesia 3).

Kecuali dinyatakan lain, jika dosis yang diminta atau ditulis lebih kecil atau tidak merupakan kelipatan 5 ml, sirop harus diencerkan, sebaiknya dengan sirop simpleks, sehingga dosis yang diberikan menjadi 5 ml atau kelipatan daripadanya. ( formularium nasional edisi kedua, 1978) Sirop simpleks, sirop gula adalah larutan gula yang dibuat dengan melarutkan 65 bagian gula dalam larutan metil paraben 0,25% b/v secukupnya hingga dperoleh 100 bagian sirop. (formularium nasional, 1978).

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.1979.Famakope Indonesia Edisi Ketiga.Jakarta : Depertemen Kesehatan Republik Indonesia.

(5)

.1978.formularium nasional.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :